Mobil B-1-UNO Terobos Busway Dikawal Polisi, Ini Kata Dirlantas

Mobil B-1-UNO Terobos Busway Dikawal Polisi, Ini Kata Dirlantas

Sebuah foto mobil Lexus bernopol B-1-UNO menerobos busway jadi viral di media sosial. Di depan mobil bercat hitam itu tampak petugas mengawalnya. Lalu, apa kata polisi? “Kalau dikawal polisi, polisinya yang salah,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada detikcom , Selasa (19/12/2017). Halim mengatakan busway seharusnya steril dari kendaraan pribadi. “Meskipun ada beberapa kendaraan yang dikecualikan,” imbuh Halim. Mengenai diskresi yang dimiliki kepolisian, Halim menyebutkan tidak bisa serta-merta kendaraan pribadi yang dikawal bisa masuk busway . “Harus dilihat dahulu situasinya seperti apa. Apakah dalam keadaan darurat atau tidak,” sambung Halim. Soal identitas kendaraan tersebut, Halim menegaskan mobil itu tidak ada sangkut pautnya dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno. Berdasarkan hasil pengecekan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di kantor Samsat, kepemilikan mobil tersebut atas nama Dwi Putranto. “Pajaknya mati sejak tahun 2015,” lanjut Halim. Lebih jauh Halim mengatakan pihaknya akan mengecek ke alamat pemilik kendaraan untuk mengklarifikasi terkait penerobosan busway tersebut. Pihaknya juga mempertimbangkan untuk menindak mobil itu karena menerobos busway . “Nanti kita cek terlebih dahulu, kami harus tanyakan dulu kepada saksi-saksi,” tandas Halim.

Sebuah foto mobil Lexus bernopol B-1-UNO menerobos busway jadi viral di media sosial. Di depan mobil bercat hitam itu tampak petugas mengawalnya. Lalu, apa kata polisi? “Kalau dikawal polisi, polisinya yang salah,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada detikcom , Selasa (19/12/2017). Halim mengatakan busway seharusnya steril dari kendaraan pribadi. “Meskipun ada beberapa kendaraan yang dikecualikan,” imbuh Halim. Mengenai diskresi yang dimiliki kepolisian, Halim menyebutkan tidak bisa serta-merta kendaraan pribadi yang dikawal bisa masuk busway . “Harus dilihat dahulu situasinya seperti apa. Apakah dalam keadaan darurat atau tidak,” sambung Halim. Soal identitas kendaraan tersebut, Halim menegaskan mobil itu tidak ada sangkut pautnya dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno. Berdasarkan hasil pengecekan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di kantor Samsat, kepemilikan mobil tersebut atas nama Dwi Putranto. “Pajaknya mati sejak tahun 2015,” lanjut Halim. Lebih jauh Halim mengatakan pihaknya akan mengecek ke alamat pemilik kendaraan untuk mengklarifikasi terkait penerobosan busway tersebut. Pihaknya juga mempertimbangkan untuk menindak mobil itu karena menerobos busway . “Nanti kita cek terlebih dahulu, kami harus tanyakan dulu kepada saksi-saksi,” tandas Halim.

Mobil Lexus bernopol B-1-UNO tertangkap kamera menerobos busway . Pajak mobil tersebut ternyata juga sudah mati. “Sudah dicek ke Samsat, mobil tersebut mati pajaknya sejak tahun 2015,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada detikcom , Selasa (19/12/2017). Meski memiliki pelat nomor dengan huruf belakang UNO, Halim memastikan kendaraan tersebut bukan milik Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. Pernyataan Halim itu membantah tuduhan di media sosial yang mengait-kaitkan mobil itu dengan Sandiaga. “Sudah dicek bukan milik Pak Sandiaga, pemiliknya atas nama Dwi Putranto, alamat di Jakarta Barat,” sambung Halim. Halim menambahkan dia telah memerintahkan anggota mengecek pengemudi mobil ke alamat yang dimaksud. Polisi juga akan mengecek kebenaran soal penerobosan busway oleh mobil tersebut. “Nanti kami cek dulu ke alamat rumahnya,” tutur Halim.

Sebuah foto mobil bernopol B-1-UNO menerobos busway dengan pengawalan polisi beredar di media sosial. Polisi mengecek identitas pemiliknya. Di media sosial, sejumlah netizen mengait-kaitkan mobil tersebut dengan Wagub DKI Sandiaga Uno. Kesamaan nama belakang dengan tiga huruf di nopol tersebut menjadi penyebabnya. Namun polisi memastikan mobil tersebut bukan milik Sandiaga. “Setelah dicek oleh anggota, pemiliknya bukan Pak Sandiaga Uno, tapi atas nama Dwi Putranto, alamat di Jakarta Barat,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada detikcom , Selasa (19/12/2017). Sementara itu, Halim masih mengumpulkan informasi terkait lokasi busway yang diterobos mobil tersebut. Ia memerintahkan anggotanya mengecek kebenaran informasi dari foto tersebut. “Itu kan foto, tidak tahu kejadiannya kapan dan di mana. Jangan-jangan foto sudah lama,” ungkap Halim. Halim mencontohkan video mobil Avanza yang nyemplung ke rawa yang disebut di Ciputat, Tangsel, beberapa waktu lalu. “Itu kan sempat ramai di media sosial dibilang di Ciputat, ternyata kejadiannya di Pati,” sambung Halim. Kendati demikian, lanjut Halim, pihaknya akan mengecek ke pemilik kendaraan tersebut. Sedangkan Halim belum bisa memastikan apakah pihaknya akan langsung menilang pengemudi itu karena masuk busway . “Nanti kita cek dulu kebenarannya,” tandas Halim.

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menanggapi santai netizen yang mengaitkan mobil penerobos busway bernopol B-1-UNO dengan dirinya. Dia berharap fitnah yang ditujukan kepadanya itu bisa mengurangi dosa. “Bukan. Bukan total. Nggak pernah tuh gue punya keinginan naro-naro (nama UNO di pelat mobil),” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017). Sandi menyatakan mobil pribadinya menggunakan pelat nomor B-28-SN dan B-28-MS. Ia pun kembali menegaskan tidak punya mobil dengan angka ‘1’ di nopol. “Nggak ada ‘B-1’. Nggak punya saya itu,” tegasnya. Meski begitu, Sandiaga tak mempermasalahkan sejumlah netizen yang langsung menyebut mobil itu miliknya. Sandi mengaku ikhlas dan berharap fitnah tersebut menjadi pengurang dosa baginya. “Ya mudah-mudahan jadi pengurang dosa saya. Fitnah itu mudah-mudahan bisa mengurangi kesalahan-kesalahan saya yang lamalah. Ini kan bentuk pencucian di dunia. Disiapkan. Sebentar lagi kan kita semua juga di alam akhirat kan harus mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan jadi ya dibawa ikhlas aja hal-hal seperti itu,” tutur Sandiaga. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menyatakan hal yang sama dengan Sandiaga. Halim memastikan pemilik mobil tersebut bernama Dwi Putranto, yang beralamat di Jakarta Barat.

TEMPO.CO, Jakarta –  Kasus pedangdut Dewi Perssik yang menerobos jalur Transjakarta  membuat Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra kebanjiran pertanyaan soal izin boleh atau tidaknya mobil pribadi menggunakan jalur khusus itu. Halim Pagarra  mengatakan tidak ada mobil pribadi yang diperkenankan memasukinya dengan alasan apapun. “Syarat untuk masuk jalur Transjakarta, itu hanya untuk ambulan, mobil pemadam kebakaran, dan Kepala Negara yang dapat pengawalan,” ujar Halim saat ditemui pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Desember 2017. Untuk kasus Dewi Perssik yang membawa orang sakit, kata Halim, diperlukan diskresi dari kepolisian untuk bisa melaju di jalur Transjakarta. Namun, kata Halim, seharusnya orang sakit tersebut dibawa oleh ambulan, bukan mobil pribadi. Baca:  Suami Dewi Perssik Sebarkan Video Lawan Petugas Transjakarta

seperti di kutip dari https://metro.tempo.co

“Kan ada call center-nya (ambulan), jadi harusnya pakai ambulan kalau mau lewat jalur Transjakarta,” ujar Halim. Selain kasus menerobos jalur Transjakarta, Halim juga mempertanyakan izin pengawalan mobil Dewi Perssik oleh polisi. Hingga hari Ditlantas belum mendapat identitas polisi yang mengawal Dewi Perssik pada Jumat malam itu. Surat tertulis dari Dewi Perssik untuk pengajuan pengawalan juga tidak ada, padahal hal tersebut merupakan salah satu SOP-nya. Buntut dari persoalan penerobosan ini ialah pelaporan dari petugas Transjakarta bernama Harry Maulana Saputra. Ia melaporkan sopir yang mengemudikan mobil dengan nomor polisi B 12 DP ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, Sabtu, 2 Desember 2017. Harry melaporkan suami Dewi Perssik, Angga Wijaya, atas dugaan ancaman kekerasan, melawan petugas dan fitnah.

Related Posts

Comments are closed.