Maju Pilgub Jatim, Khofifah Klaim Didukung 5 Partai

Maju Pilgub Jatim, Khofifah Klaim Didukung 5 Partai

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengklaim sudah didukung lima partai politik untuk maju dalam Pilgub Jawa Timur 2018. Saat ini sudah ada tiga partai yang sudah menyatakan dukungan kepada Khofifah dan Emil Dardak lewat formulir B1KWK. “Yang sudah B1KWK (surat pernyataan dukungan) pertama itu (Partai) Demokrat. Kemudian NasDem dan Hanura,” kata Khofifah di kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018). Khofifah mengatakan Partai Golkar sebenarnya akan menyerahkan surat rekomendasi. Hanya, ditunda karena adanya pergantian Ketua Umum lewat munaslub beberapa waktu lalu. Selain Golkar, dia mengatakan, dalam waktu dekat PPP akan menyatakan dukungan lewat formulir B1KWK. “Sebetulnya sudah B1KWK, tetapi karena ada pergantian Ketum (Golkar), insyaallah tanggal 5 Januari siang akan disampaikan keputusan dalam bentuk B1KWK. Insyaallah malamnya kami dapat konfirmasi untuk penyerahan B1KWK di PPP,” ucap dia. Khofifah juga mengaku sudah mendapatkan dukungan dari Partai PKPI meski tidak memiliki jatah kursi di DPRD Jatim. “Insyaallah ada yang nonkursi, PKPI insyaallah juga akan mendukung karena kursi di DPRD Provinsi belum ada, jadi tidak bisa B1KWK, tapi PKPI juga akan deklarasi,” kata dia.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengklaim sudah didukung lima partai politik untuk maju dalam Pilgub Jawa Timur 2018. Saat ini sudah ada tiga partai yang sudah menyatakan dukungan kepada Khofifah dan Emil Dardak lewat formulir B1KWK. “Yang sudah B1KWK (surat pernyataan dukungan) pertama itu (Partai) Demokrat. Kemudian NasDem dan Hanura,” kata Khofifah di kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018). Khofifah mengatakan Partai Golkar sebenarnya akan menyerahkan surat rekomendasi. Hanya, ditunda karena adanya pergantian Ketua Umum lewat munaslub beberapa waktu lalu. Selain Golkar, dia mengatakan, dalam waktu dekat PPP akan menyatakan dukungan lewat formulir B1KWK. “Sebetulnya sudah B1KWK, tetapi karena ada pergantian Ketum (Golkar), insyaallah tanggal 5 Januari siang akan disampaikan keputusan dalam bentuk B1KWK. Insyaallah malamnya kami dapat konfirmasi untuk penyerahan B1KWK di PPP,” ucap dia. Khofifah juga mengaku sudah mendapatkan dukungan dari Partai PKPI meski tidak memiliki jatah kursi di DPRD Jatim. “Insyaallah ada yang nonkursi, PKPI insyaallah juga akan mendukung karena kursi di DPRD Provinsi belum ada, jadi tidak bisa B1KWK, tapi PKPI juga akan deklarasi,” kata dia.

MOJOKERTO – Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengklaim telah mendapat dukungan dari separuh partai untuk mengantarkannya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018. Ia juga mengaku telah mendapat restu dari sejumlah kiai. Sayangnya, Khofifah tak menyebut partai apa saja yang sudah memberikan dukungan kepadanya. Namun menurutnya, dukungan separuh lebih jumlah partai itu telah bisa mengusungnya dalam tahap pendaftaran nanti. ”Tidak usah saya sebut partainya apa saja. Yang jelas lebih dari separuh dan itu lebih dari cukup untuk mengusung,” kata Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahim Para Kyai di Lembaga Pendidikan Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (5/8/2017). Menurutnya, beberapa kali ia berkunjung ke sejumlah daerah untuk menyamakan suara perihal rencana pencalonannya nanti itu. Hasilnya, banyak elemen yang sudah menyampaikan secara terbuka terkait dukungan kepadanya. ”Sumenep bagus, Pamekasan, Bojonegoro dan Jember juga sambutannya bagus,” tandasnya. Bahkan, Khofifah menyebut jika di salah satu daerah, beberapa elemen yang dalam Pilgub Jatim sebelumnya memberikan dukungan kepada rivalnya, Soekarwo, telah mengalihkan dukungan kepadanya. Penyampaian dukungan secara terbuka itu, lanjut Khofifah, merupakan salah satu pertimbangannya untuk maju dalam pilgub nanti. ”Yang berafiliasi dengan Pak De (Soekarwo) lalu telah memberikan support secara terbuka dan meminta saya mencalonkan lagi,” tukasnya. Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat ini menyebut, meski telah mendapatkan dukungan dari banyak partai dan elemen lain, dia belum melakukan survei. Tahap menyamakan frekuensi yang dianggapnya telah rampung, akan menjadi pertimbangan pencalonannya nanti. ”Nanti akan kami putuskan. Ditunggu saja,” ucapnya. Sementara dalam pertemuan para kiai kemarin, terpampang banner yang menyatakan dukungan soal rencana pemberian dukungan dari kalangan kiai, pondok pesantren dan sejumlah tokoh masyarakat untuk Khofifah. Bahkan, di halaman gedung juga terpasang kain putih berisi tanda tangan dukungan masyarakat. Terkait hal itu, Khofifah mengaku dia tak mengetahuinya. ”Ini berjalan normal dan alamiah. Dan ini bentuk gerakan yang bottom up ,” tandasnya. Soal dukungan sejumlah kiai dalam forum tersebut, Khofifah juga mengaku tidak mengetahuinya. Namun begitu, ia memberikan apresiasi dan penghormatan atas dukungan yang dianggapnya sebagai freedom of expression itu. Menurutnya, itu merupakan dukungan secara kultural karena para kiai bersikap tak bukan atas nama struktural. ”Untuk wakilnya, saya minta para kiai yang dikomandani Gus Sholah (KH Salahuddin Wahid) untuk menentukan,” tambahnya. Sementara kedatangan Khofifah di Lembaga Pendidikan Amanatul Ummah kemarin juga disambut dengan pembacaan petisi sejumlah kiai di Jatim. Dalam petisi itu, para kiai menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Khofifah pada Pilgub Jatim nanti. ”Ini artinya para kiai mendukung pencalonan beliau (Khofifah) dalam Pilgub Jatim nanti,” kata Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin. Dukungan ini, kata Asep, tak luput dari sifat dan karakter Khofifah yang dinilai bisa dipercaya, pekerja keras, bijaksana dan jujur. Menurutnya, dengan sifat yang dimiliki Khofifah itu, para kiai yakin jika perempuan yang sudah dua kali kalah dalam Pilgub Jatim tersebut bisa memimpin Jatim ke depan. ”Ada 500 kiai di Jatim yang memberikan dukungan. Dimungkinkan ini akan bertambah,” tutur Asep. (mcm)

Selain Partai Nasdem yang sudah secara terbuka menyampaikan dukungannya, Khofifah juga mengaku sudah mendapat dukungan dari Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Hanura. Khofifah mengaku sudah bertemu dengan ketua umum keempat parpol tersebut. Saat ditanya apakah keempat ketua umum parpol yang ditemuinya sudah menyatakan dukungan, Khofifah membenarkan. “Ya insyaallah seperti itu (sudah pasti mendukung),” kata Khofifah usai bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Wasekjen DPP PKS Mardani Ali Sera memberi sinyal menarik dukungan mereka kepada bakal calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). PKS menarik dukungan setelah PDIP menyatakan pasangan Saifullah Yusuf-Azwar Anas yang akan dimajukan dalam Pilgub Jatim. “Yang jelas dengan PDIP sudah menetapkan calon kemudian Gerindra ngajak bikin poros baru bersama PAN, konstelasinya berubah,” kata Mardani saat ditemui di SMRC, Menteng, Jakarta, Kamis (2/11/2017). Mardani mengaku ada sejumlah nama yang  akan dijadikan kuda hitam dalam Pilkada Jatim. Namun, Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta itu masih menutup mulut siapa nama kader yang akan dimajukan dalam Pilkada Jatim. Namun, opsi tersebut masih dalam tahap perencanaan. “Peluangnya ada tetapi kalkulasinya belum selesai,” tutur Mardani. Mardani meminta publik bersabar. Namun, ia memastikan akan mengumumkan bila perhitungan sudah selesai. “Tar aja tungguin,” kata Mardani singkat. Seperti diketahui, Pilkada Jatim semakin dekat. Saat ini, ada dua nama Bakal Calon Gubernur Jawa Timur yang populer di publik, yakni Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Sampai saat ini, baru Saifullah Yusuf yang sudah mempunyai tiket untuk mencalonkan diri dalam Pilkada Jatim. Bersama PKB dan PDIP, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengantongi 39 kursi DPRD, yakni 20 kursi dari PKB dan 19 kursi dari PDIP. Gus Ipul pun sudah menentukan pendampingnya dalam Pilkada Jatim, yakni Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Di sisi lain, Khofifah masih harus mencari kursi untuk maju dalam Pilkada Jatim. Ia baru didukung oleh Partai Golkar yang memiliki 11 kursi dan Partai Nasdem sebanyak 4 kursi. Khofifah sampai saat ini masih belum mempunyai nama kandidat wakil. Nama pendamping Khofifah tengah digodok oleh tim 17 yang berisi para kyai ulama di Jawa Timur. Namun, Khofifah memberi sinyal mengikuti saran tim 17 yang dipimpin oleh Gus Solah bahwa pendampingnya harus berlatar belakang nasionalis. Sampai saat ini, Gerindra dan Demokrat yang masing-masing punya 13 kursi, PAN yang punya 7 kursi, PKS 6 kursi kemudian kursi diduduki oleh PPP dengan 5 kursi, dan Hanura 2 kursi masih belum menentukan pilihan. Beredar kabar PAN, PPP, dan Demokrat akan merapat ke Khofifah sementara Hanura, Gerindra, dan PKS ingin merapat ke Gus Ipul. Namun, peta politik dikabarkan berubah lantaran deklarasi PDIP-PKB serta sikap Khofifah yang belum menentukan wakil.

Tim 17 yang beranggotakan para kiai dan tokoh pendukung Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018 meminta syarat utama calon pasangan Ketua PP Muslimat NU itu harus memiliki riwayat bersih dari korupsi.  “Harus memenuhi kriteria yang diharapkan, di antaranya kepemimpinannya harus bersih. Karena saat ini korupsi dimana-mana dan ini titik lemah kepala daerah,” kata salah seorang anggota Tim 17, Lily Wahid saat menghadiri Deklarasi Sekretariat Bersama Golongan Karya, di Surabaya, pada Jumat (20/10/2017) seperti dikutip Antara. Menurut dia, syarat itu turut menentukan pemilihan delapan nama bakal calon pendamping Khofifah di Pilgub Jatim yang dibahas dalam pertemuan di kediaman KH Asep Saifudin Chalim, di Jalan Siwalankerto Utara I Surabaya, pada Kamis malam (19/10/2017). Namun, ia enggan menyebutkan delapan nama tersebut. “Ada kepala daerah, pensiunan TNI, macam-macam lah. Saya tidak berani sebutkan, karena sudah kesepakatan,” kata Lily. Adik almarhum KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) itu menambahkan setelah Tim 17 melakukan survei untuk menilai tingkat elektabilitas delapan nama tersebut, pihaknya akan mengkoordinasikan usulan bakal calon wagub ke beberapa partai politik pengusung Khofifah. “Kami akan bicarakan dengan parpol pengusungnya,” ujar dia. “Sebelum 15 November sudah disampaikan. Insyaallah diumumkan tanggal itu.” Menanggapi persaingan antarkandidat dari NU dalam Pilkada Jatim, mantan Anggota DPR RI itu menyatakan bahwa hak masing-masing warga NU untuk mengusung calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.  Namun, Lily menegaskan bahwa kalangan nahdliyin sudah sangat berpengalaman dalam menentukan pilihan mereka terhadap figur yang layak menjadi pemimpin. “Warga sudah dewasa untuk bisa menentukan pilihannya,” katanya. Ia mengatakan warga NU bebas memilih siapa calon yang didukung pada Pilgub Jatim 2018. Untuk itu, ia menilai siapapun calon yang maju pada Pilkada nanti, tidak akan membelah kalangan NU di Jawa Timur. Hingga kini, baru ada tiga partai politik yang resmi mendukung Khofifah maju Pilgub Jatim 2018. Ketiganya ialah Partai Nasdem, Partai Golkar dan Partai Hanura. Dua partai lainnya, yakni PPP dan Demokrat, dikabarkan juga berminat mendukung Khofifah. Tapi, dua partai itu belum mengumumkan keputusan finalnya.  Sementara calon lawan Khofifah di Pilgub Jatim ialah pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas. Keduanya adalah sama-sama tokoh dari NU. Selain itu, Gus Ipul kini menjabat Wagub Jatim sementara Azwar Anas merupakan Bupati Banyuwangi. Pasangan ini didukung dua partai kuat di Jatim, yakni PKB dan PDIP.

Related Posts

Comments are closed.