Mahasiswa Unsat Makassar Obrak-abrik Kampus, Kaca-kaca Pecah

Mahasiswa Unsat Makassar Obrak-abrik Kampus, Kaca-kaca Pecah

Mahasiswa Universitas Satria (Unsat) Makassar memecahkan kaca dan mengobrak-abrik ruang kelas kampus. Emosi mahasiswa dipicu masalah internal mereka dengan pihak rekrotarat kampus. Aparat polisi dari Polrestabes Makassar yang mendapat laporan terkait pengrusakan yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa tersebut langsung menghentikan aksi para mahasiswa, pada Kamis (11/1/2018) petang. Menurut Kabag Ops Polrestabes Makassar, Kompol Dwi Bachtiar mengatakan, puluhan mahasiswa yang sebelumnya menggelar unjuk rasa berujung anarkis ini, terpaksa harus dibawa ke Maporlestabes Makassar. “Kami berusaha meredam dan hendak memediasi mahasiswa, jadi kami bawa ke Polrestabes sebanyak 50-an orang mahasiswa,” ujar Kompol Dwi Bachtiar di lokasi. Melanjutkan pernyataannya, Dwi Bachtiar menjelaskan, kejadian ini dilandasi masalah internal antara mahasiswa dan rektorat kampus. “Aksi menyikapi internal, mereka (mahasiswa) tidak puas, akhirnya berbuntut besar. Mau ketemu rektor tapi tidak bertemu, hingga dilakukan lah aksi ini,” lanjutnya. Sementara itu, akibat pengrusan tersebut polisi langsung melakukan identifikasi terkait kerusakan yang dilakukan mahasiswa di kampus Universitas Satria Makassar. “Kita identifikasi lebih lanjut, beberapa ruangan dan perlengkapan alat kelas yang rusak,” kata Kabag Ops Kompol Dwi Bachtiar. Diduga aksi unjuk rasa yang kerap dilakukan oleh mahasiswa Universitas Satria Makassar ini, guna meminta pihak yayasan kampus segera menyelesaikan masalah internal di Universitas Satria, yang terancam dinonaktifkan oleh pihak Kopertis.

Mahasiswa Universitas Satria (Unsat) Makassar memecahkan kaca dan mengobrak-abrik ruang kelas kampus. Emosi mahasiswa dipicu masalah internal mereka dengan pihak rekrotarat kampus. Aparat polisi dari Polrestabes Makassar yang mendapat laporan terkait pengrusakan yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa tersebut langsung menghentikan aksi para mahasiswa, pada Kamis (11/1/2018) petang. Menurut Kabag Ops Polrestabes Makassar, Kompol Dwi Bachtiar mengatakan, puluhan mahasiswa yang sebelumnya menggelar unjuk rasa berujung anarkis ini, terpaksa harus dibawa ke Maporlestabes Makassar. “Kami berusaha meredam dan hendak memediasi mahasiswa, jadi kami bawa ke Polrestabes sebanyak 50-an orang mahasiswa,” ujar Kompol Dwi Bachtiar di lokasi. Melanjutkan pernyataannya, Dwi Bachtiar menjelaskan, kejadian ini dilandasi masalah internal antara mahasiswa dan rektorat kampus. “Aksi menyikapi internal, mereka (mahasiswa) tidak puas, akhirnya berbuntut besar. Mau ketemu rektor tapi tidak bertemu, hingga dilakukan lah aksi ini,” lanjutnya. Sementara itu, akibat pengrusan tersebut polisi langsung melakukan identifikasi terkait kerusakan yang dilakukan mahasiswa di kampus Universitas Satria Makassar. “Kita identifikasi lebih lanjut, beberapa ruangan dan perlengkapan alat kelas yang rusak,” kata Kabag Ops Kompol Dwi Bachtiar. Diduga aksi unjuk rasa yang kerap dilakukan oleh mahasiswa Universitas Satria Makassar ini, guna meminta pihak yayasan kampus segera menyelesaikan masalah internal di Universitas Satria, yang terancam dinonaktifkan oleh pihak Kopertis.

Related Posts

Comments are closed.