Peremas Payudara Bakar Jaket Usai Video CCTV Viral di Medsos

Peremas Payudara Bakar Jaket Usai Video CCTV Viral di Medsos

Ilham Sanin (29) panik ketika mengetahui aksinya meremas payudara wanita berinisial AM (24) terekam CCTV dan menjadi viral di media sosial. Dia lalu membakar jaket untuk ‘menghilangkan jejak’. “(Membakar jaket) takut, karena dia lihat di medsos dan media online bahwa perbuatannya viral,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom, Rabu (17/1/2018). AM sempat mengenali Ilham berdasarkan jaket ‘Nevada’ yang dia kenakan. AM yang menyebarkan video perbuatan Ilham itu mengumumkan di media sosial soal jaket yang dikenakan Ilham saat itu. “Jaketnya dibakar di dekat rumahnya,” imbuh Kholis. Tidak lama setelah AM melaporkan kejadian itu, Ilham ditangkap di rumahnya di Mekarsari, Cimanggis, Depok. Kepada polisi, Ilham mengaku pelecehan seksual yang dilakukannya itu hanya sebatas iseng. Ilham dijerat Pasal 281 KUHP tentang merusak kesopanan di muka umum dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan penjara. Karena ancaman pidananya di bawah 5 tahun penjara, Ilham tidak ditahan, namun dikenakan wajib lapor.

Baca juga : watch

 HaloPembaca HOME BERITA BOLA PESBUKERS SPORT OTOMOTIF DIGITAL SHOWBIZ GAYA HIDUP BLOG  VLIX IN-DEPTH OTHER INFORMASI DOWNLOAD OUR APPLICATION  A GROUP MEMBER OF VIVA   BERITAMETRO Rabu, 17 Januari 2018 | 06:38 WIB Usai Viral, Peremas Payudara Wanita Depok Sempat Bakar Jaket OlehHarry Siswoyo,Zahrul Darmawan (Depok)  Photo : IST, begal payudara Kota Depok. VIVA – Ulah cabul seorang pria Depok yang gemar meremas payudara wanita di jalanan berakhir sudah. Lelaki bernama Ist ini pun digelandang polisi. Ist tak menampik semua ulah cabulnya itu dan mengaku menyesal. Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana menyebutkan, sebelum ditangkap di kediamannya di Cimanggis Depok, ternyata Ist sempat hendak menghilangkan jejaknya. Itu dilakukannya usai ulah cabulnya menjadi viral di media sosial. “Karena takut setelah aksinya tersebar di media sosial dan media online, ia pun berusaha menghilangkan jejak dengan membakar jaket yang digunakan saat melakukan aksinya,” kata Putu, Selasa malam, 16 Januari 2018. Namun demikian, polisi ternyata berhasil mengidentifikasi motor dan helm yang digunakan oleh pelaku. Kini kedua barang bukti itu pun disita sebagai pelengkap penyidikan. “Sampai saat ini yang bersangkutan baru mengakui satu kali namun tidak menutup kemungkinan ada peristiwa lain dan ini sedang kami dalami,” ucap Putu. Kini atas perbuatannya itu, pria yang telah menjadi duda ini pun terancam dengan hukuman dua tahun delapan bulan penjara. Kasusnya ditangani Polresta Depok. (ase)


Baca juga : 970649 perampok yang bunuh spg di bogor cari mangsa dari facebook

VIVA  – Tiga perampok sadis yang sampai membunuh Hernawati, – pramuniaga atau SPG di Lippo Plaza Ekalokasari, Kota Bogor – ternyata tak hanya kali itu beraksi. Berdasarkan pengakuan mereka, Hernawati merupakan korban ketujuh dari aksi perampokan kawanan itu.  “Pelaku ini mengakui beraksi sebanyak tujuh kali. Dua di wilayah Bogor, satu kali di Depok, di Jakarta Barat. Kemudian di Kemang, Jakarta Selatan, satu kali di kawasan Taman Mini Jakarta Timur, satu kali di BSD Tangerang, dan terakhir di Pengasinan Depok,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, Rabu, 25 Oktober 2017. Ketiga pelaku itu adalah Baskoro Bimo Pamungkas (24 tahun), Daud Dwi Sanjaya (21 tahun), dan Reski Ardiansah (20 tahun).

seperti di kutip dari https://www.viva.co.id

Yusri mengungkapkan kelompok perampok ini menjaring korban melalui perkenalan di media sosial, termasuk saat mengincar Hernawati. SPG berusia 20 tahun itu dijaring melalui komunikasi di Facebook. “Dengan modus sama kenalan via medsos dan mengambil barang korban dan barang dijual kepada penadah yang sama,” ujar Yusri. Perampokan itu diotaki Baskoro. Dia juga yang menjaring calon korban dengan cara bujuk rayu di media sosial. Termasuk saat merampok dan membunuh Hernawati. “Petugas mendapatkan barang bukti mobil Avanza dengan pelat nomor B 2594 SKD. Handphone, tas hitam dan KTP korban. Polres Bogor melakukan pengembangan terhadap TKP dan barang bukti lainnya. Melakukan pemeriksaan tersangka dan penahanan di Mapolres Bogor guna proses penyidikan lebih lanjut,” kata Yusri. Baskoro cs merampok dan membunuh Hernawati pada Senin, 23 Oktober 2017. Korban dibunuh, lalu mayatnya dibuang di tepi jalan di Jalan Raya Kemang, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. (ren)

Ilham Sanin (29) panik ketika mengetahui aksinya meremas payudara wanita berinisial AM (24) terekam CCTV dan menjadi viral di media sosial. Dia lalu membakar jaket untuk ‘menghilangkan jejak’. “(Membakar jaket) takut, karena dia lihat di medsos dan media online bahwa perbuatannya viral,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom, Rabu (17/1/2018). AM sempat mengenali Ilham berdasarkan jaket ‘Nevada’ yang dia kenakan. AM yang menyebarkan video perbuatan Ilham itu mengumumkan di media sosial soal jaket yang dikenakan Ilham saat itu. “Jaketnya dibakar di dekat rumahnya,” imbuh Kholis. Tidak lama setelah AM melaporkan kejadian itu, Ilham ditangkap di rumahnya di Mekarsari, Cimanggis, Depok. Kepada polisi, Ilham mengaku pelecehan seksual yang dilakukannya itu hanya sebatas iseng. Ilham dijerat Pasal 281 KUHP tentang merusak kesopanan di muka umum dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan penjara. Karena ancaman pidananya di bawah 5 tahun penjara, Ilham tidak ditahan, namun dikenakan wajib lapor.

Ilham Sanin (29) menanggung akibat lantaran meremas payudara wanita berinisial AM (22) di Depok, Jabar. Ilham dijerat Pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan bui. Pasal tersebut tercantum dalam Bab XIV KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kesusilaan. Adapun Pasal 281 KUHP berbunyi: Pasal 281 Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah: 1. barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan; 2. barang siapa dengan sengaja dan di depan orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan. Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis (11/1) saat Ilham melihat AM tengah seorang diri di Gang Datuk, Beji, Depok. Kejadian ini terekam CCTV. Ilham ditangkap di rumahnya di Mekarsari, Depok pada Senin (15/1). Ilham dibawa polisi ke Polresta Depok dengan pendampingan orang tua dan saudaranya. Ia masih diperiksa di Mapolresta Depok. Menurut keterangan yang disampaikan polisi, motif Ilham hanyalah sebatas iseng. Ilham spontan saja meremas payudara AM di sebuah gang sempit. “Pengakuan tersangka, motifnya iseng. Melihat ada perempuan dan niat muncul saat itu,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom, Selasa (16/1). AM pun yang menjadi korban mengaku geram atas perbuatan Ilham. AM berharap pelaku dihukum yang setimpal. “Saya nggak akan maafin. Saya mau dia menuai apa yang dia tanam,” imbuh AM dikonfirmasi secara terpisah.

Tabiat Ilham Sanin (29) yang meremas payudara wanita berinisial AM (22) di Depok sungguh keterlaluan. Terlebih, motif yang ia lakukan hanyalah sebatas iseng. Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana mengungkapkan Ilham mengaku spontan meremas payudara AM di sebuah gang sempit. “Pengakuan tersangka, motifnya iseng. Melihat ada perempuan dan niat muncul saat itu,” ujar Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom, pada Selasa 16 Januari 2018. AM yang menjadi korban mengaku geram atas perbuatan Ilham. AM berharap pelaku dihukum yang setimpal. “Saya nggak akan maafin. Saya mau dia menuai apa yang dia tanam,” imbuh AM dikonfirmasi secara terpisah. Menilik ke belakang, peristiwa ini terjadi pada Kamis 11 Januari 2018 saat Ilham melihat AM tengah seorang diri di Gang Datuk, Beji, Depok. Kejadian tersebut terekam CCTV. Tak lama kemudian, Ilham ditangkap di rumahnya di Mekarsari, Depok pada Senin (15/1). Ilham dibawa polisi ke Polresta Depok dengan pendampingan orang tua dan saudaranya. Atas perbuatannya, Ilham dijerat dengan Pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

 HaloPembaca HOME BERITA BOLA PESBUKERS SPORT OTOMOTIF DIGITAL SHOWBIZ GAYA HIDUP BLOG  VLIX IN-DEPTH OTHER INFORMASI DOWNLOAD OUR APPLICATION  A GROUP MEMBER OF VIVA   BERITAMETRO Selasa, 16 Januari 2018 | 06:18 WIB Peremas Payudara Wanita di Jalanan Depok Diringkus OlehHarry Siswoyo,Zahrul Darmawan (Depok)  Photo :VIVA/Zahrul Darmawan Kepolisian mengamankan seorang pria asal Kota Depok yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap para wanita di jalanan Depok, Senin (15/1/2018) VIVA – Kepolisian Resor Kota Depok mengamankan seorang pria bernama I yang diduga kuat sebagai pelaku pelecehan terhadap para wanita di daerah itu. Modusnya, pelaku meremas payudara para korbannya sembari menggunakan motor. Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana menyebutkan penangkapan I berdasarkan rekaman kamera pengawas yang merekam ulah I saat melecehkan korbannya. “Dari hasil rekaman CCTV ini sesuai,” ujarnya. Pemeriksaan sementara, diduga I adalah pelaku tunggal kejahatan dengan modus meremas payudara itu. “Apakah korban dari aksinya lebih dari satu orang, itu kita ketahui nanti, sebab sampai saat ini kita masih melakukan proses pemeriksaan,” kata Putu. Sebelumnya, aksi cabul terhadap para wanita di Kota Depok ini sempat menjadi viral di jejaring sosial. Kejadian terakhir dialami oleh seorang perempuan berjilbab bernama Am. Ia mendapatkan pelecehan di sebuah jalan sepi. (one)

Untuk meringkus IST, bukan pekerjaan mudah. Karena polisi tak pernah bisa mendapat petunjuk yang bisa mengarahkan ke pelaku. Padahal, begal payudara sudah bertahun-tahun menebar teror. Dan, baru kali ini, petunjuk itu didapat. Yakni berupa rekaman kamera keamanan atau CCTV. Sayangnya, meski banyak yang mengaku menjadi korban teror begal payudara, tapi tercatat sepanjang tahun 2017 hingga 2018, hanya dua wanita yang melaporkan kasus ini ke kepolisian. Yakni kasus yang dilaporkan wanita berhijab berinisial AM, pada Kamis, 11 Januari 2018 dan wanita berinisial CT, pada 13 September 2017.

VIVA  – Kabar buruk bagi penjahat yang menjadi buronan. Sebab tak lama lagi Kepolisian bakal memiliki alat canggih untuk memindai dan mengenali wajah. Alat ini akan terpasang di kamera keamanan alias CCTV yang dipasang di seluruh tempat umum. Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengatakan, pengembangan alat canggih ini masih dalam tahap perencanaan. Ari menuturkan, alat ini sebenarnya sudah dipakai sejumlah negara di dunia, alat ini menggunakan teknologi yang bernama  facial recognized cctv identification. “Sebenarnya begini. Satu kita punya data penduduk. Kedua, kita punya data kejahatan. Ketiga, kita mencari orang untuk bisa mendapatkan orang yang kita cari,” kata Ari Dono di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu 1 November 2017.

seperti di kutip dari https://www.viva.co.id

Ari Dono mengatakan, teknologi yang masih dalam tahap pengembangan ini dirancang untuk mengenali dan mendeteksi wajah seseorang berdasarkan foto yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. CCTV pendeteksi wajah dilengkapi dengan perangkat lunak (software) akan dipasang di tempat-tempat umum dan keramaian. Seperti di pelabuhan, bandara dan tempat umum lainnya. Dengan demikian, ketika wajah pelaku kejahatan yang menjadi buronan akan langsung terdeteksi dan langsung muncul peringatan kepada tugas. “Kalau kita ketemu di kasus di ada beberapa kasus orang menemukan wajahnya. Kita sketsa, kita facial recognized, kita dapat semua. Kita kembangkan lagi ke depan itu untuk CCTV. Jadi nanti softwarenya kita masukkan saja,” ujarnya. Ari Dono mencontohkan, umpamanya polisi tengah mencari DPO teroris. Saat DPO tersebut terdeteksi CCTV, maka akan langsung keluar profilnya dan langsung peringatan atau pemberitahuan kepada petugas.  “Umpamanya DPO nya teroris. Nah ini CCTV ada di pelabuhan, bandara, tempat umum. Ketika dia menangkap wajah orang itu akan keluar profilnya yang kita susun, akan keluar alat, maka kita lakukan pengejaran,” ujarnya. (mus)

VIVA.co.id  – Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah memasang CCTV di 14 persimpangan yang tersebar di jalan-jalan utama Ibu Kota. Namun hanya persimpangan Thamrin dan Patung Kuda kini telah dilengkapi dengan speaker. Pantauan VIVA.co.id di Persimpangan MH Thamrin-Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sudah terlihat empat kamera CCTV berwarna hitam yang disebut jenis PTZ (Pan-Tilt-Zoom), ini terpasang pada sisi lampu merah. Dan dua pengeras suara berwarna putih menempel di tiang lampu lalu lintas. Kepala UP SPLL (Sistem Pengendali Lalu Lintas) Dishub DKI, Susilo, saat dihubungi mengatakan total ada 14 persimpangan yang sudah dilengkapi CCTV PTZ. Tapi, baru ada satu persimpangan yang sudah terhubung ke pusat kontrol yaitu di persimpangan MH Thamrin-Kebon Sirih dan Patung Kuda.

seperti di kutip dari https://www.viva.co.id

Saat VIVA.co.id mencoba langsung koneksi speaker di persimpangan MH Thamrin-Kebon Sirih pada pukul 18.00 WIB dengan melebihi garis pembatas putih belum ada suara yang muncul untuk memberi peringatan. Karena penasaran, helm pun dibuka dan tidak ada respons. Kemungkinan, sinyal CCTV saat melaporkan gambar kepada operator kurang jelas. Sementara untuk speaker di persimpangan Patung Kuda juga belum menyala. Kata Susilo,  persimpangan Patung kuda memang belum terhubung ke pusat kontrol. Oleh sebab itu, dirinya berharap agar Dishub segera memasang speaker yang terhubung dengan CCTV PTZ di 13 persimpangan lainnya. Seperti diketahui, 14 persimpangan yang sudah terpasang CCTV saja di Patung Kuda, Hotel Milenium, Sunan Giri, Harmoni, TU Gas. Selain itu di Blok Y1 Jalan Panjang, Blok A13 Jalan Panjang, Kedoya Pesing Jalan Panjang, Sunrise Garden Jalan Panjang, Kedoya Green Garden Jalan Panjang, Kedoya Duri Jalan, Panjang, Lapangan Bola Jalan Panjang, Pos Pengumben Jalan Panjang.

Ilustrasi korban pelecehan seksual (Foto: Pexels) Seorang gadis dilecehkan oleh pengendara motor di Jalan Datuk, Margonda, Depok. Tanpa turun dari motornya, pria tersebut mendekati sang gadis dan tiba-tiba meremas payudaranya. Gadis yang menjadi korban pun menyebarkan rekaman CCTV kejadian tersebut. Saat ini, pelaku –yang diketahui berinisial IH– sudah ditangkap pada Senin (15/1) di kediamannya. Namun, ternyata kejadian serupa ternyata bukanlah hal yang jarang terjadi. kumparan ( kumparan.com ) sempat berbincang dengan Enny, salah seorang karyawan sebuah media di Sudirman yang mengaku pernah menjadi korban. “Kejadiannya hari Kamis lalu, malam Jumat. Di hari yang sama dengan kejadian korban IH. Bedanya, kalau dia siang, kalau aku malamnya,” ungkap Enny, Selasa (16/1). Ilustrasi Pelecehan Seksual (Foto: Pixabay ) Hari itu, seperti biasa, Enny pulang kerja dengan menggunakan moda transportasi commuterline. Tidak ada yang aneh, bahkan saat ia turun di Stasiun Universitas Indonesia dan berganti menggunakan ojek online menuju rumahnya di daerah Mekarsari, Depok. “Sampai rumah, aku keluar lagi, ke Giant Cimanggis Square. Lalu naik ojek lagi, mampir ke tukang sayur dekat rumah. Soalnya kan mau masak untuk besoknya,” tambahnya. Karena jarak warung sayur dengan rumahnya tidak terlalu jauh, Enny pun meminta tukang ojeknya untuk meninggalkannya. Usai berbelanja, Enny pun berjalan kaki menuju rumahnya. Enny sama sekali tidak memiliki pikiran aneh, apalagi curiga. Sebab, ia sudah terbiasa melewati jalan tersebut. Hanya saja, warung yang biasanya menjadi tempat tongkrong anak-anak muda, hari itu sedang tutup, membuat jalan yang ia lewati menjadi semakin sepi. “Tapi biasa aja waktu itu mikirnya. Kan udah biasa jalan kaki dan enggak terlalu jauh. Apalagi masih jam sembilan malam lewat sedikit,” kisahnya. Ilustrasi pelecehan seksual (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan) Namun, di tengah perjalanan, dari arah berlawanan sebuah sepeda motor matic lewat. Tanpa menghentikan kendaraannya, pengemudi motor tersebut langsung menyambar payudara Enny yang saat itu tengah kerepotan membawa belanjaan di kedua tangannya. “Tiba-tiba langsung diremas, sambil jalan. Namanya juga cewek kan, aku shock. Lalu aku maki-maki dia. Tapi dia enggak berhenti,” ucap Enny dengan nada masih kesal. Yang lebih kesal lagi, teriakan rupanya tidak cukup untuk membuat tetangga di sekitarnya keluar dan memberikan pertolongan. Dengan perasaan yang masih shock, Enny pun melanjutkan berjalan kaki menuju rumah. “Aku baru nangis waktu sampai rumah. Soalnya, tadinya aku teriak pun tetangga enggak ada yang peduli, apalagi nangis meraung-raung,” katanya. Kurangnya bukti membuat Enny mengurungkan niatnya untuk melaporkan kejadian tersebut ke petugas polisi. Apa daya, malam itu tidak ada satu pun saksi mata yang bisa membantu menjelaskan kejadian nahas yang ia alami. “Lagipula di sekitar situ enggak ada juga CCTV yang merekam. Aku mau lapor ke polisi tapi enggak ada bukti kuat. Akhirnya lapor ke Pak RT, tapi tanggapannya hanya laporannya diterima dan akan diinfokan ke RT-RT lain yang dekat dengan kejadian. Biar enggak ada korban yang lain,” jelas Enny. Meski mengaku sudah tidak terlalu shock, namun Enny mewanti-wanti kepada kaum hawa agar selalu waspada dan berhati-hati, terutama di malam hari. Sebab, pelaku pelecehan rupanya tidak pandang bulu dalam menggaet korbannya. “Soalnya kau pakai baju panjang, celana panjang. Tadinya kukira yang digodain harus yang seksi atau gimana, nah aku kan enggak. Makanya tenang-tenang aja. Eh ternyata, kayaknya (pelaku miliknya) apa aja lah, yang penting bisa dipegang. Kelainan itu,” tegasnya.

Related Posts

Comments are closed.