Polisi: Ada 5 Bocah Diduga Korban Kekerasan di Hotel Le Meridien

Polisi: Ada 5 Bocah Diduga Korban Kekerasan di Hotel Le Meridien

Polisi menyebut ada lima bocah yang diduga mengalami kekerasan dan dieksploitasi ibu angkatnya di Hotel Le Meridien, CW. Mereka yang menjadi korban adalah FA (13), RW (14), OW (13), TW (8), dan EW (10). “Itu empat anak laki-laki, satu perempuan,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu di Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). CW disebut berusia 60 tahun dan berasal dari Malang, Jawa Timur. Cara CW melakukan kekerasan kepada anak-anak angkatnya terbilang kejam. “Ketika si FA ada diskriminasi atau melakukan kesalahan, dia dihukum, hukumannya dia tidur di kamar mandi hotel beralas koran. Ada juga anak yang lain perubahan fisik rambutnya digunting asal-asalan,” sebut Roma. Sebelumnya diberitakan, bocah M diamankan polisi pada Rabu (28/2) kemarin dari sebuah kamar di Hotel Le Meridien. Selain bocah M, saat itu ada tiga bocah lain yang diamankan polisi dengan dugaan menjadi korban kekerasan. Di sisi lain, Le Meridien memberikan tanggapan. Pihak hotel tersebut mengaku akan bekerja sama dengan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. “Terkait pemberitaan pada hari Rabu, 28 Februari 2018, mengenai penyelidikan polisi yang melibatkan tamu hotel kami, Le Meridien Jakarta melihat dugaan tersebut dengan serius dan akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang setempat untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Arditiya Chandra Putra, Marketing Communication Manager Le Meridien Jakarta.

Polisi menyebut ada lima bocah yang diduga mengalami kekerasan dan dieksploitasi ibu angkatnya di Hotel Le Meridien, CW. Mereka yang menjadi korban adalah FA (13), RW (14), OW (13), TW (8), dan EW (10). “Itu empat anak laki-laki, satu perempuan,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu di Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). CW disebut berusia 60 tahun dan berasal dari Malang, Jawa Timur. Cara CW melakukan kekerasan kepada anak-anak angkatnya terbilang kejam. “Ketika si FA ada diskriminasi atau melakukan kesalahan, dia dihukum, hukumannya dia tidur di kamar mandi hotel beralas koran. Ada juga anak yang lain perubahan fisik rambutnya digunting asal-asalan,” sebut Roma. Sebelumnya diberitakan, bocah M diamankan polisi pada Rabu (28/2) kemarin dari sebuah kamar di Hotel Le Meridien. Selain bocah M, saat itu ada tiga bocah lain yang diamankan polisi dengan dugaan menjadi korban kekerasan. Di sisi lain, Le Meridien memberikan tanggapan. Pihak hotel tersebut mengaku akan bekerja sama dengan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. “Terkait pemberitaan pada hari Rabu, 28 Februari 2018, mengenai penyelidikan polisi yang melibatkan tamu hotel kami, Le Meridien Jakarta melihat dugaan tersebut dengan serius dan akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang setempat untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Arditiya Chandra Putra, Marketing Communication Manager Le Meridien Jakarta.

Polisi mengamankan anak laki-laki berinisial M (8) di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat. Korban diduga dieksploitasi oleh perempuan berinisial CW yang merupakan tamu hotel tersebut. “Jadi tadi pagi telah diamankan seorang anak yang diduga menjadi korban eksploitasi di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat diminta konfirmasi detikcom , Rabu (28/2/2018). Argo mengatakan korban diamankan setelah polisi menerima laporan dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) terkait adanya informasi dugaan kekerasan terhadap korban. Polisi kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dan berhasil mengamankan korban. “Selain korban, ada tiga anak lainnya,” imbuhnya. Saat ini korban bersama tiga bocah lainnya dalam pengamanan polisi. Sementara itu, polisi belum bisa menggali informasi lain terkait dugaan kekerasan terhadap bocah M. “Karena terduga pelaku CW belum diperiksa,” lanjutnya. Polisi telah menggali keterangan dari beberapa saksi. Selain tiga anak, polisi memeriksa seorang pengasuh anak-anak tersebut. “Masih didalami oleh penyidik,” ujar Argo.

“Le Meridien Jakarta melihat dugaan tersebut dengan serius dan akan terus bekerjasama sepenuhnya dengan pihak berwenang setempat untuk penyelidikan lebih lanjut. Karena masalah ini masih dalam penyelidikan, kami tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut baik mengenai tamu hotel atau pun penyelidikan saat ini. Le Meridien Jakarta mendukung dan menghormati perlindungan hak asasi manusia dan mengecam keras segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak,” kata Arditya melalui keterangan tertulis kepada Suara.com , Kamis (1/2/2018).

Related Posts

Comments are closed.