MenPAN-RB Sebut Pendaftaran CPNS 2018 Sedang Diproses

MenPAN-RB Sebut Pendaftaran CPNS 2018 Sedang Diproses

Pemerintah berencana akan membuka pendaftaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai usulan sejumlah lembaga negara. Menteri PAN-RB Asman Abnur mengatakan pihaknya saat ini sedang menghitung kemampuan keuangan negara dengan penerimaan PNS. “2018 sesuai dengan usulan-usulan dari kelembagaan sedang kita proses, jadi kita hitung kemampuan keuangan negara banyak kaitannya itu. Nanti setelah kita hitung kira-kira kita bandingkan yang pensiun,” tutur Asman Abnur di Kantor Kemenkopolhukam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018). Asman mengatakan dalam waktu dekat ini akan rapat dengan kelembagaan sekalian membahas laporan mengenai PNS 2018 ini. “Laporannya mungkin dalam waktu dekat, dalam waktu dekat kita akan rapat,” ucap dia. Sementara itu, saat ditanya mengenai keinginan Mahkamah Agung yang membutuhkan 1.000 Hakim, Asman juga menjawab masih dalam proses. “Jadi 2018 salah satu yang mengusul adalah Mahkama Agung, kita putuskan formasinya, sekarang masih proses. Belum diputuskan tapi masih proses,” jelas Asman.

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) berencana untuk membuka kembali lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di 2018 mendatang. Pembukaan CPNS ini untuk Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah (Pemda). Nantinya, setiap K/L dan Pemda akan mengajukan jumlah formasi PNS baru yang dibutuhkan kepada Kementerian PAN-RB. Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB, Herman Suryatman, mengungkapkan khusus untuk Pemda, pihaknya masih menyusun syarat-syarat agar bisa mendapatkan formasi CPNS. “Terkait rencana pengadaan CPNS tahun 2018, khususnya untuk formasi di lingkungan pemerintah daerah sebagaimana disampaikan Pak Menpan (Asman Abnur). Dapat kami informasikan bahwa saat ini masih dalam proses, termasuk menyusun kriterianya (kriteria layak atau tidaknya untuk mendapatkan formasi),” ungkap Herman, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Herman mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah menghitung kebutuhan formasi CPNS dan melakukan pengecekan data yang disampaikan oleh masing-masing Pemda. “Kami sedang melakukan penghitungan kebutuhan dari masing-masing daerah. Kami juga tengah melakukan validasi data yang telah disampaikan oleh tiap-tiap pemerintah daerah melalui e-formasi sehubungan dengan adanya perubahan struktur organisasi perangkat daerah pasca diberlakukannya PP 18/2016 tentang Perangkat Daerah,” jelasnya. Sebelumnya, Menteri PAN-RB, Asman Abnur, sempat mengatakan terdapat sejumlah persyaratan agar Pemda bisa mengajukan dan mendapatkan kebutuhan formasi CPNS. Salah satunya ialah, belanja pegawai dari Pemda yang tak di atas 50% dari APBD. “Jadi bagi syarat daerah yang kita berikan formasi, itu tidak boleh salah satunya belanja pegawainya di atas 50%. Ada beberapa kondisi yang kita syaratkan agar daerah memenuhi dulu. Kemudian kita minta daerah agar mengisi formasi yang betul-betul dibutuhkan. Seperti guru, tenaga medis, kemudian infrastruktur khususnya yang konsentrasinya di bidang infrastruktur. Jadi pegawai-pegawai konsentrasi daerah kemana itulah yang harus diprioritaskan,” kata Asman beberapa waktu lalu. (mkj/mkj)

Jakarta – Besok, pendaftaran penerimaan CPNS akan dibuka. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pelamar agar proses pendaftaran dapat berjalan dengan lancar. “Pendaftaran akan dibuka mulai Senin tanggal 11 September 2017 dan ditutup tanggal 25 September 2017,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dalam keterangan tertulis, Minggu (10/9/2017). Selama ini, persyaratan pelamaran terdiri dari beberapa dokumen yang cukup banyak. Syarat-syarat yang harus dipenuhi berbeda-beda untuk setiap instansi dan jabatan. Untuk itu, pelamar disarankan untuk menyiapkan seluruh dokumen pokok yang sekiranya sama untuk setiap instansi. “Pelamar bisa menyiapkan dokumen-dokumen tersebut sebelum tanggal pendaftaran,” ujar Herman. Untuk proses pendaftaran, akan dilakukan secara online melalui situs BKN yakni sscn.bkn.go.id . Pelamar harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor KK, dan NIK Kepala Keluarga. Herman mengatakan bahwa sejauh ini, banyak pelamar yang bermasalah saat mengisikan NIK dan nomor KK. Untuk itu, pastikan NIK dan nomor KK tidak bermasalah. “Kalau bermasalah segera hubungi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat,” jelasnya. Mengingat instansi pemerintah yang membuka penerimaan CPNS cukup banyak, diharapkan pelamar benar-benar teliti dalam memilih jabatan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keinginan. Pelamar hanya dapat mendatar pada satu instansi dan memilih satu jabatan. “Jangan sampai salah memilih! Karena pelamar tidak dapat mengubah pilihan jika sudah mendaftar,” ujarnya. Herman kembali mengingatkan bahwa bagi pelamar yang sudah mendaftar pada penerimaan putaran pertama (Kementerian Hukum dan HAM dan Mahkamah Agung) diperbolehkan mendaftar kembali dengan menggunakan account SSCN yang telah dibuat sebelumnya. (dna/dna)

Jakarta – Pendaftaran lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) gelombang dua tahun 2017 akan segera ditutup. Pendaftaran CPNS yang telah dibuka selama dua minggu ini ditutup pada hari ini, Senin 25 September 2017. Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB, Herman Suryatman, mengatakan tidak ada perubahan jadwal pendaftaran CPNS gelombang dua tahun 2017. Penutupan pendaftaran tidak akan diperpanjang. “Tidak ada perubahan,” kata Herman kepada detikFinance , Jakarta, Senin (25/9/2017). Herman mengatakan, saat ini para pelamar CPNS masih memiliki waktu untuk mendaftar hingga pukul 24.00 WIB nanti. Setelah itu pendaftaran akan langsung ditutup. “(Ditutup) jam 24.00 WIB,” jelas Herman. Seperti diketahui, pemerintah telah membuka lowongan CPNS gelombang dua untuk 60 Kementerian dan Lembaga, serta satu pemerintah daerah, yaitu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Jumlah formasi yang disediakan pemerintah pada penerimaan CPNS gelombang kedua tahun 2017, yaitu sebanyak 17.928 formasi. Para pelamar harus mendaftarkan diri melalui Pelamar yang sebelumnya sudah melamar pada seleksi Kemenkum HAM dan MA pada penerimaan CPNS gelombang I, tidak perlu lagi membuat akun saat akan melamar ke 60 K/L ini. Pelamar tinggal log-in pada web sscn.bkn.go.id dengan memasukkan NIK dan password yang digunakan pada pelamaran di gelombang II. (mkj/mkj)

TEMPO.CO , Jakarta -Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengimbau masyarakat agar mencari informasi penerimaan CPNS di situs resmi pemerintah. Hal ini untuk mencegah penipuan-penipuan yang terjadi dalam penerimaan CPNS ini. “Informasi dan sebagainya silakan simak di portal pemerintah,” kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik, Herman Suryatman kepada Tempo, Jumat, 8 September 2017. Baca: Kemenpan RB: Kabar Lowongan CPNS 2017 Hoax CPNS Resmi Dibuka, Menpan RB: Hati-hati Penipuan Portal instansi diselenggarakan oleh instansi terkait. “Semuanya (beralamat) .go.id,” ujar Herman. Untuk penerimaan CPNS, portal milik pemerintah di antaranya adalah kemenhan.go.id, dan sscn.bkn.go.id.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ‎Asman Abnur memperingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak mudah menyebarkan informasi mengenai penerimaan CPNS 2017. Dia menjelaskan, saat ini pemerintah masih memberlakukan moratorium CPNS. Artinya pemerintah belum ada rencana membuka penerimaan CPNS tersebut. “Sanksi hukum akan dikenakan baik dari kalangan umum ataupun dari oknum PNS sendiri,” tegas Asman dalam keterangannya, Sabtu (21/1/2017).

seperti di kutip dari http://bisnis.liputan6.com

MenPANRB menjelaskan, khusus untuk pelaku penipuan CPNS dari kalangan PNS akan dikenakan sanksi berat selain diproses secara hukum, yaitu pemecatan PNS tersebut dari instansi kerjanya. Sebelumnya, terjadi penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mengatasnamakan pemerintah Jawa Barat yang terbongkar karena pelaku nekat mengumpulkan ratusan korban penipuan di Gedung Sate, Bandung. Korban menyetor puluhan juta rupiah dengan imbalan Surat Keputusan Pengangkatan PNS palsu. Sedikitnya ada 200 orang yang diminta datang hari Kamis, 12 Januari 2017, bagian dari gelombang pertama untuk menghadiri Acara Pengarahan Gubernur di Gedung Sate. Rencananya seluruhnya ada 645 orang yang diminta datang bergelombang. Mereka mengantongi SK Pengangkatan PNS palsu dengan beragam posisi dari guru, hingga anggota Satpol PP, berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. Berdasarkan hasil penyelidikan oleh pihak yang berwenang ada dua orang yang diduga otak penipuan itu. Salah satunya telah diamankan, sementara satu lagi kabur.

seperti di kutip dari http://bisnis.liputan6.com

Terduga pelaku penipuan yang kini digelandang ke Polrestabes Bandung yakni Lalan Suherlan, warga Babakan Cianjur, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, ternyata Anggota Satpol PP berstatus PNS yang bertugas di Kantor Kecamatan Cihampelas, Bandung Barat. Untuk menghindari terjadinya kasus serupa, kepada seluruh masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap penipuan CPNS serta dapat melakukan up-date mengenai penerimaan CPNS dengan mengakses website resmi Kementerian PANRB yaitu www.menpan.go.id.

Related Posts

Comments are closed.