Polisi Dipukul Bandar Sabu, Kapolres: Saya Janji Malam Ini Ditangkap

Polisi Dipukul Bandar Sabu, Kapolres: Saya Janji Malam Ini Ditangkap

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi bertekad menangkap bandar sabu berinisial AS alias E dan istrinya SA yang lolos dalam upaya penangkapan di Penjaringan. Bandar sabu itu melarikan diri setelah memukul polisi. “Saya janji malam ini saya tangkap,” tegas Hengki usai menjenguk Birgadir Rizal Taufik yang jadi korban pemukulan bandar sabu, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018). Menurut Hengki, penggerebekan yang dilakukan pada Jumat (5/1) malam, diduga lebih dulu bocor informasinya. Karena itu bandar narkoba bisa melakukan perlawanan hingga mengakibatkan Brigadir Rizal terluka di bagian kepala karena dipukul dengan benda tumpul. “Kelemahan kemarin memang bahwa anggota ini sudah melaksanakan penyamaran, yang bersangkutan tidak mendapatkan pendampingan dari tim yang lain sehingga begitu identitasnya bocor ini mendapatkan perlawanan,” papar Hengki. Polres Jakbar sudah membentuk satgas untuk memburu bandar narkoba. Selain itu upaya pencegahan narkoba juga dilakukan dengan melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. “Kami tidak ingin kecolongan sebagaimana yang terjadi penggerebekan pabrik narkoba di diskotik MG kemarin. Kita intensif kita bongkar data-data lama kita padukan dengan informasi masyarakat sehingga kita bisa tentukan target-target yang akan kita tangkap,” terangnya.

Baca juga :

Pernyataan itu disampaikan AKBP Marudut saat menggelar jumpa pers di Aspol Jalan Sangnaualuh, Pematang Siantar, Selasa (20/6/2017). Sikap tegas Kapolres Simalungun terlontar menyusul terungkapnya jaringan narkoba dengan pelaku, Fransiskus Sianipar yang merupakan seorang tenaga honorer di KPUD Kota Siantar. Setelah didalami, ternyata bandarnya DM, seorang PNS di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Siantar. Kata Kapolres, Dewi masuk ke dalam jaringan narkoba suaminya, AS, yang juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dengan peran sebagai penagih uang hasil penjualan narkoba. Diketahui, Dewi kerap menerima uang penjualan barang haram ini dari Rikki yang sudah ditangkap polisi. Keduanya, membuat janji temu melalui ponsel, kemudian berjumpa di Pasar Horas dan Pasar Dwikora, Siantar. Karena itu , kata AKBP Marudut Liberty Panjaitan, pihaknya telah menetapkan Dewi sebagai DPO dan kini sedang diburu anak buahnya. Diungkapnya, Dewi bekerja sebagai PNS di BKD Pemko Siantar. Namun, sudah sepuluh hari saat ditetapkan menjadi DPO, Dewi tak lagi masuk kantor. Terkait orang-orang yang masuk dalam DPO ini, Kapolres meminta pihak keluarga terkait menyerahkan buruan polisi tersebut. Dia memberikan dua opsi, pihak keluarga yang menyerahkan ke polisi atau justru nantinya polisi yang menyerahkan ke pihak keluarga. “Saya minta keluarga untuk menyerahkan DPO ini atau kami yang nantinya menyerahkan DPO ke keluarga,” ujarnya. Terkait

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi bertekad menangkap bandar sabu berinisial AS alias E dan istrinya SA yang lolos dalam upaya penangkapan di Penjaringan. Bandar sabu itu melarikan diri setelah memukul polisi. “Saya janji malam ini saya tangkap,” tegas Hengki usai menjenguk Birgadir Rizal Taufik yang jadi korban pemukulan bandar sabu, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018). Menurut Hengki, penggerebekan yang dilakukan pada Jumat (5/1) malam, diduga lebih dulu bocor informasinya. Karena itu bandar narkoba bisa melakukan perlawanan hingga mengakibatkan Brigadir Rizal terluka di bagian kepala karena dipukul dengan benda tumpul. “Kelemahan kemarin memang bahwa anggota ini sudah melaksanakan penyamaran, yang bersangkutan tidak mendapatkan pendampingan dari tim yang lain sehingga begitu identitasnya bocor ini mendapatkan perlawanan,” papar Hengki. Polres Jakbar sudah membentuk satgas untuk memburu bandar narkoba. Selain itu upaya pencegahan narkoba juga dilakukan dengan melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. “Kami tidak ingin kecolongan sebagaimana yang terjadi penggerebekan pabrik narkoba di diskotik MG kemarin. Kita intensif kita bongkar data-data lama kita padukan dengan informasi masyarakat sehingga kita bisa tentukan target-target yang akan kita tangkap,” terangnya.

Polres Jakarta Barat masih memerika saksi terkait insiden pemukulan anggotanya Brigadir Rizal Taufik oleh bandar sabu Jumat (5/1) malam. Polisi juga sudah membuat laporan penganiayaan ke Polres Jakut pasca-pemukulan tersebut. “Kita buat LP( laporan), LP baru bahwa terjadi penganiayaan. Ini kita lapor di Polres Jakarta Utara karena berbatasan TKP-nya pada saat itu, sehingga kita lapor untuk dilakukan pengejaran, dari sisi narkoba kita kejar, dari sisi narkoba kita kejar,” kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi usai menjenguk Birgadir Rizal di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018). Polisi, lanjut Hengki saat ini sedang fokus untuk melakukan pengejaran bandar narkoba. Terlebih, katanya, ada kenaikan kejahatan narkoba sejak 2015 sampai 2017. “Ini keresahan warga ditambah lagi bahwa direktif daripada pimpinan salah satu kerawanan Kamtibmas di luar terorisme dan radikalisme serta konflik sosial adalah narkoba, kami tidak ingin kecolongan Jakarta Barat sehingga secara represif kami kejar terus,” tutur Hengki. Hengki berharap langkah ini bisa menghilangkan peredaran narkoba khususnya di wilayah Jakarta Barat. Sekaligus menghilangkan stigma Jakarta Barat sebagai Kampung Narkoba. “Setidaknya kita bisa tekan betul dan stigma kampung narkoba harus hilang dari Jakarta Barat dan itu bisa dilaksanakan bersama-sama,” tuturnya.

SERANG – Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kali ini menimpa Panji Bahari Romadhon, wartawan media lokal Banten Pos saat meliput aksi demonstrasi puluhan mahasiswa di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten. Aksi demo mengkritisi tiga tahun kepemimpinan Jokowi-JK awalnya berjalan damai dengan pengawalan ketat puluhan personel dari Polres Serang Kota. Namun, saat mahasiswa memblokade setengan badan jalan Jendral Sudirman, Ciceri. Polisi langsung mendorong mundur mahasiswa agar arus lalu lintas tak terganggu. Aksi dorong pun terjadi antara mahasiswa dan polisi. Ketika itu, Panji berada di tengah-tengah antara polisi dan mahasiswa untuk mengambil gambar. Tiba-tiba dari arah belakang oknum polisi langsung menendang dan mengamankan Panji. “Lagi mau ngambil foto, digebuk (dari arah) belakang, pas nengok langsung diteriakin provokator. Terus diinjak-injak dan dicekek sambil dibawa ke mobil sedan punya polisi,” kata Panji, Jumat (20/10/2017). Padahal, lanjut Panji, saat digelandang ke mobil dirinya sudah menunjukan kartu pers kepada polisi bahwa dirinya wartawan. Namun, aksi pemukulan tetap dilakukan oleh seorang oknum polisi dengan wajah ditutupi masker. “Ini yang sebenernya saya sesalin. Saya sudah kasih liat (kartu pers) tetap saja saya dicekek dan dipukul di mobil sedan itu. Ada saksi dari mahasiswa yang ditangkap juga,” ujarnya. Bahkan, oknum polisi itu pun sempat mengancam akan menculik dan membunuhnya. “Sudah gitu minta direkam, pas itu ngancam mau culik dan bunuh. Posisi udah tahu saya itu wartawan,” tandasnya. Akibat kejadian itu, Panji mengalami luka lebam di bagian punggung dan kaki. Rencananya panji akan langsung melakukan visum di RS dr Drajat Prawiranegara sebelum melaporkan aksi kekerasan oleh oknum polisi ke Polda Banten.  (rhs)

Related Posts

Comments are closed.