Menteri Khofifah Tulis Puisi ‘Cuma Ibu yang Tahu’

Menteri Khofifah Tulis Puisi ‘Cuma Ibu yang Tahu’

Peran ibu dalam keluarga memang luar biasa, tak terkecuali bagi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Di hari Ibu ini, Khofifah menuliskan puisi tentang peranan ibu. Puisi karya Khofifah itu berjudul ‘Cuma Ibu yang Tahu’. Puisi itu dibacakan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dalam sambutan wisudawan-wisudawati Pondok Pesantren Husnul Khotimah Angkatan ke-20. Di bagian akhir puisinya, Khofifah memotivasi seluruh ibu agar terus semangat melayani keluarga. Dia juga menutup puisinya dengan mengucapkan selamat Hari Ibu kepada seluruh wanita yang merayakan. Berikut kutipan lengkap puisi Khofifah: PUISI CUMA IBU YANG TAHU oleh : Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial RI) Saat Ibu baru saja memejamkan mata………, pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya……., dalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cinta…… Bagaimana rasanya….? Cuma Ibu yang tahu rasanya….. Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja……, ketika suapan pertama, anak pup dicelana…… Bagaimana rasanya….? Cuma Ibu yang tahu rasanya….. Saat badan sudah lelah tak ada tenaga……, ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada…., mumpung anak-anak sedang anteng di kamarnya….. Belum sempat sabunan, anak sudah nangis berantem rebutan boneka….., Kacaulah acara mandi Ibu….., langsung handukan walau daki masih menempel dibadannya…. Bagaimana rasanya? Cuma Ibu yang tahu rasanya….., Saat Ibu ingin beribadah dengan khusuknya….., anak-anak mulai mencari perhatian….., menarik-narik mukena, mengacak-ngacak lemari baju mumpung lbu tak berdaya…., Loncat sana loncat sini, punggung Ibu jadi pelana. Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa… Bagaimana rasanya? Cuma Ibu yang tahu rasanya…. Aaah….., dibalik kerepotan itu semua, namun ada jua syurga didalamnya. Cuma Ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan…., pelukan anak…., Ucapan cinta anak yang tampak sederhana dihadapan orang, namun berubah menjadi intan permata dimata Ibu….., Itulah mengapa….? Saat anak bahagia, Ibu menangis…., Anak berprestasi, Ibu menangis…., Anak tidur lelap, Ibu menangis…, Anak pergi jauh, Ibu menangis…, Anak menikah, Ibu menangis…., Anak wisuda TK aja, Ibu menangis…, Anak tampil dipanggung, Ibu menangis…., Aah…. inikah tangis bahagia yang tak akan dapat dimiliki siapapun jua…, jika engkau tak mengalaminya sendiri sebagai Ibu…, mungkinkah ini bagian dari surga milikNya yang diberikan kepada seluruh Ibu, sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa….?. Dan akhirnya saya percaya dimana ada kerasnya perjuangan Ibu di dalam rumah…., maka disitu akan hadir cahaya surga yang menemani Ibu yang tak kalah indahnya….., Jika hari ini engkau menangis karena repotnya mengasuh anak…., maka akan ada hari dimana engkau akan tersenyum paling manis karena kebaikan yang hadir bersamanya….. Selamat menyambut Hari Ibu esok hari 22 Des Salam buat seluruh Ibu-Ibu…Dimanapun berada…..🙏🙏

Baca juga :

Puisi dibacakan oleh Wagub Jabar Bpk. H. Deddy Mizwar dalam sambutan Wisudawan Wisudawati Pondok Pesantren Husnul Khotimah Angkatan Ke-20 Saat Ibu baru saja memejamkan mata………, pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya……., dalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cinta…… Bagaimana rasanya….? Cuma Ibu yang tahu rasanya….. Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja……, ketika suapan pertama, anak pup dicelana…… Bagaimana rasanya….? Cuma Ibu yang tahu rasanya….. Saat badan sudah lelah tak ada tenaga……, ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada…., mumpung anak-anak sedang anteng dikamarnya….. Belum sempat sabunan, anak sudah nangis berantem rebutan boneka….., Kacaulah acara mandi Ibu….., langsung handukan walau daki masih menempel dibadannya…. Bagaimana rasanya? Cuma Ibu yang tahu rasanya….., Saat Ibu ingin beribadah dengan khusuknya….., anak-anak mulai mencari perhatian….., menarik-narik mukena, mengacak-ngacak lemari baju mumpung lbu tak berdaya…., Loncat sana loncat sini, punggung Ibu jadi pelana. Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa… Bagaimana rasanya? Cuma Ibu yang tahu rasanya…. Aaah….., dibalik kerepotan itu semua, namun ada jua syurga didalamnya. Cuma Ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan…., pelukan anak…., Ucapan cinta anak yang tampak sederhana dihadapan orang, namun berubah menjadi intan permata dimata Ibu….., Itulah mengapa….? Saat anak bahagia, Ibu menangis…., Anak berprestasi, Ibu menangis…., Anak tidur lelap, Ibu menangis…, Anak pergi jauh, Ibu menangis…, Anak menikah, Ibu menangis…., Anak wisuda TK aja, Ibu menangis…, Anak tampil dipanggung, Ibu menangis…., Aah…. inikah tangis bahagia yang tak akan dapat dimiliki siapapun jua…, jika engkau tak mengalaminya sendiri sebagai Ibu…, mungkinkah ini bagian dari surga milikNya yang diberikan kepada seluruh Ibu, sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa….?. Dan akhirnya saya percaya dimana ada kerasnya perjuangan Ibu di dalam rumah…., maka disitu akan hadir cahaya surga yang menemani Ibu yang tak kalah indahnya….., Jika hari ini engkau menangis karena repotnya mengasuh anak…., maka akan ada hari dimana engkau akan tersenyum paling manis karena kebaikan yang hadir bersamanya….. Selamat Hari Ibu Salam buat seluruh Ibu-Ibu…Dimanapun berada…. Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.


Baca juga : cuma.emak.yang.tahu.rasanya.puisi.khofifah.untuk.para.ibu.

GRESIK, KOMPAS.com – Untuk mereduksi angka kekerasan dalam rumah tangga, kuncinya adalah harus diciptakan keharmonisan di dalam rumah. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sampai membuat sebuah puisi tentang peran ibu di keluarga. Khofifah mengatakan, keharmonisan keluarga akan sulit dibangun apabila masing-masing anggota keluarga—ayah, ibu, dan anak-anak—tidak mendukung secara langsung. “Ciptakan surga di rumah. Jadikan (rumah) sebagai tempat paling nyaman dan aman bagi anggota keluarga,” ujar Khofifah di Gresik, Jawa Timur, Sabtu (25/6/2016). Berbicara di hadapan ibu-ibu pengajian Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Gresik, Khofifah berujar bahwa menciptakan surga di rumah juga menjadi salah satu tugas istri. “Saya tahu tugas istri (sudah) berat. Akan tetapi mari dimulai (dari istri). Ingat, surga akan tercipta saat di dalam rumah ada ibu, bapak, dan anak-anak yang santun,” kata Khofifah. Karena pentingnya tugas istri, lanjut Khofifah, keputusan di dalam rumah juga seharusnya bukan hanya sesuai keinginan suami. “Harus adil. Jalin komunikasi yang baik sehingga keputusan adalah hasil diskusi bersama antara suami dan istri,” tambahnya. Sayangnya, kata Khofifah, masih ada keluarga yang tidak memberikan hak istri untuk memberikan suara saat mengambil keputusan. “Sederhananya adalah para penasihat perkawinan yang kita temui semuanya laki-laki, yang selalu berpesan bahwa wanita harus jadi istri solehah. Kenapa perempuan tidak diberi peran? Keluarga juga butuh suami yang soleh, kan?” ungkap dia sambil tersenyum. Untuk memberi motivasi pada ibu-ibu, Khofifah juga sempat membacakan puisi yang sempat viral di internet. “Judulnya cuma emak yang tahu rasanya,” sebut Khofifah. Berikut cuplikan puisi tersebut:

seperti di kutip dari http://nasional.kompas.com

Cuma Emak yang Tahu Rasanya… … Saat emak baru saja memejamkan mata, pecahlah tangisan si kecil dengan nyaringnya. Dalam keadaan mengantuk anak pun harus digendong sepenuh cinta… Bagaimana rasanya? Cuma emak yang tahu rasanya. Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja. Ketika suapan pertama anak pup di celana. Bagaimana rasanya? Cuma emak yang tahu rasanya. Ah… di balik kerepotan itu semua Namun ada jua surga di dalamnya Cuma emak yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan, pelukan anak, ucapan cinta anak yang tampak sederhana di hadapan orang….


Baca juga : 790143 puisi kocak mensos khofifah hanya emak yang tahu rasanya

VIVA.co.id  – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa melantunkan sebuah puisi tentang peran besar seorang ibu dalam acara Pengajian Ibu-ibu Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu 25 Juni 2016. Puisi panjang itu terdengar kocak, sehingga membuat semua yang hadir tertawa. “Ingat peran ibu, saya dikirimi puisi oleh teman, judulnya ‘Hanya Emak yang Tahu Rasanya’. Saya akan bacakan puisi itu di sini,” kata Khofifah disambut tepuk tangan hadirin. “Saat Emak baru memejamkan mata, pecah tangisan si kecil dengan nyaring. Dalam keadaan mengantuk, anak harus digendong sepenuh cinta. Rasanya? Cuma emak yang tahu rasanya,” Khofifah memulai puisinya disambut tawar hadirin.

seperti di kutip dari http://www.viva.co.id

“Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja. Ketika suapan pertama, anak pup di celana. Rasanya?” kata Khofifah. “Cuma emak yang tahu rasanya,” hadirin serempak menyambut sambil tertawa. “Saat badan sudah lelah tak ada tenaga, ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada, mumpung anak-anak sedang ‘anteng’ di kamarnya. Belum sempat sabunan, anak sudah nangis berantem rebutan boneka. Kacaulah acara mandi emak, batal mandi walau daki masih menempel di badannya. Bagaimana rasanya? Cuma Emak  yang tahu rasanya,” kata Khofifah. Puisi tersebut dibaca Khofifah sampai akhir. Ia melantunkan puisi tersebut sebagai apresiasi betapa pentingnya peran perempuan, terutama dalam mendidik anak. “Semoga ini menjadi renungan bagi para suami, bahwa emak-emak telah melakukan banyak hal untuk anak, sampai anak sukses,” ujarnya. Hingga saat ini, lanjut Ketua Umum Muslimat NU itu, pemahaman masyarakat tentang rumah tangga sakinah mawaddah wa rahmah masih belum tepat. Istri yang dituntut salehah, sementara suami tidak ditekankan. “Rumah tangga sakinah mawaddah wa rahmah itu, suaminya saleh dan istrinya salehah. Otoritas penasihat perkawinan mulai sekarang harus memberikan nasihat yang seimbang ketika berceramah di acara perkawinan,” kata Khofifah. (ren)

Peran ibu dalam keluarga memang luar biasa, tak terkecuali bagi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Di hari Ibu ini, Khofifah menuliskan puisi tentang peranan ibu. Puisi karya Khofifah itu berjudul ‘Cuma Ibu yang Tahu’. Puisi itu dibacakan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dalam sambutan wisudawan-wisudawati Pondok Pesantren Husnul Khotimah Angkatan ke-20. Di bagian akhir puisinya, Khofifah memotivasi seluruh ibu agar terus semangat melayani keluarga. Dia juga menutup puisinya dengan mengucapkan selamat Hari Ibu kepada seluruh wanita yang merayakan. Berikut kutipan lengkap puisi Khofifah: PUISI CUMA IBU YANG TAHU oleh : Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial RI) Saat Ibu baru saja memejamkan mata………, pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya……., dalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cinta…… Bagaimana rasanya….? Cuma Ibu yang tahu rasanya….. Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja……, ketika suapan pertama, anak pup dicelana…… Bagaimana rasanya….? Cuma Ibu yang tahu rasanya….. Saat badan sudah lelah tak ada tenaga……, ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada…., mumpung anak-anak sedang anteng di kamarnya….. Belum sempat sabunan, anak sudah nangis berantem rebutan boneka….., Kacaulah acara mandi Ibu….., langsung handukan walau daki masih menempel dibadannya…. Bagaimana rasanya? Cuma Ibu yang tahu rasanya….., Saat Ibu ingin beribadah dengan khusuknya….., anak-anak mulai mencari perhatian….., menarik-narik mukena, mengacak-ngacak lemari baju mumpung lbu tak berdaya…., Loncat sana loncat sini, punggung Ibu jadi pelana. Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa… Bagaimana rasanya? Cuma Ibu yang tahu rasanya…. Aaah….., dibalik kerepotan itu semua, namun ada jua syurga didalamnya. Cuma Ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan…., pelukan anak…., Ucapan cinta anak yang tampak sederhana dihadapan orang, namun berubah menjadi intan permata dimata Ibu….., Itulah mengapa….? Saat anak bahagia, Ibu menangis…., Anak berprestasi, Ibu menangis…., Anak tidur lelap, Ibu menangis…, Anak pergi jauh, Ibu menangis…, Anak menikah, Ibu menangis…., Anak wisuda TK aja, Ibu menangis…, Anak tampil dipanggung, Ibu menangis…., Aah…. inikah tangis bahagia yang tak akan dapat dimiliki siapapun jua…, jika engkau tak mengalaminya sendiri sebagai Ibu…, mungkinkah ini bagian dari surga milikNya yang diberikan kepada seluruh Ibu, sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa….?. Dan akhirnya saya percaya dimana ada kerasnya perjuangan Ibu di dalam rumah…., maka disitu akan hadir cahaya surga yang menemani Ibu yang tak kalah indahnya….., Jika hari ini engkau menangis karena repotnya mengasuh anak…., maka akan ada hari dimana engkau akan tersenyum paling manis karena kebaikan yang hadir bersamanya….. Selamat menyambut Hari Ibu esok hari 22 Des Salam buat seluruh Ibu-Ibu…Dimanapun berada…..🙏🙏

JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar ikut memeriahkan puncak perayaan Milad ke-19 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (30/4/2017). Pada acara tersebut,Deddy membacakan dua buah puisi karya WS Rendra dan Khofifah Indar Parawansa. Dia mengaku bukan kali pertama membaca puisi pada acara Milad PKS. Deddy pernah melakuan hal sama saat PKS masih bernama Partai Keadilan.   “Ini bukan kali pertama saya membacakan puisi untuk PKS. Sejak 19 tahun lalu sudah sering saya membacakan puisi untuk PKS,” ujar Deddy disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta undangan puncak Milad PKS ke-19, seperti dalam siaran pers DPP PKS kepada SINDOnews.  Dua buah puisi yang dibacakan oleh Deddy Mizwar berjudul Aku Tulis Pamplet ini karya WS Rendra dan Hanya Emak Yang Tahu Rasanya karya Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa. Menurut aktor senior itu dua puisi tersebut memiliki makna mendalam, khususnya mengenai jeritan hati kelompok marjinal yang selalu terabaikan oleh negara.     (dam)

VIVA.co.id  – Setelah heboh foto Menteri Kelautan Susi Pujiastuti yang tertidur di Bandara New York, jejaring media sosial kembali dihebohkan dengan foto Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tertidur di ruang tunggu Bandara International Surabaya. Awalnya, foto Khofifah tertidur pulas diunggah oleh seorang staf di Kementerian Sosial di laman akun jejaring media sosial instagramnya. Entah disadari atau tidak, dalam foto itu Khofifah tertidur pulas dengan beralaskan bantal tas berwarna ungu dengan diselimuti kain batik yang menutupi badan dan wajahnya.

seperti di kutip dari http://www.viva.co.id

“Foto ini diambil hari Minggu sekira pukul 10.55 WIB di Bandara Juanda, Surabaya. Karena pesawatnya masih lama, Ibu Khofifah ‘nyuri waktu’ buat tidur,” tulis akun @chsaldy, yang dalam profilnya menyebutkan bekerja di Kementerian Sosial. Rupanya, kelelahan Menteri Khofifah akibat padatnya kunjungan kerja ke beberapa daerah di Tanah Air. Sebelumnya, Khofifah mengunjungi Kabupaten Toli-toli dan Kota Palu di Sulawesi Tengah guna menengok banjir. Selain itu, Khofifah juga bertolak ke wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dalam acara pembagian bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Presiden Joko Widodo. “Sambil menunggu pesawat ke Banyuwangi. Perjalan lima hari yang luar biasa dari Toli-Toli nengok korban banjir lanjut Kota Palu, lanjut Jakarta, lanjut Ciamis via darat, lanjut Bandung, lanjut Surabaya, dan akhirnya lanjut Banyuwangi,” tulis akun tersebut. Kemudian, pemilik akun instagram meminta kepada warganet agar mendoakan Khofifah diberikan kesehatan, dan amanah dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Sosial RI.

TABLOIDBINTANG.COM  – Penyanyi dangdut Nini Carlina mengunggah fotonya dengan keadaan salah satu matanya lebam. Kakak Fitri Carlina itu pun menuliskan caption berupa puisi yang menceritakan kehidupan seorang ibu.   “Ada puisi indah buat bunda2 hebat… *PUISI CUMA IBU YANG TAHU* oleh : Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial RI),” tulis Nini di akun instagramnya, Kamis (12/10). Karena postingannya itu, netizen bertanya-tanya tentang kejadian yang menimpanya. Netizen yakin bahwa lebam di mata Nini Carlina itu adalah bekas kekerasan alias bekas pemukulan.  “Knp itu muka nyaa aduh kok biru gt?” tanya netizen.  Namun ternyata jawaban Nini membuat netizen di luar dugaan. Lebam di matanya itu memang karena tindak kekerasan, namun bukan dilakukan orang dewasa melainkan akibat tingkah tak sengaja anak bungsu Nini yang bernama Diandra.  “Pelaku KDRT baru usia 2.5 taon pak @awannnputih…trimksh atas perhatiannya…” tulis Nini Carlina memberikan penjelasan. Karena itu, di foto dengan mata lebam, dia menuliskan puisi tentang ibu. Karena maksudnya adalah meskipun merasakan sakit karena anak, tetap seorang ibu selalu menyayangi anaknya.    (nda / wida) Penulis Nanda Indri Hadiyanti Editor Wida Kriswanti loading… KOMENTAR

Related Posts

Comments are closed.