Panel Listrik Apartemen Bassura Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan

Panel Listrik Apartemen Bassura Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan

Ruang panel listrik Apartemen Bassura City, Jatinegara, Jakarta Timur, terbakar hingga menimbulkan asap pekat. Penghuni apartemen mengaku sempat mendengar ledakan. “Tadi lagi renang, tiba-tiba ada ledakan suruh naik (dari kolam renang). Terus semua (petugas keamanan) langsung ke sana (ruang panel listrik),” kata salah satu penghuni, Delsa saat ditemui, Kamis (1/3/2018). Kejadian itu berada di Tower Geranium Blok G sekitar pukul 10.30 WIB. Delsa menyebut setelah ledakan terdengar, muncul asap hitam pekat yang membuat panik penghuni. Panel listrik terbakar menimbulkan asap pekat di Apartemen Bassura City, Kamis (1/3/2018) Foto: Istimewa “Kemudian ada ledakan lagi dan keluar asap tebal. Yang saya dengar tadi 3 kali (ledakan),” sambungnya. Pantauan di lokasi, penghuni saat ini menunggu di depan lobi pintu Tower Geranium. Mereka belum diperbolehkan masuk. Polisi dan petugas pemadam kebakaran sudah masuk ke dalam area tower. Petugas Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jaktim, Prio saat dihubungi terpisah menyebut kebakaran panel listrik sudah dipadamkan. Panel listrik terbakar menimbulkan asap pekat di Apartemen Bassura City, Kamis (1/3/2018) Foto: Istimewa

Ruang panel listrik Apartemen Bassura City, Jatinegara, Jakarta Timur, terbakar hingga menimbulkan asap pekat. Penghuni apartemen mengaku sempat mendengar ledakan. “Tadi lagi renang, tiba-tiba ada ledakan suruh naik (dari kolam renang). Terus semua (petugas keamanan) langsung ke sana (ruang panel listrik),” kata salah satu penghuni, Delsa saat ditemui, Kamis (1/3/2018). Kejadian itu berada di Tower Geranium Blok G sekitar pukul 10.30 WIB. Delsa menyebut setelah ledakan terdengar, muncul asap hitam pekat yang membuat panik penghuni. Panel listrik terbakar menimbulkan asap pekat di Apartemen Bassura City, Kamis (1/3/2018) Foto: Istimewa “Kemudian ada ledakan lagi dan keluar asap tebal. Yang saya dengar tadi 3 kali (ledakan),” sambungnya. Pantauan di lokasi, penghuni saat ini menunggu di depan lobi pintu Tower Geranium. Mereka belum diperbolehkan masuk. Polisi dan petugas pemadam kebakaran sudah masuk ke dalam area tower. Petugas Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jaktim, Prio saat dihubungi terpisah menyebut kebakaran panel listrik sudah dipadamkan. Panel listrik terbakar menimbulkan asap pekat di Apartemen Bassura City, Kamis (1/3/2018) Foto: Istimewa

Uyu Ruhyana (56), marbut Masjid Besar Al Istiqomah, Pamengpeuk Garut mengakui penganiayaan yang dialami dirinya tidak benar. Uyu merekayasa kasus seolah dianiaya sekelompok orang. Uyu dihadirkan dalam rilis yang digelar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Kamis (1/3/2018). Menggunakan sarung dengan wajah ditutup topeng, Uyu menjelaskan perbuatannya. “Saya ingin menyampaikan hal-hal yang terjadi bahwa yang ada di berita, di Facebook sebetulnya tidak ada kejadiannya yang sebenarnya. Jadi yang terjadi itu hanya rekayasa saya,” ujar Uyu. Uyu mengatakan perbuatannya itu bermotif persoalan ekonomi. Anak Uyu, meminta dibelikan mesin pemotong rumput guna keperluan kerja. Dengan honor sebagai marbut yang hanya Rp 125 ribu perbulan, Uyu dibuat pusing guna mewujudkan keinginan anaknya. “Saya banyak kebutuhan keluarga. Saya mau minta tolong sama siapa, yang mau minjemin juga siapa,” kata dia. Pada Selasa (27/2) malam, dirinya sempat berbincang mencari jalan keluar dengan istrinya hingga dini hari. Di saat itu, munculah ide untuk berpura-pura menjadi korban penganiayaan. “Perbuatan itu saya mengharapkan dikasih uang. Dikasihani,” ucap Uyu. Uyu kemudian mengikat sendiri lengannya dan membuat suasana masjid seolah telah terjadi penganiayaan. Hingga akhirnya warga yang melihat melaporkan kasus tersebut. Uyu Ruhyana (56) menyampaikan keterangan bahwa ia merekayasa seolah menjadi korban penganiayaan. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom) Kasus itu pun viral di medsos. Hingga akhirnya polisi turun tangan mengecek kasus tersebut. Dari hasil pengecekan polisi, kasus tersebut nyatanya tak ada alias hanya rekayasa. “Awalnya ketika ditanya dia mengaku baru dia baru dianiaya oleh lima orang tak dikenal. Tapi setelah diselidiki peristiwa itu tidak benar,” ucap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto. Uyu sendiri saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia membuat laporan palsu atas kasus rekayasa tersebut. “Perbuatan ini dilakukan oleh yang bersangkutan sendiri. Tapi ke depan, Polda akan melakukan pemeriksaan mendalam apakah ada yang menyuruh, kalau ada kita proses,” tutur Agung. Beredar di media sosial unggahan yang menyatakan seorang marbut Masjid Besar Al-Istiqomah Pameungpeuk, Kabupaten Garut disiksa lima orang tak dikenal. Setelah diselidiki polisi, informasi tersebut ternyata hoax dan rekayasa.

Polisi telah menarik izin acara hujan duit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan yang kemarin bikin heboh. Meski begitu, banyak warga yang tetap berkumpul di lokasi berharap ada hujan duit lagi. Pantauan detikcom di Pasar Festival, Jalan HT Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018), warga mulai berdatangan sekitar pukul 12.10 WIB. Para warga mengaku memang sengaja datang. Puluhan warga berkumpul di trotoar tepat di depan pintu masuk Pasar Festival. Karena banyak warga yang berkumpul petugas keamanan Pasar Festival harus menjaga agar warga tidak menutupi pintu masuk. “Ya kemarin denger bagi-bagi duit di sini. Baru tahu semalem dari anak-anak katanya ada bagi-bagi duit,” kata Siti Marma di lokasi. Siti menyarankan bagi-bagi uang tidak di jalan raya. Selain mengganggu kenyamanan pengendara, kegiatan bagi-bagi bisa dibubarkan aparat. “Seharusnya jangan di jalanan dong. Kan nanti jadi nggak dapet uangnya. Kalau di jalanan disetop sama polisi nanti,” ujar Siti.

Presiden PKS Sohibul Iman buka-bukaan soal pemecatan Fahri Hamzah dari partainya. Dia membongkar soal ‘dosa-dosa’ Fahri sehingga dipecat dari seluruh keanggotaan partai. Sohibul mengungkap, awal mula perseteruan PKS dengan Fahri adalah ketika dia hendak merotasinya dari posisi Wakil Ketua DPR. Dia meminta Fahri dalam kapasitasnya sebagai pimpinan tertinggi partai pada Oktober 2015. Foto: Sohibul Iman/PKS “(Saya katakan) ‘Fahri setelah saya lihat, antum ini ternyata tidak cocok sebagai etalase tertinggi PKS’. Etalase tertinggi PKS hari ini kan pimpinan DPR, karena menteri nggak punya kan. ‘Kayaknya antum ini cocoknya di alat kelengkapan yang lain’. Sudah kita sediakan di BKSAP. Ini bulan Oktober tanggal 20,” ujar Sohibul kepada wartawan, Kamis (1/3/2018). Saat itu menurut Sohibul, Fahri mengiyakan dan bersedia mematuhi keputusan partai. Hanya saja Fahri meminta tidak langsung dicopot dari kursi pimpinan DPR karena masih memiliki tugas muhibah ke luar negeri yang telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya. “Terus dia bilang, ‘Siap ustaz’. Itu bener-bener kader PKS, asli itu. (Fahri mengatakan) ‘Siap taz, sami’na wa atha’na, saya siap mundur dari pimpinan DPR terserah saya nanti ditempatkan di mana, yang penting saya tetap berada di PKS. Tapi saya sudah punya janji sebagai pimpinan DPR, mau muhibah ke sana ke sini ke mari, tolong izinkan saya sampai pertengahan Desember’. ‘Silakan’ kata saya,” cerita Sohibul. Namun, masih kata Sohibul, ternyata Fahri tidak memenuhi janjinya. Saat Desember 2015, tidak seperti yang dijanjikannya, Fahri terus menerus membuat alasan agar tidak dilengserkan dari posisi Wakil Ketua DPR. Secara aturan sesuai UU MD3, fraksi memang berhak mengatur kader-kadernya di alat kelengkapan dewan, termasuk di kursi pimpinan DPR. “Begitu masuk Desember mulai, nggak mau. Apa itu bukan bohong? Bohong itu namanya, dan membangkang namanya itu. Coba di partai lain,” tutur Sohibul. Dia lalu memberi contoh soal partai lain yang memaksa kadernya untuk masuk di mahkamah kehormatan dewan, padahal si kader tidak berkenan. Pimpinan partai itu, kata Sohibul, mengancam akan memecat hingga akhirnya kader yang dimaksud bersedia untuk diproyeksi di MKD. “Ketika MKD lagi panas-panasnya. Itu organisasi, termasuk korporat kan juga gitu. Nah Fahri tu begitu, simple konstruksinya. Kenapa dia kemudian tiba-tiba jadi tidak mau? Bahkan kemudian membuat cuat cuit aneh-aneh. Itu semakin jauh dari tabiat kader PKS,” ucapnya. PKS pun akhirnya memecat Fahri dari seluruh keanggotaan partai pada April 2016. Hanya saja Fahri menggugat PKS ke PN Jakarta Selatan dan mengadukan sejumlah petinggi partai tersebut, termasuk Sohibul Iman. Bulan Desember 2016, PN Jaksel memenangkan gugatan Fahri dan menyatakan pemecatannya tidak sah. PKS kemudian mengajukan banding, yang kemudian kembali kalah dari Fahri. Seiring pasang-surut hubungan keduanya, Fahri tetap mengaku sebagai kader PKS. “Kan belum selesai (masalah hukum soal pemecatan Fahri), kita masih kasasi. Itu sebagai bagian proses, ya silakan aja,” tutup Sohibul.

Mahkamah Agung (MA) menangani lebih dari 300 ribu gugatan cerai selama tahun 2017. Kasus terbanyak ialah cerai gugat di pengadilan agama. Dilihat detikcom dari Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2017, Kamis (1/3/2018), terdapat 301.573 perkara cerai gugat yang masuk ke Pengadilan Agama selama tahun 2017. Selain perkara masuk, ada sisa 51.019 perkara cerai gugat pada tahun 2016, hingga beban perkara cerai gugat di Pengadilan Agama selama 2017 berjumlah 352.592. Dari jumlah itu, sebanyak 276.718 perkara sudah diputus, kemudian pencabutan perkara sebanyak 17.825 serta sisa perkara 58.049. Berikutnya, ada cerai talak sebanyak 133.205 dengan jumlah perkara yang diputus sebanyak 104.005, perkara dicabut 7.982, dan sisa perkara 21.218. Selain di pengadilan agama, ada juga perkara perceraian di pengadilan negeri. Terdapat 13.229 perkara perceraian dengan perkara putus sebanyak 12.222, cabut perkara 675 dan sisa 3.673. Selain itu MA juga lewat pengadilan agama juga menangani perkara gugatan izin poligami. Sebanyak 1.111 perkara izin poligami ditangani selama 2017. Dilihat detikcom dari Laporan Tahunan MA tahun 2017, Kamis (1/2/2018), dari total izin poligami itu, sebanyak 955 perkara masuk pada 2017, dan 156 lainnya merupakan sisa perkara 2016. Pengadilan agama kemudian memutus 792 izin poligami. Kemudian, ada 142 perkara yang dicabut dan sisa 177 perkara izin poligami. Selain soal poligami, Pengadilan Agama selama tahun 2017 juga menangani 307 perkara gugatan pembatalan perkawinan dengan perkara diputus sebanyak 183, dicabut 57 dan sisa 67. Ada juga perkara permohonan pencegahan perkawinan sebanyak 51 dengan perkara diputus sebanyak 46, dicabut 2 dan sisa 3 perkara. Berikutnya, Pengadilan Agama perkara permohonan penolakan perkawinan sebanyak 42 perkara dengan perkara diputus sebanyak 37. Selain di Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri selama 2017 juga menangani permohonan terkait perkawinan, yaitu sebanyak 482 perkara pendaftaran pernikahan terlambat, 136 perkara permohonan dispensasi nikah, dan 136 perkara permohonan izin nikah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Irjen Heru menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas), yang memasuki masa pensiun mulai Maret 2018. Pelantikan Heru berlangsung di Istana Negara pada Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi dan pejabat negara, di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan mantan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi. “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru. Seusai pengucapan sumpah jabatan, Irjen Heru menandatangani sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi. Sesaat kemudian, giliran Jokowi membubuhkan tanda tangan di dokumen tersebut. [Gambas:Video 20detik]

Mantan General Manager (GM) PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi, Setia Budi, disebut memberikan Rp 115 juta ke Cucup Sutisna. Setia Budi kemudian meminta Cucup membayarkan uang itu ke pemilik motor Harley Davidson–yang diberikannya ke auditor BPK. Cucup merupakan asisten manajer PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi. Cucup mengaku Setia Budi untuk membayarkan uang itu sebagai pembelian motor Harley Davidson di Bandung. Cucup–yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan–mengaku awalnya bertemu dengan Setia Budi dan auditor BPK bernama Sigit Yugoharto di sebuah restoran di Jakarta. Dalam pertemuan itu, menurut Cucup, Setia Budi dengan Sigit membahas pembelian motor. “Sampai di kantor dikasih uang Pak Setia Budi Rp 115 juta. Lalu dikasih alamat tempat motor,” ujar Cucup saat bersaksi dalam persidangan untuk terdakwa Sigit Yugoharto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Sigit saat itu adalah ketua tim pemeriksaan pengelolaan keuangan PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi. Pembelian motor itu juga masih dalam pemeriksaan keuangan di PT Jasa Marga tersebut. Setelah menerima uang dari Setia Budi, Cucup kemudian menuju ke Bandung untuk bertemu pemilik motor Harley Davidson. Dalam pembelian itu, kata Cucup, tidak terjadi penawaran harga. “Adakah tawar menawar?” tanya hakim. “Katanya sudah jadi segitu, Pak Sigit dengan penjualnya,” ucap Cucup. Meski begitu, Cucup mengaku tidak tahu pembelian motor itu merupakan hadiah dari Setia Budi untuk Sigit Yugoharto. Dia mengetahui motor itu sebagai hadiah proses pemeriksaan pengelolaan keuangan di PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi saat sidang perkara ini dengan terdakwa Setia Budi. “Setelah sidang kemarin tahunya (hadiah) dari Pak Budi,” ucap Cucup. Dalam perkara ini, auditor Madya pada Sub-Auditorat VII B2 BPK Sigit Yugoharto didakwa menerima moge Harley Davidson dari mantan General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setia Budi. Harga moge disebutkan Rp 115 juta. Sigit juga menerima beberapa kali fasilitas hiburan malam di karaoke Las Vegas Plaza Semanggi dari Setia Budi. Fasilitas hiburan malam yang diterima Sigit disebutkan bernilai sekitar Rp 30 juta dan Rp 41 juta. Fasilitas itu terkait dengan diubahnya hasil temuan sementara BPK dalam pengelolaan keuangan PT Jasa Marga.

Related Posts

Comments are closed.