PDIP Usung Ridwan Kamil Jadi Bakal Cagub Jabar

PDIP Usung Ridwan Kamil Jadi Bakal Cagub Jabar

PDIP mengusung Ridwan Kamil jadi bakal cagub Jabar. Pengumuman ini disampaikan seusai rapat internal di kediaman Megawati Soekarnoputri. “Rapat memutuskan PDIP mendukung Ridwan Kamil,” ujar Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira dari rilis Tim Media Ridwan Kamil, Jumat (5/1/2018). Namun Andreas enggan membocorkan nama cawagub untuk Ridwan Kamil yang diusung PDIP. Saat ini beredar kabar eks Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan yang menjadi cawagub Ridwan Kamil. Andreas menuturkan PDIP siap memenangkan Ridwan Kamil di Jabar. PDIP sejalan dengan koalisi pendukung Ridwan Kamil (NasDem, PPP, PKB, dan Hanura). “Prinsipnya, kami sejalan dengan barisan koalisi pendukung Pak Ridwan Kamil untuk menang di Pilkada Jabar,” jelas Andreas. PDIP akan mengumumkan cagub Jabar secara resmi pada 7 Januari 2018. Pengumuman ini bersamaan dengan wilayah lainnya, seperti Jateng dan Sumsel.

Baca juga : pilkada jabar 2018

Jawa Barat 05 Jan 2018 18:11 Dedi Mulyadi memakai batik berwarna kuning dan kopiah. Senyum mengembang di wajahnya. Politik 05 Jan 2018 14:49 Polda Jabar akan menurunkan personel kepolisian hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Politik 05 Jan 2018 12:02 Deddy enggan memastikan apakah Golkar akan mengusung Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Pilkada Jawa Barat. Politik 04 Jan 2018 20:16 Dia menegaskan, pasangan calon yang akan diusung di Jabar, Jateng, Sumut, Kaltim, Sumsel, dan Kalbar akan diumumkan Minggu pagi. Politik 03 Jan 2018 14:50 Ridwan Kamil menegaskan jika dirinya tak pernah menolak calon dari PPP Uu Ruzhanul Ulum. Peristiwa 03 Jan 2018 14:01 Emil menuturkan, kedatangannya ke DPP PDIP adalah sebagai bentuk silaturahmi. Peristiwa 03 Jan 2018 13:29 Hasto mengatakan pihaknya membuka ruang dialog berdasarkan masukan banyak pihak dan dengan partai politik yang mengusung Ridwan Kamil. Peristiwa 03 Jan 2018 11:39 Emil mengatakan, kedatangannya ke DPP PDIP bukanlah hal mendadak. Peristiwa 03 Jan 2018 11:20 PDIP tidak menutup kemungkinan untuk membuka ruang dialog dalam proses pencarian pemimpin di Jawa Barat mendatang. Politik 03 Jan 2018 09:01 Johnny mengaku hingga saat ini Ridwan Kamil belum menentukan siapa calon wakil gubernur yang akan mendampinginya. Politik 03 Jan 2018 08:38 Dedi Mulyadi dinilai sudah kepincut wakil gubernur petahana Deddy Mizwar, yang merupakan kader Partai Demokrat. Peristiwa 01 Jan 2018 22:25 Uu mengatakan pengusungan dirinya dengan Emil sudah resmi dengan adanya surat keputusan (SK) dari PPP. Politik 01 Jan 2018 19:00 Bakal calon gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar kehilangan dukungan dari PKS dalam Pilkada Jabar 2018. Kenapa? Politik 01 Jan 2018 18:04 Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menguak alasan partainya menceraikan Deddy Mizwar. Politik 29 Des 2017 20:04 PKS dan Gerindra mengusung pasangan calon Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu dalam Pilkada Jawa Barat 2018. Politik 29 Des 2017 18:14 PAN mengaku masih ragu dalam menentukan pilihan, siapa yang akan diusung dalam Pilkada Jawa Barat 2018. Peristiwa 29 Des 2017 14:15 Utut mengakui, memang ada opsi di internal PDI Perjuangan untuk mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Peristiwa 29 Des 2017 10:00 Dukungan disampaikan saat Hanura bertemu Ridwan Kamil, Kamis 28 Desember 2017 malam, di Jakarta. Politik 29 Des 2017 05:37 Untuk sosok bakal cawagub, masih terdapat tenggat waktu sebelum pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar pada 8 Januari 2018.


Baca juga : politik

Politik 04 Jan 2018 14:18 Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, bahwa PDIP memilih sosok pemimpin, bukan pengejar kekuasaan. Politik 04 Jan 2018 13:56 Zumi Zola mengatakan, sejak kasus itu bergulir banyak berita simpang siur yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Politik 04 Jan 2018 13:06 PDIP rencananya mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur empat daerah yang akan mengikuti pertarungan Pilkada 2018. Politik 04 Jan 2018 11:26 Menurut Hasto, diambilnya tema politik pendidikan menandakan bahwa partainya menaruh perhatian yang besar pada kunci masa depan bangsa. Politik 04 Jan 2018 11:09 Calon kepala daerah yang diusung PKS di Pilkada 2018 akan menyepakati pakta integritas. Politik 04 Jan 2018 10:37 Nama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dikabarkan kembali akan diusung PDI Perjuangan untuk yang kedua kalinya di Pilkada Jateng. Politik 04 Jan 2018 10:31 Pasangan petahana Arief R Wismansyah dan Sachrudin, resmi kantongi rekomendasi empat parpol besar di Pilkada Kota Tangerang. Politik 04 Jan 2018 08:25 Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku peluang bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mulai terbuka. Politik 04 Jan 2018 08:15 Hinca mengatakan bahwa peristiwa penyerangan terhadap Demokrat selama pilkada tidak hanya terjadi sekali tapi berkali-kali. Politik 04 Jan 2018 07:52 PAN serahkan surat rekomendasi atau SK dukungan pada Rabu, 3 Januari 2018 malam. PAN mendukung pasangan Bima Arya – Dedie A Rachim.


Baca juga : 983836 cerita ketua umum hanura soal khofifah ditelepon jokowi

VIVA  – Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, mewanti-wanti kadernya agar bersungguh-sungguh memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Pura-pura mendukung tetapi menggembosi diam-diam, katanya, bukan ciri Hanura. “Jangan pura-pura mendukung tapi menggembosi. Itulah yang saya maksud jangan ada dusta di antara kita,” kata Oesman dalam acara penyerahan surat rekomendasi Pilgub Jatim kepada Khofifah-Emil di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 3 Desember 2017. Hanura, kata pria yang dikenal dengan sapaan OSO itu, adalah partai yang menjunjung tinggi akhlak dalam berpolitik. Komitmen kebangsaan didahulukan daripada kepentingan sesaat. Keluar dari keputusan partai bukan ciri kader Hanura. “Ada partai, terima uang tapi menggembosi. Itu akhlaknya jelek. Saya tidak mau partai kita seperti itu,” ujarnya.

seperti di kutip dari http://www.viva.co.id

Dia menjelaskan, keputusan Hanura mendukung Khofifah-Emil melalui proses politik yang rumit. Dua hal utama kenapa kemudian Hanura menjatuhkan pilihan ke Khofifah. Pertama, Khofifah sosok pemimpin pekerja dan cerdas. Kedua, Menteri Sosial itu adalah sosok yang mewakili seorang ibu.  “Ada cerita ketika ada bencana di daerah Indonesia Timur, Presiden (Joko Widodo) telepon Ibu Khofifah dan mengabarkan itu. Ibu Khofifah menjawab, ‘saya sudah di lokasi’. Kedua, alasannya adalah ibu. Seorang ibu yang melahirkan kita sudah pasti wanita,” ujar OSO. Khofifah mengucapkan terima kasih atas dukungan Hanura. Dia melihat ada politik tegak lurus dalam internal Hanura dalam konteks kebangsaan. Kata dia, semula Hanura mempertimbangkan Ketua Hanura Jatim, Kelana Apriliyanto, agar maju sebagai bakal Cagub Jatim. Tetapi merelakan kesempatan itu demi perjuangan bersama membangun Jawa Timur. Menurut Khofifah, sikap pimpinan dan kader Hanura itu melampaui dari sekadar politikus, yakni sikap seorang negarawan. Maka Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu meyakini Hanura akan sepenuhnya memenangkannya dalam Pilgub Jatim nanti. “Ada perbedaan substantif antara politikus dengan negarawan,” kata Khofifah. Dengan mengantongi surat keputusan dari Hanura, berarti sudah tiga partai yang resmi mendukung Khofifah-Emil. Sebelumnya Partai Demokrat dan Partai Golkar menyerahkan rekomendasi serupa. Pesaing kuat keduanya ialah Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas yang diusung PKB dan PDIP. (mus)

PDIP mengusung Ridwan Kamil jadi bakal cagub Jabar. Pengumuman ini disampaikan seusai rapat internal di kediaman Megawati Soekarnoputri. “Rapat memutuskan PDIP mendukung Ridwan Kamil,” ujar Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira dari rilis Tim Media Ridwan Kamil, Jumat (5/1/2018). Namun Andreas enggan membocorkan nama cawagub untuk Ridwan Kamil yang diusung PDIP. Saat ini beredar kabar eks Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan yang menjadi cawagub Ridwan Kamil. Andreas menuturkan PDIP siap memenangkan Ridwan Kamil di Jabar. PDIP sejalan dengan koalisi pendukung Ridwan Kamil (NasDem, PPP, PKB, dan Hanura). “Prinsipnya, kami sejalan dengan barisan koalisi pendukung Pak Ridwan Kamil untuk menang di Pilkada Jabar,” jelas Andreas. PDIP akan mengumumkan cagub Jabar secara resmi pada 7 Januari 2018. Pengumuman ini bersamaan dengan wilayah lainnya, seperti Jateng dan Sumsel.

PDIP menjadi satu-satunya parpol yang dapat mengusung calon gubernur di Pilgub Jabar karena memiliki 20 kursi di DPRD. Akan tetapi, PDIP belum bersikap soal figur calon yang diusung, termasuk wali kota Bandung Ridwan Kamil. “Nanti Kang TB Hasanuddin (Ketua DPD PDIP Jabar) menyerahkan ke DPP. Sekarang bola masih di tangan DPD, nanti baru diserahkan di DPP,” ujar ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat dihubungi, Rabu (2/8/2017). Apalagi, Ridwan Kamil diketahui tidak mendaftar bakal cagub Jabar di DPD PDIP. Beberapa figur yang sudah mendaftar adalah sekda Jabar Iwa Karniwa, Bupati Majalengka Sutrisna, Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana, dan anggota DPR Puti Guntur Soekarno. Hendrawan mengatakan jalan untuk mendapatkan tiket dari PDIP di Pilgub Jabar masih panjang. Termasuk harus mendapat restu dari ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Di DPP nanti masih disaring, survei, wawancara, dan nanti akan dilaporkan pada ketua umum,” kata Hendrawan. PDIP juga tak ingin tergesa-gesa mengumumkan bakal cagub Jabar yang diusung. “Lagi pula semakin awal mengumumkan, konon katanya biaya semakin mahal,” ucap Hendrawan.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan PDIP tak akan mendukung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jawa Barat. Sebab, Ridwan Kamil sudah memutuskan dan mendeklarasikan sebagai cagub Jabar lebih dulu. “Pak Ridwan Kamil kami sudah bangun dialog dengan beliau tapi Pak Ridwan Kamil sudah memutuskan sendiri sebagai Cagub,” ujar Hasto di Kediaman Idrus Marham, Jalan Kavling DPRD, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (6/8/2017). Alasan tak mendukung Ridwan, menurut Hasto PDIP membuat keputusan bersama untuk mengusung pasangan calon kepala daerah. Namun ia menghormati keputusan Ridwan dalam mencalonkan sebagai Cagub Jabar. “Padahal partai berdiri di atas kolektivitas dalam sebuah ideologis partai. Ketika inisiatif individual beliau mencalonkan diri sebagai gubernur tentu saja kita hormati pilihan beliau untuk jadi cagub,” tegas Hasto. Meski begitu, menurut dia, PDIP sudah tak akan memerlukan dialog dengan Ridwan untuk Pilgub Jabar. Hasto mengatakan bahwa Ridwan sudah memutuskan untuk maju sebagai cagub Jabar. “Karena yang bersangkutan sudah mencalonkan diri sebagai Gubernur secara partai berdiri kolektivitas tentu saja dialog buat kami tidak diperlukan lagi,” kata Hasto. Sementara itu, Sekjen Golkar Idrus Marham mengaku sudah berkomunikasi dengan Ridwan Kamil, namun tak menemukan kesepakatan. Sehingga Golkar memutuskan untuk mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai cagub Jabar. “Jadi memang selama ini kita melakukan komunikasi dari komunikasi yang kita lakukan belum mencapai titik kesepakatan. Dan apabila sebuah komunikasi kita lakukan dan belum mencapai titik kesepakatan maka tentu kita harus memikirkan opsi lain,” ujar Idrus. Untuk diketahui, Walikota Bandung Ridwan Kamil sudah mendeklarasikan diri sebagai Cagub Jabar. Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil ini telah mendapat dukungan dari salah satu parpol. Partai NasDem menjadi partai pertama yang menyatakan dukungan mereka kepada Emil beberapa waktu lalu.

Selain Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa yang mempunyai tujuh kursi memasukkan namanya menjadi kandidat Calon Gubernur Jawa Barat. Adapun syarat mutlak maju yaitu 20 kursi, artinya jika kedua partai sepakat koalisi dibutuhkan lagi delapan kursi. Hingga kini, Emil terus melakukan penjajakan bersama partai lain seperti Golkar, PPP, dan Demokrat.   Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham pun mengatakan telah berkomunikasi dengan Ridwan Kamil . Namun, Idrus mengakui komunikasi Emil dan Golkar belum menemui titik kesepakatan. “Apabila sebuah komunikasi kita lakukan dan belum mencapai titik kesepakatan maka tentu kita harus memikirkan opsi lain,” ujar Idrus.    ARKHELAUS W.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy (kanan), Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kedua kiri), Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (kedua kanan), dan Sekjen PPP Arsul Sani (kiri) berfoto bersama menunjukan surat dukungan dari PPP pada pengumuman calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, di kantor DPP PPP, Tebet, Jakarta, Selasa (24/10/2017). – Antara Kabar24.com, BANDUNG – PDI Perjuangan (PDIP) menghormati pengusungan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “Kami menghormati posisi politik dari seorang Ridwan Kamil yang telah menetapkan sebagai calon gubernur,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di tengah silaturahmi Curah Gagasan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 di Bandung, Rabu (25/10/2017). Hasto juga menyatakan PDIP mengamati kemajuan dan pembangunan Kota Bandung di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil. “Kami juga melihat kemajuan pembangunan di Kota Bandung oleh Pak Ridwan Kamil, bagaimana upaya membangun lingkungan hidup yang lebih baik, membangun tata masyarakatnya yang berkebudayaan itu kami cermati,” kata Hasto. PDIP bahkan memantau langkah yang dilakukan Ridwan Kamil dalam mengatasi banjir di Bandung beberapa waktu silam. “Setelah Pak Ridwan Kamil menyatakan sebagai calon gubernur, ya posisi politik PDIP menghormati hal itu, dan kami berproses untuk melakukan upaya membangun tatanan lebih baik bagi Jawa Barat atas dasar budaya dan karunia alamnya,” kata Hasto. Kemarin malam di kantor DPP PPP kubu Romahurmuziy di Tebet, Jakarta, PPP resmi mengusung Ridwan Kamil dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pada Pilgub Jawa Barat 2018.     Sumber : Antara

Ridwan Kamil – Youtube Kabar24.com , JAKARTA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat mulai Mei 2017 akan membuka tahapan penjaringan kandidat calon gubernur Jawa Barat tahun 2018. “Pertengahan bulan Mei tahun 2017 ini, kami dari DPD PDIP Jabar akan membuka penjaring bakal calon untuk Pilgub Jabar 2018,” kata Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdi Yuhana, ketika dihubungi di Bandung, Senin (6/3/2017). Menurut dia, penjaringan ini tidak hanya diperuntukkan bagi kader PDIP, tetapi juga selain kader. “Untuk penjaringan bakal calon gubernur Jabar 2018 ini terbuka untuk siapa saja. Jadi partai membuka kesempatan seluas-luasnya untuk non-kader termasuk Kang Ridwan Kamil,” kata dia. Terkait Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menyatakan kesiapannya maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2018 dan berharap didukung PDIP, Abdi menilai hal tersebut seperti “gayung bersambut”. “Buat kami pernyataan Kang Emil kemarin di Jakarta itu yang menyatakan ingin didukung PDIP adalah gayung bersambut,” katanya. Abdi menyarankan kepada Wali Kota Bandung tersebut agar terus menjalin komunikasi dengan pengurus partai di jajaran pusat dan provinsi. Sumber : Antara

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto mengatakan partainya masih mempertimbangkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusung. Namun, tak ada nama Ridwan Kamil dalam daftar nama yang dipertimbangkan PDI-P. “Kan ada Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, Pak TB Hasanuddin, Ibu Puti (Guntur Soekarno), Pak Iwa (Karniwa), Pak Anton (Charliyan). Nama-nama itu kami pertimbangkan untuk dikombinasikan,” ujar Hasto saat dihubungi, Jumat (27/10/2017). Hasto menuturkan, sejumlah alasan melatari langkah PDI-P untuk mencari figur cagub Jabar selain Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil. Salah satunya, adanya kajian dari beberapa tokoh masyarakat yang membandigkan kepemimpinan Emil dengan beberapa kepala daerah lainnya seperti Tri Rismaharini, Nurdin Abdullah dan Bima Arya.

seperti di kutip dari http://nasional.kompas.com

Kepemimpinan Emil di Bandung dinilai belum dapat membawa perubahan secara sistemik dan membawa dasar-dasar kemajuan bagi daerahnya. “Di situ yang membandingkan salah satu kesimpulannya, kepemimpinan Pak Ridwan Kamil lebih pada basis media sosial dan marketing,” ucap Hasto. Kompas.con/ Irwan Nugraha caption: Calon Gubernur Jabar asal Partai Golkar Dedi Mulyadi bersama Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan Ketua MUI KH Maruf Amin berfoto bersama di kediaman Idrus Marham, Cibubur, Jakarta, Minggu (6/8/2017) siang. Di samping itu, Emil juga sudah memutuskan dirinya maju sebagai cagub. Dalam sebuah rekaman video, kata Hasto, Emil menyampaikan bahwa ada tekanan terhadapnya. Padahal, PDI-P memandang seorang pemimpin harus lepas berdaulat. Namun, PDI-P menghormati keputusan Emil. “Kami juga mengharapkan pilkada ini ada kontestasi gagasan. Pak Ridwan nanti juga dapat menyampaikan gagasan-gagasan terbaiknya. Kami juga akan menyampaikan,” tuturnya.

seperti di kutip dari http://nasional.kompas.com

(Baca:  PDI-P Buka Peluang Sandingkan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi ) PDI-P tak mempermasalahkan apabila Partai Golkar pada akhirnya mendukung Emil. Meskipun beberapa waktu lalu PDI-P dan Golkar sempat bersepakat berkoalisi di Pilgub Jabar . Dari sejumlah Focus Group Discussion (FGD) yang digelar PDI-P, kata Hasto, banyak pihak yang menyampaikan kekhawatiran akan masa depan Jabar karena Jabar tak dilihat secara menyeluruh dalam konteks kebudayaan hingga keindahan alam sehingga belum ada perencanaan yang sifatnya semesta. “Kami kan punya kedaulatan politik sendiri. Tapi kedaulatan partai ini kan dijalankan dengan memerhatikan bagaimana harapan rakyat terhadap masa depan Jawa Barat,” kata dia. Partai Golkar resmi mendukung Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham menuturkan, surat keputusan (SK) dukungan untuk Emil telah ditandatangani. Selain mengusung Emil, Golkar juga mengusung kadernya Daniel Muttaqien untuk dipasangankan sebagai bakal calon wakil gubernur pendamping Wali Kota Bandung itu. “Calon gubernur adalah Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat,” kata Idrus di Kantor DPP Partau Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (27/10/2017).

Related Posts

Comments are closed.