Libur Natal, 75 Ribu Wisatawan Kunjungi TMII

Libur Natal, 75 Ribu Wisatawan Kunjungi TMII

Libur Natal membuat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diserbu wisatawan. Sebanyak 75 ribu orang mengunjungi objek wisata ini pada Senin (25/12) kemarin. “Tepat pada Natal, 25 Desember itu ada 75 ribu pengunjung,” kata Kepala Bagian Humas TMII, Jerrimias Lahama, di TMII, Jakarta Timur, Selasa (26/12/2017). Ia juga menyebut sejak tanggal 16 hingga 25 Desember 2017, jumlah pengunjung TMII mencapai 250 ribu orang. Jumlah ini lebih dari separuh target 450 ribu pengunjung hingga 2 Januari 2018 nanti. Lonjakan ini, disebutnya, terjadi karena libur Natal yang jatuh pada Senin sehingga menyebabkan masa akhir pekan menjadi lebih panjang. “Peningkatan ada, ini kan karena ada cuti bersama, dan long weekend kan,” ujarnya. Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung, pihak TMII menambah tenaga keamanan. Total ada 850 personel keamanan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Satpam TMII yang dikerahkan untuk pengamanan. “Total, bersama dengan satpam Taman Mini kurang lebih 850 personel,” ucap Jerrimias. Terkait keramaian wahana di dalam TMII sendiri menurutnya terjadi secara merata. Anjungan rumah adat menurut Jerrimias tetap menjadi andalan dari TMII.

Baca juga : harga tiket masuk tmii naik rp 5000 selama libur lebaran

Jakarta – Di musim libur lebaran ini, jumlah pengunjung tempat-tempat wisata bertambah, tak terkecuali dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). TMII pun memasang tarif tiket masuk lebih mahal dari hari biasa. Manajer Informasi Budaya & Wisata TMII, Ertis Yulia Manikam, mengungkapkan harga tiket masuk TMII mengalami kenaikan dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per orang. Tarif baru tersebut berlaku sampai 9 Juli 2017. “Kenaikan harga itu hanya selama pekan ini saja, selama libur lebaran sampai tanggal 9 Juli nanti. Atau libur anak sekolah,” kata Ertis kepada detikFinance , Jakarta, Jumat (30/6/2017). Erti belum dapat merinci berapa jumlah pendapatan yang diperoleh dari TMII sendiri selama libur lebaran. Namun, melihat jumlah pengunjung yang lebih tinggi dibanding hari-hari biasa, Ertis mengatakan pendapatan juga bisa mengalami kenaikan. Walau demikian Ertis menjelaskan, kenaikan harga tiket serta jumlah pengunjung tak serta-merta mendorong jumlah pendapatan TMII menjadi lebih banyak. Sebab, biaya operasional TMII di musim lebaran ini juga lebih tinggi dibanding hari biasa. “Kalau dari pendapatan, sebetulnya TMII sendiri tidak mencari keuntungan. Kita hanya untuk operasional dan servis pengunjung, kalau dari keuntungan memang tidak besar,” katanya. “Jadi sebetulnya kalau dari pendapatan kita tidak memprioritaskan berapa targetnya. Kami juga fasilitasi dan kompensasikan dengan tenaga keamanan, kebersihan, juga event-event tertentu, jadi memerlukan biaya yang besar untuk operasional dibanding hari biasa,” sambung dia. Lebih lanjut Ertis memprediksi bahwa peningkatan jumlah pengunjung akan terjadi hingga pekan depan mendatang, sampai libur anak sekolah selesai. Untuk tahun ini, TMII menargetkan jumlah pengunjung selama libur lebaran dapat mencapai 350 ribu orang. Sementara hingga Kamis kemarin, jumlah pengunjung yang telah datang ke TMII sudah sekitar 250 ribu hingga 260 ribu pengunjung. “Tahun lalu kami (TMII) targetnya juga sekitar 350 ribu pengunjung selama libur lebaran, dan berhasil mencapai sekitar 500 ribu pengunjung. Insya Allah tahun ini juga bisa melebih target itu,” tutup Ertis. (mca/mca)


Baca juga : libur lebaran pengunjung tmii naik hingga 7 kali lipat

Jakarta – Libur lebaran menjadi momen penting bagi para pengelola tempat wisata, tak terkecuali Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Jumlah pengunjung tempat wisata seperti TMII mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Manajer Informasi Budaya & Wisata TMII, Ertis Yulia Manikam, mencatat hingga Kamis lalu jumlah pengunjung TMII telah mencapai sekitar 250 ribu sampai dengan 260 ribu orang. Jumlah itu diprediksi akan terus bertambah. “Kalau sampai kemarin (29/7), prediksi pengunjungnya sekitar 250 ribu sampai 260 ribu dari lebaran pertama. Berarti itu selama empat hari,” kata Ertis kepada detikFinance , Jakarta (30/7/2017). Ertis mengatakan, jumlah pengunjung di hari libur lebaran mengalami peningkatan hingga mencapai 6 sampai 7 kali lipat dibanding hari biasa, tergantung masing-masing harinya. “Misalnya kalau hari Rabu biasa itu relatif, biasanya 10 ribu pengunjung. Lalu kalau dibandingkan dengan hari Rabu libur lebaran ini, kemarin mencapai 60 sampai 70 ribu pengunjung, berarti peningkatannya 700%. Tapi kalau perbandingannya misalnya hari Minggu biasa dengan Minggu libur lebaran ini, peningkatannya paling sekitar 200%-300%. Jadi kan tergantung hari jumlah pengunjung itu,” jelasnya. Menurut Ertis, para pengunjung yang banyak datang ialah masyarakat yang tidak melakukan mudik lebaran. Sehingga mereka menghabiskan waktu liburannya bersama keluarga di tempat wisata yang ada di Jakarta seperti TMII. Sementara, pada libur lebaran kali ini TMII menargetkan jumlah pengunjung sebanyak 350 ribu orang. Target tersebut sama seperti target pengunjung libur lebaran tahun 2016 lalu. “Tahun lalu kami (TMII) targetnya juga sekitar 350 ribu pengunjung selama libur lebaran, dan berhasil mencapai sekitar 500 ribu pengunjung. Insya Allah tahun ini juga bisa melebih target itu,” tutur Ertis. (mca/mca)

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi menanggapi adanya toko kue yang menolak layanan pemesanan kue dengan tulisan Natal. Zainut Tauhid meminta masyarakat terus menjaga persaudaran di Indonesia. “MUI berpesan marilah kita terus menjaga ukhuwah atau persaudaraan di antara sesama anak bangsa. Baik persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyyah) maupun persaudaraan atas dasar kemanusiaan (ukhuwah basyariyyah). Karena sebagaimana kata Imam Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah bahwa ‘mereka yang bukan saudaramu dalam iman, mereka adalah saudaramu dalam kemanusiaan’,” kata Zainut saat dihubungi detikcom, Minggu (24/12/2017) malam. Pihaknya juga mengimbau masyarakat bersikap bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat mengucapkan selamat Natal. Apalagi kata Zainut hal tersebut sebaiknya tak menjadi polemik yang mengganggu harmoni kerukunan antarumat beragama. “MUI mengimbau kepada masyarakat untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut dan tidak menjadikan polemik yang justru bisa mengganggu harmoni hubungan antarumat beragama,” ucap dia. Menurut Zainut, MUI tak bisa melarang siapapun dalam berpendapat mengucapkan selamat natal haram atau tidak. “MUI tidak bisa melarang siapa pun yang memiliki pendapat bahwa mengucapkan selamat Natal itu hukumnya haram atau dilarang oleh agama. Hal itu didasarkan pada pendapat bahwa mengucapkan selamat Natal itu bagian dari keyakinan agama,” tutur dia. Dia juga mengatakan para ulama juga mempunyai beda pendapat dalam mengucapkan selamat Natal. Sebab ada ulama yang melarang dan memperbolehkan mengucapkan selamat Natal. MUI, menurut dia tak pernah mengeluarkan fatwa ucapan selamat Natal. “Para ulama dalam masalah ini juga berbeda pendapat, ada yang melarang dan ada yang membolehkan. Sehingga MUI mempersilakan kepada umat Islam untuk memilih pendapat mana yang paling sesuai dengan keyakinan hatinya. MUI sendiri belum pernah mengeluarkan fatwa tentang hal tersebut. Sehingga mengembalikan kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang sudah ada,” kata Zainut. “Begitu juga sebaliknya MUI tidak bisa melarang bagi yang berpendapat bahwa mengucapkan selamat Natal itu boleh dan tidak dilarang oleh agama. Karena berkeyakinan hal itu bukan bagian dari keyakinan agama tetapi sebatas memberikan penghormatan atas dasar hubungan kekerabatan, bertetangga, teman sekerja atau relasi antarumat manusia,” lanjut dia. Selain itu, dia juga mengaku tak menyalahkan pihak toko yang bernama Chocholicious yang menolak melayani pesanan kue dengan tulisan Natal. “Masalah tersebut di atas juga bisa menjawab viral yang beredar di masyarakat tentang adanya toko kue yang menolak untuk menuliskan ucapan selamat Natal karena berkeyakinan itu haram hukumnya. Untuk hal tersebut MUI tidak bisa melarangnya. Tetapi jika ada toko kue yang mau melayani pembeli untuk menuliskan ucapan selamat Natal, MUI juga tidak bisa menyalahkannya,” ujar dia. Foto: ibnu munsir Sebelumnya sempat viral di media sosial. Hal ini berawal dari ocehan salah satu pelanggan yang memesan kue dan meminta ada ucapan Natal untuk keluarganya. Namun pihak Toko Kue Chocholicious menolak. Terkait hal ini, pemilik toko, Rafika, mengatakan penolakan itu sudah menjadi komitmen perusahaannya sejak berdiri. Dia menjelaskan banyak permintaan kue dengan ucapan hari Natal, namun pihaknya meminta karyawanya untuk menjelaskan dengan baik dengan alasan hanya sebatas menjual kue dan tak menerima ucapan Natal.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana (Lulung) datang ke kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tiba di lokasi bersama, keduanya menyapa para pedagang kaki lima (PKL) dan warga yang ada di lokasi. Keduanya tiba sekitar pukul 11.25 WIB. Sandiaga dan Lulung langsung mendatangi lapak-lapak PKL. Mereka sempat berbincang sebentar sembari berjalan. “Pak, murah, Pak. Murah,” kata pedagang di lokasi, Selasa (26/12/2017). Haji Lulung datang bersama Sandiaga ke Tanah Abang. (Yulida Medistiara/detikcom) “Obral ya?” kata Sandiaga menanggapi. Setelah itu, Sandiaga dan Lulung berjalan lagi melihat-lihat lapak PKL. Sandi juga sempat bersalaman dengan warga. Sandiaga datang mengenakan kaos lari dan kacamata tersemat di kepalanya. Sedangkan Lulung mengenakan kemeja batik. Dia juga memakai topi berwarna putih. Sebelumnya diberitakan, Sandiaga Uno dan Lulung merapikan rambut di Pangkas Rambut Ko Tang, Glodok, Jakarta Barat.

Related Posts

Comments are closed.