Najwa Shihab Blak-blakan Kembalinya Mata Najwa, Saksikan di detikcom!

Najwa Shihab Blak-blakan Kembalinya Mata Najwa, Saksikan di detikcom!

Sempat berhenti mengudara, Mata Najwa akan kembali tayang di layar kaca. Tuan rumah ‘Mata Najwa’, Najwa Shihab akan blak-blakan soal alasannya. Blak-blakan ‘Kembalinya Mata Najwa’ dapat disaksikan eksklusif di detikcom pada Selasa, 9 Januari 2017. Catat ya waktunya, yaitu pada pukul 13.00 WIB. Saat blak-blakan di detikcom, Najwa bicara soal alasannya kembali membawa tayangan Mata Najwa kembali mengudara. Putri Quraish Shihab ini juga buka-bukaan tentang sentuhan gres di acara ini. Yang menarik, Najwa juga cerita tentang kesibukannya sebagai Duta Baca Indonesia hingga tips menyelesaikan baca buku. Bisa disimak nanti! Tak cuma itu, Najwa berbagi kisah tentang dirinya sebagai jurnalis, ibu, hingga fans Arsenal. Penasaran? Jangan sampai kelewatan! Blak-blakan ‘Kembalinya Mata Najwa’ tayang eksklusif di detikcom pada Selasa, 9 Januari 2017 pukul 13.00 WIB.

Sempat berhenti mengudara, Mata Najwa akan kembali tayang di layar kaca. Tuan rumah ‘Mata Najwa’, Najwa Shihab akan blak-blakan soal alasannya. Blak-blakan ‘Kembalinya Mata Najwa’ dapat disaksikan eksklusif di detikcom pada Selasa, 9 Januari 2017. Catat ya waktunya, yaitu pada pukul 13.00 WIB. Saat blak-blakan di detikcom, Najwa bicara soal alasannya kembali membawa tayangan Mata Najwa kembali mengudara. Putri Quraish Shihab ini juga buka-bukaan tentang sentuhan gres di acara ini. Yang menarik, Najwa juga cerita tentang kesibukannya sebagai Duta Baca Indonesia hingga tips menyelesaikan baca buku. Bisa disimak nanti! Tak cuma itu, Najwa berbagi kisah tentang dirinya sebagai jurnalis, ibu, hingga fans Arsenal. Penasaran? Jangan sampai kelewatan! Blak-blakan ‘Kembalinya Mata Najwa’ tayang eksklusif di detikcom pada Selasa, 9 Januari 2017 pukul 13.00 WIB.

Seekor gajah liar ditemukan mati di Desa Kota Dalam, Kecamatan Mekekau Ilir, Kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan. Bangkai gajah ditemukan dalam kondisi mulut berdarah dan belum diketahui penyebab kematian. “Iya benar tadi siang Kepala Desa Kota Dalam melaporkan, ada warga yang menemukan gajah liar dalam kondisi mati di perkebunan,” kata Seksi Wilayah III BKSDA Sumatera Selatan, Abdul Aziz saat dikonfirmasi detikcom melalui sambungan seluler, Minggu (7/1/2018). Dikatakan Aziz, gajah nahas ditemukan dalam kondisi mati dan mulut berdarah, tapi belum diketahui apakah karena perburuan gading atau faktor lain. Mengingat saat ini pihaknya belum sampai ke lokasi untuk memastikan kematian gajah tersebut. Lebih lanjut, Aziz menyebut Kabupaten OKU Selatan memang merupakan habitat gajah liar di Sumatera Selatan. Sehingga sangat memungkinkan jika gajah liar masuk ke perkebunan warga. “Penyebab kematian belum tahu karena tim sedang menuju lokasi bersama dokter hewan. Memang laporannya mulut berdarah dan gading hilang, tapi kalau lihat gambar yang saya terima sepertinya itu jenis kelamin betina, jadi kalau betina itu tidak ada gadingnya,” sambung Aziz. “Untuk kematian, diduga kuat tadi malam karena kemarin saat warga ke kebun belum ada bangkai gajah ditemuka,” tutupnya.

Munculnya nama Taj Yasin atau Gus Yasin yang mendapat rekomendasi PDIP menjadi calon wakil gubernur Jawa Tengah tidak tertebak. Akan ada implikasi dari penunjukan tersebut yang harus diatasi PDIP. Pengamat politik dari Undip Semarang, Teguh Yuwono mengatakan selama ini nama Gus Yasin tidak masuk dalam radar survei dan tidak pula mendaftar di DPD PDIP Jateng sebagai bakal calon wakil gubernur Jateng. Bahkan Gus Yasin bukan juga kader partai merah itu. “Saya kira seluruh kader PDIP dan masyarakat Jateng kaget dengan munculnya Gus Yasin. Kalau Ganjar ditunjuk lagi wajar, sedangkan Gus Yasin merupakan tokoh baru dan tidak pernah masuk radar survei,” kata Teguh saat dihubungi detikcom, Minggu (7/1/2018). Menurut Teguh akan ada implikasi dari penunjukan Gus Yasin. Pertama pasangan Ganjar-Yasin bisa mempengaruhi soliditas kekuatan PDIP sehingga kader harus diyakinkan kalau pemilih nasionalis akan memilih pasangan tersebut. “Ini dengan kader non-PDIP kemudian kader kecewa dan tidak mendukung. Itu berdimensi ke implikasi yaitu soliditas PDIP mengalami penurunan,” ujar Teguh. “Kalau sebelumnya tidak mendaftar kemudian ditunjuk, Megawati sudah biasa,” imbuhnya. Teguh menilai, PDIP memiliki rencana jangka panjang dengan memilih Gus Yasin yang bisa merangkul golongan Islam moderat serta menunjukkan PDIP akan berkoalisi untuk Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. “Untuk batu loncatan ke Pilpres dan Pileg. Lihat statmen Megawati tadi yang ‘diincar’ NU-nya, karena bagaimanapun NU dan golongan Islamis moderat untuk memenangkan Jokowi di 2019. PDIP bisa katakan ke kader agar menerima saja (Ganjar-Yasin) karena untuk jangka panjang,” terang Teguh. Gus Yasin sebelumnya disebut oleh Sudirman Said sebagai salah satu kandidat calonnya maju Pilgub Jateng, tapi siang tadi putra ulama karismatik KH Maimun Zubair itu resmi mendampingi Ganjar. “Bukan ditikung ya, itu momentum. Akurasi merespon kepentingan publik. Ini risiko, politik itu bisa cepat bisa lambat, kalau lambat ya ditinggal, biasa. Kalau Sudirman Said kaget ya salahnya sendiri kenapa lambat,” tutup Teguh.

Related Posts

Comments are closed.