Pasangan Agus-Samsul Belum Penuhi Syarat Maju Pilwalkot Serang

Pasangan Agus-Samsul Belum Penuhi Syarat Maju Pilwalkot Serang

Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya.

Baca juga : tiga pasangan independen mendaftar di kpu kota serang 1512046674

SERANG – Hingga batas akhir penyerahan dukungan bakal calon perseorangan, Komisi Pemilihan Umum Kota Serang menerima berkas persayaratan dari tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ketiganya yakni  Agus Irawan Hasbuliah-Samsul Bahri,  Samsul Hidayat-Rohman, dan Sigit Suwitarto-Rd Wildan Ardisasmita. Komisioner KPU Kota Serang Firly Murdiyat Mabruri mengatakan, ketiga pasangan tersebut sudah menyerahkan berkas dukungan melebihi batas minimum yakni sebanyak 38.700 lembar KTP. Pasangan Agus-Samsul menyerahkan 45.392 dukungan, Samsul-Rohman 50.214 dukungan dan Sigit Wildan menyerahkan sebanyak 42.387 dukungan. “Hari ini sampai tanggal 8 Desember mendatang, kita melakukan verifikasi administrasi terhadap dukungan pasangan calon. Sampai hari terakhir hanya ada tiga kandidiat bakal pasangan calon dengan jumlah identitas pendukung kalau di rekapitulasi sebanyak 138,517,” kata Firly kepada wartawan, Kamis (30/11/2017). Sejauh ini, masih ditemukan kartu identitas pendukung salah satu paslon yang ganda, dan dalam kondisi buram. “Jika ditemukan maka secara otomatis kita TMS (tidak memenuhi syarat) kan. Kalau ada dukungan dari TNI/Polri itu kita pertanyakan, berarti BMS (Belum memenuhi syarat),” jelasnya. Hasil vermin, nanti akan dilakukan verifikasi faktual (verfak) dengan cara mendatangi satu persatu identitas pendukung wajib ditemui oleh petugas PPS untuk ditanyakan apakah yang bersangkutan benar mendukung pasangan bakal calon tersebut. “Proses verfak akan dilakukan mulai tangga 12 Desember sampai tanggal 25 Desember,” pungkasnya. (nag)


Baca juga : maju pilwalkot serang samsul rohman.html

Maju Pilwalkot Serang, Samsul-Rohman Bawa 49 Ribu KTP … Selasa 28 November 2017, 19:11 WIB Maju Pilwalkot Serang, Samsul-Rohman Bawa 49 Ribu KTP Dukungan Bahtiar Rifa’i – detikNews Foto: Tim Infografis detikcom Serang – Pasangan calon perseorangan Samsul Hidayat-Rokhman menyerahkan dokumen dukungan untuk pendaftaran Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Serang 2018. Samsul mengklaim membawa 49.962 lembar KTP dukungan ke kantor KPU Kota Serang. Syarat dukungan itu dikumpulkan Samsul-Rokhman dari pintu ke pintu warga. “Pasangan kami akan menjaga amanah, akan kami pertanggungjawabkan,” kata Samsul di kantor KPU Kota Serang, Banten, Selasa (28/11/2017). Samsul juga memperkenalkan diri sebagai pasangan yang mengusung kampanye seorang buya. Dalam bahasa Banten, buya dikenal sebagai bapak yang bertanggung jawab. “Visi-misi yang kami usung prinsipnya tidak muluk-muluk, mewujudkan Kota Serang maju, hebat, mampu, dan senantiasa mendapatkan pengampunan dari Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya. “Dukungan awal ini sebagai modal awal, kami harap ini akan terus memberikan doa dukungan pasangan buya,” ujarnya. Samsul kemudian mengenalkan wakilnya, lulusan Leiden University, Belanda. Selain aktif di organisasi dari forum pesantren, Rokhman adalah seorang dosen UIN Banten dan aktif di ICMI Kota Serang. “Beliau adalah alumni Leiden, jebolan Eropa. Kami yakin dengan pasangan Pak Rokhman menyukseskan pasangan Buya di pilkada akan datang,” katanya. KPU Kota Serang baru menerima syarat dokumen dukungan KTP dari dua calon perseorangan. Selain Samsul- Rokhman, dokumen dukungan juga diserahkan pasangan bakal calon Agus Irawan-Samsul Bahri. Sementara itu, dua pasangan bakal calon lainnya, yakni Soesiyanni-Vera Magdalena dan Sigit-Suwitarto, belum menyerahkan syarat dokumen dukungan. (bri/fdn) Sumber: Google News | Warta 24 Serang


Baca juga : watch

Waketum Peradi: Fredrich Ada Indikasi Melanggar Kode Etik Advokat . Selamat menyaksikan! Jika anda berkenan silahkan klik SUBSCRIBE, like dan komen di video ini yah… Subscribe : Jakarta – Wakil Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Hermansyah Dulaimi mengatakan, Fredrich Yunadi, terindikasi melanggar kode etik dan tata krama dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai advokat.”Ada indikasi pelanggaran kode etik dan ada indikasi pelanggaran tata krama dalam menjalankan tugas professionalnya,” kata Hermasnyah di Kantor KemenPPPA Jalan. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2018).Hermansyah mencontohkan pelanggaran yang dilakukan Fredrich ketika meminta perlindungan hukum kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat itu Fredrich mengatakan seharusnya KPK meminta izin Presiden terlebih dulu sebelum memeriksa Setya Novanto.”Umpamanya mengatakan bahwa Setya Novanto itu tidak bisa dipanggil oleh KPK. Nggak ada ketentuan itu, itu menyalahi. Siapapun nggak ada yang kebal hukum khususnya untuk perkara tindak pidana korupsi tidak perlu izin Presiden secara hukum itu nggak ada, salah itu,” jelas dia.Hermansyah juga mengatakan Komisi Pengawas Peradi sedang melakukan pemeriksaan internal dan pengumpulan berkas-berkas. Apabila data mengandung pelanggaran kode etik, Dewan Kehormatan Peradi akan segera melangsungkan sidang kode etik.”Kami sekarang sedang mengumpulkan data atas laporan masyarakat terhadap adanya dugaan pelanggaran kode etik, jadi semua data sedang dihimpun. Kami juga sudah mengajukan permohonan kepada KPK untuk diperkenankan memeriksa dia (Fredrich) di bawah Komisi Pengawas Peradi yang akan memeriksa. Surat sudah diajukan ke KPK sekitar dua minggu lalu tapi sampai saat ini belum ada respons dari KPK,” jelas Hermansyah.Sebelumnya, Anggota Komisi Pengawas Peradi, Kaspudin Noor, sudah mendatangi KPK dengan membawa surat. “Mau menyampaikan surat, minta audiensi dan klarifikasi,” ucap Kaspudin di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018).”Kita buat surat dulu ini. Kapan bisa audiensi dengan KPK, dalam rangka hubungan antar lembaga ya dalam hal kalau kami dalam hal kode etik,” sambungnya. (hri/hri) fredrich yunadi tersangka setya novanto

Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya.

Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

SERANG – Hingga batas akhir penyerahan dukungan bakal calon perseorangan, Komisi Pemilihan Umum Kota Serang menerima berkas persayaratan dari tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ketiganya yakni  Agus Irawan Hasbuliah-Samsul Bahri,  Samsul Hidayat-Rohman, dan Sigit Suwitarto-Rd Wildan Ardisasmita. Komisioner KPU Kota Serang Firly Murdiyat Mabruri mengatakan, ketiga pasangan tersebut sudah menyerahkan berkas dukungan melebihi batas minimum yakni sebanyak 38.700 lembar KTP. Pasangan Agus-Samsul menyerahkan 45.392 dukungan, Samsul-Rohman 50.214 dukungan dan Sigit Wildan menyerahkan sebanyak 42.387 dukungan. “Hari ini sampai tanggal 8 Desember mendatang, kita melakukan verifikasi administrasi terhadap dukungan pasangan calon. Sampai hari terakhir hanya ada tiga kandidiat bakal pasangan calon dengan jumlah identitas pendukung kalau di rekapitulasi sebanyak 138,517,” kata Firly kepada wartawan, Kamis (30/11/2017). Sejauh ini, masih ditemukan kartu identitas pendukung salah satu paslon yang ganda, dan dalam kondisi buram. “Jika ditemukan maka secara otomatis kita TMS (tidak memenuhi syarat) kan. Kalau ada dukungan dari TNI/Polri itu kita pertanyakan, berarti BMS (Belum memenuhi syarat),” jelasnya. Hasil vermin, nanti akan dilakukan verifikasi faktual (verfak) dengan cara mendatangi satu persatu identitas pendukung wajib ditemui oleh petugas PPS untuk ditanyakan apakah yang bersangkutan benar mendukung pasangan bakal calon tersebut. “Proses verfak akan dilakukan mulai tangga 12 Desember sampai tanggal 25 Desember,” pungkasnya. (nag)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Maju Pilwalkot Serang, Samsul-Rohman Bawa 49 Ribu KTP … Selasa 28 November 2017, 19:11 WIB Maju Pilwalkot Serang, Samsul-Rohman Bawa 49 Ribu KTP Dukungan Bahtiar Rifa’i – detikNews Foto: Tim Infografis detikcom Serang – Pasangan calon perseorangan Samsul Hidayat-Rokhman menyerahkan dokumen dukungan untuk pendaftaran Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Serang 2018. Samsul mengklaim membawa 49.962 lembar KTP dukungan ke kantor KPU Kota Serang. Syarat dukungan itu dikumpulkan Samsul-Rokhman dari pintu ke pintu warga. “Pasangan kami akan menjaga amanah, akan kami pertanggungjawabkan,” kata Samsul di kantor KPU Kota Serang, Banten, Selasa (28/11/2017). Samsul juga memperkenalkan diri sebagai pasangan yang mengusung kampanye seorang buya. Dalam bahasa Banten, buya dikenal sebagai bapak yang bertanggung jawab. “Visi-misi yang kami usung prinsipnya tidak muluk-muluk, mewujudkan Kota Serang maju, hebat, mampu, dan senantiasa mendapatkan pengampunan dari Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya. “Dukungan awal ini sebagai modal awal, kami harap ini akan terus memberikan doa dukungan pasangan buya,” ujarnya. Samsul kemudian mengenalkan wakilnya, lulusan Leiden University, Belanda. Selain aktif di organisasi dari forum pesantren, Rokhman adalah seorang dosen UIN Banten dan aktif di ICMI Kota Serang. “Beliau adalah alumni Leiden, jebolan Eropa. Kami yakin dengan pasangan Pak Rokhman menyukseskan pasangan Buya di pilkada akan datang,” katanya. KPU Kota Serang baru menerima syarat dokumen dukungan KTP dari dua calon perseorangan. Selain Samsul- Rokhman, dokumen dukungan juga diserahkan pasangan bakal calon Agus Irawan-Samsul Bahri. Sementara itu, dua pasangan bakal calon lainnya, yakni Soesiyanni-Vera Magdalena dan Sigit-Suwitarto, belum menyerahkan syarat dokumen dukungan. (bri/fdn) Sumber: Google News | Warta 24 Serang

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Empat pasangan calon perseorangan Pilkada Kota Serang mendaftar ke KPU Kota Serang. Dari empat pasangan, baru satu pasangan yakni Agus-Irawan-Samsul Bahri yang sudah menyerahkan syarat dokumen dukungan. Komisioner KPU Kota Serang, Fierly Mudliyat Mabruri mengatakan, penyerahan syarat dukungan pasangan Agus-Syamsul diserahkan pada Sabtu (25/11). Sedangkan 3 pasangan lain yang mendaftar lewat sistem informasi pencalonan (Silon) tapi belum menyerahkan syarat dokumen dukungan. Ketiga pasangan perseorangan tersebut yakni Samsul Hidayat-Rohman, Soesiyanni-Vera Magdalena dan Sigit-Suwitarto. “Keseluruhan ada 4 kandidat yang kita kasih user name Silon, dari kandidat tersebut yang sudah menyerahkan dukungan yaitu Agus Irawan,” kata Fierly kepada wartawan, Senin (27/11/2017). Calon perseorangan di Pilwalkot Kota Serang disyaratkan menyerahkan KTP dukungan minimal 38.700. KPU akan melakukan verifikasi jumlah dukungan dan verifikasi administrasi sampai 8 Desember. “Di verifikasi administrari mulai ada kewenangan mencoret dukungan yang dinyatakan tidak memenuhi ketentuan misalkan KTP burem, bukan KTP elektronik, KTP di luar Serang dan ganda,” ujarnya. Setelahnya pada 12-25 Desember, selama 14 hari KPU akan melakukan verifikasi faktual. Ini dilakukan untuk memastikan kebenaran dukungan warga tersebut diserahkan kepada masing-masing calon. Menurut Fierly, Pilwalkot Serang lebih dinamis. Karena ada 4 bakal calon perseorangan yang mendaftar. “Dinamikanya lebih menarik, pertanda kinerja KPU dituntut profesional,” ujarnya. Pada 8-10 Januari 2018, KPU Kota Serang secara resmi akan membuka pendaftaran calon di Pilwalkot Kota Serang baik dari perseorangan maupun partai politik.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Persaudaraan Alumni 212, melalui Dewan Pembina Habib Rizieq Syihab, punya peta politik untuk Pilkada 2018. Seperti apa gambarannya? Peta politik itu dibacakan Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif dalam jumpa pers di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jaksel, Sabtu (27/1/2018). Tema dari peta politik itu lantaran koalisi 212 yang permanen secara nasional di semua daerah, sebagaimana harapan para ulama dan umat Islam, gagal dibentuk karena beberapa kendala. “Namun yang demikian itu tidak mengurangi semangat juang para mujahid (lelaki) dan mujahidah (perempuan) 212 untuk tetap pada prinsip pemenangan umat Islam secara politik,” ujar Slamet. [Gambas:Video 20detik] Ada 7 pemetaan politik di 17 daerah yang menjalani Pilgub 2018 versi Rizieq yang dibacakan Slamet. Berikut ini lengkapnya: 1. Koalisi 212 utuh tanpa ditunggangi partai pendukung penista agama, seperti di Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara. 2. Koalisi 212 utuh tapi ditumpangi partai pendukung penista agama, seperti di Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah. 3. Koalisi 212 terbelah sehingga sebagian koalisi 212 tanpa partai pendukung penista agama dan koalisi 212 sebagian lagi ditumpangi oleh partai pendukung penista agama, seperti di Sumatera Selatan dan Maluku Utara. [Gambas:Video 20detik] 4. Koalisi 212 terpecah sehingga masing-masing koalisi dengan partai pendukung penista agama, seperti di Riau, Lampung, Jatim, NTB, Sulawesi Selatan, dan Maluku. 5. Koalisi 212 tidak berarti karena fokus di cagub-cawagub muslim melawan cagub-cawagub muslim, seperti di Kalimantan Barat. 6. Koalisi 212 tidak berarti karena semua calon nonmuslim sehingga fokus kepada ‘Akhoffudh Dhororain’ (mudarat yang lebih ringan), seperti di Papua dan NTT. 7. Pilkada di tingkat kota dan kabupaten juga mengalami situasi seperti di atas, sehingga penyikapannya tidak akan mengikuti kaidah yang sama. [Gambas:Video 20detik] Terkait tujuh peta politik pilkada itu, Slamet mengatakan pihaknya akan menyikapinya secara berbeda-beda. Yang terpenting, menurutnya, adalah koalisi 212 dapat memenangkannya. “Kalau koalisi itu terpecah, terbelah atau tersingkirkan maka penyikapannya berbeda,” sebut dia. Foto: Gibran/detikcom

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bercerita jika sebuah musala (sebelumnya disebut Anies masjid-red) di Jalan Talib III, Tamansari, Jakarta Barat, selamat dari kebakaran. Musala yang bernama Al Barkah itu kini dijadikan lokasi pengungsian warga. [Gambas:Video 20detik] Pantauan detikcom, musala tersebut berada di gang sempit berukuran kurang dari 2 meter. Bangunannya bersebelahan dengan rumah warga sekitar. “Nggak kena sama sekali, yang sebelah-sebelahan sama musala emang nggak ada yang kena,” kata salah seorang warga, Safri (58), di lokasi, Sabtu (27/1/2018). Safri mengatakan warga sudah mulai mengungsi di musala itu sejak tadi pagi. Delapan orang anggota keluarganya pun saat ini mengungsi di sana. “Dari pagi sudah mulai ngungsi. Api udah mati, udah, nyebar ke sini,” ujarnya. Dia mengatakan, musala itu sudah dibangun sejak 1960-an. Musala itu sudah mengalami beberapa kali renovasi. “Dibangun sejak tahun 60-an, dulunya masih rawa. Bangunannya dulu masih jelek tapi udah jadi musala,” imbuhnya. Sekitar pukul 19.00 WIB, sejumlah warga masih bertahan di musala tersebut. Kebanyakan mereka merupakan para ibu dan anak-anak. Anies sempat mendatangi musala ini saat meninjau lokasi kebakaran sore tadi. Anies bersyukur tempat ibadah itu selamat dari kobaran api dan bisa dijadikan tempat warga mengungsi sementara. “Saat ini warga mengungsi di antara bangunan-bangunan di dalam, ada sebuah masjid yang sama sekali tidak kena, bahkan karpetnya pun tidak terbakar dan warga sekarang mengungsi di masjid, di musala,” ujar Anies. Anies sendiri telah meminta seluruh jajarannya yang terkait untuk membantu para korban kebakaran ini dengan menyediakan tenda dan berbagai kebutuhan lainnya. Anies berharap warga juga dibantu dalam mengurus surat-surat dan dokumen yang ikut terbakar. Selain itu, dia ingin pula anak-anak dibantu agar bisa cepat kembali bersekolah.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Habib Rizieq Syihab dijadwalkan pulang ke Indonesia dari Arab Saudi pada 21 Februari 2018. Kepulangan Rizieq demi menyambut agenda politik Pilkada Serentak 2018. Seperti itulah yang dikatakan pengacara Rizieq sekaligus kuasa hukum Persaudaraan Alumni 212, Eggi Sudjana. Menurut Eggi, Rizieq diminta pulang lantaran pihaknya butuh masukan terkait Pilkada 2018. [Gambas:Video 20detik] “Habib tidak pernah minta mau pulang, menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini. Yang maunya Habib pulang kita, kita maunya habib pulang karena pemimpin itu mesti ada di antara kita, jangan di luar seperti ini, sementara situasi untuk keputusan-keputusan politik begitu banyak,” ucap Eggi di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1/2018). “Hari ini saja kalau dikaitkan dengan pilkada, 170-an kabupaten/kota dan 17 provinsi, itu besar sekali. Kepentingan kita apa? Kita adalah pemilik hak suara sebagai komunitas umat Islam. Masak jadi penonton aja dan kita dipimpin oleh orang-orang yang nggak bener ?” imbuh dia. Dalam memilih pemimpin, termasuk di Pilkada 2018, Eggi merujuk satu ayat Alquran dalam Surah At-Taubah, yaitu ayat 23. Kurang-lebih intinya, menurut Eggi, bicara soal kafir, iman, dan kezaliman. Menurut dia, masyarakat mesti mengedepankan iman agar tidak zalim. Paham-paham seperti di atas itulah yang menurutnya perlu langsung disampaikan pemimpin umat. Kehadiran Rizieq disebutnya sangat diperlukan menjelang Pilkada 2018. “Jadi kita perlu Habib, yang didengar suaranya oleh seluruh komunitas dan sudah dibuktikan setidaknya ada 7,4 juta orang dengar. itu yang baru terkontrol dalam arti terkoordinasi. Bagi yang belum di pelosok desa, yang nggak bisa datang, nah kan makanya perlu habib di sini,” tutur dia. Eggi Sudjana. (Rengga Sancaya/detikcom) Soal arah politik, Eggi menyebut Rizieq sudah pernah menyampaikannya. Dia mengatakan Rizieq melarang pengikutnya memilih partai-partai pendukung terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI 2017. “Jelas sekali partai-partai yang dulu mendukung penista agama atau dukung Ahok jangan dipilih. Tegas, itu amanahnya Habib Rizieq,” sebutnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pasangan calon perseorangan Samsul Hidayat-Rokhman menyerahkan dokumen dukungan untuk pendaftaran Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Serang 2018. Samsul mengklaim membawa 49.962 lembar KTP dukungan ke kantor KPU Kota Serang. Syarat dukungan itu dikumpulkan Samsul-Rokhman dari pintu ke pintu warga. “Pasangan kami akan menjaga amanah, akan kami pertanggungjawabkan,” kata Samsul di kantor KPU Kota Serang, Banten, Selasa (28/11/2017). Samsul juga memperkenalkan diri sebagai pasangan yang mengusung kampanye seorang buya. Dalam bahasa Banten, buya dikenal sebagai bapak yang bertanggung jawab. “Visi-misi yang kami usung prinsipnya tidak muluk-muluk, mewujudkan Kota Serang maju, hebat, mampu, dan senantiasa mendapatkan pengampunan dari Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya. “Dukungan awal ini sebagai modal awal, kami harap ini akan terus memberikan doa dukungan pasangan buya,” ujarnya. Samsul kemudian mengenalkan wakilnya, lulusan Leiden University, Belanda. Selain aktif di organisasi dari forum pesantren, Rokhman adalah seorang dosen UIN Banten dan aktif di ICMI Kota Serang. “Beliau adalah alumni Leiden, jebolan Eropa. Kami yakin dengan pasangan Pak Rokhman menyukseskan pasangan Buya di pilkada akan datang,” katanya. KPU Kota Serang baru menerima syarat dokumen dukungan KTP dari dua calon perseorangan. Selain Samsul-Rokhman, dokumen dukungan juga diserahkan pasangan bakal calon Agus Irawan-Samsul Bahri. Sementara itu, dua pasangan bakal calon lainnya, yakni Soesiyanni-Vera Magdalena dan Sigit-Suwitarto, belum menyerahkan syarat dokumen dukungan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

SERANG, TitikNOL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang memplenokan hasil penelitian syarat calon dan pencalonan dari empat pasangan bakal calon yang akan maju di pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Serang 2018. Dari hasil pleno, KPU Kota Serang menyatakan empat bapaslon belum memenuhi syarat calon. Pasalnya, masih ada beberapa catatan yang harus dipenuhi. Ke empatnya yakni Vera Nurlaela Jaman – Nurhasan, Syamsul Hidayat – Rohman, Syafrudin – Subadri dan Agus Irawan – Syamsul. Komisioner KPU Kota Serang Fierly Murdiyat Mabruri mengatakan, sesuai peraturan KPU Nomro 3 Tahun 2017 tentang pencalonan, setiap dokumen syara calon maupun pencalonan harus dipenuhi setiap bapaslon. “Pada prinsipnya syarat pencalonan dan calon sudah ada kemudian memenuhi syarat. Namun, ada beberapa item yang dinyatakan belum memenuhi syarat, seperti surat keterangan sedang diproses untuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK),” katanya, ditemui di hotel Ratu, Rabu (17/01/2018). KPU Kota Serang pun memberikan waktu kepada empat bapaslon untuk memenuhi persyaratan dalam waktu 18-20 Januari 2018 untuk perbaikan syarat calon. ”Dari perpanjangan ini balon harus segera menyerahkan syarat yang belum memenuhi syarat,” ungkapnya. Sementara itu, selain itu, tiga orang bakal calon wali kota maupun wakil wali kota yang merupakan Aparatur Sipil Negara maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar segera menyerahkan surat keterangan sedang diproses untuk pemberhentiannya. “Ada tiga orang yang harus mundur dua ASN satu politisi untuk surat sedang di prosesnya masih kita tunggu. Dan kami juga menunggu dukungan calon perseorangan atas nama Agus Irawan dan Syamsul Bahri harus memenuhi kekurangan dukungan jumlah 58.464,” lanjutnya. Setelah itu pihaknya akan melakukan penelitian ulang dari tanggal 20-27 Januari 2018. “Jika tanggal 27 dokumen yang dimaksud tidak ada nanti eksekusinya ditanggal 12 Februari langsung dinyatakan TMS kalau ada satu atau sebagian (persyaratan),” tegasnya. (Gat/TN1)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

SERANG, TitikNOL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis laporan harta kekayaan 140 bakal calon Wali Kota dan 138 calon Wakil Wali Kota yang maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018. Salah satunya pilkada Kota Serang. Ada empat bakal pasangan calon di pilkada Kota Serang yakni, Bapaslon Agus Irawan-Syamsul, Vera Nurlaela Jaman-Nurhasan, Syafrudin-Subadri dan Syamsul Hidayat-Rohman. Dari data yang dirilis KPK di website kpk.go.id kolom pantau pilkada nama Agus Irawan-Syamsul dan Vera Nulaela-Nurhasan merupakan pasangan calon terkaya di Pilwalkot Serang. Yang pertama, balon Wali Kota Agus Irawan Hasbullah, yang latar belakang pengusaha memiliki kekayaan sampai Rp 26.338.050.000. Sementara Wakilnya Samsul Bahri memiliki kekayaan Rp 3.982.209.639. Kedua, Vera Nurlaela Jaman yang merupakan istri Wali Kota Serang aktif Tb Haerul Jaman melaporkan harta kekayan ke KPK dengan total kekayan Rp18.201.440.852. Sementara Wakilnya, Nurhasan melaporkan kekayaan Rp 1.398.161.262. Diurutan ketiga, Syafrudin melaporkan harta kekayaan sebesar Rp 3.413.756.033. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang ini melaporkan hartanya pada Selasa (16/1/2018) lalu. Sedangkan wakilnya Subadri Usuludin melaporkan kekayaan sebanyak Rp 13.372.900.000. Terkahir, pasangan perseorangan Samsul Hidayat melaporkan kekayaan sebanyak Rp 3.584.465.843. Sedangkan wakilnya, Rohman memiliki harta Rp 1.103.976.700. Sementara itu, Komisioner KPU Kota Serang Firly Murdiyat Mabruri menyampaikan empat bakal pasangan calon telah rampung melaksanakan perbaikan dokumen syarat calon yang salah satunya LHKPN. “Sesuai tahapan, kami akan melakukan penelitian terhadap dokumen perbaikan tersebut hingga tanggal 27 Januari 2018,” ujarnya. (Gat/TN2)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

llustrasi/Foto: Ari Saputra Serang – Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya. (bri/dkp) pilkada serentak 2018

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

SERANG, TitikNOL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis laporan harta kekayaan 140 bakal calon Wali Kota dan 138 calon Wakil Wali Kota yang maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018. Salah satunya pilkada Kota Serang. Ada empat bakal pasangan calon di pilkada Kota Serang yakni, Bapaslon Agus Irawan-Syamsul, Vera Nurlaela Jaman-Nurhasan, Syafrudin-Subadri dan Syamsul Hidayat-Rohman. Dari data yang dirilis KPK di website kpk.go.id kolom pantau pilkada nama Agus Irawan-Syamsul dan Vera Nulaela-Nurhasan merupakan pasangan calon terkaya di Pilwalkot Serang. Yang pertama, balon Wali Kota Agus Irawan Hasbullah, yang latar belakang pengusaha memiliki kekayaan sampai Rp 26.338.050.000. Sementara Wakilnya Samsul Bahri memiliki kekayaan Rp 3.982.209.639. Kedua, Vera Nurlaela Jaman yang merupakan istri Wali Kota Serang aktif Tb Haerul Jaman melaporkan harta kekayan ke KPK dengan total kekayan Rp18.201.440.852. Sementara Wakilnya, Nurhasan melaporkan kekayaan Rp 1.398.161.262. Diurutan ketiga, Syafrudin melaporkan harta kekayaan sebesar Rp 3.413.756.033. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang ini melaporkan hartanya pada Selasa (16/1/2018) lalu. Sedangkan wakilnya Subadri Usuludin melaporkan kekayaan sebanyak Rp 13.372.900.000. Terkahir, pasangan perseorangan Samsul Hidayat melaporkan kekayaan sebanyak Rp 3.584.465.843. Sedangkan wakilnya, Rohman memiliki harta Rp 1.103.976.700. Sementara itu, Komisioner KPU Kota Serang Firly Murdiyat Mabruri menyampaikan empat bakal pasangan calon telah rampung melaksanakan perbaikan dokumen syarat calon yang salah satunya LHKPN. “Sesuai tahapan, kami akan melakukan penelitian terhadap dokumen perbaikan tersebut hingga tanggal 27 Januari 2018,” ujarnya. (Gat/TN2)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Hal yang sama berlaku untuk kandidat yang berasal dari kalangan TNI, Polri, dan ASN. Syarat lain misalkan tidak sedang dinyatakan pailit serta mampu secara jasmani dan rohani. “Syarat calon itu harus dipenuhi ketika kandidat melakukan pendaftaran ke KPU yang menurut tahapan jadwalnya adalah tanggal 8 hingga 10 Januari 2018. Kami mohon kandidat untuk bisa mempersiapkan diri dari sekarang karena item persyaratan itu berhubungan dengan banyak institusi,” kata Divisi Teknis KPU Kota Serang, Fierly MM kepada Kabar Banten ditemui usai rapat koordinasi pencalonan di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (11/10/2017).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dia menjelaskan, seperti syarat tidak sedang pailit menjadi kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara, tidak pernah dipidana itu dikeluarkan oleh pihak pengadilan. Maka pihaknya meminta agar secepatnya dipersiapkan. “Silakan formulirnya bisa diakses di peraturan nomor 3,” ucapnya. Syarat calon, ucapnya, oleh KPU akan diverifikasi dengan melibatkan 7 institusi yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, BNN, RSUD, Himpunan Psikolog, Polres serta Panwaslu. KPU juga membuka ruang tanggapan masyarakat terkait keabsahan syarat calon dimaksud.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Selain itu, bagi calon perseorangan batas minimal dukungan adalah 38.700 dilengkapi dengan salinan KTP elektronik atau Suket yang tersebar minimal di 4 kecamatan. Sedangkan dari jalur parpol, syarat pencalonan adalah minimal memiliki 9 kursi di DPRD Kota Serang,” tuturnya. Menurutnya, syarat pencalonan ini akan diverifikasi secara ketat dan melibatkan Panwaslu. Untuk calon perseorangan verifikasi dilakukan dalam tiga tahap yaitu verifikasi penghitungan dan sebaran dukungan, verifikasi administrasi dan kegandaan serta verifikasi faktual dimana petugas KPU mendatangi satu persatu warga yang namanya ada di pernyataan dukungan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

llustrasi/Foto: Ari Saputra Serang – Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya. (bri/dkp) pilkada serentak 2018

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

SERANG, TitikNOL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang memplenokan hasil penelitian syarat calon dan pencalonan dari empat pasangan bakal calon yang akan maju di pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Serang 2018. Dari hasil pleno, KPU Kota Serang menyatakan empat bapaslon belum memenuhi syarat calon. Pasalnya, masih ada beberapa catatan yang harus dipenuhi. Ke empatnya yakni Vera Nurlaela Jaman – Nurhasan, Syamsul Hidayat – Rohman, Syafrudin – Subadri dan Agus Irawan – Syamsul. Komisioner KPU Kota Serang Fierly Murdiyat Mabruri mengatakan, sesuai peraturan KPU Nomro 3 Tahun 2017 tentang pencalonan, setiap dokumen syara calon maupun pencalonan harus dipenuhi setiap bapaslon. “Pada prinsipnya syarat pencalonan dan calon sudah ada kemudian memenuhi syarat. Namun, ada beberapa item yang dinyatakan belum memenuhi syarat, seperti surat keterangan sedang diproses untuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK),” katanya, ditemui di hotel Ratu, Rabu (17/01/2018). KPU Kota Serang pun memberikan waktu kepada empat bapaslon untuk memenuhi persyaratan dalam waktu 18-20 Januari 2018 untuk perbaikan syarat calon. ”Dari perpanjangan ini balon harus segera menyerahkan syarat yang belum memenuhi syarat,” ungkapnya. Sementara itu, selain itu, tiga orang bakal calon wali kota maupun wakil wali kota yang merupakan Aparatur Sipil Negara maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar segera menyerahkan surat keterangan sedang diproses untuk pemberhentiannya. “Ada tiga orang yang harus mundur dua ASN satu politisi untuk surat sedang di prosesnya masih kita tunggu. Dan kami juga menunggu dukungan calon perseorangan atas nama Agus Irawan dan Syamsul Bahri harus memenuhi kekurangan dukungan jumlah 58.464,” lanjutnya. Setelah itu pihaknya akan melakukan penelitian ulang dari tanggal 20-27 Januari 2018. “Jika tanggal 27 dokumen yang dimaksud tidak ada nanti eksekusinya ditanggal 12 Februari langsung dinyatakan TMS kalau ada satu atau sebagian (persyaratan),” tegasnya. (Gat/TN1)

llustrasi/Foto: Ari Saputra Serang – Pasangan perseorangan atau independen Agus Irawan Hasbullah-Samsul Bahri terancam gagal jadi peserta di Pilwalkot Serang 2018. Alasannya, mereka kurang memenuhi syarat dari jumlah KTP yang dikumpulkan. Komisioner KPUD Kota Serang, Fierly MM mengatakan perbaikan dukungan keduanya yang mestinya mencapai 58 ribu dukungan, yang memenuhi syarat hanya 23.213 KTP. Sisanya, adalah dukungan ganda dan buram yang tidak memenuhi syarat. Atas hasil verifikasi ini, Fierly mengatakan bahwa pihak Agus Irawan-Samsul Bahri tak menerima berita acara administrasi formulir BA-2 dan BA-4 KWK. “Hasil verifikasi administrasi ini kami sampaikan, tapi Pak Agus tidak menerima, silakan tanyakan ke mereka,” ujar Fierly saat jumpa pers di KPUD Kota Serang, Banten, Sabtu (27/1/2018). Ia mengatakan, saat verifikasi administrasi kedua ini dilakukan secara terbuka. Bahkan saat verifikasi disaksikan oleh kepolisian dan pihak perwakilan pasangan. Karena tak memenuhi syarat perbaikan kedua, KPU menurut Fierly akan melakukan pleno penetapan pasangan calon Agus Irawan-Samsul Bahri pada 8 Februari nanti. Namun, ia belum bisa mengatakan bahwa pasangan ini gagal mengikuti Pilwalkot Serang. “Nanti kalau memenuhi syarat atau tak memenuhi syarat di 8 Februari itu,” katanya. (bri/dkp) pilkada serentak 2018

SERANG, TitikNOL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang memplenokan hasil penelitian syarat calon dan pencalonan dari empat pasangan bakal calon yang akan maju di pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Serang 2018. Dari hasil pleno, KPU Kota Serang menyatakan empat bapaslon belum memenuhi syarat calon. Pasalnya, masih ada beberapa catatan yang harus dipenuhi. Ke empatnya yakni Vera Nurlaela Jaman – Nurhasan, Syamsul Hidayat – Rohman, Syafrudin – Subadri dan Agus Irawan – Syamsul. Komisioner KPU Kota Serang Fierly Murdiyat Mabruri mengatakan, sesuai peraturan KPU Nomro 3 Tahun 2017 tentang pencalonan, setiap dokumen syara calon maupun pencalonan harus dipenuhi setiap bapaslon. “Pada prinsipnya syarat pencalonan dan calon sudah ada kemudian memenuhi syarat. Namun, ada beberapa item yang dinyatakan belum memenuhi syarat, seperti surat keterangan sedang diproses untuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK),” katanya, ditemui di hotel Ratu, Rabu (17/01/2018). KPU Kota Serang pun memberikan waktu kepada empat bapaslon untuk memenuhi persyaratan dalam waktu 18-20 Januari 2018 untuk perbaikan syarat calon. ”Dari perpanjangan ini balon harus segera menyerahkan syarat yang belum memenuhi syarat,” ungkapnya. Sementara itu, selain itu, tiga orang bakal calon wali kota maupun wakil wali kota yang merupakan Aparatur Sipil Negara maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar segera menyerahkan surat keterangan sedang diproses untuk pemberhentiannya. “Ada tiga orang yang harus mundur dua ASN satu politisi untuk surat sedang di prosesnya masih kita tunggu. Dan kami juga menunggu dukungan calon perseorangan atas nama Agus Irawan dan Syamsul Bahri harus memenuhi kekurangan dukungan jumlah 58.464,” lanjutnya. Setelah itu pihaknya akan melakukan penelitian ulang dari tanggal 20-27 Januari 2018. “Jika tanggal 27 dokumen yang dimaksud tidak ada nanti eksekusinya ditanggal 12 Februari langsung dinyatakan TMS kalau ada satu atau sebagian (persyaratan),” tegasnya. (Gat/TN1)

Hal yang sama berlaku untuk kandidat yang berasal dari kalangan TNI, Polri, dan ASN. Syarat lain misalkan tidak sedang dinyatakan pailit serta mampu secara jasmani dan rohani. “Syarat calon itu harus dipenuhi ketika kandidat melakukan pendaftaran ke KPU yang menurut tahapan jadwalnya adalah tanggal 8 hingga 10 Januari 2018. Kami mohon kandidat untuk bisa mempersiapkan diri dari sekarang karena item persyaratan itu berhubungan dengan banyak institusi,” kata Divisi Teknis KPU Kota Serang, Fierly MM kepada Kabar Banten ditemui usai rapat koordinasi pencalonan di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (11/10/2017).

seperti di kutip dari https://www.kabar-banten.com

Dia menjelaskan, seperti syarat tidak sedang pailit menjadi kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara, tidak pernah dipidana itu dikeluarkan oleh pihak pengadilan. Maka pihaknya meminta agar secepatnya dipersiapkan. “Silakan formulirnya bisa diakses di peraturan nomor 3,” ucapnya. Syarat calon, ucapnya, oleh KPU akan diverifikasi dengan melibatkan 7 institusi yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, BNN, RSUD, Himpunan Psikolog, Polres serta Panwaslu. KPU juga membuka ruang tanggapan masyarakat terkait keabsahan syarat calon dimaksud.

seperti di kutip dari https://www.kabar-banten.com

“Selain itu, bagi calon perseorangan batas minimal dukungan adalah 38.700 dilengkapi dengan salinan KTP elektronik atau Suket yang tersebar minimal di 4 kecamatan. Sedangkan dari jalur parpol, syarat pencalonan adalah minimal memiliki 9 kursi di DPRD Kota Serang,” tuturnya. Menurutnya, syarat pencalonan ini akan diverifikasi secara ketat dan melibatkan Panwaslu. Untuk calon perseorangan verifikasi dilakukan dalam tiga tahap yaitu verifikasi penghitungan dan sebaran dukungan, verifikasi administrasi dan kegandaan serta verifikasi faktual dimana petugas KPU mendatangi satu persatu warga yang namanya ada di pernyataan dukungan.

Related Posts

Comments are closed.