Petugas Damkar Jaktim Bantu Evakuasi Sarang Tawon yang Sengat Warga

Petugas Damkar Jaktim Bantu Evakuasi Sarang Tawon yang Sengat Warga

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur mengevakuasi sarang tawon di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Keberadaan sarang tawon itu mengakibatkan dua orang warga terluka. “Ada dua warga yang terluka akibat disengat tawon,” kata Kasi Pengawas Sudin PKP, Gatot Sulaiman dalam keterangannya, Minggu (4/2/2018). Gatot menjelaskan lokasi sarang tawon tersebut berada di atas rumah milik Eko, warga Jl Tridarma RT 02/02, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kedua korban yang tersengat itu langsung dilarikan ke Puskesmas Pasar Rebo. “Untuk nama korban belum tahu karena saat dibawa ke puskesmas, unit masih dalam perjalanan ke lokasi,” ungkap Gatot. Satu unit mobil evakuasi dikerahkan ke lokasi. Gatot menambahkan proses evakuasi berjalan kurang lebih satu jam mulai pukul 16.25 WIB hingga sekira pukul 17.20 WIB. “Evakuasi sarang tawon selesai. Diameter (sarang tawon) 20 cm,” tuturnya.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur mengevakuasi sarang tawon di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Keberadaan sarang tawon itu mengakibatkan dua orang warga terluka. “Ada dua warga yang terluka akibat disengat tawon,” kata Kasi Pengawas Sudin PKP, Gatot Sulaiman dalam keterangannya, Minggu (4/2/2018). Gatot menjelaskan lokasi sarang tawon tersebut berada di atas rumah milik Eko, warga Jl Tridarma RT 02/02, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kedua korban yang tersengat itu langsung dilarikan ke Puskesmas Pasar Rebo. “Untuk nama korban belum tahu karena saat dibawa ke puskesmas, unit masih dalam perjalanan ke lokasi,” ungkap Gatot. Satu unit mobil evakuasi dikerahkan ke lokasi. Gatot menambahkan proses evakuasi berjalan kurang lebih satu jam mulai pukul 16.25 WIB hingga sekira pukul 17.20 WIB. “Evakuasi sarang tawon selesai. Diameter (sarang tawon) 20 cm,” tuturnya.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Selatan mengevakuasi sarang tawon yang memenuhi jendela rumah warga di Tebet. Lima personel dikerahkan untuk menangani sarang tawon tersebut. Dari foto yang diterima detikcom, tampak sarang tawon berada di dekat jendela rumah warga bernama Taufik yang berada di Jalan Jaya Mandala, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Sarang tawon itu juga terlihat merembet di dinding sekitar jendela. Foto itu diambil oleh saat petugas Sudin PKP mensurvei tempat kejadian sebelum melakukan penanganan. Melihat sarang tawon yang begitu besar, petugas kemudian menyiapkan sejumlah strategi evakuasi. “Tadi terima laporan pukul 13.00 WIB, dari bapak Taufik, lalu kami menjanjikan akan survei pukul 17.00 WIB, dan kami datang ke rumah pak Taufik itu. Kami lihat sarang tawonnya cukup besar dengan diameter 2 meter dan tingginya hampir satu setengah meter,” kata Kepala Peleton Grup B Sudin PKP Kecamatan Tebet, Umar Adi Sumarya, saat dikonfirmasi, Jumat (22/9/2017). Foto: Dok. Istimewa Umar bersama empat personel lainnya lalu menyiapkan terpal untuk mengevakuasi sarang tawon. Mereka juga menutup lubang-lubang sarang tawon tersebut dengan solar. “Jadi gini, jadi tawon sebelum kami evakauasi, sarang tawon tersebut, kami tutup dulu lubang-lubangnya, menggunakan solar dan kapas agar mereka tidak keluar, dan agar di dalam pun mereka mabok karena solar tersebut,” tutur Umar. Setelah itu, personel damkar, yang mengenakan pakaian khusus, memasukkan sarang tawon ke dalam karung. Evakuasi pun berhasil diselesaikan sekitar pukul 22.30 WIB. “Itu tadi karena, kami mulai pukul 20.30 WIB, kami survei pukul 17.00 WIB, Nunggu gelap. Baru selesai sekitar pukul 22.30 WIB,” terang Umar. Saat ini jendela rumah milik Taufik pun kembali bersih. Tawon yang telah dievakuasi akan dibuang namun kadang juga dimanfaatkan oleh warga untuk umpan memancing. “Dibuang, terus kalau ada buat mancing buat mancing bisa itu tawon yang kecil,” imbuh Umar. Foto: Dok. Istimewa Sementara itu, Umar menjelaskan sarang tawon itu membesar sebab sempat tak dihiraukan oleh pemilik rumah. Sarang tawon itu awalnya sangat kecil tapi dengan sangat cepat mulai membesar dan memenuhi jendela rumah. “Jadi yang punya rumah tidak mau tahu saat masih kecil tidak mau tahu, cepat sekali besarnya padahal itu kendela kamar di atas lantai dua, akhirnya makin gede nggak berani,” jelasnya.

Petugas memperlihatkan foto guru yang hilang di Gunung Gede Pangrango, Sukabumi, Jawa.Barat, Minggu (10/9/2017).(KOMPAS.com/BUDIYANTO) Sketsanews.com, Sukabumi – Seorang guru, Yusuf Iskandar (40) dikabarkan hilang di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Cimungkad, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/9/2017) sore. Warga Kampung Kongsi RT 01/01 Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi itu masuk bersama rombongan dari Blok Cihamur, Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Sabtu (9/9/2017) sekitar pukul 08:00 Wib. “Kami naik Sabtu pagi, semuanya 12 orang dengan tujuan Curug Ciheulang,” ungkap adik Yusuf Iskandar, Ayi Abdul Fatah (28) kepada Kompas.com di Resort Cimungkad, Minggu malam. Namun, lanjut dia, tidak semua anggota rombongan mencapai Curug Ciheulang. Hanya lima orang yang mencapai Curug Ciheulang, sedangkan tujuh orang lainnya tidak melanjutkan perjalanan dan menunggu di Ciodeng Saat. “Lima orang itu saya, kakak saya, sama tiga warga. Saat perjalanan pulang dari Curug Ciheulang menuju Ciodeng kakak saya terpisah, Sabtu sekitar pukul 16:00,” ujar dia. “Merasa kakak saya tidak ada, kami langsung mencari sambil berteriak-teriak memanggil kakak saya, tapi tidak ada. Akhirnya kami bermalam,” ucapnya. Sebagaimana di beritakan Kompas . Saat ini, petugas Balai Besar TNGGP dan organisasi sukarelawan Volunteer Panthera dan potensi Search and Rescue (SAR) sedang mempersiapkan pergerakan operasi pencarian. Operasi pencarian dilaksanakan Senin (11/9/2017) pagi. “Sekarang kami masih konsolidasi dengan semua potensi SAR untuk rencana operasi pencarian besok pagi,” ungkap Kepala Seksi Wilayah Situgunung, Sudjoko Mustajab kepada wartawan, Minggu malam. (Ro)

Related Posts

Comments are closed.