Menhub Kaji Usulan Ban Truk Kempis Jika Bawa Muatan Berlebih

Menhub Kaji Usulan Ban Truk Kempis Jika Bawa Muatan Berlebih

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana meregulasi kapasitas ban truk agar tidak melebihi muatan. Sehingga ban akan kempis saat truk membawa muatan berlebih. “Regulasi ban yang kempis karena truk muatan berlebih itu sudah lazim di negara lain. Tapi usul itu masih akan dikaji untuk jangka panjang,” kata Budi di Kantor Jasa Marga Tol Cikampek, Cikarang, Jawa Barat, Minggu (21/1/2018). Budi menjelaskan, usulan tersebut datang dari Korlantas Mabes Polri yang mengatakan industri ban truk di Indonesia mengeluarkan produk yang terlalu kuat. Sehingga pengendara truk nekat membawa beban berlebih dan menghiraukan kualitas jalan. “Usulan ban itu dari kakorlantas jadi contohnya kalau ban itu kapasitasnya mampu angkut 20 Ton kalau truk bawa kapasitas di atas atau overload langsung meletus. Infonya industri ban di Indonesia itu terlalu laku karena memiliki produk yang kuat, sedangkan jalan tidak bisa menahan beban terlalu berat,” papar Budi. Meski begitu, usulan tersebut masih akan dikaji dan masuk dalam program jangka panjang. Dirinya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk membahas usulan tersebut. “Itu pemikiran yang positif, usulan ban itu bisa kita bicarakan dengan kementerian perindustrian karena di luar ban itu sudah memenuhi suatu ketentuan. Saya pikir ini akan kami berlakukan untuk program jangka panjang,” terangnya. Sebelumnya, Dirut Jasa Marga Desi Aryani, memaparkan 63 persen kecelakaan di jalan tol melibatkan kendaraan berat yang kelebihan muatan. Akibatnya pemeliharaan ruas jalan tol melonjak hingga 20 persen. “63 persen dari kecelakaan di jalan tol melibatkan kendaraan berat. Terlebih kendaraan berat yang melebihi muatan mengakibatkan infrastruktur jalan rusak, laju kendaraan yang lamban juga membuat antrean panjang kendaraan dan terlebih kecelakaan yang diakibatkan,” ujar Desi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana meregulasi kapasitas ban truk agar tidak melebihi muatan. Sehingga ban akan kempis saat truk membawa muatan berlebih. “Regulasi ban yang kempis karena truk muatan berlebih itu sudah lazim di negara lain. Tapi usul itu masih akan dikaji untuk jangka panjang,” kata Budi di Kantor Jasa Marga Tol Cikampek, Cikarang, Jawa Barat, Minggu (21/1/2018). Budi menjelaskan, usulan tersebut datang dari Korlantas Mabes Polri yang mengatakan industri ban truk di Indonesia mengeluarkan produk yang terlalu kuat. Sehingga pengendara truk nekat membawa beban berlebih dan menghiraukan kualitas jalan. “Usulan ban itu dari kakorlantas jadi contohnya kalau ban itu kapasitasnya mampu angkut 20 Ton kalau truk bawa kapasitas di atas atau overload langsung meletus. Infonya industri ban di Indonesia itu terlalu laku karena memiliki produk yang kuat, sedangkan jalan tidak bisa menahan beban terlalu berat,” papar Budi. Meski begitu, usulan tersebut masih akan dikaji dan masuk dalam program jangka panjang. Dirinya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk membahas usulan tersebut. “Itu pemikiran yang positif, usulan ban itu bisa kita bicarakan dengan kementerian perindustrian karena di luar ban itu sudah memenuhi suatu ketentuan. Saya pikir ini akan kami berlakukan untuk program jangka panjang,” terangnya. Sebelumnya, Dirut Jasa Marga Desi Aryani, memaparkan 63 persen kecelakaan di jalan tol melibatkan kendaraan berat yang kelebihan muatan. Akibatnya pemeliharaan ruas jalan tol melonjak hingga 20 persen. “63 persen dari kecelakaan di jalan tol melibatkan kendaraan berat. Terlebih kendaraan berat yang melebihi muatan mengakibatkan infrastruktur jalan rusak, laju kendaraan yang lamban juga membuat antrean panjang kendaraan dan terlebih kecelakaan yang diakibatkan,” ujar Desi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendapati adanya pelanggaran ketika meninjau pengoperasian alat timbang truk portable di Tol Cikampek. Budi sampai turun langsung menegur sopir truk yang melakukan pelanggaran. Dari pantauan, Budi tiba di parking bay Tol Cikampek KM 18 pukul 14.10 WIB. Dia tampak didampingi Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi. Menhub Budi Karya Sumadi meninjau di Tol Cikampek (Foto: Aditya Fajar/detikcom) Kemudian, keduanya tampak mengecek pengoperasian alat timbang truk portable. Budi pun menemukan pelanggaran berupa kelebihan muatan dari salah satu truk. “Bawa truk ke mana? Kok muatannya sampai 28 ton. Itu pelanggarannya 112 persen. Bapak tahu itu melebihi kapasitas?” kata Budi ketika menegur salah satu sopir truk di lokasi, Minggu (21/1/2018). “Tidak tahu, Pak. Saya hanya ditugas untuk membawa saja,” jawab sopir itu. Menhub Budi Karya Sumadi meninjau di Tol Cikampek (Foto: Aditya Fajar/detikcom) Selain itu, Budi sempat memarahi seorang sopir truk lainnya karena tidak memiliki kelengkapan Surat Izin Mengemudi (SIM). “Ini SIM kamu mana? Kok photocopy-an? Kirnya juga nggak bawa. Sudah sekarang mobilnya ditahan, biar nanti dijemput sama perusahaannya,” kata Budi. Setelah itu, Budi mengecek pengoperasian alat Portable Dynamic Truck Tester. Alat itu mampu menghitung beban muatan truk saat dilintasi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana meregulasi kapasitas ban truk agar tidak melebihi muatan. Sehingga ban akan kempis saat truk membawa muatan berlebih. “Regulasi ban yang kempis karena truk muatan berlebih itu sudah lazim di negara lain. Tapi usul itu masih akan dikaji untuk jangka panjang,” kata Budi di Kantor Jasa Marga Tol Cikampek, Cikarang, Jawa Barat, Minggu (21/1/2018). Budi menjelaskan, usulan tersebut datang dari Korlantas Mabes Polri yang mengatakan industri ban truk di Indonesia mengeluarkan produk yang terlalu kuat. Sehingga pengendara truk nekat membawa beban berlebih dan menghiraukan kualitas jalan. “Usulan ban itu dari kakorlantas jadi contohnya kalau ban itu kapasitasnya mampu angkut 20 Ton kalau truk bawa kapasitas di atas atau overload langsung meletus. Infonya industri ban di Indonesia itu terlalu laku karena memiliki produk yang kuat, sedangkan jalan tidak bisa menahan beban terlalu berat,” papar Budi. Meski begitu, usulan tersebut masih akan dikaji dan masuk dalam program jangka panjang. Dirinya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk membahas usulan tersebut. “Itu pemikiran yang positif, usulan ban itu bisa kita bicarakan dengan kementerian perindustrian karena di luar ban itu sudah memenuhi suatu ketentuan. Saya pikir ini akan kami berlakukan untuk program jangka panjang,” terangnya. Sebelumnya, Dirut Jasa Marga Desi Aryani, memaparkan 63 persen kecelakaan di jalan tol melibatkan kendaraan berat yang kelebihan muatan. Akibatnya pemeliharaan ruas jalan tol melonjak hingga 20 persen. “63 persen dari kecelakaan di jalan tol melibatkan kendaraan berat. Terlebih kendaraan berat yang melebihi muatan mengakibatkan infrastruktur jalan rusak, laju kendaraan yang lamban juga membuat antrean panjang kendaraan dan terlebih kecelakaan yang diakibatkan,” ujar Desi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendapati adanya pelanggaran ketika meninjau pengoperasian alat timbang truk portable di Tol Cikampek. Budi sampai turun langsung menegur sopir truk yang melakukan pelanggaran. Dari pantauan, Budi tiba di parking bay Tol Cikampek KM 18 pukul 14.10 WIB. Dia tampak didampingi Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi. Menhub Budi Karya Sumadi meninjau di Tol Cikampek (Foto: Aditya Fajar/detikcom) Kemudian, keduanya tampak mengecek pengoperasian alat timbang truk portable. Budi pun menemukan pelanggaran berupa kelebihan muatan dari salah satu truk. “Bawa truk ke mana? Kok muatannya sampai 28 ton. Itu pelanggarannya 112 persen. Bapak tahu itu melebihi kapasitas?” kata Budi ketika menegur salah satu sopir truk di lokasi, Minggu (21/1/2018). “Tidak tahu, Pak. Saya hanya ditugas untuk membawa saja,” jawab sopir itu. Menhub Budi Karya Sumadi meninjau di Tol Cikampek (Foto: Aditya Fajar/detikcom) Selain itu, Budi sempat memarahi seorang sopir truk lainnya karena tidak memiliki kelengkapan Surat Izin Mengemudi (SIM). “Ini SIM kamu mana? Kok photocopy-an? Kirnya juga nggak bawa. Sudah sekarang mobilnya ditahan, biar nanti dijemput sama perusahaannya,” kata Budi. Setelah itu, Budi mengecek pengoperasian alat Portable Dynamic Truck Tester. Alat itu mampu menghitung beban muatan truk saat dilintasi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut negara mengalami kerugian keuangan hingga puluhan triliun gara-gara truk kelebihan muatan. Menurutnya, angka itu bisa membengkak untuk pemeliharaan jalan tol. “Total kerugian negara kira-kira Rp 30 triliun di mana jalan tol dan jalan nasional kerugiannya bisa mencapai Rp 10-15 triliun akibat overload muatan,” ucap Budi di kantor Jasa Marga Tol Cikampek, Minggu (21/1/2018). Menurut Budi, truk yang melebihi muatan berimbas pada rusaknya jalan tol dan jalan nasional. Budi menyebut jalan yang rusak mencapai 4 ribu km. “Untuk kebutuhan pemeliharaan jalan tol dan nasional di angka Rp 45 triliun per tahun, jadi kalau overload kendaraan berat itu bisa dihilangkan biaya pemeliharaan bisa turun hingga Rp 35 triliun. Sedangkan anggaran untuk tahun ini Rp 18 triliun dan jalan rusak 4.000 km jadi overloading menekan biaya pemeliharaan jalan,” papar Budi. Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan 63 persen kecelakaan di jalan tol melibatkan kendaraan berat yang kelebihan muatan. Akibatnya pemeliharaan ruas jalan tol melonjak hingga 20 persen. “Enam puluh tiga persen dari kecelakaan di jalan tol melibatkan kendaraan berat. Terlebih kendaraan berat yang melebihi muatan mengakibatkan infrastruktur jalan rusak, laju kendaraan yang lamban juga membuat antrean panjang kendaraan dan terlebih kecelakaan yang diakibatkan,” ujar Desi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sibuhuan ( SIB) – / Wakil Bupati (Wabup) Padang Lawas (Palas) drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, membuka acara kegiatan forum konsultasi publik, tentang rancangan awal perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Palas tahun 2014 – 2019, di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) Palas, Sigala – gala, Kecamatan Barumun, Senin (20/11). b b Kegiatan ini, dihadiri Asisten 1 Pemkab Palas GT. Hamoangan Daulay dan seluruh pimpinan SKPD Pemkab Palas dan Camat. b Baca tapak asal هذه الصفحة هي مجرد قاریء تلقائي للأخبار باستخدام خدمة الـ RSS و بأن نشر هذه الأخبار هنا لاتعني تأییدها علی الإطلاق.

Sibuhuan ( SIB) – / Wakil Bupati (Wabup) Padang Lawas (Palas) drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, membuka acara kegiatan forum konsultasi publik, tentang rancangan awal perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Palas tahun 2014 – 2019, di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) Palas, Sigala – gala, Kecamatan Barumun, Senin (20/11). b b Kegiatan ini, dihadiri Asisten 1 Pemkab Palas GT. Hamoangan Daulay dan seluruh pimpinan SKPD Pemkab Palas dan Camat. b Baca tapak asal هذه الصفحة هي مجرد قاریء تلقائي للأخبار باستخدام خدمة الـ RSS و بأن نشر هذه الأخبار هنا لاتعني تأییدها علی الإطلاق.

Related Posts

Comments are closed.