Penumpang Mobil yang Seruduk Ojek Online di Senen Masih Syok

Penumpang Mobil yang Seruduk Ojek Online di Senen Masih Syok

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan ada tiga orang di dalam mobil Nissan X-Trail yang seruduk ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat. Roma mengatakan kondisi ketiganya masih mengalami shock. “Tiga orang itu syok jadi belum ada pemeriksaan. Kita juga (akan) melakukan pendalaman fakta-fakta,” kata Roma di Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Roma mengatakan salah satu pengemudi mobil itu sudah melapor ke polisi. Pelapor diketahui bernama M Hidayat Sangaji. “Kondisi pelapor saat melapor ada luka di kepala, muka, terus bibir dan tangan. Luka tersebut belum diketahui akibat pemukulan atau akibat pecahan kaca, itu hasil visum yang akan ketahui itu luka karena apa,” paparnya. Sebelumnya Roma menjelaskan terkait penyebab pengemudi mobil Nissan berwarna putih itu menyeruduk driver ojek online. Menurut laporan dari pelapor, seperti disampaikan Roma, pengemudi menabrak motor karena merasa terintimidasi driver ojek online. “Kalau versi dari pengemudi bahwa mereka sudah berusaha membunyikan klakson minta dibukakan jalan namun ada yang memancing mungkin dari teman ojek online berteriak melakukan intimidasi sehingga mobil tersebut merasa tertekan akhirnya karena dipukul-pukul (mobilnya) dia menerobos kerumunan ojol,” ujar Roma. “Pada saat nerobos ternyata posisinya lampu merah sehingga mobil terhenti sempat dilakukan pengrusakan seperti di video viral itu,” lanjutnya.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan ada tiga orang di dalam mobil Nissan X-Trail yang seruduk ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat. Roma mengatakan kondisi ketiganya masih mengalami shock. “Tiga orang itu syok jadi belum ada pemeriksaan. Kita juga (akan) melakukan pendalaman fakta-fakta,” kata Roma di Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Roma mengatakan salah satu pengemudi mobil itu sudah melapor ke polisi. Pelapor diketahui bernama M Hidayat Sangaji. “Kondisi pelapor saat melapor ada luka di kepala, muka, terus bibir dan tangan. Luka tersebut belum diketahui akibat pemukulan atau akibat pecahan kaca, itu hasil visum yang akan ketahui itu luka karena apa,” paparnya. Sebelumnya Roma menjelaskan terkait penyebab pengemudi mobil Nissan berwarna putih itu menyeruduk driver ojek online. Menurut laporan dari pelapor, seperti disampaikan Roma, pengemudi menabrak motor karena merasa terintimidasi driver ojek online. “Kalau versi dari pengemudi bahwa mereka sudah berusaha membunyikan klakson minta dibukakan jalan namun ada yang memancing mungkin dari teman ojek online berteriak melakukan intimidasi sehingga mobil tersebut merasa tertekan akhirnya karena dipukul-pukul (mobilnya) dia menerobos kerumunan ojol,” ujar Roma. “Pada saat nerobos ternyata posisinya lampu merah sehingga mobil terhenti sempat dilakukan pengrusakan seperti di video viral itu,” lanjutnya.

Polisi belum memeriksa pengemudi yang menyeruduk pengendara ojek online (ojol) di underpass Senen, Jakarta Pusat. Polisi saat ini akan meminta keterangan kepada perusahaan ojek online untuk menggali informasi terkait insiden tersebut. “Katanya kan diserempet. Tapi kalau di video nggak ada mobil atau motor yang diserempet. Semua barikade motor yang tertutup. Kalau logikanya kita kan berarti dia minta jalan. Mungkin nunggu lama, terus ada pancingan emosi. Kami akan koordinasi pihak ojek online dari mereka harus memberi data terkait gambar tersebut,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu di Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Roma mengatakan driver ojek online juga belum ada yang diperiksa. Polisi sampai saat ini masih akan mencari fakta-fakta dari video viral dan keterangan pelapor yang diketahui bernama M Hidayat Sangaji. “Kami telah menerima laporan dari pengemudi Nissan dan melakukan penyelidikan karena tadi malam baru terima laporan, kondisi tiga orang itu shock. Jadi belum ada pemeriksaan. Kita juga melakukan pendalaman fakta-fakta,” ujarnya. Roma menjelaskan tidak ada korban dalam aksi penyerudukan yang dilakukan pengendara mobil Nissan X-Trail itu. Polisi akan mencari kecocokan antara video yang viral dan keterangan saksi. “Yang di gambar (ditabrak) itu motor, kan. Nggak ada (korban) karena jalan ditutup motor. Tapi faktanya harus diperjelas antara video viral, proses pemeriksaan, dan orang itu kita panggil,” jelasnya.

Jakarta – Saat berkendara di jalan memang dibutuhkan kesabaran. Kalau tidak, bisa-bisa kalau bersenggolan dengan pengendara lain justru malah menimbulkan keributan. Misalnya saja seperti kejadian ini. Seorang pengemudi Nissan X-Trail putih diamuk oleh driver ojek online karena menyerempet. Terlihat dalam foto dan video di Instagram yang diposting akun @infia_fact. Disitu bahkan terlihat Nissan X-Trail diinjak-injak oleh driver ojek online yang berdiri di atap mobil. “Seorang pengemudi Nissan X-Trail putih diamuk sejumlah sopir ojek online di Underpass Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/2) sekira pukul 21.00 Wib. Hal tersebut bermulau dari serempetan antara ojek online dengan mobil Nissan X-Trail didepan RSI Cempaka Putih,” tulis akun infia_fact. Peristiwa tersebut bermula saat ambulans yang membawa jenazah driver online yang tewas di kawasan Jakarta Utara. Sesampainya di daerah cempaka Putih, Nissan X-Trail tersebut tidak mau menghentikan lajunya hingga menyerempet salah driver ojek online yang ada di rombongan itu. Kemudian para driver ojek online itu berusaha mengejar hingga akhirnya kemudian si pengemudi diamuk hingga mobilnya rusak parah. Otolovers tetap hati-hati dan jaga emosi ketika berkendara ya, agar kejadian seperti ini tak terulang. Geser >>> . Seorang pengemudi Nissan X-Trail putih diamuk sejumlah sopir ojek online di Underpass Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/2) sekira pukul 21.00 Wib. Hal tersebut bermulau dari serempetan antara ojek online dengan mobil Nissan X-Trail didepan RSI Cempaka Putih. . Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan peristiwa berawal dari wilayah Jakarta Utara dimana terjadi kecelakaan yang menyebabkan tewasnya seorang sopir ojek online yang tinggal di Johar Baru, Jakarta Pusat. . “Kemudian, lanjut dinaikkan ambulance yang dikawal oleh iring-iringan sopir ojek online dari Jakarta Utara,” jelas Roma. . Sesampainya di Cempaka Putih, lanjutnya, tepat di RSI terjadi serempetan antara iring-iringan sopir ojek online dengan mobil Nissan X-Trail. “Mobil tersebut tidak mau berhenti. . Kemudian dikejar para pengemudi ojek online motor sampai di terowongan underpass masuk Johar Baru posisi macet sehingga mobil Nissan tidak bisa laju kemudian dirusak oleh para pengemudi ojek online,” tuturnya. . Akibat diamuk massa ojek online, pengemudi dan penumpang mobil (HS dan AL) mengalami luka-luka. Sementara mobilnya juga mengalami kerusakan cukup parah. . 🎥📸: @andyrijal @xaveriusrivaldi @syola_ . #infia #infiafact #underpasssenen #ojekonline #kecelakaan #senen #jakarta A post shared by INFIA – Fact (@infia_fact) on Feb 28, 2018 at 7:25pm PST (dry/lth)

Cerita seorang penumpang wanita menegur pria yang duduk di kursi prioritas KRL Commuter Line jadi viral di media sosial. Bukannya pindah, pria itu malah memaki dan berkata rasis terhadap wanita tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Michelle Wanda (21), yang curhat melalui Instagram Story-nya. Ada beberapa foto yang menunjukkan tampang pria yang berdebat dengannya soal duduk di kursi prioritas. Posting- an Wanda di IG Story itu kemudian diunggah ulang oleh akun lain, salah satunya akun @_HaddadP, di Twitter. Posting -an itu lalu sudah di- retweet lebih dari 2.300 kali hingga Rabu (17/1/2018) pukul 16.00 WIB. Kepada detikcom , Wanda mengatakan kronologi kejadian itu. Dia naik KRL Commuter Line dari Manggarai menuju Bekasi pada Selasa (16/1). Saat masuk, dia melihat seorang pria yang duduk di kursi prioritas. Padahal, kata Wanda, pria tersebut tidak masuk kategori penumpang prioritas, yakni orang lanjut usia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil. “Jadi mas-mas ini duduk di kursi prioritas sama ada satu wanita. Lalu ada kakek-kakek berdiri di sebelah aku. Terus aku bilang ke mas-mas itu untuk gantian. Sama orang lain juga diteriakin, ‘Kamu kan laki-laki, kamu masih muda. Gantian dong,'” kata Wanda saat dihubungi, Rabu (17/1). Wanda mengatakan penumpang pria itu mengaku kakinya tengah lemas karena berdiri. Kesal mendengar alasan pria tersebut, Wanda pun kembali berdebat. “Saya cuma nimpalin kalau saya juga dari tadi berdiri. Tapi saya nggak masalah. Sampai kakek-kakeknya itu ngomong ke aku nggak apa-apa dan dia masih bisa tahan. Aku bilang ke kakek itu, ‘Pak, kalau Bapak emang mau duduk, saya anterin ke depan yang emang ngerti tulisan ini dan gambarnya,'” cerita Wanda. Hal tak terduga pun terjadi. Pria itu naik pitam dan tiba-tiba berdiri sambil memaki Wanda. Tak hanya itu, si pria juga berkata rasis yang akhirnya dilerai penumpang lain. “Dia nunjuk-nunjuk muka saya sampai kena jidat. Saya shock banget. Dia marah-marah dan bilang, ‘ Emang kenapa kalau gue nggak mau ngasih tempat? Emang lo siapa bisa nyuruh-nyuruh gue, ‘” katanya. Tak berapa lama kemudian, petugas keamanan datang untuk membuat situasi kondusif. Kakek tersebut dibawa ke gerbong lain agar mendapat duduk di kursi prioritas. Sedangkan penumpang pria itu diperingatkan oleh petugas. Kendati demikian, pria itu tetap bergeming dan duduk di kursi prioritas. “Di satu gerbong itu udah rusuh dan disorakin . Akhirnya dia ngalah dengan cara ceweknya dipangku,” ujar Wanda. VP Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa sudah mengetahui posting- an yang jadi viral itu. Dia menyayangkan adanya kejadian itu karena seharusnya antarpenumpang bisa saling berempati terkait kursi prioritas. “Kami sangat berharap adanya kerja sama dari seluruh penumpang agar memahami aturan dan ketentuan yang ada, seperti salah satunya kursi prioritas. Kami juga berharap penumpang dapat lebih berempati kepada penumpang lainnya apabila sedang duduk di kursi reguler atau kursi yang bukan prioritas tetap mau memberikan kursinya jika ada penumpang lain yang memiliki kebutuhan khusus,” kata Eva.

Polisi belum memeriksa pengemudi yang menyeruduk pengendara ojek online (ojol) di underpass Senen, Jakarta Pusat. Polisi saat ini akan meminta keterangan kepada perusahaan ojek online untuk menggali informasi terkait insiden tersebut. “Katanya kan diserempet. Tapi kalau di video nggak ada mobil atau motor yang diserempet. Semua barikade motor yang tertutup. Kalau logikanya kita kan berarti dia minta jalan. Mungkin nunggu lama, terus ada pancingan emosi. Kami akan koordinasi pihak ojek online dari mereka harus memberi data terkait gambar tersebut,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu di Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Roma mengatakan driver ojek online juga belum ada yang diperiksa. Polisi sampai saat ini masih akan mencari fakta-fakta dari video viral dan keterangan pelapor yang diketahui bernama M Hidayat Sangaji. “Kami telah menerima laporan dari pengemudi Nissan dan melakukan penyelidikan karena tadi malam baru terima laporan, kondisi tiga orang itu shock. Jadi belum ada pemeriksaan. Kita juga melakukan pendalaman fakta-fakta,” ujarnya. Roma menjelaskan tidak ada korban dalam aksi penyerudukan yang dilakukan pengendara mobil Nissan X-Trail itu. Polisi akan mencari kecocokan antara video yang viral dan keterangan saksi. “Yang di gambar (ditabrak) itu motor, kan. Nggak ada (korban) karena jalan ditutup motor. Tapi faktanya harus diperjelas antara video viral, proses pemeriksaan, dan orang itu kita panggil,” jelasnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

INILAHCOM, Jakarta Sebuah video berdurasi 1 menit 15 detik memperlihatkan puluhan pengemudi ojek online (ojol) mengamuk dan merusak mobil. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @InfoJkT24 beberapa jam lalu. Dalam caption-nya, akun tersebut menulis, “Perusakan mobil oleh para ojol di kawasan Senen, Rabu 28/8/18 di duga akibat kata kasar oleh pengendara mobil saat ada iringan para ojol selesai mengantar jenazah rekan ojol yang meninggal.” Terlihat dalam video, puluhan pengemudi ojol mengamuk dan menghantam sebuah mobil SUV berwarna putih. Terlihat pula seorang petugas polisi mencoba menenangkan pengemudi ojol yang terbakar emosi. Unggahan video tersebut menyusul sebuah unggahan foto oleh akun yang sama beberapa jam sebelumnya yang memperlihatkan puluhan pengemudi ojol tengah berkumpul di daerah Senen pada Rabu malam, (28/2/2018), karena hendak mengantarkan jenazah seorang rekan sejawat mereka. “Rabu, 28 Februari | Para driver #ojol berkumpul di sekitaran Senen. photo @zulzm05,” demikian tulis akun @InfoJKT24. Unggahan video pengemudi ojol yang menghancurkan mobil mengundang komentar warganet yang menyayangkan insiden itu bisa terjadi. VIDEO “Mengapa ojol malah jd komunitas yg mengganggu keamanan dan mengganggu lalu lintas jalan?” tulis @lionglai “@dnovianilestari karena sopirnya dri mobil baru berkata kasar kepada pengendara motor. Orang kenderaan motor baru mendengar karena dia berkata kasar bgt,” komentar iamusssyes “Ga harus seperti ini sampe ngerusak mobil orang itu mah antara iri sma rizki org sampe ngerusak mobil org di tambah dengki,” Anggadexha berkomentar. “OJEK ini juga harus di kontrol bukan karna mereka banyak mereka bisa saling membantu ga perduli apa kesalahan rekannya. wajar kalau pengendara lain merasa terganggu dengan keberadaan Ojek Oline yg suka konvoi menutup jalan seenaknya. hanya dengan alasan mengantar mengawal rekan ny sakit/meninggal. Setiap pengguna kendaraan semua juga punya hak yang sama, punya kepentingan yang sama,” tulis davmanopo90. [rok]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Polisi belum memeriksa pengemudi yang menyeruduk pengendara ojek online (ojol) di underpass Senen, Jakarta Pusat. Polisi saat ini akan meminta keterangan kepada perusahaan ojek online untuk menggali informasi terkait insiden tersebut. “Katanya kan diserempet. Tapi kalau di video nggak ada mobil atau motor yang diserempet. Semua barikade motor yang tertutup. Kalau logikanya kita kan berarti dia minta jalan. Mungkin nunggu lama, terus ada pancingan emosi. Kami akan koordinasi pihak ojek online dari mereka harus memberi data terkait gambar tersebut,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu di Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Roma mengatakan driver ojek online juga belum ada yang diperiksa. Polisi sampai saat ini masih akan mencari fakta-fakta dari video viral dan keterangan pelapor yang diketahui bernama M Hidayat Sangaji. “Kami telah menerima laporan dari pengemudi Nissan dan melakukan penyelidikan karena tadi malam baru terima laporan, kondisi tiga orang itu shock. Jadi belum ada pemeriksaan. Kita juga melakukan pendalaman fakta-fakta,” ujarnya. Roma menjelaskan tidak ada korban dalam aksi penyerudukan yang dilakukan pengendara mobil Nissan X-Trail itu. Polisi akan mencari kecocokan antara video yang viral dan keterangan saksi. “Yang di gambar (ditabrak) itu motor, kan. Nggak ada (korban) karena jalan ditutup motor. Tapi faktanya harus diperjelas antara video viral, proses pemeriksaan, dan orang itu kita panggil,” jelasnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sebuah mobil Nissan X-Trail menyeruduk sejumlah ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat. Apa yang menyebabkan mobil tersebut menyeruduk motor? “Kalau baca laporan polisi (dari pelapor, pihak penumpang mobil, red) kan karena (ojek online ) diklakson, karena ada kerumunan Grab/Go-Jek mau numpang lewat,” tutur Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu dalam keterangan kepada detikcom , Kamis (1/3/2018). Bermula ketika rombongan ojek online hendak mengantar jenazah rekannya menggunakan ambulans ke RS Islam Cempaka Putih, dari arah Jakarta Barat. Kemudian, di Jl Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, mengarah ke Senen, berserempetan dengan mobil Nissan tersebut. Namun Roma membantah soal serempetan itu. “Kalau berita yang beredar, info lapangannya serempetan atau tabrakan, tapi kami cek di laka lantas nggak ada laporan, makanya perlu pendalaman dan penyelidikan,” imbuhnya. Roma menambahkan pihaknya juga telah mengecek rekaman video yang beredar di media sosial. “Kalau lihat videonya kan nggak ada serempetan dengan mobil jenazah atau mobil pengawal jenazah. Kita perlu periksa saksi-saksi mata untuk memperjelas awal mula kejadiannya,” paparnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Satu unit mobil Nissan X-Trail dirusak oleh sekelompok ojek online di underpass Senen, Jl Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. Atas kejadian itu, pemobil melapor ke polisi. “Laporan pihak mobil, terjadi tindak pidana bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP,” terang Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu kepada detikcom, Kamis (1/3/2018). Pelapor diketahui bernama M Hidayat Sangaji. Sementara Roma tidak menjelaskan siapa Hidayat dan apa perannya di dalam mobil tersebut. Versi pelapor, bermula ketika pelapor mengendarai mobil Nissan X-Trail melintas di Jl Letjen Suprapto, Jakpus pada Rabu (28/1) malam. Di saat bersamaan ada sejumlah driver ojek online yang berkerumun. “Pelapor melewati (kerumunan ojek online) dan pelapor mengklakson ijin numpang lewat tetapi ada anggota Grab tidak terima dan memukul kendaraan pelapor,” tuturnya. Atas kejadian itu, pelapor mengalami luka di mata sebelah kiri bengkak dan kepala sebelah kanan robek. Sementara saksi Andrian Anton (sopir) mengalami luka tangan sebelah kiri dan kanan robek serta kepala sebelah kiri memar dan saksi Anton Leonard (penumpang) luka bibir sebelah kiri, kepala sebelah kanan. Sebelumnya diberitakan, mobil tersebut diamuk massa ojek online karena terlibat percekcokan. Mobil kemudian menyeruduk sejumlah motor, sehingga sejumlah driver ojek online mengamuk. [Gambas:Video 20detik]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kondisi mobil Nissan X-Trail yang menyeruduk ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat, rusak berat. Mobil berwarna putih itu rusak di bagian kaca hingga spion akibat dipukuli driver ojek online . Setelah dirusak driver ojek online , mobil tersebut kini diamankan di halaman Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Dilihat di lokasi, mobil tersebut ‘babak-belur’. Mobil yang terlibat insiden dengan ojek online di underpass Senen (Indra Komara/detikcom) Dua kaca spion rusak. Di bagian dalam mobil berserakan serpihan kaca. Tampak juga batu-batu berukuran kecil di jok mobil belakang. Kaca belakang mobil yang ditumpangi pelapor M Hidayat Sangaji pecah. Tubuh mobil bagian kanan penyok serta ada lecet. Mobil yang terlibat insiden dengan ojek online di underpass Senen (Indra Komara/detikcom) Sebelumnya, mobil Nissan X-Trail dirusak oleh sekelompok pengemudi ojek online di underpass Senen, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. Atas kejadian itu, pengendara mobil melapor ke polisi. “Laporan pihak mobil, terjadi tindak pidana bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu kepada detikcom , Kamis (1/3/2018) siang tadi. Saat ini polisi masih menggali fakta-fakta dari video yang viral dengan keterangan pelapor. Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak ojek online untuk mencari informasi lebih lanjut. Hingga saat ini, pengemudi Nissan maupun driver ojek online belum diperiksa.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan A, SA, W, AR, dan B sebagai pelaku pencurian motor. Mereka melakukan aksi tersebut dengan modus memberi batu akik kepada korban. Awalnya, SA dan W berpura-pura menjadi santri dari pondok pesantren di Jawa Barat, menanyakan alamat kepada korban AN (22). Tak lama kemudian, A yang berpura-pura menjadi ustad mendekat dan memberikan batu akik sebagai ucapan terima kasih karena sudah diberi tahu alamat. “Pelaku ini memberikan satu buah akik kepada si korban, kemudian dua orang pelaku tersebut bertanya kepada satu pelaku yang memberikan akik ‘apa gunanya ini ustad?’ ‘ini gunanya untuk jodoh, jaga diri, kesehatan dan untuk pekerjaan’,” papar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh di Polres Jakarta Selatan, Jl. Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018). Mereka memberi tahu cara kerja batu akik tersebut supaya bisa mendapat khasiatnya. Korban harus berjalan lurus ke depan sebanyak 300 langkah, dan AN percaya. “Kemudian di praktekan arahan ustad tersebut. Berjalanlah (korban) 300 langkah, tapi sebelum 300 langkah, baru 100 langkah motor dari si korban sudah dibawa kabur oleh komplotan pelaku kemudian pelaku berhasil kita amankan,” jelas Bismo. AR berperan sebagai penyedia motor saat 3 pelaku kabur, dan B berperan sebagai penadah. Polisi baru berhasil menangkap A, sisanya masih buron. Dari tangan pelaku A, polisi mengamankan barang bukti 1 buah sepeda motor, 2 batu akik, 1 buah HP, 1 buah dompet, dan 1 buah tas. Pelaku akan dikenakan pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

INILAHCOM, Malang – Ada yang menarik dalam penangkapan Iwan Junaidi (41), satu tahanan kabur warga Desa Kramat RT02/ RW01, Kecamatan Senen Kota, Jakarta Pusat, yang tertangkap Kamis (27/4/2017) malam ini. Sekitar pukul 18.45 wib, dua mobil petugas kepolisian, menangkap Iwan di kawasan Tasikmalaya, Jawa Barat tadi malam. Dua mobil ini berisi Iwan, tahanan kabur yang terjerat kasus penipuan dan penggelapan. Sementara satu mobil lagi, berisi petugas dan seorang wanita yang diketahui adalah istri dari Iwan Junaidi. Istri Iwan membawa seorang anak kecil. Setelah turun dari mobil, Istri Iwan dibawa ke ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Malang. Dari sinilah terungkap, setelah kabur dari penjara Polres Malang, Iwan sempat menelepon istrinya yang tinggal di Malang dan janjian bertemu di kawasan Tegal, Jawa Tengah. Dari sini, pasangan suami istri itu melanjutkan tujuan ke Tasikmalaya. “Setelah Iwan lari, lalu telpon istrinya dan janjian ke Tegal. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Tasikmalaya. Sejauh ini istri Iwan hanya sebagai saksi. Cuma kita minta keterangan saja,” terang Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Prataz Guspitu, Kamis (27/4/2017). Istri Iwan ikut diamankan dan berstatus saksi. Karena turut menemani suaminya saat kabur. Hingga hari kedelapan ini, selain Iwan Junaidi, Polisi juga meringkus dua orang tahanan kabur lainnya. Sudah 14 orang tahanan yang kembali tertangkap. 3 orang masih jadi buronan Polisi.[beritajatim]

Related Posts

Comments are closed.