Pimpinan Belum Pastikan Anggota DPR yang Mundur karena Ikut Pilkada

Pimpinan Belum Pastikan Anggota DPR yang Mundur karena Ikut Pilkada

Sejumlah anggota DPR ikut dalam kontestasi Pilkada Serentak 2018. Namun karena pendaftaran masih berlangsung, pimpinan DPR belum bisa memastikan berapa anggota dewan yang akan mundur karena ikut di pilkada. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengingatkan, hasil keputusan Mahkamah Konstitusi menyatakan bagi anggota legislatif yang ikut pilkada harus mengundurkan diri. Ini merupakan hasil judical review dari UU No 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. “Hasil dari MK seperti itu, bagi legislatif yang akan ikut serta dalam kontestasi pilkada memang diwajibkan mengundurkan diri,” ujar Taufik dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (8/1/2017). Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017, anggota TNI/Polri, PNS, DPR/DPRD harus menyerahkan surat pernyataan bersedia mengundurkan diri dari jabatannya saat mendaftarkan diri. Mereka juga harus memberikan surat keterangan dari pimpinan lembaga bahwa pengunduran diri mereka sedang dalam proses pada H+5 penetapan. Anggota DPR harus sudah resmi mundur pada H+60 setelah penetapan calon, atau H-30 sebelum hari pemungutan suara pada 27 Juni 2018. Taufik menilai, anggota DPR atau DPRD tak perlu lagi diingatkan soal masalah ini sebab mereka lah yang menyusun undang-undang. “Itu sudah jadi prasyarat. Kalau sudah di tingkat di legislatif, tidak perlu diingatkan karena yang buat UU nya kan juga dari legislatif,” sebut Waketum PAN itu. “Tapi keputusan MK kan mengikat walau ada aspirasi-aspirasi yang mungkin ingin tanya jabatan lain kok tidak (harus mundur). Ini sudah jadi kewenangan MK,” tambah Taufik. Meski begitu, Taufik belum bisa memastikan ada berapa anggota DPR yang ikut dalam Pilkada Serentak tahun ini. Sehingga total anggota DPR yang akan mengundurkan diri belum bisa dipastikan, mengingat pendaftaran masih akan dibuka hingga Rabu (10/1) nanti. “Karena ada beberapa yang terbaru, semalam dinamika berubah. Kita tunggu sampai Rabu. Mereka lapor atau tidak kan akan diverifikasi oleh KPU dan KPUD. Bahwa PNS, anggota legislatif harus mundur, dan sebagainya,” papar Taufik. Sejumlah anggota DPR yang diketahui ikut dalam Pilkada 2018 adalah sebagai berikut: Komisi I 1. TB Hasanuddin (PDIP) Pilgub Jabar 2. Viktor Laiskodat (NasDem) Pilgub NTT Komisi II 1. Lukman Edy (PKB) Pilgub Riau Komisi III 1. Benny K Harman (Demokrat) Pilgub NTT Komisi VII 1. Zulkieflimansyah (PKS) Pilgub NTB

Baca juga : hukum ucapan selamat natal.html

Islam sangat menganjurkan para ahli agama di bidangnya untuk melakukan ijtihad . Muadz bin Jabal dipuji Nabi dengan ijtihadnya saat dikirim Nabi ke Yaman sebagai Hakim.[1] Tetapi, ijtihad adalah aktivitas para ahli di bidang hukum agama yang disebut fiqih atau syariah. Sebagaimana juga undang-undang negara yang hanya dapat dibuat oleh para ahli hukum. Ada yang bermimpi bahwa ijtihad hukum Islam dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk oleh mereka yang hanya modal membaca hadits terjemahan. Pendapat ini tidak logis bahkan bagi kalangan awam sekalipun. Kalau hanya ahli hukum pidana yang dapat membuat perundang-undangan atau keputusan hukum pidana umum, maka mengapa hukum Islam yang jauh lebih penting dapat dilakukan oleh sembarang orang? Tokoh Ulama Wahabi sendiri mewajibkan kalangan muslim yang awam ilmu agama untuk taqlid kepada keputusan hukum yang diambil ulama mereka.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

CATATAN: Artikel ini bertujuan untuk memberi pencerahan pada umat Islam terhadap persoalan seputar Natal. Karena itu, kami memuat dua pendapat yang berbeda. Baik yang menghalalkan atau yang mengharamkan mengucapkan Selamat Natal atau ucapan selamat yang lain pada pengikut agama lain. Adanya arus besar dua perbedaan pendapat seputar hal ini penting. Karena dapat dipakai oleh umat Islam sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Pendapat diambil dengan memakai sumber rujukan dari kedua kubu. Dengan mengesampingkan preferensi pribadi.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

يرى جمهور من العلماء المعاصرين جواز تهنئة النصارى بأعيادهم ومن هؤلاء العلامة د.يوسف القرضاوي حيث يرى ان تغير الاوضاع العالمية هو الذي جعله يخالف شيخ الاسلام ابن تيمية في تصريحه بجواز تهنئة النصارى وغيرهم بأعيادهم واجيز ذلك اذا كانوا مسالمين للمسلمين وخصوصا من كان بينه وبين المسلم صلة خاصة، كالأقارب والجيران في السكن والزملاء في الدراسة والرفقاء في العمل ونحوها، وهو من البر الذي لم ينهنا الله عنه، بل يحبه كما يحب الإقساط إليهم (ان الله يحب المقسطين) ولاسيما اذا كانوا هم يهنئون المسلمين بأعيادهم والله تعالى يقول (وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها)».

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Mayoritas ulama kontemporer membolehkan mengucapkan selamat Natal pada umat Nasrani termasuk di antaranya adalah Dr. Yusuf Qardhawi di mana dia mengatakan bahwa perbedaan situasi dan kondisi dunia telah membuat Qardhawi berbeda pendapat dengan Ibnu Taimiyah atas bolehnya mengucapkan selamat pada hari raya Nasrani. Ucapan selamat dibolehkan apabila berdamai dengan umat Islam khsusnya bagi umat Kristen yang memiliki hubungan khusus dengan seorang muslim seperti hubungan kekerabatan, bertetangga, berteman di kampus atau sekolah, kolega kerja, dan lain-lain. Mengucapkan selamat termasuk kebaikan yang tidak dilarang oleh Allah bahkan termasuk perbuatan yang disenangi Allah sebagaimana sukanya pada sikap adil (Allah memyukai orang-orang yang bersikap adil). Apalagi, apabila mereka juga memberi ucapan selamat pada hari raya umat Islam. Allah berfirman: Apabila kalian dihormati dengan suatu penghormatan, maka berilah penghormatan yang lebih baik.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Qardhawi juga menjelaskan bahwa tidak ada hal yang mencegah untuk mengucapkan selamat pada perayaan non-muslim akan tetapi jangan ikut memperingati ritual agama mereka juga jangan ikut merayakan. Kita boleh hidup bersama mereka (nonmuslim) dengan melakukan sesuatu yang tidak bertentangan dengan syariah Allah. Maka tidak ada larangan bagi muslim mengucapkan selamat pada nonmuslim dengan kalimat yang biasa yang tidak mengandung pengakuan atas agama mereka atau rela dengan hal itu. Ucapan selamat itu hanya kalimat keramahtamahan yang biasa dikenal.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Banyak pertanyaan akhir-akhir ini tentang hukum mengucapkan selamat (tahniah) pada hari raya umat Kristiani, sebagai jawaban dari hal tersebut inilah jawaban saya: Hukum asal dalam hal ini adalah boleh. Tidak ada dalil teks (Quran dan hadits Nabi) yang melarang hal itu. Seluruh pendapat yang saya dengar dan baca dari mereka yang melarang ucapan selamat Natal bahwa dalam ucapan selamat itu terkandung pengakuan pada agama mereka. Padahal yang benar adalah bahwa dalam ucapan selamat tidak terkandung pengakuan apapun dengan dasar sebagai berikut:

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Habib Umar bin Hafidz (lahir 1963M) adalah ulama madzhab Syafi’i kharismatik dan pendiri pesantren Darul Mustafa Tarim, Yaman. Ia dikenal di Indonesia sebagai guru para ulama muda Indonesia seperti Habib Mundzir Al-Musawa pendiri Majelis Rasulullah, Habib Jamal Baaqil Batu Malang, Buya Yahya dan banyak para ulama muda Indonesia lainnya. Ia juga sering melakukan daurah (tur) di Indonesia dan negara lain di berbagai belahan dunia untuk berdakwah. Berikut pendapatnya tentang ucapan Natal sebagaimana diberitakan oleh nu.or.id 27 Desember 2015.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Mengucapkan selamat pada non-muslim terjadi perbedaan ulama. Dalam madzhab Hanbali ada tiga pendapat yaitu haram, makruh dan boleh. Riwayat terakhir (yang membolehkan) adalah pilihan Ibnu Taimiyah karena ada unsur maslahah. Ini pendapat yang juga kami pilih. Maka, boleh mengucapkan selamat pada perayaan non-muslim, takziyah (pada yang mati), iyadah (pada yang sakit) ini berdasarkan pada pendapat Al-Mardawi dalam Al-Inshaf dan disebut dari Ibnu Taimiyah dalam beberapa kitab yang lain ia tidak sepakat atas pendapatnya. ( Lebih detail )

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Ucapan selamat natal seorang muslim pada temannya yang Nasrani menurut pendapat saya termasuk dalam kategori mujamalah (sopan santun) pada mereka dan muhasanah (berbaikan) dalam pergaulan. Islam tidak melarang kita untuk bermujamalah dan muhasanah dengan mereka. Apalagi Nabi Islam dalam akidah Islam termasuk Rasul Allah yang agung dan ulul azmi. Nabi Isa diagungkan juga dalam Islam. Hanya saja mereka, Nasrani, berlebihan pada Nabi Islam dan menganggapnya tuhan. Maha Luhur Allah dari apa yang mereka katakan.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Kemaslahatan bangsa terkait dengan keharmonisannya satu sama lain. Orang yang buruk pergaulannya tidak akan disukai sesama maka hilanglah seluruh kebaikan. Terutama apabila ia (muslim) lemah sedang mereka kuat. Apabila keburukan cara bergaul itu dikaitkan pada agama maka akan semakin memperburuk reputasi agama. Maka, kalian boleh berkunjung ke kaum Nasrani saat perayaan mereka dan bergaullah dengan mereka dengan akhlak mulia yang lebih baik dari cara mereka memperlakukan kalian. Jangan menganggap ini sebagai darurat. Ini justri diperintahkan asal niatnya baik dan menjaga diri dari perkara haram seperti minum alkohol misalnya. ( Lebih detail )

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Sandaran terpenting adalah teks Al-Quran yang sharih (jelas) yang menegaskan bahwa Allah tidak melarang kita untuk berbuat baik pada non-muslim, bersilaturahmi dengan mereka, memberi hadiah kepada mereka, menerima hadiah dari mereka dan lain-lain bentuk kebaikan. Dalilnya adalah QS 60:8 “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

.. Fatwa ini kemudian dikirim pada 27 Maret pada pengurus MU di daerah-daerah. (TEMPO, 16 Mei 1981). Bagaimanapun, harian Pelita 5 Mei lalu memuat fatwa tersebut, yang mengutipnya dari Buletin Majelis Ulama no. 3/April 1981. Buletin yang dicetak 300 eksemplar ternyata juga beredar pada mereka yang bukan pengurus MU. Yang menarik, sehari setelah tersiarnya fatwa itu, dimuat pula surat pencabutan kembali beredarnya fatwa tersebut. Surat keputusan bertanggal 30 April 1981 itu ditandatangani oleh Prof. Dr. Hamka dan H. Burhani Tjokrohandoko selaku Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI. Menurut SK yang sama, pada dasarnya menghadiri perayaan antar agama adalah wajar, terkecuali yang bersifat peribadatan, antara lain Misa, Kebaktian dan sejenisnya. Bagi seorang Islam tidak ada halangan untuk semata-mata hadir dalam rangka menghormati undangan pemeluk agama lain dalam upacara yang bersifat seremonial, bukan ritual.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Ditakzir (dihukum) orang yang sepakat dengan orang kafir pada hari raya mereka, orang yang memegang ular, yang masuk api, orang yang berkata pada kafir dzimmi “Hai Haji”, orang yang mengucapkan selamat pada hari raya (agama lain), orang yang menyebut peziarah kubur orang saleh dengan sebutan haji, dan pelaku adu domba karena banyaknya menimbulkan kerusakan antara manusia. Berkata Yahya bin Abu Katsir: Pengadu domba dalam satu jam dapat membuat kerusakan yang baru bisa dilakukan tukang sihir dalam setahun.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Aku melihat sebagian ulama muta’akhirin menuturkan pendapat yang sama denganku, lalu ia berkata: Termasuk dari bid’ah terburuk adalah persetujuan muslim pada Nasrani pada hari raya mereka dengan menyerupai dengan makanan dan hadiah dan menerima hadiah pada hari itu. Kebanyakan orang yang melakukan itu adalah kalangan orang Mesir. Nabi bersabda “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka”. Ibnu Al-Haj berkata: Tidak halal bagi muslim menjual sesuatu pada orang Nasrani untuk kemasalahan hari rayanya baik berupa daging, kulit atau baju. Hendaknya tidak meminjamkan sesuatu walupun berupa kendaraan karena itu menolong kekufuran mereka. Dan bagi pemerintah hendaknya mencegah umat Islam atas hal itu. Salah satunya adalah perayaan Niruz (Hari Baru)… dan wajib melarang umat Islam menampakkan diri pada hari raya non-muslim.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

قال أبو حفص الكبير رحمه الله : لو أن رجلا عبد الله تعالى خمسين سنة ثم جاء يوم النيروز وأهدى إلى بعض المشركين بيضة يريد تعظيم ذلك اليوم فقد كفر وحبط عمله وقال صاحب الجامع الأصغر إذا أهدى يوم النيروز إلى مسلم آخر ولم يرد به تعظيم اليوم ولكن على ما اعتاده بعض الناس لا يكفر ولكن ينبغي له أن لا يفعل ذلك في ذلك اليوم خاصة ويفعله قبله أو بعده لكي لا يكون تشبيها بأولئك القوم , وقد قال صلى الله عليه وسلم { من تشبه بقوم فهو منهم } وقال في الجامع الأصغر رجل اشترى يوم النيروز شيئا يشتريه الكفرة منه وهو لم يكن يشتريه قبل ذلك إن أراد به تعظيم ذلك اليوم كما تعظمه المشركون كفر , وإن أراد الأكل والشرب والتنعم لا يكفر

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Abu Hafs Al-Kabir berkata: Apabila seorang muslim yang menyembah Allah selama 50 tahun lalu datang pada Hari Niruz (tahun baru kaum Parsi dan Kurdi pra Islam – red) dan memberi hadiah telur pada sebagian orang musyrik dengan tujuan untuk mengagungkan hari itu, maka dia kafir dan terhapus amalnya. Berkata penulis kitab Al-Jamik Al-Asghar: Apabila memberi hadiah kepada sesama muslim dan tidak bermaksud mengagungkan hari itu tetapi karena menjadi tradisi sebagian manusia maka tidak kafir akan tetapi sebaiknya tidak melakukan itu pada hari itu secara khusus dan melakukannya sebelum atau setelahnya supaya tidak menyerupai dengan kaum tersebut. Nabi bersabda: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.” Penulis kitab Al-Jamik Al-Asghar berkata: Seorang lelaki yang membeli sesuatu yang dibeli orang kafir pada hari Niruz dia tidak membelinya sebelum itu maka apabila ia melakukan itu ingin mengagungkan hari itu sebagaimana orang kafir maka ia kafir. Apabila berniat untuk makan minum dan bersenang-senang saja tidak kafir.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

ومن مختصر الواضحة سئل ابن القاسم عن الركوب في السفن التي يركب فيها النصارى لأعيادهم فكره ذلك مخافة نزول السخط عليهم لكفرهم الذي اجتمعوا له . قال وكره ابن القاسم للمسلم أن يهدي إلى النصراني في عيده مكافأة له . ورآه من تعظيم عيده وعونا له على مصلحة كفره . ألا ترى أنه لا يحل للمسلمين أن يبيعوا للنصارى شيئا من مصلحة عيدهم لا لحما ولا إداما ولا ثوبا ولا يعارون دابة ولا يعانون على شيء من دينهم ; لأن ذلك من التعظيم لشركهم وعونهم على كفرهم وينبغي للسلاطين أن ينهوا المسلمين عن ذلك , وهو قول مالك وغيره لم أعلم أحدا اختلف في ذلك

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Ibnu Qasim ditanya soal menaiki perahu yang dinaiki kaum Nasrani pada hari raya mereka. Ibnu Qasim tidak menyukai (memakruhkan) hal itu karena takut turunnya kebencian pada mereka karena mereka berkumpul karena kekufuran mereka. Ibnu Qasim juga tidak menyukai seorang muslim memberi hadiah pada Nasrani pada hari rayanya sebagai hadiah. Ia melihat hal itu termasuk mengagungkan hari rayanya dan menolong kemaslahatan kufurnya. Tidakkah engkau tahu bahwa tidak halal bagi muslim membelikan sesuatu untuk kaum Nasrani untuk kemaslahatan hari raya mereka baik berupa daging, baju; tidak meminjamkan kendaraan dan tidak menolong apapun dari agama mereka karena hal itu termasuk mengagungkan kesyirikan mereka dan menolong kekafiran mereka. Dan hendaknya penguasa melarang umat Islam melakukan hal itu. Ini pendapat Malik dan lainnya. Saya tidak tahu pendapat yang berbeda.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Haram mengucapkan selamat, takziyah (ziarah orang mati), iyadah (ziarah orang sakit) kepada non-muslim karena itu berarti mengagungkan mereka menyerupai (mengucapkan) salam. Boleh iyadah kafir dzimmi apabila diharapkan Islamnya dan hendaknya mengajak masuk Islam. Karena, dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Nabi pernah iyadah pada orang Yahudi dan mengajaknya masuk Islam lalu si Yahudi masuk Islam lalu berkata, “Alhamdulillah Allah telah menyelamatkan aku dari neraka.” Dan karena iyadah termasuk akhak mulia.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Umumnya yang mengharamkan ucapan selamat Natal adalah ulama Wahabi yang terinspirasi dari fatwa Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim. Inti alasan dari ulama yang mengharamkan adalah karena mengucapkan selamat pada perayaan orang non-muslim sama dengan mengakui kebenaran agama mereka dan itu bertentangan dengan Quran QS. Al-Zumar: 7; QS. Al-Maidah: 3. Berikut pendapat dari dua tokoh utama gerakan Wahabi Salafi yaitu Abdul Azin bin Baz dan Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin (daftar ulama Wahabi lain lihat di sini ):

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

لا يجوز للمسلم ولا المسلمة مشاركة النصارى أو اليهود أو غيرهم من الكفرة في أعيادهم بل يجب ترك ذلك لأن من تشبه بقوم فهو منهم والرسول عليه الصلاة والسلام حذرنا من مشابهتهم والتخلق بأخلاقهم فعلى المؤمن وعلى المؤمنة الحذر من ذلك ولا تجوز لهما المساعدة في ذلك بأي شئ لأنها أعياد مخالفة للشرع فلا يجوز الاشتراك فيها ولا التعاون مع أهلها ولا مساعدتهم بأي شئ لا بالشاي ولا بالقهوة ولا بغير ذلك كالأواني وغيرها ولأن الله سبحانه يقول وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان واتقوا الله إن الله شديد العقاب فالمشاركة مع الكفرة في أعيادهم نوع من التعاون على الإثم والعدوان.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Tidak boleh bagi muslim dan muslimah untuk bergabung dengan Nasrani dan yahudi atau orang kafir lain pada hari raya mereka. Bahkan wajib meninggalkan hal itu karena orang yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka. Rasulullah mengingatkan kita untuk tidak menyerupai mereka dan berperilaku seperti mereka. Maka bagi muslim dan muslim jauhi hal itu. Dan tidak boleh bagi muslim menolong mereka pada hari tersebut dengan cara apapun karena itu perayaan yang berlawanan dengan syariah maka tidak boleh ikut-ikutan dan tolong menolong dengan mereka atau membantu mereka dengan apapun termasuk dengan teh, kopi dan lainya seperti wadah-wadah dan lainnya. Dan karena Allah berfirman, “Tolong menolonglah kalian pada kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolog dalam dosa dan permusuhan. Takutlah pada Allah sesungguhnya Allah sangat siksanya. Bergabung dengan orang kafir pada hari raya mereka merupakan bentuk dari tolong menolong pada dosa dan permusuhan.

seperti di kutip dari http://www.alkhoirot.net

Artinya: Memberi ucapan selamat pada orang kafir pada hari Natal atau perayaan lain yang bersifat agama hukumnya haram secara ijmak sebagaimana dikutip oleh Ibnu Qayyim dalam kitabnya “Ahkam Ahl Dzimmah – Hukum Kafir Dzimmi” di mana ia berkata: Adapun mengucapan selamat dengan syiar kekufuran yang khusus maka haram secara ittifaq seperti mengucapkan selamat pada hari raya dan puasa mereka dengan mengatakan ‘Selamat hari raya bagimu’ atau ‘Selamat untuk perayaan ini’ dan lain-lain. Ini, apabila pelakunya selamat dari kekufuran maka ini termasuk perkara haram. Ia sama dengan mengucapkan selamat pada sujudnya pada salib bahkan lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih besar dosanya dari tahniah karena minum alkohol dan membunuh orang dan melakukan zina.”

Sejumlah anggota DPR ikut dalam kontestasi Pilkada Serentak 2018. Namun karena pendaftaran masih berlangsung, pimpinan DPR belum bisa memastikan berapa anggota dewan yang akan mundur karena ikut di pilkada. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengingatkan, hasil keputusan Mahkamah Konstitusi menyatakan bagi anggota legislatif yang ikut pilkada harus mengundurkan diri. Ini merupakan hasil judical review dari UU No 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. “Hasil dari MK seperti itu, bagi legislatif yang akan ikut serta dalam kontestasi pilkada memang diwajibkan mengundurkan diri,” ujar Taufik dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (8/1/2017). Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017, anggota TNI/Polri, PNS, DPR/DPRD harus menyerahkan surat pernyataan bersedia mengundurkan diri dari jabatannya saat mendaftarkan diri. Mereka juga harus memberikan surat keterangan dari pimpinan lembaga bahwa pengunduran diri mereka sedang dalam proses pada H+5 penetapan. Anggota DPR harus sudah resmi mundur pada H+60 setelah penetapan calon, atau H-30 sebelum hari pemungutan suara pada 27 Juni 2018. Taufik menilai, anggota DPR atau DPRD tak perlu lagi diingatkan soal masalah ini sebab mereka lah yang menyusun undang-undang. “Itu sudah jadi prasyarat. Kalau sudah di tingkat di legislatif, tidak perlu diingatkan karena yang buat UU nya kan juga dari legislatif,” sebut Waketum PAN itu. “Tapi keputusan MK kan mengikat walau ada aspirasi-aspirasi yang mungkin ingin tanya jabatan lain kok tidak (harus mundur). Ini sudah jadi kewenangan MK,” tambah Taufik. Meski begitu, Taufik belum bisa memastikan ada berapa anggota DPR yang ikut dalam Pilkada Serentak tahun ini. Sehingga total anggota DPR yang akan mengundurkan diri belum bisa dipastikan, mengingat pendaftaran masih akan dibuka hingga Rabu (10/1) nanti. “Karena ada beberapa yang terbaru, semalam dinamika berubah. Kita tunggu sampai Rabu. Mereka lapor atau tidak kan akan diverifikasi oleh KPU dan KPUD. Bahwa PNS, anggota legislatif harus mundur, dan sebagainya,” papar Taufik. Sejumlah anggota DPR yang diketahui ikut dalam Pilkada 2018 adalah sebagai berikut: Komisi I 1. TB Hasanuddin (PDIP) Pilgub Jabar 2. Viktor Laiskodat (NasDem) Pilgub NTT Komisi II 1. Lukman Edy (PKB) Pilgub Riau Komisi III 1. Benny K Harman (Demokrat) Pilgub NTT Komisi VII 1. Zulkieflimansyah (PKS) Pilgub NTB

PKB belum tentu mengusung Ganjar Pranowo maju dalam Pilgub Jateng. PKB juga menyebut Demokrat akan menarik diri dari pengusungan Ganjar. “Rencananya Golkar dan Demokrat akan keluar,” ujar Ketua Desk Pilkada PKB Daniel Johan di Graha Gus Dur, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018). Namun Daniel enggan membeberkan alasan Demokrat akan menarik dukungan dari Ganjar. PKB sejauh ini masih berkomunikasi dengan Golkar dan Gerindra di Jateng. “Sekarang kami lagi komunikasi intensif, baik dengan Gerindra maupun dengan Golkar, tapi belum diputusin ,” ucap Daniel. Sehari sebelumnya, Demokrat resmi mengusung Ganjar dengan Taj Yasin Maimun (Gus Yasin) maju dalam Pilgub Jateng. Demokrat menyampaikan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah mempertimbangkan masak-masak mengusung Ganjar. “Pak SBY (Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono) menjelaskan sudah melalui pembahasan yang melibatkan seluruh anggota Majelis Tinggi dan kesepakatan itulah,” kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin di kantor DPP PD, Jl Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (7/1).

PDIP bersama Partai Demokrat (PD) resmi mengusung putra ulama karismatik KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), Taj Yasin (Gus Yasin), sebagai cawagub untuk Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng 2018. Gerindra sebagai partai yang mengusung pesaing Ganjar, Sudirman Said, sempat dikabarkan lebih dulu akan meminang putra Mbah Moen tersebut. Namun Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyebut masih mempertimbangkan nama dari putra Mbah Moen lainnya. Mengingat putra Mbah Moen tak hanya Gus Yasin. “Anaknya (Mbah Moen) mungkin bukan satu ya, kita lihat sajalah,” kata Fadli di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/1/2018). Fadli menuturkan partainya masih mempertimbangkan beberapa nama yang akan dipasangkan dengan Sudirman Said. “Ada dua (atau) tiga namalah (yang masih dipertimbangkan),” tutur Plt Ketua DPR RI tersebut. “(Untuk nama cawagub) pokoknya masih dinamislah,” sambung Fadli. Sebelumnya, Sudirman Said sempat menyebutkan nama bakal cawagub yang menjadi pertimbangannya. Di antaranya para putra Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, Maimoen Zubair (Mbah Moen). Nama-nama itu antara lain Gus Yasin dan Gus Abdul Ghofur. “Dari Rembang, muncul 7 nama anak Mbah Maimoen, kemudian Gus Yasin, saya kenal satu per satu, termasuk Gus Gofur,” ucap Sudirman.

Seorang perempuan berambut panjang meninju pramuniaga toko elektronik di Mal Resinda Park Karawang. Aksi perempuan itu terekam kamera CCTV, lalu viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun facebook Andang Ikhwan, lalu dibagikan ke laman facebook Karawang info oleh akun facebook Vanny Fran’z pada hari Minggu siang (7/1/2018). “Serendah apapun pekerjaan mereka, dan sebesar apapun uang anda, tidak sepantasnya anda berucap kata2 yg tidak pantas kepada mereka… Karena merekapun makhluk paling sempurna ciptaan Allah,” tulis Vanny, 22 jam yang lalu. Dalam video itu, terlihat seorang perempuan mengunjungi toko elektronik Miniso pada hari yang sama. Ia kemudian marah – marah kepada Andang (25), pramuniaga di toko tersebut. “Ancaman, kekerasan yang terjadi sama saya..gk bisa berbuat apa2….,” tulis Andang dalam unggahannya. Selama beberapa saat, perempuan yang mengenakan kemeja kotak lengan panjang berwarna biru itu kemudian mengacungkan jari telunjuk ke wajah Andang. Menggunakan tangan kanan, Ia kemudian melayangkan bogem ke wajah pemuda asal Kecamatan Telagasari tersebut. Dalam video berdurasi 1 menit itu, Andang terlihat tak melawan. Perempuan yang tidak diketahui identitasnya itu lalu menghampiri kasir. Terlihat, ia membentak seorang kasir perempuan sambil menggebrak meja kasir. Perempuan itu lalu memukul barang-barang dekat mesin penghitung hingga berjatuhan ke lantai. “Aku masih was-was. Kemungkinan besar saya dikeluarin sama pihak Miniso,” ujar Andang melalui pesan whatsapp kepada detikcom, Senin (8/1/2018).

Deklarasi pengumuman Calon Gubernur (cagub) Jawa Tengah, Sudirman Saig bersama pasangan Calon Wakil Gubernur (cawagub) di Monumen Palagan Ambarawa, di Kabupaten Semarang rencananya akan digelar hari ini, Senin (8/1/2018). Namun tenda dan panggung saat ini telah dibongkar. Rencananya di depan monumen itu akan dilakukan deklarasi dari Koalisi Gerindra, PAN dan PKS untuk mengusung Sudirman Saidmaju di Pilgub Jateng. Saat ini suasana Monumen Palagan Ambarawa tidak ada aktivitas berarti. Terlihat sejumlah pekerja justru membongkar tenda, panggung beserta peralatan lainnya. Salah satu pekerja, Andre (35), warga Ambarawa mengatakan, pembongkaran tenda mulai dilakukan mulai Minggu (7/1/2018), setelah pukul 14.00 WIB. Padahal pemasangan tenda maupun lainnya telah berlangsung 90 persen. Bendera partai koalisi Gerindra, PAN dan PKS yang usung Sudirman Said Foto: Eko Susanto/detikcom “Kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, kami ditelepon EO-nya kalau batal. Terus bongkar-bongkar. Padahal persiapan sudah 90 persen,” kata Andre saat ditemui di sela-sela membongkar tenda di Monumen Palagan Ambarawa, Senin (8/1/2017). Selain tenda maupun rigging pun telah berdiri. Namun demikian hingga pukul 11.30 WIB, sejumlah pekerja terlihat masih membongkar tenda. “Kalau untuk tenda yang pinjam di bos saya ada 40 plong. Terus kursi yang datang sudah 1.500-an, tapi kursi telah dibawa kembali,” katanya. Berdasarkan pantauan detikcom, di luar Monumen Palagan Ambarawa ini terlihat sejumlah bendera partai politik. Bendera parpol yang dipasang yakni Gerinda, PAN dan PKS yang semuanya merupakan koalisi yang mengusung Sudirman Said.

Sejumlah warga mendengar suara Meritha Vridawati (26) saat terjatuh dari lantai 8 area Apartemen Thamrin City. Meritha yang masuk ke saluran air, seketika tewas. “(Terdengar) suaranya, habis itu jatuh ke got,” kata Kotiah, penjaga warung di depan Apartemen Thamrin City saat ditemui detikcom di Jalan Kebon Kacang Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018). Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung mendatangi lokasi terjatuhnya Meritha. Tidak ada warga yang berani mendekat karena takut. “Tukang Gojek, penjaga warung semua datang ke sana, kan itu ada pembatas tembok. Susah ke sana pada manjat ke atas. Kalau saya di warung saja, nggak berani lihat lah,” kata Kotiah. Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono sebelumnya menyatakan Meritha diduga lompat karena stres soal pekerjaan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan menaati putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 195 Tahun 2014 Tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor. Putusan itu tertuang dalam Putusan MA Nomor 57 P/HUM/2017. “Kalau MA memutuskan ya pasti ditaati dong,” ucap Anies antusias, di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani, Serang, Banten, Senin (8/1/2018). Kendati demikian, Anies belum dapat memastikan kapan putusan MA itu dilaksanakan. Namun, ia menegaskan putusan atas pembatalan pergub yang dibuat pada era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu akan segera mungkin dilaksanakan. “Kalau dari MA memutuskan kita laksanakan,” tegas Anies. Saat ditanya apakah putusan MA tersebut merupakan kabar baik bagi Pemprov DKI, Anies mengiyakan. Bahkan, menurutnya putusan tersebut menandakan dijalankannya prinsip keadilan dan kesetaraan untuk semua warga. “Bukan cuma kabar baik. Ini artinya kita menjalankan sesuatu berdasarkan prinsip keadilan. Dari kemarin kan kita sudah sampaikan, kita ingin agar ada kesetaraan kesempatan, Jakarta ini bukan milik sebagian orang, jakarta ini milik semuanya,” tutur Anies. “Karena itu kesempatannya harus setara dan keputusan MA membuat apa yang selama ini menjadi ide kita dikuatkan,” lanjutnya. Untuk diketahui, MA telah memutuskan membatalkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 195 Tahun 2014 Tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor yang dibuat di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam putusan itu, MA mengabulkan permohonan Yuliansah Hamid dan Diki Iskandar untuk membatalkan pergub yang membatasi lalu lintas sepeda motor di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat itu. Majelis hakim yang dipimpin Irfan Fachruddin itu juga menyatakan, aturan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. “Mengabulkan permohonan keberatan hak uji materiil dari pemohon Yuliansah Hamid dan Diki Iskandar tersebut,” kata Ketua Majelis Irfan Fachruddin, dikutip dalam salinan Putusan MA yang dipublikasikan pada Senin (8/1/2018).

Meritha Vridawati (26) tewas terjatuh dari lantai 10 Apartemen Cosmo Park Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Suami pegawai Bank BRI itu, Faisal Rangga (28), sangat terpukul atas kejadian ini. “Suaminya masih shock ,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom , Senin (8/1/2018). Menurut Argo, korban sebelumnya berpamitan kepada suaminya untuk membeli bubur pada pukul 05.00 WIB. Korban dan suami bersama bayinya tinggal mengontrak di sebuah rumah di Jl Pam Baru, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. “Kemudian karena suaminya ini curiga, sampai pukul 07.00 WIB kok nggak pulang-pulang, akhirnya suaminya ini keluar mencari istrinya,” sambung Argo. Faisal sempat mencari istrinya ke beberapa pedagang bubur di Bendungan Hilir. Ia juga mencari istrinya hingga ke Pasar Bendungan Hilir. “Karena nggak ketemu-ketemu, akhirnya suaminya ini lapor ke Pospol Bendungan Hilir,” tuturnya. Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengatakan Faisal datang ke Pospol Bendungan Hilir seorang diri. “Anggota Pospol, karena sudah mendapat informasi kalau ada seorang wanita yang melompat dari Thamrin City kemudian menanyakan ke pelapor (Faisal) ini, nama istrinya ini (Meritha) bukan,” kata Lukman. Polisi juga sempat memperlihatkan foto korban kepada Faisal dan foto tersebut dibenarkan oleh Faisal. “Ya suaminya tentunya kaget, karena tahunya paginya itu beli bubur,” tambah Lukman. Berdasarkan keterangan suaminya, korban punya masalah pekerjaan sehingga mengajukan resign . Tidak hanya itu, Meritha stres atas kondisi bayinya yang berusia 9 bulan yang sedang sakit.

PKB resmi mengusung JR Saragih dan Ance Selian maju ke Pilgub Sumut 2018. Dukungan tersebut disampaikan hari ini di DPP PKB. “Hari ini PKB sudah memutuskan untuk mengumumkan Pilgub Sumut. PKB akan memberikan dukungan JR Saragih dan Ance. Pak JR Saragih ini sekarang masih Bupati Simalungun dua periode DPW PKB di Sumatera Utara,” kata Ketua Desk Pilkada PKB Daniel Johan saat jumpa pers di Graha Gus Dur, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018). PKB tak sendirian berkoalisi mengusung JR Saragih-Ance. PKB berkoalisi dengan Demokrat dan PKPI di Sumut untuk mengusung pasangan tersebut. “Kami berkoalisi bersama Demokrat dan PKPI dan habis ini Pak JR dan Ance ini ke Sumatera Utara,” ucap Daniel. JR Saragih dan Ance hadir dalam pengumuman PKB itu. Rencananya, mereka akan menerima surat rekomendasi dari Ketum PKB Muhaimin Iskandar untuk dibawa saat mendaftar ke KPUD Sumut. Sebelumnya, Ketua DPP PDIP yang juga bakal cagub Sumut, Djarot Saiful Hidayat, sempat bertandang ke DPP PKB. Kehadiran Djarot yang mendadak seolah memberi syarat PKB akan mengusung Djarot, yang berpasangan dengan Sihar Sitorus. Namun tampaknya konsolidasi PKB dengan Djarot no deal . “Tadi datang, saya belum ada (di DPP PKB) saya masih on the way dari luar kota. Tadi diterima teman-teman pengurus. Terima kasih kami akan mempertimbangkan,” ucap Ketum PKB Muhaimin Iskandar di gedung DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/1).

Related Posts

Comments are closed.