Polda Kalbar Amankan 5.000 Batang Kayu Belian dan Meranti Ilegal

Polda Kalbar Amankan 5.000 Batang Kayu Belian dan Meranti Ilegal

Aparat Polda Kalimantan Barat mengamankan sekitar 5.000 batang kayu di Kabupaten Sintang. Kayu tersebut diamankan dari sebuah lokasi penggergajian ( sawmill ) karena tak memiliki kelangkapan surat izin. “Di dalam sawmill ditemukan tumpukan kayu olahan jenis belian dan jenis kelompok meranti dengan berbagai macam ukuran. Dari hasil penghitungan sementara diperoleh hasil total kurang lebih sebanyak 5.000 batang,” kata Kombes Nanang Purnomo lewat keterangan tertulisnya, Rabu (28/2/2018). Ketika dicek, tempat penggergajian PO Inti Kayu itu tercatat dimiliki Joni alias Alif tersebut hanya dilengkapi dengan surat izin tempat usaha (SITU) dan surat izin usaha perdagangan (SIUP). Sementara, tempat penggergajian tersebut tak memiliki surat keterangan syahnya hasil hutan kayu (SKSHHK). Penindakan ini dilakukan oleh Tim Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kalbar pada Rabu (28/2) siang tadi. Tempat penggergajian tersebut berada di Jalan Kelam Akcaya I, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalbar. Joni selaku pemilik ditemukan di lokasi penggergajian tersebut. Joni bersama 5.000 batang kayu yang ada dilokasi disita aparat Polda Kalbar. “Terhadap saudara Joni alias Alif diduga melanggar pasal 83 ayat 1 huruf b UU nomor 18 tahun 2014 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” tutur Nanang.

Baca juga : watch

Raden .asmun Vidio youtuber.ketapang Kapolres Ketapang lakukan Operasi illegal Loging di Hulu Sungai,400 Kubik Kayu Berbagai Jenis Diamankan Kendati permasalahan eligal loging sudah di stop yang dihimbau oleh jajaran Kapolri dan sampai UUD yang mengatur ,namun semua itu hanya isapan jempol belaka . Di kabupaten Ketapang ratusan batang kayu Lok yang ada membuktikan marak nya ilegal logging di kabupaten Ketapang. Entah bagai mana penegakan hukum bagi kalangan elegal loging ,seringkali di tangkap ataupun di temukan saja seakan tidak ada titik terang tentang pemilik kayu tersebut . Seakan semua bungkam dengan keberadaan elegal loging tersebut. Sejauh ini kayu tersebut di temukan di kecamatan hulu sungai kabupaten ketapang. Saat ini dipimpin langsung Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melakukan giat operasi Illegal Loging di wilayah Kecamatan Hulu Sungai.Dalam operasi tersebut sekitar 400 kubik kayu berbagai jenis dan berbagai ukuran berhasil diamankan dan beberapa pekerja kayu diamankan untuk diminta keterangan lebih lanjut. Kapolres Ketapang, AKBP Sunario mengaku pihaknya mulai melakukan giat operasi Illegal Loging sejak tiga hari lalu. Menurutnya dari tiga hari giat yang dilakukan pihaknya berhasil mengamankan ratusan kubik kayu dengan ukuran berbagai jenis di empat titik di sepanjang aliran sungai diwilayah Hulu Sungai. “Ada sekitar 400 kubik kayu yang kita amankan, mulai dari kayu bengkirai, meranti, terus ada belian. Tapi paling banyak bengkirai dan meranti,”kata Kapolres Ketapang AKBP Sunario saat dihubungi melalui telepon, Jum’at 24/11 malam. Ia mengatakan,selain mengamankan kayu-kayu tersebut pihaknya juga mengamankan sedikitnya lima pekerja dari empat titik di bantaran sungai daerah Hulu Sungai, meskipun ada juga pekerja yang sudah meninggalkan lokasi kayu sebelum mereka tiba. “Untuk kayu-kayu ini sudah kita rakit dan saat sedang pergeseran dari lokasi menuju Ketapang dikawal oleh airut. Untuk lima pekerja kita amankan dan bawa ke Polres untuk diminta keterangan lebih lanjut,”kata dia. Lokasi perambahan kawasan hutan cukup sulit dijangkau,namun kami tetap berupaya untuk mengungkap aksi pengrusakan yang kian meluas.Saya meminta warga untuk menghentikan seluruh aktivitas pengrusakan kawasan demi kelesatarian hutan. Ia juga menambahkan,dari keterangan sementara para pekerja kalau ada keterlibatan dari Kepala Desa Cinta Manis yang menyuruh mereka bekerja, namun saat hendak diminta keterangan diketahui Kepala Desa sudah tidak lagi berada di desa. “Keterangan warga kalau dia sudah pergi, jadi status kepala desa sementara masih sebagai terduga sambil kita mintai keterangan lebih lanjut pekerja jika memang kepala desa terlibat maka akan kita jadikan tersangka,tuturnya.ras

Aparat Polda Kalimantan Barat mengamankan sekitar 5.000 batang kayu di Kabupaten Sintang. Kayu tersebut diamankan dari sebuah lokasi penggergajian ( sawmill ) karena tak memiliki kelangkapan surat izin. “Di dalam sawmill ditemukan tumpukan kayu olahan jenis belian dan jenis kelompok meranti dengan berbagai macam ukuran. Dari hasil penghitungan sementara diperoleh hasil total kurang lebih sebanyak 5.000 batang,” kata Kombes Nanang Purnomo lewat keterangan tertulisnya, Rabu (28/2/2018). Ketika dicek, tempat penggergajian PO Inti Kayu itu tercatat dimiliki Joni alias Alif tersebut hanya dilengkapi dengan surat izin tempat usaha (SITU) dan surat izin usaha perdagangan (SIUP). Sementara, tempat penggergajian tersebut tak memiliki surat keterangan syahnya hasil hutan kayu (SKSHHK). Penindakan ini dilakukan oleh Tim Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kalbar pada Rabu (28/2) siang tadi. Tempat penggergajian tersebut berada di Jalan Kelam Akcaya I, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalbar. Joni selaku pemilik ditemukan di lokasi penggergajian tersebut. Joni bersama 5.000 batang kayu yang ada dilokasi disita aparat Polda Kalbar. “Terhadap saudara Joni alias Alif diduga melanggar pasal 83 ayat 1 huruf b UU nomor 18 tahun 2014 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” tutur Nanang.

Related Posts

Comments are closed.