Novanto Cek Medis di RSPAD Bukan RSCM, KPK: Sesuai Penetapan Hakim

Novanto Cek Medis di RSPAD Bukan RSCM, KPK: Sesuai Penetapan Hakim

Setya Novanto menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto. Awalnya, KPK berniat membawa terdakwa perkara korupsi e-KTP itu ke RSCM, namun tak jadi. “Izin tertulis dari hakim di RSPAD,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo ketika dimintai konfirmasi detikcom , Jumat (29/12/2017). Rupanya, keputusan untuk membawa Novanto ke RSPAD berdasarkan penetapan hakim. Jadi, KPK mengikuti penetapan hakim tersebut. “Itu berdasarkan penetapan hakim yang menuliskan dirujuk ke RSPAD. Jadi KPK harus mengikuti penetapan hakim tersebut,” imbuh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif ketika dihubungi terpisah. Saat ini, Novanto masih berada di RSPAD. Pengacara Novanto, Maqdir Ismail, menyebut kliennya itu harus menjalani pemeriksaan jantung dan gula. Novanto menjalani pemeriksaan kesehatan di Paviliun Kartika, RSPAD. Novanto dibawa ke RSPAD dengan mobil operasional KPK yang biasa membawa tahanan. Sebelumnya pada Kamis (28/12) kemarin, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut pemeriksaan Novanto akan dilakukan di RSCM Kencana. Menurut Febri, sudah ada rekam medis Novanto sejak terjadinya kecelakaan pada 16 November lalu di RSCM Kencana. “Dan karena proses sebelumnya di RSCM, tentu ada medical record di sana. Kalaupun perlu dilakukan pengecekan lagi, tentu kita akan pertimbangkan di RSCM besok (29/12),” ucap Febri.

Setya Novanto menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto. Awalnya, KPK berniat membawa terdakwa perkara korupsi e-KTP itu ke RSCM, namun tak jadi. “Izin tertulis dari hakim di RSPAD,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo ketika dimintai konfirmasi detikcom , Jumat (29/12/2017). Rupanya, keputusan untuk membawa Novanto ke RSPAD berdasarkan penetapan hakim. Jadi, KPK mengikuti penetapan hakim tersebut. “Itu berdasarkan penetapan hakim yang menuliskan dirujuk ke RSPAD. Jadi KPK harus mengikuti penetapan hakim tersebut,” imbuh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif ketika dihubungi terpisah. Saat ini, Novanto masih berada di RSPAD. Pengacara Novanto, Maqdir Ismail, menyebut kliennya itu harus menjalani pemeriksaan jantung dan gula. Novanto menjalani pemeriksaan kesehatan di Paviliun Kartika, RSPAD. Novanto dibawa ke RSPAD dengan mobil operasional KPK yang biasa membawa tahanan. Sebelumnya pada Kamis (28/12) kemarin, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut pemeriksaan Novanto akan dilakukan di RSCM Kencana. Menurut Febri, sudah ada rekam medis Novanto sejak terjadinya kecelakaan pada 16 November lalu di RSCM Kencana. “Dan karena proses sebelumnya di RSCM, tentu ada medical record di sana. Kalaupun perlu dilakukan pengecekan lagi, tentu kita akan pertimbangkan di RSCM besok (29/12),” ucap Febri.

Setya Novanto masih menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto. Terdakwa perkara korupsi e-KTP ini disebut pengacara menjalani pemeriksaan jantung dan kadar gula. Novanto menjalani pemeriksaan kesehatan di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jl Abdul Rachman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2017). Novanto dibawa ke RSPAD dengan mobil operasional KPK yang biasa membawa tahanan. Belum ada keterangan mengenai proses pemeriksaan Novanto di RSPAD. KPK sebelumnya menyebut cek medis Novanto akan dilakukan di RSCM, namun akhirnya dilakukan di RSPAD. Pengacara Novanto, Maqdir Ismail, menyebut kliennya harus menjalani pemeriksaan jantung dan kadar gula. Dari pemeriksaan ini akan diketahui kondisi kesehatan Novanto. Terkait perkara e-KTP, Novanto didakwa melakukan intervensi dalam penganggaran dan pengadaan e-KTP. Novanto didakwa memperkaya diri sendiri, yakni menerima duit total USD 7,3 juta dan memperkaya pihak lain.

4 September 2017: Novanto ajukan praperadilan Setelah sebulan lebih berstatus tersangka, Novanto resmi mendaftarkan gugatan praperadilan terhadap KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan terdaftar dalam nomor 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel. Novanto meminta penetapan statusnya sebagai tersangka dibatalkan KPK. 11 September 2017: Dipanggil KPK sebagai tersangka, namun tak hadir KPK memanggil Novanto untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun, Novanto tak hadir dengan alasan sakit. Sekjen Golkar Idrus Marham bersama tim kuasa hukum Novanto mengantarkan surat dari dokter ke KPK. Menurut Idrus, Novanto saat itu masih menjalani perawatan di RS Siloam, Semanggi, Jakarta. Hasil pemeriksaan medis, gula darah Novanto naik setelah melakukan olah raga pada Minggu (10/9/2017). 12 September 2017: Kirim Surat minta penundaan proses hukum Setya Novanto mengirimkan surat ke KPK melalui Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Novanto meminta KPK menunda proses penyidikan terhadap dirinya sampai putusan praperadilan keluar. Surat itu sempat menuai protes karena dikirim menggunakan kop DPR. Namun, KPK menilai proses praperadilan adalah hal yang terpisah dari proses penyidikan. Oleh karena itu, KPK tetap akan menjadwalkan pemeriksaan Setya Novanto sebagai tersangka. 29 September 2017: Novanto bebas dari status tersangka Setelah menjalani serangkaian sidang, Hakim tunggal Cepi Iskandar mengabulkan sebagian permohonan Novanto. Penetapan Novanto sebagai tersangka oleh KPK dianggap tidak sah alias batal. Hakim juga meminta KPK untuk menghentikan penyidikan terhadap Novanto. KOMPAS.com/IHSANUDDIN Hakim Praperadilan Cepi Iskandar membacakan putusan praperadilan Setya Novanto di PN Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017). Hakim Cepi beralasan, penetapan tersangka Setya Novanto tidak sah karena dilakukan di awal penyidikan, bukan di akhir penyidikan. Hakim juga mempermasalahkan alat bukti yang digunakan KPK untuk menjerat Novanto. Sebab, alat bukti itu sudah digunakan dalam penyidikan terhadap Irman dan Sugiharto, dua pejabat Kementerian Dalam Negeri yang sudah divonis di pengadilan 31 Oktober 2017: Novanto kembali ditetapkan tersangka oleh KPK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto sebagai tersangka untuk kedua kalinya dalam perkara korupsi e-KTP . Penetapan Novanto sebagai tersangka ini dilakukan sejak 31 Oktober 2017. “Setelah proses penyelidikan dan terdapat bukti permulaan yang cukup dan melakukan gelar perkara akhir Oktober 2017, KPK menerbitkan surat perintah penyidikan pada 31 Oktober 2017 atas nama tersangka SN, anggota DPR RI,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di gedung KPK, Jumat (10/11/2017).

seperti di kutip dari http://nasional.kompas.com

KPK menduga Novanto melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan pengusaha Andi Narogong dan dua pejabat di Kementerian Dalam Negeri. KPK sebelumnya telah memantau hasil praperadilan yang memenangkan Setya Novanto di PN Jakarta Selatan, sehingga status tersangka yang ditetapkan KPK dibatalkan. KPK kembali melakukan pemeriksaan saksi setelah putusan itu. 15 November 2017: KPK lakukan jemput paksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto, malam ini, Rabu (15/11/2017). Mereka tiba di kediaman Novanto pukul 21.40 WIB. Tampak petugas polisi berjaga-jaga di depan pintu masuk rumah Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Petugas KPK diketahui dilarang masuk ke dalam sehingga hingga berita ini diturunkan, mereka masih berada di lingkungan sekitar rumah Novanto. KRISTIANTO PURNOMO Petugas KPK terlihat di rumah Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto sejak pukul 21.40 WIB. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

seperti di kutip dari http://nasional.kompas.com

Kuasa hukum Novanto tampak keluar rumah untuk memberikan keterangan terkait penjemputan ini. Seharusnya, pada Rabu (15/11/2017), Novanto diperiksa di KPK, namun ia tidak datang. Dia memilih berada di Gedung DPR untuk mengikuti rapat paripurna. 16 November 2017: Novanto kecelakaan Ketua DPR RI Setya Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan mobil, Kamis (16/11/2017). Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan. Pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, menuturkan, kecelakaan terjadi tak jauh dari rumah sakit tersebut. KOMPAS.com/LAKSONO HARI W Lokasi kecelakaan Setya Novanto, Kamis (16/11/2017) malam. Ia menjelaskan, saat itu Novanto terburu-buru menuju ke studio salah satu stasiun televisi swasta untuk melangsungkan siaran langsung. Setelah melangsungkan siaran langsung, Novanto berencana mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memberikan keterangan. Kejadian berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Fredrich dihubungi oleh ajudan dan dikabari bahwa Novanto mengalami kecelakaan. “Tapi di perjalanan ajudan ngasih tahu ‘Pak kita kecelakaan mobil kaca depan mobil hancur copot’ beliau luka langsung pingsan,” kata Fredrich di RS Medika Permata Hijau, Kamis malam. Novanto kemudian dilarikan ke Unit Gawat Darurat. Fredrich mengaku belum mengetahui siapa saja yang berada dalam mobil tersebut. 17 November 2017: Setya Novanto ditahan KPK dan dibantarkan di RSCM Komisi Pemberantasan Korupsi resmi mengeluarkan surat penahanan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto. Novanto ditahan selama 20 hari ke depan terhitung mulai Jumat (17/11/2017) hingga 6 Desember 2017, di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang KPK. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto (tengah) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (21/11/2017). Ketua DPR tersebut menjalani pemeriksaan perdana selama lima jam usai ditahan oleh KPK terkait dugaan korupsi proek KTP elektronik. Namun, Novanto masih dibantarkan di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, untuk menjalani perawatan. Novanto dirawat karena mengalami luka-luka saat mobil yang ditumpanginya menabrak tiang pada Kamis (16/11/2017) kemarin. 13 Desember 2017: Jalani sidang perdana sebagai terdakwa Setya Novanto cuma diam dan menunduk sejak pertama kali duduk di kursi terdakwa. Pertanyaan apapun yang dilontarkan ketua majelis hakim, Novanto tidak menanggapinya. Novanto yang mengenakan kemeja putih itu memang bersikap selayaknya orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat. Novanto seolah-olah tidak dapat menggunakan indera pendengarannya. Ia juga menunjukkan sikap seperti tak mampu berbicara. Ketua majelis hakim sampai berulang kali mengajukan pertanyaan kepada Novanto. Irene Putri, jaksa KPK, mengatakan, Novanto sudah diperiksa dokter serta dinyatakan sehat dan dapat menjalani persidangan. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Tersangka kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto menjalani sidang perdana di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12/2017). Setya Novanto akan menghadapi sidang pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum. Menurut Irene, berdasarkan pengakuan pengawal tahanan yang menjaga Novanto di Rumah Tahanan KPK, Novanto tidak bolak-balik ke toilet karena diare. Dari laporan pengawal tahanan, Novanto hanya dua kali ke toilet, yakni pukul 23.00 dan pukul 02.30. Novanto juga kedapatan sedang tertidur nyenyak pada malam hari. Jaksa KPK menilai, Setya Novanto berbohong dengan berpura-pura sakit. Sebab, dokter sudah menyatakan Novanto dalam kondisi yang sehat dan layak mengikuti persidangan. Jaksa KPK menghadirkan empat dokter di dalam persidangan. Tiga dokter merupakan ahli yang berasal dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan satu dokter lainnya merupakan dokter pegawai KPK. Tim dokter yang dihadirkan KPK diminta memeriksa kondisi kesehatan Novanto. Hasilnya, semua dokter menyatakan, Novanto dalam keadaan sehat. Menurut dokter, Novanto tidak mengalami gangguan apa pun. Setya Novanto menolak diperiksa dokter yang dihadirkan pengacaranya sendiri. Dokter yang berasal dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) itu ditolak Novanto karena bukan dokter spesialis, melainkan dokter umum. Setelah berjam-jam tidak mendapat respons dari Novanto, majelis hakim meminta waktu untuk bermusyawarah. Hakim akhirnya memutuskan bahwa surat dakwaan harus dibacakan dan persidangan dilanjutkan. Dengan demikian praperadilan yang diajukan Novanto batal.

VIVA  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membawa mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto ke Rumah Sakit (RS) Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Desember 2017. Setya Novanto dibawa untuk melakukan  kontrol kesehatannya. “Hakim mengizinkan di RSPAD,” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat. Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, telah mengizinkan untuk Novanto berobat ke rumah sakit sebagaimana permintaan dari penasihat hukumnya.

seperti di kutip dari https://www.viva.co.id

Kuasa hukum Novanto, Firman Wijaya mengatakan bahwa pemeriksaan ini penting untuk memastikan kliennya sakit atau tidak. Sebab berdasarkan catatan medis, kata Firman, Novanto pernah mengidap penyakit jantung dan gula. “Pak Novanto memang punya sakit jantung dan gula,” kata Firman. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dikonfirmasi mengamini bahwa Novanto sedang dibawa pihaknya ke rumah sakit untuk kontrol kesehatan. “Pada prinsipnya kita hormati penetapan yang dilakukan hakim, dan soal cek kesehatan ini bukan yang pertama juga, sebelumnya kami juga sudah memberikan ruang untuk cek kesehatan,” kata Febri. Diketahui, sebelum ditahan penyidik beberapa waktu lalu, Novanto sempat dilarikan ke RS di bilangan Permata Hijau karena kecelakaan. Novanto juga sempat dipindahkan ke RSCM untuk menjalani rawat inap, sebelum dijebloskan ke rumah tahanan KPK.

Related Posts

Comments are closed.