NasDem: ‘Perahu’ Ridwan Kamil Tetap Jalan Didukung Tiga Partai

NasDem: ‘Perahu’ Ridwan Kamil Tetap Jalan Didukung Tiga Partai

Partai NasDem dipastikan mengusung Ridwan Kamil (Emil) sebagai bakal calon gubernur di Pilgub Jabar 2018. Sekjen NasDem Johnny G Plate optimistis ‘perahu’ Ridwan Kamil akan tetap berjalan dengan dukungan tiga koalisi: NasDem, PPP, dan PKB. “Kang Emil pasti jalanlah. Perahunya pasti berlayar. Karena didukung tiga partai, (yakni) NasDem, PPP, PKB,” kata Johnny di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018). Terkait dengan wakil yang akan mendampingi Emil, Johnny menuturkan partainya menyerahkan pilihan tersebut pada Emil. NasDem juga membebaskan Emil terkait waktu deklarasi wakilnya. “Yang pasti kami menyerahkan kepada Kang Emil (untuk memilih wakilnya), itu pasti. Kami menyerahkan hak menunjuk wakil kepada calon gubernur bernama Ridwan Kamil, yang mana yang dipilih. Kita juga serahkan kepada Kang Emil kapan hari baiknya (untuk deklarasi),” ujarnya. Seperti diketahui, Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda sempat bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Irfan Suryanagara membahas kemungkinan koalisi di Pilgub Jabar. Menanggapi pertemuan itu, Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menilai itu sebagai hal wajar. Pihaknya yakin PKB akan tetap bergabung bersama NasDem dan PPP untuk mengusung Ridwan Kamil. “Sampai hari ini tidak ada masalah. Sekarang masih solid. Soal ajakan-ajakan partai lain kepada anggota koalisi itu, menurut saya hal biasa. Misalkan Demokrat ngajak PKB, Golkar ngajak PPP, itu menurut saya biasa. Tidak perlu dikhawatirkan,” kata Saan saat dihubungi, Selasa (2/1).

Baca juga : dicerai golkar emil yakin tetap didukung nasdem pkb dan ppp 1513614238

BANDUNG – Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakin tiga partai pengusung yaitu NasDem, PKB, dan PPP tetap solid mendukung pencalonannya pada Pilgub Jabar 2018. Menurut pria yang akrab disapa Emil itu, mundurnya Golkar dari jajaran partai pendukung tidak berdampak terhadap pencalonannya. Dengan koalisi tiga partai, pihaknya masih memiliki 21 kursi di DPRD Jabar. Sementara, syarat minimal untuk maju pada Pilgub Jabar sebanyak 20 kursi. “Saya tidak dalam posisi bisa mengubah surat dukungan, karena itu tergantung dinamika di partai masing-masing. Tetapi saya fokus pada partai yang sudah fixed yaitu NasDem, PKB, dan PPP. Kalau itu dijumlah sudah 21 kursi, jadi artinya saya masih memadai, karena jumlahnya lebih 20 kursi,” kata Emil di Pendopo Kota Bandung, Senin (18/12/2017). Emil optimistis koalisi tiga partai akan tetap solid dan menerima apa pun keputusannya dalam memilih bakal calon wakil gubernur. Ketika ditanya wartawan terkait munculnya wacana PPP dan partai lainnya yang juga akan menarik dukungan, Emil mengaku enggan berandai-andai. Dia optimistis tiga partai koalisi tetap berjalan. Dia juga menampik penarikan dukungan Golkar pada Pilgub Jabar kali ini karena berlarut-larutnya penentuan bakal calon wakil gubernur. Menurut dia, penentuan pendampingnya perlu proses dan tidak bisa dilakukan tanpa pertimbangan matang. Namun dia memastikan calon pendampingnya adalah enam orang, termasuk kader Golkar Daniel Mutaqien. “Saya kira alasan bisa dicari. Tetapi silakan media lebih pintar, silakan tanya apakah benar itu alasannya. Karena, proses penjaringannya masih jalan, hasilnya masih diolah. Senin dan Selasa ini dikomunikasikan dan berdasarkan hasil survei juga. Insya Allah lusa saya akan buat pengumuman. Yang pasti, tidak lepas dari enam wakil yang dijajaki itu,” kata dia. (zik)

Partai NasDem dipastikan mengusung Ridwan Kamil (Emil) sebagai bakal calon gubernur di Pilgub Jabar 2018. Sekjen NasDem Johnny G Plate optimistis ‘perahu’ Ridwan Kamil akan tetap berjalan dengan dukungan tiga koalisi: NasDem, PPP, dan PKB. “Kang Emil pasti jalanlah. Perahunya pasti berlayar. Karena didukung tiga partai, (yakni) NasDem, PPP, PKB,” kata Johnny di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018). Terkait dengan wakil yang akan mendampingi Emil, Johnny menuturkan partainya menyerahkan pilihan tersebut pada Emil. NasDem juga membebaskan Emil terkait waktu deklarasi wakilnya. “Yang pasti kami menyerahkan kepada Kang Emil (untuk memilih wakilnya), itu pasti. Kami menyerahkan hak menunjuk wakil kepada calon gubernur bernama Ridwan Kamil, yang mana yang dipilih. Kita juga serahkan kepada Kang Emil kapan hari baiknya (untuk deklarasi),” ujarnya. Seperti diketahui, Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda sempat bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Irfan Suryanagara membahas kemungkinan koalisi di Pilgub Jabar. Menanggapi pertemuan itu, Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menilai itu sebagai hal wajar. Pihaknya yakin PKB akan tetap bergabung bersama NasDem dan PPP untuk mengusung Ridwan Kamil. “Sampai hari ini tidak ada masalah. Sekarang masih solid. Soal ajakan-ajakan partai lain kepada anggota koalisi itu, menurut saya hal biasa. Misalkan Demokrat ngajak PKB, Golkar ngajak PPP, itu menurut saya biasa. Tidak perlu dikhawatirkan,” kata Saan saat dihubungi, Selasa (2/1).

Jakarta – Partai NasDem dipastikan mengusung Ridwan Kamil (Emil) sebagai bakal calon gubernur di Pilgub Jabar 2018. Sekjen NasDem Johnny G Plate optimistis ‘perahu’ Ridwan Kamil akan tetap berjalan dengan dukungan tiga koalisi: NasDem, PPP, dan PKB. “Kang Emil pasti jalanlah. Perahunya pasti berlayar. Karena didukung tiga partai, (yakni) NasDem, PPP, PKB,” kata Johnny di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018). Terkait dengan wakil yang akan mendampingi Emil, Johnny menuturkan partainya menyerahkan pilihan tersebut pada Emil. NasDem juga membebaskan Emil terkait waktu deklarasi wakilnya. “Yang pasti kami menyerahkan kepada Kang Emil (untuk memilih wakilnya), itu pasti. Kami menyerahkan hak menunjuk wakil kepada calon gubernur bernama Ridwan Kamil, yang mana yang dipilih. Kita juga serahkan kepada Kang Emil kapan hari baiknya (untuk deklarasi),” ujarnya. Seperti diketahui, Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda sempat bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Irfan Suryanagara membahas kemungkinan koalisi di Pilgub Jabar. Menanggapi pertemuan itu, Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menilai itu sebagai hal wajar. Pihaknya yakin PKB akan tetap bergabung bersama NasDem dan PPP untuk mengusung Ridwan Kamil. “Sampai hari ini tidak ada masalah. Sekarang masih solid. Soal ajakan-ajakan partai lain kepada anggota koalisi itu, menurut saya hal biasa. Misalkan Demokrat ngajak PKB, Golkar ngajak PPP, itu menurut saya biasa. Tidak perlu dikhawatirkan,” kata Saan saat dihubungi, Selasa (2/1). (jbr/jbr)

Partai NasDem dipastikan mengusung Ridwan Kamil (Emil) sebagai bakal calon gubernur di Pilgub Jabar 2018. Sekjen NasDem Johnny G Plate optimistis ‘perahu’ Ridwan Kamil akan tetap berjalan dengan dukungan tiga koalisi: NasDem, PPP, dan PKB. “Kang Emil pasti jalanlah. Perahunya pasti berlayar. Karena didukung tiga partai, (yakni) NasDem, PPP, PKB,” kata Johnny di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018). Terkait dengan wakil yang akan mendampingi Emil, Johnny menuturkan partainya menyerahkan pilihan tersebut pada Emil. NasDem juga membebaskan Emil terkait waktu deklarasi wakilnya. “Yang pasti kami menyerahkan kepada Kang Emil (untuk memilih wakilnya), itu pasti. Kami menyerahkan hak menunjuk wakil kepada calon gubernur bernama Ridwan Kamil, yang mana yang dipilih. Kita juga serahkan kepada Kang Emil kapan hari baiknya (untuk deklarasi),” ujarnya. Seperti diketahui, Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda sempat bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Irfan Suryanagara membahas kemungkinan koalisi di Pilgub Jabar. Menanggapi pertemuan itu, Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menilai itu sebagai hal wajar. Pihaknya yakin PKB akan tetap bergabung bersama NasDem dan PPP untuk mengusung Ridwan Kamil. “Sampai hari ini tidak ada masalah. Sekarang masih solid. Soal ajakan-ajakan partai lain kepada anggota koalisi itu, menurut saya hal biasa. Misalkan Demokrat ngajak PKB, Golkar ngajak PPP, itu menurut saya biasa. Tidak perlu dikhawatirkan,” kata Saan saat dihubungi, Selasa (2/1).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Partai NasDem dipastikan mengusung Ridwan Kamil (Emil) sebagai bakal calon gubernur di Pilgub Jabar 2018. Sekjen NasDem Johnny G Plate optimistis ‘perahu’ Ridwan Kamil akan tetap berjalan dengan dukungan tiga koalisi: NasDem, PPP, dan PKB. “Kang Emil pasti jalanlah. Perahunya pasti berlayar. Karena didukung tiga partai, (yakni) NasDem, PPP, PKB,” kata Johnny di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018). Terkait dengan wakil yang akan mendampingi Emil, Johnny menuturkan partainya menyerahkan pilihan tersebut pada Emil. NasDem juga membebaskan Emil terkait waktu deklarasi wakilnya. “Yang pasti kami menyerahkan kepada Kang Emil (untuk memilih wakilnya), itu pasti. Kami menyerahkan hak menunjuk wakil kepada calon gubernur bernama Ridwan Kamil, yang mana yang dipilih. Kita juga serahkan kepada Kang Emil kapan hari baiknya (untuk deklarasi),” ujarnya. Seperti diketahui, Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda sempat bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Irfan Suryanagara membahas kemungkinan koalisi di Pilgub Jabar. Menanggapi pertemuan itu, Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menilai itu sebagai hal wajar. Pihaknya yakin PKB akan tetap bergabung bersama NasDem dan PPP untuk mengusung Ridwan Kamil. “Sampai hari ini tidak ada masalah. Sekarang masih solid. Soal ajakan-ajakan partai lain kepada anggota koalisi itu, menurut saya hal biasa. Misalkan Demokrat ngajak PKB, Golkar ngajak PPP, itu menurut saya biasa. Tidak perlu dikhawatirkan,” kata Saan saat dihubungi, Selasa (2/1).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Partai NasDem dipastikan mengusung Ridwan Kamil (Emil) sebagai bakal calon gubernur di Pilgub Jabar 2018. Sekjen NasDem Johnny G Plate optimistis ‘perahu’ Ridwan Kamil akan tetap berjalan dengan dukungan tiga koalisi: NasDem, PPP, dan PKB. “Kang Emil pasti jalanlah. Perahunya pasti berlayar. Karena didukung tiga partai, (yakni) NasDem, PPP, PKB,” kata Johnny di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018). Terkait dengan wakil yang akan mendampingi Emil, Johnny menuturkan partainya menyerahkan pilihan tersebut pada Emil. NasDem juga membebaskan Emil terkait waktu deklarasi wakilnya. “Yang pasti kami menyerahkan kepada Kang Emil (untuk memilih wakilnya), itu pasti. Kami menyerahkan hak menunjuk wakil kepada calon gubernur bernama Ridwan Kamil, yang mana yang dipilih. Kita juga serahkan kepada Kang Emil kapan hari baiknya (untuk deklarasi),” ujarnya. Seperti diketahui, Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda sempat bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Irfan Suryanagara membahas kemungkinan koalisi di Pilgub Jabar. Menanggapi pertemuan itu, Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menilai itu sebagai hal wajar. Pihaknya yakin PKB akan tetap bergabung bersama NasDem dan PPP untuk mengusung Ridwan Kamil. “Sampai hari ini tidak ada masalah. Sekarang masih solid. Soal ajakan-ajakan partai lain kepada anggota koalisi itu, menurut saya hal biasa. Misalkan Demokrat ngajak PKB, Golkar ngajak PPP, itu menurut saya biasa. Tidak perlu dikhawatirkan,” kata Saan saat dihubungi, Selasa (2/1).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Partai NasDem dipastikan mengusung Ridwan Kamil (Emil) sebagai bakal calon gubernur di Pilgub Jabar 2018. Sekjen NasDem Johnny G Plate optimistis ‘perahu’ Ridwan Kamil akan tetap berjalan dengan dukungan tiga koalisi: NasDem, PPP, dan PKB. “Kang Emil pasti jalanlah. Perahunya pasti berlayar. Karena didukung tiga partai, (yakni) NasDem, PPP, PKB,” kata Johnny di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018). Terkait dengan wakil yang akan mendampingi Emil, Johnny menuturkan partainya menyerahkan pilihan tersebut pada Emil. NasDem juga membebaskan Emil terkait waktu deklarasi wakilnya. “Yang pasti kami menyerahkan kepada Kang Emil (untuk memilih wakilnya), itu pasti. Kami menyerahkan hak menunjuk wakil kepada calon gubernur bernama Ridwan Kamil, yang mana yang dipilih. Kita juga serahkan kepada Kang Emil kapan hari baiknya (untuk deklarasi),” ujarnya. Seperti diketahui, Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda sempat bertemu dengan Ketua DPD Partai Demokrat Irfan Suryanagara membahas kemungkinan koalisi di Pilgub Jabar. Menanggapi pertemuan itu, Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa menilai itu sebagai hal wajar. Pihaknya yakin PKB akan tetap bergabung bersama NasDem dan PPP untuk mengusung Ridwan Kamil. “Sampai hari ini tidak ada masalah. Sekarang masih solid. Soal ajakan-ajakan partai lain kepada anggota koalisi itu, menurut saya hal biasa. Misalkan Demokrat ngajak PKB, Golkar ngajak PPP, itu menurut saya biasa. Tidak perlu dikhawatirkan,” kata Saan saat dihubungi, Selasa (2/1).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ridwan yang kerap disapa Emil ini mengatakan NasDem dan PKB juga sepakat mendukung Uu sebagai calon wakil gubernur untuk mendampinginya dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat 2018. “Alhamdulillah juga tiga (tiga Parpol) sudah menunjuk Pak Uu Bupati Tasikmalaya bersama kepala daerah dalam SK mendampingi saya sebagai calon wakil gubernur,” ujar Emil dalam konferensi pers di kantor sekretariat DPP PPP, Jalan Tebet Barat IX, Jakarta Selatan, , Selasa (24/10). Sejalannya tiga partai politik pengusung diakui Emil cukup memuaskan. Sebab, dengan koalisi partai politik tersebut, Emil-Uu menjadi pasangan cagub-cawagub Jabar pertama yang mendapat tiket ikut Pilgub Jabar 2018 dengan memenuhi persyaratan peserta pemilu yaitu minimal mengantongi 20 kursi DPRD. “Istimewa karena momentum hari ini menggenapi koalisi sebagai syarat untuk maju ke Pilgub yaitu 20 kursi,” ujarnya. Tercukupinya persyaratan Emil-Uu maju sebagai Cagub-Cawagub Jabar 2018 berasal dari kursi yang diperoleh partai politik pengusung. NasDem memiliki 5 kursi, PKB 7 kursi, dan PPP 9 kursi. Sementara itu, Emil menegaskan tetap membuka pintu komunikasi terhadap partai politik lainnya untuk menambah kekuatan menghadapi gelaran Pilgub Jabar tahun 2018. “Intinya kami membuka diri,” ujarnya. [rzk]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

27 Oktober 2017 Romantisme Ridwan Kamil dan Golkar mulai terjalin saat Partai Golkar mengumumkan secara resmi mendukung Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham menuturkan, surat keputusan (SK) dukungan untuk Emil telah ditandatangani. Selain mengusung Emil, Golkar juga mengusung kadernya Daniel Muttaqien untuk dipasangankan sebagai bakal calon wakil gubernur pendamping wali kota Bandung itu. “Calon gubernur adalah Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat,” kata Idrus di Kantor DPP Partau Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (27/10/2017). Emil sebelumnya sudah diusung oleh tiga partai, yakni Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Total kursi yang dikumpulkan koalisi tiga partai tersebut adalah 21 kursi. Jumlah yang cukup untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar. Adapun Golkar memiliki 17 kursi di Jabar, sehingga total kursi koalisi pendukung Emil adalah 38 kursi. Idrus Marham menegaskan, pemilihan pasangan Emil-Daniel telah melalui proses panjang, termasuk berkomunikasi dengan partai-partai yang telah lebih dulu mendukung Emil.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku belum dimintai persetujuan soal diusungnya Uu Ruzhanul Ulum sebagai bakal calon wakil gubernur Jawa Barat pendamping Ridwan Kamil . Padahal, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Selasa (24/10/2017) sudah mendeklarasikan dukungannya untuk Ridwan Kamil-Uu. “Belum ada komunikasi dengan PKB,” kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Muhaimin menambahkan, posisi cawagub pendamping Emil masih bisa berubah. PKB juga akan tetap mengupayakan agar kadernya menjadi pendamping Emil.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

(Baca:  PPP Sodorkan Bupati Tasik, Ridwan Kamil Bilang “Belum Pasti” ) “Pasti kami punya calon dan kami tidak mau Uu. Kami mau calon lain,” tuturnya. Adapun Ridwan Kamil saat ini sudah resmi didukung oleh tiga partai, yakni Partai Nasdem, PKB dan PPP. Muhaimin menuturkan, komunikasi partai koalisi akan dilakukan dalam waktu dekat. PKB juga akan kembali melakukan kajian terhadap figur Uu. “Kami harus kaji lagu Uu. Apa layak benar dari surveinya. Kalau surveinya bagus apa boleh buat, kalau surveinya jelek ya kami tolak Uu,” kata politisi yang akrab disapa Cak Imin itu.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ridwan yang kerap disapa Emil ini mengatakan NasDem dan PKB juga sepakat mendukung Uu sebagai calon wakil gubernur untuk mendampinginya dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat 2018. “Alhamdulillah juga tiga (tiga Parpol) sudah menunjuk Pak Uu Bupati Tasikmalaya bersama kepala daerah dalam SK mendampingi saya sebagai calon wakil gubernur,” ujar Emil dalam konferensi pers di kantor sekretariat DPP PPP, Jalan Tebet Barat IX, Jakarta Selatan, , Selasa (24/10). Sejalannya tiga partai politik pengusung diakui Emil cukup memuaskan. Sebab, dengan koalisi partai politik tersebut, Emil-Uu menjadi pasangan cagub-cawagub Jabar pertama yang mendapat tiket ikut Pilgub Jabar 2018 dengan memenuhi persyaratan peserta pemilu yaitu minimal mengantongi 20 kursi DPRD. “Istimewa karena momentum hari ini menggenapi koalisi sebagai syarat untuk maju ke Pilgub yaitu 20 kursi,” ujarnya. Tercukupinya persyaratan Emil-Uu maju sebagai Cagub-Cawagub Jabar 2018 berasal dari kursi yang diperoleh partai politik pengusung. NasDem memiliki 5 kursi, PKB 7 kursi, dan PPP 9 kursi. Sementara itu, Emil menegaskan tetap membuka pintu komunikasi terhadap partai politik lainnya untuk menambah kekuatan menghadapi gelaran Pilgub Jabar tahun 2018. “Intinya kami membuka diri,” ujarnya. [rzk]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku belum dimintai persetujuan soal diusungnya Uu Ruzhanul Ulum sebagai bakal calon wakil gubernur Jawa Barat pendamping Ridwan Kamil . Padahal, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Selasa (24/10/2017) sudah mendeklarasikan dukungannya untuk Ridwan Kamil-Uu. “Belum ada komunikasi dengan PKB,” kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Muhaimin menambahkan, posisi cawagub pendamping Emil masih bisa berubah. PKB juga akan tetap mengupayakan agar kadernya menjadi pendamping Emil.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

(Baca:  PPP Sodorkan Bupati Tasik, Ridwan Kamil Bilang “Belum Pasti” ) “Pasti kami punya calon dan kami tidak mau Uu. Kami mau calon lain,” tuturnya. Adapun Ridwan Kamil saat ini sudah resmi didukung oleh tiga partai, yakni Partai Nasdem, PKB dan PPP. Muhaimin menuturkan, komunikasi partai koalisi akan dilakukan dalam waktu dekat. PKB juga akan kembali melakukan kajian terhadap figur Uu. “Kami harus kaji lagu Uu. Apa layak benar dari surveinya. Kalau surveinya bagus apa boleh buat, kalau surveinya jelek ya kami tolak Uu,” kata politisi yang akrab disapa Cak Imin itu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku belum dimintai persetujuan soal diusungnya Uu Ruzhanul Ulum sebagai bakal calon wakil gubernur Jawa Barat pendamping Ridwan Kamil . Padahal, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Selasa (24/10/2017) sudah mendeklarasikan dukungannya untuk Ridwan Kamil-Uu. “Belum ada komunikasi dengan PKB,” kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Muhaimin menambahkan, posisi cawagub pendamping Emil masih bisa berubah. PKB juga akan tetap mengupayakan agar kadernya menjadi pendamping Emil.

seperti di kutip dari http://nasional.kompas.com

(Baca:  PPP Sodorkan Bupati Tasik, Ridwan Kamil Bilang “Belum Pasti” ) “Pasti kami punya calon dan kami tidak mau Uu. Kami mau calon lain,” tuturnya. Adapun Ridwan Kamil saat ini sudah resmi didukung oleh tiga partai, yakni Partai Nasdem, PKB dan PPP. Muhaimin menuturkan, komunikasi partai koalisi akan dilakukan dalam waktu dekat. PKB juga akan kembali melakukan kajian terhadap figur Uu. “Kami harus kaji lagu Uu. Apa layak benar dari surveinya. Kalau surveinya bagus apa boleh buat, kalau surveinya jelek ya kami tolak Uu,” kata politisi yang akrab disapa Cak Imin itu.

Related Posts

Comments are closed.