Pastikan Habib Rizieq Pulang, PA 212 Cek Manifes Saudi Airlines

Pastikan Habib Rizieq Pulang, PA 212 Cek Manifes Saudi Airlines

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif yakin imam besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab pulang ke Indonesia. Slamet menyebut hingga saat ini belum ada informasi pembatalan kepulangan Rizieq. “Memang betul karena memang saat ini belum ada informasi dari mulutnya sendiri. Bahkan tadi, sekitar setengah jam yang lalu, beliau (berkomunikasi via) WA dengan saya, belum ada keputusan untuk membatalkan pulang ke Indonesia,” kata Slamet saat ditemui di masjid Baitul Amal, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (20/2/2018). Slamet mengatakan kepulangan Rizieq itu bisa dipastikan lewat daftar penumpang pesawat. Nantinya daftar penumpang pesawat itu bisa dicek pukul 23.25 WIB. “Perhitungan kami, sekitar pukul 23.25 WIB itu take off Saudi Airlines, sehingga nanti pukul 23.25 WIB kita bisa melihat daftar penumpang di Saudi Airlines. Apakah beliau hadir atau tidak,” imbuhnya. Meski begitu, Slamet menyebut keputusan itu juga tergantung hasil salat istikharah yang dilakukan Rizieq. Jika batal pulang, Slamet mengatakan, Rizieq akan mengirimkan pesan suara. “Insyaallah nanti akan ada panitia yang jemput di sana dan akan dibawa ke tempat ini. Jadi nanti beliau akan ke tempat ini. Tapi, kalau nanti beliau istikharahnya tidak pulang, beliau akan mengirimkan pesan suara dari Kota Suci Mekah,” lanjutnya. Slamet juga sudah menyiapkan tim yang akan menjemput Rizieq di Bandara. Tim itu akan membawa Rizieq ke Masjid Baitul Amal, lalu mengantarkan pulang ke kediamannya. “Jadi besok rencananya, kalau beliau pulang, ada tim yang sudah menjemput di Bandara, termasuk mengamankan, dan beliau akan langsung mengunjungi tempat ini, akan menyambut umat di tempat ini dan nanti dari situ baru insyaallah beliau ke Megamendung,” pungkasnya. Sementara itu, berbeda dengan Persaudaraan Alumni 212, Presidium Alumni 212 sampai saat ini belum menerima kabar mengenai kepulangan Habib Rizieq Syihab. Mereka yakin Habib Rizieq tidak akan pulang Rabu besok. Meski begitu, apabila benar Habib Rizieq pulang, Presidium 212 akan menyambutnya dengan gembira. “Sekiranya benar beliau pulang, tentu kita turut menyambutnya dengan suasana sukacita. Yang menjadi syak wasangka kita semua di Presidium, berita terkait kepulangan dari HRS sampai detik ini belum ada penyataan langsung terkait kepulangannya dari beliau langsung. Itu persoalan tersendiri,” kata juru bicara Presidium Alumni 212, Aminuddin, dalam keterangannya, Selasa (20/2). “Kami (Presidium Alumni 212) berkeyakinan HRS tidak pulang, karena tidak ada kepastian dari beliau sampai hari ini,” sambungnya. Baca Juga: Siasat Perlawanan Habib Rizieq

Polisi memastikan imam besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab batal pulang ke Indonesia pagi ini. Polisi mengatakan tidak ada nama Habib Rizieq dalam manifes penumpang pesawat dari Arab Saudi menuju ke Indonesia pagi ini. “Dari Angkasa Pura sudah menyampaikan, terkait dengan manifes dari semua maskapai Saudi Arabia itu tidak, baik habib maupun keluarganya tadi sudah disampaikan nihil, baik Garuda, baik Saudi Airlines,” kata Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Ahmad Yusep Gunawan saat dimintai konfirmasi detikcom , Rabu (21/2/2018) dini hari. Yusep menambahkan, saat ini situasi di area Bandara Soekarno-Hatta aman. Meski begitu, personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan TNI tetap bersiaga di sekitar Bandara. “Situasi aman, situasi objek vital, dalam hal ini Bandara Soekarno-Hatta. Hampir semua keterlibatan TNI, Pak Dandim, kemudian kepolisian, Polda. Semua menjaga pelayanan Bandara Soetta, agar tetap terjaga,” jelasnya. Sebelumnya, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif yakin Habib Rizieq Syihab pulang ke Indonesia. Slamet menyebut hingga saat ini belum ada informasi pembatalan kepulangan Rizieq. “Memang betul karena saat ini belum ada informasi dari mulutnya sendiri. Bahkan tadi, sekitar setengah jam yang lalu, beliau (berkomunikasi via) WA dengan saya, belum ada keputusan untuk membatalkan pulang ke Indonesia,” kata Slamet saat ditemui di masjid Baitul Amal, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (20/2). Slamet mengatakan kepulangan Rizieq itu bisa dipastikan lewat daftar penumpang pesawat. Nantinya daftar penumpang pesawat itu bisa dicek pukul 23.25 WIB. “Perhitungan kami, sekitar pukul 23.25 WIB itu take off Saudi Airlines, sehingga nanti pukul 23.25 WIB kita bisa melihat daftar penumpang di Saudi Airlines. Apakah beliau hadir atau tidak,” imbuhnya. Sementara itu, berbeda dengan Persaudaraan Alumni 212, Presidium Alumni 212 sampai saat ini belum menerima kabar mengenai kepulangan Habib Rizieq Syihab. Mereka yakin Habib Rizieq tidak akan pulang Rabu besok. Meski begitu, apabila benar Habib Rizieq pulang, Presidium 212 akan menyambutnya dengan gembira. “Sekiranya benar beliau pulang, tentu kita turut menyambutnya dengan suasana sukacita. Yang menjadi syak wasangka kita semua di Presidium, berita terkait kepulangan dari HRS sampai detik ini belum ada penyataan langsung terkait kepulangannya dari beliau langsung. Itu persoalan tersendiri,” kata juru bicara Presidium Alumni 212, Aminuddin, dalam keterangannya, Selasa (20/2). “Kami (Presidium Alumni 212) berkeyakinan HRS tidak pulang, karena tidak ada kepastian dari beliau sampai hari ini,” sambungnya.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengaku belum menerima informasi pembatalan kepulangan Habib Rizieq Syihab (HRS) ke Indonesia. Karena itu, penyambutan tetap dilakukan. “Sampai detik ini, belum ada ucapan, WA (WhatApp), telepon bahwa beliau ada batal pulang. Karena sampai ini belum ada jawaban beliau batal pulang, maka kami tetap melaksanakan acara penyambutan beliau sampai ada kabar dari beliau,” kata Slamet di kantor DDII, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018). Slamet tak akan menghiraukan pernyataan siapa pun soal batalnya kepulangan Rizieq. Dia hanya akan mendengar langsung informasi kepulangan itu dari Rizieq. “Yang saya ambil keputusan adalah ketika HRS mengatakan pulang, kami siap. Sebaliknya, ketika tidak jadi pulang, kami pun akan sami’na wa atho’na (kami dengarkan dan patuhi),” tuturnya. Slamet juga meminta pemerintah memfasilitasi kepulangan Rizieq. Dia berharap Rizieq selamat sampai di Indonesia. “Jadi kita sudah berupaya semaksimal mungkin dan meminta kepada pemerintah untuk bisa memfasilitasi kepulangan HRS tanggal 21 (Februari). Untuk bisa menjamin keamanan beliau pulang tanggal 21,” ujarnya. [Gambas:Video 20detik] Rizieq dikabarkan akan tiba di Indonesia pada pukul 09.00 WIB. Dia akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya, pengurus Persaudaraan 212 lainnya, Kapitra Ampera, menyatakan sebaliknya. Habib Rizieq disebut tidak akan pulang pada hari itu. “Habib Rizieq tidak akan pulang di hari Rabu, 21 Februari, ini. Saya meyakini itu. Hampir pasti tidak akan pulang,” kata Kapitra saat dimintai konfirmasi, Senin (19/2). Kapitra juga merupakan anggota tim pengacara yang mendampingi Habib Rizieq dalam menghadapi kasus hukum. Kapitra mengatakan akan menyarankan Habib Rizieq tidak pulang saja.

Persaudaraan Alumni 212 yakin Habib Rizieq Syihab akan pulang ke Indonesia besok, Rabu (21/2). Persaudaraan Alumni 212 menyiapkan skenario penjemputan. Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menjelaskan massa akan difokuskan di Masjid Baitul Amal, Cengkareng, Jakarta Barat. Massa yang berada di Bandara Soekarno-Hatta dialihkan untuk berkumpul di masjid tersebut. “Kia ambil jalan tengah umat yang mau bergerak ke bandara kita arahkan ke Masjid Baitul Amal supaya bisa kita kendalikan. Oleh karenanya, pemerintah, khusus kepolisian, tolong bijaksana,” kata Slamet di kantor DDDII, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018). Slamet mengatakan umat akan bergerak menuju bandara. Namun, bila pihak terkait tidak ingin bandara dipenuhi massa, pihaknya akan bernegosiasi dengan kepolisian terkait teknis penjemputan tersebut. “Kalau nanti bandara tidak ingin dipenuhi umat Islam yang mendukung HRS, ajak panitia ke bandara pertemukan dengan HRS. Ajak keluar bandara dan bertemu dengan umat. Berapa yang menjemput, tergantung negosiasi dengan kepolisian,” tuturnya. Muncul opsi untuk mengirimkan perwakilan menjemput Rizieq di Terminal 2 Bandara Soetta. Namun hal ini belum bisa dipastikan. “Ya kalau mau seperti itu, tapi kalau kemudian berlebihan kepolisian, jangan salahkan saya kalau umat ingin menjemput gurunya imamnya sampai ke Terminal 2,” imbuhnya. Penjemputan dan penyambutan Rizieq juga disiapkan, termasuk logistik dan makanan. “Kalau dilihat dari yang bilang mau berangkat ya ada ratusan ribu,” ujarnya. Soal penjemputan ini, Slamet menyatakan tidak ada larangan bagi warga negara Indonesia untuk melakukan penjemputan di bandara. Umat akan bersikap kooperatif dan penjemputan berjalan aman. “Belum ada UU (soal penghadangan di bandara) menjemput haji dihalang-halangi, jadi jangan mengada-ada. Kita masih bisa hidup bersama masih bisa hidup kooperatif sebagaimana supaya semua berjalan dengan aman,” tuturnya. [Gambas:Video 20detik]

Persaudaraan Alumni 212 menggelar tablig akbar dan istigasah menyambut kabar kepulangan Habib Rizieq Syihab. Peserta tablig akbar disebut tak akan pulang sampai bisa bertemu Habib Rizieq. Soal kabar kepulangan Habib Rizieq, Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengaitkannya dengan pemerintah. Slamet menggunakan istilah ‘pemerintah’, bukan polisi. “Sekali lagi kepada pemerintah masih ada waktu beliau memulangkan dengan selamat. Kami tidak akan bubar sebelum ada informasi dari beliau. Dan kami tidak akan bubar sampai beliau bertemu dengan kami. Artinya, jangan coba-coba pemerintah untuk menghalangi kepulangan beliau. Ataupun mengambil langkah-langkah setelah sampai di Indonesia membuat beliau tidak bertemu dengan kami,” kata Slamet di kantor Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018). Slamet juga mewanti-wanti pemerintah untuk tidak menjemput paksa Rizieq ketika sampai di Indonesia. Menurutnya, umat akan bergerak untuk membela Rizieq. “Karena kalau pemerintah atau kepolisian mengambil cara paksa, maka kita ambil paksa imam kami. Karenanya, jalan negosiasi, jalan damai junjung tinggi. Tapi kalau memaksa, maka kami umat Islam mengajak umat Islam untuk memaksa beliau,” ujarnya. Kata Slamet, pemerintah masih punya waktu untuk memastikan keamanan kepulangan Rizieq. Saat ini, masih kata Slamet, umat Islam di Indonesia telah bergerak menuju Jakarta untuk menyambut imam besar FPI itu. “Saya mengingatkan kepada pemerintah untuk bisa berlaku baik terhadap beliau. Setop kriminalisasi ulama. Perlakukan beliau dengan baik. Tunjukkan dengan keadilan. Sebelum umat bersatu dan berkumpul dari mana-mana datang, segera fasilitasi pastikan beliau kembali kepada umat Islam dan dalam keadaan aman,” ujarnya. [Gambas:Video 20detik] Kegiatan penyambutan Rizieq akan dipusatkan di Masjid Baitul Amal, Jalan Menceng, Cengkareng, Jakarta Barat. Kegiatan menunggu Rizieq akan diisi acara keagamaan. “Maka panitia memutuskan mulai nanti malam, kita memfokuskan kegiatan penyambutan HRS dalam bentuk tablig akbar dan istigasah mulai nanti malam di Masjid Baitul Amal, Jalan Menceng, Cengkareng, bakda magrib sampai beliau pulang,” tutur Slamet.

Related Posts

Comments are closed.