Petugas Bongkar Muatan Kapal yang Diduga Bawa Sabu Jumlah Besar

Petugas Bongkar Muatan Kapal yang Diduga Bawa Sabu Jumlah Besar

Petugas gabungan Polri dan Bea-Cukai Kepulauan Riau menangkap kapal berbendera Taiwan yang diduga membawa sabu dalam jumlah besar. Petugas membongkar muatan kapal tersebut untuk menemukan adanya barang bukti sabu yang disebut. Pantauan detikcom , petugas membongkar muatan berupa ratusan paket berbentuk persegi, yang dibungkus plastik berwarna hijau. Bungkusan tersebut disebut berisi ikan yang sudah beku. Diduga, bungkusan tersebut merupakan paket sabu, namun belum bisa dipastikan. Petugas Bea dan Cukai juga telah membawa anjing terlatih K9 untuk melacak apakah bungkusan itu benar berisi sabu. Foto: Agus Siswanto/detikcom Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau. Kapal itu diduga mengangkut sabu dalam jumlah besar. “Memang ada (penangkapan lagi). Saya dengan Ibu Menteri tadi baru mendarat di Batam, sudah mendapat laporan baru, adanya penangkapan baru kapal,” kata Tito seusai konferensi pers ‘Pengungkapan 1,622 Ton Sabu’ di Pelabuhan Sekupang, Batam, Kepri, Jumat (23/2). Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom , Jumat (23/2/2018), kapal pengangkut diduga sabu berjumlah besar itu merupakan kapal ikan. Kapal bernama Win Long BH 2998 itu ditumpangi 28 anak buah kapal.

Baca juga : bea cukai teluk nibung tindak penyelundupan pakaian bekas 1508300500

loading… TELUK NIBUNG – Menindaklanjuti informasi masyarakat, Kamis (12/10/2017) bahwa terdapat kapal bermuatan pakaian bekas (ballpress) yang akan masuk ke perairan Teluk Nibung, Tanjung Balai. Tim patrol laut Bea Cukai Teluk Nibung dengan kapal speed BC1508 bergegas menuju perairan tersebut. Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Nibung, Muhammad Syahirul Alim menceritakan kronologi penindakan tersebut. Menurutnya, malam itu, cuaca mendung dan akhirnya hujan deras pun turun. “Hal tersebut cukup menjadi tantangan bagi tim dalam melakukan pengamatan pergerakan kapal yang dicurigai. Speed BC1508 yang hanya berukuran 15 meter pun harus menerjang ombak yang makin tinggi. Hingga diketahui kegiatan bongkar muat kapal berada di tengah laut atau langsir,” ujarnya. Syahirul melanjutkan, tim patrol laut melihat dua buah kapal dari jarak yang cukup dekat dan dilanjutkan upaya penindakan. Satu kapal berusaha menjauh menghindar, petugas memberi peringatan lisan agar kapal berhenti. Tanpa menghiraukan peringatan petugas, kapal berusaha untuk kabur, awak BC1508 mengejar dan terpaksa memberikan tembakan peringatan,” katanya. Dikatakan, Kapal tersebut dapat dihentikan dan didapati dua buah paket ballpress serta tujuh orang berada di atas kapal. Kapal yang akhirnya diketahui bernama KM CAMAR diduga kapal pelangsir, yang baru sempat melangsir dua buah ballpress. “Setelah dapat diamankan, petugas menuju kapal yang berukuran lebih besar dan kondisinya miring, didapati kapal kosong tanpa orang dan beberapa tumpukan ballpress sisa langsir,” ungkapnya. Jumlah paket sampai dengan berita ini diturunkan belum dapat dipastikan karena belum dilakukan bongkar muatan. Kapal tanpa nama tersebut diduga merupakan kapal utama muatan ballpress yang datang dari Malaysia. Dengan kondisi cuaca hujan, kedua kapal tersebut dikawal menuju Dermaga Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara di Belawan beserta tujuh orang yang didapati di kapal pelangsir, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (nag)

Petugas gabungan Polri dan Bea-Cukai Kepulauan Riau menangkap kapal berbendera Taiwan yang diduga membawa sabu dalam jumlah besar. Petugas membongkar muatan kapal tersebut untuk menemukan adanya barang bukti sabu yang disebut. Pantauan detikcom , petugas membongkar muatan berupa ratusan paket berbentuk persegi, yang dibungkus plastik berwarna hijau. Bungkusan tersebut disebut berisi ikan yang sudah beku. Diduga, bungkusan tersebut merupakan paket sabu, namun belum bisa dipastikan. Petugas Bea dan Cukai juga telah membawa anjing terlatih K9 untuk melacak apakah bungkusan itu benar berisi sabu. Foto: Agus Siswanto/detikcom Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau. Kapal itu diduga mengangkut sabu dalam jumlah besar. “Memang ada (penangkapan lagi). Saya dengan Ibu Menteri tadi baru mendarat di Batam, sudah mendapat laporan baru, adanya penangkapan baru kapal,” kata Tito seusai konferensi pers ‘Pengungkapan 1,622 Ton Sabu’ di Pelabuhan Sekupang, Batam, Kepri, Jumat (23/2). Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom , Jumat (23/2/2018), kapal pengangkut diduga sabu berjumlah besar itu merupakan kapal ikan. Kapal bernama Win Long BH 2998 itu ditumpangi 28 anak buah kapal.

Tim Polri dan Bea-Cukai masih memeriksa muatan kapal berbendera Taiwan yang diduga membawa sabu dalam jumlah besar di Kepulauan Riau. Pengecekan dilakukan di seluruh bagian kapal, termasuk bagian freezer . “Tim yang bekerja melakukan pemeriksaan terhadap kapal mulai dari atas sampai freezer . Sekarang sedang melakukan pendalaman yang ada di dalam freezer ,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto saat dihubungi detikcom , Jumat (23/2/2018). Kapal ini ditangkap setelah tim mendapatkan informasi akan masuknya kapal dari Singapura dengan dugaan membawa narkotika. Untuk memastikan muatan yang dibawa narkoba, tim harus melakukan pemeriksaan secara teliti, termasuk mengerahkan anjing K9. “Langkah-langkah ini yang kita lakukan, sekarang kita lagi kerja,” sambungnya. Kapal bernama Win Long BJ 2998 ini membawa 28 anak buah kapal. Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut adanya penangkapan kapal diduga membawa sabu. “Memang ada (penangkapan lagi). Saya dengan Ibu Menteri tadi baru mendarat di Batam, sudah mendapat laporan baru, adanya penangkapan kapal,” kata Tito.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu diduga mengangkut sabu dalam jumlah besar. Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, Jumat (23/2/2018), kapal pengangkut diduga sabu berjumlah besar itu merupakan kapal ikan. Kapal itu berbendera Taiwan. Kapal itu ditumpangi 28 anak buah kapal (ABK). Kapal itu bernama Win Long BH 2998. Sebelumnya, Tito telah menjelaskan soal penangkapan kapal lain yang diduga mengangkut sabu. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers ‘Pengungkapan 1,622 Ton Sabu’ di Pelabuhan Sekupang, Batam, Kepri, hari ini. “Memang ada (penangkapan lagi). Saya dengan Ibu Menteri tadi baru mendarat di Batam, sudah mendapat laporan baru, adanya penangkapan baru kapal,” kata Tito.

Petugas gabungan Polri dan Bea-Cukai Kepulauan Riau, menangkap kapal berbendera Taiwan yang diduga membawa sabu dalam jumlah besar. Petugas membongkar muatan kapal tersebut untuk menemukan adanya barang bukti sabu yang disebut. Pantauan detikcom, petugas membongkar muatan berupa ratusan paket berbentuk persegi, yang dibungkus plastik berwarna hijau. Bungkusan tersebut disebut berisi ikan yang sudah beku. Diduga, bungkusan tersebut merupakan paketan sabu, namun belum bisa dipastikan. Petugas Bea dan Cukai juga telah membawa anjing terlatih K9 untuk melacak apakah bungkusan itu benar berisi sabu. Foto: Agus Siswanto/detikcom Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu diduga mengangkut sabu dalam jumlah besar. “Memang ada (penangkapan lagi). Saya dengan Ibu Menteri tadi baru mendarat di Batam, sudah mendapat laporan baru, adanya penangkapan baru kapal,” kata Tito usai konferensi pers ‘Pengungkapan 1,622 Ton Sabu’ di Pelabuhan Sekupang, Batam, Kepri, Jumat (23/2). Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, Jumat (23/2/2018), kapal pengangkut diduga sabu berjumlah besar itu merupakan kapal ikan. Kapal itu berbendera Taiwan. Kapal bernama Win Long BH 2998 itu ditumpangi 28 anak buah kapal (ABK). Kapal itu berbendera Taiwan.

BATAMNEWSCO.ID , Batam – Sabu di kapal KM Sunrise Glory diduga lebih dari 3 ton. Namun sejumlah sabu itu sudah diturunkan di Australia. “Sebelum sampai di perairan Batam, kapal Sunrise Glory telah merapat dan menurunkan sabu sebanyak 1,3 ton di Australia,” ujar Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Achmad Taufiqoerrochman di Batam, Sabtu (10/2/2018). Menurut Achmad saat ini ditemukan sabu sekitar 1,29 ton. Kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah. “Sementara masih segitu,” ujar Achmad. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh kapal Sunrise Glory membawa sabu sebanyak 3 ton. “Jadi kemungkinan besar ada 1,7 ton di kapal Sunrise glory,” kata dia. Achmad membeberkan, pada saat ditangkap KRI Sigorut, Rabu (7/2/2018), di kapal Sunrise Glory belum ditemukan adanya sabu. Awalnya diperiksa bagian belakang kapal ada sejumlah beras yang dikemas dalam karung dan ada juga barang yang diduga sejenis pupuk urea. “Kalau sekilas memandang memang seperti pupuk urea, dan juga ada sejumlah karung beras,” kata Taufiq. Personil BNN pun diturunkan. Bekerja sama dengan petugas Bea Cukai Batam. Sungguh mencengangkan, ditemukan sabu pada Jumat (9/2/2018) sore. Sabu satu ton lebih rencananya akan dibawa ke Australia, menurut Taufiq kapal Sunrise Glory ini masih satu jaringan dengan Kapal Wanderlust yang membawa 1 ton sabu dari China diamankan di perairan Bintan oleh aparat Bea dan Cukai (BC) Batam, Sabtu (15/7/2017) lalu. “Diduga masih satu jaringan, tapi nanti akan didalami kembali,” ujar Taufiq. Awak kapal yang berjumlah 4 orang diamankan berasal dari Taiwan dan Thailand, dan tidak saling kenal satu sama lain. Diduga ada kapal induk dari Sunrise Glory yang bertugas melakukan penukaran awak kapal dan bongkar muat narkoba di tengah laut. “Kalau berdasarkan penuturan mereka, tidak kenal satu sama lain, tapi tentunya akan kita dalami kembali,” ucap Taufiq.(ret)

Related Posts

Comments are closed.