Penerbangan Lion Air Rute Manado-Surabaya-Denpasar Delay 6 Jam

Penerbangan Lion Air Rute Manado-Surabaya-Denpasar Delay 6 Jam

Penerbangan Lion Air rute Manado-Surabaya-Denpasar tertunda berjam-jam. Penumpang pun resah karena merasa tak ada kejelasan dari pihak maskapai kapan mereka diterbangkan ke kota tujuan. Berdasarkan jadwal, pesawat dengan nomor penerbangan JT737 semestinya meninggalkan Bandara Sam Ratulangi, Manado, pada pukul 17.30 Wita, Jumat (22/12). Namun hingga pukul 23.45 WIB, penumpang masih tertahan di bandara. “Ini belum jelas. Tadi itu kan pesawat harusnya flight jam 17.40 Wita. Terus jam 17.30 Wita ada pengumuman bahwa penerbangan ini di delay jam 22.40 Wita,” ujar salah satu penumpang, Piyo, saat dimintai konfirmasi, Jumat (2/12/2017) pukul 23.45 WIB. “Terus jam 22.40 Wita katanya (pihak Lion Air) masih menunggu pesawat dari Jakarta. Ternyata pesawat dari Jakarta nggak cukup seatnya,” imbuh dia. Foto: Delay Lion Air di Bandara Manado. (Dok Penumpang) Piyo mengatakan pihak maskapai sudah memenuhi hak-hak penumpang yang terlantar dengan pemberian snack dan kompensasi sebesar Rp 300 ribu. Namun kompensasi tak cukup menenangkan penumpang yang harap-harap cemas menunggu untuk segera diterbangkan. “Di delay lagi nggak tahu sampai jam berapa. Banyak penumpang yang marah-marah. Katanya (pihak Lion Air) lagi menunggu pesawat dari Makassar,” jelas Piyo. Para penumpang ingin segera mendapat kepastian terkait jam terbang mereka. Piyo mengaku dirinya juga menunggu kepastian apakah dilakukan kebijakan memberi kamar penginapan untuk penumpang mengingat saat ini sudah tengah malam, atau pengembalian uang tiket (refund). “Di sini ada 4 personel dari Lion-nya. Avsec ada semua di sini, cuma mereka hanya bisa menenangkan saja. Ini nggak ada kejelasan apakah refund atau kompensasi atau menginapkan di hotel,” ucap Piyo. Foto: Delay Lion Air di Bandara Manado. (Dok Penumpang) Berdasarkan video yang diberikan Piyo, terlihat seorang pria berbatik cokelat berbicara kepada para penumpang. Dia hendak menenagkan, tetapi penumpang nampak terlanjur kecewa. “Yang lagi bicara Manager Lion Manado, Pak Jefri Johassan,” kata Piyo. Terdengar dalam video itu seorang ibu meluapkan kekeselannya kepada Jefri saat Jefri menerangkan pihaknya sudah berupaya menerbangkan pesawat dari Makkasar untuk penumpang. “Okelah di Makassar pesawat tertahan karena hujan. Kita penumpang tertahan karena apa? Badai? Tsunami? (Gunung) Lokon meletus?” hardik si ibu dalam video itu. “Bukan bu. Saya sudah berusaha mencari pesawat untuk memberangkatkan,” jawab Jefri. Foto: Delay Lion Air di Bandara Manado. (Dok Penumpang) “Terus kalau kaya begitu salah siapa? Seharusnya jam segini jam istirahat,” timpal ibu tersebut. Dikonfirmasi terpisah, Corporate Communication Lion Air Group Ramaditya Handoko mengaku belum tahu tentang kejadian ini dan meminta waktu untuk mengecek. “Saya masih nunggu informasi dari tim yang di Manado,” terang Ramaditya kepada detikcom.

Baca juga : lion air

Perjalanan Lion Air sempat mengalami hambatan ketika harus memberhentikan 13 armadanya karena dianggap kurang memenuhi standar OTP (On-time Performance). Lion Air sempat dikritik karena memiliki manajemen operasional yang dianggap kurang baik, terutama dalam hal penjadwalan dan keamanan, yang menyebabkannya sempat dilarang terbang ke Eropa. Namun, hal ini tidak membuat Lion Air patah semangat. Maskapai ini senantiasa berusaha memperbaiki kualitasnya hingga akhirnya berhasil meraih sertifikasi dari IATA pada 2016 lalu. Pada Juni 2016, pemerintah Uni Eropa pun kembali mengizinkan Lion Air untuk terbang ke daerah tersebut.

seperti di kutip dari https://www.traveloka.com

Saat ini, Lion Air melayani 183 rute penerbangan dengan tujuan domestik dan internasional. Dalam penerbangan domestiknya, Lion Air menyediakan layanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Jakarta, Bengkulu, Jambi, Gorontalo, Fakfak, Kaimana, Kendari, Kupang, Makassar, Manado, Pekanbaru, Solo, Semarang, Ambon, Aceh, Balikpapan, Medan, Batam, hingga Jayapura. Sedangkan untuk destinasi internasionalnya, Lion Air melayani penerbangan ke Singapura, Ho Chi Minh City di Vietnam, dan Kuala Lumpur dan Penang di Malaysia. Tak hanya terbatas wilayah Asia Tenggara, rute Lion Air juga telah mencapai wilayah Arab Saudi dan Tiongkok.

seperti di kutip dari https://www.traveloka.com

Pada awal masa beroperasi, Lion Air hanya melayani satu rute penerbangan, yaitu dari Jakarta menuju Pontianak. Penerbangan tersebut menggunakan pesawat Boeing 737-200. Walaupun berawal dari hanya dua armada, pada 2009 Lion Air menambah Boeing 747-400 sebagai armada barunya untuk melayani rute ke Jeddah yang mulai beroperasi di tahun berikutnya. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2011, Lion Air kembali memesan 201 pesawat jenis Boeing 737 MAX dan 29 unit Boeing 737-900ER. Saat ini, armada Lion Air terdiri dari 112 pesawat Boeing dan Airbus, yang terdiri dari Boeing 737-900ER, Boeing 737-800NG, Boeing 747-400, dan Airbus A330-300. Demi memenuhi tingginya permintaan transportasi udara, Lion Air memilih pesawat komersial dengan lorong tunggal yang sangat efisien untuk penerbangan domestik dan pesawat komersial dengan lorong ganda untuk penerbangan yang mampu menampung banyak penumpang di penerbangan internasional.

seperti di kutip dari https://www.traveloka.com

Lion Air pertama kali menerima pesawat Boeing 737-900ER pada April 2007. Pesawat ini menggunakan bahan bakar yang mampu mengurangi emisi karbon hingga 4% sehingga meninggalkan jejak karbon yang lebih kecil dibandingkan dengan pesawat lain. Dengan ini, Lion Air menjadi maskapai pertama yang menggunakan armada Boeing hibrida di Asia. Pesawat tangguh ini juga dapat terbang sekitar 500 nmi hingga 3.200 nmi (5.925 km), dengan kapasitas 215 kursi kelas ekonomi. Kini, Lion Air memiliki sebanyak 71 unit pesawat jenis ini.

seperti di kutip dari https://www.traveloka.com

Setelah merasakan efisiensi penggunaan bahan bakar pada jenis pesawat Boeing 737-900ER, Lion Air terus berinovasi dengan mencoba menggunakan pesawat Boeing 737-800NG pada 2012. Pesawat Boeing 737-800NG mampu menampung hingga 189 penumpang. Saat ini, Lion Air sudah memiliki 32 unit pesawat Boeing 737-800NG. Selain memiliki pesawat berbadan kecil, Lion Air juga memiliki pesawat berjenis Boeing 747-400, armada terbesar pertama yang pernah dimiliki oleh Lion Air. Didatangkan pada 2009, pesawat yang dikenal dengan istilah Jumbo Jet ini memiliki empat mesin yang dapat terbang dengan kecepatan hingga 909 km/jam dan mampu terbang dengan jarak terjauh di kisaran 13.570 km hingga 15.000 km. Kini, Lion Air memiliki dua unit pesawat Boeing 747-400, dengan kapasitas masing-masing 506 penumpang.

Penerbangan Lion Air rute Manado-Surabaya-Denpasar tertunda berjam-jam. Penumpang pun resah karena merasa tak ada kejelasan dari pihak maskapai kapan mereka diterbangkan ke kota tujuan. Berdasarkan jadwal, pesawat dengan nomor penerbangan JT737 semestinya meninggalkan Bandara Sam Ratulangi, Manado, pada pukul 17.30 Wita, Jumat (22/12). Namun hingga pukul 23.45 WIB, penumpang masih tertahan di bandara. “Ini belum jelas. Tadi itu kan pesawat harusnya flight jam 17.40 Wita. Terus jam 17.30 Wita ada pengumuman bahwa penerbangan ini di delay jam 22.40 Wita,” ujar salah satu penumpang, Piyo, saat dimintai konfirmasi, Jumat (2/12/2017) pukul 23.45 WIB. “Terus jam 22.40 Wita katanya (pihak Lion Air) masih menunggu pesawat dari Jakarta. Ternyata pesawat dari Jakarta nggak cukup seatnya,” imbuh dia. Foto: Delay Lion Air di Bandara Manado. (Dok Penumpang) Piyo mengatakan pihak maskapai sudah memenuhi hak-hak penumpang yang terlantar dengan pemberian snack dan kompensasi sebesar Rp 300 ribu. Namun kompensasi tak cukup menenangkan penumpang yang harap-harap cemas menunggu untuk segera diterbangkan. “Di delay lagi nggak tahu sampai jam berapa. Banyak penumpang yang marah-marah. Katanya (pihak Lion Air) lagi menunggu pesawat dari Makassar,” jelas Piyo. Para penumpang ingin segera mendapat kepastian terkait jam terbang mereka. Piyo mengaku dirinya juga menunggu kepastian apakah dilakukan kebijakan memberi kamar penginapan untuk penumpang mengingat saat ini sudah tengah malam, atau pengembalian uang tiket (refund). “Di sini ada 4 personel dari Lion-nya. Avsec ada semua di sini, cuma mereka hanya bisa menenangkan saja. Ini nggak ada kejelasan apakah refund atau kompensasi atau menginapkan di hotel,” ucap Piyo. Foto: Delay Lion Air di Bandara Manado. (Dok Penumpang) Berdasarkan video yang diberikan Piyo, terlihat seorang pria berbatik cokelat berbicara kepada para penumpang. Dia hendak menenagkan, tetapi penumpang nampak terlanjur kecewa. “Yang lagi bicara Manager Lion Manado, Pak Jefri Johassan,” kata Piyo. Terdengar dalam video itu seorang ibu meluapkan kekeselannya kepada Jefri saat Jefri menerangkan pihaknya sudah berupaya menerbangkan pesawat dari Makkasar untuk penumpang. “Okelah di Makassar pesawat tertahan karena hujan. Kita penumpang tertahan karena apa? Badai? Tsunami? (Gunung) Lokon meletus?” hardik si ibu dalam video itu. “Bukan bu. Saya sudah berusaha mencari pesawat untuk memberangkatkan,” jawab Jefri. Foto: Delay Lion Air di Bandara Manado. (Dok Penumpang) “Terus kalau kaya begitu salah siapa? Seharusnya jam segini jam istirahat,” timpal ibu tersebut. Dikonfirmasi terpisah, Corporate Communication Lion Air Group Ramaditya Handoko mengaku belum tahu tentang kejadian ini dan meminta waktu untuk mengecek. “Saya masih nunggu informasi dari tim yang di Manado,” terang Ramaditya kepada detikcom.

Di media sosial beredar kisah calon yang batal terbang karena mendapati pesawat Lion Air yang akan ditumpanginya sudah penuh. Seperti ini ceritanya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (20/12/2017) malam. Pesawat Lion Air JT 010 sedianya terbang pada pukul 20.45 WIB. Dan persoalan yang dihadapi calon penumpang tidak hanya delay di malam itu. Saat pengumuman penumpang boleh memasuki pesawat, tak semua penumpang bisa masuk. Seorang calon penumpang bernama Tris Destiana mengisahkan dia begitu kaget ketika mendapati pesawat tujuan Bali tersebut sudah dipenuhi dengan penumpang. Padahal tentu saja dia sudah check in. “Tapi saat kami sudah di pintu pesawat, ternyata pesawat penuh. Sekitar 25 penumpang lebih tidak dapat tempat duduk yang seharusnya itu adalah HAK KAMI! Ada 2 anak bayi, 1 manula WNI yg sedang sakit, 1 Manula WNA, penumpang lokal & sekitar 7 orang penumpang WNA,” kata Tris dalam postingan di laman Facebooknya, Kamis (21/12/2017) kemarin. “Saat itu pihak Lion berkata, tenang bu akan ada pesawat selanjutnya, ibu akan dipindahkan ke pesawat tersebut (sambil menunjukan bukti percakapan tim mereka) Lalu kami digiring untuk menaiki Bus kembali yg katanya langsung menuju pesawat. Tapi ternytata SEMUA ITU TIPU DAYA MEREKA!! Kami diturunkan dipintu masuk kembali ke Terminal 1. TIDAK ADA PESAWAT SELANJUTNYA. Tadi adalah pesawat terakhir,” sambung Tris. Tris juga mempersoalkan mengenai refund kepada para penumpang yang batal terbang. Menurut Tris ada perbedaan jumlah duit refund, berkisar dari Rp 300 ribu sampai Rp 150 ribu. Penjelasan Lion Air Lion Air meminta maaf mengenai kejadian ini. Menurut manajemen Lion Air kejadian itu terjadi karena penggantian pesawat yang lebih kecil. Berikut penjelasan Lion Air: Izin menyampaikan atas nama manajemen lion air kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami beberapa pelanggan kami atas pelayanan yang kurang berkenan pada penerbangan Lion Air JT 010 menuju Denpasar yang berangkat pada pukul 22.00, 20 Desember 2017 Terkait dengan hal tersebut terjadi dikarenakan pesawat dengan tipe boeing 737-900 ER yang seharusnya melayani penerbangan menuju denpasar JT 010 diharuskan dilakukannya pengecekan ulang oleh teknisi dan engineer kami dan dinyatakan membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk mengantisipasi waktu dan meminimalisir keterlambatan, manajemen memutuskan untuk menggunakan pesawat pengganti yang saat itu ada di cengkareng namun berbeda tipe yaitu 737-800 yang dimana pesawat tersebut memiliki konfigurasi seat lebih sedikit dibandingkan 737-900 Namun hal tersebut memiliki konsekuensi yaitu adanya over pax. Beberapa pax yang mengalami hal tersebut telah kami berikan kebijakan berupa uang 300 ribu + 150 ribu + penginapan + transport menuju penginapan, serta pilihan reschecule, refund, atau endorse. Ke 20 pax tersebut telah di berangkatkan pada 21 Desember melalui JT 034 yang berangkat pada pukul 04.30.

SURABAYA – Sedikitnya ada 29 penerbangan dari 6 maskapai di Bandara Juanda, sampai Rabu (8/2/2017) sore, mengalami delay atau penundaan penerbangan antara 15 menit hingga 1,5 jam. Penundaan penerbangan tersebut akibat cuaca buruk berupa angin kencang. Data Pusat Informasi PT Angkasa Pura 1 Surabaya, tercatat sejak Rabu pagi hingga sore tercatat ada 29 penerbangan yang mengalami delay. Dari sejumlah rute penerbangan, delay paling banyak terjadi pada rute penerbangan yang padat, seperti Surabaya-Jakarta, Surabaya-Makassar, dan Surabaya-Denpasar. “Sejumlah penerbangan melalui Bandara Juanda mengalami delay atau penundaan jam terbang antara 15 menit hingga 1,5 jam,” kata General Manager PT Angkasa Pura 1 Surabaya, Yuwono. Tingginya jumlah delay penerbangan, selain dipengaruhi faktor cuaca angin kencang, juga akibat banyak pesawat yang mengalami keterlambatan landing di Bandara Juanda. Tentu ini berdampak pada penerbangan berikutnya dengan menggunakan pesawat yang sama . Akibatnya terjadi penumpukan calon penumpang di ruang tunggu bandara. Ruang tunggu khusus untuk penumpang delay disediakan di bagian belakang terminal keberangkatan domestik. Banyak calon penumpang yang delay hingga 2 jam. Terkait kondisi ini, pihak maskapai tidak bisa berbuat banyak, karena murni dipengaruhi oleh faktor cuaca dan alam. Yuwono menjelaskan, hasil pantauan BMKG Juanda cuaca buruk angin kencang di area bandara  diprediksi terjadi antara pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB. BMKG juga memprediksi cuaca buruk angin kencang akan terjadi 3-4 hari ke depan dan berpengaruh pada jadwal penerbangan. “Pengguna jasa penerbangan yang akan terbang melalui Bandara Juanda selama 3-4 hari ke depan perlu mempertimbangkan jam penerbangan. Mengingat cuaca buruk angin kencang yang diprediksi bmkg akan terjadi selama 4 hari ke depan,” ujarnya. Terkait tingginya delay akibat angin kencang ini, pihak pengelola bandara menyiapkan ruang tunggu khusus di area bandara. PT Angkasa Pura kini juga menyediakan 44 apron atau lahan parkir pesawat di Terminal 1 dan Terminal 2, Bandara Juanda. (wib)

Denpasar 06 Des 2017 18:34 Polisi menyebut penangkapan kapten pilot Lion Air yang juga pengguna sabu berlangsung tak sengaja. Peristiwa 06 Des 2017 18:33 Ini bukan pertama kalinya pilot Lion Air tertangkap menggunakan obat-obatan terlarang. Denpasar 06 Des 2017 15:04 Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap kasus narkoba yang menyeret pilot Lion Air ini. Ekonomi 06 Des 2017 10:45 Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengecam tindakan pilot tersebut dan akan dikenai sanksi seberat-beratnya. Denpasar 06 Des 2017 10:31 Polisi sudah meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada saat penggerebekan pilot Lion Air tersebut. Peristiwa 05 Des 2017 19:32 Deteksi dini pilot pengguna narkoba penting demi menjamin keselamatan penerbangan. Peristiwa 05 Des 2017 19:25 Ini bukan kali pertama oknum pilot tertangkap mengonsumsi narkoba. Denpasar 05 Des 2017 18:30 Saat penangkapan pilot Lion Air akibat sabu, ada dua wanita yang juga diperiksa pihak kepolisian. Siapa mereka? Peristiwa 05 Des 2017 12:55 Pilot Lion Air, MS, pada Senin malam, 4 Desember 2017 diperiksa dan diduga sedang menggunakan narkoba saat digeledah di hotel. Peristiwa 05 Des 2017 12:10 Lion Air rutin menggelar tes urine kepada awak maskapainya, khusus pilot tes dilakukan enam bulan sekali. Peristiwa 05 Des 2017 11:31 Pihak Lion Air mendukung upaya aparat dalam upaya pemberantasan narkotika. Peristiwa 05 Des 2017 11:12 Penangkapan dilakukan Senin, 4 Desember 2017, sekitar pukul 22.00 WIB. Denpasar 05 Des 2017 11:06 Saat ini, kapten pilot Lion Air itu sudah ditahan di Polres Kupang Kota. Ekonomi 01 Des 2017 18:00 Manajemen grup Lion Air menyatakan ada potensi kehilangan pendapatan dengan ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ekonomi 01 Des 2017 14:25 Penambahan rute baru Batik Air akan dilayani dengan pesawat narrow body seperti Boeing 737-800 atau Airbus 320. Ekonomi 27 Nov 2017 12:01 Terkait erupsi Gunung Agung, pembatalan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan penumpang. Ekonomi 26 Nov 2017 20:51 Lion Air Group yang menaungi beberapa maskapai seperti Lion Air, Wings Air, dan Batik Air. Kalimantan 12 Nov 2017 19:03 Ada empat jadwal penerbangan Garuda Indonesia batal terbang dari Bandara Supadio. Peristiwa 15 Okt 2017 12:57 Tidak terima dengan keputusan direksi Lion Air, 18 pilot pun kemudian mengajuk gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial DKI Jakarta.

Related Posts

Comments are closed.