Pesan Komandan Paspampres ke Anggota di HUT Ke-72: Jangan Lupa Diri

Pesan Komandan Paspampres ke Anggota di HUT Ke-72: Jangan Lupa Diri

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampers) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-72 hari ini. Komandan Paspampres Mayjen TNI Suhartono mengulas tentang semangat pengabdian dan jangan tinggi hati. “Selama 72 tahun pengabdian Paspampres dalam melakukan tugas pengawalan VVIP selalu senantiasa mengembang tugas demi terciptanya rasa aman presiden, wakil presiden, dan keluarganya serta mantan-mantan presiden dan wakil presiden,” kata Suhartono dalam sambutannya di Mako Paspampres, Jalan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). Acara HUT ke-72 Paspampres. (Denita/detikcom) Menurut Suhartono, pengabdian Paspampres dalam melayani kepala negara akan dicatat sebagai sebuah kebanggaan sejarah di Indonesia. Apalagi seluruh anggota, kata Suhartono, rela mengorbankan jiwa dan raga demi keamanan kepala negara. “Saat ini 72 tahun perjalanan pengabdian Paspampres di negeri ini. Pengabdian yang penuh dinamika dan warna. Pengabdian yang oleh tantangan dan hambatan seiring dengan perjalanan sejarah bangsa ini,” ucap Suhartono. Acara HUT ke-72 Paspampres. (Denita/detikcom) Suhartono juga mengucapkan rasa bangga kepada seluruh pasukan atas prestasi pengamanan kepala negara. Tetapi ia tak lupa mengingatkan pasukan selalu mawas diri dan tetap waspada atas keamanan kepala negara. “Untuk itu, semua keberhasilan itu jangan membuat lupa diri dan tinggi hati. Sebaliknya, harus selalu mawas diri dan evaluasi setiap melaksanakan tugas. Berani introspeksi, jujur, objektif, dalam melihat kekurangan demi perbaikan menuju profesionalisme prajurit setya waspada,” Ujar dia. Suhartono juga menyinggung soal pembinaan tradisi satuan. Menurutnya, HUT bertujuan menjaga silahturahmi dan kekompakan seluruh pasukan. “Begitu besar harapan melalui kegiatan hari bakti ini dapat merefleksikan semangat pengabdian prajurit Paspampres dan membuka kembali cakrawala dan jejak langkah pengabdian para pendahulu.” “Sebagai salah satu upaya memupuk motivasi dan sekaligus menjadi media evaluasi sebagai pendorong di dalam meningkatkan semangat juang, memacu kinerja, menumbuhkan kebanggaan sekaligus memperkokoh militansi untuk dapat memberikan pengabdian terbaik di masa-masa yang akan datang. Dirgahayu Paspampres,” ucap dia. Seluruh pejabat tinggi Paspampres, mantan komandan sebelum Suhartono, Mayjen TNI Andika Perkasa, turut hadir dalam acara ini.

Baca juga : fokus kemeriahan hut ke 72 tni harus jadi kekuatan terbesar di asia serta hindari politik praktis

Lalu Presiden Jokowi berpesan tentang jati diri TNI sesuai pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Sang Jenderal pernah mengungkapkan, politik TNI adalah politik negara. Loyalitas tentara adalah loyalitas untuk kepentingan bangsa dan negara. Politik dan loyalitas kepada bangsa serta negara berarti kesetiaan memperjuangkan kepentingan rakyat. Kesetiaan menjaga keutuhan NKRI dan kesetiaan terhadap pemerintahan yang sah. Ia menginginkan TNI dimiliki nasional dan berada di atas semua golongan agar tidak terkotak-kotak oleh kepentingan yang sempit serta tidak masuk ke politik praktis.

seperti di kutip dari https://news.okezone.com

Kepala Negara juga menekankan mengenai upaya dari luar maupun dalam negeri yang coba mengganggu keutuhan NKRI dan Pancasila. “Sampai kapan pun juga kita harus waspada terhadap upaya dari luar yang merongrong keutuhan NKRI. Kita harus waspada rongrongan dari dalam yang mengganggu Pancasila sebagai dasar negara. Kita harus waspada terhadap peperangan nyata di bidang budaya dan ekonomi. Dunia semakin transparan, tidak ada lagi yang bisa kita tutupi. Kejadian sekecil apa pun di sudut negeri ini akan terberitakan hingga mancanegara. Tidak ada pilihan lain, selain kita memberikan pesan bahwa kita negara stabil. Sinergi antara TNI dengan institusi lain dan seluruh komponen lain adalah mutlak atau wajib dan harus ditingkatkan,” bebernya.

seperti di kutip dari https://news.okezone.com

Tak lupa, Presiden Jokowi memuji semangat anggota TNI yang mengabdi untuk bangsa dan negara. Ia menegaskan TNI harus bersatu dengan institusi lain. “Pada kesempatan yang membanggakan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas profesionalisme TNI yang terus meningkat. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen seluruh jajaran TNI dalam memegang teguh Sumpah Prajurit. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi para prajurit dalam menjalankan tugas-tugas berat yang penuh risiko,” paparnya.

seperti di kutip dari https://news.okezone.com

Parade dan defile kali ini diikuti sebanyak 5.932 orang. Komposisinya terdiri dari pasukan Brigade Upacara I Gabungan, Brigade Upacara II Akademi TNI, Brigade Upacara III TNI AD, Brigade Upacara IV TNI AD, Brigade Upacara V TNI AL, Brigade Upara VI TNI AU, dan Batalion Upacara PNS. Selanjutnya ada demonstrasi pencak silat yang melibatkan 1.800 prajurit, halang rintang laut gabungan, terjun free fall gabungan, terjun statik laut gabungan, dan Jupiter Aerobic Team. Turut dilangsungkan pula drama kolosal mengenai perjuangan Jenderal Sudirman.


Baca juga : manuver 3 jenderal dari komandan brimob pangkostrad dan kapolda sumut di pilkada 2018.html

JAKARTA – Siapa pun boleh bertarung di pilkada serentak yang digelar tahun depan. Termasuk bagi mereka yang bekerja di institusi pertahanan negara seperti TNI atau Polri. Pada tahun 2018 nanti ada beberapa jenderal polisi maupun TNI yang masih aktif yang digadang akan berlaga di pesta politik Pilkada Serentak 2018. Siapa saja mereka? 1. Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Edy Rahmayadi, mendaftar sebagai bakal calon gubernur Sumatera Utara melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Pendaftaran tersebut berupa pengembalian formulir ke kantor Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut di Medan, Jumat (29/9), yang diserahkan Ketua DPW Partai Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan sebagai perwakilan. Selain ke PAN, Edy mengatakan telah membangun komunikasi dengan beberapa partai politik lainnya. Namun ia enggan menyebutkan nama parpolnya. Edy mengaku siap mundur agar dapat serius maju jadi cagub Sumut dan memenuhi syarat pencalonan. Pengunduran dirinya dari TNI, jelas Edy, akan dia lakukan pada Januari 2018. Sehingga saat mendaftakan diri sebagai calon gubernur di KPU, Edy bukan lagi anggota TNI. “Ada waktunya (pengunduran diri -red). Waktunya itu di bulan Januari,” ujar Edy saat menghadiri serangkaian acara persiapan HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten, Kamis (28/9). Edy mengklaim Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah menyetujui langkahnya mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara. Hanya saja, dia menyatakan akan kembali menemui Gatot sesaat sebelum pengunduran diri. “Iya (Gatot setuju-red). Fixed-lah nanti saya menghadap beliau dulu,” sebutnya. 2. Kakor Brimob Irjen Murad Ismail DPP Partai Nasdem resmi mengusung Kepala Korps Brimob Irjen Polisi Murad Ismail pada Pilgub Maluku 2018 mendatang. Keputusan itu diambil setelah Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang didampingi oleh Tim Tujuh Bapilu Nasdem bertemu Murad Ismail di kantor DPP NasDem. Sekretaris Bapilu dan Ketua bidang Media dan Komunikasi Publik Nasdem Willy Aditya mengatakan terpilihnya Murad telalh melalui proses penjaringan yang ketat di internal partai. Bagi Nasdem, setiap pilkada sangat penting, karena pilkada akan menentukan proses pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah. “Ada beberapa pertimbangan mengapa Nasdem mendukung Murad Ismail. Pertama, Partai Nasdem dalam kontestasi pilkada selalu memajukan putra-putri terbaik. NasDem melihat rekam jejak Murad Ismail yang bisa diterima oleh semua kelompok masyarakat Maluku. Untuk kondisi Maluku hal tersebut sangatlah penting. Kedua, elektabilitas Murad Ismail yang terus menanjak,” ujar Willy dalam keterangan yang diterima kumparan, Kamis (28/9). Murad sendiri mengaku masih belum memutuskan untuk mau menerima pinangan Nasdem atau tidak. Murad Ismail merupakan putra kelahiran Maluku yang sekarang menjabat sebagai Kakor Brimob Polri dengan pangkat inspektur jenderal. Pada tahun 2013 sampai dengan 2015, perwira tinggi bintang dua itu pernah menjabat sebagai Kapolda Maluku. 3. Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw Irjen Paulus Waterpauw mendaftarkan diri jadi bakal calon Gubenur Papua dalam pilkada serentak 2018 pada bulan Juni lalu. Paulus mendaftar ke Partai Golkar. “Ini sebagai bukti keseriusan Paulus Waterpauw untuk maju dalam Pilgub Papua. Kami dari Partai Golkar juga serius untuk menerima dan mau mengusung Kaka Besar,” kata Ketua Tim Pendaftaran Seleksi Calon Kepala Daerah Pilkada Serentak 2018 Partai Golkar Papua, Sefnat Masnifit, Senin (12/6). Paulus mengaku akan mengikuti mekanisme resmi di kepolisian jika dia telah resmi ditetapkan sebagai cagub. Ia juga nantinya akan berkoordinasi dengan para petinggi Polri. Paulus sebelum menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara memang pernah menjabat sebagai Kapolda Papua. Sejumlah isu menerpa ketika dia menyatakan diri berniat maju di Pilgub Papua, yang paling kencang adalah soal adanya pertemuan dirinya dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Gubernur Papua saat ini Lukas Enembe. Pertemuan yang berlangsung di rumah Budi, bilangan Jakarta Selatan, diduga membahas soal pemenangan Joko Widodo dan PDIP pada Pemilu 2019. Kabar miring itu tersebar melalui pesan berantai Whatsapp yang mencatut nama Panglima TNI. Kabar itu pun dibantah Polri dan Lukas. Keduanya membenarkan ada pertemuan di rumah Budi Gunawan pada awal September, tapi tidak ada pembahasan soal Pemilu 2019. Menurut Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Rikwanto, pertemuan itu membahas kondisi Papua pascapilkada 2017 dan pengamanan untuk pilkada 2018. “Itu koordinasi keamanan. Polri membantah kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa terjadi deal politik terkait Pilkada Papua,” kata Rikwanto. *** loading…


Baca juga :

INDOSEJATI.com- Kisah ini disampaikan langsung oleh Letnan Jendral (Purn) Nono Sampono, mantan komandan DENJAKA , yang waktu itu menjabat sebagai Paspampres di era presiden Gus Dur dan Wapres Megawati. 1. Tahun 1999 saya dipanggil bu Megawati saat itu Wakil Presiden, untuk melakukan pembenahan sistem pengamanan & protokoler di Istana. 2. Akhirnya saya bergabung dan diangkat menjadi wakil komandan Paspampres. Fenomena baru karena Marinir tidak pernah mendudukin jabatan tersebut. 3. Saat menemani bu Mega ke Papua, kami dikepung ribuan tentara OPM lalu saya berhadapan langsung dengan komandan OPM Brigjen Yogi menanyakan tujuannya. 4. Komandan OPM memaksa untuk bicara lansung dengan WaPres, saya hanya menjawab “tidak bisa sepeti ini caranya. Jika anda tetap memaksa artinya anda akan mampus ditangan saya” 5. Saya menawarkan, saya akan diskusi dadulu dengan WaPres. Akhirnya mereka mau menerima. Padahal saat itu saya sedang memutar otak penyelamatan WaPres. 6. Dengan jumlah yang hanya terdiri dari 38 Paspampres yang mengawal di WaPres di Papua, saya harus berhitung dengan cermat langkah – langkah pengamanan WaPres dari kepungan ribuan OPM. 7. 38 Paspampres itu saya bagi menjadi 3 kelompok dengan penugasan masing2. Agar saya bisa membawa keluar WaPres menggunakan Helikopter cadangan. 8. Alhamdulillah, penyelamatan tersebut berhasil tanpa adanya jatuh korban dan saya juga berhasil membuktikan ke anggota paspampres yg biasa dipimpin oleh satuan lain, Marinir juga bisa melaksanakan tugas dalam kondisi sesulit apapun tanpa ada jatuhnya korban dan menghindari resiko sekecil2nya. 9. Denjaka adalah satuan anti teror aspek laut dgn tugas pokok melaksanakan pembinaan kemampuan & kekuatan operasi antiteror serta antisabotase. 10. Sebagai komandan, yang saat itu denjaka merupakan satuan ‘usia’nya masih muda, maka tugas saya bagaimana membangun sistem untuk menjadikan SDM spesialis.. 11. beruntung saya punya kesempatan 6 tahun menjadi komandan denjaka. sehiggah bisa membangun kerjasama dengan special force Inggris untuk pembinaan SDM spesialisasi. 12. Contoh SDM spesialis denjaka adalah, apabila untuk sniper haruslah the real sniper, demolisi harus yg benar2 ahlinya. 13. Karenanya, proses peningkatan jumlah SDM denjaka memang tidak banyak, diawal saya menjabat sebagai komandan jumlahnya 100 pasukan, 6 tahun kemudian stelah saya menjabat bertambah 30 pasukan, jadi totalnya ada 130 pasukan. 14. cerita yang berkesan lain adalah saat terjadi peristiwa Sipandan Lingitan dengan Malaysia, bersama pasukan saya gelar latihan renang seberangi Selat Sunda. 15.Kami hanya ingin menyampaikan pesan saat itu ke Malaysia, bahwa denjaka bisa menyusup ke Malaysia tanpa kapal perang. 16. Demikian cerita singkat saya tentang denjaka Sumber: fb info militer dunia


Baca juga : hut tni ke 72

Peristiwa 08 Okt 2017 15:12 Berbagai peralatan tempur Korps Marinir TNI AL, TNI AU, dan TNI AD dipamerkan di JungleLand Bogor. Internasional 06 Okt 2017 18:20 Aksi jalan kaki Jokowi menembus kemacetan untuk menghadiri peringatan HUT TNI ke-72 menjadi sorotan sejumlah media asing. Ekonomi 06 Okt 2017 13:04 Menteri BUMN membonceng motor salah satu petugas Polisi usai menghadiri HUT TNI ke 72 di Cilegon, Banten. Selebritis 06 Okt 2017 11:40 Ratna Galih teringat sosok sang ayah, drs. Dodon Ruchian yang telah lama wafat. Peristiwa 06 Okt 2017 11:30 Denny mengatakan, setelah resmi ditunjuk, Bella langsung menjalani latihan intensif di Cilegon Banten agar dapat tampil maksimal. Peristiwa 06 Okt 2017 09:53 Bella mengaku awalnya tidak menyangka tugas sebagai pengemudi kendaraan yang digunakan Jokowi akan diamanatkan kepadanya. Politik 05 Okt 2017 20:04 PDIP menegaskan komitmen mendukung penguatan TNI Selebritis 05 Okt 2017 17:40 Raffi Ahmad ikut memeriahkan HUT TNI ke-72 yang jatuh pada hari ini, Kamis (5/10/2017). Peristiwa 05 Okt 2017 16:51 Gatot tak menampik, penunjukan Edy karena jabatannya saat ini sebagai Pangkostrad. Peristiwa 05 Okt 2017 16:17 Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, politik TNI adalah politik negara. Peristiwa 05 Okt 2017 13:41 Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengucapkan selamat pada TNI yang telah mencapai usia ke-72. Hits 05 Okt 2017 13:00 Peringatan HUT TNI pada tahun 1965 mungkin menjadi salah satu yang paling menyedihkan sepanjang sejarah. Peristiwa 05 Okt 2017 12:45 Selain formasi, drama tempur dengan aksi kejar-kejaran di udara juga dipertunjukkan pada pengunjung. Style News 05 Okt 2017 12:45 Tampil makin gagah dan berani dengan gaya fashion yang terinspirasi dari atribut TNI berikut ini. Fashion & Beauty 05 Okt 2017 11:00 Seberapa kenal kita dengan seragam TNI dan serba-serbi di baliknya? Cari tahu di sini. Peristiwa 05 Okt 2017 10:24 Presiden Jokowi meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk tunduk dan patuh hanya untuk kepentingan negara. Peristiwa 05 Okt 2017 09:47 Kata Jokowi perlu membangun pondasi TNI di mana harus menjaga masyarakat dalam dunia yang semakin transparan. Peristiwa 05 Okt 2017 09:15 Bersama Komandan Upacara Letjen Edy Rahmayadi, Jokowi melakukan pemeriksaan pasukan dengan menggunakan mobil Jeep terbuka. Peristiwa 05 Okt 2017 08:43 Dalam HUT TNI kali ini, Presiden Jokowi hadir dan menjadi inspektur upacara. Peristiwa 05 Okt 2017 08:40 JK yang mendarat di Pelabuhan Merak menggunakan helikopter itu terjebak kemacetan kurang dari satu kilometer.

Partai Demokrat (PD) merasa bakal cagub Pilgub Kaltim 2018 mereka, yaitu Syaharie Jaang, di-‘kriminalisasi’ elemen negara lantaran menolak berpasangan dengan Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin. PD meminta Presiden Joko Widodo bertindak. “Kami harap Presiden Jokowi memastikan pilkada fair , adil, jujur, dan demokratis,” sebut Sekjen PD Hinca Panjaitan seusai ‘ emergency meeting ‘ di markas mereka, Jl Proklamasi 41, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2018). PD, ujar Hinca, sangat serius menyikapi upaya penjegalan Syaharie untuk maju dalam Pilgub Kaltim. Menurut dia, tindakan ini dapat merusak demokrasi di Indonesia. Hinca juga memandang asas keadilan dirusak oleh upaya ‘kriminalisasi’ ini. Bagi Demokrat, kata Hinca, biarlah Pilgub Kaltim 2018 berjalan dengan adil, termasuk bagi Syaharie, yang menolak berpasangan dengan Safaruddin. [Gambas:Video 20detik] “Kompetisi kan fair , bertanding secara baik. Ini merusak rasa keadilan, merusak netralitas lembaga negara,” ucapnya. Ditegaskan Hinca, aparat penegak hukum dan keamanan seharusnya netral dalam politik. Disebutnya, tidak boleh ada intervensi apa pun yang dilakukan penegak hukum terkait pesta demokrasi di negeri ini. “Kita sepakat TNI-Polri tak ikut berpolitik. Perilaku ini tak bisa dibiarkan. Oleh karena itu, kami mengajak kader di Indonesia dan masyarakat cinta demokrasi agar tindakan tidak adil dan sewenang-wenang ini dihentikan,” sebut dia. Terakhir, masih terkait upaya ‘kriminalisasi’ terhadap Syaharie, PD meyakini ini tak ada kaitannya dengan penguasa saat ini, yakni Presiden Joko Widodo. Hinca menyebut partainya yakin Jokowi secara pribadi tak terlibat langsung. “PD yakin Jokowi tidak mengetahui perilaku tak sepatutnya oleh elemen negara. Karena itu, dengan kewenangan Jokowi, sesuai tugas dan tanggung jawabnya, diharapkan Jokowi melakukan sesuatu, yaitu kita rawat demokrasi, khususnya pilkada, menghentikan proses tidak fair agar pilkada berjalan baik dan menyenangkan kita semua,” pungkas Hinca.

Ketum PAN Zulkifli Hasan sengaja bertemu Deddy Mizwar pagi-pagi di Bandung. Zulkifli memberikan sinyal positif kemungkinan mendukung pasangan Deddy Mizwar dengan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar Pertemuan itu berlangsung di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Kamis (4/1/2018) sekitar pukul 07.40 WIB. Keduanya duduk santai sambil bercengkrama di lobi hotel. Zulkifli mengatakan pertemuan ini membahas terkait pemetaan koalisi yang akan terjadi Pilgub Jabar 2018. Sebab, sambung dia, koalisi yang sudah terbentuk saat ini masih memungkinkan berubah. “Bagaimana koalisi kemungkinan dengan siapa, partai bagaimana, jumlah kursi. Karena masih sangat dinamis,” kata Zulkifli usai pertemuan. Pria yang juga Ketua MPR RI ini menuturkan PAN belum menentukan sikap berkoalisi atau mendukung pasangan calon tertentu. Meski, PAN terus menerus dikait-kaitkan dengan koalisi reuni bersama Gerindra dan PKS. “Ternyata politik ini dinamis ada pembicaraan-pembicaraan tapi finalisasinya belum. Kita tunggulah satu dua hari ini, saya kira sudah ada titik terang,” ungkap dia. “Karena saya berharap betul kang Deddy tetap bisa running,” menambahkan. Deddy mengaku pertemuan juga tadi membahas mengenai kemungkinan berpasangan dengan Dedi Mulyadi. Ketum PAN Zulkifli Hasan merespon positif mengenai kemungkinan mendukung pasangan ‘Duo DM’ tersebut. “Soal dengan Demul juga dibahas, responnya positif, enggak masalah dengan Duo DM,” kata Wakil Gubernur Jabar tersebut.

Polisi menangkap tiga pelaku pencurian rumah kosong di wilayah Jakarta Timur. Ketiga pelaku tersebut melalukan pencurian di tiga lokasi yang berbeda. Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana mengatakan ketiga lokasi tersebut yakni rumah di Jalan Cipinang Indah 1 Blok M-1 nomor 12A dan Kompleks PWI Blok H nomor 107, Cipinang Muara, Jatinegara, serta rumah di Jalan Taman Malaka Selatan K2 nomor 14, Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur. Para pelaku yakni Sobur alis Ijo, Yahya alias Sabah dan Abdul Basit melakukan aksi pencurian pada bulan Desember 2018. Sapta menjelaskan pelaku ditangkap pada tanggal 31 Desember 2017. “Ditangkap tanggal 31 (Desember),” ucap AKBP Sapta Maulana saat dimintai konfirmasi, Kamis (4/1/2018). Sapta menambahkan ketiga pelaku memiliki peran-peran yang berbeda. Yayah sebagai eksekutor dan Sobur dan Abdul berperan untuk memantau lokasi sekitar. “Yayah dan pelaku S (buron) masuk secara paksa ke dalam rumah dengan cara merusak pintu dengan menggunakan linggis sehingga pintu dapat terbuka. Sementara Sobur als ijo dan Abdul Basit berperan sebagai pengendara sepeda motor dan memantau keadaan disekitar,” ungkap Sapta. Dari tangan pelaku polisi menyita 3 unit sepeda motor dan satu buah linggis. Polisi juga masih memburu satu pelaku lain berinisial S.

Jenderal Gatot Nurmantyo digoda PPP untuk maju Pilgub Jateng 2018. Namun mantan Panglima TNI itu tak berminat. “Ya saya ucapkan terima kasih atas pernyataan tersebut, untuk Jawa Tengah. Tapi mohon maaf bahwa saya punya cita-cita sejak masuk tentara. Saya ingin menuntaskan tugas saya sebagai prajurit sampai purna tugas,” kata Jenderal Gatot kepada detikcom, Kamis (4/1/2018). Gatot mengatakan dia akan purna tugas bulan Maret 2018 mendatang. Gatot tak ingin pensiun dini, cita-citanya adalah menyelesaikan tugas hingga akhir. “Karena cita-cita saya untuk jadi Panglima TNI kan sudah tercapai. Dan (cita-cita) saya untuk hingga purna tugas harus tercapai juga,” ujarnya. “Untuk semuanya saya ucapkan terima kasih atas pernyataan-pernyataan tersebut,” imbuhnya. Adalah PPP yang mempertimbangkan untuk mengusung Jenderal Gatot di Pilgub Jateng 2018. Pertimbangan ini muncul karena ada usulan dari PPP Solo. “(PPP) mendiskusikan opsi baru seperti yang disampaikan oleh teman-teman PPP Solo Raya yang mengusulkan agar Pak Gatot Nurmantyo diusung sebagai cagub Jateng,” kata Arsul saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (2/1/2018).

Menristek Dikti Mohammad Nasir memaparkan hasil kinerja 2017 dan rencana kerja 2018. Nasir mengatakan pihaknya akan mencoba sistem kuliah online di 2018. Acara Bedah Kerja 2017 dan Fokus Kerja 2018 itu digelar di Gedung D Kemenristek Dikti, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2017). Nasir awalnya bicara tentang beasiswa yang diberikan selama tahun 2017. “Program (beasiswa) bidikmisi selain meningkatkan akses juga meningkatkan mutu pendidikan tinggi, prestasi akademik sangat baik, 82,83% mahasiswa mencatat IPK lebih dari 3,00,” ujar Nasir. Foto: Menristek Dikti Mohammad Nasri. (Seysha-detikcom) Selain bidikmisi, ada juga beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) untuk daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan). Selama 2017, ada 3.468 mahasiswa dari Papua, Maluku, Kalimantan, Sumatera, Aceh, yang mendapat beasiswa ini “Ada dari Maluku lulus fakultas kedokteran IPK-nya nggak tanggung-tanggung 3,22. ternyata anaknya juga pinter-pinter,” ucap Nasir. Nasir juga mendorong pendidikan daring untuk tahun 2018. Menurutnya, sistem pendidikan Indonesia harus menjadi bagian dari era digital. “Kita akan mencoba sistem kuliah daring. Ke depan nanti akan menjadikan bagian era digital akan terjadi kelas borderless maka itu kementerian melanjutkan pengembangannya,” ujarnya. Nasir menuturkan mata kuliah daring ini sudah ada. Namun, belum dijelaskan perguruan tinggi mana saja yang akan menyelengarakan kuliah daring itu. “Ada materi yang terbuka, mata kuliah terbuka, dan mata kuliah daring sudah ada. Jika mereka melakukan mata kuliah itu dihitung SKS-nya ada 51 PTN penyelenggaranya,” imbuhnya.

Sriyati (35), terpaksa melahirkan bayinya di dalam mobil Patroli Jalan Raya (PJR) di off ramp Tol Cikunir 3. Pasalnya, bus Sinar Jaya jurusan Kampung Rambutan-Pekalongan yang ia tumpangi terjebak macet di pintu keluar tol tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.15 WIB pagi tadi. Bus yang ditumpangi Sriyati dan suaminya, Hasanudin (42) melaju ke arah Cikampek, terjebak macet di pintu keluar Tol Cikunir 3. Mendadak, Sriyati mengalami kontraksi hebat. Sang suami yang siaga kemudian meminta sopir bus berhenti untuk mencari pertolongan. Di saat bersamaan, anggota Satuan PJR Induk 3 Ditlantas Polda Metro Jaya Aiptu Mulyadi dan Brigadir Umar sedang melaksanakan tugas di lokasi. Bayi tersebut kini dirawat di RS Islam Pondok Kopi (Foto: Dok. Istimewa) “Anggota dihampiri oleh orang yang turun dari bus, kemudian dia meminta pertolongan karena istrinya mau melahirkan,” ujar Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Slamet kepada detikcom , Kamis (4/1/2018). Spontan, petugas PJR pun membawa Sriyati ke dalam mobil untuk dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Akan tetapi, bayi Sriyati rupanya sudah tidak sabar ingin keluar. “Akhirnya melahirkan di dalam mobil patroli,” tuturnya. Bayi Sriyati lahir dengan selamat dan sehat. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu saat ini dirawat di RS Islam Pondok Kopi.

Related Posts

Comments are closed.