Polisi Kembali Tangkap 3 Anggota Geng ‘Jepang’ Penjarah Toko

Polisi Kembali Tangkap 3 Anggota Geng ‘Jepang’ Penjarah Toko

Polresta Depok kembali menangkap tiga anggota geng motor ‘Jepang’ terkait penjarahan di toko pakaian. Sampai saat ini, total ada 15 pemuda yang ditetapkan sebagai tersangka. “Tadi malam kami menangkap tiga orang lagi. Total tersangka sekarang menjadi 15 orang,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom , Kamis (28/12/2017). Ketiga tersangka baru itu ditangkap pada Rabu (27/12) sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka ditangkap di lokasi berbeda. “Para tersangka ini ikut melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan atau pemerasan dengan ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHP dan atau 365 KUHP yang terjadi di Jl Sentosa Raya, Sukmajaya, Depok,” paparnya. Ketiga tersangka itu adalah MP alias Bogel (18), DC alias Karto (18) dan RA alias Kribi (18). Ketiganya diamankan dari rumahnya masing-masing di Jl Rawamaya II, Beji, Depok. Dari ketiga tersangka itu, dua adalah anggota geng ‘Jepang’. Sedangkan satu tersangka, MP alias Bogel adalah ketua geng Rawamaya Beji Rasta (RBR). “Hasil keterangan dari tersangka yang telah diperiksa sebelumnya menjelaskan bahwa MP alias Bogel adalah ketua RBR (Rawamaya Beji Rasta) dan teman-temannya ikut bersama-sama melakukan penjarahan di toko pakaian ‘Fernando’,” sambungnya. Ketiga tersangka saat ini masih diperiksa intensif di Mapolresta Depok. Sementara polisi masih terus mendalami kasus tersebut.

Baca juga : watch

Lagi, 2 ABG Cewek Anggota Geng Motor Penjarah Toko Ditangkap . Selamat menyaksikan! Jika anda berkenan silahkan klik SUBSCRIBE, like dan komen di video ini yah… Subscribe : Depok – Polresta Depok kembali menangkap dua orang anggota geng motor yang diduga ikut dalam aksi penjarahan di toko pakaian. Keduanya berjenis kelamin perempuan.”Yang ceweknya ada dua lagi yang kita amankan, jadi total cewek yang kita tangkap ada tiga orang,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom, Senin (25/12/2017).Dikatakan Putu, dari tiga ABG perempuan yang ditangkap, salah satunya adalah yang mengambil kaos di pajangan toko. Dalam rekaman CCTV, ABG berambut panjang itu tampak sempat melemparkan kaos yang dicurinya lalu memungutnya kembali.”Salah satunya ya cewek yang ngambil baju dari toko,” imbuh Putu.ABG perempuan yang identitasnya masih dirahasiakan itu ditangkap di Mampang, Pancoranmas, Depok, pada Minggu (24/12) malam. Saat ini dia bersama 24 pelaku lainnya masih diperiksa di Mapolresta Depok.”Masih akan kami kembangkan lagi,” tuturnya.Dari 24 orang itu, 17 di antaranya ditangkap di Pitara, Pancoranmas dan 7 lainnya ditangkap di bengkel wilayah Mampang, Pancoranmas. Mereka ditangkap pada Minggu (24/12) sekitar pukul 18.30 WIB.Gerombolan geng motor itu menjarah toko Fernando (sebelumnya situlis Vernando) di Jl Sentosa Raya, Sukmajaya, Kota Depok pada Minggu dini hari. Jumlahnya sekitar 30-an berboncengan motor dan membawa senjata tajam, kemudian menjarah sejumlah celana jins di toko tersebut. (mei/jbr) depok

Polresta Depok kembali menangkap tiga anggota geng motor ‘Jepang’ terkait penjarahan di toko pakaian. Sampai saat ini, total ada 15 pemuda yang ditetapkan sebagai tersangka. “Tadi malam kami menangkap tiga orang lagi. Total tersangka sekarang menjadi 15 orang,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom , Kamis (28/12/2017). Ketiga tersangka baru itu ditangkap pada Rabu (27/12) sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka ditangkap di lokasi berbeda. “Para tersangka ini ikut melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan atau pemerasan dengan ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHP dan atau 365 KUHP yang terjadi di Jl Sentosa Raya, Sukmajaya, Depok,” paparnya. Ketiga tersangka itu adalah MP alias Bogel (18), DC alias Karto (18) dan RA alias Kribi (18). Ketiganya diamankan dari rumahnya masing-masing di Jl Rawamaya II, Beji, Depok. Dari ketiga tersangka itu, dua adalah anggota geng ‘Jepang’. Sedangkan satu tersangka, MP alias Bogel adalah ketua geng Rawamaya Beji Rasta (RBR). “Hasil keterangan dari tersangka yang telah diperiksa sebelumnya menjelaskan bahwa MP alias Bogel adalah ketua RBR (Rawamaya Beji Rasta) dan teman-temannya ikut bersama-sama melakukan penjarahan di toko pakaian ‘Fernando’,” sambungnya. Ketiga tersangka saat ini masih diperiksa intensif di Mapolresta Depok. Sementara polisi masih terus mendalami kasus tersebut.

Polresta Depok kembali menangkap dua orang anggota geng motor yang diduga ikut dalam aksi penjarahan di toko pakaian. Keduanya berjenis kelamin perempuan. “Yang ceweknya ada dua lagi yang kita amankan, jadi total cewek yang kita tangkap ada tiga orang,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom , Senin (25/12/2017). Dikatakan Putu, dari tiga ABG perempuan yang ditangkap, salah satunya adalah yang mengambil kaos di pajangan toko. Dalam rekaman CCTV, ABG berambut panjang itu tampak sempat melemparkan kaos yang dicurinya lalu memungutnya kembali. “Salah satunya ya cewek yang ngambil baju dari toko,” imbuh Putu. ABG perempuan yang identitasnya masih dirahasiakan itu ditangkap di Mampang, Pancoranmas, Depok, pada Minggu (24/12) malam. Saat ini dia bersama 24 pelaku lainnya masih diperiksa di Mapolresta Depok. “Masih akan kami kembangkan lagi,” tuturnya. Dari 24 orang itu, 17 di antaranya ditangkap di Pitara, Pancoranmas dan 7 lainnya ditangkap di bengkel wilayah Mampang, Pancoranmas. Mereka ditangkap pada Minggu (24/12) sekitar pukul 18.30 WIB. Gerombolan geng motor itu menjarah toko Fernando (sebelumnya situlis Vernando) di Jl Sentosa Raya, Sukmajaya, Kota Depok pada Minggu dini hari. Jumlahnya sekitar 30-an berboncengan motor dan membawa senjata tajam, kemudian menjarah sejumlah celana jins di toko tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi kembali menangkap dua anggota geng motor yang melakukan penjarahan di toko pakaian di kawasan Depok , Jawa Barat. Keduanya ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan dari delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. “Sudah dua baru tangkap. Masih kami kejar dua lagi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana saat dikonfirmasi, Rabu (27/12/2017). Putu menambahkan, keduanya ditangkap di rumah kontrakannya di kawasan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok. Dari penggeledahan di kontrakan tersebut polisi menemukan sejumlah senjata tajam. “Kami temukan tujuh senjata tajam bervariasi ada celurit, pedang model sabit, kemudian ada yang panjangnya lebih dari satu meter. Ini digunakan para pelaku pada saat melakukan pencurian dan pengancaman di toko Fernando, Sukmajaya,” kata Putu.

TEMPO.CO , Depok – Polisi sudah menangkap empat anggota geng motor Jepang yang sebelumnya dinyatakan buron. Keempatnya diduga terlibat dalam penjarahan toko pakaian Fernando, di Jalan Sentosa Raya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Ahad lalu.   Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana mengatakan empat anggota geng itu dibekuk Tim Jaguar kemarin. “Kami langsung tetapkan mereka yang berinisial WL, AL, HB, dan N, sebagai tersangka,” katanya, Rabu, 27 Desember 2017. Menurut Putu, dengan penangkapan ini, sudah 12 tersangka ditahan di Polres Depok. Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto mengatakan dari delapan tersangka yang sebelumnya ditangkap, lima di antaranya adalah remaja di bawah umur. Penyidik akan memperlakukan mereka secara khusus, seperti yang diatur dalam Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak. “Yang dewasa diperlakukan sesuai dengan KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana),” ucapnya. Simak juga:  Begini Kondisi Kontrakan Geng Motor yang Jarah Toko Pakaian   Penjarahan di toko Fernando terjadi Ahad dinihari lalu. Geng motor itu datang dari Jalan Juanda. Mereka berhenti di depan toko, lalu masuk, dan mengambil barang dagangan. Penjaga toko tak berani melawan karena ada anggota geng motor yang membawa senjata tajam. Kejahatan ini terekam kamera pengawas atau CCTV yang dipasang di toko.   Sehari seusai penjarahan, polisi membekuk 26 anggota geng motor Jepang. Tiga di antaranya perempuan. Nama geng ini mengacu kepada kelompok remaja yang sering berkumpul di Jembatan Mampang, Depok.

TEMPO.CO , Depok – Polisi telah menetapkan delapan anggota geng motor Jepang sebagai tersangka penjarahan toko pakaian Fernando di Jalan Sentosa, Sukmajaya, Kota Depok. Saat ini polisi tengah memburu empat orang lagi yang diduga menjadi dalang penjarahan itu. “Kami upayakan dalam waktu dekat bisa menangkap ketua geng motor Jepang,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Putu Kholis Aryana, Selasa, 26 Desember 2017. “Inisialnya HA.” Kapolresta Depok Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto menyebut sudah menurunkan tim untuk memburu anggota geng yang buron itu. “Perbuatan mereka sudah meresahkan masyarakat,” ucapnya.   Alpin Pratama, anggota geng Jepang yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, mengaku terlibat dalam penjarahan di toko Fernando. Sebelum menjarah, ia dan teman-temannya menenggak obat penenang dan minuman keras. Menurut Alpin, setiap kali konvoi, mereka selalu membawa senjata tajam. Senjata itu disembunyikan di sekitar jembatan Mampang, tempat mereka biasa nongkrong. Nama geng Jepang itu sendiri adalah singkatan dari jembatan Mampang. “Senjata-senjata itu punya Habibi, ketua geng motor Jepang,” ujarnya.

TRIBUN-VIDEO.COM – Puluhan pelaku penjarahan toko pakaian 24 jam di Jl Cakalele Sentosa Raya, Depok, telah ditangkap. Anggota Satreskirm dan Tim Jaguar Polresta Depok hanya butuh waktu kurang dari 24 jam untuk mengamankan para pelaku. Penangkapan dilakukan pada Minggu (25/12/2017) di lokasi yang berbeda-beda. Menurut informasi yang diunggah pada akun Instagram @jaguar_restadepok, beberapa barang bukti juga turut diamankan. Di antaranya pakaian hasil jarahan dan motor para pelaku. Belum diketahui pasti jumlah pelaku yang ditangkap. Namun tiga pelaku di antaranya merupakan perempuan, yang ikut menjarah toko. Simak video di atas! (*)

Polisi sudah menangkap empat anggota geng motor Jepang yang sebelumnya dinyatakan buron. Keempatnya diduga terlibat dalam penjarahan toko pakaian Fernando di Jalan Sentosa Raya Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, Ahad lalu. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana mengatakan bahwa empat anggota geng itu dibekuk oleh Tim Jaguar kemarin. “Kami langsung tetapkan mereka sebagai tersangka,” katanya, Rabu, 27 Desember 2017. “Inisial WL, AL, HB dan N.” Menurut Putu, dengan penangkapan ini berarti sudah 12 tersangka di tahan di Polres Depok.  © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO

seperti di kutip dari https://www.msn.com

Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto sebelumnya mengatakan, dari delapan tersangka yang sebelumnya ditangkap, lima di antaranya adalah remaja di bawah umur. Penyidik akan memperlakukan mereka secara khusus, seperti diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. “Yang dewasa diperlakukan sesuai dengan KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana),” ucapnya. Penjarahan di toko Fernando terjadi Ahad dinihari lalu. Geng motor itu datang dari Jalan Juanda. Mereka berhenti di depan toko dan masuk mengambil barang dagangan. Penjaga toko tak berani melawan karena anggota geng motor ada yang membawa senjata tajam. Kejahatan ini terekam kamera pengawas atau CCTV yang dipasang di toko. Sehari seusai penjarahan itu, polisi membekuk 26 anggota geng motor Jepang. Tiga di antaranya perempuan. Nama geng ini mengacu kepada kelompok remaja yang sering berkumpul di Jembatan Mampang, Depok.

Related Posts

Comments are closed.