Malam Minggu, Menhub Budi Karya Ngopi dan Baca Puisi

Malam Minggu, Menhub Budi Karya Ngopi dan Baca Puisi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengisi malam Minggu ini dengan bersantai di sebuah kafe. Disela kesibukannya, mantan Dirut AP II ini menyempatkan menyeruput kopi dan membaca puisi. Budi datang ke Kaffrine Kline, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (6/1/2018) malam. Di kafe itu, para anggota komunitas puisi Jakarta tengah membacakan puisi secara bergantian. Awalnya, kedatangan Budi tidak disadari oleh para pengunjung. Tiba-tiba, Budi langsung tunjuk tangan ketika pembawa acara menanyakan siapa lagi yang akan membaca puisi. “Di sini, saya mau baca puisi,” teriak Budi. Puluhan anggota komunitas yang rata-rata masih remaja itu nampak belum sadar kalau yang maju itu merupakan menteri dari Kabinet Kerja. Sekitar sepuluh menit Budi membawakan puisi karya Gus Mus berjudul ‘Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu’. Diiringi alunan gitar, ternyata Budi mampu membius para anggota komunitas yang spontan terbawa bait bait puisi. Suasana malam Minggu itu mendadak hening lantaran perhatian semua tertuju kepadanya. “Saya hanya mengapresiasi kreativitas anak muda, ini bagus, ada saya lihat baca puisi, bermusik, sangat positif sekali,” ungkapnya. Setelah sadar bahwa ditengah-tengah mereka merupakan menteri, akhirnya Budi menjadi bulan-bulanan rebutan berswafoto. Usai berpuisi, Budi menyempatkan diri juga menjadi seorang Barista. Dia meracik sendiri kopi Aceh dengan memutar-mutar teko yang berisi air panas. Kemudian kopi itu pun dinikmati bersama-sama.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengisi malam Minggu ini dengan bersantai di sebuah kafe. Disela kesibukannya, mantan Dirut AP II ini menyempatkan menyeruput kopi dan membaca puisi. Budi datang ke Kaffrine Kline, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (6/1/2018) malam. Di kafe itu, para anggota komunitas puisi Jakarta tengah membacakan puisi secara bergantian. Awalnya, kedatangan Budi tidak disadari oleh para pengunjung. Tiba-tiba, Budi langsung tunjuk tangan ketika pembawa acara menanyakan siapa lagi yang akan membaca puisi. “Di sini, saya mau baca puisi,” teriak Budi. Puluhan anggota komunitas yang rata-rata masih remaja itu nampak belum sadar kalau yang maju itu merupakan menteri dari Kabinet Kerja. Sekitar sepuluh menit Budi membawakan puisi karya Gus Mus berjudul ‘Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu’. Diiringi alunan gitar, ternyata Budi mampu membius para anggota komunitas yang spontan terbawa bait bait puisi. Suasana malam Minggu itu mendadak hening lantaran perhatian semua tertuju kepadanya. “Saya hanya mengapresiasi kreativitas anak muda, ini bagus, ada saya lihat baca puisi, bermusik, sangat positif sekali,” ungkapnya. Setelah sadar bahwa ditengah-tengah mereka merupakan menteri, akhirnya Budi menjadi bulan-bulanan rebutan berswafoto. Usai berpuisi, Budi menyempatkan diri juga menjadi seorang Barista. Dia meracik sendiri kopi Aceh dengan memutar-mutar teko yang berisi air panas. Kemudian kopi itu pun dinikmati bersama-sama.

Sementara itu, menurut Ganjar Pranowo, event Nitilaku 2017 merupakan upaya sivitas akademika, alumni, dan masyarakat tidak melupakan awal sejarah berdirinya UGM. Di masa kemudian, UGM memberikan sumbangan melalui keberhasilan dan kontribusi para alumni di pemerintahan melalui program pembangunan infrastruktur, transportasi, diplomasi luar negeri, dan lainnya “Nitilaku menjadi momentum bagi alumni UGM untuk merasakan kembali denyut masa lalu agar kita bisa menginternalisasikan nilai-nilai itu. Tentu, ibarat kacang tidak mungkin melupakan kulitnya. Dari keraton Yogyakarta ini, UGM ada dan berdiri dan kini mengenang kembali masa-masa awal berdirinya perguruan kebangsaan,” ujarnya

Related Posts

Comments are closed.