Libur Natal-Tahun Baru, Pantura Pemalang-Pekalongan Macet

Libur Natal-Tahun Baru, Pantura Pemalang-Pekalongan Macet

Arus lalu lintas dari Pemalang hingga Pekalongan macet parah. Kecepatan kendaraan sekitar 5-10 km/jam dan seringkali ‘parkir’. Kemacetan mulai terjadi dari Jembatan Comal di Pemalang hingga Stasiun Pekalongan. Kendaraan yang lewat didominasi mobil pribadi bernomor polisi Jakarta. Dari jembatan Comal hingga Kota Pekalongan yang biasanya ditempuh 30 menit saat ini memakan waktu 2 jam lebih. Macet disebabkan karena jumlah kendaraan yang bertambah, pasar tumpah dan angkutan umum yang berhenti sembarangan. Arus lalin di Pekalongan, Sabtu (23/12/2017) Foto: Muhammad Idris-detikcom

Baca juga : arus mudik natal dan tahun baru pantura mulai padat

jpnn.com , PEKALONGAN – Kondisi lalu lintas masa mudik Natal dan Tahun Baru di jalur Pantura Kabupaten Pekalongan, Jateng, mulai padat merayap, Jumat (22/12). Hal ini terlihat dari peningkatan kendaraan yang tampak lebih ramai di jalur Barat ke Timur atau dari arah Jakarta menuju Semarang. Sedangkan untuk arus dari arah Timur ke Barat (Semarang-Jakarta) tampak lebih lenggang. Pantauan kemarin, arus kendaraan tampak merayap saat memasuki Pantura Wiradesa. Kecepatan kendaraan rata-rata tidak lebih dari 5 hingga 10 Km/jam. Kepadatan lalu lintas ini didominasi kendaraan pribadi dan sepeda motor. H Soleh, salah seorang pemudik dari Jakarta menuju Surabaya yang tampak turut terjebak kepadatan arus di wilayah SPBU Wiradesa, mengatakan, kondisi seperti itu sudah terjadi sejak perjalanan memasuki Timur Pemalang. “Sejak kita masuk Timur Pemalang hingga di Pekalongan sudah seperti ini mas, padat. Padahal ya tidak ada apa-apa. Mungkin karena padatnya arus kendaraan ya,” tutur H Sholeh, Jumat (22/12). Sholeh mengungkapkan, karena terjebak arus yang merayap ini, rata-rata kendaraan melaju dengan lambat. “Dikit-dikit berhenti, dikit-dikit berhenti lagi. Seperti itu terus mas. Pas ada SPBU, kita belokin aja sambil istirahat,” keluh Sholeh yang mengaku akan pulang kampung ke Surbaya bersama keluarganya itu.


Baca juga : libur natal dan mobil mobil yang mengular

Sementara itu, arus lalu lintas di jalur pantura Kota Pekalongan, Jawa Tengah saat libur Natal, padat merayap pada Minggu sejak pukul 10.00 WIB hingga sore tadi. Kendaraan yang melintas dari arah barat (Jakarta) ke timur (Semarang) didominasi mobil pribadi, truk, dan bus. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, kepadatan arus lalu lintas di pantura Kota Pekalongan terjadi di empat titik. Di antaranya, perlintasan kereta Jalan KH Mas Mansyur, perempatan Grogolan, persimpangan Jalan Dr Soetomo-Jalan Ahmad Yani, depan Pasar Grosir Setono. Pemudik yang melalui jalur pantura Kota Pekalongan harus ekstra sabar dengan kondisi arus lalu lintas yang padat. Bahkan, kecepatan laju kendaraan sekitar 20-30 km/jam. Kendati demikian, kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang terjadi tidak menimbulkan kemacetan yang parah. Apalagi, jalur perlintasan kereta, Jalan KH Mas Mansyur memang menjadi langganan macet, terutama saat arus mudik liburan Natal kali ini. Sedangkan titik kemacetan lainya berada di perempatan Grogolan dan Dr Soetomo-Ahmad Yani yang merupakan jalur pertemuan kendaraan lokal yang akan menyeberang dengan kendaraan di jalur nasional atau pantura. Menurut Kharisma Rizki (34) pemudik asal Jakarta tujuan Batang, Jateng. Kendaraan padat merayap saat akan memasuki Kota Pekalongan, sehingga laju kendaraan tersendat dan bersabar untuk menunggu antrean yang mengular hingga dua kilometer lebih. “Tadi arus lalu lintas kendaraan memang mulai padat pas memasuki Kota Pekalongan. Karena banyak persimpangan dan ada perlintasan KA yang membuat antrean kendaraan mengular cukup panjang,” tutur Kharisma Rizki saat berhenti untuk rehat sejenak di sentra batik Setono, Pekalongan. Bahkan, lanjut dia, laju kendaraan padat merayap hingga dua kilometer lebih. Alhasil, hampir satu jam perjalanan bersabar menunggu antrean kendaraan yang melewati jalur pantura tersebut. “Kalau macet berhenti sih memang enggak, tapi ya gini tersendat. Lumayan, tadi satu jam mungkin ada lewat jalur padat itu,” dia menambahkan. Hal senada diungkapkan pemudik lainnya, Sahrul (40) warga Jakarta tujuan Pekalongan. Meskipun arus lalu lintas tersendat akibat kepadatan kendaraan yang melintas, ia bersyukur tidak terjadi kemacetan parah yang terjadi di jalur pantura Kota Pekalongan. “Ya saya kira wajar kalau libur panjang seperti inii jalannya macet. Tapi, memang di sini (Kota Pekalongan) tadi arus lalu lintasnya padat sekali. Padahal, dari Brebes-Tegal-Pemalang arus lalu lintas lancar jaya. Cuman tadi di Comal, Pemalang sempat tersendat, tapi tidak lama sih,” ucap Sahrul.


Baca juga : brexit tegal diprediksi macet.20229.html

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. Menurut dia, meski arus mudik libur akhir tahun tidak sepadat Lebaran, tapi pintu tol Brexit menjadi titik rawan terjadi kemacetan. “Ini tidak lain karena kondisi daya tampung jalan panturan yang hanya tiga lajur. Libur Natal dan Tahun Baru 2018 masih fokus di Brexit,” ungkapnya. Selain itu, lanjut dia, kondisi tol fungsional yang tidak akan dipergunakan selama arus mudik Natal dan tahun baru menjadi penyebab prediksi kemacetan di Brexit-Tegal Kota. Sebab, pembangunan tol fungsional terus dikebut agar bisa digunakan saat arus mudik Lebaran 2018 mendatang. Berbeda dengan libur Lebaran, tol fungsional bisa digunakan, sehingga kendaraan yang keluar di Brexit berkurang. “Nah, libur Natal ini semua kendaraan yang mengarah ke timur akan keluar di Brexit,” jelasnya. Sejumlah rekayasa lalu lintas akan dilakukan oleh pihaknya jika terjadi kemacetan di Brexit. Salah satunya berkoordinasi dengan Polda Jabar. Misalnya, kata dia, jika di Brexit mengalami kemacetan sepanjang 1 Kilometer (KM), pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk mengeluarkan kendaraan di Tol Palimanan. “Kita juga menurunkan 20 ribu personel yang dibantu oleh Dishub, Jasaraharja serta ormas (organisasi kemasyarakat) untuk mengatur arus lalu lintas selama libur Natal dan tahun baru,” jelasnya. Kapolda memprediksi, puncak arus mudik Natal dan tahun baru diperkirakan jatuh pada, Jumat malam Sabtu (22/12) mendatang. “Diperkirakan jumlah kendaraan akan mengalami kenaikan pada Jumat malam Sabtu,” paparnya. Sebelumnya, Kepala Cabang Operasional Tol Pejagan-Pemalang Ian Dwinanto mengatakan, libur Natal dan Tahun Baru 2018 diperkirakan mengalami kenaikan dibanding hari biasa. Di mana, hari biasa hanya sebanyak 10 ribu kendaraan, di liburan akhir tahun nanti diperkirakan mengalami kenaikan sebanyak 45 ribu kendaraan. “Diperkirakan volume kendaraan selama libur akhir tahun ini mencapai 40 persen dibanding hari biasa,” ungkapnya. Dia mengungkapkan, kebanyakan kendaraan akan didominasi kendaraan pribadi yang melintas di Tol Brexit. Kebanyakan dari pengguna jalan merupakan pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya memanfaatkan libur panjang di akhir tahun. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, kata dia, pihaknya telah menyiapkan tiga gardu pintu keluar tol. Di mana ketiganya ada di Exit Tol Pejagan, Brebes Barat, dan Brebes Timur. “Jadi ketiga gardu tersebut akan dimaksimalkan selama libur Natal dan tahun baru nanti. Sistem buka tutup akan diberlakukan jika situasi mengalami kemacetan,” tuturnya. Khusus Brebes Timur, lanjut dia, sebagai batas akhir perjalanan pengguna jalan tol, pada saat arus mudik nanti akan disiapkan sedikitnya tujuh gardu exit, serta dua entrance. Sedangkan arus balik, pihaknya menyiapkan empat lajur entrance dan tiga lajur exit. Untuk pembayaran sendiri, pihak tol telah bekerja sama dengan perbankan dalam penyediaan fasilitas kartu Perdana e-toll. Di mana persediaan tersebut untuk pengguna jalan yang belum memiliki e-toll. Sebab, di hari biasa masih banyak pengguna jalan yang belum memilikinya. Kurang lebih ada lima ribu kartu yang kita sediakan untuk pengguna jalan, jelasnya. (ded/fat/jpg)


Baca juga : mudik pulau jawa bisa lewat pantura tol hingga jalur selatan

Jakarta – Salah satu persiapan intensif pemerintah dalam menyelenggarakan mudik Lebaran yang lancar dan aman tahun ini adalah dengan menyediakan pra sarana jalan yang memadai. Seperti diketahui, mudik dengan menggunakan moda transportasi darat menjadi salah satu pilihan masyarakat paling banyak, terlebih di Pulau Jawa. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, salah satu usaha pemerintah adalah dengan menyediakan jalur mudik lebih banyak. Di antaranya pemudik bisa menggunakan jalur pantura, jalur pantai selatan, jalan tol, dan jalan-jalan alternatif, terutama di Pulau Jawa. “Kami juga siapkan enam rest area sementara pada ruas tol fungsional baru. Itu ada di Brebes ruas Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Weleri. Masing-masing ruas disiapkan dua titik lokasi,” katanya dalam Raker di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (8/6/2017). Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan layanan parking bay pada ruas tol eksisting, seperti toilet, parkir dan musala di ruas tol Jakarta-Cikampek, Cipali, Palimanan-Kanci, dan Pejagan-Pemalang. Mengantisipasi kemacetan yang kerap menumpuk di perlintasan sebidang kereta api di daerah menuju Purwokerto, Kementerian PUPR membangun 4 flyover di Brebes, Jawa Tengah, yang dikebut pembangunannya sejak Desember tahun lalu. “Daerah ini merupakan titik rawan kemacetan di tahun 2016, dan akan fungsional pada H-10 Lebaran atau 16 Juni 2017,” ucap Basuki. Seperti diketahui, setidaknya ada total 337 km jalan tol Trans Jawa yang akan difungsikan pada mudik Lebaran tahun ini. Jumlah ini terdiri dari ruas Brebes Timur-Weleri 110 km, dan ruas Semarang hingga Surabaya sepanjang 227 km. Adanya ruas-ruas tol baru yang difungsionalkan ini diharapkan bisa mengurangi dan memecah kepadatan lalu lintas di empat titik rawan kemacetan. Di antaranya kawasan Tegal, Pemalang, Pekalongan dan Batang. Jalan tol yang fungsional dari Brebes Timur-Weleri kondisinya menggunakan perkerasan beton tipis (lean concrete) yang bisa dilalui dengan kecepatan 40-60 Km/jam. Sepanjang ruas toI tersebut akan ada 8 pintu keluar tol (exit tol) sementara seperti, Ujung Rusi, Karang Jati dan Warureja di Tegal, Sewaka dan Beji di Pemalang, Bojong di Pekalongan, Kandeman di Batang serta pintu keluar tol Gringsing di Kendal atau Weleri. (dna/dna)

Arus lalu lintas dari Pemalang hingga Pekalongan macet parah. Kecepatan kendaraan sekitar 5-10 km/jam dan seringkali ‘parkir’. Kemacetan mulai terjadi dari Jembatan Comal di Pemalang hingga Stasiun Pekalongan. Kendaraan yang lewat didominasi mobil pribadi bernomor polisi Jakarta. Dari jembatan Comal hingga Kota Pekalongan yang biasanya ditempuh 30 menit saat ini memakan waktu 2 jam lebih. Macet disebabkan karena jumlah kendaraan yang bertambah, pasar tumpah dan angkutan umum yang berhenti sembarangan. Arus lalin di Pekalongan, Sabtu (23/12/2017) Foto: Muhammad Idris-detikcom

Ada lubang di sejumlah titik di Jalur Pantura Pemalang. Beberapa di antaranya yang cukup parah berada di wilayah Pantura Kabupaten Pemalang. “Target kami hari ini, kita kebut penambalannya. Di wilayah kami yang terparah di Pemalang,” selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekalongan Batang Plelen, Yudi Harto Suseno saat dihubungi detikcom Jumat (22/12/2017). Diakui Yudi, masih ada lubang yang harus diperbaiki di jalur Pantura sepanjang 97 KM dari Pemalang-Gringsing (Batang). “Saat ini teman-teman di lapangan terus bergerak, baik survei-survei maupun tutup jalan berlubang. Targetnya Pak Menteri dan Dirjen, hari ini kelar nutup lubang,” kata Yudi. Namun demikian, pihaknya tetap memperhatikan cuaca saat melakukan perbaikan. “Kalau terang, langsung kita garap. Dan target hari ini sampai malam kita kerjakan,” tegasnya. Untuk menambal lubang di Pemalang sendiri, dia telah mebentuk 8 grup yang bertugas untuk menutup lubang. Sementara itu, proses ini juga dibantu oleh petugas Satlantas Polres Pemalang, untuk rekayasa arus saat dilakukan perbaikan jalan. Kasatlantas Pemalang, AKP Ahmad Nur Arih, pada menambahkan pihaknya telah berkomunikasi dengan pemda setempat terkait proses perbaikan jalan ini. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan anggotanya pada titik-titik yang dilakukan penambalan jalan berlubang untuk mengatur arus lalulintas. “Kita kemarin telah melakukan koordinasi dengan PU, terkait kegiatan penambalan lubang jalan. Disepakati penambalan dilakukan saat jam-jam arus longgar seperti pagi dan malam hari,” kata Ahmad.

Arus lalu lintas dari Pemalang hingga Pekalongan macet parah. Kecepatan kendaraan sekitar 5-10 km/jam dan seringkali ‘parkir’. Kemacetan mulai terjadi dari Jembatan Comal di Pemalang hingga Stasiun Pekalongan. Kendaraan yang lewat didominasi mobil pribadi bernomor polisi Jakarta. Dari jembatan Comal hingga Kota Pekalongan yang biasanya ditempuh 30 menit saat ini memakan waktu 2 jam lebih. Macet disebabkan karena jumlah kendaraan yang bertambah, pasar tumpah dan angkutan umum yang berhenti sembarangan. Arus lalin di Pekalongan, Sabtu (23/12/2017) Foto: Muhammad Idris-detikcom

Sementara itu, arus lalu lintas di jalur pantura Kota Pekalongan, Jawa Tengah saat libur Natal, padat merayap pada Minggu sejak pukul 10.00 WIB hingga sore tadi. Kendaraan yang melintas dari arah barat (Jakarta) ke timur (Semarang) didominasi mobil pribadi, truk, dan bus. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, kepadatan arus lalu lintas di pantura Kota Pekalongan terjadi di empat titik. Di antaranya, perlintasan kereta Jalan KH Mas Mansyur, perempatan Grogolan, persimpangan Jalan Dr Soetomo-Jalan Ahmad Yani, depan Pasar Grosir Setono. Pemudik yang melalui jalur pantura Kota Pekalongan harus ekstra sabar dengan kondisi arus lalu lintas yang padat. Bahkan, kecepatan laju kendaraan sekitar 20-30 km/jam. Kendati demikian, kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang terjadi tidak menimbulkan kemacetan yang parah. Apalagi, jalur perlintasan kereta, Jalan KH Mas Mansyur memang menjadi langganan macet, terutama saat arus mudik liburan Natal kali ini. Sedangkan titik kemacetan lainya berada di perempatan Grogolan dan Dr Soetomo-Ahmad Yani yang merupakan jalur pertemuan kendaraan lokal yang akan menyeberang dengan kendaraan di jalur nasional atau pantura. Menurut Kharisma Rizki (34) pemudik asal Jakarta tujuan Batang, Jateng. Kendaraan padat merayap saat akan memasuki Kota Pekalongan, sehingga laju kendaraan tersendat dan bersabar untuk menunggu antrean yang mengular hingga dua kilometer lebih. “Tadi arus lalu lintas kendaraan memang mulai padat pas memasuki Kota Pekalongan. Karena banyak persimpangan dan ada perlintasan KA yang membuat antrean kendaraan mengular cukup panjang,” tutur Kharisma Rizki saat berhenti untuk rehat sejenak di sentra batik Setono, Pekalongan. Bahkan, lanjut dia, laju kendaraan padat merayap hingga dua kilometer lebih. Alhasil, hampir satu jam perjalanan bersabar menunggu antrean kendaraan yang melewati jalur pantura tersebut. “Kalau macet berhenti sih memang enggak, tapi ya gini tersendat. Lumayan, tadi satu jam mungkin ada lewat jalur padat itu,” dia menambahkan. Hal senada diungkapkan pemudik lainnya, Sahrul (40) warga Jakarta tujuan Pekalongan. Meskipun arus lalu lintas tersendat akibat kepadatan kendaraan yang melintas, ia bersyukur tidak terjadi kemacetan parah yang terjadi di jalur pantura Kota Pekalongan. “Ya saya kira wajar kalau libur panjang seperti inii jalannya macet. Tapi, memang di sini (Kota Pekalongan) tadi arus lalu lintasnya padat sekali. Padahal, dari Brebes-Tegal-Pemalang arus lalu lintas lancar jaya. Cuman tadi di Comal, Pemalang sempat tersendat, tapi tidak lama sih,” ucap Sahrul.

Peristiwa 30 Jun 2017 11:06 Polisi menyiapkan tiga rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang di persimpangan antara jalur Pantura dan Tol Gringsing. Peristiwa 30 Jun 2017 10:56 Polisi sudah mempersiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai ataupun mengurangi antrean kendaraan di jalur pantura. Peristiwa 30 Jun 2017 02:24 Menurut Risto jumlah arus mudik atau kendaraan menuju Jawa Tengah tercatat menurun. Peristiwa 29 Jun 2017 20:25 Kemacetan terjadi akibat banyaknya kendaraan arus balik yang akan ke Jakarta melalui jalur tengah Ajibarang-Tegal. Peristiwa 29 Jun 2017 05:04 Wakapolda Jateng menekankan empat hal terkait faktor kemacetan arus balik di jalur Pantura barat. Peristiwa 29 Jun 2017 01:02 Arah sebaliknya atau arus mudik terpantau ramai lancar dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Peristiwa 24 Jun 2017 15:18 Jumlah kendaraan yang masuk GT Palimanan arah Jakarta 16.556 unit, sedangkan yang keluar Tol Cipali dari Palimanan arah Cirebon. Peristiwa 23 Jun 2017 15:27 Di Pasar Minggu Cirebon, arus lalu lintas terpantau ramai lancar. Meski padat, para pemudik masih bisa berjalan perlahan-lahan. Ramadan 22 Jun 2017 15:21 SGM Bunda serta SGM Eksplor menyediakan TEmpat Mudik nyamAN (TEMAN) untuk bunda dan keluarga selama mudik. Peristiwa 21 Jun 2017 18:48 Polisi Brebes punya cara khusus untuk mencegah kecelakaan pemudik dengan sepeda motor.

Tito Karnavian dan Budi Karya Sumadi (Foto: Antara/Galih Pradipta) Mudik 2016 lalu, titik kemacetan di jalur utara terpusat di Brebes, Jawa Tengah. Mulai dari jalur Tol Brexit sampai jalur arteri mengalami macet tak terkira, hingga belasan jam. Dan untuk 2017 ini titik kemacetan mudik berada di Pemalang, Jawa Tengah. Prediksi kemacetan mudik 2017 di Pemalang disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi. Mengapa Pemalang menjadi titik pusat kemacetan? “Macetnya di Pekalongan, karena yang akan kita kontrol di Pekalongan,” jelas Budi Karya di Surabaya, Kamis (15/6). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan) Titik kemacetan berada di Pemalang karena jalur tol sampai Pemalang, namun memang ada jalur darurat sampai ke Gringsing, Batang. “Jadi gini, Gringsing itu mungkin macetnya nggak di Gringsing, di Pemalang,” tegas Budi Karya lagi. Untuk kemacetan di mudik 2017 ini, diperkirakan paling lama pemudik akan kena macet dua jam. Ini prediksi dari Kemenhub. “Dari Pekalongan ke Weleri itu hampir seratus kilo kan, ya mungkin dua jam lah kurang lebih ya, tapi yang akan kita kontrol dari Pemalang ke Pekalongan. Di situ akan kita buang ke Utara dan ke Selatan. Kemungkinan di Gringsing ini nggak ada macet,” tegas dia.

Related Posts

Comments are closed.