Miliki Harta Rp 92 Juta, Zirhan Ikut Pilkada di Aceh

Miliki Harta Rp 92 Juta, Zirhan Ikut Pilkada di Aceh

Tiga kabupaten/kota di Aceh akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak. Para pasangan calon sudah melaporkan harta kekayaan mereka ke KPK. Jumlahnya, mulai Rp 92 juta hingga terbanyak Rp 14 miliar. Dikutip detikcom pada Senin (22/1/2018) dari laman “Pantau Pilkada 2018” milik KPK, calon bupati, calon wakil bupati, calon wali kota serta calon wakil wali kota sudah melaporkan harta kekayaan mereka. Pada kolom, LHKPN, para pasangan calon tertulis terverifikasi. Pada Pilkada serentak 2018, ada 32 kandidat yang bakal bertarung. Di antaranya terdiri dari Kabupaten Pidie Jaya sebanyak empat pasangan (8 kandidat), Kota Subulussalam sebanyak lima pasangan (10 kandidat) serta Aceh Selatan sebanyak 14 kandidat (7 pasangan). Untuk kandidat di Pidie Jaya, calon dengan kekayaan terendah yaitu Yusri Yusuf Rp 2.232.000.000. Sementara terbanyak Saifullah dengan kekayaan mencapai Rp 13.144.000.000. Sementara calon petahana Aiyub Abbas mempunyai kekayaan Rp 4.265.554.109 dan Said Mulyadi sebanyak Rp 3.523.444.214. Sedangkan di Aceh Selatan, Zirhan menjadi kandidat dengan kekayaan paling sedikit yaitu Rp 92.000.000. Sementara calon dengan kekayaan terbanyak Mirwan Rp 14.190.930.671. Sementara calon petahana T Sama Indra melaporkan harta kekayaannya sebesar Rp 6.773.436.347. Untuk kandidat di Kota Subulussalam, kandidat Wagiman mempunyai kekayaan Rp 820.587.041 dan terbanyak yaitu Asmidar dengan total Rp 10.910.000.000. Berikut daftar Kekayaan Calon Kepala Daerah di Aceh. Pidie Jaya – Aiyub Abbas Rp 4.265.554.109 – Anwar Ishak Rp 7.805.000.000 – M Yusuf Ibrahim Rp 2.652.400.000 – M Yusuf Rp 3.467.123.650 – Muhibbudin M Husein Rp 4.007.000.000 – Said Mulyadi Rp 3.523.444.214 – Saifullah Rp 13.144.000.000 – Yusri Yusuf Rp 2.232.000.000 Aceh Selatan – Afdhal Yasin Rp 190.149.001 – Amran Rp 1.200.000.000 – Azwir Rp 1.249.527.465 – Baital Makmur Rp 2.062.700.000 – Darman Rp 2.008.775.383 – Harmaini Rp 4.989.372.260 – Huseinm Yusuf Rp 1.223.798.763 – Karman Rp 745.596.493 – M Jasa Rp 394.500.000 – Mirwan Rp 14.190.930.671 – Mustafril Rp 407.553.957 – T Sama Indra Rp 6.773.436.347 – Zirhan Rp 92.000.000 – Zulkarnaini Rp 830.000.000 Subulussalam – Affan Alfian Rp 5.583.928.600 – Anasri Rp 2.359.897.458 – Asmauddin Rp 2.756.398.086 – Asmidar Rp 10.910.000.000 – Dedi Anwar Bancin Rp 800.000.000 – Jalaluddin Rp 1.507.000000 – Sabaruddin Rp 140.057.479 – Salmaza Rp 1.102.000.000 – Sartina Rp 3.551.844.998 – Wagiman Rp 820.587.041

Tiga kabupaten/kota di Aceh akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak. Para pasangan calon sudah melaporkan harta kekayaan mereka ke KPK. Jumlahnya, mulai Rp 92 juta hingga terbanyak Rp 14 miliar. Dikutip detikcom pada Senin (22/1/2018) dari laman “Pantau Pilkada 2018” milik KPK, calon bupati, calon wakil bupati, calon wali kota serta calon wakil wali kota sudah melaporkan harta kekayaan mereka. Pada kolom, LHKPN, para pasangan calon tertulis terverifikasi. Pada Pilkada serentak 2018, ada 32 kandidat yang bakal bertarung. Di antaranya terdiri dari Kabupaten Pidie Jaya sebanyak empat pasangan (8 kandidat), Kota Subulussalam sebanyak lima pasangan (10 kandidat) serta Aceh Selatan sebanyak 14 kandidat (7 pasangan). Untuk kandidat di Pidie Jaya, calon dengan kekayaan terendah yaitu Yusri Yusuf Rp 2.232.000.000. Sementara terbanyak Saifullah dengan kekayaan mencapai Rp 13.144.000.000. Sementara calon petahana Aiyub Abbas mempunyai kekayaan Rp 4.265.554.109 dan Said Mulyadi sebanyak Rp 3.523.444.214. Sedangkan di Aceh Selatan, Zirhan menjadi kandidat dengan kekayaan paling sedikit yaitu Rp 92.000.000. Sementara calon dengan kekayaan terbanyak Mirwan Rp 14.190.930.671. Sementara calon petahana T Sama Indra melaporkan harta kekayaannya sebesar Rp 6.773.436.347. Untuk kandidat di Kota Subulussalam, kandidat Wagiman mempunyai kekayaan Rp 820.587.041 dan terbanyak yaitu Asmidar dengan total Rp 10.910.000.000. Berikut daftar Kekayaan Calon Kepala Daerah di Aceh. Pidie Jaya – Aiyub Abbas Rp 4.265.554.109 – Anwar Ishak Rp 7.805.000.000 – M Yusuf Ibrahim Rp 2.652.400.000 – M Yusuf Rp 3.467.123.650 – Muhibbudin M Husein Rp 4.007.000.000 – Said Mulyadi Rp 3.523.444.214 – Saifullah Rp 13.144.000.000 – Yusri Yusuf Rp 2.232.000.000 Aceh Selatan – Afdhal Yasin Rp 190.149.001 – Amran Rp 1.200.000.000 – Azwir Rp 1.249.527.465 – Baital Makmur Rp 2.062.700.000 – Darman Rp 2.008.775.383 – Harmaini Rp 4.989.372.260 – Huseinm Yusuf Rp 1.223.798.763 – Karman Rp 745.596.493 – M Jasa Rp 394.500.000 – Mirwan Rp 14.190.930.671 – Mustafril Rp 407.553.957 – T Sama Indra Rp 6.773.436.347 – Zirhan Rp 92.000.000 – Zulkarnaini Rp 830.000.000 Subulussalam – Affan Alfian Rp 5.583.928.600 – Anasri Rp 2.359.897.458 – Asmauddin Rp 2.756.398.086 – Asmidar Rp 10.910.000.000 – Dedi Anwar Bancin Rp 800.000.000 – Jalaluddin Rp 1.507.000000 – Sabaruddin Rp 140.057.479 – Salmaza Rp 1.102.000.000 – Sartina Rp 3.551.844.998 – Wagiman Rp 820.587.041

Sebanyak 3 bakal pasangan calon bupati-wakil bupati mendaftar ke KPU Deli Serdang, Sumatera Utara. Namun, dua paslon yang maju melalui jalur independen ditolak karena tidak memenuhi persyaratan. Kedua paslon dari jalur perseorangan itu yakni Mion Tarigan-Zainal Arifin dan Sofyan Nasution-Jamilah. Mereka ditolak karena jumlah dukungan KTP tidak terpenuhi. “Pendaftaran ada 3 bakal pasangan calon. Dua paslon perseorangan tidak memenuhi jumlah dukungan KTP yang harus dipenuhi. Mereka ditolak,” kata Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga saat dikonfirmasi, Senin (22/1/2018). Pada masa perbaikan syarat calon 18-20 Januari 2018, kedua pasangan calon jalur perseorangan itu juga tidak terpenuhi dukungannya. Atas hal itu, mereka tidak mendapatkan tiket Pilbup Deli Serdang. Sementara itu, incumbent yang didukung 11 partai politik, Ashari Tambunan dinyatakan berkasnya lengkap. Dalam pesta demokrasi ini, Ashari didampingi Ali Yusuf Siregar. Ke-11 partai itu yakni Golkar, PDIP, PAN, PKS, PKB, PKPI, Hanura, Demokrat, PPP, Gerindra dan NasDem. Secara terpisah, Ketua KPU Deli Serdang Timo Dahlia Daulay mengatakan hal yang sama. Dua bakal pasangan calon yang maju melalui jalu perseorangan ditolak karena tidak memenuhi jumlah dukungan KTP. Sebelumnya, awal syarat dukungan KTP yang harus dipenuhi 87.496. “Bakal paslon yang mendaftar tiga. Dua bakal paslon perseorangan belum memenuhi syarat dukungan KTP,” katanya.

Related Posts

Comments are closed.