Moeldoko: Deklarasi Relawan Jokowi Tak Ada Kaitan dengan KSP

Moeldoko: Deklarasi Relawan Jokowi Tak Ada Kaitan dengan KSP

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko meluruskan pernyataan Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai usai menyambangi kantor KSP pada Selasa (27/2) lalu. Dia mengatakan KSP tidak ada sangkut pautnya dengan deklarasi relawan Jokowi di Pilpres 2019. “Kemarin Bang Yorrys dan KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) menyampaikan laporan ke Deputi 4. Begitu keluar dari situ menyatakan seolah-olah KSP mengawal. Tidak seperti itu. Itu bukan tugas KSP. Seolah-olah keluar dari KSP dan direstui,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/3/2018). Moeldoko mengatakan, salah satu tugas KSP yakni melakukan komunikasi politik. Namun hal tersebut bukan berarti KSP mendukung partai atau calon. “KSP melakukan komunikasi politik iya. Dengan siapapun yang datang ke KSP kita terima. Bukan berarti KSP menggalang relawan untuk kemenangan. Silakan membentuk relawan kemenangan tapi jangan mengaitkan dengan KSP,” kata Moeldoko. Sebelumnya, Yorrys menyambangi kantor KSP bersama Konfederensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Kedatangan itu untuk mematangkan persiapan deklarasi relawan untuk Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang. Yorrys mengaku telah melaporkan hasil Rapimnas Konfederensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) beberapa waktu lalu ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Untuk itu, kunjungannya ke KSP kali ini untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut bersama Deputi IV KSP Eko Sulistyo. “Sebelum itu saya kan lapor sama Kepala KSP (Moeldoko), sehingga beliau ikut monitor hasil ini melalui Pak Eko (Deputi IV KSP Eko Sulistyo). Hasil sudah selesai kemarin saya Kontak beliau minta hari ini laporkan tindak lanjut ke depan mewujudkan langkah-langkah konkret dalam rangka deklarasi relawan pekerja untuk Jokowi di 2019,” ujar Yorrys saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko meluruskan pernyataan Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai usai menyambangi kantor KSP pada Selasa (27/2) lalu. Dia mengatakan KSP tidak ada sangkut pautnya dengan deklarasi relawan Jokowi di Pilpres 2019. “Kemarin Bang Yorrys dan KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) menyampaikan laporan ke Deputi 4. Begitu keluar dari situ menyatakan seolah-olah KSP mengawal. Tidak seperti itu. Itu bukan tugas KSP. Seolah-olah keluar dari KSP dan direstui,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/3/2018). Moeldoko mengatakan, salah satu tugas KSP yakni melakukan komunikasi politik. Namun hal tersebut bukan berarti KSP mendukung partai atau calon. “KSP melakukan komunikasi politik iya. Dengan siapapun yang datang ke KSP kita terima. Bukan berarti KSP menggalang relawan untuk kemenangan. Silakan membentuk relawan kemenangan tapi jangan mengaitkan dengan KSP,” kata Moeldoko. Sebelumnya, Yorrys menyambangi kantor KSP bersama Konfederensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Kedatangan itu untuk mematangkan persiapan deklarasi relawan untuk Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang. Yorrys mengaku telah melaporkan hasil Rapimnas Konfederensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) beberapa waktu lalu ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Untuk itu, kunjungannya ke KSP kali ini untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut bersama Deputi IV KSP Eko Sulistyo. “Sebelum itu saya kan lapor sama Kepala KSP (Moeldoko), sehingga beliau ikut monitor hasil ini melalui Pak Eko (Deputi IV KSP Eko Sulistyo). Hasil sudah selesai kemarin saya Kontak beliau minta hari ini laporkan tindak lanjut ke depan mewujudkan langkah-langkah konkret dalam rangka deklarasi relawan pekerja untuk Jokowi di 2019,” ujar Yorrys saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Politikus Golkar Yorrys Raweyai sempat menyambangi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) terkait pembahasan deklarasi relawan untuk Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyayangkan KSP terlibat menjadi partisan politik. “Sangat disayangkan. KSP ini lembaga yang dibiayai oleh APBN, tidak boleh ikut di dalam parpol. Apalagi kegiatan politik yang partisan,” kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Menurutnya, keterlibatan KSP dalam pemenangan Presiden Jokowi dikhawatirkan menjadi penyalahgunaan kewenangan. Sebab, tugas-tugas KSP bersinggungan langsung dengan presiden. “Dia (KSP) harusnya menyiapkan segala sesuatu yang terkait dengan tugas-tugas presiden, sebagai kepala negara atau kepala pemerintahan, bukan sebagai calon presiden lagi,” sebut Wakil Ketua Umum Gerindra itu. “Itu bisa dikategorikan abuse of power , bahkan bisa terindikasi korupsi menggunakan uang negara untuk kegiatan parpol yang tidak seharusnya,” imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, Yorrys sudah dua kali menyambangi KSP terkait persiapan deklarasi relawan Jokowi ini. Pada kedatangan pertama, Yorrys mengaku melaporkan hasil Rapimnas Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Dalam kunjungan kedua ke Istana Kepresidenan pada Selasa (27/2), Yorrys menindaklanjuti pembahasan tersebut bersama Deputi IV KSP Eko Sulistyo. Yorrys menegaskan deklarasi relawan itu memang bertujuan memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. Namun, menurutnya, KSPI bukanlah organisasi politik, melainkan organisasi sosial. “Kita kan sebagai Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia yang bukan untuk politik, tapi organisasi sosial yang memiliki anggota signifikan. Menurut data BPJS dan Kemenaker, KSPSI dengan 19 federasinya berjumlah 5 juta (anggota) cukup banyak. Ada pesta demokrasi di 2018 dan 2019, maka kami kemarin rapimnas samakan persepsi langkah-langkah kita hadapi 3 event politik apa yang mesti dilakukan,” jelas Yorrys saat ditemui wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/2).

PRESIDEN JOKOWI – JOKOWI PRESIDENKU #JOKOWIPRESIDENKU #JOKOWIPRESIDENKU – Pilpres 2019 Siap Coblos Jokowi – Indonesia Hebat Ditangan Presiden Jokowi – Indonesia Maju Ditangan Jokowi – Jokowi Dua Periode – Gema Presiden – Info Presiden Jokowi – Ramalan Jayabaya Presiden Jokowi Dan Ahok Akan Pimpin Indonesia ?? – Siap Siap Hadapi Pilpres Jokowi Pengatur Strategi – Relawan Jokowi Siap Gaungkan Nama Presiden – Presiden Jokowi Sampai Pelosok !! – Presiden Hebat Jokowi – Presiden Jokowi Super – Presiden Jokowi For R1 – Jokowi Presidenku – Mengapa Pilih Jokowi – Jokowi Saja – Presiden Hebat Indonesia Presiden Ke 7 Indonesia Siap 2 Periode – Ditangan Jokowi Indonesia Hebat – Siapkah Kamu Pilih Jokowi ?? Mengapa Pilih Presiden Jokowi – KERJA KERJA KERJA – Indonesia KERJA BERSAMA – 2019 Pilih  Jokowi Saja – Jokowi Bawa Indonesia MEROKET – MEROKET Bersama Jokowi !!. Rakyat Pilih Jokowi – JOKOWI YES YANG LAIN NO – 2019 Jokowi Menang Lagi ?? – Jokowi Siap NYAPRES – Pendukung Siap menangkan Jokowi – Relawan Sosial Media Jokowi 2 Periode – 2 Periode Jokowi Tidak Ada Lawan – Calon Terbaik Indonesia Cuman Jokowi – Pilihan Tepat Hanya Jokowi !! – 2019 Jangan Lupa Coblos Jokowi – Siapapun Pasangan Jokowi Tetap Pilih Beliau !!

INILAHCOM, Jakarta – Ketua Jokowi Mania DKI Jakarta (JO-MAN), Immanuel Ebenezer menilai hal yang menarik perhatian publik di Pilpres 2019 bukanlah sosok calon presiden melainkan figur yang akan didapuk sebagai calon wakil presiden (cawapres). Immanuel bahkan mengungkapkan pandangannya bahwa Pilpres mendatang merupakan ajang pemilhan cawapres, bukan siapa yang dilihat menjadi calon RI 1. “Ini bukan mencari presiden, api orang mencari cawapres. Jadi sebenarnya ini pemilihan wapres,” kata Immanuel, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Hal tersebut terjadi, lanjutnya, dikarenakan publik telah mengetahui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Jokowi sebagai figur kuat yang bakal bertarung di Pilpres 2019. “Sedangkan sang cawapres masih misteri. Karena memang lawan ideal untuk Jokowi adalah Prabowo. Satu itu, tak punya beban masa lalu. Kemudian kedua, mau bekerja. Ketiga, totalitas dan loyalitas,” tuturnya. tandasnya.

Related Posts

Comments are closed.