Menhub Tegur Sopir Truk yang Kelebihan Muatan di Tol Cikampek

Menhub Tegur Sopir Truk yang Kelebihan Muatan di Tol Cikampek

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendapati adanya pelanggaran ketika meninjau pengoperasian alat timbang truk portable di Tol Cikampek. Budi sampai turun langsung menegur sopir truk yang melakukan pelanggaran. Dari pantauan, Budi tiba di parking bay Tol Cikampek KM 18 pukul 14.10 WIB. Dia tampak didampingi Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi. Menhub Budi Karya Sumadi meninjau di Tol Cikampek (Foto: Aditya Fajar/detikcom) Kemudian, keduanya tampak mengecek pengoperasian alat timbang truk portable. Budi pun menemukan pelanggaran berupa kelebihan muatan dari salah satu truk. “Bawa truk ke mana? Kok muatannya sampai 28 ton. Itu pelanggarannya 112 persen. Bapak tahu itu melebihi kapasitas?” kata Budi ketika menegur salah satu sopir truk di lokasi, Minggu (21/1/2018). “Tidak tahu, Pak. Saya hanya ditugas untuk membawa saja,” jawab sopir itu. Menhub Budi Karya Sumadi meninjau di Tol Cikampek (Foto: Aditya Fajar/detikcom) Selain itu, Budi sempat memarahi seorang sopir truk lainnya karena tidak memiliki kelengkapan Surat Izin Mengemudi (SIM). “Ini SIM kamu mana? Kok photocopy-an? Kirnya juga nggak bawa. Sudah sekarang mobilnya ditahan, biar nanti dijemput sama perusahaannya,” kata Budi. Setelah itu, Budi mengecek pengoperasian alat Portable Dynamic Truck Tester. Alat itu mampu menghitung beban muatan truk saat dilintasi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendapati adanya pelanggaran ketika meninjau pengoperasian alat timbang truk portable di Tol Cikampek. Budi sampai turun langsung menegur sopir truk yang melakukan pelanggaran. Dari pantauan, Budi tiba di parking bay Tol Cikampek KM 18 pukul 14.10 WIB. Dia tampak didampingi Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi. Menhub Budi Karya Sumadi meninjau di Tol Cikampek (Foto: Aditya Fajar/detikcom) Kemudian, keduanya tampak mengecek pengoperasian alat timbang truk portable. Budi pun menemukan pelanggaran berupa kelebihan muatan dari salah satu truk. “Bawa truk ke mana? Kok muatannya sampai 28 ton. Itu pelanggarannya 112 persen. Bapak tahu itu melebihi kapasitas?” kata Budi ketika menegur salah satu sopir truk di lokasi, Minggu (21/1/2018). “Tidak tahu, Pak. Saya hanya ditugas untuk membawa saja,” jawab sopir itu. Menhub Budi Karya Sumadi meninjau di Tol Cikampek (Foto: Aditya Fajar/detikcom) Selain itu, Budi sempat memarahi seorang sopir truk lainnya karena tidak memiliki kelengkapan Surat Izin Mengemudi (SIM). “Ini SIM kamu mana? Kok photocopy-an? Kirnya juga nggak bawa. Sudah sekarang mobilnya ditahan, biar nanti dijemput sama perusahaannya,” kata Budi. Setelah itu, Budi mengecek pengoperasian alat Portable Dynamic Truck Tester. Alat itu mampu menghitung beban muatan truk saat dilintasi.

Kecelakaan antara rombongan motor gede alias moge terjadi di Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tidak ada korban luka atau korban jiwa akibat kecelakaan itu. “Kecelakaan di Jalan Pakubuwono, sekitar jam (pukul) 10.00 WIB,” ujar Kasatlantas Polres Jakarta Selatan, AKBP Edy Surasa, saat dikonfirmasi detikcom , Minggu (21/1/2018). Edy mengatakan, kecelakaan itu terjadi karena salah satu kendaraan berada terlalu kanan. Sehingga moge dan mobil SUV itu tabrakan. “Tapi mereka sudah damai, tidak masalah lagi,” ucapnya. Edy belum mengetahui rombongan moge itu berasal dari mana. Mengenai identitas pengendara moge dan mobil juga tidak diketahui. “Saya cek anggota dulu untuk cari infonya,” ujar Edy. Dalam video yang diterima detikcom , kecelakaan melibatkan 2 moge dan 1 mobil. Akibat kecelakaan itu sebuah moge rusak parah di bagian depan hingga roda depan putus. Sedangkan mobil SUV tersebut mengalami rusak di bagian bemper kanan. Sempat terjadi adu mulut antara peserta konvoi dengan pengendara mobil, namun dilerai oleh sesama rombongan dan warga sekitar. [Gambas:Video 20detik]

Related Posts

Comments are closed.