Periksa Politikus Golkar, KPK Usut Peristiwa ‘Hilangnya’ Novanto

Periksa Politikus Golkar, KPK Usut Peristiwa ‘Hilangnya’ Novanto

Politikus Golkar Aziz Samual telah diperiksa KPK. KPK menelisik soal kronologis ‘hilangnya’ Setya Novanto. “Tadi memang kita agendakan saudara Aziz sebagai saksi tentu apa yang diketahui, terutama di rentang waktu tanggal 15-16 November 2017 beberapa waktu yang lalu,” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018). Febri mengatakan pihaknya mengkonfirmasi keberadaan Aziz saat momen hilangnya Novanto. Aziz juga ditanya soal kronologis peristiwa yang terjadi di tanggal 15-16 November 2017 itu. “Kami ingin tahu posisi saksi tersebut di mana, kemudian apakah mengetahui peristiwa-peristiwa, misalnya KPK datang ke rumah Novanto, kemudian Novanto kecelakaan yang beredar pada saat itu di daerah Permata Hijau. Itu kami konfirmasi kepada yang bersangkutan,” urainya. Febri menambahkan pemeriksaan Aziz merupakan kebutuhan penyidikan. Dengan keterangan saksi, ia berharap kasus ini akan menjadi terang. “Saya kira pemeriksaan saksi karena ada kebutuhan info untuk diklarifikasi. Terutama kronologis peristiwa 15-16 November pada saat itu,” jelas Febri. Selain Aziz, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan ajudan Novanto, AKP Reza Pahlevi. Namun, Reza tak datang memenuhi panggilan KPK. KPK pun berkoordinasi dengan Polri untuk pemanggilan ulang mengingat Reza merupakan anggota kepolisian. Reza sendiri berada di mobil ketika peristiwa kecelakaan pada 16 November 2017 terjadi.

Politikus Golkar Aziz Samual telah diperiksa KPK. KPK menelisik soal kronologis ‘hilangnya’ Setya Novanto. “Tadi memang kita agendakan saudara Aziz sebagai saksi tentu apa yang diketahui, terutama di rentang waktu tanggal 15-16 November 2017 beberapa waktu yang lalu,” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018). Febri mengatakan pihaknya mengkonfirmasi keberadaan Aziz saat momen hilangnya Novanto. Aziz juga ditanya soal kronologis peristiwa yang terjadi di tanggal 15-16 November 2017 itu. “Kami ingin tahu posisi saksi tersebut di mana, kemudian apakah mengetahui peristiwa-peristiwa, misalnya KPK datang ke rumah Novanto, kemudian Novanto kecelakaan yang beredar pada saat itu di daerah Permata Hijau. Itu kami konfirmasi kepada yang bersangkutan,” urainya. Febri menambahkan pemeriksaan Aziz merupakan kebutuhan penyidikan. Dengan keterangan saksi, ia berharap kasus ini akan menjadi terang. “Saya kira pemeriksaan saksi karena ada kebutuhan info untuk diklarifikasi. Terutama kronologis peristiwa 15-16 November pada saat itu,” jelas Febri. Selain Aziz, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan ajudan Novanto, AKP Reza Pahlevi. Namun, Reza tak datang memenuhi panggilan KPK. KPK pun berkoordinasi dengan Polri untuk pemanggilan ulang mengingat Reza merupakan anggota kepolisian. Reza sendiri berada di mobil ketika peristiwa kecelakaan pada 16 November 2017 terjadi.

Wartawan Hilman Mattauch, yang menyopiri Setya Novanto saat mengalami kecelakaan, diperiksa KPK. Hilman mengaku ditanya seputar kecelakaan Ketua DPR Setya Novanto di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. “Iya ditanya seputar itu,” kata Hilman setelah diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (9/1/2018). Hilman diperiksa sebagai saksi untuk penyelidikan baru kasus proyek e-KTP yang ditangani KPK pada hari ini. Menurut Hilman, pemeriksaan saat ini masih sama dengan sebelumnya. Hilman mengaku diberi 10 pertanyaan selama diperiksa penyidik KPK. “Sepuluh pertanyaan, masih yang sama saja. Sudah ya,” ucap Hilman. Hilman Mattauch setelah diperiksa KPK. (Faiq Hidayat/detikcom) Kabiro Humas KPK Febri Diansyah sebelumnya menyatakan Hilman hari ini diperiksa terkait peristiwa kecelakaan Setya Novanto. “Masih terkait proses sebelumnya. Kita dalami peristiwa seputar kecelakaan SN (Setya Novanto) di pertengahan November 2017,” ujarnya saat dimintai konfirmasi. Hilman diketahui sebagai kontributor Metro TV yang menyopiri Novanto saat KPK sedang memburu tersangka dugaan korupsi proyek e-KTP itu. Novanto kemudian mengalami kecelakaan karena mobil Toyota Fortuner B-1732-ZLO yang dipacu Hilman menabrak tiang lampu jalan. ‘Pelarian’ Novanto kemudian terhenti karena KPK menahan Ketua Umum Golkar itu setelah dirawat selama 2 hari di rumah sakit. Hilman sendiri kemudian ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan lalu lintas dan mengundurkan diri dari stasiun televisi swasta tempatnya bekerja. Diketahui, KPK sedang melakukan penyelidikan terkait pengembangan dugaan korupsi e-KTP. KPK menduga ada pihak lain yang terlibat dalam kasus proyek e-KTP. Pihak lain berasal dari pihak swasta, politikus, dan kalangan birokrasi, sehingga KPK perlu mendalami keterlibatan pihak lain.

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, malah meminta KPK memeriksa Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkaitan dengan kasusnya. Lho kenapa ya? Menurut Fredrich, peristiwa kecelakaan pada 16 November 2017 telah disebut polisi sebagai murni kecelakaan. Apabila, KPK menyebut Fredrich melakukan rekayasa, maka menurutnya KPK telah melakukan pelecehan. “Pelecehan karena di polisi sudah menyatakan murni ini kecelakaan, sekarang KPK menyangsikan,” ujar Fredrich di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018). “Kenapa dia (KPK) tidak periksa Kapolri saja?” imbuh Fredrich dengan suara meninggi. Fredrich dijerat KPK dengan dugaan menghalangi proses penyidikan Novanto dalam perkara korupsi proyek e-KTP. Dia ditetapkan tersangka bersama-sama dengan dr Bimanesh Sutarjo, dokter yang menangani Novanto ketika mengalami kecelakaan. Pada Jumat (12/1) kemarin, keduanya dipanggil sebagai tersangka. Bimanesh datang dan kemudian ditahan. Namun, Fredrich tidak hadir dengan alasan sedang mengajukan sidang dugaan pelanggaran kode etik di Peradi. Jelang tengah malam, Fredrich pun ditangkap KPK, kemudian ditahan keesokan harinya. Baik Bimanesh maupun Fredrich diduga memanipulasi data rekam medis Novanto untuk menghindari panggilan penyidik KPK.

Related Posts

Comments are closed.