Pasca Demo Sopir Angkot, 120 Polisi Siaga di Tanah Abang

Pasca Demo Sopir Angkot, 120 Polisi Siaga di Tanah Abang

Sebanyak 120 anggota polisi bersiaga di kawasan Tanah Abang. Polisi mengantisipasi adanya demonstrasi susulan sopir angkot. “Kita perintahnya antisipasi dan standby. Ini ada 120 polisi yang berjaga,” kata Kapospol Kampung Bali, Tanah Abang, Iptu Siradjudin, Selasa (30/1/2018). Iptu Siradjudin mengatakan, kondisi saat ini di Tanah Abang normal. Angkutan mikrolet sudah beroperasi pasca demonstrasi, Senin (29/1). “Ini kita hanya berjaga, standby dan antisipasi,” sebutnya. Pantauan detikcom, angkot yang melintasi Jl Jatibaru kembali beroperasi. Satpol PP dan Polantas juga mengatur lalin dii lokasi. Namun bus TransJakarta Tanah Abang Explorer belum beroperasi. Sopir angkot saat demo memang menuntut agar bus gratis tersebut disetop dan Pemprov kembali membuka Jl Jatibaru.

Sebanyak 120 anggota polisi bersiaga di kawasan Tanah Abang. Polisi mengantisipasi adanya demonstrasi susulan sopir angkot. “Kita perintahnya antisipasi dan standby. Ini ada 120 polisi yang berjaga,” kata Kapospol Kampung Bali, Tanah Abang, Iptu Siradjudin, Selasa (30/1/2018). Iptu Siradjudin mengatakan, kondisi saat ini di Tanah Abang normal. Angkutan mikrolet sudah beroperasi pasca demonstrasi, Senin (29/1). “Ini kita hanya berjaga, standby dan antisipasi,” sebutnya. Pantauan detikcom, angkot yang melintasi Jl Jatibaru kembali beroperasi. Satpol PP dan Polantas juga mengatur lalin dii lokasi. Namun bus TransJakarta Tanah Abang Explorer belum beroperasi. Sopir angkot saat demo memang menuntut agar bus gratis tersebut disetop dan Pemprov kembali membuka Jl Jatibaru.

Bus TransJakarta Tanah Abang Explorer kembali tidak beroperasi pagi ini. Setopnya bus TransJ buntut dari demonstrasi sopir angkot. Pantauan detikcom di Jl Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2019) tidak terlihat bus TransJ Explorer yang terparkir di kawasan penataan Tanah Abang depan stasiun. “Lagi setop dulu untuk hari ini katanya mau ada demo, jadi disetop dulu. Disetop sampai situasinya kondusif lagi,” ujar petugas Dishub di lokasi, Sudarna. Bus TransJ Tanah Abang Explorer belum beroperasi, Selasa (30/1/2018) Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom Karena TransJ Tanah Abang Explorer tidak beroperasi, orang yang lalu lalang di lokasi penataan Tanah Abang harus berjalan kaki. Sejumlah petugas Dishub tetap bersiaga di lokasi. “Bus TransJ-nya tidak ada ya pak?” tanya salah satu pejalan kaki ke petugas Dishub. “Sedang off dulu Ibu,” kata Sudarna. PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) sebelumnya menyatakan layanan bus gratis Tanah Abang Explorer dihentikan sementara. Ini dilakukan terkait demo sopir angkot yang menolak bus TransJ di kawasan penataan. “Pengoperasian kembali bus Tanah Abang Explorer menunggu situasi kondusif,” kata Direktur Utama TransJakarta Budi Kaliwono dalam keterangannya, Senin (29/1).

Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas memandang keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat adalah keputusan yang tak jelas alasannya. Ia kemudian membandingkan kondisi Jalan Jatibaru saat ini dengan saat Jakarta dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). “Jakarta hari ini sudah macet, nggak usah pakai ditutup. Toh jalanan nggak ditutup saja macet apalagi ditutup. Zaman gubernur sebelumnya wilayah situ kan sudah dirapikan, sudah teratur. Hari ini masuk lagi pedagang-pedagang kaki lima,” kata Hasbiallah saat dihubungi, Senin (29/1/2018). Hasbiallah pun menilai dengan ditutupnya Jalan Jatibaru, terselip kepentingan bermuatan politik di dalamnya. Ia mengimbau agar Anies melakukan kajian terhadap kebijakan yang dibuatnya sebelum diterapkan. “Jadi sebaiknya Pemprov itu kalau memutuskan sesuatu harus benar-benar berdasarkan pengkajian yang cermat, pengkajian yang secara menyeluruh. Dikaji dulu, jangan keputusan ini terkesan mendadak semua,” katanya. “Jangan hanya keputusan untuk menuju pemilu 2019. Kalau menurut saya, bukan hanya (keputusan) jalanan ditutup, ada beberapa keputusan Pak Anies ini yang memang keputusannya itu keputusan untuk kepentingan politik. Bukan keputusan untuk kemaslahatan masyarakat,” imbuhnya. Sebelumnya, sopir angkot berunjuk rasa di kawasan Stasiun Tanah Abang, Senin (29/1). Mereka mogok beroperasi karena menuntut Jalan Jatibaru, Tanah Abang, dibuka. “Saya sudah capek kalau misalkan diskusi lagi, diskusi lagi. Kalau mau gubernurnya yang ke sini, hari Rabu kita tunggu ke sini, gubernurnya yang datang ke sini,” kata seorang sopir angkot saat bertemu Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah di kawasan Stasiun Tanah Abang, siang. Video 20Detik: Sandi Mau Ajak Sopir Angkot ‘Ngopi’ Bareng di Balai Kota [Gambas:Video 20detik]

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Yusriah Dzinnun sepakat dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang. Yusriah menuturkan, kewenangan terhadap Jalan Jatibaru dipegang Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “Itu kan jalan punya provinsi kan, bukan jalan nasional. Artinya itu masih kewenangannya Pemprov untuk mengatur apa dan bagaimananya,” kata Yusriah saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2018). Yusriah mengatakan Pemprov telah mencanangkan program untuk mengakomodir keluhan para sopir angkot. Di antaranya mengusulkan agar angkutan-angkutan umum yang biasa beroperasi di Jalan Jatibaru dapat menjadi feeder bagi Trans Jakarta sesuai dengan yang dicanangkan oleh program Ok Otrip. Nantinya, angkot tersebut akan bermitra dengan Trans Jakarta. “Mikrolet ini yang menolak-menolak itu kita sebenarnya berharap jadi feedernya TransJ. KWK (Koperasi Wahana Kalpika) kan sudah jadi mobil pengumpan kan. Mikrolet alangkah baiknya jadi pengumpan. Ada program-programnya ke depan. Bisa dibuka kemungkinan dengan program Ok Otrip,” tuturnya. Soal penutupan Jalan Jatibaru, dia menyebut kebijakan tersebut bukanlah keputusan yang permanen. Akan ada evaluasi terhadap kebijakan tersebut per-tiga bulan. Yusriah pun menjadwalkan pemanggilan bagi sopir angkot untuk membahas hal tersebut. “Kalau memang ternyata itu mengurangi penghasilan teman-teman (sopir angkot) mungkin nanti dilihat. Ini kebijakan bukan menetap tapi 3 bulan dievaluasi. (Komisi B) belum memanggil khusus mikrolet, kami baru (jadwalkan) pekan depan,” ujarnya. Sebelumnya, sopir angkot yang biasa melewati Jalan Jatibaru melakukan unjuk rasa di kawasan Stasiun Tanah Abang, Senin (29/1) siang. Mereka mogok beroperasi karena menuntut Jalan Jatibaru, Tanah Abang, dibuka kembali. “Saya sudah capek kalau misalkan diskusi lagi, diskusi lagi. Kalau mau gubernurnya yang ke sini, hari Rabu kita tunggu ke sini, gubernur yang datang ke sini,” kata seorang sopir angkot saat bertemu Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah di Kawasan Stasiun Tanah Abang. Video 20Detik: Sandi Mau Ajak Sopir Angkot ‘Ngopi’ Bareng di Balai Kota [Gambas:Video 20detik]

Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan menyaksikan fenomena trilogi super blue blood moon yang terjadi besok. Anies-Sandi rencananya akan melihat langsung dari Kota Tua, Jakarta Barat. “Besok ya. Insyaallah ke Kota Tua. Nanti kita cek,” kata Sandiaga, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018). Beberapa tempat seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Ismail Marzuki menyediakan fasilitas untuk warga Jakarta yang ingin melihat fenomena yang hanya terjadi setiap 150 tahun sekali itu. Gubernur Anies pun sudah mengeluarkan instruksi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI untuk menyediakan fasilitas kepada warga. Bagi warga yang ingin melihatnya di Ancol, pihak pengelola telah menyediakan lokasi khusus yakni di Jembatan Cinta (Le Bridge), Pantai Timur Ancol. “Kami menyambut baik himbauan Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang menyebut kawasan wisata sebagai lokasi untuk masyarakat Jakarta menyaksikan fenomena alam Supermoon” ujar Direktur Rekreasi Taman Impian Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali dalam keterangan tertulis Minggu (28/1). Pengelola Ancol pun tak hanya menyediakan lokasi untuk warga melihat fenomena gerhana. Mereka dengan Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol menyelenggarakan salat gerhana bulan di Masjid Baiturrahman yang lokasinya berada dalam kawasan wisata Ancol.

Sebuah truk yang membawa mobil terguling di Tol Tangerang-Merak arah ke Merak KM 82. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Menurut informasi, truk bernomor polisi B 9922 AU berjalan dari arah Tangerang menuju Merak, sesampainya di lokasi, truk terguling ke median jalan pada Senin (29/1/2018) sekitar pukul 18.29 WIB. Petugas PT MMS dan kepolisian saat ini tengah mengevakuasi mobil yang terguling ke median jalan. “Iya betul, kejadiannya semalem jam 19.30 WIB, sedang dievakuasi,” kata petugas Call Center PT MMS selaku pengelola tol Tangerang-Merak sata dihubungi detikcom, Selasa (30/1/2018). Truk diketahui dievakuasi menggunakan crane, saat proses evakuasi, kata Rahmat tidak ada kemacetan. Sopir truk diketahui tidak mengalami luka-luka dan saat ini sedang berada di lokasi kejadian. “Nggak (macet) lancar, di median jalan, sedang proses karena menggunakan crane, kalau pakai crane kan nggak perlu diangkut mobilnya,” ujarnya. Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan tersebut. Namun, sopir diduga hilang kendali hingga menyebabkan truk terguling ke median jalan.

Seorang mahasiswi UNS Surakarta, Septiana (20) dibuang ke sungai oleh pacarnya sendiri di Bantul. Septiana berhasil diselamatkan warga. Septiana diselamatkan warga pada Senin (29/10 dini hari. Korban dilempar dari atas Jembatan Kretek, Bantul dengan masih mengenakan pakaian lengkap, sandal dan helm. Korban pertama kali diketahui oleh Sumber Widodo (42) dan Wisni (29), warga Kretek yang kebetulan melewati jembatan. Sesampainya di atas jembatan mereka mendengar ada suara teriakan meminta pertolongan. Suara tersebut datang persis di bawah Jembatan Kretek. Setelah dilihat ternyata sumber teriakan meminta tolong berasal dari korban. Akhirnya korban berhasil ditolong dengan menggunakan pelampung dan perahu dayung dan dilarikan ke Puskesmas Kretek. Polisi langsung menindaklanjuti kasus ini. Pelaku pelempar Septiana diburu. Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Maya Shintowati Pandji mengatakan korban yang dilempar ke Sungai Opak tepatnya di bawah Jembatan Kretek Bantul hamil sekitar 7 bulan. Setelah mendapat perawatan, kondisi korban dan janinnya sudah membaik. Diwawancara terpisah, Kapolsek Kretek, Kompol Leo Fasak menjelaskan, kejadian ini berawal saat korban diajak pacarnya ke Parangtritis. Korban berangkat mengendarai sepeda motor seorang diri. Sementara pacarnya mengendarai sepeda motor bersama temannya. “Korban ini berangkat dari Klaten ke Parangtritis,” jelas Leo kepada wartawan di Mapolsek Kretek, Senin (29/1). Sebelum sampai di Parangtritis ternyata hujan turun. Setelah itu korban dengan pacarnya berhenti di atas jembatan. Kemudian sempat terjadi pertengkaran di antara korban dengan pacarnya. “Korban akhirnya jatuh ke sungai (Opak). Iya (dijatuhkan),” ungkapnya. Berdasarkan keterangan korban kepada polisi, korban sengaja dibuang oleh pacarnya sendiri. Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan pagi ini menyatakan dua tersangka telah diamankan. Polisi masih mendalami kasus ini. “Sementara ini (tersangka) masih dimintai keterangannya,” jelasnya kepada detikcom melalui pesan singkat, Selasa (30/1/2018).

Komplotan penipu diringkus Polda Metro Jaya. Mereka melakukan penipuan dengan modus meminjamkan uang rupiah, tetapi palsu. Menurut polisi, komplotan itu mengincar pengusaha yang ingin mendapatkan pinjaman secara cepat. Komplotan itu memberikan pinjaman dalam rupiah, tetapi meminta jaminan berupa uang dolar Amerika Serikat (AS). “Jadi korban berinisial V adalah pengusaha perkebunan sawit di Jambi yang membutuhkan uang sebesar Rp 500 miliar,” ucap Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Aryani kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (23/1/2018). Komplotan penipu yang berhasil dibekuk yaitu AW alias A alias G, AR alias I alias R, JW alias T, MA alias U, HB alias W, MA alias H. Keenam orang itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan memiliki peran yang berbeda-beda. Uang dolar AS yang disita dari komplotan penipu (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom) Polisi menyebut AR berperan sebagai pencari korban. Sedangkan, AW disebut polisi sebagai otak dari modus penipuan tersebut. “Masing-masing pelaku punya peran sendiri, ada yang mencari korban secara acak. Ada yang menjadi bos, ada yang menjadi ajudannya, dan lain-lain,” kata Ade. Modus penipuan tersebut yaitu korban dijanjikan mendapat pinjaman Rp 500 miliar dengan bunga 5 persen. Namun syaratnya korban harus memberi uang jaminan 1 persen dari nilai pinjaman dalam bentuk dolar AS. “Komunikasi terus dilakukan oleh pelaku. Mereka bertemu pada bulan Juli, sedangkan bertransaksi pada bulan awal Desember 2017,” kata Ade. Setelah disepakati, korban dan rekannya bertemu dengan AW, HB, dan JW di salah satu kafe di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Saat itu, korban sudah membawa USD 368 ribu atau sekitar Rp 5 miliar sebagai jaminan 1 persen dari pinjaman yang diinginkannya. Para pelaku kemudian menunjukkan koper berisi uang rupiah yang bersegel salah satu bank. Isi koper itu disebut pelaku hanya sebagian dari nilai pinjaman, sedangkan sisanya berada di Cijantung, Jakarta Timur. “AW dan korban pergi ke Cijantung. Sedangkan teman korban beserta uangnya masih di Jakarta Selatan. Tapi, di tengah perjalanan, korban berhenti di salah satu tempat makan,” ucap Ade. AW kembali ke Pondok Indah dan meninggal korban dengan alasan ada urusan dulu. Pelaku mendatangi teman korban dengan mengatakan sudah mendapat persetujuan untuk mengambil uang jaminan tersebut. Uang palsu yang digunakan pelaku untuk mengiming-imingi korbannya (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom) “Dia menunjukkan bukti berupa photo copy SIM A sebagai bukti proses dan jaminan sudah selesai,” ucap Ade. Setelah itu, para pelaku kabur dan tak bisa dihubungi. Ketika dicek, uang di dalam koper yang dijanjikan rupanya uang palsu sebesar Rp 3 miliar. Tak hanya palsu, lembaran uang di dalamnya hanya berupa kertas. Korban pun melaporkan hal itu ke polisi. Kemudian pada akhir Desember 2017, komplotan itu berhasil ditangkap. “Pelaku kita amankan di Pekanbaru, Cianjur, Jakarta, Depok. untuk saudara AW kita amankan di Cianjur,” ucap Ade.

Related Posts

Comments are closed.