Pemprov DKI Ubah Sebutan PKL Jadi PKM, Apa Itu?

Pemprov DKI Ubah Sebutan PKL Jadi PKM, Apa Itu?

Pemprov DKI Jakarta mulai hari ini tak lagi menggunakan istilah Pedagang Kaki Lima (PKL). Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan mulai hari ini sebutan PKL diubah menjadi PKM alias Pengusaha Kecil Mandiri. “Mulai hari ini, kami khususnya untuk di Tanah Abang dan di tempat lain mulai menggunakan terminologi baru. Bukan PKL, tapi PKM yaitu pengusaha kecil mandiri,” kata Sandiaga saat jumpa pers di Jakarta Smart City, Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2017). Menurtnya, sebutan PKL tidak pantas lagi digunakan. Sebab, berdasarkan data PKM merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product (GDP). “PKM ini seperti kita ketahui adalah tulang punggung perekonomian kita. 67 Persen dari GDP kita disumbang oleh PKM dan 97 persen lapangan pekerjaan disumbang oleh PKM,” terang Sandiaga. Bahkan, sambung Sandiaga, merujuk pada data perbankan, PKM merupakan kreditur paling patuh. Tingkat kepatuhan PKM terhadap cicilan pinjaman mereka tinggi. “Berdasarkan data-data perbankan, PKM itu tingkat kepatuhannya di atas 90 persen, tidak pernah ngemplang kredit, dan pajaknya, tingkat kepatuhannya juga tinggi,” jelas dia. Karena itu, Wagub usungan Partai Gerindara dan PKS ini mengatakan bahwa PKM merupakan pelaku ekonomi yang bakal mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov DKI Jakarta. “Jadi (PKM) ini adalah sektor yang ingin kami jaga sesuai dengan tadi tiga utama. Satu mengatasi pengangguran, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan tidak semakin melebar,” tutup Sandiaga.

Laporan kemacetan di kawasan Tanah Abang disebut menurun setelah Jl Jati Baru Raya ditutup. Penurunan laporan kemacetan dihitung berdasarkan data yang masuk ke aplikasi ponsel pintar Waze. “Data (penurunan laporan) berdasarkan data dari Waze. Jadi, di Waze itu kan ada pengguna yang melaporkan kondisi kemacetan. Nah di Jakarta ini kan ada sekitar 2 juta pengguna Waze aktif tiap hari melaporkan kondisi kemacetan. Nah itu yang kita coba hitung,” kata Kepala Unit Jakarta Smart City Setiaji, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2017). Setiaji menjelaskan laporan Waze yang didata khusus laporan kemacetan di kawasan Tanah Abang sejak tanggal 14-26 Desember 2017. Secara spesifik, dari titik kemacetan yang dilaporkan harus berjarak maksimal 1 kilometer (km) dari rute bus TransJakarta Explorer. ” Range (jarak) yang kami ukur adalah di 1 km dari sisi sentral Tanah Abang mengkover lintasan (TransJ) Explorer,” jelas Setiaji. Dari data yang ditampilkan, laporan kemacetan pada tanggal 26 Desember berkurang signifikan jika dibandingkan dengan laporan pada tanggal 21 Desember. Pada tanggal 26 Desember laporan yang masuk sebanyak 3.263, sedangkan pada tanggal 21 Desember laporan kemacetan yang masuk sebanyak 11.063 laporan. Namun, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno data penurunan laporan kemacetan itu belum final. Sebab, terbantu oleh musim liburan. “Ada penuruan dari laporan kemacetan, tapi ini data belum bisa kita sebut valid karena ini kita kena libur. Tapi ada penurunan sekitar 56 persen. Nanti kita bisa lihat setelah Januari, normal lagi nggak datanya,” terang Sandiaga. Pemprov DKI Jakarta menerapkan konsep baru kawasan Tanah Abang pada 22 Desember lalu. Ada beberapa konsep baru yang diterapkan, mulai dari penutupan Jl Jati Baru Raya, relokasi PKM sampai perubahan trayek angkutan umum.

Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi membenarkan telah ada kesepakatan dengan Deddy Mizwar mengenai posisi calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk di Pilgub Jabar 2018. Saat ini menurutnya masing-masing partai tinggal membuat surat rekomendasi resmi terkait pasangan tersebut. “Kesepahaman ada tapi kita belum buat tertulis. Karena kalau tertulis harus kesepakatan partai-partai. Kalau institusi harus ada kajian lebih lanjut,” kata Dedi saat ditemui di Hotel Aston, Jalan Dr Djundjunan, Kota Bandung, Jumat (29/12/2017). Tapi sama seperti Deddy Mizwar, pria yang juga menjabat sebagai Bupati Purwakarta ini belum mau membocorkan siapa sosok yang menjadi kandidat calon gubernurnya. “Sudah ada kesepakatannya tinggal menulis. Tapi kita tidak bicara dulu. Yang penting saya dan Pak Deddy Mizwar sudah saling memahami,” ucap Dedi. Meski tidak secara tegas menyatakannya, namun sepertinya Dedi rela bila dijadikan pendampingnya Deddy Mizwar. Karena yang paling penting adalah sama-sama bekerja. “Untuk bicara persoalan posisi kita tidak mau melakukan perdebatan tentang posisi. Karena bagi saya kekuasan itu bukan pada posisinya. Tapi pada kemampuan kita bekerja. Saya ini adalah pekerja dan ingin tetap bekerja,” ujarnya. Dedi juga menegaskan, akan tetap setia berpasangan dengan Deddy Mizwar untuk maju bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. “Saya berketetapan hati untuk terus dengan pasangan ini,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, Partai Golkar dan Partai Demokrat sepakat berkoalisi di Pilgub Jabar dengan mengusung Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Tapi belum diketahui siapa yang akan menjadi bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur dari kedua tokoh tersebut. Deddy Mizwar menyebut penentuan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur sudah selesai dibahas. Hanya saja dia mengaku belum bisa mengumbarnya ke pada publik mengenai komposisi tersebut. “Insya Allah sudah tidak ada masalah. Udah selesai. Cuman saya enggak boleh ngomong,” kata Deddy.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pengelola portal online harokah.com, Jhony Kenedy Sinaga (35). Polisi bergerak setelah mendapat aduan mengenai Jhony yang diduga mengunggah infomasi imbauan bagi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang beragama Muslim untuk hengkang. “Iya benar, telah diamankan pelaku penyebar berita terkait sebagai pengelola akun Harokah,” ujar Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safrudin saat dihubungi, Jumat (29/12/2017). Asep mengatakan Jhony diamnakan atas laporan yang dibuat Sekretaris Jendral PDIP, Hasto Kristianto pada Rabu (20/12). Hasto mempolisikan Jhony atas pemberitaan di portal berita harokah.com yang mengajak anggota PDIP beragama Muslim keluar dari Partai berlambang banteng itu. “Kemudian hari Kamis, 28 Desember 2017 pukul 15.30 WIB telah dilakukan penangkapan terhadap Pelaku yang memposting berita berjudul “Umat Islam Yang Ada PDIP Dihimbau Keluar,” ujar Asep. Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa unit laptop merek Compaq, 1 unit HP merek Advan, 2 buah kartu ATM Bank Mandiri Syariah dan 1 buah KTP. Atas perbuatannya, pelaku diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) dan atau Pasal 45a ayat (2) jo 28 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHPidana tentang Penghinaan/Pencemaran Nama Baik dan atau SARA. “Tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara,” ucapnya.

Andi Lala dituntut hukuman mati dalam kasus pembunuhan di Medan, Sumatera Utara. Setelah dituntut mati, Andi memohon maaf dan memohon hukuman yang ringan. “Saya atas nama Andi Lala, saya mohon maaf, mohon ampun kepada pihak keluarga yang ditinggalkan,” kata Andi Lala seusai persidangan di PN Medan, Jumat (29/12/2017). Andi menerima tuntutan hukuman mati yang dilayangkan jaksa Kadlan Sinaga. Namun, pada vonis nantinya, dia berharap diberi keringanan. “Saya ikhlas menerimanya kalau ini memang sudah takdir. Harapannya, vonis saya mohon diringankan, seumur hidup atau 20 tahun,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, selain Andi Lala, dua terdakwa lainnya dalam kasus ini menjalani sidang tuntutan. Andi Saputra dituntut 20 tahun penjara dan Roni Anggara dituntut seumur hidup. Ketiga terdakwa dianggap telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1. Kasus ini terjadi pada Minggu (9/7). Motif pembunuhan sekeluarga yang menewaskan Riyanto (40), Sri Ariyanti (40), Sumarni (60), Naya (13), dan Gilang itu adalah dendam. Korban yang dibunuh adalah suami, istri, anak, dan mertua. Selain lima korban tewas, seorang anak balita sempat mengalami kritis. Balita itu bernama Kinara. Sebelum tertangkap, Andi Lala berusaha melarikan diri dan berpindah lokasi. Dia akhirnya tertangkap di rumah saudaranya di Indragiri Hilir, Riau.

Sepanjang 2017, jajaran Polda Banten mengungkap 563 kasus penyalahgunaan narkoba. Dari ratusan kasus tersebut, 745 orang dijadikan tersangka. Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, dibanding pada 2016, pengungkapan kasus narkoba di Banten mengalami peningkatan. Tahun lalu, 531 kasus narkoba diungkap dengan tersangka 685 orang. “Terjadi peningkatan pengungkapan narkoba, naiknya angka tidak lepas dari upaya anggota di lapangan,” kata Listyo saat jumpa pers di Mapolda Banten, Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Kota Serang, Jumat (29/12/2017). Foto: Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo menyampaikan rilis akhir tahun. (Bahtiar/detikcom) Menurutnya, 11.951,05 gram ganja, 744,78 gram sabu, dan 12 butir ekstasi berhasil diamankan dari kasus-kasus itu. Polisi juga berhasil menyita 637,8 gram tembakau Gorilla. Barang bukti yang disita itu belum termasuk ribuan butir Tramadol, Hexymer, Trihexyphenidyl, Dexa, dan Zenith. Dari kasus-kasus itu, Polda Banten menemukan 417 pengedar dan 322 pemakai. Rata-rata penyalahgunaan ini dilakukan kelompok usia 30 tahun ke atas dengan latar belakang pendidikan SMA.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut berhasil menggagalkan pengiriman ganja seberat 68 kilogram dari tangan seorang kurir. Kiprah pengungkapan kasus tersebut tercatat dalam laporan BNN Garut di sepanjang 2017. Kepala BNN Garut Anas Saepudin menjelaskan pengungkapan tersebut terjadi pada Juni 2017. Bermula dari laporan masyarakat, BNN kemudian menelusurinya. “Saat itu, awalnya ada laporan dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman ganja ke Garut dari wilayah Cirebon. Kemudian kami telusuri,” ungkap Anas kepada wartawan di kantor BNN Garut, Jalan Patriot, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (29/12/2017). Penyergapan terhadap kurir itu dilakukan oleh anggotanya bersama sejumlah petugas BNN Jabar. Barang bukti berupa ganja berhasil disita. “Beratnya 68 kilogram,” katanya. Karena lokasi penangkapan berada di Cirebon, sambung Anas, kasus tersebut kini ditangani BNN Jabar. Sementara itu, selama tahun 2017 ini BNN Garut juga berhasil menggagalkan tiga kasus peredaran narkotik lainnya. Lima tersangka diamankan dari pengungkapan itu. Diantaranya adalah kasus pengiriman narkotik jenis ganja yang melibatkan dua orang tenaga kerja kontrak (TKK). “Dua orang TKK sebagai pemesan. Seorang merupakan TKK di salah satu SMA (sekolah menengah atas) di Garut. Tersangka yang satu lagi, menurut pengakuannya (TKK) di Cianjur. Modus pengiriman lewat jasa pengiriman barang,” ujar Anas. Ada juga peredaran narkotik jenis yang sama di kawasan wisata Cipanas, Tarogong Kaler, yang digagalkan BNN Garut. “Modusnya dua orang kurir masuk ke kawasan wisata Cipanas dan menyamar sebagai wisatawan. Mereka diam di mobil di area itu dan mengedarkan ganja,” tutur Anas. Hasil pengembangan dari kasus itu, BNN kemudian mengamankan seorang lainnya sebagai pengedar sekaligus pemakai di sekitar kawasan Cipanas. “Dari tiga kasus itu, barang bukti ganja seberat 392,47 gram kita amankan,” kata Anas.

Catherine Coyne, pernah tinggal di Jakarta selama lebih dari setahun saat mengikuti program relawan ‘ Australian Volunteers International Development ‘ bersama dengan Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan). Profil singkat Catherine Coyne: Pernah menjadi relawan untuk Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) di Jakarta Di Bali, Emily pernah jadi editor dan penulis untuk sebuah situs khusus kesehatan bagi perempuan Pernah menjadi asisten riset untuk Dr Zane Goebel, seorang antropolog di bidang bahasa Indonesia dan Jawa di La Trobe University, Melbourne Pernah dua kali mendapat beasiswa Darmasiswa untuk belajar bahasa Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Memenangkan penghargaan National Australia Indonesia Language Award 2017 untuk kategori Wild Card Perempuan asal Alice Springs, di kawasan gurun Australia Tengah ini mengaku menemukan banyak persamaan antara Indonesia dan Australia. Tahun ini, Catherine menerima salah satu penghargaan lomba berbahasa Indonesia tingkat nasional di Australia, atau National Australia Indonesia Language Awards (NAILA) dengan topik pembicaraan soal Go-Jek. Penghargaan ini menjadi bukti jika Catherine mahir berbahasa Indonesia. Saat Erwin Renaldi dari ABC mewawancarainya dengan bahasa Inggris, Catherine menyisipkan beberapa ekspresi dalam bahasa Indonesia. Untuk kompetisi NAILA, Anda membuat video tentang Go-Jek dalam bahasa Indonesia, kemudian Anda dikenal sebagai ‘Go-jek Girl’. Bagaimana awal jatuh cinta Anda pada ojek berbasis aplikasi ini? Salah satu tantangan di Jakarta adalah berjalan di jalanan, tak heran jika teman-teman kantor saya kaget saat tiba di kantor, udah keringat, udah lelah. Semua orang tahu kita tak semestinya berjalan di jalanan Jakarta. Hingga akhirnya saya temukan Go-Jek dan mengubah hidup saya, lega sekali rasanya. Sebelumnya saya pakai ojek tapi… keselamatannya menjadi masalah bagi saya, karena saya dilecehkan beberapa kali di jalanan. Saya sempat merasa tertekan untuk menginjakkan kaki di jalanan hingga ketemu Go-jek! Saya tahu mereka di kawasan saya tinggal dan kadang suka berkumpul bersama mereka. Jika mereka melihat saya jalan dekat rumah, mereka menawarkan tumpangan gratis! Dalam video itu, Anda terdengar memakai ekspresi yang tengah populer di Indonesia. Bagaimana cara belajarnya? ..di dalam bahasa Indonesia selalu ada kata-kata baru yang muncul setiap minggunya. Itulah alasannya saya suka ‘bahasa gaul’, yang sangat kreatif, ekspresif, dan bisa menyampaikan banyak arti dalam satu ungkapan. Saya punya halaman Facebook yang khusus soal bahasa gaul dan menyimpang kata-kata baru, juga berbagi pertanyaan dan jawaban dengan member grup. Saya belajar bahasa Indonesia di Udayana di Bali, UNPAS di Bandung, Wisma Bahasa di Jogja, dan La Trobe di Melbourne. Tetapi saya belajar bagaimana berbicara bahasa Indonesia dengan menghabiskan waktu bersama teman-teman Indonesia. Menurut saya penting untuk memiliki campuran antara belajar formal dan informal, jika kita ingin memperdalam belajar bahasa. Anda bisa menonton cuplikan dari video buatan yang diikutsertakan oleh Catherine untuk kompetisi berbahasa Indonesia tingkat nasional disini . VIDEO Setelah tinggal di Jakarta dan beberapa kali pergi ke Indonesia, apakah menurut Anda ada persamaan budaya diantara Indonesia dan Australia? Saya rasa ada sejumlah persamaan yang membuat kita menjadi nyaman dengan satu sama lain. Persamaan yang utama adalah bagaimana kita sama-sama santai. Ini terlihat jelas dari ungkapan yang sering kita ucapkan, ‘Gak apa-apa’ dan ‘No worries’. Ketika saya pergi ke kawasan wisata di Indonesia, orang-orang sering mengatakan jika orang Australia jadi turis asing favorit mereka karena alasan ini. Menurut saya penting juga bagi kita untuk tahu perbedaan yang dimiliki satu sama lain, karena ini jadi hal yang paling menarik. Mengapa saluran YouTube milik Sacha Stevenson, How to Act Like An Indonesia sangat popular bagi bukan orang Australia? Karena menekankan sekaligus merayakan keunikan Indonesia yang membedakan dari negara-negara lainnya. Seperti apa rasanya tinggal di kawasan gurun Australia dan apakah sulit untuk terus mempraktikkan bahasa Indonesia? Saya tinggal di Alice Springs, kota terpencil di Australia Tengah, jumlah penduduknya sekitar 28 ribu orang. Saya pindah kesini untuk bisa tinggal dengan keluarga, setelah tinggal di Jakarta dan tentu sangat berbeda dengan Ibu Kota. Lapang, ruang terbuka, langit biru, udara segara, tidak ada orang! Membuat saya terkejut tapi jadi ajang istirahat setelah hidup di kota besar. Sekarang, ada sekitar 12 orang yang tinggal di sini, dan hanya ada satu orang Jakarta, kita berteman tentunya. Saya tidak punya banyak kesempatan belajar bahasa Indonesia, jadi kemampuan saya sudah berkurang. Tapi saya coba untuk terus berhubungan dengan teman-teman saya dan untuk tahu berita-berita soal Indonesia. Catherine Coyne sedang membonceng teman dalam salah satu adegan di videonya. (Foto: YouTube, Catherine Emily ) Kota di Indonesia mana yang menjadi favorit Anda dan mengapa? Gue sangat suka Jakarta, tapi kalau tinggall di Jakarta pasti pusing terus! Karena saya menghabiskan banyak waktu di Denpasar di kampus seberang rumah sakit Sanglah, jadi merasa sangat terikat dengan kota itu. Saya suka persimpangan lima di Jalan Teuku Umar… Tapi favorit saya adalah Ubud. Jalur Campuhan ridge walk sangat luar biasa dan saya suka kesibukan yang berdampingan dengan rutinitas sehari-hari, seperti upacara-upacara yang indah dan berwarna. Saya juga suka yoga dan memiliki kualifikasi sebagai guru Hath yoga. Saya mengikuti pelatihannya di Ubud awal tahun lalu.

Partai Golkar belum mempunyai keputusan tetap soal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusungnya di Pilgub Jawa Barat nanti. Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi juga disebut masih punya kemungkinan untuk berduet dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. “Sampai sekarang bahwa DPP Golkar belum memutuskan Dedi berpasangan dengan siapa. Bisa Deddy Mizwar, bisa dengan PDIP, bisa Ridwan Kamil. Jadi masih terbuka ruang,” kata politikus senior Golkar, Happy Bone Zulkarnain, di Diskusi Kopi & Ruang Berbagi, Jl Halimun Raya, Jakarta Selatan, Jumat (29/12/2017). Dia mengatakan Golkar juga belum memutuskan soal dipasangkannya Dedi Mulyadi (Demul) dengan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar (Demiz). Menurutnya saat ini Golkar masih menunggu aspirasi politik dari publik. “Belum ada. Kita tidak seperti itu. Jadi sekarang itu intinya DPP baru menerima dan kemudian kita minta waktu melakukan exercise,” tuturnya. Saat ini Golkar juga belum memutuskan soal formasi cagub-cawagub antara Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar. Dedi Mulyadi diminta untuk menyampaikan keputusan kepada DPP Golkar nantinya. “Pertama DPP sudah memutuskan Demul yang menjadi gubernur atau wagub. Kemudian Demul diminta yah semacam shopping politic yah, kira-kira dengan siapa dia bisa berpasangan nah kemudian ketika dia audah mendapatkan itu dia harus disampaikan pada DPP. Supaya apa yang dipilih Dedi sesuai harapan DPP. Oleh karena iitu nanti diserahkan pada DPP,” ungkap dia. Diberitakan sebelumnya, Partai Golkar dan Partai Demokrat sepakat berkoalisi di Pilgub Jabar dengan mengusung Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi bahkan membenarkan telah ada kesepakatan dengan Deddy Mizwar mengenai posisi calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk di Pilgub Jabar 2018. Saat ini menurutnya masing-masing partai tinggal membuat surat rekomendasi resmi terkait pasangan tersebut. “Kesepahaman ada tapi kita belum buat tertulis. Karena kalau tertulis harus kesepakatan partai-partai. Kalau institusi harus ada kajian lebih lanjut,” kata Dedi saat ditemui di Hotel Aston, Jalan Dr Djundjunan, Kota Bandung, Jumat (29/12). Tapi sama seperti Deddy Mizwar, pria yang juga menjabat sebagai Bupati Purwakarta ini belum mau membocorkan siapa sosok yang menjadi kandidat calon gubernurnya. “Sudah ada kesepakatannya tinggal menulis. Tapi kita tidak bicara dulu. Yang penting saya dan Pak Deddy Mizwar sudah saling memahami,” ucap Dedi.

Related Posts

Comments are closed.