Lompat dari Air Terjun untuk Buat Film, Siswa SMP Pagar Alam Hilang

Lompat dari Air Terjun untuk Buat Film, Siswa SMP Pagar Alam Hilang

Nanda (13), siswa SMP Negeri 1 Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, tenggelam saat hendak membuat video dokumenter. Dia tenggelam setelah melompat dari air terjun. Hingga kini Nanda belum ditemukan. “Informasi di lapangan, memang mereka sedang buat video dokumenter. Korban bersama delapan orang temannya mandi di air terjun dengan cara melompat, tetapi korban tidak timbul lagi,” kata juru bicara Basarnas Palembang Taufan saat dimintai konfirmasi via telepon, Selasa (20/2/2018). Petugas mencari bocah SMP di Pagar Alam yang hilang setelah melompat dari air terjun untuk pembuatan film. (Foto: dok. Posko SAR Kota Pagaralam) Dari informasi yang diterima detikcom , korban tenggelam saat melompat dari atas batu di air terjun 7 Kenanga pada sore hari ini guna membuat video yang terkait dengan kegiatan Pramuka di sekolahnya. Taufan melanjutkan, korban diduga terbawa pusaran air terjun karena tidak bisa berenang. Sementara itu, tujuh temannya berhasil selamat setelah bahu-membahu naik ke permukaan air. “Arus air itu itu sebenarnya berputar, jadi kuat dugaan korban tersedot pusaran air terjun di lokasi. Pencarian dilakukan sampai malam dan korban belum ditemukan. Pintu air di sekitar lokasi juga sudah dibuka agar air surut dan mudah dalam melakukan pencarian besok pagi,” sambung Taufan. Mengingat hari semakin gelap, Basarnas beserta tim gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD setempat akhirnya memutuskan menghentikan sementara pencarian. Tim gabungan rencananya kembali melakukan pencarian pada Rabu (21/2) dengan cara penyelaman.

Baca juga :

Allah Ta’ala baru mau membantu suatu kaum untuk berubah dari keadaan buruk menjadi keadaan baik setelah kaum itu mau berusaha untuk merubah kehidupannya sendiri. Allah akan mendatangkan perbaikan pada suatu kaum jika kaum itu mau buat usaha perbaikan. Apa yang harus diperbaiki pertama kali yaitu kondisi agamanya, karena baik atau buruknya manusia tergantung pada kondisi agama yang ada diri mereka. Sedangkan Agama ini adalah solusi yang Allah berikan untuk menyelesaikan seluruh masalah manusia sampai hari kiamat.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Disini Allah bilang kita sebagai Choiru Ummat atau Umat terbaik tentu ada sebabnya. Ini dikarenakan kita diamanahkan untuk memikul suatu kerja yang tidak diamanahkan kepada umat sebelumnya yaitu kerja kenabian atau kerja dakwah. Dakwah ini adalah identitas umat Nabi SAW sebagai pelanjut risalat kenabian. Jika kita tidak melakukan tugas ini maka ini seperti polisi yang berpakaian polisi tetapi tidak mau mengerjakan tugasnya, hanya mau duduk-duduk saja diwarung, pasti dia akan dimarahi atasannya. Baju Jika kita tidak melakukan tugas yang menjadi identitas kita sebagai umat Nabi SAW maka kita akan dimurkai Allah Ta’ala.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Namun walaupun begitu secara ilmu yang menerangkan suatu nash atau hukum tidak ada satu ayatpun atau hadits yang menerangkan tentang tertib 3 hari, 40 hari, 4 bulan, untuk keluar di jalan Allah. Ini karena tertib ini bukanlah suatu kewajiban atau keharusan yang bisa menyebabkan seseorang menjadi kafir jika tidak ikut tertib ini. Jadi tertib ini tujuannya bukan untuk menyusahkan orang lain yang ikut maupun yang tidak. Jadi tidak ada aturan atau maksud yang seperti itu. Tertib ini bukan untuk mengkafirkan orang atau menilai orang, tetapi tertib ini hanya untuk memudahkan orang dalam melakukan kerja dakwah. Dan Tertib dalam kerja dakwah ini adalah hasil ijtihad ulama yang diambil dari :

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Sahabat ini dari 10 perintah Allah, satu saja mereka langgar maka sudah dapat menjadi asbab mereka masuk kedalam neraka. Namun, umat sesudah sahabat di akhir zaman ini kata Nabi SAW dalam mahfum hadits ini, satu perintah saja yang mereka laksanakan dari 10 perintah yang Allah kasih, sudah dapat menjadi asbab mereka masuk kedalam SurgaNya Allah Ta’ala. Atas dasar ini, yang di dapat dari hadits tersebut adalah 1 perintah dari 10 perintah berarti 1/10 nya ( 10 Persen waktu kita sedekahkan ). Bilangan ini digunakan sebagai tertib waktu untuk mempermudah kita mengamalkan agama secara sempurna melalui tahapan-tahapan. Tertib ini merupakan hasil dari Ijtihad para Ulama, sebagai cara atau methode untuk mempermudah manusia dalam beramal dan menjalankan usaha nubuwah atau usaha atas Iman. Atas perkara inilah Ulama membuat tertib atau tahapan untuk mempermudah manusia dalam mewujudkan kesempurnaan agama dalam diri mereka dan diri umat seluruh alam.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Umar RA pernah menanyakan pada istri-istri prajurit islam tentang batas kesiapan mereka untuk ditinggal pergi oleh suaminya ketika fissabillillah. Mereka menjawab yaitu 4 bulan. Sehingga Shift prajurit yang berperang diputar setiap 4 bulan. Ijtihad lain yang digunakan untuk massa keluar 4 bulan di jalan Allah ini adalah masa ditiupkannya ruh ke dalam badan. Di dalam Al Qur’an Allah jadikan dari darah menjadi segumpal daging dalam waktu 40 hari. Ketika berumur 4 bulan daging tersebut di tiupkan Ruh oleh Allah Ta’ala. Maka bayi yang gugur sebelum 4 bulan ini tidak perlu di sholatkan, lain dengan yang sudah 4 bulan dan sudah bernyawa, ini wajib hukumnya disholatkan. Inilah yang menjadi harapan para ulama dalam ijtihadnya mudah-mudahan dalam waktu 4 bulan di jalan Allah ini iman kita mempunyai ruh seperti ruh yang ditiupkan ke badan manusia. Badan tanpa ruh ini seperti mayat tidak ada manfaat, badan ini kan mendatangkan manfaat jika hidup atau mempunyai ruh.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Namun ketika itu yang beliau temui adalah kegagalan, dan tidak effektif. Seperti ketika beliau membangun madrasah, salah seorang muridnya yang terbaik setelah lulus pergi kekota, dengan harapan murid tersebut dapat memberikan perbaikan terhadap kehidupan ummat di kota. Ternyata setelah bertemu kembali beberapa lama kemudian, si murid yang terbaik yang telah tinggal di kota ini, ketika bertemu telah hilang dari dirinya ciri-ciri keislamannya. Ini menunjukkan kegagalan atau ketidak effektifan usaha atas madrasah dalam memperbaiki ummat. Ketika si murid dibawa kepada suasana kota dimana amal agama tidak ada sehingga terjadi kemerosotan Iman.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Jadi dalam melihat perkara Bid’ah ini perlu kita banyak konsultasi dan bertemu dengan banyak ulama agar wawasan dan pengetahuan kita bertambah sehingga kita bisa membuat keputusan yang tepat. Seperti pesantren di jaman Nabi tidak ada, tetapi apakah pesantren itu harus dilarang. Coba kita lihat manfaatnya daripada pesantren hari ini ? tentu jawabannya adalah sangat banyak terutama bagi ummat. Nabi SAW hanya melaksanakan haji hanya sekali, tetapi banyak sahabat dan ulama tabi’in naik haji lebih dari sekali, Apakah itu Bid’ah ? Bagaimana dengan mobil, pesawat, apakah itu juga harus dilarang walaupun itu tidak pernah dilakukan Nabi SAW. Hari ini banyak sekali gerakan islam yang ada dalam masyrakat dan ummat di pelosok dunia. Tetapi bagaimana kita mengetahui bahwa gerakan ini adalah yang benar untuk di ikuti. Selama dalam gerakan tersebut masih mengikuti 3 landasan hukum agama :

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Allah telah perintahkan kepada Nabi SAW untuk menjelaskan jalan hidupnya kepada manusia agar mereka mengikutinya. Apa itu jalan hidup Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya yaitu mengajak orang untuk taat kepada Allah dan semua Perintah-perintahNya. Inilah yang namanya Dakwah yaitu mengajak orang kepada Allah saja dan untuk taat kepada perintah-perintahNya. Inilah maksud dikirimkan rombongan-rombongan dakwah ke seluruh pelosok dunia. Jadi jalan dakwah ini adalah jalan hidup kenabian dan salah satu sunnah Nabi SAW. Hanya dengan mengikuti jalan yang orang kita cintai baru cinta kita ini dapat dibenarkan. Bagaimana kita bisa mengaku cinta sementara kita tidak mau mengikuti orang yang kita cintai.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Intinya bagaimana perginya seseorang di jalan Allah ini harus di iringi dengan bekal yang cukup dan persiapan yang benar. Jangan kita pergi dengan kesan yang tidak baik yaitu meninggalkan anak istri yang pada akhirnya kepergian kita justru menterlantarkan mereka. Inilah pentingnya kesiapan keluarga yang akan ditinggal dari segi pemahaman, amalan, dan kecukupan bekal. Maka atas perkara ini perlu kita mempersiapkan kesiapan keluarga kita untuk ditinggal. Permasalahannya hari ini banyak yang tidak mengerti manfaat dari seorang ayah dan suami yang meninggalkan keluarganya di jalan Allah.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Bila seorang suami atau seorang ayah pergi di jalan Allah maka insya allah ini akan menjadi sarana tarbiyat atau pendidikan keimanan bagi keluarga. Dengan ditinggalnya istri dan anak di jalan Allah, ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk melatih diri mereka menyelesaikan masalah dengan amal-amal agama selama ditinggal sang suami atau sang ayah. Mereka akan belajar membenarkan gantungan dari kepada mahluk atau ayah atau suami mereka menjadi bergantung hanya kepada Allah. Inilah yang harus di persiapkan seorang suami dan seorang ayah sebelum meninggalkan keluarga mereka. Jadi pergi di jalan Allah ini bukan hanya sarana perbaikan iman bagi orang yang pergi di jalan Allah, tetapi juga sarana tarbiyat keimanan untuk keluarga. Sehingga kitapun yang mempunyai kecenderungan pemikiran, “kalau ada saya maka akan beres”, ini bisa dihilangkan. Padahal pemikiran “kalau ada saya maka akan beres” dalam ilmu tauhid ini merupakan syirik. Untuk bisa menghilangkan ini perlu seorang suami atau ayah ini pergi di jalan Allah belajar menemukan yang namanya hakekat Tawakkal, berserah diri kepada Allah. Dan lagi semua pahala dari amalan yang dilakukan suaminya atau ayahnya ketika keluar di jalan Allah akan mengalir kepada keluarga yang ditinggalkan.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Hari ini banyak orang mempertanyakan tentang kebutuhan bathiyah seorang istri. Padahal maksud dari kebutuhan bathiniyah ini adalah kebutuhan akan bekal agama bukan kebutuhan seksual. Sekarang mana yang lebih penting kebutuhan seksual untuk istri dan perhatian materi seorang ayah atau kebutuhan agama untuk keluarga. Tentu jawabnya nafkah bathiniyah lebih penting yaitu bekal agama buat keluarga. Seorang suami dan ayah ini akan dimintai pertanggung jawaban mengenai bekal agama bagi keluarganya oleh Allah Ta’ala sebagai pemimpin keluarga dan ini merupakan salah satu solusi untuk mempersiapkan bekal kehidupan bagi keluarga kita.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Orang mengira ketika seorang ayah atau suami pergi di jalan Allah maka mereka sudah di cap sebagai orang yang menterlantarkan keluarga. Padahal kalau kita lihat perjalanan Nabi Ibrahim AS yang meninggalkan anak dan istrinya tanpa bekal di padang pasir atas perintah Allah, Apakah itu termasuk menterlantarkan keluarga ? Apakah Ibrahim AS dzolim kepada keluarganya ? Apakah Allah dzolim memerintahkan Ibrahim AS meninggalkan keluarganya di padang pasir ? tentu tidak. Semuanya itu dilakukan atas perintah Allah dan dibalik perintah Allah pasti ada kejayaan dan kesuksesan. Perginya suami atau seorang ayah ini di jalan Allah inipun demi menjalankan perintah Allah yaitu Dakwah Illallah, mengajak manusia taat kepada Allah.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Asbab menjalankan perintah Allah ini keyakinan Ibrahim AS beserta anak dan istrinya terperbaiki bahwa Allah lah yang memelihara mereka. Sang istripun asbab demikian menjadi semakin yakin bahwa Allahlah yang memelihara mereka di padang pasir. Di padang Pasir yang kering kerontang dia bertanya kepada sang suami ketika Ibrahim AS hendak meninggalkan mereka di padang pasir, “Apakah ini perintah Allah ?” Ibrahim AS hanya menganggukkan kepalanya, dan Siti Hajar AS langsung meyakininya bahwa Allah tidak akan mungkin menterlantarkan mereka. Di padang pasir yang tidak ada apa-apa dan tidak ada suami yang menolong, di situlah Siti Hajar AS mendapatkan keyakinan yang benar kepada Allah Ta’ala. Bagaimana dengan keyakinan Ismail AS, asbab pendidikan agama yang diterima dari ibunya, maka Ismailpun mempunyai keyakinan yang lurus kepada Allah SWT. Bagaimana keyakinan Ismail AS yang terbentuk melalui tarbiyah Allah ketika Allah meminta ayahnya meninggalkannya di padang pasir dan didikan ibunya selama pertumbuhannya tanpa seorang ayah. Ketika Ismail AS mengetahui bahwa ayahnya mendapatkan perintah dari Allah Ta’ala untuk menyembelih dirinya maka ismail AS yang masih kecil ini tetap menerimanya dengan ikhlas.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Begitu pula dalam perjalanan kisah Nabi Musa AS. Suatu ketika istri Musa AS sedang sakit dan kedinginan, Musa AS yang biasa menyalakan api dengan kayu agar dapat memberikan kehangatan buat istrinya, kali ini apinya tidak menyala. Lalu Allah nampakkan kepada Musa AS api yang menyala dari bukit Thursina. Demi istrinya, Musa AS, sama seperti kita rela bersusah-susah pergi jauh-jauh untuk mencarikan obat buat istrinya yang sedang kedinginan. Ketika sampai di bukit Thur, Api yang dilihatnya ternyata tidak ada. Disini Musa AS hendak ditarbiyah oleh Allah Ta’ala, bahwa tidak perlu api untuk menghangatkan, atau makanan untuk mengenyangkan, atau air untuk menghilangkan haus, karena semua itu manfaat dan mudharatnya atas izin dari Allah. Itulah yang Allah Ta’ala ajarkan kepada Musa AS ketika tongkatnya menjadi ular lalu menjadi tongkat kembali atas perintah dari Allah Ta’ala. Memang secara logika perintah Allah tidak masuk diakal, ini karena Allah sembunyikan QudratNya dibalik perintahNya. Namun untuk menyempurnakan Iman dan Yakin ini perlu pengorbanan dengan jiwa dan harta. Maka walaupun Musa AS masih dalam keadaan belum sempurna keyakinannya, Allah tetap perintahkan Musa AS untuk pergi Dakwah kepada Firaun. Siapa itu Firaun yaitu Ahli Dunia yang mengaku sebagai Tuhan karena merasa mampu melakukan segala-galanya.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Disitu Musa AS harus membuat keputusan, antara menemani istri yang sedang sakit dan kedinginan, atau menunaikan perintah Allah. Istri jelas-jelas sedang sakit tetapi Allah malah menyuruh Musa AS untuk meninggalkan istrinya pergi di jalan Allah. Perintah Allah ini sangat bertentangan dengan Nafsu Musa AS ketika itu. Ada masalah tetapi malah disuruh pergi di jalan Allah. Musa AS bertanya kepada Allah bagaimana dengan istrinya lalu Allah perintahkan Musa AS untuk memukul batu dengan kayunya. Setalah tiga kali memukul hingga batu itu pecah menjadi batu yang lebih kecil didapati oleh Musa AS, seekor ulat yang sedang memuji Allah karena Allah tidak melupakan Rizkinya. Ulat dalam batupun masih dalam pemeliharaan Allah. Lalu Musa berkata bahwa Firaun mempunyai Bala Pasukan yang banyak, dan ia meminta Harun diangkat sebagai Nabi sebagai teman yang membantunya. Allah berkata mahfum kepada Musa AS untuk tidak takut karena “Aku bersama Engkau”. Namun karena Musa AS memberikan alasan agar Harun AS dapat membantunya dalam menyampaikan Dakwah kepada Firaun, akhirnya do’a Musa AS ini diterima. Walaupun dalam kondisi yang sangat sulit, Musa AS nafikan Nafsunya dan buat keputusan untuk ikuti maunya Allah, keluar ke negeri jauh. Tidak ada Musyawarah dengan istri bahkan ia meninggalkan istri dalam keadaan sakit. Jadi apa yang di korbankan Musa ketika itu, ada 3 perkara :

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Inilah Pengorbanan Musa AS demi perintah Allah, dia nafikan (acuhkan) keadaannya dan hanya membenarkan perintah Allah. Hari ini kita logikan perintah Allah, sehingga kita bisa mudah mengikuti Nafsu kita. Istri dan Anak belum diberi uang belum bisa berangkat. Dikira kita ini yang menghidupkan dan memberi makan mereka sehingga perintah Allah kita logikan. Jaga anak dan istri kan perintah juga, nanti kalau sudah siap baru saya berangkat. Siapnya kita ini adalah menurut Nafsu beda dengan siapnya Musa AS. Ini karena kita belum mengambil keputusan, sehingga perintah Allah ini belum bisa kita kerjakan secara sempurna.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Begitu juga pendidikan yang diterima oleh para Sahabat RA. Bagaimana Abu Bakar RA tidak meninggalkan harta sedikitpun untuk keluarga ketika pergi di jalan Allah. Semua sahabat ketika takaza jihad atau dakwah datang maka mereka meninggalkan semua perkara yang mereka cintai untuk memenuhi panggilan agama. Sehingga kita menemukan banyak makam sahabat di luar negeri seperti Saad bin Abi Waqqash RA di China, Abu Ayub Al Anshari di Turkey, Tariq bin Ziyad RA di Spanyol, dll. Kalau sahabat kerjanya hanya memikirkan keluarga saja maka islam tidak akan mungkin tersebar keseluruh dunia, dan kita mungkin masih menjadi orang penyembah berhala. Hari ini banyak orang yang marah asbab melihat mereka yang pergi meninggalkan keluarga untuk pergi di jalan Allah. Sedangkan hari ini kalau kita bicarakan orang yang meninggalkan anak istrinya demi kepentingan dunia tidak ada yang ambil pusing atau protes. Tetapi orang yang meninggalkan anak istrinya demi perbaikan agamanya banyak yang protes dan tidak terima. Berapa banyak hari ini perempuan lagi bukan laki-laki yang meninggalkan keluarganya untuk kerja di luar negeri ? apa ada yang protes ? berapa banyak keluarga yang ditinggal ayahnya atau suaminya ke luar negeri karena dinas atau belajar di universitas mengambil gelarnya ? apakah ada yang tidak terima ? padahal ini semua hanya demi kepentingan dunia saja. Sedangkan ketika di jalan Allah ini yang jemaah kerjakan adalah demi kepentingan agama, akherat, ummat, dan keluarganya. Dan lagi segala hak atas keluarga dan Kewajiban-kewajiban yang lainnya akan gugur jika dihadapkan dengan kepentingan Jihad buat agama ataupun buat mencari ilmu. Ini karena Jihad dan menuntut ilmu ini lebih tinggi prioritasnya dibanding amal-amal lain. Seperti Nabi SAW dan para Sahabat RA yang meninggalkan keluarga mereka demi membela agama. Jadi Jihad ini harus didahulukan diatas segala kewajiban kecuali sholat. Hak istri, hak anak, hak bertetangga, semuanya gugur jika takaza ( pembentangan kepentingan menyelamatkan agama ) sudah di tawarkan. Jadi Jihad lebih utama dibanding amal-amal lain menurut kondisi atau keadaan-keadaan tertentu.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Banyak orang bilang kalau mau jihad, memberi nafkah fakir miskin juga jihad, mencari uang untuk menafkahai keluarga juga jihad, membela hukum islam juga jihad, membela yang orang yang di dzolimi juga jihad, kenapa harus susah-susah pergi di jalan Allah ? inilah anggapan mereka yang kurang pengetahuannya. Dalam ilmu agama setiap keadaan itu ada amal-amal yang di dahulukan atau di prioritaskan. Tidak mungkin ketika orang sedang berperang, ummat sedang terancam, kita lebih memilih duduk saja dirumah dan berdzikir dengan mengatakan dzikir itu jihad juga, lalu meninggalkan jihad membela agama Allah, ini namanya kebodohan. Dalam keadaan sekarang ketika kemaksiatan sudah merajalela dan penentangan terhadap perintah Allah sudah dilakukan secara terang-terangan, maka dengan adanya gerakan untuk keluar di jalan Allah dalam rangka memperbaiki diri dan menyampaikan agama maka jihad yang seperti ini lebih tepat. Jihad yang seperti apa maksudnya ? yaitu dengan harta dan diri meluangkan waktu untuk pergi di jalan Allah.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

“ Hari ini manusia sibuk membuat usaha yang tidak akan ditanya oleh Allah di pengadilan Agama nanti yaitu perkara rizki, dan melupakan perkara yang pasti akan ditanya oleh Allah yaitu agama. Asbab ketidak pahaman kita hari ini, kita berani menjawab bahwa mencari rizki itu wajib dan memperjuangkan agama itu tidak wajib. Cari rizki itu wajib hukumnya, betul itu, tetapi ini hanya keperluan bukan sebagai maksud. Kita Allah kirim ke dunia ini bukan untuk berdagang, bertani, bermewah-mewahan, bersaing dalam teknologi, tetapi kita dikirim untuk Ibadat kepada Allah, menyempurnakan kehendak Allah atas diri kita di dunia ini. Mewujudkan Agama dalam diri kita dan menyampaikan agama pada setiap orang di seluruh alam, inilah maksud Allah kirim kita kemuka bumi. Sholat itu wajib dan wudhu itu juga wajib, tetapi wudhu itu hanya keperluan saja. Apa yang terjadi jika orang maunya wudhu saja karena wajib sehingga gak sholat-sholat. Sudah mubazir Airnya, dan Allah akan marah karena telah melupakan maksud yaitu sholat. Kita boleh berdagang, bertani, dan lain-lain, tetapi ini hanya keperluan saja, jangan sampai menjadi maksud. Kita pergi haji bukan untuk tidur-tiduran saja, tidur itu hanya keperluan, jangan sampai kita datang ke mekah hanya untuk tidur saja tetapi melupakan maksudnya yaitu naik hajinya. Ali Karamallah Wajhahu berkata kalau manusia itu fikirnya hanya memikirkan apa yang akan masuk kedalam perutnya maka derajatnya disisi Allah sama dengan apa yang telah dikeluarkan dari perutnya. Beginilah hasilnya jika manusia tidak diperjuangkan yaitu mereka akan menjadi rendah dan hina. Derajatnya di sisi Allah seperti apa yang dikeluarkan perutnya yaitu kotoran, tidak ada nilai, rendah, bahkan tidak pantas untuk dilihat atau dipandangi.”

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Anjurannya adalah bagi yang kerja di kantor dan terikat dengan pekerjaanya, maka solusinya adalah dengan mengusahakan cuti dari kantor tempat dia bekerja. Bahkan dianjurkan agar dia membuktikan prestasinya di kantor dan menyelesaikan seluruh tugas-tugasnya agar kantornya tidak terlantar. Sehingga dia mempunyai “Bargaining Power”, kekuatan untuk mendapatkan cuti. Jika tidak dapat, maka terus diusahakan, dan sementara waktu kita luangkan waktu yang ada saja, dan yang kita mampu berikan. Seorang ulama memberi nasehat kepada saya :

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Jadi jika orang ini tidak mempunyai waktu asbab keterikatannya dengan kantor maka anjurannya tidak boleh memaksakan diri. Tetapi dia dianjurkan membuat usaha dengan memberikan prestasi yang terbaik kepada kantornya sampai pada saat dia mempunyai “Bargaining Power”. Jadi untuk saat ini di anjurkan dia memberikan waktunya semampu dia saja, lalu dia meningkatkan usahanya di kantor agar bisa mendapatkan bargaining power untuk mendapatkan cuti. Pengorbanan ini dapat dilakukan berdasarkan kemampuan bukan paksaan. Tidak ada tertib baku mengenai waktu yang disediakan untuk khuruj fissabillillah ini bagi orang yang terikat dengan pekerjaannya. Dan kita di anjurkan menghargai pengorbanan orang yang telah meluangkan masanya untuk di jalan Allah walaupun itu hanya sesaat saja. Karena sesaat di jalan Allah ini nilainya disisi Allah jauh lebih baik dari pada dunia beserta seluruh isinya.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

“ Memangnya kerja dakwah ini spesial bagi para wirausahawan saja ? Gak adil dong, masa utk sempurna agama seluruh manusia harus ganti profesi dulu? Repot amat, dijamin agama semakin gak laku. Jadi kalau memang ada kesempatan untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan atau kondisi yang lebih baik, ya sudah istikarah, musyawarah, plus jaga prasangka baik, apapun hasil keputusannya. Terus kita betulin prestasi kerja kita, hingga kita punya posisi : dibutuhin kantor. Ini yang namanya Bargaining Power, sehingga kita bisa meminta seperti ini :

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

kita sudah biasa menyenangkan employer atau kantor kita asbab kita berfungsi dengan baik dan dapat menunjukkan prestasi yang baik bahkan extra baik. Sehingga hasilnya adalah kita dikhususkan oleh kantor kita, dan dikasih berbagai fasilitas, termasuk cuti untuk khuruj fissabillillah. Hari ini orang yang extra-giat kerjanya mereka mengambil kesempatan dengan berebut meminta jatah kebendaan yang extra dari naik gaji, naik pangkat, naik fasilitas lainnya, tetapi kita sebagai pekerja agama bisa meminta “Jatah Extra Waktu”.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Ini tanda bahwa bargaining position, posisi tawar, kita belum bagus, baik di sisi bos maupun di sisi “The Real Only Boss”, yang Maha mempunyai Kuasa atas diri kita dan hati boss kita, yaitu Allah Ta’ala. Siapa bilang kita keluar karena uang atau waktu luang? Kita keluar karena adanya pertolongan Allah atas diri kita. Untuk dapat pertolongan Allah ini kita harus berkorban, tetapi jangan mengorbankan kepentingan orang lain. Kita korban dengan harta dan diri kita tanpa harus mengganggu orang lain. Ini perlu keyakinan yang benar pada Allah. Orang kaya bisa keluar ke negeri jauh, ini sih biasa, karena mereka punya uang, tetapi mungkin susah waktunya. Tetapi kalau orang miskin bisa pergi keluar negeri, dia bisa punya banyak waktu tetapi uang dari mana, sedangkan dia miskin judulnya, statusnya. Tetapi jika si miskin tadi bisa berangkat keluar negeri, itu baru luar biasa dan itulah yang namanya mendapatkan keyakinan yang benar namanya. Kita yakin jadinya bahwa bukan harta yang mampu memberangkatkan si orang miskin tadi tetapi Allahlah yang memberangkatkan dia. Begitu juga dengan wiraswatawan, usaha sendiri, dia bisa jaga nishab dan ambil takaza, ini bukan sesuatu yang luar biasa tetapi biasa aja karena dia mampu, tetapi bagi pekerja yang sibuk dan terikat dengan kantornya bagaimana dia bisa keluar lama dan ambil takaza? Jika dia bisa ambil takaza dan pergi waktu nishab, ini baru yang namanya “Amazing” atau “Luar Biasa”. inilah yang namanya pengorbanan yaitu mengusahakan yang tidak ada ! saya pernah lihat di pakistan para pegawai negri bisa keluar jauh dan lama? Contohnya Dr Saleem, ahli bedah, direktur rumah sakit pemerintah di Pakistan, bisa keluar negeri sebagai jemaah jalan kaki selama satu tahun di Russia ! kok bisa? Kenapa kita tidak bisa ? Ini karena kita masih belum yakin dengan rancangan Allah dan kekuasaan Allah. Makanya kita perlu keluar untuk memperbaiki keyakinan kita ini.”

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Sedangkan yang tidak terikat dengan kantor, maka dianjurkan agar dia mempersiapkan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum ditinggal sampai pada kesiapan untuk ditinggalkan selama dia pergi di jalan Allah. Sehingga dengan demikian tidak akan menimbulkan fitnah atau masalah di kemudian harinya. Bagi pelajar tertibnya adalah hanya 1 hari saja keluar di waktu libur hari minggu dalam seminggu itupun kalau tidak mengganggu kegiatan belajarnya dan prestasinya. Mereka dilarang untuk keluar di jalan Allah dalam waktu 3 hari, 40 hari, apalagi 4 bulan. Ini karena target dakwah bagi seorang pelajar adalah menunjukkan prestasi yang baik disekolahnya sehingga mereka bisa berdakwah diantara teman-temannya dan orang tuanya.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Kita ini dipilih Allah sebagai ummat yang Da’i ( Penyebar Agama / Da’I ) bukan ummat yang Abid ( ahli ibadah ) saja sebagaimana ummatnya Nabi Musa AS. Kalau seorang Abid dia akan takut pada keadaan-keadaan yang dapat mengganggu ibadahnya sehingga dia melarikan diri dari keadaan tersebut. Da’i ini tidak boleh takut dengan suasana apapun dimanapun dia berada, apalagi bersembunyi dibalik alasan ibadah, sehingga dia berhenti dari pekerjaannya. Kehadiran Da’i ini seharusnya justru harus bisa mensuasanai kantornya, dengan dakwahnya bukanya malah kabur dari kantornya. Ini namanya Da’i yang mempunyai salah pengertian. Kita hadir dimana saja di kantor, di rumah, di lingkungan ini dalam rangka dakwah, mensuasanai lingkungan kita agar hidup amal agama dimana saja. Dengan kehadiran Da’i ini mudah-mudahan dari suasana yang tadinya lalai terhadap agama bisa berubah menjadi suasana yang hidup amal-amal agama dimana saja baik itu, di kantor, di rumah, di lingkungan kita, di sawah, di pasar, dan dimana-mana tempat. Asbab kehadiran Da’i ini bagaimana nanti di kantor ada kekasih Allah, di rumah ada kekasih Allah, di pasar ada kekasih Allah, di sawah ada kekasih Allah dan lain-lain.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Jadi kemungkinannya banyak sekali. Namun dibalik semua masalah yang ada di dalam hidup ini, itu semua merupakan suatu proses pendewasaan dan proses pembelajaran bagi seseorang, yang seharusnya bisa menjadi pelajaran untuk ke arah yang lebih baik. Inilah pentingnya bertemu dan meminta nasehat dengan para orang tua kita dalam kerja dakwah ini terutama kepada para ahli syuro Indonesia dan pada para ulama. Penting juga kita aktif dalam kerja dakwah ini di Markaz, di hallaqoh, di mahalah, dan di majelis-majelis ilmu, sehingga kita tidak salah faham atas kerja ini.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Yang jelas kalau soal kerja, tertib dari masyeikh kita adalah bahwa kita ini harus bekerja, mempunyai asbab dunia. Sedangkan mengenai jenisnya tidak ditertibkan. Bebas bentuk selama halal jalurnya. Namun perlu di ingat bahwa semua perkerjaan dunia kita ini sifatnya cuma sambilan atau keperluan saja bukan kebutuhan atau kerja utama. Kerja utama kita adalah jadi hamba Allah, mengedepankan segala perintah Allah dan sunnah Nabi pada setiap celah kehidupan. Jangan kita sampai terpengaruh sama pendapat kerdil orang-orang yg menyimpulkan bahwa makin banyak kerja makin banyak rezeki, kalau kerja di big company berarti big rizqi, ini namanya tidak nyambung ! Rizki kita telah ditentukan oleh Allah baik kita tidak ada pekerjaan maupun ketika ada pekerjaan. Kita tidak mungkin mengambil rejeki orang dan orang lain mustahil bisa mengambil rezeki kita, karena semuanya sudah ditentukan oleh Allah dan Allah tidak mungkin salah. Namun memang ada orang mendapatkan rezkinya dengan cara yang haram, ini karena cara yang dipikirkan adalah dengan cara melanggar perintah Allah. Sehingga rizkinya datang dari benda yang haram. Yang terpenting bahwa kerja ini adalah perintah Allah dan sunnah Nabi SAW, itu saja. Kita kerja bukan buat menambah-nambah rizki tetapi karena perintah Allah. Sedangkan rezeki ini sudah Allah tentukan dengan kita kerja ataupun tanpa kerja. Hanya saja kalau kita mempunyai masalah atau keinginan, ini Allah serahkan pada kita untuk mencari jalan keluarnya. Contoh kalau kita mau jabatan yang lebih tinggi atau gaji yang lebih besar maka kita harus lebih giat lagi kerjanya walaupun hasilnya nanti Allah yang tentukan. Sedangkan jabatan yang lebih baik atau gaji yang lebih besar ini tidak mutlak berhubungan dengan rezeki. Contoh uang yang di bank ini hanya tersimpan dan kita hanya lihat saja nominalnya, ini bukanlah rejeki karena yang namanya rejeki itu yang habis terpakai dan yang masuk kedalam perut inilah yang namanya rejeki. Lapar maka kita harus usaha mencari makan, ini perintah Allah, hasilnya dapat atau tidaknya makanan ini Allah yang tentukan.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Tidak pernah ada anjuran dari orang tua kita kepada kita untuk mengubah hidupnya menjadi miskin atau hidup susah dalam kerja ini. Tetapi yang ada bagaimana kita semua bisa meningkatkan ketaqwaan dan ketaatan kita kepada Allah. Saya pernah membaca kitab karangan Said Hawwa Rah.A, seorang ulama dari gerekan Ikhwanul Muslimin, `yang menjelaskan hukum “Tajrid”. Apa itu hukum Tajrid yaitu apabila seseorang ini memilih keadaan miskin agar bisa dekat dengan Allah, sementara kemiskinannya ini bisa menyebabkan dia durhaka pada perintah Allah, maka ini hukumnya adalah haram. Haram bagi dia untuk merubah keadaannya dengan kemampuannya dari kaya menjadi miskin jika perubahan keadaan tersebut dapat menyebabkan dia lalai atau durhaka terhadap perintah Allah. Jadi haram hukumnya kita berpindah dari suatu keadaan yang menyebabkan diri kita menurun amal-amal agamanya asbab pindahnya kita dari keadaan tersebut dengan disengaja. Lebih baik dia kaya tetapi bisa taat beribadah daripada dia menjadi miskin akibatnya dia malah kecewa pada agama dan menjadi durhaka kepada Allah.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Dan tidak pernah Nabi SAW menganjurkan kepada sahabatnya untuk jadi miskin saja agar bisa taat kepada Allah. Dan Nabi SAW juga tidak pernah menganjurkan sahabat ini untuk menjadi kaya agar bisa taat kepada Allah. Jadi jangan kita mengajak orang untuk miskin ataupun kaya, miskin kaya ini hanya keadaan-keadan saja. Miskin kaya ini hanya mahluk, jika seseorang mengajak kepada mahluk ini syirik namanya. Tetapi ajaklah kepada Allah dan bagaimana mentaati perintah-perintah Allah. Namun walaupun begitu banyak ulama yang menganjurkan kita agar giat atau gigih dalam bekerja dan sabar dalam segala keadaan. Ini karena kerja ini adalah perintah Allah dan sabarpun perintah Allah. Sedangkan Allah tidak suka orang yang malas, dan menggantungkan hidupnya kepada orang lain, sehingga menjadi beban buat orang lain. Justru Allah sangat menyukai hambanya yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain, dan bukannya menjadikan dirinya beban bagi orang lain.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Jadi menjadikan diri kita ini beban bagi orang lain, ini juga tidak baik. Dalam mahfum hadits justru kita ini dianjurkan untuk harus menjadi seorang mukmin yang bermanfaat bagi orang lain atau saudaranya, bukan yang menyusahkan orang lain dan saudaranya. Minimal kita jangan jadikan diri kita beban bagi keluarga kita, saudara kita, anak kita, tetangga kita, kerabat kita, teman-teman, kita bahkan ummat pada umumnya. Jangan biarkan diri kita ini berharap kepada mahluk atau meminta kepada mahluk selain kepada Allah. Inilah pentingnya kita gigih dalam bekerja agar kita tidak menggantungkan harap kita dan diri kita kepada orang lain. Seharusnya kita menjadi seorang mukmin yang dapat memberikan manfaat kepada keluarga, tetangga, saudara, teman, dan ummat seluruh alam, sehingga kita bisa menjadi seorang mukmin yang rahmatan lil alamin. Namun itupun ada porsinya, jangan sampai dengan alasan mempunyai tanggungan keluarga kita tidak mau berjuang di jalan Allah meninggalkan anak dan istri dengan jiwa dan harta kita. Dan jangan juga dengan alasan Fissabillillah kita melupakan hak-hak istri, anak, tetangga, pekerjaan, karena ini semuanya mempunyai hak atas diri kita. Jadi semuanya mempunyai keutamaan masing-masing tergantung pada keadaaannya dan ada porsinya masing-masing. Jadi kita ini harus berjalan diatas porsinya masing-masing dan diatas keutamaannya masing-masing. Ini karena dalam setiap keadaan ada derajat amal atau amal yang di prioritaskan dalam keadaan tersebut.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Seseorang di jaman Nabi SAW kerjanya menghabiskan waktu di mesjid sehingga istrinya mengadu kepada Nabi SAW. Lalu Nabi SAW tegur orang itu dengan berkata, “Tidak ada orang yang lebih dekat kepada Allah melebihi aku, dan tidak ada orang yang derajat ketaqwaannya melebihi aku, tetapi akupun masih menunaikan hak istriku, hak tetanggaku, hak kepada sahabatku, dan hak kepada pekerjaanku.” Maksudnya adalah Nabi ini adalah mahluk yang paling dekat dan paling tinggi derajatnya disisi Allah tetapi walaupun begitu Nabi SAW tidak melupakan kewajibannya kepada istrinya, keluarganya, kerabatnya, sahabatnya, tetangga, pekerjaannya, dan kepada ummat. Ini karena itu semua mempunyai hak atas diri kita yang harus kita tunaikan. Jadi tidak bisa kita dengan alasan pergi di jalan Allah secara terus menerus kita lupakan kewajiban-kewajiban kita kepada yang lain.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Seorang Petani dalam menanam di pertaniannya, apa kemampuannya, atau apa yang bisa dia lakukan semampunya ? yaitu menggali tanah, menanamkan biji, kasih pupuk, dan kasih air, kasih pagar, ini saja kemampuan petani. Petani mampu tidak untuk menumbuhkan pohon, atau tumbuhan, atau padi ? Yang memberi warna pada Apel ini supaya menjadi merah itu siapa ? yang memberi rasa itu siapa ? apakah petani mampu memberi warna dan memberi rasa ? Tidak, ini semua kerja Allah. Tetapi Allah ini ingin lihat batas akhir kemampuan petani itu dimana. Ketika petani sudah bekerja sampai batas kemampuan yang terakhir : dia gali tanah, dia tanam biji, diberinya pupuk, dan disirami setiap hari seperlunya, kasih pagar, dan tiap hari dia kontrol, inilah batas kemampuan terakhir petani. Ketika petani telah memberikan pengorbanan sampai batas terakhir daripada kemampuannya, maka apa yang petani yang tidak mampu, Allah sempurnakan. Seperti : mendatangkan panas yang cukup, hujan yang cukup, menumbuhkan padi atau pohon, mengeluarkan buah, memberi rasa manis, ini semua kerja Allah menyempurnakan apa yang tidak bisa dilakukan petani tadi. Ini semua dengan syarat petani tadi bekerja sampai batas akhir kemampuan. Begitu juga dalam mempersiapkan asbab-asbab kedunian kita, kitapun harus melakukan tertib-tertib usaha seperti yang dilakukan petani tersebut.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Jadi petani konyol ini menafsirkan ayat ini, untuk santai saja, semuanya itukan sudah ditangan Allah, sedangkan dia tidak memaksimalkan kemampuannya. Tahu-tahu akhirnya yang tumbuh malah ilalang, semak belukar, tidak sesuai dengan yang diharapkan. Apakah petani yang macam ini mau menyalahkan Allah ? padahal dia belum lakukan kerja apa-apa. Katanya, “Rezekikan ditangan Allah, jadi terserah Allah. Dikasih syukur gak di kasih yah buat apa diusahakan ?” Ini bodoh namanya. Dia tidak mengerjakan apa-apa, tetapi berharap pada Allah. Ini seperti orang yang berdoa minta punya anak tetapi tidak mau kawin. dia tidak mengerti maksud dari ayat ini. Dia pikir Allah ini pembantu bisa seenak-enaknya disuruh-suruh, sementara dia santai-santai saja. Dia mengharapkan Allah untuk mananam bibit, lalu menumbuhkannya, dan memberikan hasil yang maksimal, tanpa dia buat usaha. Inilah yang namanya kebodohan. Maksimalkan kemampuannya dulu baru Allah kasih hasil yang layak dan sesuai dengan pengorbanan dan kemampuannya. Lakukan dulu apa yang kita mampu sampai batas akhir kemampuan kita, nanti Allah akan melengkapi apa yang kita tidak mampu.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Jadi bila seseorang sudah bekerja atau berbuat sampai batas akhir kemampuan dia, maka nanti yang dia tidak mampu Allah akan sempurnakan. Bahkan semakin hari kemampuannya akan semakin ditingkatkan oleh Allah, baik dalam urusan agama dan keduniaan. Jangan sampai kita terperosok dengan alasan mengejar akherat kita lalu kita melupakan asbab-asbab dunia. Ini karena walau bagaimanapun menurut ulama dunia ini adalah Darrul Asbab, tempat mengusahakan asbab-asbab untuk ke akherat. Namun asbab bagi orang beriman ini adalah perintah-perintah Allah, dan bekerja atau berusaha ini adalah perintah Allah. Kita kerja agar kita ini tidak menyusahkan oang dan tidak menjadikan diri kita beban bagi orang lain. Jadi jangan kita mencari masalah dengan kemiskinan atau pengangguran seolah-olah kita hendak menguji Allah, sementara Allah tidak suka kita uji. Kita bekerja agar kita ini tidak menjadikan diri kita orang yang suka menggantungkan harap dan diri kepada Mahluk. Tetapi kita hanya menggantungkan diri kita pada Allah dan apa yang diperintahkan. Yakini saja dibalik apa yang Allah perintahkan pasti tersimpan banyak kebaikan dan pertolongan dari Allah.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Iblis berkata kepada Nabi Isa AS, “Wahai Isa tahukah kamu bahwa yang menghidupkan dan yang mematikan itu adalah Allah”, Isa bilang, “Ya tahu saya itu, dan yakin sekali.” Lalu Iblis berkata kepada Isa AS, “Sekarang kamu naik ke gunung, nanti kalau engkau sudah sampai dipuncaknya sana, kau lompat. Untuk membuktikan keyakinan kamu, bahwa yang menghidupkan dan yang mematikan adalah Allah.” Sekarang coba posisikan diri kita seperti Nabi Isa AS. Seandainya ada orang yang sok dengan alasan yakin saja pada Allah bahwa kaya miskin ditangan Allah katanya, di tempatkan dalam keadaan seperti Nabi Isa tadi bagaimana ? kita di tantang Iblis masalah keyakinan seperti Nabi Isa, apa yang akan kita lakukan ? Kita diminta Iblis untuk naik ke atas gedung lalu kita disuruh lompat, iblis nantang, kan kita sudah yakin katanya bahwa yang menghidupkan dan yang mematikan adalah Allah. Bagaimana ? berani atau tidak kita menjawab tantangan iblis tadi ? apa kata iblis ini misalnya kepada kita, “Kamu ini bicara yakin-yakin sekarang coba tantang kereta api yang lagi jalan, kamu tunggu di rel.” Berani tidak kita ? untuk membuktikan bahwa hidup dan mati ini ditangan Allah. Tetapi apa jawab Nabi Isa ketika ditantang oleh Iblis seperti ini, “Wahai Iblis, yang berhak menguji itu Allah. Bukan kamu.” Allah yang menguji hamba, atau hamba yang menguji Allah ? Jelas disini Allahlah yang berhak menguji hambanya, bukan hambanya yang menguji Allah. Jadi jangan kita sok untuk mencari-cari kesusahan dengan menjadi miskin. Tetapi kita fikirnya adalah bagaimana kita ini bisa tetap taat pada perintah Allah waktu kaya dan waktu miskin. Lalu lakukan apa yang kita mampu agar bisa untuk taat kepada Allah.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Dunia ini seperti air laut pada kapal. Agar kapal bisa sampai kepada tujuan maka memerlukan air laut. Tetapi jangan sampai kapal ini bolong sehingga air laut masuk kedalamnya. Maksudnya adalah jangan sampai kebesaran dunia ini masuk kedalam hati. Walau bagaimanapun dunia ini hanya keperluan bukan tujuan. Jika air sudah masuk ke kapal maka kapal ini akan tenggelam dan karam. Begitu juga diri kita jika sudah masuk kebesaran dunia dalam diri kita maka kitapun akan tenggelam karam dalam keduniaan kita.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Jadi kita harus tetap bekerja sebagai asbab dunia karena ini perintah Allah, dan kita harus bisa menjadi mukmin yang bermanfaat bagi orang lain, jangan jadikan diri kita seorang mukmin yang malas dan menggantungkan dirinya dari kantong orang lain. Betul tujuan kita adalah akherat bukan dunia, tetapi kitapun tidak boleh melupakan urusan keduniaan kita. Pada intinya gerakan ini tidak pernah menganjurkan orang-orang untuk menjadi miskin. Namun dalam gerakan ini memang ditekankan untuk hidup sederhana dan tidak mubazir. Dalam kata lain istilah tidak mubazir ini adalah lebih mengutamakan effesiensi harta dan waktu dalam menjalani hidup. Inilah salah satu point yang ditekankan dalam tertib dakwah yaitu menghindari sifat boros dan mubazir.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Jadi Muamalah atau hubungan dagang atau ekonomi dalam islam ini adalah aturan atau perintah Allah yang hasilnya adalah keberkahan. Penekanan dalam gerakan ini bukannya pada sistem ekonomi seperti dalam ilmu ekonomi kapitalis ataupun liberal tetapi dalam ilmu amal-amal agama. Ini karena amal agama ini dapat menghasilkan keberkahan hidup. Dengan amal agama dapat memancing pertolongan Allah turun dalam kehidupan kita. Memang ada mahfum hadits yang mengatakan jangan mendekati kemiskinan karena itu lebih mendekati kepada kekufuran. Namun kita jangan jadikan diri kita kaya sebagai tujuan karena Nabi SAW pun tidak pernah menyuruh orang untuk jadi kaya agar bisa taat. Melihat keadaan dzohiriyah Nabi SAW yang serba kekurangan, banyak ulama yang menafsirkan maksud dari hadits tadi adalah miskin hati bukannya miskin harta. Miskin kaya itu jangan dilihat dari kebendaan materi tetapi harus dilihat dari hati. Hati yang miskin walaupun dia hidup kaya akan materi dan kebendaaan, tetapi karena miskin hati akan selalu dalam keadaan meminta-minta dan selalu dalam kekurangan. Hati yang kaya, walaupun dia hidup sebagai orang miskin yang tidak punya kebendaaan, namun karena hatinya kaya maka dia akan merasa hidupnya penuh dengan kecukupan dan jauh dari meminta-minta. Orang yang miskin hati walaupun dia kaya maka dia akan mempunyai sifat meminta-minta seperti orang miskin. Tetapi kalau dia kaya di hati walaupun miskin dzohirnya maka dia tidak akan terpikir untuk meminta-minta pada mahluk hanya kepada Allah. Dan dalam suatu riwayat dikatakan bahwa penghuni surga terbanyak adalah daripada golongan orang-orang miskin. Lalu dalam riwayat lain dikatakan bahwa Allah sangat dekat dengan para orang fakir miskin, tetapi yang sabar dan bisa menahan diri dari meminta-minta. Ini karena Allahpun tidak menyukai orang yang suka mengemis atau meminta dari orang lain. Jadi Kaya atau Miskin ini bukan tujuan, tetapi hanya keadaan-keadaan saja, yang penting bagaimana ketika miskin kita bisa taat dan ketika kaya kita bisa taat.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Dari pakaian, makanan, rumah, transportasi, keluarga, jabatan, status sosial, dan asbab-asbab materi kebendaan yang lainnya. Secara Dzohir memang bisa memberikan kebahagiaan, tetapi tidak mutlak jaminannya. Asbab ini bisa juga menjadi asbab datangnya kesusahan. Contoh : Manusia membeli mobil mewah karena bisa memuaskan nafsu keinginan yang harapannya adalah datangnya kebahagiaan. Tetapi dengan mobil yang sama manusia bisa mendapatkan kesusahaan dan penderitaan. Seperti biaya perawatan yang mahal artinya lebih berat lagi mencari uang untuk menutupi biaya. Bahkan dengan mobil yang sama manusia bisa menderita bila terjadi kecelakaan yang bahkan dapat merengut nyawanya.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Inilah yang menjadi asbab kebahagiaan yang hakiki, yang sebenarnya, yaitu dengan Iman dan Amal. Semua amalan agama ini datangnya dari Allah, maka jaminan kebahagiaannya adalah mutlak kepastiannya. Dibalik perintah-perintah Allah ini ada pertolongan Allah. Jadi inilah asbab mutlak datangnya kebahagiaan. Walaupun dia secara dzohir tidak memiliki apa-apa, tetapi jika dia mau beriman dan beramal maka pasti dan pasti dia akan bahagia, dan pasti Allah akan tolong dia. Contoh : Nabi ditawari gunung emas oleh Allah tetapi ditolak Nabi dan Nabi SAW lebih memilih amalan sabar dan syukur. Padahal kondisi dzohiriah Nabi SAW sangat memprihatinkan seperti 3 hari tidak makan, 2 bulan tidak mengepul asap di dapur, dll. Ini karena beliau SAW yakin kunci kebahagiaan ini ada dibalik amal-amal agama bukan pada kebendaan.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Al Asbab Ad Dzohiroh sangat bergantung pada Al asbab al ghaibiyah untuk bisa mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan. Sedangkan asbab ghaibiyah tidak bergantung kepada asbab dzohiriyah untuk mendatangkan kebahagiaan yang sempurna. Asbab dzohir yang sempurna terlihat dimata manusia, tanpa asbab ghaibiyah, tidak akan mampu mendatangkan kebahagiaan sedikitpun. Contohnya seperti Firaun, Qorun, Namrud LA yang memiliki kesempurnaan asbab dzohiriyah, namun karena mereka tidak mempunyai asbab al ghaibiyah, maka mereka sengsara dunia dan akherat. Beda dengan para Anbiya AS dan para Sahabat RA yang secara asbab dzohiriyah mereka nampak sangat kekurangan, tetapi mereka adalah orang-orang yang bahagia di dunia dan di akherat, kenapa bisa ? ini karena sempurnanya asbab ghaibiyah mereka. Nabi SAW bagi beliau sudah biasa tidak makan 3 hari berturut-turut, tidak pernah menyimpan makanan untuk hari esok, atau 2 bulan asap tidak mengepul di dapur beliau SAW, tidur hanya beralaskan anyaman daun kurma sehingga berbekas pada kulit dan pipi beliau SAW. Namun walaupun begitu para ulama sepakat bahwa Nabi SAW adalah orang yang paling bahagia di dunia dan di akherat. Ini dikarenakan Iman dan Amalan, asbab al ghoibiyah, beliau yang sempurna.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Pernah suatu ketika 2 utusan romawi datang untuk melihat kehidupan pimpinan umat islam yang berhasil menaklukkan dataran Persia dan Romawi sebagai bangsa terkuat secara asbab dzohiriyah saat itu. Ketika mereka sampai di madinah ketika itu utusan ini yang pertama kali ditanyakan adalah kehebatan asbab-asbab dzohiriyah yang dimiliki pemimpin orang islam ketika itu. Seperti dimana raja kalian, dimana kerajaannya, namun orang islam ketika itu membantah bahwa pemeimpin mereka bukanlah raja dan tidaklah memiliki kerajaan yang dimaksudkan oleh utusan tersebut. Mereka tidak mempunyai raja yang dilayani tetapi seorang khalifah yang melayani ummatnya, tidak ada istana tempat resmi pejabat pemerintahan, tetapi yang ada hanya mesjid tempat para sahabat sering berkumpul. Lalu dihantarlah utusan tersebut menghadap khalifah Umar RA yang ketika itu tertidur dibawah pohon hanya dengan bermodal tongkat. Umar pulas tertidur setelah beronda keliling kampung tidak ada yang menjaganya, tidak ada satpam, anjing, pengamanan, yang ada hanya Allah di hati Umar RA.. Maka terkejutlah utusan tersebut melihat keadaaan umar RA seorang penakluk bangsa yang besar dibandingkan dengan Raja mereka. Ini Umar seorang pemimpin penakluk 2/3 dunia bajunya bertambal-tambal, tidur tidak ada yang menjaga, beralaskan bumi beratapkan langit, tidak mempunyai pengawal dan kerajaan, namun tidur dengan tenang dan nyenyak. Sementara Rajanya mempunyai lemari baju yang banyak, tidur dikasur yang empuk, dikawal ribuan tentara, tidur di istana yang megah, tetapi hidup selalu dalam ketakutan, tidak ada ketenangan, dan tidak bisa tidur nyenyak. Umar yang miskin dari asbab adzhohiriyah tetapi sempurna asbab al ghaibiyahnya maka ketenangan dan kebahagian telah datang padanya. Sedangkan si Raja yang sempurna asbab adzhohiriyah tetapi kosong dari asbab al ghoibiyah maka yang datang kepadanya adalah ketidak tenangan dan penderitaan. Inilah perbedaan diantara mereke berdua seorang Umar RA dan si Raja Romawi. Umar karena sempurna asbab al ghaibiyahnya Allah masukkan kekayaan ke dalam hatinya sehingga hatinya menjadi kaya seperti kayanya dzohirnya seorang raja.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Tidak ada satu nabipun yang menganjurkan kaumnya untuk kerja lembur banting tulang, membangun pabrik, meluaskan sawah, memperbesar toko, memperbaiki perdagangan, dan asbab dzohiriyah lainnya untuk bisa mencapai kebahagiaan. Tetapi semua Nabi AS mengajak kaumnya hanya kepada Allah dengan jalan menyempurnakan keyakinan dan asbab-asbab ghaibiyah untuk mencapai kebahagiaan yang sempurna. Ini dikarenakan ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki akan datang melalui asbab ghaibiyah bukan dengan asbab dzahiriyah. Jika asbab ghaibiyah sempurna diamalkan maka asbab dzahiriyah akan datang, namun ketika itu kebutuhan akan asbab dzahiriyah akan berkurang. Sebagaimana di jaman sahabat ketika harta ghanimah datang melimpah ruah ke pintu-pintu rumah para sahabat tetapi semuanya tidak ada yang menyimpannya dibagi-bagikan hingga habis. Ini karena asbab ghaibiyah sempurna diamalkan sehingga kebutuhan akan dzohiriyah berkurang.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Di jaman para Sahabat RA dalam setahun sahabat ini menghabiskan waktu 8 bulan di jalan Allah dengan perhitungan 2 kali taskil, ajakan, menyambut takaza agama. Mereka 4 bulan taskil, lalu pulang dan di taskil lagi 4 bulan di jalan Allah menurut perhitungan di jaman Umar RA. Sisanya hanya 4 bulan saja tinggal di kampungnya. Sedangkan 4 bulan ini, setengah dari pada waktunya untuk mesjid dan setengahnya lagi untuk keduniaan mereka. Jadi jika 24 jam itu adalah 50%-50% waktunya perhitungannya adalah 12 jam untuk mesjid dan 12 jam untuk dunia. Jadi perhitungannya bagi mereka adalah 2 bulan untuk mesjid, dan 2 bulan lagi untuk keduniaan. Apa itu 2 bulan untuk keduniaan ? itu adalah 1 bulan di rumah bersama keluarga dan 1 bulan ( 24 jam x 30 hari = lamanya waktu sahabat RA di sawah / di pasar ) lagi untuk buat kerja yang mampu memenuhi keperluan untuk 1 tahun. Allah telah ringkaskan buat sahabat kerja untuk 1 tahun dapat dilakukan dalam 1 bulan saja. Ini karena apa ? ini adalah berkat amalan agama yang mereka dahulukan sehingga kehidupan sahabat ini penuh dengan keberkahan. Hari ini ummat kerja satu tahun tidak cukup untuk satu bulan, justru sebaliknya hari ini, tidak seperti di jaman sahabat RA. Di Mekkah tidak ada sawah, pengairan kurang, pohon tidak banya tetapi Mekkah ini diberkahi oleh buah-buahan kurma yang banyak, sumber air yang tidak habis, makanan yang melimpah ruah. Sedangkan banyak negara yang subur tanahnya, tetapi penduduknya kelaparan dan tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Inilah maslahnya hari ini. Lalu bagaimana cara mengembalikan keberkahan ini tidak lain hanya dengan pertolongan Allah. Caranya bagaimana mendatangkan pertolongan Allah ini yaitu dengan menyibukkan diri kita dengan perintah-perintah Allah dan amal-amal agama.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Lagi pula hari ini organisasi-organisasi yang menitik beratkan pada sektor ekonomi ini sudah banyak. Sementara yang kita cari dari kerja ini adalah keikhlasan dan istikhlas. Jadi bekerja membantu agama Allah hanya semata-mata mengharapkan ridho Allah ini namanya ikhlas, sedangkan istikhlas yaitu kita tingkatkan kerja kita dan qualitas amal kita demi mendapatkan ridho Allah. Kekhawatiran orang tua kita dalam kerja dakwah ini adalah jika kerja ini dicampur adukkan dengan kerja atas kebendaan atau ekonomi, maka akan datang 4 perkara yang ditakuti dan di khawatirkan :

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Bila kita jadikan hadits ini sebagai acuan, maka sulit bagi kerja dakwah ini untuk melibatkan diri dalam Politik. Bahkan sudah banyak ditemukan di daerah-daerah asbab perang politik, mesjid mesjid menjadi korbannya. Mesjid jadi sepi dari jemaah karena mesjid telah dijadikan ajang tempat permusuhan. Jadi dalam kerja dakwah ini kita ajak orang kepada Allah bukan kepada figur, kepada organisasi, kepada partai, kepada harta benda, tetapi hanya kepada Allah. Sehingga asbab usaha ini orang yang tadinya terpecah karena perang politik dapat bersatu karena memperjuangkan agama Allah. Jadi jangan kita mengajak orang kepada selain Allah, ini karena segala sesuatu selain Allah ini adalah dunia atau mahluk termasuk itu figur, partai, kepentingan golongan, dan lain-lain. Hari ini orang saling ajak mengajak kepada golongannya, ini malah akan memecah belah islam. Seperti partai-partai, firqoh-firqoh atau aliran-aliran yang ada, mereka mengajak orang kepada golongannya masing-masing. Apa yang mereka lakukan adalah membenarkan firqoh mereka dan menyalahkan yang lain sehingga terpecah belah semuanya. Jika ummat sudah terpecah belah maka pertolongan Allah tidak akan turun, dan jika umat sudah saling menghujat maka jatuhlah mereka dari pandangan Allah. Pada hakekatnya, yang benar itu hanya Rasullullah SAW dan sahabatnya saja, itulah yang seharusnya jadi acuan kita, bukan alirannya. Kalau ditanya siapa yang paling benar, jawab saja yang paling benar itu adalah Nabi SAW dan sahabat RA, cukup itu saja. Kita ikuti saja Nabi SAW dan para Sahabat RA, yaitu mereka yang sudah jelas-jelas ada jaminannya dari Allah. Bukan aliran kita, atau aliran saya, atau guru saya, atau pendapat saya yang bener, tetapi yang benar itu hanya Nabi SAW dan para sahabatnya. Jadi bagaimana semua aliran yang ada sama-sama bahu membahu bersatu bersama memikul tanggung jawab dakwah ini. Jangan sampai perbedaan yang ada malah membuahkan perpecahan antar umat dan terhalangnya umat dari tanggung jawab meneruskan risalat kenabian. Tetapi seharusnya kita jadikan perbedaan ini sebagai rahmat dan wacana keilmuan untuk dipelajari.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Pernah dalam suatu riwayat tentang 2 pimpinan Islam terbesar di Indonesia yaitu Buya Hamka dari Muhammadiyah dan KH. Idham Khalid dari Nahdlatul Ulama pergi Haji bersama. Ketika sholat subuh hari pertama maka KH Idham Khalid memimpin sholat subuh berjamaah sebagai Imam. Ketika itu KH Idham Khalid menyadari dibelakangnya ada Buya Hamka dari Muhammadiyah yang menganut faham sholat subuh tanpa Qunut. Walaupun KH Idham Khalid adalah dari NU yang menganut Qunut ketika subuh, tetapi ketika itu malah melakukan sholat subuh tanpa Qunut seperti Muhammadiyah. Hari esoknya, ketika Buya Hamka menjadi Imam Subuh, beliau menyadari dibelakangnya ada KH Idham Khalid dari NU yang memakai Qunut ketika subuh, maka ketika itu beliau memilih melakukan Subuh tidak seperti biasanya, bukan ala muhammadiyah tetapi ala NU yaitu dengan menggunakan Qunut. Inilah toleransi dan akhlaq yang baik yang dicontohkan oleh 2 ulama besar dalam menghadapi perbedaan. Bukannya kita malah saling menyalahkan atau saling menghujat dengan keyakinan, “saya yang paling benar”. Kebenaran itu pada hakekatnya hanya Allah yang tau, dan siapa yang paling benar yaitu Nabi SAW dan para sahabatnya RA. Selama dia mengakui Allah dan Rasulnya maka mereka saudara kita. Jangan kita pernah merasa menjadi yang paling baik dan paling benar karena ini sifatnya setan. Posisikan diri kita sebagai orang yang ingin menambah ilmunya, dengan demikian kita akan siap menerima perbedaan. Inilah maksud dari hadits Nabi SAW bahwa perbedaan diantara umatku ini adalah Rahmat. Sedangkan yang bukan rahmat dan mendatangkan Laknat adalah jika perbedaan menjadi perpecahan dan permusuhan.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Namun usaha dakwah ini bukannya mengharamkan kerja politik, hanya saja orang tua kita tidak menginginkan kerja ini dipolitisir untuk kepentingan golongan. Yang seharusnya kerja ini menjadi pemersatu ummat asbab dunia politik menjadi pemecah belah ummat. Asbab kerja ini sudah banyak orang dari berbagai macam firqoh yang ada tetapi mereka bisa bersatu dan saling bahu membahu dalam kerja ini tanpa harus mengedepankan kepentingan masing-masing. Ini karena dalam usaha ini yang ada kepentingan Agama dan Ummat.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Maksudnya adalah Allah Ta’ala baru mau membantu suatu kaum untuk berubah dari keadaan buruk menjadi keadaan baik setelah kaum itu mau berusaha untuk merubah kehidupannya sendiri. Allah akan mendatangkan perbaikan pada suatu kaum jika kaum itu mau buat usaha perbaikan. Apa yang harus diperbaiki pertama kali yaitu kondisi agamanya, karena baik atau buruknya manusia tergantung pada kondisi agama yang ada diri mereka. Sedangkan Agama ini adalah solusi yang Allah berikan untuk menyelesaikan seluruh masalah manusia sampai hari kiamat.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Hari ini orang sibuk menilai kerja ini untuk akherat saja dan melupakan masalah-masalah Riil, yang nyata, yang ada di dunia ini dan bagaimana mengatasinya. Ini adalah pendapat yang keliru. Kita sebagai hamba Allah memang diperintahkan untuk menyelesaikan masalah dengan asbab dan do’a. Nabi SAW mengajarkan kita untuk dapat menyelesaikan masalah ini dengan memohon pertolongan Allah. Dengan demikian keyakinan kita dapat terjaga dari syirik. Ini karena rasa mampu atau berkuasa menyelesaikan masalah dengan mengandalkan diri atau yang lain selain dari Allah, merupakan syirik kecil. Dalam menyelesaikan masalah yang ada ini tentu diperlukan asbab-asbab atau cara-cara untuk menyelesaikan masalah. Namun asbab orang beriman dalam menyelesaikan masalah ini adalah amal-amal agama atau perintah Allah. Jadi yang perlu kita cari tahu adalah apa perintah Allah ketika dalam keadaan susah.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Lalu ketika Abu Bakar RA dilantik menjadi khalifah, bagaimana cara Abu Bakar RA menyelesaikan masalah ini. Keputusan pertama yang dibuat Abu Bakar RA setelah dilantik menjadi khalifah adalah segara kirimkan rombongan yang tertunda pergi di jalan Allah. Lalu Taskil orang beriman yang laki-laki untuk keluar di jalan Allah semuanya. Para sahabat bingung dengan keputusan Abu Bakar RA. Mereka memikirkan jika semua laki-laki keluar dijalan Allah, maka siapa yang akan menjaga madinah dari musuh, siapa yang akan menjaga ummul mukminin dan keluarga Nabi SAW. Maka Abu Bakar RA dengan suara lantang berkata, “Kalian tetap keluar di jalan Allah, nanti Allah yang akan menjaga semuanya. Yang kalian fikirkan adalah orang-orang islam, tetapi yang harus dirisaukan adalah islamnya, bukan orang-orang islam”. Inilah perbedaan fikir yang mencolok antara satu orang sahabat ini melawan fikir sahabat-sahabat yang lain. Disini ada perbedaan pendapat diantara sahabat yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semuanya.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Dimana Abu Bakar RA dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan menolong mereka. Jika kita keluar di jalan Allah untuk melaksanakan perintah Allah, maka pasti Allah akan tolong kita. Ketika itu kira-kira 1 minggu, 7 hari saja, sahabat-sahabat di kota Madinah semuanya buntu, tidak mempunyai jalan keluar atau solusi. Orang-orang di madinah hanya memikirkan bagaimana nasib orang-orang islam dan siapa yang akan menggantikan Nabi SAW, ini saja kesibukan sahabat selama seminggu. Asbab kefakuman sahabat ini tidak keluar di jalan Allah, sehingga menyebabkan 100.000 orang islam menjadi murtad. Satu minggu saja sahabat ini vakum dari dakwah, dari keluar di jalan Allah, walaupun di jaman itu hidup ulama-ulama besar dan sahabat-sahabat yang besar dan kuat, 100.000 orang murtad dari islam. Lalu Nabi palsu bermunculan, dan tentara Rome sudah sampai di perbatasan siap masuk ke madinah untuk menghancurkan ummat islam. Jadi keputusan Abu Bakar ini untuk mengeluarkan seluruh laki-laki ke luar madinah di jalan Allah ini sungguh tidak masuk diakal bagi sahabat yang lainnya. Apalagi ketika itu hewan-hewan buas bisa masuk kapan saja memangsa wanita dan anak-anak di Madinah, jika semua laki-lakinya keluar dari Madinah. Secara logika laki-laki yang ada seharusnya dibagi menjadi dua yaitu yang menjaga dalam kota dan yang menjaga diluar kota atau yang pergi di jalan Allah. Tetapi disini Abu Bakar RA justru menyuruh laki-lakinya untuk semuanya keluar pergi di jalan Allah.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

à Abu Bakar RA lebih rela melihat keluarga Nabi dalam bahaya, dibanding harus melihat agama dalam bahaya. Jadi bagi Abu Bakar RA, derajat Agama ini lebih utama dibanding keluarga Nabi SAW dan ummat islam itu sendiri. Agama lebih penting untuk diselamatkan dibandingkan ummat itu sendiri. Abu Bakar RA, mengirimkan semua laki-laki keluar dijalan Allah dan berserah diri kepada Allah atas keadaan di Madinah inilah Tawakkalnya Abu Bakar RA. Prinsip ini yang digunakan untuk menghadapi orang murtad, nabi palsu, dan musuh islam yang mau menyerang madinah dari luar.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Disinilah terdapat 2 perbedaan pemikiran dan menyangkut kepada masalah keimanan. Dimana Abu Bakar RA yakin jika semua pergi di jalan Allah mendakwahkan agama Allah, maka nanti Allah akan selesaikan semua masalah : orang murtad, nabi palsu, yang tidak mau bayar zakat, dan pasukan romawi yang sudah siap menyerang. Hanya dalam waktu tempo 3 hari saja setelah semua pergi di jalan Allah akhirnya masalah terselesaikan : Madinah tetap aman, 100.000 orang murtad masuk islam lagi, orang membayar zakat lagi, Nabi palsu dapat ditumpas, dan Pasukan romawi mundur. Kenapa pasukan Romawi mundur ? mereka mengira karena melihat sangking banyaknya laki-laki yang pergi dakwah di jalan Allah meninggalkan kota madinah, kesimpulannya pasti laki-laki yang tinggal di dalam Madinah lebih banyak lagi. Jadi siapa yang menyelesaikan masalah ? Allah.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Maksud dari ayat tersebut menurut ulama bukannya Allah mencari atau membutuhkan pertolongan kita. Ini namanya kesalah fahaman. Allah ini Maha Kuasa dan kekuasaannya tanpa batas. Jika Allah sudah menjaga atau melindungi seseorang, siapa yang mampu mencelakakannya ? begitu pula jika Allah sudah berkehendak mencelakakan seseorang, siapa yang mampu untuk melindungi ? Apa yang Allah mau, Allah SWT tinggal berkehendak saja maka terjadilah apa yang Allah kehendaki. Seluruh mahluk tidak akan dapat menolak atau menghalangi daripada apa yang Allah kehendaki walaupun mereka semua bersatu untuk melawan Allah. Seluruh mahluk ini bergantung pada Allah karena segala sesuatu ini bergerak asbab adanya iradah, keinginan, daripada Allah Ta’ala. Bagaimana kita mampu menolong Allah sedangkan kita tidak mampu menolong diri sendiri walaupun itu hanya untuk mengedipkan mata saja, inipun harus dengan pertolonngan dan izin dari Allah Ta’ala. Manusia tidak akan bisa mengangkat atau mengedipkan matanya tanpa pertolongan dari Allah. Jadi maksud ayat ini adalah Allah menawarkan kita untuk menolong agamanya, ini untuk memuliakan kita. Kalau kita tidak ditolong oleh Allah, maka kita ini tidak akan bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada walaupun itu hanya masalah kecil. Hanya dengan pertolongan Allah saja kita dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada, mendapatkan kemenangan, kejayaaan, dan kesuksesan dunia dan akherat. Jadi usaha kita ini yang harus kita fikirkan adalah bagaimana pertolongan Allah dapat datang kepada kita. Caranya adalah dengan menolong agama Allah.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Hari ini kita tidak sadar, bahwa umat dari segi qualitas dan quantitas kebendaan jauh lebih baik daripada kehidupan para sahabat. Dari segi makanan, pakaian, rumah, transportasi, semuanya umat islam kini jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang dimiliki oleh sahabat RA. Tetapi kenapa sahabat dahulu dimuliakan dan sementara kita dihinakan ? Pertolongan Allah turun bercurah-curah dijaman sahabat, sementara kita jauh dari pertolongan Allah. Ini karena yang rusak dari kehidupan kita adalah kondisi agama kita saat ini. Padahal agamanya sama, tetapi pengamalannya yang berbeda antara kita dan sahabat. Para sahabat dari kebendaaan : pakaian, makanan, rumah, dan transportasi tidak begitu bagus, bahkan terbelakang, tetapi agama sempurna dijalankan dalam kehidupan mereka. Inilah yang menyebabkan mereka mulia. Agama wujud 100% di rumah-rumah sahabat dan dalam kehidupan mereka sehari-hari sehingga Allah ridho pada mereka.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

“Kalau umat islam ini berhadapan dengan syetan atau dengan kekufuran daripada orang-orang kafir, hanya dengan kekuatan seperti mereka ( tawajjuh pada teknologi atau asbab-asbab seperti yang dimiliki orang kafir ), umat islam tidak akan pernah menang dan selalu kalah. Contoh : Nabi Adam itu Islam dan Siti Hawa juga Islam, tetapi ketika berhadapan dengan iblis atau syetan, mereka kalah, sehingga di keluarkan dari syurga dikirim ke dunia ini. Nabi Ibrahim AS, berlawanan dengan Namrud, dia dilemparkan kedalam api, juga tidak mampu berbuat apa-apa. Jika kita hanya selalu mengandalkan kekuatan-kekuatan seperti mereka, maka yang akan datang hanyalah kekalahan. Menangnya umat islam, orang-orang beriman ini, hanya dengan pertolongan daripada Allah Ta’ala.”

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Jadi untuk dapat menyelesaikan masalah ummat termasuk masalah utang negara dan masalah lain sebagainya hanya bisa diselesaikan hanya dengan mengharapkan bantuan Allah. Tidak bisa kita menyelesaikan masalah hanya dengan bantuan daripada materi saja. Seperti negara yang dilanda masalah dan berbagai macam krisis, coba-coba menyelesaikan masalah yang ada dengan mengutang kesana kemari. Problem yang diselesaikan dengan cara ini tidak akan habis. Mungkin bukan saja masalah tidak akan selesai, tetapi akan menambah masalah. Walaupun di nagara tersebut di hujani dengan emas, umat islam ini tidak akan selesai masalah yang mereka hadapi. Ini selama umat islam ini tidak memperbaiki daripada amalnya. Hanya dengan usaha kenabian umat islam akan terangkat derajatnya, akan ditolong dan diselamatkan oleh Allah Ta’ala. Jadi usaha nubuwah ini bukanlah usaha yang kecil. Inilah kita sebabnya diminta supaya mau berkorban untuk usaha nubuwah ini. Kalau kita mau korban terjun dan terlibat dalam usaha ini, maka yang pertama-tama Allah akan perbaiki adalah diri kita sendiri. Sedangkan janji Allah ini adalah pasti.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Kata ulama “Pasti” disini dalam sastra arab, maknanya yang terkandung dalam ayat tersebut mempunyai kekuatan janji Allah sebanyak 12 kali yaitu pasti ( 12 kali ) akan diberikan Allah Petunjuk. Petunjuk apa yaitu petunjuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Jadi untuk menyelesaikan masalah itu mudah saja, tidak usah banyak teori, cukup dalam sunnah saja, kehidupan sahabat sudah dapat menyelesaikan masalah semuanya. Caranya yaitu ummat islam kembali pada kerja dakwah ini dan pergi di jalan Allah, secara berganti-ganti atau bergiliran. Nanti Allah Ta’ala akan selesaikan semua masalah. Ummat islam dan amal islam akan menjadi kuat. Selama Ummat Islam dalam keadaan bergerak, maka Allah akan selesaikan semua masalah. Allah akan tolong ummat ini dan Allah akan ciutkan hati orang kafir terhadap ummat islam.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Seperti kisah Nabi Musa AS dengan Bani Israil sewaktu mereka tersesat di lembah yang kering kerontang, tidak ada tempat atau bangunan untuk bernaung, tidak ada makanan untuk dimakan, tidak ada air untuk diminum. Mereka 40 tahun tersesat di lembah itu, tidak ada jalan keluar. Allah beri pertolongan kepada Nabi Musa dan Bani Isaril karena perjalanan mereka dalam rangka menolong agama Allah. Bagaimana Allah menolong mereka ? yaitu Allah perintahkan awan untuk menaungi mereka dari sengatan sinar matahari. Selama 40 tahun awan Allah kirim untuk menaungi Bani Israil, sehingga mereka terselamat dari sengatan Matahari. Walaupun mereka tidak punya rumah, tidak punya tempat bernaung, tetapi karena mereka sibuk memperjuangkan agama Allah, maka Allah selesaikan masalah mereka. Lalu bagaimana dengan makanan, di Al Qur’an diceritakan bagaimana Allah menyelesaikan masalah ini, yaitu Allah turunkan daripada langit makanan dari surga, Manna dan Salwa. Bani Israil di supply Allah selama 40 tahun makanan turun dari langit, tanpa kerja, tidak ada pabrik, tidak ada pertanian, tidak ada apa-apa. Makanan di supply oleh Allah dari langit selama 40 tahun, bukan 1 atau 2 hari tetapi 40 tahun, untuk bani israil tanpa mereka harus mengerjakan apa-apa, karena mereka sibuk memperjuangkan agama Allah Ta’ala. Lalu bagaimana Allah menyelesaikan masalah krisis air, kekurangan air minum, yaitu dengan memerintahkan Musa AS untuk memukulkan tongkatnya kepada batu yang kering. Sehingga dari batu yang kering ini terpancarlah 12 mata air keluar dari batu tersebut selama 40 tahun tidak berhenti mengeluarkan air. Selama 40 tahun Bani Israil tidak pernah kekurangan air. Lalu datanglah krisis pakaian, kekurangan pakaian dan tidak adanya bahan untuk membuat kain. Ini karena pakaian hanya layak pakai untuk beberapa tahun saja setelah itu rusak. Bagaimana Allah selesaikan masalah ini yaitu Allah buat baju yang mereka kenakan awet, tidak rusak-rusak selama 40 tahun. Lalu bagaimana dengan bayi-bayi yang baru lahir, disini Allah buat semua bayi yang lahir dari perut seorang ibu Bani Israil sudah terlahir dengan mengenakan pakaian ketika keluar dari perut ibunya. Lalu bagaimana ketika bayi itu beranjak besar, maka dengan kuasa Allah seiring dengan pertumbuhan badan bayi maka bajupun membesar mengikuti pertumbuhan bayi tadi. Semua kebutuhan pokok mereka selama 40 tahun terpenuhi sehingga mereka hidup dalam keteduhan, makanan yang cukup, air yang tidak pernah kering, dan baju yang awet. Kata ulama ini semua sengaja Allah ceritakan kepada kita untuk diambil sebagai pelajaran, agar kita jangan takut dengan masalah-masalah kecil seperti ini. Allah akan selesaikan masalahnya, tidak ada asbabpun Allah mampu selesaikan masalah manusia. Allah mampu menyelesaikan masalah manusia tanpa asbab sebagaimana masalah Bani Israil dapat Allah selesaikan tanpa asbab. Di lembah kering tidak ada apa-apapun Allah mampu selesaikan masalah Bani Israil, tanpa asbab lagi, apalagi hanya masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Tidak ada masalah yang besar disisi Allah, semua masalah kecil bagi Allah, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Semua masalah yang tidak mungkin bagi manusia, semuanya mungkin-mungkin aja bagi Allah. Semua masalah besar bagi manusia jika ada pertolongan Allah kecil jadinya. Semua masalah kecil bagi manusia tanpa bantuan dan pertolongan Allah maka masalah itu bisa menjadi masalah besar bagi manusia. Dari sebuah lembah yang kering kerontang Allah sanggup penuhi kebutuhan hamba-hambanya dari sandang (pakaian), pangan (makan-minum), dan papan (tempat bernaung) untuk mereka. Apalagi di negeri indonesia ini yang kononnya kaya raya akan sumber daya alamnya. Namun karena kita tinggalkan daripada usaha agama ini, maka di negeri yang subur makmurpun dan kaya akan sumber daya alamnya ini, kita justru susah di negeri ini. Inilah yang kita lihat daripada kenyataan. Ini karena keberkahan ditarik oleh Allah SWT, daripada negeri yang nampak makmur dan kaya ini, asbab kita tinggalkan daripada usaha agama ini. Jika kita mau kembali menghidupkan usaha agama ini, maka perkara-perkara lain akan diperbaiki oleh Allah Ta’ala. Semua urusan dari ekonomi, pertanian, cuaca, musibah-musibah, akan diperbaiki oleh Allah Ta’ala. Cukup dengan kerja ini maka Allah mampu selesaikan segala masalah kita.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Namun ada dalam suatu riwayat mahfum : Allah akan datangkan kepada suatu kaum atau bangsa yang sudah melampaui batas ini nanti seorang pemimpin yang dzalim, yang tidak sayang pada yang tua, dan tidak mempedulikan yang muda. Jadi untuk melihat kondisi suatu bangsa atau kaum lihat saja pemimpinnya karena pemimpin itu adalah refleksi dari kehidupan kaumnya atau bangsanya. Agar datang pemimpin yang baik dari ummat, maka kita harus buat kerja atau usaha atas ummat agar menjadi lebih baik lagi. Namun bagaimana cara memperbaiki keadaan ummat yang sudah rusak ini ?

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Tanpa Dakwah maka agama lambat laun akan pudar hingga tidak ada lagi orang yang mengamalkannya. Bahkan ketika ada yang mengamalkannya akan nampak aneh, bahkan yang mengamalkannya akan dicap seperti orang gila. Jika tidak ada dakwah maka tidak ada orang yang saling ingat mengingati karena Allah. Padahal di dalam Al Qur’an dibilang bahwa peringatan itu baik buat orang beriman. Tanpa Dakwah, agama ini seperti barang bagus tetapi tidak laku atau tidak ada yang mau membeli. Ini karena tidak ada yang mempromosikannya sehingga tidak ada yang mau membeli. Dakwah ini adalah sarana untuk mempromosikan manfaat-manfaat agama dan menjelaskan kerugian yang terjadi bila kita meninggalkannya. Jadi Dakwah ini adalah tulang punggung agama. Tanpa Dakwah yang Haq maka Dakwah yang Bathil akan masuk. Jika Dakwah yang bathil sudah masuk seperti promosi minuman keras, perjudian, prostitusi, pakaian-pakaian yang vulgar, dan lain-lain, maka keimanan orang akan menurun. Jika Iman sudah menurun maka Amal Ibadah akan berkurang, akhlaq manusia akan menjadi buruk, muamalah dan muasyaroh manusia akan rusak. Ketika itu maka do’a tidak akan didengar dan pertolongan Allah tidak akan datang, yang ada hanya kerusakan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Ketika itu semua masalah akan berdatangan. Namun dengan Dakwah maka keimanan akan datang, agama akan tersebar, amal agama akan meningkat, akhlaq manusia akan bagus, perdagangan dan hubungan antar manusia akan baik, dan pertolongan Allah akan datang kepada ummat ini.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Ketika seseorang mengucapkan syahadat maka ia menyadari bahwa dirinya sudah berjanji di hadapan Allah, bahwa dia akan sungguh-sungguh menjalankan agama ini. Perintah yang paling berat di kota mekah bagi sahabat adalah agar mereka dapat menahan diri mereka dari mengangkat pedang karena ini perintah Nabi SAW. Sama seperti preman yang di hina atau kyainya di hina oleh orang lalu kyai tersebut nyuruh preman itu sabar. Menurut kamu beratan mana bagi itu preman menahan tangannya atau menghujamkan tangannya ke orang itu. Begitulah sahabat yang mereka diperintahkan harus menahan pedangnya.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Bagaimana Ali RA ketika ia hendak menebas leher musuhnya di medan perang lalu musuhnya meludahi. Ketika itu pula Ali RA meninggalkan musuhnya yang akan ditebas. Melihat hal itu sang musuh mengejarnya dan bertanya kenapa Ali RA tidak jadi menebasnya. Lalu Ali RA menjawab, “Aku tidak jadi menebasmu karena aku takut ketika kamu meludahiku timbul rasa marah sehingga aku takut niatku membunuh karena Allah ternodai oleh nafsu amarahku.” Yang namanya kemenangan bukannya menebas leher musuh dengan ujung pedang, tetapi yang namanya kemenangan dalam Islam yaitu ketika melihat manusia masuk Islam berbondong-bondong. Inilah yang namanya kemenangan dalam islam, bukannya membunuh manusia, tetapi melihat manusia masuk kedalam islam.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Allah punya banyak cara untuk menghancurkan musuh-musuh islam. Ketika Futuh Mekah, orang Quraish khawatir mereka akan ditebas oleh Nabi SAW dan sahabat-sahabatnya. Tetapi apa yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW. Saat semua pedang siap bicara untuk membalas keluarga yang dibunuh, kenangan ketika dihina, diusir, dikucilkan dari mekah. Tetapi apa kata Nabi, “Aku membebaskan kalian sebagaimana Yusuf AS membebaskan saudara-saudaranya.” Siapa yang mampu melakukan demikian ? Hanya Dai yang mempunya rasa sayang kepada umat. Inilah yang seharusnya menjadi fikir kita saat ini yaitu bagaimana menghadirkan rasaa sayang terhadap ummat dalam diri kita.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Walaupun begitu pandangan resmi dari ulama atau masyaikh dalam kerja dakwah ini tidak ada. Kecenderungan gerakan ini adalah tidak melibatkan diri dalam perbedaan pendapat atau pandangan, dan hanya memfokuskan diri dalam kerja dakwah saja. Namun inti dari kerja ini dapat memberikan gambaran tentang terrorisme. Seperti yang sudah di jelaskan bahwa kita ini adalah Ummat yang Da’i, yaitu ummat yang memikirkan bagaimana ummat manusia ini dapat selamat dari adzab Allah dunia dan akherat. Inilah fikir yang harus dimiliki oleh seorang da’i, yaitu bagaimana ummat ini bisa selamat di dunia dan di akherat. Namun untuk bisa mempunyai fikir ini kita harus bisa mempunyai rasa sayang kepada ummat, bukan membenci ummat. Di dalam perjalanan hidup Nabi SAW tidak pernah Nabi SAW ini membenci seseorang kecuali daripada kekafirannya atau keyakinannya atau cara hidupnya, inilah yang Nabi SAW benci bukan individunya.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Inilah kasih sayang Nabi SAW kepada orang lain dan risaunya Nabi terhadap keadaan akherat mereka. Jadi inilah yang perlu kita tiru dari fikir, risau, dan kasih sayang Nabi SAW kepada ummatnya. Jadi yang perlu kita fikirkan bagaimana menyelamatkan ummat bukan menghancurkan ummat dan membiarkan mereka terjerumus kedalam nerakanya Allah. Hari ini kita fikirnya adalah menghadapi ummat yang tidak beriman ini sebagai musuh Allah. Sehingga timbul dalam diri kita keinginan untuk memerangi atau membunuh mereka semua. Padahal untuk menjadikan seseorang itu sebagai musuh agama, kita berkewajiban untuk mendakwahi mereka dulu, itupun kalau dia mau. Kalau mereka yang didakwahi tidak mau turut dengan perintah Allah, itupun boleh kita perangi setelah mereka menghalangi agama Allah dan membuat makar atas ummat islam. Dan kalaupun berperang, itupun harus dengan adab-adab perang yang dicontohkan oleh Nabi SAW. Inilah yang dilakukan Nabi SAW semasa hidupnya sebelum menyerang kesuatu daerah :

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Pernah setelah menang dalam suatu pertempuran pasukan islam masuk kedalam suatu kampung, Nabi SAW berpesan agar jangan sampai telapak kaki kuda prajurit islam ini membangunkan orang kampung yang tertidur. Hari ini orang islam berperang berapa banyak adab perang Nabi SAW yang telah kita pakai. Hari ini kita dicap sebagai teroris karena fikirnya adalah membunuh manusia. Sehingga kita ini jauh dari predikat Rahmatan Lil Alamin. Padahal dahulu ketika Nabi SAW berperang ada suatu kisah Nabi SAW menangkap tawanan perang. Lalu Nabi SAW berpesan kepada sahabat untuk memberi dakwah selama 3 hari kepada tahanan perang agar mereka mau masuk islam, kalau tidak mau tawanan perang itu agar dibebaskan. Lalu sahabat bertanya kenapa dibebaskan ? kenapa tidak dibunuh saja ? lalu Nabi SAW menjawab, “Allah tidak butuh manusia ini masuk ke dalam Neraka.” Ini karena apa ? walaupun manusia ini durhaka sedurhaka-durhakanya mahluk itupun tidak akan mengurangi kekuasaan dan kekayaan daripada Allah Ta’ala. Allah juga tidak untung melihat manusia ini masuk kedalam neraka. Tetapi Allah akan senang melihat manusia ini masuk kedalam surganya Allah ta’ala. Kita ini sebagai orang islam tidak seharusnya dicap sebagai bangsa atau agama yang terroris padahal :

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Namun asbab ada fikir dan risaunya seorang ulama di India yaitu Syekh Maulana Ilyas Rah.A, beliau terilhami untuk membuat usaha dakwah Nabi SAW lagi. Selama 10 tahun beliau Rah.A buat kerja dakwah sehingga terbentuk rombongan pertama Khuruj Fissabillillah dari orang-orang mewat yang sangat terkenal Jahilliyahnya dan Kebodohannya ketika itu. Lalu dilanjutkan oleh anaknya seorang ulama yang mustahak dikalangan para ulama di India yaitu Syekh Maulana Muhammad Yusuf Al Khandalawi sebagai pemimpin gerakan Tabligh. Setelah Syekh Maulana Yusuf Rah. A wafat maka kepemimpinan dilanjutkan atas dasar keputusan musyawarah para ulama. Musayawarah para ulama inilah yang memutuskan bahwa tampuk kepemimpinan berikutnya dipegang oleh Hadratji Syekh Maulana Innamul Hasan Rah.A. Kerja dakwah ini menyebar keseluruh dunia asbab fikir mereka para orang tua dari India, Pakistan, dan Bangladesh. Setelah hadratji wafat maka kepemimpinan kali ini dilanjutkan oleh syuro dunia yang terdiri dari Maulana Muhammad Saad, Maulana Zubair, Syekh Abdul Wahab, dan Mufti Zainal Abidin.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Jadi karena para Masyeik dan para orang tua kita yang telah merintis kerja ini berasal dari ke tiga negara tersebut, sehingga dijadikanlah berdasarkan keputusan musyawarah para ulama dari gerakan ini untuk menjadikan ke tiga negara tersebut sebagai tempat untuk belajar dan pemantapan pemahaman kerja dakwah. Inilah yang dirintis saat ini bagaimana ummat diseluruh dunia mau kembali dalam kerja dakwah. Bukannya untuk memonopoli kerja ini dari ke 3 negara tersebut, karena suatu saat kerja dakwah inipun akan pulang kampung yaitu ke Mekkah Al Mukkarromah dan Madinah Al Munawaroh. Hanya saja sebelum kembali kesana. Namun untuk saat ini 3 negara tersebut merupakan tempat mengkoordinir kerja dakwah di seluruh pelosok dunia saat ini.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Usaha ini adalah usaha atas napak tilas pergerakan dan pengorbanan para sahabat. Seseorang pernah bertanya kepada seorang Masyaikh dari pakistan, “Apa batasan akhir dari perjalanan seseorang ini dalam membuat Amal Maqomi dan Amal Intiqoli ini ?” jadi maksudnya apa batasan akhir dari amalan dakwah ini sehingga orang tersebut sudah dapat dikatakan sampai pada maksud dan tujuannya. Masyeikh katakan “Yaitu ketika pengorbanan ummat ini sudah sampai pada level seperti pengorbanan para sahabat.” Sangking tingginya pengorbanan para sahabat ini sehingga mereka bisa menarik langsung apa saja yang ada dari khazanah Allah kapanpun mereka perlukan. Iman mereka ini, para sahabat RA, sudah sampai pada taraf walaupun diperlihatkan pada mereka surga dan neraka, maka Iman mereka sudah tidak dapat naik lagi ataupun berkurang. Namun selama kita ketika ditaskil masih ada rasa berat, masih merasa memerlukan ini dan itu, dan masih terkesan hati kita pada selain Allah, berarti kerja atas nishab waktu 40 hari, 4 bulan, ini adalah yang terbaik bagi kita untuk dilakukan dalam rangka islah dan dalam rangka perjalanan mendekati kepada kehidupan sahabat RA. Jika dia sudah bisa ditaskil kapan saja diperlukan untuk agama, sehingga dalam hidupnya tidak ada lagi yang lebih penting dari perintah Allah dan rasulnya, maka ketika itu nishab waktu sudah tidak berlaku lagi buat dia, yang ada hanya pengambilan takaza kapanpun dia diperlukan dia siap. Sahabat ini kapan saja ada takaza atau permintaan untuk fissabillillah mereka selalu siap sehingga tidak ada nishab waktu diantara sahabat, yang ada kapan dibutuhkan mereka selalu siap dan tidak ada keraguan sedikitpun untuk meninggalkan yang mereka punya. Sahabat sudah meletakkan hidupnya untuk mencapai maksud, sehingga siap mengorbankan segala-galanya kapan saja diminta untuk fissabillillah. Inilah sahabat, sedangkan kita belum bisa seperti itu. Mereka, para sahabat RA, sudah tidak terkesan lagi pada apa yang mereka miliki, tetapi hanya pada apa yang Allah janjikan.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Seseorang ulama bertanya kepada Masyeik Pakistan, “Mengapa anda mau ikut dalam usaha ini yang tidak ada haditsnya mengenai tentang nishab 40 hari, 4 bulan, di jalan Allah tersebut ?” Lalu Masyeikh katakan, “Andaikata ada suatu usaha lain yang lebih baik daripada usaha ini dalam memperbaiki kehidupan ummat maka saya akan bantu dan ikut dalam perjuangan usaha tersebut !” Tetapi masalahnya saat ini yang ada dan banyak membawa ummat kepada perbaikan hanyalah usaha ini dan telah nampak hasilnya. Dan usaha atas amar ma’ruf atau kerja dakwah ini adalah usaha yang paling diperlukan ummat saat ini.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Nabi SAW ditarbiyah oleh Allah agar gantungannya benar dengan cara memisahkan beliau dengan orang-orang yang disekitarnya dan yang dicintainya. Beliau SAW sebelum berdakwah diberi gelar oleh orang-orang “Al Amin”, “Yang Terpercaya”. Dan dicintai oleh banyak orang. Namun setelah datang perintah untuk berdakwah, orang yang sama yang memberi beliau gelar Al Amin memberi gelar yang baru menjadi “Al Majnun”, “Orang Gila”. Dan orang-orang yang mencintainya menjadi orang-orang yang paling benci dengannya bahkan dari kalangan keluarganya sendiri. Dari kecil Beliau SAW di tarbiyah agar selalu mempunyai gantungan yang benar agar tidak tawajjuh kepada selain Allah. Belum lahir, ayahnya tempat seorang anak bergantung sudah wafat. Lalu baru sesaat bertemu ibunya ditengah perjalanan pulang ibunya wafat. Pamannya yang selalu melindunginya ketika saat-saat dibutuhkan dalam dakwah beliau juga Allah wafatkan. Istri beliau, Khadijah R.ha, yang selalu mendukungnya dalam kerja dakwah dan yang selalu menghiburnya dikala susah juga Allah wafatkan pada kurun masa awal kenabian. Beliau telah kehilangan segalanya dan kehilangan tempat bergantung selain kepada Allah. Bagaimana Allah mentarbiyah sahabat agar mempunyai tarbiyah yang sama seperti Nabi SAW sehingga gantungannya hanya kepada Allah, Sahabat RA diperintahkan untuk hijrah bersama Nabi SAW meninggalkan segalanya dari anak, istri, harta, jabatan, kampung halaman, dan lain-lain.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Lalu bagaimana teguhnya Nabi SAW mempertahankan kerja dakwah ini yaitu ketika beliau ditawarkan harta, jabatan, dan wanita oleh para petinggi quraish, apa jawab Nabi SAW, “Walaupun engkau mampu meletakkan bulan ditangan kananku dan matahari ditangan kiriku, Aku tidak akan tinggalkan kerja dakwah ini walaupun hanya sekejap saja. Pilihannya hanya dua yaitu mati dalam mendakwahkan agama Allah, atau hidup melihat agama tersebar.” Inilah keteguhan Nabi SAW memegang usaha dakwah. Inilah maksud dari usaha ini bagaimana fikir nabi menjadi fikir kita, risau nabi menjadi risau kita, kesedihan nabi menjadi kesedihan kita, kecintaan nabi menjadi kecintaan kita, mijaz nabi menjadi mijaz kita. Ini diperlukan pengorbanan dan training khusus yang dilakukan secara terus menerus sampai pada akhirnya wujud dalam diri kita. Inilah mengapa kita penting keluar di jalan Allah dan membuat amal maqomi di mesjid kita.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Dengan Usaha Nubuwah ( Kerja Dakwah ) ini bagaimana kita dapat mewujudkan kehidupan Nabi SAW didalam kehidupan kita. Bagaimana caranya ? yaitu dengan menjadikan maksud hidup nabi menjadi Maksud hidup kita, Kerja Nabi menjadi kerja kita, Fikir Nabi menjadi Fikir kita, Amal Nabi menjadi Amal kita, Perasaan Nabi menjadi Perasaan kita, Pola hidup nabi menjadi Pola hidup kita dan Do’a Nabi menjadi Do’a kita. Dengan cara inilah baru kehidupan Nubuwah akan wujud dalam kehidupan kita sebagaimana hidup di dalam kehidupan sahabat RA. Inilah targetnya yaitu menghidupkan kembali kehidupan nubuwah yang diamalkan oleh para sahabat RA kedalam kehidupan kita sehari-hari. Apa itu kehidupan Nubuwah yaitu kehidupan Nabi SAW selama 24 jam.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Namun ada kejadian lagi bahwa ada seseorang yang catatan amal buruknya sejauh mata memandang dan sudah hampir di vonis oleh Allah untuk masuk neraka. Namun Allah juga memperlihat kepada suatu catatan buku amal kebaikan yang banyaknya sejauh mata memandang. Maka orang ini kebingungan karena dia mendapat amal-amal seperti haji yang banyak, bacaan qur’an, sholat tahajud, dan sedekah yang banyak sekali, padahal dia merasa tidak pernah melakukan amal-amal tersebut. Namun Allah menjelaskan bahwa amal-amal tersebut datang dari orang yang pernah dia dakwahkan atau yang pernah dia ajak untuk taat kepada Allah. Lalu orang-orang tersebut mengajak yang lainnya untuk malakukan amal-amal yang disukai Allah. Maka seluruh amal tersebut Allah berikan kepada orang yang mengajaknya pertama kali tanpa mengurangi pahala atau amal orang yang mengerjakannya.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Pada umumnya kebanyakan orang-orang yang pulang dari keluar di jalan Allah selama 3 hari atau 40 hari atau 4 bulan, maka kecenderungan mereka adalah akan timbul semangat yang sangat tinggi dalam mengamalkan sunnah-sunnah Nabi SAW. Sehingga sangat sulit bagi mereka meninggalkan sunnah Nabi SAW demi perkara-perkara yang tidak ada panduannya dalam agama. Contoh seperti pola makan sunnah, mengundurkan waktu sholat ketika meeting, berpakaian ke kantor dengan cara sunnah. Ini semua hanya dibutuhkan kebijakan dan pengalaman dalam bertindak. Maksud dari pada dakwah ini adalah mengambil hati orang agar terkesan pada agama Allah. Sedangkan sunnah-sunnah Nabi SAW ini adalah keperluan untuk mencapai maksud. Jadi kita harus bisa meninggalkan keperluan untuk mencapai maksud. Namun dengan catatan selama itu bukan perkara yang diharamkan atau meninggalkan perintah yang wajib di amalkan. Selain dari itu kita harus bijak melihat keadaan dan menempatkan posisi kita sesuai dengan keadaan agar objek dakwah atau orang tersebut tidak lari dari kita karena ketakutan yang tidak perlu. Namun memang dalam strategi dakwah ke daerah-daerah yang tidak menerima penampilan jemaah, maka dianjurkan agar jemaah bisa mensiasati keadaan tersebut dengan merubah penampilan agar lebih membaur kedalam masyarakat. Para orang tua kita dalam kerja dakwah ini tidak pernah menganjurkan penampilan tertentu dalam menjalani dakwah, semuanya dipulangkan kepada kebutuhan masing-masing.

seperti di kutip dari https://salafytobat.wordpress.com

Kehadiran jemaah ini dalam lingkungan masing-masing adalah untuk mensuasanai lingkungan mesjid. Jika suasana agama hidup di lingkungan mesjid itu maka akan mengundang ketertarikan orang-orang untuk mengikutinya. Bagaimana cara mensuasanainya yaitu dengan menghidupkan amalan mesjid nabawi. Jadi kepentingan daripada jemaah ini adalah hanya untuk mensuasanai suatu lingkungan. Jika lingkungan itu daerah maksiat, mudah-mudahan lingkungan tersebut akan tersuasanai dengan kedatangan jemaah. Dengan menghidupkan suasana amal mudah-mudah suasana maksiat dapat terhenti.


Baca juga :

Leo tahu betul, bahwa semua keputusan dan hal yang diputuskan adalah karya dari seorang pemimpin. “Pemimpin dengan kepemimpinannya memegang peran yang strategis dan menentukan dalam menjalankan roda organisasi, menentukan kinerja suatu lembaga dan bahkan menentukan mati hidup atau pasang surutnya kehidupan suatu bangsa dan negara.” Bagi Leo, itu merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dibuang atau diabaikan, dalam kehidupan suatu organisasi atau suatu bangsa dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. “Baik atau buruknya kondisi suatu organisasi, bangsa dan negara, ditentukan oleh kualitas pemimpin dan kepemimpinan yang dijalankannya.”

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Leo berkali-kali menekankan, sosok kepemimpinan yang melayani.  Pemimpin itu harus melayani. Bagi Leo, kepemimpinan hanyalah hakikat dari suatu teori, seni ( art ) dan ilmu ( s ains) untuk mempengaruhi orang lain, atau orang-orang yang dipimpin sehingga dari orang-orang yang dipimpin muncul kemauan, respek, kepatuhan dan kepercayaan terhadap pemimpin untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.  “Kepemimpinan merupakan kecakapan, kemahiran dan keterampilan tertentu untuk mempengaruhi orang-orang yang dipimpin,” ujarnya. Sedangkan ilmu kepemimpinan mengandung sejumlah ajaran atau teori kepemimpinan yang telah dibuktikan dengan pengalaman, yang dapat dipelajari atau diajarkan.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Kepemimpinan yang melayani memiliki kelebihan karena hubungan antara pemimpin ( leader ) dengan pengikut ( followers ) berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual. Pemimpin-pelayan mempunyai tanggung jawab untuk melayani kepentingan pengikut agar mereka menjadi lebih sejahtera, sebaliknya para pengikut memiliki komitmen penuh dalam bekerja untuk mencapai tujuan organisasi dan keberhasilan pemimpin. Secara umum, tipikal kepemimpinan yang melayani dapat diterapkan pada semua bidang profesi, organisasi, lembaga, perusahaan (bisnis) dan pemerintahan karena kepelayanan bersifat universal.  Dalam praktiknya, model kepemimpinan yang melayani tentu tidak mudah dilakukan, tapi bukan berarti mustahil diwujudkan.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Menjadi pemimpin berarti menerima mandat kepercayaan dari Tuhan Yang Mahakuasa melalui organisasi atau pemerintah untuk memimpin rakyat. Pemimpin adalah orang-orang pilihan di antara orang-orang lainnya dan pilihan itu didasarkan pada beberapa kelebihan tertentu yang menyebabkan ia dipercaya untuk menjadi pemimpin.  Maka kepercayaan yang diterimanya harus dijaga dan dipelihara dengan membuktikan melalui tindakan-tindakan nyata melayani rakyat dan menghindari hal-hal yang membuat orang kehilangan kepercayaan kepadanya. Bila seorang pemimpin mengkhianati dan kehilangan kepercayaan dari organisasi dan rakyat yang dipimpinnya maka sebenarnya ia sudah kehilangan roh kepemimpinannya, walaupun jabatan formal sebagai pemimpin masih melekat padanya.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Sebagai perumpamaan, sekelompok masyarakat memiliki keterampilan memproduksi aneka kerajinan tangan tetapi mengalami keterbatasan modal kerja dan pemasaran produk-produk lokal yang dihasilkan. Pemimpin-pelayan dapat mengambil keputusan untuk mewajibkan masyarakat menggunakan produk lokal untuk membantu industri kecil atau rumah tangga di desa-desa. Keputusan yang berpihak pada rakyat kecil akan didukung oleh masyarakat luas, apalagi bila dipelopori oleh para pemimpin atau pejabat yang berpihak terhadap produk lokal.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Bertambahnya usia seorang pemimpin mengakibatkan kemampuan fisik dan daya pikirnya berkurang dan proses regenerasi tidak dapat dihindari. Dalam kenyataannya, sifat legowo makin sulit ditemukan pada diri para pemimpin kita.  Mereka cenderung berkeinginan selama mungkin berkuasa, sementara kader-kader potensial tersingkir karena faktor usia atau faktor-faktor lain. Pemimpin-pelayan mendidik dan melatih pengganti karena ia tidak berorientasi pada kekuasaan semata, tetapi pada pelayanan. Baginya purnatugas identik dengan alih tugas karena masih banyak tugas-tugas pelayanan lain yang bisa dilakukannya di tengah masyarakat.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Bagi Leo, manusia bisa bertumbuh jika ada model, sosok yang ditiru. Bagi Leo yang ditirunya, dulu, waktu masih kecil adalah ayahnya. Bahagia dalam didikan ayahnya yang seorang guru jemaat. Walau masa kecil Leo penuh onak dan duri, saking banyak diri yang dideranya, secara ekonomi sangat pas-pasan. Tetapi sosok ayah yang tidak penah menyerah pada keadaan menjadi patron bagi Leo. “Saya waktu kecil membantu orangtua mengembalakan kerbau, menjaga bebek, memberi makan ayam. Itu semua sudah biasa kita lakoni,” ujarnya mengenang.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Maka, benarlah kata Leo teladan itu penting. Di mana yang satu tidak akan bisa berdiri tegak tanpa ada pihak lain yang menjadi acuan, dalam hal ini ayah dari Leo menjadi patronnya.”Keteladanan memberikan pemahaman baru, datang dari pikiran yang otentik, hati yang jernih, sifat penolong, dan perilaku yang genuine . Kalau masih hidup egois, angkat telor, pilih kasih, kasar, membeda-bedakan orang bahkan masih menyemai intolerasi; banyak hal yang jahat muncul, kejahatan akan menyeruak,”katanya lagi.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

“Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang mengetahui suatu jalan, kemudian melangkah ke jalan tersebut dan menunjukkan jalan itu pada orang lain.” Semangat itu yang dilakukan Leo. Jika ada orang muda duduk mendengarkannya, dia akan memberikan berbagai prinsip dan hal-hal uang berkaitan dengan masalah kehidupan. Berulang-ulang diselalu katakan. Untuk mencari teman pertama jadilah sahabat yang baik. Lalu, untuk menjadi sahabat yang baik jadilah orang yang memberikan perhatina, kepedulian. Lalu, agar kepemiminan tumbuh, katanya selalulah bertanggung-jawab. Itu bagi dia perinsip.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Bagi dia apa yang dilakukan seorang pemimpin tentu pengaruhnya akan berdampak pada tindakan yang dia buat. Setiap tindakan dari seorang yang disebut pemimpin pasti punya pengaruh terhadap orang lain. Manusia merupakan individu yang tidak bisa hidup sendiri di atas bumi ini. Ia, selalu memerlukan orang lain dalam mengisi kehidupannya. Lagi-lagi menjadi teladan yang baik sangatlah dirindu. Patron diawali  dengan lebih dulu mengubahkan dirinya sendiri, baru mengubah orang lain. Model itu, patron kepemimpinan ditunjukkan Yesus, memberikan teladan melayani. Model patron, pengaruhkelakuan-kepemimpinan yang akan mengubahkan banyak orang. Lalu, apakah kita mau menjadi patron?

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Bagi Leo Nababan, menyadari dalam konsep kepemimpinan Batak seorang yang adil dan bijaksana,  dan dalam memimpin dia tidak boleh menggunakan kekerasan. Karena itu seorang Raja  juga akan selalu berusaha mengelak untuk memaksakan kehendaknya dengan mengatakan: sebagai Raja (atau sebagai Uluan) saya memutuskan atau memerintahkan begini dan begitu, tetapi dia harus bisa mempergunakan kemampuan dan kekuasaan yang ada di tangannya dengan keteladanan dan daya persuasi yang tinggi sehingga dia dipatuhi. Leo sadar benar artti pentingnya kearifan budaya yang juga sedari dulu telaha da konsep kepemimpinan dalam busaya Batak.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Melalui ucapannya, Andi Mallarangeng dinilai telah membunuh prinsip demokrasi dan semangat persatuan kesatuan bangsa serta berisiko mengundang konflik anggota. Leo Nababan sebagai Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, dengan elengan mengatakan kita harus berpolitik santun. Menurutnya tidak boleh melakukan berbagai cara untuk sebuah jabatan, apalagi jabatan untuk kepemimpinan nasional. Menurut Leo, kepemimpinan nasional milik semua warga dari suku mana pun. Karena itu, pernyataan Andi dinilai mencederai konstitusi yang menjunjung tinggi semangat NKRI dan penghargaan terhadap suku, agama, dan golongan.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Apa yang harus dibongkar? Tentu bagi Leo, tohonan ephorus itu memang tahta suci. Tetapi fungsi dan strategis dari jabatan ephorus harus diawasi. Salah satunya adalah lembaga pengawas perlu ada. Sampai sekarang ini tidak ada lembaga yang mengawasi tugas-tugas dari pimpinan HKBP. “Sebenarnya dulu sudah pernah hal ini dilontarkan pada Sinode Godang sebelumnya, tetapi ini tidak pernah direalisasikan. Apa pentingnya dewan pegawas? Tidak boleh lagi ada kesewengan-wenangan, karena ada lembaga yang mengawasi. Jadi tidak semua-muanya dilakukan ephorus.”

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Leo mengusulkan ini baik ke depan, ini baik ke depan diterapkan di HKBP. Kalau kita contoh, NU memiliki dewan Mustasyar (Penasihat), Syuriyah (Pimpinan tertinggi), Tanfidziyah (Pelaksana Harian). Tetapi tidak persis begitu. “Saya mimpi ke dalam HKBP ini agar Sinode Godang harus melibatkan seluruh jemaat dari seluruh latar profesi, jender dan pendidikan. Baik muda dan tua. Saya kira, kata Leo, memang benar HKBP hanya organisasi keagamaan, tetapi juga sekaligus lembaga yang memikirkan pendidikan dan sosial. Maka ada Kononia, Marturia, Diakonia.”

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Jangan tanya kerinduannya pada HKBP. Baginya, HKBP adalah seperti seorang orangtua yang membimbing anaknya dewasa dan mandiri. Berulang-ulang dia selalu mengatakan “Saya amat mencintai HKBP. Terus terang saya dibesarkan oleh HKBP. Bapak saya adalah dulu seorang guru huria dari HKBP. Saya tidak mungkin lepas dari HKBP. Saya dibesarkan oleh beras HKBP.  Bagi saya, HKBP bukan hanya miliki para hamba Tuhan, pendeta, parhalado, tetapi seluruh stakeholder dari jemaat HKBP. Mereka tentu harus dilibatkan.”

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Leo Nababan sedih kalau fungsi Keephorusan HKBP dibuat seperti jabatan Ketua Umum partai atau ormas.  Menurut Leo, itu tidak dapat dibenarkan karena ephorus adalah pelayanan dan panggilan sehingga tidak pantas seorang calon ephorus mengandalkan tim sukses.  Para sinodestan diharapkan jangan terpengaruh terhadap para tim sukses karena yang dipilih adalah seorang pemimpin gereja, bukan Ketua partai.  “Bagi saya HKBP adalah Batak, karena kalau HKBP sudah rusak orang Batak juga akan rusak. Jangan sampai Nommensen kedua datang ke Tanah Batak. Unang dipolitiki parhurian , sotung sega negara on . Kalau mau berpolitik masuk saja ke partai politik. Jangan berpolitik di gereja,” katanya.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Maka, bagi Leo, tatkala ada tim sukses yang memperjuangkan calon yang satu untuk ephorus, itu, bagi Leo sudah politisasi, “itu eforia politik,” katanya. Saya dengan tegas katakan, kalau ada orang yang membentuk tim sukses untuk mencalonkan ephorus saya katakan hati-hati. Terkutuklah orang yang mengadalkan manusia. Terkutuklah orang yang mengandalkan tim sukses. Kalau dalam ranah politik misalnya, saya terlibat itu betul. Tetapi kalau di gereja juga berpolitik untuk mencari jabatan itu amat naif. Sekali lagi itu jabatan yang sakral, yang tidak sembarang untuk dipilih, kata Leo.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

“Saya dengan tegas katakan, jangan coba-coba bermain politik dalam pemilihan ephorus. Sekali kita mengunakan politik di gereja, rusaklah kita. Saya kira para calon terlebih dahulu berdoa pada Tuhan. Lalu mengaca diri, apakah mereka sanggup dan mampu mengemban tanggung-jawab itu. Karena dengan demikian mereka akan memberi. Karena itu saya mengimbau seluruh peserta Sinode Godang yang memilih pemimpin HKBP kelak, jangan pilih orang yang sudah membuat tim sukses. Pilihlah orang yang tidak memiliki tim sukses.  Tetapi yang mengandalkan Tuhan dan rekam jejaknya terpuji,” ujar Leo menghimbau.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Di ranah politik, apalagi di partai Golkar nama Ir. Leo Nababan bukan nama asing. Sejak masih di kampung, kemampuan oragnisatorisnya sudah terbentuk. Di kalangan Golkar, apalagi di Sumatera Utara, Leo selalu menunjukkan semangat berpolitik santun. Selalu menerapkan semangat semangat bekerjasama. Sebagai Koordinator Provinsi (Korprov) Sumut DPP P Golkar Ir Leo Nababan, misalnya,  memimpin konsolidasi DPD P Golkar Kota Sibolga dan DPD P Golkar Kab Tapteng, Rabu (10/11) di Aula Hotel Prima Indah Sibolga dan merekomendasikan Drs H Syarfi Hutauruk menjadi Ketua DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) Partai Golkar Kota Sibolga.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

“Ketua DPD Golkar Kota Sibolga diberi waktu satu bulan untuk menyusun komposisi dan personalia kepengurusan Partai Golkar Kota Sibolga termasuk mendukung dan mengawal pemerintahan daerah di Sibolga dalam rangka mensukseskan pembangunan untuk mensejahterakan rakyat,” katanya ketika ditanya soal Rapat Konsolidasi didampingi Ketua DPO Partai Golkar Kota Sibolga Syarfi Hutauruk, pengurus DPP Golkar Imannuel Belegur dan Yusuf. Leo, juga menginstruksikan seluruh kader di daerah setempat untuk mendukung pelaksanaan rekonsiliasi dalam rangka mensukseskan perolehan suara partai di Pemilu.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

“Kalau saya hitung-hitung, penghargaan yang saya terima itu bukan karena kekuatanku, tetapi semata-mata karena Tuhan, kata Leo. Kalau mengitung perhargaan, sejak tahun 1994, Leo telah menerima penghargaan terbaik 1 (Pertama) Penataran Kewaspadaan Nasional (TARPADNAS) Pemuda Tingkat Nasional. Lalu, Tahun 1995: Terbaik 10 (Sepuluh) Penataran P4 Pemuda Tingkat Nasional. Dan Tahun 1997: Terbaik 1 (Pertama) Internasional Standard Learning System (Effectiv Communication and Interpersonal Relation Skill). Belum lagi, Tahun 2006 dia mengikuti: KRA– XXXIX Lemhannas RI, pendidikan yang tidak sembarangan diberikan pada putra-putra terbaik bangsa. Pendidikan untuk calon pemimpin, katanya.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Maka, bagi Leo, karena manusia seringkali munafik. “Kita seringkali tidak mampu, tetapi kita meras mampu. Sebab hanya kita sendiri dan Tuhanlah yang paling tahu motivasi sesungguhnya pada perbuatan dan perkataan kita. Seorang anak kecil, kata Leo yang bertumbuh jadi remaja, bisa lihai berbohong dan mengejek teman-temannya. Sehingga dia dikeluarkan dari sekolahnya karena perkataan dan perbuatannya yang licik banyak merugikan teman–temannya. Bagi saya dengan kasus di atas, anak itu jelas menggunakan kehendak bebasnya untuk memilih kebiasaan buruknya ketimbang berubah. Ya, suatu kesengajaan yang dikehendaki. Kita pun bisa terjebak dengan situasi di atas. Dimana hati kita menjadi batu, mengeras, membeku. Kita memilih untuk tidak berubah, itulah suatu kesengajaan kemunafikan,” ujar Leo.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Leo Nababan memiliki pengalaman empiris soal kemunafikan ini yang kita alami saat ini.  Ambil contoh soal judi.  Hampir setiap minggu, ratusan milyar uang dari dalam negeri mengalir ke meja judi di seluruh dunia.  Kebetulan, Leo sering mendampingi kawan berjudi di kasino hampir di seluruh dunia, karena, perut Leo dianggap kawannya sebagai dewa keberuntungan yang membawa hoki.  Ada 12 kasino di seluruh dunia pernah didatanginya.  Yang disayangkan adalah, tidak ada tempat judi di dunia yang didatangi yang tidak ada orang Indonesianya.  “Sampai kapan kemunafikan ini akan bertahan?” tanya Leo.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Dapat dibayangkan jika ratusan bahkan ribuan orang Indonesia yang berjudi tiap bulan ke luar negeri.  Kalaulah kita tidak munafik, judi bisa dilokalisasir di satu pulau, misalnya di pulau Samosir atau pulau Bali, di Papua atau di pulau Lembe, Sulawesi Utara, maka orang-orang Indonesia akan berjudi di Indonesia dan tentu tidak membawa devisa untuk luar negeri.  Leo kaget, sewaktu bersama kawannya menang di Las Vegas, sang kawan harus membayar 25% untuk negara Amerika Serikat.  “Saya tidak bisa bayangkan, berapa uang masuk pajak negara bila uang itu tidak dijudikan di luar negeri,” tutur Leo.  Sekali lagi, pertanyaan besar Leo Nababan, sampai kapan, sampai generasi ke berapa kasus kemunafikan judi ini akan bergulir?

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Pengalaman lain soal kemunafikan bangsa ini tercermin dalam kasus Lady Gaga.  Hampir satu bulan penuh, energi bangsa ini sia-sia membicarakan tentang Lady Gaga.  Kalau kita jujur, anak-anak kita pun di rumah hanya tinggal pencet ladygaga.com di internet, mereka sudah mendapat informasi tentang Lady Gaga. Yang kita lihat adalah, hiruk pikuk Lady Gaga yang menguras tenaga bangsa.  Berbeda dengan negara lain, Thailand dan Filipina juga ada anti Lady Gaga, tapi tugas kepolisian menjaga kamtibmas sehingga di kedua negara tersebut berlangsung konser Lady Gaga.  Tapi kita gagal sehingga ada ribuan remaja Indonesia harus menyeberang ke Singapura hanya untuk menonton Lady Gaga.  Dalam hal ini, negara tidak boleh dikalahkan oleh ormas atau tekanan siapapun.  Sudah tentu ini menyedot devisa Negara. Pertanyaan kembali, sampai generasi kapan bangsa tercinta ditipu oleh kemunafikan ini?

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Tulus seperti merpati, cerdik seperti ular adalah menurut Leo adalah kata-kata hikmat yang perlu dipakai dalam menjalankan hidup. Mungkin itulah sikap yang perlu kita kembangkan. Bagi saya pribadi, kata Leo, menjadi diri saya sendiri adalah saat yang paling menyenangkan dan membahagiakan. Tidak perlu menggunakan topeng kehidupan. Karena itu, bagi Leo kata kunci, sebagaimana penglihatannya dari sisi budaya, menjadi bahagia dengan menanggalkan topeng kemunafikan. Berganti dengan apa adanya disertai hikmat dan kemurnian hati.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Leo memandang, seiring dengan pesatnya kemajuan zaman, budaya global kecenderungan mengarahkan eksistensi manusia untuk pemenuhan dan pemuasan aspek materialistis saja. Orang Batak juga sepertinya terikut-ikut dalam arus ini yang ditandai dengan penguatan falsafah ‘3 H’ yakni Hamoraon (kekayaan), Hagabeon (keturunan/generasi) dan Hasangapon (kehormatan).  Bahwa eksistensi manusia dapat dikatakan sempurna apabila memiliki ketiga unsur H ini. Prinsip 3 H inilah yang kerap menjadi motivasi utama orang Batak dalam perjalanan hidupnya. Target pencapaian/pemenuhan 3 H kerap telah menyebabkan orang Batak ‘menghalalkan’ segala cara. Persaingan yang muncul dalam upaya pencapaian 3 H ini juga kerap memunculkan sikap HOTEL (Hosom, Teal, Elat, Late: iri, dengki, sirik, benci) antar sesama orang Batak.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Oleh sebab itulah falsafat ‘3 H’ inilah yang tanpa kita sadari menjadi tantangan dan godaan bagi orang Batak dalam peneguhan Iman Kekristenannya saat ini. Dalam konteks ini, Leo bermaksu menyatakan bahwa prinsip ‘3 H’ itu tidak penting. Sebagai manusia biasa, penulis menyatakan bahwa falsafah ‘3 H’ itu tetap penting namun bukan yang terpenting dalam motivasi hidup. Sudah saatnya kita merubah falsafah ‘3 H’ menjadi falsafah ‘5 H’ dengan mereposisi prinsip ‘3 H’ tersebut diurutan terbelakang dengan demikian urutan falsafahnya menjadi: 1) Haporseaon (Iman Kepercayaan), 2) Hadameon (Kasih), 3) Hamoraon (Kekayaan), 4) Hagabeon (Keturunan/generasi) dan 5) Hasangapon (kehormatan). Falsafah nomor 1 dan 2 terletak dalam dimensi vertikal dan falsafah 3, 4 dan 5 terletak dalam dimensi horizontal, suatu penggambaran dan pemaknaan Salib Kristus.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Bagi Leo Nababan pengalaman sejak kecil telah membentuknya sebagai pribadi orang yang mengharagai perbedaan. Kita boleh berbeda, tetapi tidak boleh bermusuhan. Perbedaan adalah keluhuran bersikap menerima pendapat, iman orang lain. Perbedaan bagi Leo adalah rahmat yang harus dijaga, apalagi dibingkai dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya walau berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Di masa kecil Leo sudah biasa berdampingan dengan orang lain yang berbeda suku, agama dengan dia. “Kalau kita menerima perbedaan, maka kita kuat,” ujarnya.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Keberagaman juga bermakna spirit, menyelam di kedalaman pengalaman kehadiran orang lain. Setiap ruang-ruang yang ada harus menjadi ruang bagi keberagaman. Oleh sebabnya, simbol-simbol keberagaman antar suku, kepercayaan, agama, budaya, perlu disirami dengan kebangsaan. Memaknainya dengan pemahaman bahwa berbeda itu adalah sebuah keniscayaan. Kalau maju jujur, masih banyaknya konflik yang mendera kita. Itu terjadi karena yang ada intoleransi. Hilangnya semangat kebangsaan. Tentu keruwetanlah yang hadir. Selama ini segelintir kelompok yang anti kebangsaan, anti toleransi, anti keberangaman, mereka itulah yang lantam bersuara.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Pesan moral kebangsaan, bahwa keberbagaian sesuatu yang harus ditanam dan dirawat di dalam sanubari kita. Bahwa kita berbeda itu fakta. Tetapi tak usaha dipertentangkan lagi, jangan didebatkan lagi. Jangan tercerabut lagi akar keberagaman kita. Justru harus promosikan, keberagaman itulah ciri Indonesia. Dengan kekuatan keberbagaian itulah Indonesia tetap berdiri tegak. Sebab, kita semua lahir dari rahim Ibu Pertiwi yang sama, saudara sebangsa.  Kata kunci (key word) adalah membumikan empat pilar bangsa yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan kebhinekaan disetiap sanubari anak bangsa.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Namun, dibalik hal tersebut dalam budaya Batak ternyata banyak menyimpan ajaran luhur. Terbaca di torsa-torsa, turi-turian, atau umpasa, berkelindan melahirkan kearifan budaya kemudian menjadi Etos Habatahon. Dalam komunikasi mengajarkan, ” sungkun mulani hata sisi mulani uhum ” yang berarti bertanya akan membuka dialog, sementara yang tidak mau bertanya memutus komunikasi. Kearifan bermasyarakat terlihat, ”pantun hagoluan tois hamatean” jika diartikan secara bebas adalah arogan akan membawa kematian, tetapi sopan santun sumber kehidupan.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Demikian pula dalam bidang pertanian ”boni dang jadi dudaon” bibit padi tidak boleh digiling untuk dimakan. Sebab jika digiling tidak bisa lagi menanam padi. Dalam beternak, ”parinaan ni manuk dang jadi seaton ” induk ayam tidak boleh dipotong. Sementara dalam hukum, ”handang dang jadi rasrason, napinarik dang jadi tolbakon”, parit sebagai pelindung kampung tidak bisa dirusak. Apa yang sudah ditetapkan bersama tidak boleh dilanggar. Sementara pesan untuk para agamawan, ”aek na litok tingkoran tu julu,” air yang kotor di muara dibersihkan di hulu.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Pastor A.B Sinaga dalam bukunya Galasibot Permata Budaya Batak filosofi ini dipersingkat menjadi dua kalimat “Porhatian si bola timbang/Par-ninggala sibola tali” lalu disingkat galasibot. Galasibot mempertegas kearifan budaya Batak yang mengajarkan setiap orang harus bersikap adil. Hatinya harus lurus, layaknya seperti mata bajak membelah tali. Harus bisa terjamin padi tidak dimakan burung sekalipun tidak dijaga, ternak aman di ladang sekalipun tanpa ada menjaga. Hidup berjalan aman dan tertib bukan karena kuasa kuasa melainkan semata-mata karena filosofi budaya yang menjadi etos dalam menata diri.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Di lima sub-etnis Batak; Karo, Pakpak, Simalungun, Mandailing-Angkola, Toba. Dalihan na Tolu memiliki persamaan. Simalungun menyebutnya Tolu Sahundulan. Sementara di Karo disebut Daliken Sitelu atau Rakut Sitelu. Istilah Daliken Sitelu berarti tungku yang tiga. Daliken berarti batu tungku, sementara Si samadengan Telu tiga. Menunjuk pada esensi kehidupan sehari-hari. Yang juga mengambarkan ada ikatan setiap individu Karo tidak lepas dari tiga kekerabatan tersebut. Di Mandailing/Angkola sistim kekerabatan itu menunjukkan arti tumpuan Dalian Natolu.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Kearifan lokal adalah ide-ide yang dihasilkan dari tradisi budaya akan mentransformasi ke dalam bentuk benda-benda atau produk-produk kreatif. Penciptaan kreasi, produksi dan sirkulasi dari benda-benda budaya, dan jasa adalah dengan memanfaatkan potensi kreativitas. Modal intelektual, kearifan lokal masyarakat Batak, bisa hidup dari produksi budayanya. Misalnya, perangkat-perangkat produksi yang berbasis pengetahuan tradisional maupun yang telah dan akan dikembangkan, baik dalam bentuk barang-barang berwujud kreasi budaya atau produk budaya.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Kreativitas dalam sistem budaya masyarakat adat digerakkan sebagai salah satu kekuatan unggul dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi berkelanjutan masyarakat adat. Daya kreativitas, pengetahuan, dan akses informasi disatukan dengan aspek ekonomi, budaya, teknologi dan aspek sosial di semua level, makro maupun mikro. Kreatifitas adalah ide-ide yang dihasilkan baik melalui warisan tradisi budaya, ciptaan derivatif dan ciptaan baru disambungkan dan diformulasi bentuk produk budaya. Siklus penciptaan kreasi, produksi dan sirkulasi benda-benda dan jasa adalah dengan memanfaatkan potensi kreativitas dan modal intelektual masyarakat adat serta pengembangan manajemen dan teknologi terkait. Misalnya mengekploitasi budaya di sekitar Danau Toba, bukan merusak alam-nya.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Lapangan kegiatan melibatkan pendekatan multi disiplin dengan variabel subjek yang heterogen, termasuk kegiatan kreatif yang bersumber dan terkait dengan situs-situs kultural, warisan ekspresi budaya tradisional, karya-cipta derivatif dan karya-karya baru yang berakar pada tradisi, baik dalam bentuk seni visual, termasuk kerajinan, anyam dan tenun, seni suara dengan mengmbangkan lagu-lagu Batak, seni gerak dengan membangkan “tortor dan gondang Batak,”  seni verbal (sastra lisan), media, dan kreasi fungsional lainnya.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Lapo, warung kedai sebagai tempat ngalor-ngidul bagi laki-laki Batak adalah satu kearifan yang lama lestari, disebut “marlapo.” Tetapi sekarang ini lapo menjadi lapangan politik. Terlalu lama laki-laki orang Batak di kampung halaman beleha-leha untuk menghabiskan waktunya. Di Bona Pagosit, paling tidak di Humbang-Hasundutan kebiasaan “marlapo” itu masih ada. Kebiasan marlapo itu berdampak pada lahan yang harusnya bisa dikelola tidak sempat tergarap. Sampai saat ini masih terlalu banyak lahan terlantar, tidak digarap.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Tanah Batak sudah mengenal demokrasi jauh sebelum konsep demokrasi itu ditemukan. Bagi Leo, demokrasi di tanah Batak sudah berjalan lebih dari ratusan tahun lalu. Contoh penerapan demokrasi di tataran lingkup yang kecil, menurut Leo, setiap tahun dipasang lonceng giring-giring gereja untuk membangunkan seluruh anggota keluarga, tiap jam 12 malam. Setiap anggota keluarga berdoa bersama dan saling berbincang dan diberikan ruang untuk menyatakan keluh-kesah atau evaluasi. Entah memberi masukan atau nasehat, di saat itulah waktu yang tepat keluarga saling memberikan pendapat. Artinya, orang Batak, kata Leo sudah diberikan pengajaran, dan masing-masing mengoreksi diri sendiri.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Bagi Leo, hal semacam itu bukti adanya demokrasi yang diterapkan dalam kehidupan. Maka, karena ruang itu, orang Batak jadi pintar berbicara. Karena itu, bagi Leo, beda pendapat dalam kehidupan orang Batak, itu biasa. Yang kaget kalau sudah gondok-gondokan, itu tidak boleh. Filosofi Dalihan na Tolu berperan. Dalihan na Tolu bisa diterjemahkan sebagai “tungku” dan “sahundulan” sebagai “posisi duduk”. Keduanya mengandung arti yang sama, tiga posisi penting, sejajar, dalam kekerabatan orang Batak yang terdiri dari: Hula-hula, Dongan Tubu, dan Boru.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Dalam Hula-hula; yaitu kelompok orang orang yang posisinya “di atas”, yaitu keluarga marga pihak istri. Relasinya disebut somba marhulahula; yang berarti harus hormat kepada keluarga pihak istri. “Hula-Hula” adalah Orang-tua dari wanita yang dinikahi oleh seorang pria, namun Hula-hula ini dapat diartikan secara luas. Semua saudara laki dari pihak wanita yang dinikahi oleh seorang pria dapat disebut Hula-hula. Marsomba marhula-hula artinya seorang pria harus menghormati keluarga pihak istrinya.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Boru, yaitu kelompok orang orang yang posisinya “di bawah”, yaitu saudara perempuan kita dan pihak marga suaminya, keluarga perempuan pihak ayah. Boru adalah anak perempuan dari suatu marga, misalnya boru Hombing adalah anak perempuan dari marga Sihombing. Prinsip hubungannya adalah Elek Marboru artinya harus dapat merangkul boru. Sabar dan tanggap. Dalam kesehariannya, Boru bertugas untuk mendukung, membantu bahkan merupakan tangan kanan dari Hula-hula dalam melakukan suatu kegiatan. Sangat diingat oleh filosofi Elek marboru, bahwa kedudukan “di bawah” tidak merupakan garis komando, tetapi harus dengan merangkul mengambil hati dari Borunya.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Nommensenlah, bagi Leo yang membawa orang Batak pada kemajuan. “Ia mengajarkan bercocok tanam lebih dulu, sebelum memberitakan Injil. Dan jangan dilupakan, ketika epidemi sampar menyerang Silindung, ia tampil menjadi penyelamat. Akhirnya, pintu terbuka untuknya, dan Nommensen diterima masyarakat, khususnya Silindung. Dialah semacam “Nabi” yang datang untuk mempelopori perubahan peradaban di Tanah Batak. Karena itu pula dia dianggap sebagai Apostel Batak. Di bidang pendidikan peranannya besar sekali,” ujar Leo.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Zending datang ke Tanah Batak tidak saja hanya membawa agama Kristen, tetapi juga membangun sistem pendidikan yang baik. Sekolah-sekolah zending melahirkan manusia-manusia pilihan. Lulusan sekolah tersebut banyak yang menjadi orang penting dalam proses kebangkitan bangsa Indonesia. Mereka menempati posisi yang baik di bidang politik dan pemerintahan, begitu juga di tengah masyarakat luas. Mereka menjadi model. Sehingga filosofi orang Batak menemukan muaranya, bahwa pendidikan akan menjadikan anak-anak mereka sebagai manusia, yang kaya dan bermartabat.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Menurut Leo Nababan, Tapanuli sudah tidak menyandang predikat miskin lagi. Terlihat dari APBD Tapanuli Utara tahun 1995 saja yang mencapai Rp 7,5 miliar.  Leo melihat, untuk memperoleh pendidikan yang baik, kata Leo, orang Batak tetap masih tinggi semangatnya untuk menempuh pendidikan tinggi. Tolu-H menjadi motivator. Dan itu baik. Yang disayangkan Leo adalah bahwa orang-orang Batak hanya mengejar pendidikan sampai tingkat sarjana. ”Orangtua mendorong anak mereka bersekolah hanya untuk menjadi kaya, bukan menjadi ilmuwan.”

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Karena selama ini Tanah Batak telah mengalami brain drain atau terkurasnya orang-orang pandai Batak oleh dunia luar. Sementara kekayaan yang mereka peroleh di rantau hanya kembali dalam bentuk patung untuk menghias kuburan nenek-moyang di kampung halaman. Lihatlah mantan Menteri Perdangangan, Jenderal (purn) Luhut Panjaitan, membangun Politeknik Informatika DEL, yang belokasi di Jalan Sisingamangaraja, Sitoluama, Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.  Cara membangun oleh Bapak Luhut Panjaitan ini patut diteladani dan pantas untuk ditiru, bahkan ditingkat-mantabkan.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Visinya, menuju masa depan teknologi informatika yang mengintegrasikan dunia pendidikan dengan kebutuhan akan tenaga profesional informatika, yang mampu bersaing secara global. Misinya, mampu mencetak dan membina sumber daya manusia di bidang industri teknologi informatika yang mempunyai kemampuan memimpin, penuh kreativitas, berdisiplin tinggi, dan mampu memberikan solusi dengan memanfaatkan teknologi informatika. Menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dengan dukungan tenaga pengajar yang ahli dan profesional.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Gerakan ini mendapat bantuan dari Orde Baru waktu itu.  Maduma banyak membantu masyarakat Bona Pasogit, dengan pemberian bibit tanaman di Sileang, bantuan traktor di Dolok Sanggul, dan yang lain. Maduma juga mengirimkan pemuda-pemuda Batak lulusan pertanian UGM, IPB, untuk memberikan penyuluhan pada petani. Tetapi, banyak gagal. Para petani menolak kedatangan mereka karena tidak adanya komunikasi yang seimbang atau dua arah. Namun, gerakan ini berhasil membangun jalan-jalan provinsi dan jembatan di Tapanuli. Lalu memberikan bibit kopi sigarar utang di Siborongborong, Lintongnihuta dan Dolok Sanggul dipelopori almarhum Bapak Binsar Lumban Toruan, dimana Bapak Toruan adalah ayah kandung Donald Sihombing, pemilik PT Totalindo (Tontongtaingod Lintongnihuta Dolok Sanggul) sebuah kontraktor nasional yang berkembang pesat.  Menurut Leo, cara ini juga perlu diteruskan, ibarat pepatah beribu-ribu jalan ke Roma.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Leo Nababan adalah orang yang suka pada bahasa ibunya, bahasa Batak. Dia tahu menempatkan di mana dia berbahasa Batak. Walau berwawasan nasional, dan bergaul dengan tokoh-tokoh nasional, bukan berarti meninggalkan budaya, kata Leo. Dia selalu merasa budaya Batak itu harus terus dijaga. Salah satunya dengan bahasa ibu yaitu bahasa Batak. Tak banyak tokoh Batak seperti Leo Nababan, yang selalu berbahasa Batak pada orang Batak. Dia memang orang yang apa adanya, kalau tertawa tak ditahan, tertawanya lepas. Dan bicaranya yang blak-blakan membuatnya orang Batak tulen. Apalagi sudah membicarakan kepentingan umum, Leo akan tampil untuk memberikan peran dan berapi-api.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Dari hasil penelitian saat ini, jumlah bahasa daerah yang rawan punah sangat banyak. Sedikitnya 700 bahasa daerah bisa punah dalam waktu sesaat jika tidak ada upaya untuk merawatnya, ungkapnya. Apa penyebabnya? Menurut Leo, salah satu penyebab adalah lunturnya bahasa daerah. Bahasa Batak juga akan bernasib yang sama, mengingat sudah jarang digunakan di kota-kota besar terutama di kalangan generasi muda. Termasuk di gereja Batak, sudah amat jarang diperdengarkan bahasa Batak, terutama sekolah minggu.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Kalau kita menyadari bahasa Batak mengemban fungsinya sebagai alat komunikasi, juga sebagai media pengembangan kebudayaan, tentu akan lain ceritanya. Disadari atau tidak, jika hilang bahasa hilang juga budayanya. Siapa yang salah? Patut diduga orangtua tidak memberikan dorongan, mengajar anak-anaknya berbahasa Batak. Tidak dibiasakan mengunakan bahasa Batak di dalam rumah. Lalu, logat Batak yang kentara itu dianggap menjadi sebuah kekolotan. Logat Batak tidak ada sangkut-pautnya dengan kekolotan.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Orang Batak sendirilah yang harus peduli pada bahasanya. Masyarakat Batak harus konsisten mempertahankan bahasa daerahnya. Jangan sampai dirambah oleh bahasa atau budaya lain. Untuk itu diperlukan komitmen semua fihak, baik pemerintah dan masyarakat Batak. Sebab bahasa Batak merupakan aset bangsa, sebagai produk budaya. Dalam melestarikan bahasa Batak, dibutuhkan kemauan semua pihak. Artinya, masyarakat Batak juga harus membiasakan diri menggunakan bahasa Batak, dimana pun mereka berada, tentu dengan orang Batak sendiri.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Selain, itu dalam melestarikan bahasa Batak, hendaknya pekerja seni, penulis, wartawan, dan budayawan, selalu terbeban menampilkan karya daerah yang menggunakan bahasa Batak untuk menjaga supaya bahasa Batak tidak punah. Tatkala penting peran pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah Sumatera Utara harus memperlihatkan keinginannya untuk memberikan ruang. Apalagi pemerintah Sumatera Utara tidak pernah memberikan anggaran dalam upaya pelestarian bahasa Batak.  Menurut Leo Nababan, “Bangsa yang beradab di dunia jika sudah mempunyai aksara dan Batak telah memilikinya.  Namun, sampai dimana pelestarian aksara Batak ini agar jangan punah karena majunya teknologi.”  Terus terang, Leo Nababan menyarankan agar kurikulum daerah di Tapanuli harus mewajibkan siswa belajar tulisan Batak.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Integritas diartikan sebagai kejujuran dan  kebenaran dari tindakan seseorang. Lawan dari integritas adalah munafik. Seorang dikatakan mempunyai integritas apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya. Ciri seorang yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan perbuatan bukan seorang yang kata-katanya tidak dapat dipegang. Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia  dengan banyak wajah dan penampilan yang  disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya, katanya.  Ciri negatif dari kapitalisme adalah kemiskinan.  Sedangkan sisi negatif dari demokrasi yang setengah-setengah adalah korupsi.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Bagi Leo daerah Tapanuli sangat cocok dikembangkan industri pertanian, seperti padi, jagung dan lain-lain. Makanya, sebagai wujud kepeduliannya terhadap kemajuan kampung halamannya, kini dia mengembangkan budi daya pertanian yang produktif.  Itu sebabnya Leo Nababan mengaku terharu sekaligus bangga melihat ketegaran Ir. Chandra Panggabean dan kawan-kawan pendukung Propinsi Tapanuli antara lain Ir. Hasudungan Butar-Butar MSi, Burhanuddin Rajagukguk, Pdt. FM Datumira Simanjuntak, Djumongkas Hutagaol dan Drs. Juhal Siahaan yang kini ditahan LP Gusta.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

“Mereka itu kebanyakan kawan-kawan saya juga sesama politisi dan tokoh-tokoh Batak yang ada di Sumut. Kawan yang baik itu adalah kawan yang tetap setia di kala susah maupun senang. Berkawan itu janganlah hanya dalam keadaan senang, sebab siapapun bisa berkawan dengan orang pada saat dia senang, tapi dalam keadaan susah akibat berbagai cobaan pun kita harus tetap menghibur dan menyemangati kawan. Itu juga diajarkan agama yang saya anut,” katanya.  Dalam dua hal yang berbeda ini Leo dapat memisahkan hubungan pribadi kurang lebih 30 tahun dengan almarhum Aziz Angkat dengan perjuangan aspirasai kawan kawannya tentang pendirian provinsi Tapanuli.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Selain pemekaran wilayah, kesejahteran di Sumatera Utara, khususnya Tapanuli juga menjadi pemikirannya sejak dulu. “Saya sejak dulu terbeban agar kampung halaman saya maju. Bayangkan, katanya, jika Indonesia 33 Provinsi di bandingkan negara lain, kita sedikit provinsinya. Jadi bukan mengada-ada kalau pun orang Tapanuli mengusulkan Provinsi Tapanuli. Bahkan, menurutnya, Sumatera Utara bisa dimekarkan menjadi empat provinsi. Thailand saja memiliki 78 provinsi. Jika dibandingkan kita, negara kita lebih banyak. Lagi-lagi Leo mengeluh tentang Tapanuli. “Tidak ada pupuk di Tapanuli, padahal ia sebagai daerah pertanian, maka, jika ada provinsi. Masalah ini bisa di atasi, bukan lagi harus ke Medan yang jaraknya jauh sekali.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Leo juga melihat, jika dari sumber potensi pariwisata pun, Tapanuli tidak kalah dengan Bali.  Danau Toba bukan saja mensejahterakan warganya, tetapi juga menjadi wisata berkelas dunia. Tetapi memang, kata Leo perlu diperbaiki sarana-prasaran ke sana. Lalu masyarakat dididik menjadi masyarakat yang siap menerima wisatawan, orang luar. Dengan apa? Dengan kita tetap bersikap sebagai tuan rumah yang baik. Karena, bagi Leo saat ini Danau Toba yang kita agung-agungkan itu, tidak lagi banyak wisatawan yang datang ke sana. Acara tahunan Pesta Danau Toba (PDT) yang banyak menghabiskan danau itu, pun juga belum bisa mempromosikan Danau Toba.

seperti di kutip dari https://leonababan.wordpress.com

Leo bening melihat, kalau masyarakat Tapanuli menguslkan provinsi itu juga adalah semangat untuk membangun bangsa. Tetapi, bagi Leo orang Tapanuli juga harus siap untuk bekerja keras untuk mengujudkan hal itu. Dan terutama bersatu untuk sesuatu yang baik bagi semua orang. “Kita sering kali terkotak-kotak, maka perjuangan apa pun dilakukan tidak akan bisa terwujud jika tidak ada semangat untuk bekerja bersama-sama. Lidi kuat karena ada bersatu,” katanya lagi.  Bagi sebagian masyarakat yang menolak Protap, perlu diadakan dialog yang membangun bukan seperti cerita tentang hantu dimana sebenarnya ketakutan akan hantu berlebihan… sedangkan hantu itu tidak ada.  “Saya berdoa semoga Provinsi Tapanuli segera terwujud, disusul Provinsi Nias Raya, Provinsi Labuhan dan Provinsi lainnya,” kata Leo.


Baca juga :

Bisa dipahami bahwa beratus-ratus tahun bangsa Asia, atau Timur merasa lebih rendah dari bangsa Barat. Karena penjajahan selama jangka waktu yang begitu panjang, ratusan tahun. Tetapi pada awal abad XX, saat Jepang menang perang terhadap Rusia di Pulau Kuriu. Ini meningkatkan martabat bangsa Asia dan ternyata bangsa Asia tidak lebih rendah dari bangsa Barat asalkan mau berusaha. Kemenangan Jepang ini memicu prang kemerdekaan di kawasan Asia. Selanjutnya, tahun demi tahun, bangsa demi bangsa mulai memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Jadi sebenarnya, suku bukan halangan. Semua suku bisa sukses, semua suku bisa berhasil, karena memang sebenarnya hak semua bangsa untuk sukses atau berhasil. Suku bukan kendala untuk maju, tetapi kalau kita berpikir seperti itu. Halangan bukan karena sukunya, tetapi karena ia berpikir demikian.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Saya beri contoh diri saya sendiri. Saya orang Jawa lahir di Karang Pandan, sekitar Solo-Gunung Lawu. Orang Jawa adalah orang yang punya kultur lahir sebagai pegawai. Ketika di SMA diadakan survey, nanti mau jadi apa, maka 95% menjawab ingin menjadi pegawai: pegawai negeri atau pegawai swasta. Hanya 3-5 persen yang yang ingin menjadi pedagang, pengusaha atau enterpreneur. Orang Jawa secara umum memang menjadi pegawai atau petani, kalaupun ada pedagang, maka yang muncul, dimana-mana, kemana kita pergi, maka yang ada hanya pedagang bakso, Bakso Solo atau kalau Madura, jualan sate.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Namun, stigma tentang suku ini berubah ketika saya bergaul semakin luas. Banyak buyer, atau pedagang, pengusaha dari Cekoslovakia, Etiopia, India, Arab. Ternyata banyak bangsa-bangsa juga berdagang. Ini membuka pikiran saya bahwa sebenarnya suku bukan halangan untuk berdagang, Ketika pikiran saya berubah, maka saya semakin semangat menjadi sales di Astra Export. Dan tahun 1992 saya mengambil keputusan keluar dan membuka perusahaan sendiri. Dan sampai hari ini masih berlangsung. Itulah MLM IFA yang saya dirikan bersama partner saya Pak Tomo. Saya berdagang dan ternyata bisa. Suku Jawa ternyata bisa berdagang. Jadi kenyataan, belum tentu sebuah kebenaran. Kenyataan membentuk stigma, tetapi kebenaran adalah kebenaran dan kebenarannya adalah semua orang punya hak untuk sukses, untuk maju dan tidak tergantung sukunya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Kalau engkau terlalu perhatian pada kelemahan fisikmu, maka engkau berfikir itu halangan untuk sukses. Padahal keadaan fisik bukan halangan untuk sukses. Lihat saja orang yang sukses dalam bidang seni, bidang entertainmen tidak harus cantik dan bertubuh stremline. Lihat saja acara Extravagansa di salah satu stasiun TV Swasta, pemainnya adalah orang-orang yang ‘extra’ semuanya. Ada yang extra gemuk, ada yang extra kurus, ada extra tinggi, ada extra pendek, dan mereka juga menjadi artis. Jadi menjadi artis itu tidak harus berbadan bagus. Yang gemuk sekali, yang kurus sekali, yang tinggi sekali, yang pendek sekali, mereka bisa sukses. Bahkan ada yang biasa-biasa saja juga bisa sukses. Mereka yang memiliki kelemahan fisik, tapi bisa sukses, karena mereka berfikir bahwa kelemahan fisiknya bukan halangan untuk maju. Jadi halangan itu bukan fisik, tetapi halangan itu sering adalah pikiran Anda sendiri. Kalau Anda berpikir fisik adalah halangan, maka pikiran Anda itulah yang menghalangi Anda.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Semua orang, apapun bentuk fisiknya, punya hak untuk sukses. Kalau keberhasilan seseorang dipengaruhi oleh kondisi fisiknya, berarti Tuhan tidak adil. Karena keadaan fisik bukan keputusan manusia sebelum ia dilahirkan ia mengambil keputusan ingin seperti apa, tetapi keadaan fisik adalah keputusan Tuhan saat ia lahir sudah seperti itu. Tetapi keberhasilan terutama bukan dipengaruhi fisik, tetapi dipengaruhi hati. Ketabahan, keuletan, kegigihan. Kalau keberhasilan dipengaruhi hati, maka Tuhan adil. Karena sikap hati ada di tangan kita, kehendak bebas ada di tangan kita. Kita sendiri bebas mengambil keputusan, mau mengampuni atau mau marah, mau rajin atau mau malas, mau ceria atau mau murung, mau tidur atau mau bangun untuk bekerja, itu semua ada pada sikap hati kita sendiri. Dan itulah yang mempengaruhi keberhasilan kita. Kalau kita berpikir fisik bukan halangan, maka fisik bukan halangan. Kita punya hak yang sama untuk sukses, apapun keadaan fisik kita.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Satu lagi contoh, Henry Ford. Pembaharu dalam industri mobil, pemilik merek Ford. Ia memulai hidupnya sebagai montir di sebuah bengkel dan malam harinya bekerja di sebuah toko permata dengan tugas membersihkan jam. Masih ada lagi, Abraham Lincoln, salah seorang Presiden Amerika Serikat. Lahir di pedalaman Kentucky (1809). Ia memulai bekerja sebagai pemotong rel kereta api, lalu menjadi pengemudi kapal laut, pernah menjadi penjaga toko, pengatar surat dan juru ukur tanah. Perjuangannya sangat panjang sebelum menjadi presiden, ia pernah menjadi pengacara, mencoba bisnis, berkali-kali gagal, namun akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat yang dikenang dengan karya-karya besar dan legendaris, terutama dalam hal penghapusan sistem perbudakan.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Banyak orang yang lahir miskin, tetapi kenyataannya akhirnya mereka sukses menjadi kaya, atau sukses menjadi terkenal. Artinya kemiskinan bukan penghalang untuk sukses. Justru gunakan kemiskinan menjadi pendorong untuk keluar dari kemiskinan, untuk menjadi sukses. Kalau Anda berpikir ekonomi itu halangan, maka halangan adalah pikiran Anda sendiri. Bila Anda punya ide, punya keahlian, punya kemampuan atau hal lain selain uang, sementara ada banyak orang yang punya uang tidak tahu harus berbuat apa dengan uangnya, Anda bisa berpartner dengan mereka.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Semua orang ingin sukses tapi banyak halangan untuk sukses. Dan halangan terbesar bukan di luar dirinya, tapi di dalam dirinya, yaitu di dalam pikirannya. Ada orang yang berfikir bahwa dia hanya mau bergaul dengan orang-orang yang se-agama. Maka dalam hal ini agama menjadi batas untuk kesuksesannya. Tapi sebenarnya batas itu bukan agama. Orang yang berfikir bahwa agama itu batas dan karena dia berfikir demikian maka dia mulai bergaul dengan orang-orang yang seagama. Berlaku secara eksklusif. Itulah sebenarnya dari kecil setiap anak-anak perlu dididik bergaul bukan eksklusif tapi inklusif.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Mungkin kita harus belajar dari orang-orang tionghoa,yang berhasil dagang di seluruh muka bumi. Pergi ke New York, Hongaria, Paris, Melbourne, Sydney di sana ada orang-orang tionghoa. Coba saja pergi ke pedalaman Papua, pedalaman Kalimantan, ke kampung-kampung kecil, di sana ada warung-warung Tionghoa. Pergi ke Aceh, ke daerah kantong muslim di sana ada orang tionghoa. Pergi ke Manado ke daerah kantong kristen ada orang tionghoa. Orang tionghoa bergaul dengan semua suku, semua agama. Mereka berbisnis dengan semua orang. Maka tidak heran mereka sukses dalam bidang bisnis. Kenapa? Karena mereka berfikir bahwa agama bukan halangan. Mereka bergaul dengan siapa saja. Mereka bahkan bergaul dengan partai apa saja. Yang penting bisa berdagang.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Pernahkah saudara mengalami atau mendengar orang berkata begini ”Wah saya pikir dia tidak mau makanya saya tidak mengajaknya. Wah saya pikir kamu tidak mau tinggal di daerah Jakarta barat”, Maka saya tidak menawarkan kamu rumah di daerah sana padahal saya agen properti dan banyak sekali stok alternatif yang bisa saya tawarkan.Yang lain lagi berkata “ Aduh,saya pikir dia anti MLM makanya saya tidak mengajak dia. Saya tahu pergaulannya luas dan temannya banyak sekali, wah sayang sekali” Orang lain yang mengajak dia dan menjadi downline-nya dan orang itu sukses luar biasa. Coba saya yang mengajaknya, wah saya pikir..

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Kita dapat membuat daftar yang panjang orang yang menyesal tidak berbuat sesuatu karena salah pikir. Apa artinya? Batasan seseorang itu sebenarnya ada dipikirannya. Ada kasus yang lain misalnya diberi kesempatan untuk mengambil alih pimpinan karena atasannya pindah kota, sakit atau mundur dari perusahaannya dan pindah ke tempat yang lain. Dan banyak orang tidak mau karena berfikir “aduh, jangan-jangan nanti teman-teman menolak saya. Bagaimana kalau mereka memberontak dan tidak mau menurut. Nanti saya gagal. Jadi sekali lagi banyak orang tidak berani mengambil kesempatan. Karena berfikir hal-hal yang negatif atau selalu berkata”saya pikir..saya pikir dan saya pikir.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Dari contoh ini apa yang mau saya katakan mari isi pikiran dengan hal-hal yang positif. Belajar berfikir positif . isi hati dengan hal-hal yang optimis. supaya kita tidak selalu terlewatkan, tersandung, tidak menjadi sukses dan tidak menikmati hasil karena salah dipikiran. Manusia akan melakukan apa yang dia pikir bisa melakukannya. Sejauh pikirannya berkata bisa, sebesar pikirannya mengatakan bisa, sebesar itu juga prestasinya. Orang sering tidak melakukan sesuatu bukan karena tidak mampu tapi dia berfikir bahwa dia tidak mampu, padahal sebenarnya dia mampu. Jadi batas sukses, batas keberhasilan, sering bukan diluar dirinya tapi dalam pikiran manusia itu sendiri. Karena itu isi pikiran anda dengan hal-hal yang positif.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Saya berikan contoh: apakah saudara berani membuat daftar nama lalu meminta sumbangan untuk membeli mobil pribadi, ke teman-teman kantor, mengetuk pintu rumah tetangga, tentu jawabannya tidak, bukan. Mengapa? karena saudara berfikir malu dan hal itu tidak pantas dilakukan. Kegiatannya sama persis, mengetuk pintu rumah tetangga, meminta pada teman-teman kantor meminta sumbangan tapi untuk membeli mobil yayasan atau mobil gereja atau mobil mesjid. Engkau akan tidak malu melakukannya. Kenapa? Karena bukan untuk kepentingan diri sendiri, tapi untuk kepentingan mulia. Karena kepentingannya baik engkau berfikir bahwa itu boleh dilakukan dan engkau melakukannya. Karena engkau berfikir ini boleh dilakukan maka engkau melakukannya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Ada seorang wanita, katakan saja namanya Minah, ia menjadi pembantu rumah tangga. Suatu ketika majikannya menjumpai Minah hamil padahal ia belum bersuami. Wah, terjadi mujizat! Tentu saja tidak. Karena ia dihamili oleh orang lain. Sang nyonya bertanya-tanya, siapa yang menghamili pembantunya. Ada dua kemungkinan suaminya atau supirnya. Selidik punya selidik ternyata supirnya yang menghamili Si Minah. Ketika supirnya dipanggil dan dimintai pertanggung-jawaban maka supirnya memberikan jawaban tapi tidak mau menanggung. Karena setelah dia mengaku, esoknya dia menghilang entah kemana. Tinggalah Si Minah dengan perutnya yang semakin lama semakin membesar. Supaya tidak malu maka ia pulang kampung, membesarkan janin dalam kandungannya. Orang-orang mulai memberikan gunjingan hamil tanpa suami. Tetapi karena minah diam seribu bahasa maka orang mulai menafsirkan mungkin suaminya diluar kota. Tetapi ketika anaknya lahir dan tidak ada laki-laki yang datang, maka gunjingan semakin seru, bahwa anak itu lahir tanpa ayah.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Minah membesarkan anaknya dengan memberi asi, mendidiknya lalu menitipkan pada orangtuanya, lalu ia kembali ke kota Jakarta untuk bekerja. Kali ini ketika dia bekerja maka dia tidak menjadi pembantu rumah tangga lagi. Dia bekerja sebagai baby sitter, karena dia punya pengalaman mengasuh bayi. Ketika dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga gajinya hanya dua ratus ribu, tetapi ketika menjadi baby sitter gajinya delapan ratus ribu. Jadi rupanya apa yang dia alami selain memang ada hal yang tidak baik, tetapi ada juga hal baiknya, yaitu menaikkan dia dari seorang pembantu menjadi baby sitter. Setelah bekerja sebagai baby sitter maka dia tinggal dalam sebuah keluarga yang takut akan Tuhan, dan dia bertobat sungguh-sungguh bahkan dia melepaskan pengampunan dia mengampuni supir itu, yang tidak menikahinya. Karena dia melepaskan pengampunan, dia yakin bahwa setiap peristiwa diijinkan pasti ada baiknya maka dia tidak minder lagi, tidak cemberut lagi, melepaskan pengampunan, dia tahu ada yang baik maka wajahnya berseri-seri.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Akhirnya dia pindah dan bekerja pada majikan yang lain bukan sebagai baby sister tapi sebagai opa sister. Ini kisah nyata ada sebuah keluarga kaya yang tinggal di Kelapa Gading. Opa ini punya teman dari Belanda, datang kerumahnya. Opa dan temannya ini dilayani dengan baik sekali oleh Minah. Minah yang sudah mengambil keputusan bahwa semua diijinkan terjadi ada baiknya, melepaskan pengampunan, maka wajahnya berseri-seri dia hidup untuk mengabdi. Tamu dari Belanda ini begitu kagum, pelayanan, sukacita, kebaikan, wajahnya Minah selalu berseri-seri dia foto bersama dan pulang ke Belanda.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Rupanya keponakan opa dari Belanda ini melihat foto si Minah dan ia jatuh cinta. Ia datang ke Indonesia melamar dan meminangnya membawanya kembali ke Belanda. Sang laki-laki yang begitu mencintai istrinya maka rumahnya dibalik nama diberi serrtifikat atas nama istri. Ketika orang dari Jakarta, mampir ke rumahnya melihat nama Minah ada dipintu gerbang. Nama yang sesuai dengan sertifikatnya. Bahkan mendapat suami yang baik yang pandai memasak. Ketika teman saya datang ke Belanda dan mampir kerumahnya ia menjumpai Minah sedang main piano sementara suaminya menyiapkan makan malam. Minah menyanyikan lagu bahwa semuanya indah pada waktunya. Ia bersyukur bahwa dulu supir itu tidak bertanggung jawab kalau supir itu dulu bertanggung jawab mungkin dia tidak sedang main piano di Belanda. Dia sedang cuci beras di pinggir sungai. Minah bersyukur bukan pada saat dia di Belanda,Minah bersyukur ketika dia melahirkan anaknya, datang ke Jakarta, menemukan nilai hidup dia bisa mengambil keputusan bahwa dia percaya bahwa semua yang terjadi pasti ada baiknya. Sehingga dengan prinsip seperti itu wajahnya selalu berseri-seri dan mendapat jodoh. Nah Minah butuh waktu setahun dua tahun untuk sampai pada sebuah kesimpulan bahwa semua yang terjadi ada baiknya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Ada perempuan lain namanya bukan Minah pacaran,dan diputus pacarnya belum sampai dihamili hanya diputus pacar. Dia kepahitan luar biasa mengambil keputusan aku tidak mau menikah semua laki-laki gombal. Pada kenyataannya banyak laki-laki gombal tapi ada juga yang baik. Hidup bertahun-tahun dan akhirnya tidak menikah dalam kepahitan. Delapan tahun, sepuluh tahun kemudian wanita yang diputus pacarnya ini, temannya berkata,”Kamu ingat si ini?” Oh bagaimana saya bisa melupakannya ? Saya masih sakit hati sampai sekarang, makanya saya tidak menikah. Bagaimana kalau saya beri kabar,tahukah kamu bahwa mantan pacar kamu itu setelah menikah dia selingkuh sepuluh kali. Mungkin si wanita ini akan berkata ”Untung saya tidak menikah dengan dia. Betapa jeleknya kecerdasan spritualnya, untuk bersyukur saja dia butuh kabar yang jelek. Seandainya dia mendapat kabar yang baik, bahwa mantan pacarnya menikah bahagia apakah dia bersyukur? Atau dia akan bertambah kepahitan? Begitu banyak orang yang bodoh sekali secara spritual. Untuk bersyukur saja dia butuh berita yang jelek. Betapa jahatnya orang itu. Tidak heran kalau kisah hidupnya berbeda dengan kisah Minah memang dia sakit, kepahitan, dia menderita tapi dia segera mengambil keputusan bahwa semua yang terjadi ada baiknya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Saya mau sampaikan sebuah cerita, ilustrasi. Ada berbagai macam binatang bersahabat lalu mereka pergi ke sekolah. Ketika pelajaran renang si kura-kura dengan semangat dia berenang dengan tenang. Dia mencapai garis akhir dan mendapat pujian luar biasa. Tapi si kelinci kelejotan, berteriak-teriak dia gagal berenang, demikian juga si burung. Dia menjadi kedinginan dan lari ketakutan. Maka si guru mulai marah dengan si kelinci, kelinci autis lompat-lompat terus, tidak mau belajar. Tak lama kemudian kelompok binatang yang bersahabat ini belajar berlari.”Wah, kelinci menjadi juara, namun si kura-kura dimarahi “Kamu ini si pemalas. Kamu ini lambat, lelet, tidak ada masa depan. Maka si kura-kura pun stres. Demikian juga ketika berganti pelajaran melompat dari tempat yang tinggi “Wah si burung senang sekali, karena dia melompat bahkan melayang-layang. Sapi dan gajah ketakutan karena badannya gemuk, dia jatuh akan susah bangun dan berdiri lagi. Maka dia dimarahi dikatakan “si gendut dan si rakus” Maka gajah pun stres.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Ini hanya iliustrasi, tapi kadang-kadang kasus serupa terjadi pada anak-anak kita. Tiap anak belajar semua hal yang sama. Maka ada anak yang mendapat label si hiperaktif, si lamban, si bodoh, si nakal dan sebagainya. Padahal belum tentu demikian, karena setiap anak punya cara belajar sendiri, kecerdasan sendiri. Kecerdasan aspeknya banyak, setiap anak tidak harus pandai setiap aspek. Ada anak yang punya kinestetik intelejen bagus sekali. Dia punya kepandaian menggerakkan tubuhnya dengan tepat. Dia bisa menjadi olahragawan yang hebat. Dia bisa menjadi juara, tapi dalam bidang lain dia harus pandai juga. Belum tentu dia pandai secara matematika. Anak yang lain mungkin punya kecerdasan yang bagus sekali. Dia pandai bergaul dan dia punya kelemahan dalam matematika. Kalau kita cap anak seperti ini anak bodoh, dia akan stres dan tertekan. Padahal kalau kita mengerti bahwa setiap anak memang unik,anak yang punya kepandaian bergaul,mungkin bisa menjadi marketing yang luar biasa. Mungkin dia bisa menjadi pedagang, dengan relasi yang luas. Soal menghitung bukankah ada kalkulator, komputer yang dengan sangat praktis bisa membantu si pedagang menghitung-hitung yang memang juga tidak perlu serumit yang harus dia pelajari. Seperti kalkulus, integritas, integral dan sebagainya yang membuat anak pusing tujuh keliling.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Sebagai contoh misalnya Thomas Alfa Edison, yang menemukan lampu. Tapi ternyata dalam sejarah hidupnya diceritakan bahwa anak yang lahir di Porth Hourun Michigan ini diperkirakan IQ-nya hanya 81 saja, atau bodoh sekali. Bahkan anak ini didaftarkan disekolah dua tahun lebih lambat karena penyakit jengkring atau scarlet fever dan infeksi pernapasan. Akibat penyakit ini maka dia berangsur-angsur tuli. Dia dikeluarkan dari sekolah, telah sekolah selama tiga bulan. Dan gurunya menyatakan bahwa dia adalah anak yang terbelakang. Tapi Thomas Alfa Edison senang dengan seluk-beluk mesin. Dia suka sekali bermain dan mengutak-atik bahkan pernah dia membakar gudang ayahnya, karena permainannya. Tetapi walau dia tidak sekolah secara formal, Thomas Alfa Edison kecil saat itu adalah orang yang dengan tekun mencoba-coba, suka sekali otak-atik, suka sekali hal-hal yang teknis. Maka Thomas Alfa Edison akhirnya pun berhasil menemukan lampu bahkan dia juga sebenarnya yang merintis perkeretaapian.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Maka mulailah dia mengajar kelas khusus itu. Dan sebenarnya kelas khusus itu adalah kumpulan anak-anak nakal. Dikumpulkan dalam satu kelas tersendiri. Dan guru benar-benar mulai menjumpai bahwa kelas ini tidak bisa diatur. Setiap hari anak pindah kursi, pindah tempat duduk, berganti-ganti secara acak. Kalau dia menulis dipapan tulis, maka dia mulai menjumpai ada beberapa pesawat terbang dari kertas beterbangan. Kalau dia menjelaskan maka selalu ada yang mengajak berdebat karena ini adalah kumpulan anak-anak yang suka berdebat.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Si guru sempat bingung bagaimana menangani anak-anak ini, sampai suatu ketika dia mendapat daftar nama dari kepala sekolah. Dan dia manggut-manggut karena dia menjumpai di samping setiap nama anak dia menjumpai angka-angka besar. Ada angka 120, 130, 117 paling kecil 111. Oh, si guru mulai menyadari pantas anak itu aktif luar biasa. Pantas anak itu suka berdebat. Pantas anak itu ada saja idenya ingin selalu pindah tempat duduk. Pantas anak itu selalu ramai. Karena mereka adalah kumpulan anak-anak dengan IQ tinggi. Begitu beragam IQ mereka minimal 111. Si guru menyadari bahwa anak-anak itu IQ-nya tinggi, maka dia mulai memperlakukan mereka seperti anak-anak ber-IQ tinggi.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Seperti yang dia mengerti, dia sadari dari daftar nama yang dia dapat dari kepala sekolah. Dia mulai mengajar dengan sistem untuk anak-anak IQ tinggi. Dia mulai membagi kelompok-kelompok, Dan setiap kelompok anak belajar, kadang-kadang dia memberi kesempatan memilih. Mau belajar apa hari ini? Sehingga setiap anak akan belajar seiring ritme phisikologinya, kalau kita mau menyebut istilah ritme phisikologis dia lagi mood belajar bidang apa di hari itu. Setiap akhir bulan si guru akan mengevaluasi beberapa mata pelajaran belum dipilih dikelompok ini, maka dia akan mengarahkan kelompok itu untuk belajar hal itu. Sehingga setiap anak akan belajar dengan senang,Dia mulai menggilir anak-anak yang suka berdebat ini, maju kedepan untuk presentasi, sedangkan yang lain diperbolehkan mendebat. Dan kalau guru melihat, bahwa yang disampaikan kurang, maka dia akan menambahi materinya sehingga anak-anak belajar secara aktif. Sekarang dikenal dengan actif learning.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Singkat cerita setahun kemudian, ketika ada kenaikan kelas maka kepala sekolahnya dibuat terkejut. Bahwa para juara muncul dari kelas ini dan kelas itupun rata-rata nilainya lebih dari yang lain. Si guru dipanggil dan ditanya oleh kepala sekolah. Apa yang kamu lakukan untuk anak-anak nakal itu, sehingga mereka menjadi pandai. Si guru keheranan dan bertanya kepada kepala sekolah.”Kenapa bapak tanyakan itu? Kenapa bapak tanyakan apa yang saya lakukan sehingga mereka menjadi pandai. Bukankah mereka anak-anak pandai? Kepala sekolah menggelengkan kepala. Mereka bukan anak pandai, mereka anak nakal dan bodoh. Bahkan beberapa terbelakang. Tapi Pak, saya melihat daftar nama yang bapak berikan IQ mereka tinggi-tinggi. Kepala sekolah menggeleng lagi.”IQ ? IQ yang mana? IQ mereka di bawah rata-rata.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Sudah terlanjur. Gurunya berfikir bahwa mereka pandai-pandai. Sudah terlanjur selama 1-2 tahun mereka diperlakukan seperti orang pandai. Satu tahun 12 bulan, 30 hari sebulan, 4 minggu, 6 jam sehari mereka diperlakukan seperti orang pandai. Ketika mereka diperlakukan seperti orang pandai, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan maka itu menjadi sebuah terapi yang luar biasa. Si anak pun sering disebut gurunya kalian ini orang-orang istimewa dengan IQ tinggi maka anak mulai menilai IQ-nya tinggi. Dia dinilai IQ-nya tinggi, diperlakukan seperti orang IQ-nya tinggi, diberi kesempatan berbicara maka ternyata itu membuat mereka menjadi seperti itu. Dari kisah ini saya belajar bahwa persepsi pendidik, persepsi orang tua, itu sangat penting. Karena itu untuk mendidik anak, membangun anak.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Pertama kita membangun persepsi tentang mereka. Kalau kita persepsikan anak itu pandai dia jadi pandai. Kita yakin dia pandai, menjadi pandai. Engkau persepsikan pasanganmu orang yang baik, engkau perlakukan dia seperti orang baik-baik dia akan menjaga persepsi itu dia menjadi orang baik. Karena dia menjaga imagenya menjadi orang baik dia tidak mau mengecewakan persepsi orang. Memang kadang tidak terjadi seperti itu tapi mayoritas bisa terjadi seperti itu. Bahkan waktu kalau cukup panjang akhirnya membuktikan bahwa prinsip ini terjadi. Persiapkan anak-anak generasi baru yang sukses dengan memperlakukan mereka selayaknya, sewajarnya, bahkan memperlakukan mereka dengan baik.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Untuk membuat seorang anak berhasil maka ia harus dimotivasi, tapi banyak orang berkata kepada saya, “Anak saya sudah saya motivasi tapi tidak ada efeknya, tidak ada dampaknya.” Yang lain lagi berkata,”Anak say terlalu cuek.” Maka mari kita belajar dari Anne sullivan memotivasi seorang anak cacat bernama Hellen Keller meraih kesuksesan. Ia adalah orang buta pertama yang meraih gelar sarjana. Anne sullivan memberikan tips bagaimana memotivasi anak supaya nantinya bisa sukses. Saya yakin anak saudara, bapak ibu tidak separah Helen Keller. Kalau Helen Keller saja yang buta tuli bisa akhirnya sukses, maka tentu anak kita juga bisa sukses.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Nah apa tips dari Hellen Keller. Sederhana saja berikan dia reward, berikan dia imbalan untuk sebuah perubahan kecil saja asal positif. Banyak orangtua tidak sabar menunggu perubahan yang besar, padahal seharusnya dengan perubahan kecil saja asal positif maka seharusnya diberi reward. Saya pernah terapkan prinsip ini pada anak saya. Anak saya yang pertama memang selalu juara. Anak yang kedua IQ-nya tinggi tapi akademiknya kurang bagus bahkan ia sempat hampir-hampir tidak naik kelas. Karena setiap ulangan nilainya 2,5,2,7 dan 3. Itu terjadi selama beberapa bulan. Lalu kami pergi saya dan istri juga anak saya ke phisikolog untuk konseling dan akhirnya ada beberapa tips pendampingan yang lebih banyak, diajari menulis karena dia pandai IQ-nya tinggi tapi ia malas menulis.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Luar biasa. Ia les mandarin tapi tidak pernah bawa catatan, ia hanya melihat, menghafalkan, ia bisa membaca Mandarin karena bisa menghafalkan dengan bagus, menghafalkan secara spasial. Dia bisa mengingat dengan memorinya huruf-huruf kanji itu tapi dia tidak pernah mencoba menulis, karena dia malas menulis. Nah kenapa kalau ulangan nilainya 2,3? Walaupun IQ-nya tinggi, dia malas menulis. Ada ulangan lima romawi, Romawi 1 tinggal memilih A atau B atau C dia tinggal melingkari. Dia lingkari dan semuanya benar, tapi begitu mulai menulis harus menyusun kalimat, dia malas menulis. Dia tahu tapi malas menulis. Itu sempat saya alami dengan anak saya sehingga nilai ulangannya ada 2,3 dan 3,0 karena hanya romawi dimana tinggal memilih itu yang dikerjakan. Kalau ulangan kenaikan kelas dimana hanya tinggal memilih semuanya, dia kerjakan semuanya dan nilainya 100. Tapi kalau ulangan harian, ulangan mid semester, dimana ada menulisnya, dia malas menulis.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Dengan problem seperti itu ketika saya pergi ke phisikolog untuk menangani anak saya sendiri, maka kritik dan saran supaya saya mengurangi kegiatan sosial, mengurangi kegiatan keluar rumah. Demikian juga istri saya, salah satu harus ada yang mendampini anak belajar, mengajari dia menulis. Singkat cerita dengan segala macam kegiatan yang kami kurangi terutama istri saya, maka anak saya ada perbaikan. Kalau dulu nilainya hanya 2,5 3,0 sekarang 3,5 -4,0. Nah saya tidak tahu sikap ibu-ibu lain yang menjumpai anak seperti itu.Tapi saya mendengar menjumpai berkata kepada anaknya ”Mama sudah kurangi kegiatan, tidak ikut arisan dan kegiatan ini dan itu, demi kamu, menunggu kamu belajar dan hanya naik dari 3.0 menjadi 3,5. Kamu itu dasar bodoh! Nah ini orangtua yang tidak mengerti prinsip Anne Sullivan yang membuat Helen Keller menjadi oarang yang sukses. Kalau anak saya yang tadinya 3.0 menjadi 3,5 maka saya tidak berkata seperti kebanyakan ibu-ibu lain. Tapi istri saya berkata kepada anak saya ”Wah hebat kamu ya ”Dulu kamu 3,0,sekarang 3,5 Wah lumayan yah! nanti kalau ulangan lagi 4,5 yah! Dia menjadi semangat karena dia merasa berhasil naik. Dan memang berhasil naik. Walaupun sedikit tapi positif.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Prinsip mendidik anak, memotivasi anak berikan dia reward imbalan untuk perubahan kecil saja asal positif. Dari 3,0 menjadi 3,5. Dari 3,5 kami beri target 4,5. Kami tidak beri target dia 100 atau 10 nanti tidak bisa dicapainya. Karena targetnya achievable maka dia bisa mencapainya. Kami beri target lagi untuk mid semesternya 6.0. Lalu dia mendapatkannya dan dia naik kelas. Merasa berhasil dan dia senang karena mendapat reward atau pujian. Kasus anak saya yang saya ceritakan ini terjadi ketika ia kelas 2 SD. Dia sekarang sudah masuk kelas satu SMP, dan rangkingnya cukup bagus 5,6 besar.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Jadi ketika seorang berubah, kecil saja asal positif berikan dia imbalan atau reward. Ibu punya suami pelit, lalu suatu ketika dia memberi uang untuk diberikan kepada adik ibu, tapi pemberiannya hanya sedikit, jangan bilang tumben, atau jangan bilang “kalau ngasih itu yang benar ”kok ngasih hanya sedikit” dasar pelit. Dari tidak memberi jadi memberi, itu sudah perubahan kecil. Positif. Suami yang tidak pernah mengantar ibu, sekarang mau nganter jangan bilang “tumben”. Tapi berikan dia reward, pujian karena semua orang pada dasarnya senang mendapatkan reward atau imbalan. Imbalan yang paling murah adalah pujian. Itu murah hanya butuh sedikit kebaikan hati. Imbalan tidak harus berupa uang atau barang. Perhatian dan pujian itu sudah merupakan reward atau imbalan. Berikan imbalan atau reward untuk sebuah perubahan kecil saja asal perubahan ke arah positif. Maka cepat atau lambat, waktu terus berjalan, perubahan kecilnya semakin banyak maka akhirnya menjadi sebuah perubahan besar. Itulah cara merubah orang lain, merubah diri sendiri, merubah anak kita, supaya semuanya akhirnya hidup sukses

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Lalu diadakanlah percobaan selama 4 tahun, dalam Kids Buds, tempat pelatihan, anak-anak Yahudi dari Eropa Timur, Eropa Barat digabung menjadi satu. Suasana tempat penampungan, tempat asramanya, demikian hebat. Setiap anak dimotivasi untuk maju dan setiap perbuatan baik mendapatkan reward. Anak-anak ditantang maju dan setiap maju mendapat sesuatu. Maka cukup menarik, bahwa 4 tahun kemudian ternyata IQ-nya justru sudah mencapai 110-115. Jadi dari bahan baku tadi dikumpulkan maka semuanya mencapai hampir sama. Jadi memang IQ bisa dinaikkan sampai usia orang 18 tahun. Ketika berkumpul dalam komunal yang antusias maka ternyata yang tadinya rendah pun bisa terdongkrak menjadi naik. Lingkungan memang benar-benar mempengaruhi.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Jadi berikan cap atau image kepada anak, kamu anak baik, kamu anak pandai, kamu anak soleh. Kalau dia berbuat nakal, katakan anak soleh tidak boleh kurang ajar, jangan justru dicap anak kurangajar kamu, anak goblok, anak tidak tahu diuntung dan sebutan atau cap-cap, kutukan-kutukan yang lainnya. Karena itu hanya membuat lingkungan menjadi negatif dan dia akan menjadi seperti apa yang dikatakannya kepadanya. Lingkungan yang positif membangun attitude yang positif. Attitude yang positif membangun kisah sukses.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Pendidikan di Indonesia secara akademis, sebenarnya luar biasa. Anak-anak yang dari sekolah nasional indonesia dan pindah kesekolah internasional, mereka merasa bahwa pelajarannya jauh lebih mudah. Lebih mudah, fun, banyak main game, banyak jalan-jalan, olahraga, seni, kreasi dsb. Karena memang secara akademis Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan negara-negara lain. Lihat saja, begitu banyak pertandingan olimpiade kimia, fisika, matematika kalau tidak dari China pasti dari Indonesia juaranya untuk skala internasional. Saya tidak mendengar bahwa juara matematika, kimia fisika itu dari Eropa, Australia atau Amerika. Karena memang beban akademis di indonesia sebenarnya cukup bagus.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Saya pernah membuat seminar buku yang saya tulis, yaitu anak cerdas atau multiple intelejen. Saya keliling indonesia, semua propinsi, guru-guru TK dikumpulkan, untuk seminar multiple intelejen, hal-hal apa yang penting bagi kecerdasan si anak supaya nanti anak berhasil. Lalu ketika guru-guru TK berkumpul, saya memberikan mereka perintah yang harus selesai dalam hitungan detik. Saya perintahkan kepada mereka dengan cepat saja, “ayo tolong digambarkan matahari”1,2,3,4,5 sudah selesai. Sekarang gambarkan gunung, hitungan kelima harus selesai karena cukup dengan sketsa saja. Gambarkanlah sungai, lalu mereka mulai menggambar, kalau tidak sungai diganti jalan juga boleh”

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Yang cukup menarik ketika ribuan orang, saya suruh menggambar gunung, ditambah matahari dan sungai maka 95% gunungnya ada dua dengan matahari di tengah-tengah gunung, jalan atau sungai keluar juga dari tengah-tengah gunung. Sedikit sekali yang menggambar gunungnya satu, atau gunungnya 3. Turun temurun seperti itu. Lalu saya berkata kepada guru-guru TK dan SD dengan mudah sekali ”ingin tahu kenapa anak-anak kita tidak kreatif? karena gurunya juga tidak kreatif. Turun-temurun itu yang digambar. Jadi kita perlu mengajarkan hal yang sederhana. Yang namanya kreatifitas beri kebebasan pada anak untuk menggambar. Menggambar gunung 1, gunung 3, atau 5, bahkan matahari 4 pun tidak salah.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Saya pergi kekota medan, dan saya menjumpai seorang anak menggambar gunung dengan mataharinya 4. Lalu saya tanya kenapa mataharinya 4? Ia menjawab,”Iya, Om. Kalau satu kan kasihan dia kesepian. Anak ini punya sosialisasi pasti bagus. Dan menggambar matahari 4 tidak salah, karena matahari itu kan salah satu bintang didalam galaksi bimasakti. Ada banyak galaksi di alam semesta ini, dalam satu galaksi ada ribuan bintang, satu bintang namanya matahari, dikelilingi ada sembilan planet. Maka sebenarnya menggambar matahari lebih dari satu juga tidak salah secara ilmiah. Guru beri kesempatan anak menggambar sebebas mungkin dan hargai kreatifitasnya bukan secara visual bagus apa tidak. Seorang anak mungkin kreatifitasnya dan kepandaiannya harus dinilai tinggi, walaupun tehnik menggambarnya tidak baik.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Kalau punya anak 2, 3, dan 4 tahun berikan mainan yang bisa dibongkar pasang, kenapa? karena kalau dibelikan mainan yang tidak bisa dibongkar akan dibongkar juga. Karena anak ingin tahu, oh tangannya bisa bergerak karena begini, rodanya bisa bergerak karena begini. Dia membongkarnya lalu dia menambah satu pengetahuan oh, ternyata bisa bergerak karena begini. Bagi mereka selesai dibongkar maka selesailah apa yang ingin mereka ketahui. Jadi memang justru itulah yang sebenarnya yang dibutuhkan oleh si anak. Mereka bertambah pandai, kreatif, main bongkar pasang, karena diberikan mainan yang bisa dibongkar pasang. Kreatifitas itu akan menjadi akar penentu dalam keberhasilan.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Suatu penelitian pernah diadakan terhadap beberapa kutu loncat. Jadi ini kisah mengenai kutu loncat. Seorang peneliti dari fakultas biologi meneliti kutu loncat. Cerita ini sebenarnya hasil sampingan dari penelitian, penelitiannya sendiri bukan mengenai hal ini. Ia meneliti untuk tujuan tertentu dan ia mengumpulkan kutu loncat dalam toples-toples dan ditutup dalam plastik. Namanya juga kutu loncat, kutu yang senang meloncat-loncat. Ketika dimasukkan kedalam toples, toples itu bunyinya riuh sekali, pletok…pletok..pletok..kenapa? Karena kutunya melompat dan membentur plastik tutup toples. turun lagi, lompat lagi, menabrak tutup yang dari plastik, dan berbunyi riuh sekali.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Beberapa minggu kemudian ia menjumpai bahwa sekelompok toples tidak ada bunyinya lagi. Kenapa tidak berbunyi? Apakah kutunya tidak melompat? Apakah sudah mati? Ketika ia melihat dalam toples, kutu yang sudah lama dimasukkan itu masih melompat, tetapi tidak setinggi ketika pertama kali dimasukkan. Rupanya ketika kutu itu melompat, menabrak plastk penutup berulang-ulang, nabrak, terpentok-pentok jadi sakit, lalu ia mulai menyesuaikan tinggi lompatannya supaya pas dengan ukuran tinggi toples. Karena toples itu sudah tidak dibutuhkan lagi maka si peneliti mulai membuka tutup toples. Plastik dibuka, dan yang cukup menarik ternyata si kutu tetap melompat rendah. Karena ternyata sudah 3 sampai 5 minggu, ia menyesuaikan diri dengan toples, sudah terbiasa dengan kondisi itu, bahkan ketika toples sudah dibukapun mereka tidak melompat tinggi, mungkin mereka berpikir masih ada penutup toplesnya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Sering kejadian dan peristiwa-peristiwa gagal membuat seseorang mengukur dirinya ukuran saya hanya setinggi ini. Gagal itu menyakitkan, terbentur-bentur itu menyakitkan, dan orang tidak mau sakit untuk yang berikutnya lagi, maka dia mulai mengukur tingginya, mengukur kemampuannya, menaruh batas dalam pikirannya. Inilah batas untuk saya. Padahal sebenarnya, pada suatu ketika tutup itu sudah tidak ada lagi, batas itu sudah tidak ada lagi, batas itu sudah hilang. Karena naiknya tingkat kemampuan kita, sesuai dengan pertumbuhan, sesuai pertumbuhan pendidikan. Sesuai dengan pertambahan kemampuan, tetapi sering orang dengan bertambahnya pendidikan, bertambahnya usia dia masih menganggap bahwa batas itu ada. Orang yang menganggap dirinya tidak mampu melakukan sesuatu padahal dia mampu, apa batasnya? Dia berfikir bahwa tidak mampu itulah batasnya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Contoh kalau anak bapak-ibu, saudara misalnya disekolahnya rangking 20, 30, maka jangan ditargetkan dia rangking 1. Dia akan merasa gagal. Kalau anak ibu nilai ulangannya matematika, PPKN, atau yang lain nilainya 5-6-5-5-4, berikan dia target 6,5 jangan diberi target 10. Berikan target yang bisa dia capai. Anaknya rangking 20 diberi target rangking 1, kalau kamu rangking 1 papa akan belikan hp, nanti dibelikan komputer. Rangking 20 disuruh rangking 1, anak akan berkata”Pa, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, tapi itu mustahil bagiku.” Anak tidak termotivasi.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Dia rangking 19, lalu diberi target rangking 15, dia akan merasa pasti bisa. Dia akan berjuang dan dia mendapat rangking 15. Saya bilang lagi kalau kamu bisa 12 besar, maksudnya sama dengan 6 dari bawah, tapi itu kata yang tidak bagus. Maka saya beri istilah 12 besar, dan dia naik menjadi 12 besar. Ketika anak diberi target achaiveable dia akan merasa saya bisa, saya mampu. Penting untuk mengumpan anak bahkan mengumpan diri sendiri. Mengumpan seseorang dengan keberhasilan-keberhasilan kecil yang bisa diraih. Karena dengan memberikan keberhasilan-keberhasilan kecil, dia akan muncul percaya diri, mampu bahwa saya bisa. Sikap mampu bahwa bisa itu sudah 50% bisa.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Banyak orang sebenarnya dia mampu berbuat sesuatu tapi dia berfikir saya tidak bisa. Maka dia tidak mencoba. Kenapa tidak mencoba? Karena dia berfikir bahwa dia tidak bisa. Banyak orang sebenarnya bisa tapi dia berfikir tidak bisa. Perlunya mengumpan anak dengan keberhasilan-keberhasilan kecil, target yang bisa dicapai. Kalau anak menilainya 4,5 nanti tidak naik kelas, berikan dia target 6 dulu. Karena dengan nilai 6 saja dia akan naik kelas. Tapi kita bisa naikkan target itu untuk semester berikutnya, target 6 bisa naikkan target 7.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Jadi anak diberi target sesuatu yang dia yakin dia bisa mencapai. Kita motivasi dengan sedikit tambahan motivasi. Dia akan mencoba dan kemungkinan besar dia akan meraihnya karena targetnya adalah target-target yang achivable. Memberikan target kepada anak berlebihan adalah hanya akan membuat anak itu sengsara. Dia mulai merasa tidak mampu, merasa gagal. Tumbuh sikap bahwa setiap orang yang gagal dan ia tidak akan pernah berhasil. Tumbuhkan citra diri anak, karena citra diri adalah bagian dari kecerdasan emosi yang membuat anak-anak berhasil.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Jadi seseorang bisa punya nilai akademik bahasa yang tinggi tapi gagal dalam hidup, gagal dalam berkomunikasi, kenapa? Karena bahasanya tidak komunikatif. Kenapa tidak komunikatif? Karena tidak diucapkan. Sering terjadi juga di kantor-kantor seorang pegawai dengan sibuknya mempersiapkan kepanikan ini kepanikan itu, launching produk ini dan itu dengan paniknya ia bekerja dengan lelahnya, sementara pegawai yang lain tidak bekerja selelah itu, bahkan lebih santai. Yang bekerja dengan rajin itu tidak mengajak yang lain bekerja. Dia hanya berkata dalam hati, ”Harusnya mereka tahu dong saya lagi lelah, harusnya dia bantu saya dong, dia kan lihat saya lagi sibuk.”

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Jadi banyak orang tidak mengucapkan apa yang ada dalam hatinya. Dia berharap orang lain tahu. Orang itu kalau dibuka raportnya, dilihat transkripnya, bisa-bisa nilai bahasanya 10 atau 9. Tetapi dalam pekerjaan dia tidak berhasil, kenapa? karena dia tidak berkomunikasi dengan baik. Terlalu banyak orang gagal dalam berkomunikasi, karena mengharap orang lain tahu, mengharap pasangan tahu. Betapa banyak ibu-ibu masuk kamar atau suami sebaliknya dan dia berharap suami menyusul masuk kamar,”Apa dia tidak tahu kalau lagi ditungguin? Kenapa sih tidak masuk-masuk kamar? Lalu bertengkarlah mereka. Kenapa? Karena mereka tidak berkomunikasi dengan baik. Halangannya adalah mereka mengharap orang lain tahu.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Setiap zaman memerlukan kecerdasan yang lebih tinggi untuk tingkat keberhasilan yang sama. Contohnya, 50 tahun yang lalu seorang lulusan diploma bisa saja menjadi terpandai di kecamatannya, menjadi pejabat, menjadi camat. Sedangkan saat ini, di kecamatan yang sama untuk menjadi office boy mungkin dibutuhkan ijazah diploma. Tahun 1945, Indonesia dibuat terkagum-kagum dengan Ir. Soekarno. Seorang insinyur, ia manusia langka di indonesia saat itu. Ketika Bung Karno, demikian ia disebut, berpidato di radio, orang-orang, terutama di Jawa, ketika mereka di sawah, di ladang, sedang bekerja, mereka berhenti dari pekerjaannya hanya untuk mendengar pidato Bung Karno di radio. Maka banyak sekali orangtua pada saat itu ingin sekali anaknya menjadi insinyur.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Beberapa puluh tahun kemudian, atau pada saat ini, kita bisa melihat ribuan insinyur menganggur, kesulitan mencari pekerjaan. Tahun 1956-1960 banyak orangtua ingin anaknya menjadi dokter pada saat itu bahkan sampai sekarang adalah sebuah profesi yang bisa dikategorikan sukses dan memiliki kekayaan yang cukup. Tetapi hari-hari ini juga cukup banyak orang yang setelah selesai kuliah dokter akhirnya tidak prakter dan pindah ke profesi bisnis atau dagang yang dianggap secara riil lebih menguntungkan. Hari-hari ini mungkin lebih banyak orang ingin menjadi entertainer atau artis. Dan memang banyak jalur disediakan untuk itu

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Jadi tentang figur sukses itu bisa berubah-ubah. Syarat minimal untuk sebuah keberhasilan secara pendidikan formal pun dituntut lebih tinggi hanya untuk sebuah keberhasilan yang sama. Ketika tahun 2004 syarat pendidikan minimal anggota DPR-RI adalah SLTA. Maka banyak caleg kelabakan bahkan merebak isu ijazah palsu. Hari ini bahkan untuk menjadi guru SD harus ijazah S1. Artinya apa? Setiap zaman memerlukan kecerdasan, pendidikan formal, IQ yang tinggi, hanya untuk tingkat keberhasilan yang sama dimana dekade sebelumnya tidak dituntut kecerdasan setinggi itu.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Prof. Dr Daniel Gullman, bapak manajemen modern Amerika, mengatakan bahwa keberhasilan justru dipengaruhi 80% oleh kecerdasan emosi dan kecerdasan spritual. Emotional Quotien dan Spritual Quetien. Ada orang yang menggabungnya nemjadui EESQ Emotional Spritual Quession. Sebagai orangtua kalau tujuan supaya anak kita berhasil, bukan supaya memilki ijazah. Maka seharusnya kita memperhatikan yang 80% tetapi 20% pun pendidikan formal tidak boleh diabaikan karena setiap zaman butuh pendidikan yang lebih tinggi untuk keberhasilan yang sama.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Sebagai contoh: Seandainya saudara punya anak kecil umur 2, 3 atau 4 tahun, datang tamu. Tamu ini anda tidak suka karena tamu ini suka gossip, sering tidak baik, atau tamu yang sedang menagih hutang. Pokoknya Anda tidak ingin bertemu dengan penagih hutang ini. Kau panggil anakmu yang paling kecil umur 2 atau 3 tahun berkata ”bilang pada tamu ya, kalau mama tidak ada”. Ini namanya training dan pemuridan bohong yang luar biasa efektifnya. Tapi sering anak ketika diajari seperti itu, ia masih belum bisa. Anak 2 tahun ini akan keluar, ke ruang tamu dan berkata pada tamunya ”Mama suruh bilang kalau mama tidak ada”. Jadi anak masih punya integritas belum bisa bohong. Mungkin dengan anak yang bersikap belum bisa bohong ini, anak yang masih punya integritas ini, orang tuanya akan marah. ”Lain kali kalau mama bilang tidak ada, ya bilang mama tidak ada, ngerti?!” Betul-betul orang tuanya mentraining anaknya agar tidak punya integritas. Jika terjadi berulang-ulang maka hilanglah integritas anaknya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Modal uang bisa dicari. Kalau tidak punya integritas bagaimana mendapat kepercayaan dari orang lain. Dalam bisnis, keluarga, hidup sosial atau apa saja, integritas sangatlah penting. Tapi banyak orang tua merusak integritas si anak sejak mereka kecil. Banyak orang yang awalnya tidak punya modal tapi sukses, karena ia punya integritas. Banyak orang punya uang tapi bingung uangnya buat apa. Ia punya pekerjaan banyak tapi ia masih mau punya pekerjaan atau usaha yang lain. Maka ia mencari orang-orang yang punya integritas untuk menjalankan usahanya. Orang yang punya integritas tidak akan pernah kekurangan pekerjaan. Bahkan ia bisa menjual integritasnya dengan sejumlah presentase saham tertentu, apabila ada orang yang punya banyak uang tidak ada waktu, tidak ada ide untuk menjalankan uangnya. Orang-orang yang punya integritas adalah jawabannya. Banyak orang punya ide, punya waktu, banyak orang punya tenaga tapi tidak punya integritas. Integritas adalah pondasi hidup.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Untuk berhasil orang harus berani mencoba. Dan kalau namanya mencoba itu tentu tidak 100% menghasilkan. Bisa gagal bisa tidak. Artinya orang yang berhasil adalah orang yang berfikir gagal itu biasa. Toh nanti juga akan menang. Namanya attitude pemenang. Gagal itu biasa, karena semua orang pernah gagal. Banyak orang besar yang berhasil yang kita kenal sekarang ini adalah orang yang pernah mengalami banyak kegagalan dalam hidupnya. Namun demikian mereka bangkit kembali. Mereka berfikir bahwa kegagalan adalah suatu pengalaman yang harus dilalui dalam hidup mereka. Mereka maju terus memperbaiki diri, dan berhasil.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Sebuah cara pandang yang luar biasa memandang kegagalan dalam hidupnya dengan menganggap itu hanya tegelincir. Betapa banyak orang yang mengalami kegagalan tidak separah kegagalan Abraham Lincoln. Kita lihat kegagalannya itu sebenarnya bukan tergelincir, tapi jatuh, terjerembab dalam lumpur, hancur berkeping-keping tapi ia hanya menganggap tergelincir. Ada orang yang hanya tergelincir dalam hidup ini, hanya ditolak cintanya. Belum terjadi perceraian, bukan kebangkrutan, bukan perampokan tetapi berkata aku hidup tanpa cinta, hidupku hancur padahal bukan hancur. Dia bukan tergelincir tetapi hanya tersandung kerikil. Tetapi ia berkata hidupku hancur. Itulah bedanya sikap pemenang dengan seorang pecundang atau pengecut yang tidak berani mencoba lagi.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Beberapa waktu yang lalu, Jakarta kedatangan tamu seorang gadis yang istimewa, namanya Lee Hee Ah. Seorang gadis yang berumur 17 tahun, tingginya separuh dari teman-teman seusianya, bahkan juga agak sedikit terbelakang mental. Namun dia sukses menjadi seorang pianis, berkeliling dunia untuk konser piano. Ketika ia tampil di Jakarta, orang lebih kagum lagi, lebih heran lagi ketika dia melambaikan tangannya, karena kelihatan baik tangan kiri dan tangan kanan ternyata jarinya hanya dua. Kalau orang jarinya lima, orang main piano tentu ia dapat menggerakkan jarinya lebih enak. Tapi kalau dengan jarinya dua, jarinya harus bergerak lebih cepat untuk bunyi yang sama.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Yang mau saya katakan adalah bahwa kelemahan seorang anak belum tentu adalah kelemahannya. Sering justru menjadi kekuatannya. Orangtua Lee Hee Ah tidak berfikir bahwa kelemahan fisik anaknya akan menghalangi karirnya, akan menghalangi kesuksesannya. Ia yakin bahwa setiap anak punya potensi untik berhasil. Setiap kelemahan diimbangi dengan kelebihan yang lain. Orang-orang atau anak-anak dengan cacat fisik sering mempunyai kepekaan hati, kepekaan suara, kepekaan lagu, spatial inteligence atau yang lainnya lagi. Anak anak hiperaktif bahkan yang autis sering mempunyai kemampuan desain grafis yang luar biasa. Ketika ia melihat gambar, melihat baju sesorang atau melihat yang lain, perhatiannya berbeda dengan yang lain. Ia memperhatika logo, gambar desain dan ia bisa menggambar ulang dengan sangat tepat. Jadi setiap anak, memang ada kekurangannya tapi pasti juga ada kelebihannya. Tugas orangtua adalah mengarahkan anaknya sesuai dengan kelebihannya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Selain Lee Hee Ah ada kisah spektakuler lainnya lagi. Helen Keller yang buta dan tuli. Melalui beberapa terapi akhirnya pendengarannya bisa ditingkatkan. Dan Helen Keller yang buta, akhirnya menjadi seorang sarjana. Ia keliling dunia untuk memberikan motivasi kepada orang-orang cacat lainnya. Ratu Victoria dari Inggris memberikan gelar penghormatan pada Helen Keller dan ia menyatakan kekagumannya. Bagaimana orang buta sejak kecil bisa meraih sukses luar biasa. Dan Helen Keller menjawab bahwa jika tidak ada Anne Sullivan, tidak ada Helen Keller. Sullivanlah guru yang mendedikasikan hidupnya untuk Helen Keller. Ia melatih dan terus melatih memberikan dorongan-dorongan dan reward-reward untuk perubahan kecil saja yang positif. Dengan ketekunan seorang guru yang mendedikasikan hidupnya bagi anak cacat yang bernama Helen Keller membawa seorang anak cacat ini dalam sukses yang luar biasa. Karena itu orangtua tidak perlu marah, kecewa, dengan hal-hal yang kurang pada anaknya. Bahkan jika yang berkebutuhan khusus sekalipun. Karena setiap anak punya peluang untuk sukses sekalipun dia punya cacat.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Dunia dipenuhi dengan kisah-kisah orang yang cacat, yang secara fisik tidak menguntungkan, namun memecahkan record keberhasilan. Karena memang keberhasilan tidak tergantung pada fisik. Kalau keberhasilan tergantung pada fisik maka Tuhan tidak adil karena fisik yang menciptakan Tuhan. Tapi keberhasilan tergantung pada hati. Kita manusia punya kehendak bebas tapi kita boleh mengambil keputusan. Apakah akan marah atau mengampuni. Apakah mau bersukacita atau mau bersedih. Kalau dia menggunakan keputusannya untuk bersedih, stress, marah, maka bagaimana ia bisa sukses. Tapi kalau ia menggunakan keputusan hatinya, untuk bersukacita, melepaskan pengampunan, hidup dalam damai sejahtera maka sukses ada di tangan orang-orang yang demikian. Karena itu orangtua perhatikan hati anakmu lebih lagi. Karena di sanalah awal keberhasilannya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Keberhasilan sangat dipengaruhi oleh intrapersonal inteligence, bagian dari kecerdasan emosi selain interpersonal intelejen atau sosialisasi. Bagian dari intrapersonal intelejen adalah self image atau gambar diri. Bagaimana orang memandang dirinya sendiri. Orang yang berhasil diantaranya adalah orang-orang yang berani gagal. Orang yang berani gagal ia akan tetap terus mencoba. Orang kalau tidak pernah mencoba ia memang tidak akan pernah gagal, tetapi pasti ia juga tidak akan pernah berhasil. Albert Hubert mengatakan, bahwa kesalahan terbesar yang dibuat seseorang adalah takut untuk membuat kesalahan.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Nah saya akan memberikan contoh, kegagalan itu sering justru membuat orang pindah ke tempat yang lebih baik. Jadi jangan takut dengan sebuah peristiwa gagal atau peristiwa yang tidak baik. Saya punya teman dan ia pernah berkata seperti ini ”Datanglah ke Serpong, ke PT IPTEK atau ke Bandung ke IPTN, kalau sudah masuk ke kantor sana, lemparkan sembarang kapur pasti akan kena kepala doktor” Itu karena terlalu banyaknya orang pintar. Tapi ketika IPTN ditutup pemerintah, program dihentikan, maka ada banyak ratusan bahkan ribuan karyawan yang otomatis orang-orang pandai, mereka menggunakan kepandaiannya untuk berargumentasi, berdemo agar IPTN jangan ditutup, sebenarnya layak diteruskan dsb…. Demo masih berlangsung sampai akhir-akhir ini. Bertahun-tahun kemudian, setelah penutupan itu karena mereka menggunakan kepandaiannya hanya untuk berdemo, beragumentasi.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Ada kisah orang lain lagi, kisah yang pernah saya baca di majalah tentang pisang goreng ponti. Bahwa ada orang yang di-PHK, perusahaannya ditutup, berdemo terus menerus. Butuh waktu bertahun-tahun untuk mengerti bahwa setiap peristiwa itu selalu ada maksud baik di belakangnya, ini menyangkut kecerdasan spritual juga. Memang kecerdasan emosi dengan kecerdasan spritual itu kait-mengait. Ketika ada seorang yang di-PHK dari perusahaan pelayaran dengan gaji yang cukup tinggi. Ketika di-PHK memang pasti stress, membuat keadaan ekonomi tidak baik, ketakutan soal masa depan, sekolah anak, dsb.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Kisah pisang goreng ini sempat booming dimana-mana. Orang beli harus ngantri dan tentunya harga pisang goreng ada yang 2000, 3000 per pisang goreng. Dibanding dengan pisang goreng lainnya yang rata-rata 500 tentu marginnya sangat tinggi. Katakan 1 pisang bisa untung 1000 rupiah dari harga 2000 kadang-kadang 50% marginnya dari omzet. Kalau satu bulan omzetnya bisa 1 juta, maka berarti marjinnya bisa mencapai 50 juta. Itu sudah 5, 6, 7 kali dari gaji ketika ia masih dipelayaran. Kalau dia tidak di-PHK tentu ia tidak akan mencoba jualan pisang goreng karena sudah bekerja dengan nyaman, gaji yang cukup besar. Tapi dengan kondisi yang dizinkan Tuhan terjadi yaitu ketidak-nyamanan, di-PHK, ditambah dengan satu sikap yaitu berani mencoba, maka ia mengalami kemajuan and keberhasilan.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Ada orang lain juga di-PHK, dan kisahnya berakhir dengan menyedihkan. Kenapa? apa yang membedakannya? sama-sama di-PHK. Ada yang di-PHK lalu jualan pisang goreng dan sukses. Ada yang di-PHK demo berbulan-bulan, bertahun-tahun terus berdemo dan mengakhiri kisah hidupnya dengan penderitaan, dengan kesusahan, kepahitan dan tidak bisa mengerti kenapa pemerintah menutup perusahaan ini dan itu. Padahal pemerintah mengambil keputusan tentu atau perusahaan swasta atau nasional dari sisi ekonomis sudah terbukti bahwa bertahun-tahun tidak ada peluang diteruskan menambah kerugian maka diambil tindakan tegas, ditutup.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Ada orang yang bisa menerima dan tidak. Apa yang membedakannya, kecerdasan spritualnya dan kecerdasan emosinya. Ada orang ketika mengalami hal yang tidak baik, berani mencoba, tidak takut gagal. Karena berani mencoba tidak takut gagal, maka akhirnya kalau toh ia pernah gagal, tapi akhirnya pasti akan berhasil. Sekali lagi janganlah pernah takut untuk mencoba, karena hanya dengan mencobalah tidak akan tahu akan berhasil atau tidak. Belum berhasil juga maka katakan belum berhasil, dan bukan tidak berhasil.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Ada beberapa kelompok masyarakat atau negara-negara tertentu kurang suka membaca. Contohnya di Indonesia orang-orang kurang suka membaca, jangankan buku yang tebal, buku yang tipis saja belum tentu mau dibaca. Tetapi orang-orang Eropa, Amerika lebih suka membaca. Lihat saja, kalau mereka datang ke Indonesia, mereka antri tiket sambil memegang buku yang cukup tebal, entah novel, atau apapun, mereka membaca. Sambil menunggu take off pesawat mereka membaca. Mereka liburan ke Bali 3 hari, 1 hari, mungkin di satu lokasi, berjemur di pantai sambil membaca, lalu istirahat, makan, tidak lama kemudian baca lagi.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Jadi orang asing, Eropa khususnya, mereka ke Bali liburan satu hari, 1 atau 2 lokasi saja mereka santai, berjemur di pantai mereka baca. Orang indonesia tidak suka membaca. Mereka liburan ke Bali 1 hari mengunjungi 7 lokasi, datang, potret, lalu pindah, datang, potret lalu pindah. Mereka ke Hongkong juga begitu, 1 hari 5 lokasi, datang satu tempat, potret, pindah, potret, pindah. Maka orang indonesia pulang liburan, badannya sakit, kelelahan, kenapa? Karena terlalu banyak jalan. Saya sering bertanya kepada teman-teman ”kamu itu liburan apa kerja bakti? kok pulang-pulang kelelahan?” Untuk kelompok masyarakat seperti kita yang kurang suka membaca, maka menerbitkan buku terlalu tebal itu beresiko, kecuali bukunya terkenal dan laku.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Kisah ini saya sampaikan hanya untuk menunjukkan, bahwa kalau ada niat, pasti ada jalan. Disamping itu, orang harus berani bicara walaupun bahasanya tidak baik. Apa artinya orang punya tata bahasa luar biasa, pelajaran bahasanya bagus, tata bahasanya bagus, pellingnya bagus, pronounsesionnya bagus, grammarnya bagus, bisa menulis halus, titik koma tidak salah. Tapi kalau tidak berani berbicara, maka dia juga tidak akan sukses. Dalam hal linguistik intelejen, maka berani berbicara itu penting. Apa artinya orang pandai, kalau tidak berani berbicara. Maka orang lain juga tidak tahu bahwa dia itu pandai. Dalam hal berbahasa, selain tata bahasa, menulis cepat, menulis halus, maka yang cukup penting orang itu berani berbicara. Bahkan yang gagap saja kalau ia berani berbicara, maka ada kesempatan bagi dia untuk sukses.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Maka dari itu, terapi anak-anakmu, didik anakmu, untuk berani berbicara. Kalau ada masalah di antara anak-anak, sering orang indonesia berkata kepada anaknya ”diam” tidak usah banyak omong, pokoknya kamu yang salah. Jadi anak tidak dilatih untuk berani berbicara. Ini terbalik, justru orangtua harus berkata kepada anaknya,”Mengapa kamu begitu? Ayo cerita..” Biarkan kakaknya cerita, lalu ganti adiknya, kenapa kamu begitu? biarkan ia mengungkapkan pendapatnya. Dengan mendengar dan cukup mendengar kita akan menjadi orangtua yang cukup bijaksana. Karena kita bisa mengadili dengan adil, siapa yang salah? Dua-duanya yang salah, seberapa besar salahnya. Tapi kalau kita tidak mendengar, selain kita tidak menjadi orangtua yang bijaksana dan adil, maka anak tidak terbiasa berbicara dan tidak berani berbicara. Padahal berani berbicara adalah aspek yang penting di dalam membuat seseorang itu berhasil nantinya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Untuk berhasil menikah bahagia tidak dibutuhkan ilmu pendidikan, ilmu psikologi, atau yang nem-nya tinggi. Orang pintar menikah dengan orang pintar sering justru kalau mereka bertengkar dalilnya banyak dan tidak selesai-selesai. Ahli agama menikah dengan ahli agama apakah tentu pernikahannya bahagia? Belum tentu, karena kalau mereka bertengkar, ayatnya banyak dan susah untuk didamaikan. Untuk berhasil dalam keluarga sekalipun, seperti menikah dan bahagia, tidak cukup hanya pandai, tetapi yang hatinya baik.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Jika konsentrasi kita sebagai pendidik dan orangtua supaya anak-anak kita berhasil, maka sepatutnyalah kita memberikan porsi dan perhatian pada kecerdasan hati dan kecerdasan spiritual ini. Orangtua tidak selesai dan tidak hanya cukup menyekolahkan anaknya, lalu berarti dia sudah mendidik anak. Karena sekolah tentunya hanya mempengaruhi kecerdasan intelektual atau IQ yang mempengaruhi 20% keberhasilannya. Maka justru yang mempengaruhi kecerdasan hati, kecerdasan spiritual adalah lingkungan keluarga, karena itu justru orangtua punya peran yang lebih untuk keberhasilan anak.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Saya berikan kisah ilustrasi. Suatu ketika ada seekor ayam, dia berjalan-jalan di kaki bukit dan menemukan telor. Dia berfikir, wah ada telor ayam tercecer, dia ambil telor itu dan dia erami bersama telornya yang lain. Singkat cerita menetaslah si telor-telor ini termasuk telor yang ia temukan. Dan rupanya telor yang ia temukan itu menetas dan tumbuh menjadi anak yang berbeda, karena sebenarnya telor itu telor rajawali yang jatuh menggelinding dari bukit dan dierami sama si ayam. Walaupun dierami sama si ayam tentu ia tetap menetas sebagai rajawali. Tapi sirajawali ini hidup bersama-sama ayam. Ia punya kakak ayam, cici ayam, punya koko ayam, hidup bersama-sama ayam, makan bersama ayam, punya mama ayam, punya tetangga ayam.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Betapa banyak orang sebenarnya punya kemampuan lebih, tapi hidup susah, cari makan susah, frustrasi dengan dirinya sendiri karena tidak mengenal jati dirinya sendiri. Dia tidak mengenal hidupnya sendiri, jati dirinya, kemampuan dirinya. Kenapa? karena lingkungan. Rajawali yang hidup bersama ayam, dia menjadi hidup seperti ayam. Orang belajar jati diri sering kadang-kadang mengadopsi dari orang lain. Orang menyerap self image atau gambar diri dari orangtua, dari teman, karena itu orang sering mengatakan bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Orang lain mengatakan, bila ingin tahu siapa dia? Lihat empat orang terdekatnya, maka itulah dia. Orang bergaul dengan maling jadi maling, orang bergaul dengan pemalas, jadi pemalas. Orang bergaul dengan orang optimis jadi optomis, orang bergaul dengan yang rajin jadi rajin. Karena dalam hal membangun gambar diri sesorang memang tidak bisa dihindari orang menyerap gambar-gambar diri yang ada dilingkungannya. Bapaknya memukul ibunya, maka si anak akan memukul adiknya, dia akan memukul istrinya nanti kalau dia nanti menikah. Lingkungannya kasar dia akan menyerap nilai-nilai kasar, dan gambar diri kasar. Karena itu penting sekali kita membangun keluarga dengan nilai-nilai, value-value yang baik, karena itu akan menjadi nilai-nilai dan value-value pada anak kita.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Kita punya keyakinan yang bagus, optimis, hidup benar, maka anak-anak kita juga akan seperti itu. Oleh sebab itu, sudah saatnya kita membangun sebuah generasi baru dengan nilai-nilai yang baik. Inilah saatnya kita juga menentukan dan mengawasi lingkungan anak-anak kita, sampai dia besar dan dewasa dan bisa mengambil keputusan untuk menentukan lingkungannya sendiri. Tapi tetap orang tua boleh mengarahkan anak-anaknya untuk mengambil lingkungan yang positif. Karena lingkungan akan mempengaruhi seseorang menentukan, menilai dan membangun gambar dirinya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Untuk sukses seseorang harus diketahui bahwa dia pandai, baik, dan punya integritas. Untuk sukses orang harus pandai berkomunikasi, bagaimana orang tahu dia pandai kalau tidak berkomunikasi. Namun ternyata cukup menarik bahwa hasil survei majalah rider digest bahwa berpidato adalah ketakutan nomor satu di Amerika. Namun demikian sebenarnya berpidato adalah cara yang sangat hebat untuk membangun citra diri. Karena itu bagaimana kita bisa memiliki citra diri yang hebat, kalau ternyata anda juga termasuk orang yang punya ketakutan untuk berbicara di depan umum.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Yang pertama mulailah dengan melihat diri anda sendiri di dalam cermin. Lihat mata anda di dalam cermin, anda juga harus menyisihkan waktu beberapa menit setiap hari untuk tujuan khusus sengaja melihat langsung ke mata anda di dalam cermin. Sementara anda melakukan ini, ulangi pengukuhan hal-hal yang positif yang ada dalam diri anda, misalnya saudara berkata: “Saya orang sukses. Saya lahir dengan tujuan menjadi sukses. Saya pasti bisa,k alau orang lain bisa, saya juga bisa. Saya adalah orang yang punya komitmen,” dan sebagainya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Apabila engkau sudah terbiasa melihat diri anda sendiri dengan melihat mata saudara dalam cermin, maka tahap kedua, lakukanlah kontak mata melihat orang lain. Kalau engkau takut berbicara melihat mata atasanmu, mata orang-orang yang melihat engkau berbicara di podium maka mulailah melakukan kontak mata dengan anak-anak kecil. Engkau bisa mengumpulkan anak-anak kecil, tetangga, keponakan, tentu engkau berani bukan melihat mata mereka. Engkau bisa menyiapkan cerita sederhana, cerita lucu, atau memberikan hadiah kecil seperti pinsil atau penggaris yang murah saja tapi itu membuat engkau berkesempatan berbicara dengan mereka dan melihat matanya. Menyatakan sesuatu, memberi sesuatu dan melihat matanya. Nanti engkau akan melihat reaksi yang jauh berbeda dengan cara ini. Membuat engkau punya keberanian untuk melakukan kontak mata.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Tapi yang ketiga adalah konsentrasi untuk melihat kelompok sesama anda dan rekan-rekan anda dan teman anda yang selevel. Atau mulai bisa juga dengan rekan-rekan kerja yang kedudukannya lebih rendah. Pandanglah mereka pada mata anda, setiap kali berbicara, berkomunikasi dengan mereka. Apabila engkau masih grogi melakukannya, engkau bisa melakukan sedikit revisi bukan melihat mata mereka tapi melihat dahi mereka. Tapi paling tidak semua hadirin akan melihat bahwa saudara memandang mereka. Tapi engkau tidak melihat mata, tapi mungkin hal itu masih menjadi trauma atau ketakutan. Janganlah engkau menyampaikan pidato atau sambutan sambil melihat keatas, melihat kertas, melihat meja atau hal yang lainnya. Engkau kelihatan sebagai orang yang bukan percaya diri, bukan seorang pemimpin.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Keberhasilan dipengaruhi cukup tinggi oleh intrapersonal inteligence. Intrapersonal inteligence memiliki dua bagian: Pertama, self control, yaitu bagaimana orang mengelola emosinya. Kedua, self image atau gambar diri, yaitu bagaimana orang menilai dirinya. Orang yang memiliki gambar diri yang baik adalah orang yang berfikir bahwa saya bisa. Untuk menanam pada anak supaya dia bisa maka kita perlu melatihnya. Tetapi berfikir bahwa saya bisa itu penting. Banyak orang berfikir tidak bisa bukan karena tidak bisa, tetapi karena dia berfikir tidak bisa.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Kumbang badak adalah serangga dengan badan yang besar, dengan cangkang sayap yang tebal, dan sayap halusnya sangat kecil dan pendek. Kalau dianalisa secara ilmu aerodinamika, mungkin sulit dimengerti bahwa kumbang badak dengan bentuk tubuh yang seperti itu bisa terbang. Tetapi untung kumbang badak tidak pernah belajar ilmu aerodinamika. Kalau dia belajar aerodinamika dia akan berfikir bahwa dia tidak bisa terbang dan dia tidak akan pernah bisa terbang. Kumbang badak tidak pernah belajar ilmu aerodinamika. Dia melihat bapaknya terbang, melihat ibunya terbang, lalu dia mencoba terbang, dan dia bisa terbang. Dia melihat bapaknya yang gemuk, badannya besar, menggerakkan sayapnya yang kecil dan dia bisa terbang, maka dia pun hanya mengikuti menggerakkan sayapnya dan dia pun terbang.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Jadi berpikir bahwa bisa itu penting. Saya berikan satu contoh yang lain. Lomba lari 1 mil adalah perlombaan yang banyak menjadi perhatian orang. Dulu, selama bertahun-tahun orang tidak bisa berlari sejauh 1 mil dalam waktu kurang dari 4 menit. Karena itu, banyak ahli-ahli olahraga, ahli-ahli ergonomi yang mengatakan bahwa memang dengan kaki manusia yang panjangnya dengan segala perhitungannya yang rumit maka tidak bisa lari kurang dari 4 menit. Dan ahli-ahli ini termasuk menjadi penasehat para olahragawan.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Tetapi pada tahun 1954 ada seorang mahasiswa bernama George Banister yang tidak memperdulikan pendapat dan teori para ahli. Dia berlari dalam jarak 1 mil kurang dari 4 menit. Hari ini sudah lebih dari 336 orang lain yang memecahkan rekornya George Banister. Orang mulai bisa berlari 1 mil kurang dari 4 menit, ketika mereka berfikir bisa. Ketika berfikir bisa maka orang menjadi bisa. Banyak orang tidak bisa melakukan apa-apa karena orang membatasi pikiran mereka. Saat pikiran yang membatasi itu dicabut dari pikiran mereka, maka mereka bisa melakukannya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Saya mengenal orang yang sebenarnya pandai tapi hidupnya tidaklah sukses. Saat saya berbincang-bincang dengan mereka, saya tahu apa yang membatasi mereka. Saya mendapati bahwa mereka memakai kepandaiannya justru untuk membuktikan kenapa mereka tidak bisa melakukan ini dan itu. Jadi kepandaiannya dipakai bukan untuk memajukan diri, melakukan terobosan-terobosan, atau mencari kemungkinan-kemungkinan baru, tetapi malah kepandaiannya dipakai untuk membuktikan dan menjelaskan dengan dalil dan teori mengapa mereka gagal.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Ada kisah nyata seorang yang bernama Victor Seribriakoff. Pada saat ia berumur limabelas tahun gurunya mengatakan kepadanya, bahwa ia tidak akan menyelesaikan sekolahnya, sebaiknya ia berhenti dan mempelajari sebuah keterampilan. Victor menerima nasehat itu dan selama tujuhbelas tahun berikutnya dia menjadii pengembara yang kerjanya serabutan. Waktu kecil ayahnya sering berkata kepada Victor bahwa dia adalah anak bodoh, dia marah pertama kali dibilang bodoh, tetapi ketika ibunya juga mengatakan bahwa ia anak bodoh, dia mulai berfikir, “Ayah bilang aku bodoh, Ibu bilang bodoh, mungkin aku memang bodoh.”

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Pertanyaannya, mengapa orang ber-IQ tinggi prestasi akademik jelek? Jawabnya, karena memang untuk punya nilai akademis bagus tidak perlu IQ terlalu tinggi, cukup 110-120. Di atas 120 sering anak justru menjadi hiperaktif, 130 lebih merasa dirinya pandai, karena dia pandai, dia menganggap sudah bisa sehingga tidak lagi mendengarkan bila gurunya mengajar, ngobrol dengan yang lain atau sibuk dengan ide-ide di kepalanya. Akibatnya, ia dicap anak nakal, anak bodoh. Banyak anak dengan IQ diatas 130 justru bermasalah di rumah maupun di skeolah.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Makin tinggi IQ anak, justru bisa bermasalah karena IQ tinggi membuat seorang anak punya banyak ide di kepalanya. Karena idenya banyak, maka konsentrasinya jadi pendek. Dan hal ini juga yang terjadi pada Victor. Tetapi ketika ia mengetahui bahwa IQ-nya tinggi, ia tidak bodoh, tetapi justru jenius, maka ia mulai menilai dirinya, bahwa ia adalah orang yang pandai. Ketika Victor menilai dirinya pandai, ia mulai bertindak sebagaimana orang pandai. Dia tidak lagi menilai dirinya seperti orang tua, guru, dan teman-temannya yang menilai dirinya bodoh.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Meskipun Victor bekerja sebagai office boy, karena tidak ada pilihan lain, sebab ia tidak punya gelar, tetapi sambil bekerja dia mengambil sebuah sekolah semacam Kejar Paket C bila di Indonesia. Setelah itu ia mengambil kuliah malam. Dia tetap melanjutkan pekerjaannya sampai dia meraih gelar sarjana, bahkan sampai selesai S-2. Nama Victor Seribriakoff tertulis dalam daftar nama ketua International Mensa Society, sebuah lembaga orang-orang pandai di Amerika. Untuk masuk dalam klub itu syarat yang pertama adalah IQ minimal 140.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Bagi para orang tua, ajarlah anak-anak memandang dirinya dari hal yang positif. Caranya pandanglah anak-anak dengan cara yang positif. Kalau kita melihat anak-anak kita dari sisi negatifnya saja, anakpun menilai dirinya negatif. Seorang anak mungkin pelupa, bisa pegang uang, boros, selalu berbagi dengan temannya, nilai matematikanya jelek, tidak disipilin, dan itu terus yang engkau lihat dari anakmu. Tetapi lihat dari sisi lain, anak seperti itu biasanya sanguin, dan dia juga punya kelebihan. Dia jujur, periang, suka berbicara, dan banyak teman.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Singkat cerita, ketika induk ayam mati, maka rawajali yang hidup bersama ayam menilai dirinya sebagai seekor ayam, berjalan bersama-sama para ayam yang lain. Mereka berjalan mendaki bukit. Si rajawali yang merasa dirinya ayam ini ikut berjalan juga. Sesampai di puncak bukit mereka bercanda satu dengan yang lain. Si rajawali yang hidup bersam ayam ini, sering menjadi bahan cemoohan, penampilannya yang berbeda dengan ayam-ayam pada umumnya. Karena badannya yang besar, si rajawali diolok-olok oleh ayam-ayam yang lain,”Eh, bongsor, eh gendut, ayam aneh, ayam lucu, sayap lebar, sayap lucu”

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Mulanya mereka hanya bercanda biasa, tapi lama-kelamaan candaan mereka melampaui batas, mereka saling mengejek, bahkan saling mendorong. Ketika si rajawali diledek dan didorong oleh ayam-ayam yang lain, ia jatuh dari atas bukit. Ketika ia jatuh dan melayang ke jurang, si rajawali mulai berusaha untuk bertahan agar tidak mati. Rajawali itu mencoba mengepak-ngepakan sayapnya. Dan ternyata hal yang luar biasa terjadi. Sayap yang selama ini dianggap aneh dan membuatnya minder, justru menjadi penyelamat hidupnya. Ketika dia mengepak-ngepakkan sayapnya, maka ia menemukan dirinya tidak jatuh. Ia malah bisa terbang. Kemudian ia rentangkan sayapnya lebar-lebar, ia terbang melayang dan ia sangat menikmatinya.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Setiap orang mempunyai kemampuan berbeda-beda atau mempunyai kemampuan yang unik. Sering orang menjadi aneh, karena tinggal di lingkungan yang salah. Karena itu sekali lagi lingkungan itu penting. Kalau mau sukses engkau perlu bergabung dengan komunal orang-orang sukses, berbicara tentang kesuksesan, engkau akan dipacu untuk sukses. Anda akan menjumpai bahwa banyak orang sukses ternyata tidak jauh berbeda dengan Anda. Pendidikannya tidak jauh beda, pandainya tidak jauh beda, keahliannya tidak jauh beda, ternyata mereka sukses. Karena mereka sudah mencoba lebih dulu, karena ia sudah memulai lebih dulu. Sementara selama ini Anda tinggal bersama para pemalas, menghabiskan waktu hanya dengan menonton film, membaca buku yang tidak jelas, menyukai pornografi, nongkrong dan minum minuman keras, dan Anda mungkin sudah bertahun-tahun hidup seperti itu. Dan mungkin dengan kepandaianmu yang lebih menjadi tertawaan di komunal yang tidak tepat itu.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Tetapi sering bukan, orang tidak menemukan siapa dirinya, dan tidak menemukan komunal yang tepat. Karena itu kadang Tuhan mengizinkan masalah terjadi dalam hidup Anda. Ketika ada masalah, ketika orang dikeluarkan, diusir dari lingkungannya, terjadi “kegagalan”, terjadi kebangkrutan sehingga ia harus pindah pekerjaan ke tempat yang lain. Atau mungkin Anda di-PHK, tetapi dengan jalan itu Anda akan pindah ke perusahaan yang lain, yang komunalnya lebih baik. Kadangkala, ada baiknya bila engkau ditolak dari lingkunganmu, engkau diusir dari teman-temanmu, engkau tidak disukai oleh teman-teman sekampungmu, se-RT-mu, karena engkau tidak bisa mabuk dengan mereka, karena engkau tidak bisa malas dengan mereka, enggak tidak mau nongkrong dengan mereka, dan ketika engkau diusir dari sana, engkau mencari lingkungan yang baru dan di lingkungan yang baru itu engkau bertemu dengan orang-orang yang sama denganmu.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Seringkali ha-hal yang menyakitkan, seperti penolakan, pengusiran dari lingkungan, tidak diterima, di-PHK, membuat seseorang menemukan lingkungan yang jauh lebih baik. Sering juga ketakutan yang luar biasa, masalah yang luar biasa, justru membuat kita ingin bertahan hidup. Muncul drive, muncul niat, saya tidak mau mati, saya harus hidup, seperti rajawali yang dijatuhkan dari bukit, ia mengalami ketakutan yang luar biasa, tapi dia tidak mau mati. Ketika seseorang berkata “harus”, maka ia mau melakukan apa saja, yang penting tidak mati. Ketika seseorang pada tahap mau melakukan apa saja, maka ia mau mencoba dan ketika ia mencoba maka ia menemukan jati dirinya. “O, ternyata saya bisa dalam satu hal, ternyata saya bisa dalam satu bidang…”

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Jadi orang sering harus terdesak dalam hidup ini, karena saat engkau terdesak engkau bersyukur. Karena engkau terdesak, engkau sampai pada tahap engkau mau melakukan apa saja dan engkau mulai mencoba. Ketika engkau mulai mencoba, engkau mulai menemukan apa yang engkau bisa. Ketika engkau menemukan apa yang kau bisa, engkau akan bersukacita, engkau mulai menemukan serpihan-serpihan dari gambar dirimu, bahwa engkau bisa! Maka engkau mulai melatih bidang yang kau bisa, engkau mulai mengembangkan talentamu, menjadi expert, menjadi ahli dalam bidang itu, maka sukses akan engkau raih dengan segera.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Walaupun demikian Borg tidak minta dikasihani, ia tidak mau diistimewakan, ia ingin seperti orang lain. Sebagai anak kecil ia ingin ikut main jingkrak-jingkrat dengan gadis kecil lainnya, akan tetapi ia tidak bisa melihat garis di tanah oleh karena itu setelah anak-anak yang lain berhenti bermain dan pulang, bork merangkak di tanah sambil mendekatkan matanya ketanah untuk melihat garis-garis batas permainan tersebut dan menghafalkannya. Setiap garis dan tanda diamati betul-betul sedikit demi sedikit, akhirnya dia hafal dan dapat ikut bermain dengan baik. Di rumah ia senang membaca tapi buku yang akan dia baca harus didekatkan ke matanya sampai bulu matanya menyentuh setiap halaman buku.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Pada tahun 1943 ketika ia berusia 50 tahun, terjadi mujizat. Operasi mata yang dijalaninya di Mayo Clinic berhasil dengan baik. Ia dapat melihat empat puluh kali lebih baik dari sebelumnya. Dunia baru yang indah dan menarik terpampang di depan matanya, bahkan saat mencuci piring pun membuat ia sangat gembira dan kagum. Ia bercerita, “Saya lantas bermain dengan buih-buih sabun yang ada dalam bak cuci. Saya memasukkan tangan saya ke dalamnya, mengambil bola kecil buih sabun tersebut. Bola-bola kecil itu saya angkat melawan cahaya dan terlihat pemandangan indah menawan hati. Karena setiap bola itu bagaikan pelangi kecil dengan warna beraneka ragam dan cemerlang berkilauan.”

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Orang yang sukses harus memiliki citra diri yang baik. Orang yang sukses beraneka ragam, kecuali orang tersebut minder dengan penampilannya, maka kesuksesan tidak tergantung pada kondisi fisiknya, tetapi pada mindernya. Ada orang tinggi yang sukses, ada orang pendek yang sukses, ada orang kulit putih yang sukses, ada orang kulit hitam yang sukses, ada orang yang bentuk hidung, mata, warna, rambut, suara berbeda dan sukses. Mereka tidak tergantung pada kondisi fisik mereka, namun betapa banyak orang minder dengan hal-hal seperti itu.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Seorang gadis berumur 12 tahun dari Sasebo, Prefektur Nagasaki, Jepang Barat, pada tanggal 18 April 1997 ditemukan polisi tidak sadar di tempat parkir rumah apartemen setelah dia melompat dari apartemen di gedung tingkat lima. Akibatnya tengkoraknya retak dan dia mengalami koma serta harus dirawat secara intensif. Gadis ini meninggalkan catatan bahwa ia melompat seba diejek teman-teman sekelasnya karena aksennya jelek (Kompas, Selasa 22 April 1997). Betapa orang yang mempunyai citra diri buruk, minder bisa membuat sikap orang menjadi nekat.

seperti di kutip dari https://dollybastian.wordpress.com

Banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya bisa dilakukan agar hidup menjadi lebih berguna, yaitu dengan berbuat baik terhadap orang lain. Anda bisa mengunjungi orang sakit dirumah sakit, memberikan kue terhadap orang cacat, menjaga bayi ibu muda yang sedang keluar, pokoknya apa saja yang bisa anda lakukan untuk orang lain dan orang tersebut tidak bisa membalas anda, serta anda tidak dibayar dalam melakukannya. Itu akan memberikan anda sebuah nilai hidup dan citra diri yang kuat sekali.

Nanda (13), siswa SMP Negeri 1 Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, tenggelam saat hendak membuat video dokumenter. Dia tenggelam setelah melompat dari air terjun. Hingga kini Nanda belum ditemukan. “Informasi di lapangan, memang mereka sedang buat video dokumenter. Korban bersama delapan orang temannya mandi di air terjun dengan cara melompat, tetapi korban tidak timbul lagi,” kata juru bicara Basarnas Palembang Taufan saat dimintai konfirmasi via telepon, Selasa (20/2/2018). Petugas mencari bocah SMP di Pagar Alam yang hilang setelah melompat dari air terjun untuk pembuatan film. (Foto: dok. Posko SAR Kota Pagaralam) Dari informasi yang diterima detikcom , korban tenggelam saat melompat dari atas batu di air terjun 7 Kenanga pada sore hari ini guna membuat video yang terkait dengan kegiatan Pramuka di sekolahnya. Taufan melanjutkan, korban diduga terbawa pusaran air terjun karena tidak bisa berenang. Sementara itu, tujuh temannya berhasil selamat setelah bahu-membahu naik ke permukaan air. “Arus air itu itu sebenarnya berputar, jadi kuat dugaan korban tersedot pusaran air terjun di lokasi. Pencarian dilakukan sampai malam dan korban belum ditemukan. Pintu air di sekitar lokasi juga sudah dibuka agar air surut dan mudah dalam melakukan pencarian besok pagi,” sambung Taufan. Mengingat hari semakin gelap, Basarnas beserta tim gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD setempat akhirnya memutuskan menghentikan sementara pencarian. Tim gabungan rencananya kembali melakukan pencarian pada Rabu (21/2) dengan cara penyelaman.

Dari informasi yang diterima detikcom, korban tenggelam saat melompat dari atas batu di air terjun 7 Kenanga pada sore hari ini guna membuat video yang terkait dengan kegiatan Pramuka di sekolahnya. Taufan melanjutkan, korban diduga terbawa pusaran air terjun karena tidak bisa berenang. Sementara itu, tujuh temannya berhasil selamat setelah bahu-membahu naik ke permukaan air.”Arus air itu itu sebenarnya berputar, jadi kuat dugaan korban tersedot pusaran air terjun di lokasi. Pencarian dilakukan sampai malam dan korban belum ditemukan. Pintu air di sekitar lokasi juga sudah dibuka agar air surut dan mudah dalam melakukan pencarian besok pagi,” sambung Taufan.Mengingat hari semakin gelap, Basarnas beserta tim gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD setempat akhirnya memutuskan menghentikan sementara pencarian. Tim gabungan rencananya kembali melakukan pencarian pada Rabu (21/2) dengan cara penyelaman.

seperti di kutip dari https://webcepat.ga

Yakin Habib Rizieq Pulang, Massa Bergerak ke Bandara Soekarno-Hatta Cek Manifes Pesawat dari Arab Saudi, Polisi: Nama Habib Rizieq Nihil Lompat dari Air Terjun untuk Buat Film, Siswa SMP Pagar Alam Hilang Konjen RI Jenguk Dua Pelawak Jatim yang Ditahan di Hong Kong Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Manggarai Jaksel Pastikan Habib Rizieq Pulang, PA 212 Cek Manifes Saudi Airlines Ular Sanca yang Ditangkap Warga Probolinggo Kerap Mangsa Ternak KSAD Tutup Latihan Tempur Kopassus di Gunung Halimun Bogor Demi Internasionalisasi, UII Gandeng Perguruan Tinggi di Thailand Kapolda Jatim Instruksikan Polres Jajaran Razia Orang Gila Fenomena Orang Gila, Kapolda Jatim: Masyarakat Jangan Paranoid Pimpinan DPR Hormati Sikap Jokowi yang Belum Mau Teken UU MD3 Seekor Elang Brontok Akan Dilepas di Hutan di Gunungkidul KPK Sebut Karakter Pencucian Uang Wawan Berbeda Ibu di Bandung Digugat Anaknya yang Sudah Dapat Warisan dari Ayah Massa Penyambut Habib Rizieq di Masjid Baitul Amal Makin Ramai Nostalgia Cawalkot Oded Makan di Warteg Pinggir Pasar Bandung Bocah 7 Tahun Ini Tewas dalam Teror Van di Barcelona Polisi Tembak Mati Sopir Van yang Buron dalam Teror Barcelona 3 Terduga Pelaku Teror Van Barcelona Ditangkap di Perancis Wanita Dituduh Pelakor Terganggu Akun FB Banjir Komentar Negatif 1 Korban Ambruknya Kepala Tiang Becakayu di RS UKI Jalani Operasi Polisi Minta Ponpes di Kediri Tingkatkan Kewaspadaan Gaet Pemilih Milenial, Jokowi Disarankan Pilih Cawapres Muda KPK ke Fahri: Kalau Yakin Nazaruddin Tak Benar, Tak Perlu Khawatir ICW: Korupsi APBD oleh Kepala Daerah Terjadi Paling Banyak di 2017 Tega! Empat Orang Anak di Bandung Gugat Ibu Kandungnya Belum Terima Kabar, Presidium 212 Yakin Habib Rizieq Tak Pulang Besok Polisi Mulai Selidiki Fenomena Remaja ‘Bertelur’ di Gowa Geledah Rumah Bupati Lampung Tengah, KPK Sita Sejumlah Dokumen Warga Probolinggo Tangkap Ular Sanca Sepanjang 5 Meter Soal Teror Orang Gangguan Jiwa, Ini Kata Menkes Begini Kondisi Novel Baswedan Jelang Pulang ke Indonesia Videonya Viral, Wanita Dituduh Pelakor Pertimbangkan Lapor Polisi Bawaslu Sumut Gelar Sidang Gugatan JR Saragih Sudirman Said Janji Tak Pakai Isu SARA dan Politik Uang Fahri Hamzah Sebut Ada Skandal, KPK: Pakai Logika Sehat Ulama Diserang, Moeldoko: Ini Permainan Lama Kepala Tiang Tol Becakayu Ambruk, Pimpinan DPR Duga Ada Keteledoran 3 Tahun Pria Ini Cabuli Anak Tirinya, Diancam Bunuh Jika Menolak

Related Posts

Comments are closed.