Pesan Polri ke Warga yang Mau Berlibur: Waspadai Cuaca Ekstrem

Pesan Polri ke Warga yang Mau Berlibur: Waspadai Cuaca Ekstrem

Polisi mengimbau para pengendara yang akan berlibur pada akhir tahun 2017. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto meminta pengendara mewaspadai cuaca ekstrem. “Yang jadi masalah, mungkin harus diperhitungkan situasi cuaca. Cuaca yang masih sering berubah-ubah, kemudian terjadi kecepatan angin yang cukup lumayan ini menjadi kendala bagi pemakai jalan,” kata Setyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017). Setyo mengimbau warga yang berkendara mematuhi aturan lalu lintas. Salah satunya menjaga laju kendaraan agar kecepatannya tak melebihi angka yang telah ditentukan. “Polri mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan jalan sesuai aturan yang berlaku. Mengingat ini akan banyak yang menggunakan jalan, tentunya kecepatan tidak boleh lebih dari yang ditentukan karena akan membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujar Setyo. Setyo kembali mengimbau warga mengecek lebih dulu kondisi kendaraan sebelum bepergian menggunakan kendaraan pribadi. “Kemarin sudah ada kecelakaan di Bali, bus yang remnya blong. Oleh sebab itu, mohon sebelum berangkat, kondisi kendaraan harus betul-betul fit dan bagus,” ucap Setyo.

Baca juga : laporan diproses korban tolak damai dengan ustaz yusuf mansur

Kasus dugaan investasi bodong Kondotel Moya yang diduga dilakukan Ja’man Nurchotib Mansur atau yang kondang dengan sebutan Ustaz Yusuf Mansur terus berlanjut. Polisi menindaklanjuti laporan tersebut. Dan korban enggan dengan upaya perdamaian yang dilakukan Yusuf Mansur. “Kami sudah menanyakan kelanjutan laporan kami ke SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu) Polda Jatim. Kami memang belum bertemu dengan penyidik, tapi kata petugas (SPKT), laporan tetap diproses,” kata kuasa hukum pelapor, Rahmad Siregar, Senin (10/7/2017). Laporan tersebut sesuai dengan tanda bukti lapor nomor LP/742/VI/2017/UM/SPKT Polda Jatim, Kamis 15 Juni 2017, tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Baca, Diduga Menipu, Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan ke Polda Jatim Rahmad mengatakan, Ustaz Yusuf Mansur sempat menawarkan perdamaian dan meminta agar korban mencabut laporan tersebut. Namun, korban tidak mau mencabutnya. “Memang sempat minta agar laporan itu dicabut. Tapi tidak saya tanggapi,” ujarnya. Alasan tidak mau menerima penyelesaian secara kekeluargaan, karena Ustaz Yusf Mansur pernah menawarkan jalan kekeluargaan. Kesepakatannya, Yusuf Mansur bersedia mengembalikan semua dana investasi yang diterima korban. Tapi gagal sehari sebelum realisasi. “Kejadian sebelumnya memang ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan. Tapi, tidak ditepati,” jelasnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, setiap laporan yang masuk ke polisi, pasti ditindaklanjuti. “Termasuk laporan tersebut,” kata Barung. Yusuf Mansur membuat program investasi kondotel yang ada di Yogyakarta. Juga beragam macam investasi yang ditawarkan kepada jemaahnya atau investor. Rata-rata yang menjadi korban di Surabaya memiliki tiga sertifikat. Setiap sertifikat memiliki nilai Rp 2,75 juta. “Tapi sampai sekarang investasi yang ditawarkannya itu tidak jelas,” tuturnya. Karena tidak ada kejelasan tentang investasi tersebut, yang berjalan mulai 2012, korban dari Surabaya melaporkan kasus itu ke Polda Jatim. Laporan tersebut sesuai dengan tanda bukti lapor nomor LP/742/VI/2017/UM/SPKT Polda Jatim, Kamis 15 Juni 2017, tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Sudarso Arief Bakuma-kuasa pelapor mengaku tahu beberapa investasi yang ditawarkan Yusuf Mansur, seperti investasi usaha patungan, patungan aset, hingga investasi travel haji dan umrah. Bahkan pada 2013, Otoritas Jasa Keuangan sempat menghentikan investasi aset yang digalang Yusuf Mansur.


Baca juga :

BERAT rasanya memaksa kaki terus meniti jalan setapak yang berundak menuju lereng Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Pasir Sarongge, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tarikan napas pun seakan memburu setiap melangkahkan kaki. Namun, lelah itu segera terlupakan saat memandang hamparan kebun sayur dan buah segar. Lahan di sepanjang jalan di Pasir Sarongge yang berbatasan dengan taman nasional itu dimanfaatkan warga untuk budidaya aneka sayur; daun bawang, wortel, cabai, dan kol. Rabu (20/3/2013), sebagian petani tampak sibuk memanen wortel. Ada juga yang mencangkul tanah, mempersiapkan memasuki masa tanam berikutnya. Kami memarkir mobil di Site V PT Strawberindo Lestari, Pasir Sarongge. Dari area itu, kami menuju Hutan Sahabat Green, tempat program adopsi pohon, berjarak 1,6 kilometer (km), menyusuri jalan setapak dan pematang. Pada 600 meter pertama, jalan setapak masih landai. Hamparan kebun sayur, keramahan petani, dan keindahan lanskap membuat kami beberapa kali berhenti untuk memotret. Nah, 1 km berikutnya, jalan mulai terjal, sebagian berkemiringan lebih dari 50 derajat. Namun, sejak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Pasir Sarongge untuk menanam pohon pada Januari 2013, jalan setapak menjadi lebih baik. Jalan dibuat berundak dengan diberi potongan bambu. Sebelumnya, jalan terasa lebih licin, apalagi jika habis diguyur hujan. Kami menghabiskan waktu 1 jam berjalan santai menuju lokasi kemping di Hutan Sahabat Green, pada ketinggian 1.530 meter dari permukaan laut itu. Sementara itu, untuk turun butuh waktu 30-45 menit. Rute trekking yang menyenangkan. Di lokasi kemping yang dikelola Green Radio bersama masyarakat, kami melepas lelah dengan duduk di bangku dari bambu di bawah naungan saung. Selasa itu, sedang tidak ada yang datang menginap. Tiada tenda di areal perkemahan. Suara kami bersaing dengan kicau burung. Di sini, Anda bisa belajar mengenali jenis-jenis tumbuhan endemik. Di batang-batang tertancap nama pohon, termasuk dalam bahasa latin, misalnya suren (Toona sinensis) , hanjuang (Dracaena fragrans) , jamuju (Dacrycarpus imbricatus) , bahkan rasamala (Altingia exelsa) . Januari lalu, di lokasi ini Presiden menanam rasamala, tanaman endemik Jawa Barat. Melibatkan masyarakat Sejak 2008, lereng seluas 38 hektar termasuk lokasi kemping di Pasir Sarongge dipercayakan kepada Green Radio. Lereng bekas areal Perhutani itu kritis karena perambahan warga. Kini pun sebagian lahan masih untuk budidaya sayur dan buah. Namun, sebagian lahan sudah direhabilitasi. Kurun 5 tahun, Green Radio berhasil mendorong masyarakat menanam 40.000 pohon dengan kegiatan adopsi. Pesertanya adalah pribadi, keluarga, perusahaan, dan lembaga. Kalau mau adopsi pohon, satu orang pun kami layani. Seratus orang juga. — Dudu Duroni “Kalau mau adopsi pohon, satu orang pun kami layani. Seratus orang juga,” tutur Dudu Duroni, Ketua Kelompok Tani Sawargi, yang dilibatkan oleh Green Radio dalam adopsi pohon, pemberdayaan masyarakat, sekaligus mitra Polhut Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di wilayah Pasir Sarongge. Untuk mengadopsi pohon, Anda perlu membayar Rp 108.000 melalui Green Radio. Dana itu untuk penanaman dan perawatan pohon sampai 3 tahun. Jika pohon mati, diganti. Ada 48 jenis pohon yang bisa diadopsi. Setiap pohon boleh dinamai sesuka Anda. Blok penanaman diberi koordinat GPS, dan lewat situs www.greenradio.fm, Anda bisa memantaunya. Dudu juga menawarkan berkemah di lokasi. Biayanya Rp 290.000 per orang, sudah termasuk adopsi pohon, akomodasi di tenda, makan tiga kali dan snack, dan trekking ke hutan tropis lereng TNGGP atau air terjun Ciheulang. “Trekking ke air terjun butuh waktu dua jam, pergi-pulang, dari lokasi kemah,” katanya. Jika berkemah, nikmatilah tidur dalam tenda diselimuti dingin. Lalu, dininabobokkan suara angin dan pelbagai nada binatang malam yang memecah kesunyian. Saat langit malam cerah, pandangi taburan bintang, lambaian ranting atau dedaunan dalam remang malam. Atau kelap-kelip cahaya lampu dari perkampungan di kejauhan. Saat yang tepat untuk santai dan merenung. Kambing guling Presiden Direktur Green Radio Tosca Santoso mengatakan, makanan disiapkan oleh masyarakat. Anda juga bisa memesan kambing guling berbiaya Rp 1,5 juta per ekor atau sate kelinci berbiaya Rp 150.000 per ekor. Kambing dan kelinci itu merupakan hasil ternak yang dikelola warga setempat. Keikutsertaan warga setempat sebagai pemandu wisata, pemelihara pohon, dan penyedia makanan untuk pengunjung Pasir Sarongge, merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. Warga setempat mendapat alternatif pemasukan ekonomi. Selain itu, kerja sama seperti ini dapat mengurangi tekanan terhadap pemakaian lahan di taman nasional sebagai lahan budidaya tanaman. Sementara itu, lahan yang tidak lagi digarap warga langsung direhabilitasi. Menuju Pasir Sarongge tidaklah sulit. Jaraknya sekitar 100 kilometer dari Jakarta. Arahkan kendaraan Anda ke Jalan Raya Puncak. Susuri jalan itu, lewati Istana Cipanas. Sekitar 3 kilometer selepas istana tersebut, ada jalan belok ke kanan menuju Kebun Percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina Pasir Sarongge. Bisa juga, Anda menghubungi bagian pemasaran Green Radio. Mereka akan menyiapkan transportasi menuju Pasir Sarongge. Anda hanya membayar segala kebutuhan sambil menetapkan jadwal kedatangan. Anda tertarik? Yuk, berjalan ke gunung sambil mengadopsi pohon untuk anak cucu kita. (Antony Lee dan Ambrosius Harto Manumoyoso)

Polisi mengimbau para pengendara yang akan berlibur pada akhir tahun 2017. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto meminta pengendara mewaspadai cuaca ekstrem. “Yang jadi masalah, mungkin harus diperhitungkan situasi cuaca. Cuaca yang masih sering berubah-ubah, kemudian terjadi kecepatan angin yang cukup lumayan ini menjadi kendala bagi pemakai jalan,” kata Setyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017). Setyo mengimbau warga yang berkendara mematuhi aturan lalu lintas. Salah satunya menjaga laju kendaraan agar kecepatannya tak melebihi angka yang telah ditentukan. “Polri mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan jalan sesuai aturan yang berlaku. Mengingat ini akan banyak yang menggunakan jalan, tentunya kecepatan tidak boleh lebih dari yang ditentukan karena akan membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujar Setyo. Setyo kembali mengimbau warga mengecek lebih dulu kondisi kendaraan sebelum bepergian menggunakan kendaraan pribadi. “Kemarin sudah ada kecelakaan di Bali, bus yang remnya blong. Oleh sebab itu, mohon sebelum berangkat, kondisi kendaraan harus betul-betul fit dan bagus,” ucap Setyo.

Presiden Joko Widodo memamerkan foto masa mudanya. Seorang ibu diminta menunjukkan mana di antara orang di dalam foto itu yang merupakan Jokowi. Kemudian seorang ibu maju ke depan sedari menunggu instruksi selanjutnya dari presiden. “Yang (gambar) ini, silakan, (saya) yang mana, Bu?” tanya Jokowi di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (19/12/2017). Ibu tersebut langsung menjawab pertanyaan presiden. Namun sayang jawabannya salah. “Sepertinya saya pernah melihat foto Bapak pertama kali diekspos setelah jadi presiden, kalau tidak salah gambar yang di bawah,” jawab ibu ini. “Di bawah yang mana? Yang duduk?” sahut Jokowi. “Iya,” jawab si ibu. “Nah keliru kan,” timpal Jokowi. “Pokoknya ibu lihat yang paling ganteng, langsung tunjuk, langsung dapat,” kata Jokowi memberi clue. Kemudian ibu ini menjawab gambar Jokowi ada di sebelah paling atas, berdiri nomor dua di sebelah kiri. Jawaban ibu ini ternyata benar. “Iya betul,” kata Jokowi sambil tersenyum.

Merdeka.com – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) memimpin rapat terbatas (ratas) soal persiapan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Istana Merdeka, Jakarta , Senin (18/12). Dalam pengantarnya, Presiden Jokowi meminta agar jajaran menteri kabinet kerja memperhatikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga pangan. “Ini sudah rutin kita lakukan tapi sekali lagi tetap kita antisipasi mengingat telah terjadi cuaca ekstrem, terjadi bencana di beberapa daerah sehingga ketersediaan dan stabilitas harga pangan perlu mendapatkan perhatian serius,” pesan Presiden Jokowi. Selain itu, dia juga berpesan agar menteri terkait menjaga kelancaran distribusi logistik baik berupa pangan, bahan bakar minyak (BBM), maupun elpiji. Lebih jauh, mantan wali kota Solo ini juga meminta agar jajarannya memperhatikan pelayanan transportasi. “Saya kira kita tahu tahun ini ada liburan yang sangat panjang sehingga harus dipastikan layanan transportasi mudah diakses oleh masyarakat yang aman, yang nyaman,” ucapnya. “Di akhir tahun juga momen liburan sekolah. Sehingga kebutuhan akan layanan transportasi semakin meningkat. Utamakan keselamatan warga dalam menggunakan sarana transportasi baik di darat, laut, maupun udara,” imbuhnya. Tak hanya itu, mantan gubernur DKI Jakarta ini memerintahkan Polri, TNI yang dibantu Badan Inteligen Negara (BIN) untuk mengantisipasi terjadinya gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban. Serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan meningkatkan pengawasan, pengamanan terhadap tempat-tempat publik, tempat ibadah, bandar udara, pelabuhan, stasiun dan terminal bus. “Saya juga minta agar masyarakat dilibatkan menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan kita masing-masing,” tuntasnya.

TEMPO.CO , Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menunjuk Komisaris Jenderal Pol Putut Eko Bayuseno untuk menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Penunjukkan tersebut dilakukan karena Irwasum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno akan memasuki masa pensiun. Mutasi tersebut tercantum dalam Surat Telegram bernomor ST/2194/IX/2017 tertanggal 13 September 2017. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul di Jakarta, Rabu malam membenarkan adanya mutasi tersebut.” “Iya, TR-nya baru keluar,” katanya. BACA: Jika Naik Pangkat, Putut Berpeluang Calon Kuat Kapolri Martinus mengatakan mutasi ini merupakan penyegaran bagi sebuah institusi Polri untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja institusi.

seperti di kutip dari https://nasional.tempo.co

“Mutasi itu merupakan sesuatu yang rutin dalam rangka tour of duty dan tour of area. Ada juga yang memasuki masa pensiunan (Irwasum Polri), sehingga perlu diganti,” kata Martinus. Sementara jabatan yang ditinggal Putut, yakni Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) akan diisi oleh Komjen Pol Moechgiyarto yang sebelumnya menjabat Kalemdiklat Polri. BACA: Kompolnas Coret Budi Waseso dan Putut Bayuseno? Di telegram itu tertera bahwa Tito mengangkat Irjen Pol Unggung Cahyono yang merupakan Aslog Kapolri menjadi Kalemdiklat Polri. Posisi Kalemdiklat akan membuat Unggung mendapat promosi bintang tiga (komjen). Sementara Brigjen Pol Asep Suhendar yang sebelumnya menjabat Sahlijemen Kapolri akan mengisi jabatan yang ditinggalkan Unggung. Kemudian posisi Sahlijemen Kapolri akan ditempati Brigjen Pol Anton Wahono yang saat ini menjabat Kapolda Bangka Belitung. Dalam TR tersebut tercatat bahwa Kapolri juga mengangkat Brigjen Pol Syaiful Zachri menjadi Kapolda Babel, posisi yang ditinggalkan Anton Wahono. ANTARA

Related Posts

Comments are closed.