Pengunggah Berita Hoax di FB Moslem Cyber Army Ditangkap di Tasik

Pengunggah Berita Hoax di FB Moslem Cyber Army Ditangkap di Tasik

Polisi menangkap seorang pria yang mengunggah berita hoax di grup Facebook Moslem Cyber Army (MCA). Pria bernama Fuad Sidiq (26) itu diduga menyebar berita hoax tentang orang gila masuk ke pesantren Cipasung, Tasikmalaya. “Sudah kita tangkap satu orang yang melalukan penyebaran berita hoax ,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana dalam keterangan resminya, Rabu (28/2/2018) malam. Umar mengungkapkan Fuad mengunggah sebuah informasi di grup Facebook ‘United Muslim Cyber Army’, salah satu jaringan MCA. Dalam unggahannya pada 24 Februari 2018, Fuad menyertakan empat buah foto, di antaranya foto orang sedang diikat, foto orang dengan posisi terbaring dan terikat, foto kerumunan massa di pintu gerbang Ponpes Cipasung, dan foto golok serta pisau ditenteng orang. Fuad juga menuliskan caption dalam unggahannya yaitu: “Tertangkap lagi satu tadi siang…. orang gila masuk pesantren cipasung tasikmalaya… barang bukti sajam,” tulis Fuad. Unggahan Fuad menyebar hingga membuat masyarakat sekitar resah. Hingga akhirnya Polres Tasikmalaya menyelidiki unggahan tersebut. “Saat dilakukan penyelidikan, tidak sesuai dengan fakta ( hoax ). Foto yang diunggah kemungkinan asal ambil,” kata Umar. Hingga akhirnya malam tadi, Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil meringkus pelaku. Polisi menangkap Fuad di kediamannya di kawasan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. “Tujuan tersangka memberikan rasa tidak aman dan membuat kekhawatiran terhadap masyarakat seolah-olah situasi di Ponpes Cipasung tidak aman dan mendapat ancaman,” kata dia.

Polisi menangkap seorang pria yang mengunggah berita hoax di grup Facebook Moslem Cyber Army (MCA). Pria bernama Fuad Sidiq (26) itu diduga menyebar berita hoax tentang orang gila masuk ke pesantren Cipasung, Tasikmalaya. “Sudah kita tangkap satu orang yang melalukan penyebaran berita hoax ,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana dalam keterangan resminya, Rabu (28/2/2018) malam. Umar mengungkapkan Fuad mengunggah sebuah informasi di grup Facebook ‘United Muslim Cyber Army’, salah satu jaringan MCA. Dalam unggahannya pada 24 Februari 2018, Fuad menyertakan empat buah foto, di antaranya foto orang sedang diikat, foto orang dengan posisi terbaring dan terikat, foto kerumunan massa di pintu gerbang Ponpes Cipasung, dan foto golok serta pisau ditenteng orang. Fuad juga menuliskan caption dalam unggahannya yaitu: “Tertangkap lagi satu tadi siang…. orang gila masuk pesantren cipasung tasikmalaya… barang bukti sajam,” tulis Fuad. Unggahan Fuad menyebar hingga membuat masyarakat sekitar resah. Hingga akhirnya Polres Tasikmalaya menyelidiki unggahan tersebut. “Saat dilakukan penyelidikan, tidak sesuai dengan fakta ( hoax ). Foto yang diunggah kemungkinan asal ambil,” kata Umar. Hingga akhirnya malam tadi, Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil meringkus pelaku. Polisi menangkap Fuad di kediamannya di kawasan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. “Tujuan tersangka memberikan rasa tidak aman dan membuat kekhawatiran terhadap masyarakat seolah-olah situasi di Ponpes Cipasung tidak aman dan mendapat ancaman,” kata dia.

Stabilizer Matsuyama tersedia untuk instalasi listrik  3 Phase dan tersedia bermacam-macam model dan kapasitas untuk kelas perumahan dan industri , karena saat ini semakin banyaknya perumahan yang menggunakan listrik 3 phase, dan untuk kelas industri besar stabilizer Matsuyama menyediakan kapasitas terbesar diantara produsen Stabilizer yang ada. Stabilizer Matsuyama dengan System Servo Motor yang stabil dan menggunakan Digital Display yang informatif serta dukungan AWBS – Auto Wind Back System, menjadikan Stabilizer Matsuyama unggul di kelasnya.

1 2 Jokowi Lantik Pejabat KPK Jadi Kepala BNN Besok 3 Ini Cerita Warga Soal Marbut di Garut yang Rekayasa Penganiayaan 4 Pengunggah Gosip Hoax di FB Moslem Cyber Army Ditangkap di Tasik 5 Pelatih Tampines: Sisi Kanan Persija Istimewa 6 6 Jam Geledah Yacht Rp 3,5 Triliun, Polri-FBI Sita Sejumlah Barang 7 Foto: Pesawat Anti Jetlag 8 Foto: Hotel dengan Pemandangan Terburuk di Banyak sekali Negara 9 Foto: Benda Seni Paling Aneh di Gurun Pasir 10 8 Cara Mengenali Kepribadian Seseorang dari Rasa Es Krim Favoritnya

Tentu saja, peringatan yang dilakukan pada setiap 26 Desember tidaklah hanya mengenang kejadian bencana gempa dan tsunami yang pernah terjadi pada tanggal tersebut saja, melainkan juga menjadi media penting lainnya untuk selalu mengenang kembali setiap kejadian bencana lainnya yang pernah mendera Aceh” Hal itu, seperti gempa di dataran tinggi Gayo pada Selasa 2 Juli 2013, gempa di Pidie Jaya pada Rabu 7 Desember 2016, dan bencana-bencana mematikan lainnya yang dirasakan oleh saudara-saudara kita, baik yang terjadi di tanah air, maupun di luar negeri, termasuk juga konflik Aceh yang juga menimbulkan kehilangan, trauma dan korban jiwa.

Related Posts

Comments are closed.