Minus Golkar, Nasdem: Dukungan Masih Cukup Usung Ridwan Kamil

Minus Golkar, Nasdem: Dukungan Masih Cukup Usung Ridwan Kamil

Baca juga : minus golkar nasdem dukungan masih cukup usung ridwan kamil

Wakil Ketua Fraksi NasDem Johnny G Plate memastikan akan tetap mendukung Ridwan Kamil, meski Golkar telah mencabut dukungannya di Pilkada Jabar 2018. Menurutnya kerja sama dari partai yang tersisa masih cukup untuk mengusung Ridwan Kamil. “Kalau pun Golkar menarik dukungannya tentu kita tidak bisa mengomentari, karena sepenuhnya itu keputusan DPP Golkar. Namun kerja sama politik dari partai yang tersisa bisa dibangun terus dan itu cukup untuk mengusung Kang Emil,” kata Johnny saat dihubungi detikcom, Minggu (17/12/2017). Minus Golkar, partai pengusung Ridwan Kamil yakni Nasdem, PPP, dan PKB. Ketiga partai itu memiliki total 21 kursi sehingga cukup untuk mengusung pasangan cagub-cawagub. Diakui Johnny, bongkar pasang dukungan partai selama Pilkada cukup merepotkan. Terlebih rakyat dan partai politik memerlukan kepastian dari pasangan calon Gubernur yang akan diusung. “Kalau bongkar pasang dukungan memang repot, bahkan sampai terakhir perubahan bisa terjadi jadi itu sah-sah saja. Saya kira sejauh ini tidak ada perubahan sikap (Nasdem) serius dukung Kang Emil, karena beliau tokoh muda Jabar yang potensial dan mampu memahami karateristik Jabar,” jelasnya. Meski masih memberikan dukungan, Nasdem meminta Emil segera menentukan pasangannya. Sehingga dukungan yang diberikan bisa lebih konkret. “Sedangkan untuk calon wakilnya kita meminta Kang Emil untuk segera menetapkan calonnya sehingga mesin koalisi partai bisa segera bergerak jalan,” lanjutnya.

Wakil Ketua Fraksi NasDem Johnny G Plate memastikan akan tetap mendukung Ridwan Kamil, meski Golkar telah mencabut dukungannya di Pilkada Jabar 2018. Menurutnya kerja sama dari partai yang tersisa masih cukup untuk mengusung Ridwan Kamil. “Kalau pun Golkar menarik dukungannya tentu kita tidak bisa mengomentari, karena sepenuhnya itu keputusan DPP Golkar. Namun kerja sama politik dari partai yang tersisa bisa dibangun terus dan itu cukup untuk mengusung Kang Emil,” kata Johnny saat dihubungi detikcom, Minggu (17/12/2017). Minus Golkar, partai pengusung Ridwan Kamil yakni Nasdem, PPP, dan PKB. Ketiga partai itu memiliki total 21 kursi sehingga cukup untuk mengusung pasangan cagub-cawagub. Diakui Johnny, bongkar pasang dukungan partai selama Pilkada cukup merepotkan. Terlebih rakyat dan partai politik memerlukan kepastian dari pasangan calon Gubernur yang akan diusung. “Kalau bongkar pasang dukungan memang repot, bahkan sampai terakhir perubahan bisa terjadi jadi itu sah-sah saja. Saya kira sejauh ini tidak ada perubahan sikap (Nasdem) serius dukung Kang Emil, karena beliau tokoh muda Jabar yang potensial dan mampu memahami karateristik Jabar,” jelasnya. Meski masih memberikan dukungan, Nasdem meminta Emil segera menentukan pasangannya. Sehingga dukungan yang diberikan bisa lebih konkret. “Sedangkan untuk calon wakilnya kita meminta Kang Emil untuk segera menetapkan calonnya sehingga mesin koalisi partai bisa segera bergerak jalan,” lanjutnya.

Ketua DPD Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa berharap Golkar batal mencabut dukungannya untuk Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat 2018. Selain Golkar dan Nasdem, Ridwan Kamil saat ini masih mengantongi dukungan dari PPP dan PKB. “Kita berharap koalisi Golkar masih dengan Ridwan Kamil,” kata Saan saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Minggu malam (17/12/2017). Saan masih menunggu pengumuman resmi DPP Golkar soal pencabutan dukungan untuk Ridwan Kamil. Sementara itu DPD I Golkar Jawa Barat sudah membuat pernyataan soal ini. “Nunggu resmi aja, suratnya diterima (oleh) Ridwan Kamil. Selama belum ada, belum bisa komentar. Itu kan internal Golkar,” ucap Saan. Alasan Golkar mencabut rekomendasinya adalah karena Ridwan Kamil tak kunjung menentukan calon pendampingnya. Namun Saan memastikan, proses penentuan cawagub untuk Ridwan Kamil masih akan berjalan meski Golkar mencabut dukungan. “Kami pastikan proses penentuan cawagub masih jalan, karena kita serahkan semuanya ke RK (Ridwan Kamil),” ujar Saan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Nasdem menyerahkan kepada Ridwan Kamil untuk memilih calon wakil gubernur pendamping. Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem, Johnny G Plate menuturkan, masih cukup waktu bagi Emil untuk memilih wakilnya. Saat ini, empat partai mengusung Emil. Namun, beberapa partai juga mengusulkan masing-masing kadernya untuk menjadi wakil Emil. “Masih cukup waktu bagi kang Emil mendiskusikannya dengan partai pendukung dan elemen penting masyarakat Jabar dan akan mengumumkan pada saat yang tepat,” ujar Johnny saat dihubungi, Jumat (27/10/2017).

Jakarta, CNN Indonesia — Sekretaris Jendral Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto menyatakan partainya telah mengantongi nama kandidat calon gubernur untuk bertarung di Pilkada Jawa Barat tahun depan. Meski demikian, Hasto mengatakan PDIP belum menentukan calon wakil gubernur yang akan mendampingi cagub pilihannya. “Nama gubernur sudah jelas, tinggal wagub yang masih ada beberapa opsi, kita berikan kesempatan untuk turun ke bawah dulu,” ujar Hasto saat menghadiri acara ‘Sekolah Kader PDIP’ di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/12). Hasto sendiri enggan menyebutkan nama kandidat cagub-cawagub Jawa Barat yang diusung PDIP pada Pilkada tahun depan. Ia mengatakan, nama kandidat cagub yang akan dicalonkan dalam Pilgub Jawa Barat oleh PDIP akan diumumkan berbarengan dengan nama-nama kandidat cagub dari empat daerah lain. “(Nama kandidat) di Jawa Barat nanti akan bersamaan dengan (kandidat) dari Lampung, Sumsel, Sumut dan Jateng,” ujar Hasto. Di tempat yang sama, mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini menjabat sebagai Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengatakan nama kandidat cagub Jabar sudah mengerucut ke satu nama dan akan diumumkan sebelum Hari Natal. “Sudah mengerucut. Tapi Insya Allah sebelum Natal. Saya tidak akan sampaikan di sini, tapi sudah mengerucut betul,” kata Djarot. Djarot menambahkan, pengumuman cagub Jawa Barat nantinya akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Di Pilgub Jabar telah ada nama Ridwan Kamil dan Sudrajat yang mendeklarasikan diri maju sebagai calon gubernur. Ridwan Kamil maju berbekal dukungan dari NasDem, Golkar, PPP, dan PKB. Sementara Sudrajat diusung oleh Gerindra.  Tokoh lain seperti Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar juga disebut berpotensi ikut bertarung di Jawa Barat. Namun, keduanya belum mendapatkan dukungan partai. Ganjar untuk Jawa Tengah Sementara itu, Ketua Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun mengatakan kader dari internal partainya akan dicalonkan sebagai cagub Jawa Tengah. Ia menyebut nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pronowo dinilai masih memiliki kapasitas untuk memimpin Jateng kembali di periode berikutnya. “Saya kira di Jateng kita punya kader lah, ada, siap untuk bertarung di sana. Saya kira Ganjar sampai skarang masih kuat, dia punya kapasitas utk maju dan hasil survei jg masih diinginkan rakyat,” ungkap Komarudin. Hasto menambahkan, calon gubernur dari PDIP untuk bertarung di Pilkada Jawa Tengah sudah mengerucut ke satu orang, namun dia kembali enggan menyebutkan nama cagub Jawa Tengah itu karena menunggu deklarasi resmi dari PDIP. “Jawa tengah juga sudah ada nama yang mengerucut. Nanti akan diumumkan di momen yang tepat itu. Dinamika politik kan masih berjalan cukup tinggi,” ujarnya. Hasto lebih lanjut mengatakan partainya akan berkoalisi dengan partai lain untuk bekerjasama baik di Jawa Barat maupun Jawa Tengah. (wis/asa)

Related Posts

Comments are closed.