Kumpulkan Donatur, Ridwan Kamil Gelar Gala Dinner

Kumpulkan Donatur, Ridwan Kamil Gelar Gala Dinner

Calon Gubernur Jabar nomor urut 1 Ridwan Kamil mengakui biaya kampanye di Pilgub Jabar sangat mahal. Ia pun menyebut perlu suntikan dana untuk memuluskan jalannya mendapatkan kunci ‘Gedung Sate’. Salah satu caranya adalah menggelar gala dinner dengan sejumlah pengusaha di Hotel Padma, Jalan Kiputih, Kota Bandung, Senin (19/2/2018). Dalam acara itu, Emil, sapaan Ridwan, memaparkan sejumlah program sekaligus mengajak tamu berpatungan secara langsung atau melalui udunan.id. “Ini adalah contoh karena demokrasi mahal sekali. Biaya untuk memenangi Pilgub Jabar ini sampai puluhan atau mungkin ratusan miliar rupiah,” ujar Emil saat ditemui di sela-sela acara. Menurut Emil, patungan tersebut akan menjadi contoh bahwa warga bisa ikut membangun dan mendukung stabilitas sosial-politik yang berujung pada kepentingan kemajuan Jabar. Emil menyebut acara ini adalah yang pertama dalam kampanye. Ke depan, kata Emil, acara serupa akan kembali digelar sekitar satu atau dua minggu sekali. “Kalau untuk udunan.id, warga bisa menyumbang dengan Rp 10 ribu. Nanti tinggal pilih banknya, dan nanti tercatat namanya. Jadi transparan. Itulah cara kami. Insyaallah menang dengan cara-cara yang partisipatif,” ucapnya. Disinggung soal target patungan, Emil menyebut angka Rp 1 triliun. “Tapi sepertinya terlalu berlebihan. Mungkin secukupnya saja ya, ratus-ratus juta mungkin. Saya nggak tahu,” katanya. Pihaknya memastikan penggalangan dana dari donatur itu akan berjalan secara transparan. “Mending apa adanya saja, dan realistis apa adanya,” ujar pria berkacamata itu. Sedangkan bendahara tim pemenangan Rindu, Aria Girinaya, mengatakan antusiasme donatur dalam acara yang baru pertama kali digelar sangat luar biasa. Bahkan tiket VVIP langsung terjual lima menit setelah dilepas. Aria mengungkapkan, dalam program ini, satu malam sudah terkumpul Rp 200 juta. Ia menjamin seluruh sumbangan yang terkumpul akan dikelola secara transparan dan dilaporkan ke KPU lengkap dengan data yang ada.

Calon Gubernur Jabar nomor urut 1 Ridwan Kamil mengakui biaya kampanye di Pilgub Jabar sangat mahal. Ia pun menyebut perlu suntikan dana untuk memuluskan jalannya mendapatkan kunci ‘Gedung Sate’. Salah satu caranya adalah menggelar gala dinner dengan sejumlah pengusaha di Hotel Padma, Jalan Kiputih, Kota Bandung, Senin (19/2/2018). Dalam acara itu, Emil, sapaan Ridwan, memaparkan sejumlah program sekaligus mengajak tamu berpatungan secara langsung atau melalui udunan.id. “Ini adalah contoh karena demokrasi mahal sekali. Biaya untuk memenangi Pilgub Jabar ini sampai puluhan atau mungkin ratusan miliar rupiah,” ujar Emil saat ditemui di sela-sela acara. Menurut Emil, patungan tersebut akan menjadi contoh bahwa warga bisa ikut membangun dan mendukung stabilitas sosial-politik yang berujung pada kepentingan kemajuan Jabar. Emil menyebut acara ini adalah yang pertama dalam kampanye. Ke depan, kata Emil, acara serupa akan kembali digelar sekitar satu atau dua minggu sekali. “Kalau untuk udunan.id, warga bisa menyumbang dengan Rp 10 ribu. Nanti tinggal pilih banknya, dan nanti tercatat namanya. Jadi transparan. Itulah cara kami. Insyaallah menang dengan cara-cara yang partisipatif,” ucapnya. Disinggung soal target patungan, Emil menyebut angka Rp 1 triliun. “Tapi sepertinya terlalu berlebihan. Mungkin secukupnya saja ya, ratus-ratus juta mungkin. Saya nggak tahu,” katanya. Pihaknya memastikan penggalangan dana dari donatur itu akan berjalan secara transparan. “Mending apa adanya saja, dan realistis apa adanya,” ujar pria berkacamata itu. Sedangkan bendahara tim pemenangan Rindu, Aria Girinaya, mengatakan antusiasme donatur dalam acara yang baru pertama kali digelar sangat luar biasa. Bahkan tiket VVIP langsung terjual lima menit setelah dilepas. Aria mengungkapkan, dalam program ini, satu malam sudah terkumpul Rp 200 juta. Ia menjamin seluruh sumbangan yang terkumpul akan dikelola secara transparan dan dilaporkan ke KPU lengkap dengan data yang ada.

Calon Gubernur Jabar nomor urut 1 Ridwan Kamil mengakui biaya kampanye di Pilgub Jabar sangat mahal. Ia pun menyebut perlu suntikan dana untuk memuluskan jalannya mendapatkan kunci ‘Gedung Sate’. Salah satu caranya adalah menggelar gala dinner dengan sejumlah pengusaha di Hotel Padma, Jalan Kiputih, Kota Bandung, Senin (19/2/2018). Dalam acara itu, Emil, sapaan Ridwan, memaparkan sejumlah program sekaligus mengajak tamu berpatungan secara langsung atau melalui udunan.id. “Ini adalah contoh karena demokrasi mahal sekali. Biaya untuk memenangi Pilgub Jabar ini sampai puluhan atau mungkin ratusan miliar rupiah,” ujar Emil saat ditemui di sela-sela acara. Menurut Emil, patungan tersebut akan menjadi contoh bahwa warga bisa ikut membangun dan mendukung stabilitas sosial-politik yang berujung pada kepentingan kemajuan Jabar. Emil menyebut acara ini adalah yang pertama dalam kampanye. Ke depan, kata Emil, acara serupa akan kembali digelar sekitar satu atau dua minggu sekali. “Kalau untuk udunan.id, warga bisa menyumbang dengan Rp 10 ribu. Nanti tinggal pilih banknya, dan nanti tercatat namanya. Jadi transparan. Itulah cara kami. Insyaallah menang dengan cara-cara yang partisipatif,” ucapnya. Disinggung soal target patungan, Emil menyebut angka Rp 1 triliun. “Tapi sepertinya terlalu berlebihan. Mungkin secukupnya saja ya, ratus-ratus juta mungkin. Saya nggak tahu,” katanya. Pihaknya memastikan penggalangan dana dari donatur itu akan berjalan secara transparan. “Mending apa adanya saja, dan realistis apa adanya,” ujar pria berkacamata itu. Sedangkan bendahara tim pemenangan Rindu, Aria Girinaya, mengatakan antusiasme donatur dalam acara yang baru pertama kali digelar sangat luar biasa. Bahkan tiket VVIP langsung terjual lima menit setelah dilepas. Aria mengungkapkan, dalam program ini, satu malam sudah terkumpul Rp 200 juta. Ia menjamin seluruh sumbangan yang terkumpul akan dikelola secara transparan dan dilaporkan ke KPU lengkap dengan data yang ada.

Calon Gubernur Jabar Norut 1 Ridwan Kamil mengakui jika biaya kampanye di Pilgub Jabar sangat mahal. Sehingga ia perlu suntikan dana untuk memuluskan jalannya mendapatkan kunci ‘Gedung Sate’. Salah satu caranya adalah dengan menggelar gala diner dengan sejumlah pengusaha di Hotel Padma, Jalan Kiputih, Kota Bandung, Senin (19/2/2018). Dalam acara itu Emil, sapaan Ridwan, memaparkan sejumlah program sekaligus mengajak tamu untuk patungan secara langsung atau melalui udunan.id. “Ini adalah contoh karena demokrasi mahal sekali. Biaya untuk memenangkan Pilgub Jabar ini sampai puluhan atau mungkin ratusan miliar,” ujar Emil saat ditemui di sela-sela acara. Menurut Emil patungan tersebut akan menjadi contoh bahwa warga bisa ikut membangun dan mendukung stabilitas sosial politik yang berujung pada kepentingan kemajuan Jabar. Emil menyebut acara ini adalah yang pertama dalam kampanye. Ke depan, kata Emil, acara serupa akan kembali digelar sekitar satu atau dua minggu sekali. “Kalau untuk udunan.id warga bisa nyumbang dengan Rp 10 ribu. Nanti tinggal pilih bank-nya, dan nanti tercatat namanya. Jadi transparan. Itulah cara kami, insya allah menang dengan cara-cara yang partisipatif,” ucapnya. Disinggung soal target patungan, Emil menyebut angka Rp 1 triliun. “Tapi sepertinya terlalu berlebihan. Mungkin secukupnya aja ya, ratus-ratus juta mungkin. Saya enggak tahu,” katanya. Pihaknya memastikan dalam penggalangan dana dari donatur itu akan berjalan secara transparan. “Mending apa adanya aja, dan realistis apa adanya,” ujar pria berkacamata itu. Sedangkan, Bendahara Tim Pemenangan RINDU Aria Girinaya mengatakan antusiasme donatur dalam acara yang baru pertama kali digelar sangat luar biasa. Bahkan tiket VVIP langsung terjual lima menit setelah dilepas. Aria mengungkapkan dalam program ini satu malam sudah terkumpul Rp 200 juta. Ia menjamin seluruh sumbangan yang terkumpul akan dikelola secara transparan dan dilaporkan ke KPU lengkap dengan data yang ada.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Calon Gubernur Jabar Norut 1 Ridwan Kamil mengakui jika biaya kampanye di Pilgub Jabar sangat mahal. Sehingga ia perlu suntikan dana untuk memuluskan jalannya mendapatkan kunci ‘Gedung Sate’. Salah satu caranya adalah dengan menggelar gala diner dengan sejumlah pengusaha di Hotel Padma, Jalan Kiputih, Kota Bandung, Senin (19/2/2018). Dalam acara itu Emil, sapaan Ridwan, memaparkan sejumlah program sekaligus mengajak tamu untuk patungan secara langsung atau melalui udunan.id. “Ini adalah contoh karena demokrasi mahal sekali. Biaya untuk memenangkan Pilgub Jabar ini sampai puluhan atau mungkin ratusan miliar,” ujar Emil saat ditemui di sela-sela acara. Menurut Emil patungan tersebut akan menjadi contoh bahwa warga bisa ikut membangun dan mendukung stabilitas sosial politik yang berujung pada kepentingan kemajuan Jabar. Emil menyebut acara ini adalah yang pertama dalam kampanye. Ke depan, kata Emil, acara serupa akan kembali digelar sekitar satu atau dua minggu sekali. “Kalau untuk udunan.id warga bisa nyumbang dengan Rp 10 ribu. Nanti tinggal pilih bank-nya, dan nanti tercatat namanya. Jadi transparan. Itulah cara kami, insya allah menang dengan cara-cara yang partisipatif,” ucapnya. Disinggung soal target patungan, Emil menyebut angka Rp 1 triliun. “Tapi sepertinya terlalu berlebihan. Mungkin secukupnya aja ya, ratus-ratus juta mungkin. Saya enggak tahu,” katanya. Pihaknya memastikan dalam penggalangan dana dari donatur itu akan berjalan secara transparan. “Mending apa adanya aja, dan realistis apa adanya,” ujar pria berkacamata itu. Sedangkan, Bendahara Tim Pemenangan RINDU Aria Girinaya mengatakan antusiasme donatur dalam acara yang baru pertama kali digelar sangat luar biasa. Bahkan tiket VVIP langsung terjual lima menit setelah dilepas. Aria mengungkapkan dalam program ini satu malam sudah terkumpul Rp 200 juta. Ia menjamin seluruh sumbangan yang terkumpul akan dikelola secara transparan dan dilaporkan ke KPU lengkap dengan data yang ada.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

KPK mempersilakan Nazaruddin melaporkan informasi soal tudingannya terhadap Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Apabila ada bukti-buktinya, maka KPK akan menelaahnya terlebih dulu. “Silakan disampaikan saja kepada KPK, karena prinsipanya kan setiap orang bisa melaporkan dan menyampaikan informasi kepada KPK jika ada bukti pendukung,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2018). “Ketika informasi itu diterima oleh KPK maka tentu KPK akan lakukan telaah terlebih dahulu,” imbuh Febri. Nama Fahri Hamzah sebelumnya disebut Nazaruddin saat wawancara dengan wartawan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Mulanya Nazaruddin ditanya soal proses asimilasinya, tapi dia bicara panjang-lebar soal niat membantu KPK, yang kemudian merembet ke soal Permai Group, kepala daerah yang terlibat korupsi, lalu soal Fahri Hamzah. “Contohnya, saya akan segera menyerahkan segera berkas ke KPK tentang korupsi yang dilakukan Fahri Hamzah ketika dia Wakil Ketua Komisi III. Saya akan buktikan, kalau memang dia bersih dengan bukti yang saya ajukan, insyaallah dengan bukti yang saya serahkan cukup membuat Fahri tersangka,” kata Nazaruddin kepada wartawan. Nazaruddin tak mengungkap kasus yang dibicarakannya. Dia hanya mengaku mempunyai bukti soal keterlibatan Fahri sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Soal tudingan Nazaruddin, Fahri sudah dihubungi tapi belum memberikan tanggapan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sejumlah fasilitas Stadion GBK rusak saat penyelenggaraan final Piala Presiden 2018. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebut panitia pertandingan sepakbola seharusnya lebih ketat saat menjaga suporter saat masuk ke stadion. “Rusaknya GBK ya panitianya harusnya kan bisa membuat jalur itu makin teratur dan kemudian tidak mudah untuk orang menerobos dan sebagainya,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/2/2018). Fadli lantas membandingkan perilaku suporter sepakbola di Indonesia dengan suporter di Inggris. “Saya melihat ya dalam pertandingan di negara lain, di Inggris terutama. Lihat di Arsenal, di Manchester United dan lain-lain itu para suporter juga tertib,” tuturnya. Meski ia mengaku belum mengecek fasilitas apa yang telah diperbaiki, Fadli tetap mengimbau kedisiplinan diterapkan di Stadion GBK. Fadli ingin suporter menjaga fasilitas GBK. “Saya belum tahu infrastruktur seperti apa yang ada di GBK sekarang yang sudah direnovasi cukup mahal. Saya kira ada sebuah sisi, satu dari sisi fasilitasnya harus membuat ada kedisiplinan, di sisi lain dari para fans sepakbola sendiri lah,” imbaunya. Seperti diketahui, kemenangan Persija Jakarta atas Bali United di final menyisakakan kerusakan yang ditimbulkan akibat ulah suporter. Tak cuma beberapa kursi, pagar pembatas lapangan, dan juga gerbang GBK yang rusak, tapi taman-taman di sekitar GBK juga hancur terinjak-injak. Diketahui GBK baru dibuka lagi awal tahun ini setelah direnovasi selama 1,5 tahun dan menelan biaya Rp 770 miliar.

Golkar Siapkan ‘Jangkar Bejo dan Gojo’ Menangkan Jokowi di Pilpres Polisi Gagalkan Peredaran Sabu dalam Botol Kosmetik Jaringan Aceh Fahri Hamzah Bantah Tudingan Nazaruddin Terkait Kasus Korupsi Maruarar Minta Maaf soal Anies Dicegah ke Podium Piala Presiden Jokowi akan Lantik 17 Dubes Baru Besok Pagi Jawaban Asal-asalan Penyerang Kiai Hakam soal Identitas Diri Ini Pesan Gubernur Jatim untuk Pegawai yang Akan Pensiun Penyerang Kiai Hakam Berasal dari Cirebon, Gangguan Jiwa Sejak Kecil Rumah Dokter Terbakar di Pekalongan, Satu Orang Tewas Canda Pramono Anung Angkat Menteri Basuki Jadi ‘Alumni’ ITB Lokasi Pengoplosan Gas di Bogor Digerebek TNI Kumpulkan Donatur, Ridwan Kamil Gelar Gala Dinner Tommy Soeharto Tercatat di Wanbin PG, Airlangga: Kita Revitalisasi Partai Tommy Soeharto Targetkan 78 Kursi di DPR Jaringan Sabu 3 Lapas di Jatim Dibongkar, Libatkan Kurir Wanita Terkesan Asal, Ini Jawaban Penyerang Kiai Hakam soal Identitas Diri Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Golkar Perbarui Pakta Integritas Anies Antar Wapres JK yang akan Kunjungi Jepang TB Hasanuddin Yakin Pilgub Jabar Aman, Asalkan… Penjelasan RS soal Fenomena Remaja Gowa yang Kembali Bertelur ‘Bertelur’ Sejak 2015, Akmal Sudah Keluarkan 20 Telur dari Tubuhnya Pengacara Korban: Bos First Travel Lakukan Kezaliman Luar Biasa Pria yang Ngamuk dan Rusak Masjid di Tuban Dipastikan Sakit Jiwa Kasus Suap Rp 2,3 M, Bupati Kebumen Ditahan KPK Pimpinan DPR Pastikan UU MD3 Berada di Koridor Semestinya Puting Beliung Terjang 2 Desa di Banyuwangi, Puluhan Rumah Rusak Eggi Sudjana: Kepulangan Rizieq Keinginan Umat dan Momentum 212 KPK Sebut Pelaku Lain di Kasus e-KTP Sedang Dibidik AKP Syam Ungkap Penyelamatan Upaya Bunuh Diri Perempuan di Gading Umat Gereja Lidwina Sleman Masih Jalani Trauma Healing Jaksa KPK: Nazaruddin Lupa soal Novanto, tapi Benarkan Isi BAP Pengacara: Arif-Mekeng Dilaporkan Novanto ke Penyidik KPK terkait JC Tommy Soeharto Bicara soal Capres dari Partai Berkarya Berkarya Nomor 7, Tommy: Alhamdulillah Nomor Sial Diambil Partai lain Pergoki Anak Dimanfaatkan Mengamen, Jangan Ragu Lapor KPAI! Nazaruddin Lupa di Sidang, Pengacara Novanto Bantah Intimidasi Paus Ditemukan Mati Membusuk di Aceh Singkil KPK: Surat Ditjen PAS soal Asimilasi Nazaruddin Sedang Dianalisis KPK Persilakan Nazaruddin Sampaikan Bukti soal Fahri Hamzah Puti Panaskan PDIP Malang, Inginkan Kemenangan 80 %

Ara, sapaan akrab dia, lalu bercerita tentang suasana setelah peristiwa itu. Ara mengantar Presiden Jokowi sampai mobilnya. Setelah itu, Ara juga berbincang dengan Anies.”Kalau di luar ada yang nggak happy, saya minta maaf,” imbuh Ara.Ara juga mengakui dirinyalah yang menyiapkan nama-nama untuk berada di podium saat penyerahan hadiah, sehingga tak ada pihak yang patut disalahkan kecuali dirinya.”Harusnya Mas Anies terima hadiah bareng Persija,” ujar Maruarar.Final Piala Presiden 2018 dimenangi Persija pada Sabtu (17/2) lalu. Persija menang atas Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

seperti di kutip dari https://webcepat.ga

Golkar Siapkan ‘Jangkar Bejo dan Gojo’ Menangkan Jokowi di Pilpres Polisi Gagalkan Peredaran Sabu dalam Botol Kosmetik Jaringan Aceh Fahri Hamzah Bantah Tudingan Nazaruddin Terkait Kasus Korupsi Maruarar Minta Maaf soal Anies Dicegah ke Podium Piala Presiden Jokowi akan Lantik 17 Dubes Baru Besok Pagi Jawaban Asal-asalan Penyerang Kiai Hakam soal Identitas Diri Ini Pesan Gubernur Jatim untuk Pegawai yang Akan Pensiun Penyerang Kiai Hakam Berasal dari Cirebon, Gangguan Jiwa Sejak Kecil Rumah Dokter Terbakar di Pekalongan, Satu Orang Tewas Canda Pramono Anung Angkat Menteri Basuki Jadi ‘Alumni’ ITB Lokasi Pengoplosan Gas di Bogor Digerebek TNI Kumpulkan Donatur, Ridwan Kamil Gelar Gala Dinner Tommy Soeharto Tercatat di Wanbin PG, Airlangga: Kita Revitalisasi Partai Tommy Soeharto Targetkan 78 Kursi di DPR Jaringan Sabu 3 Lapas di Jatim Dibongkar, Libatkan Kurir Wanita Terkesan Asal, Ini Jawaban Penyerang Kiai Hakam soal Identitas Diri Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Golkar Perbarui Pakta Integritas Anies Antar Wapres JK yang akan Kunjungi Jepang TB Hasanuddin Yakin Pilgub Jabar Aman, Asalkan… Penjelasan RS soal Fenomena Remaja Gowa yang Kembali Bertelur ‘Bertelur’ Sejak 2015, Akmal Sudah Keluarkan 20 Telur dari Tubuhnya Pengacara Korban: Bos First Travel Lakukan Kezaliman Luar Biasa Pria yang Ngamuk dan Rusak Masjid di Tuban Dipastikan Sakit Jiwa Kasus Suap Rp 2,3 M, Bupati Kebumen Ditahan KPK Pimpinan DPR Pastikan UU MD3 Berada di Koridor Semestinya Puting Beliung Terjang 2 Desa di Banyuwangi, Puluhan Rumah Rusak Eggi Sudjana: Kepulangan Rizieq Keinginan Umat dan Momentum 212 KPK Sebut Pelaku Lain di Kasus e-KTP Sedang Dibidik AKP Syam Ungkap Penyelamatan Upaya Bunuh Diri Perempuan di Gading Umat Gereja Lidwina Sleman Masih Jalani Trauma Healing Jaksa KPK: Nazaruddin Lupa soal Novanto, tapi Benarkan Isi BAP Pengacara: Arif-Mekeng Dilaporkan Novanto ke Penyidik KPK terkait JC Tommy Soeharto Bicara soal Capres dari Partai Berkarya Berkarya Nomor 7, Tommy: Alhamdulillah Nomor Sial Diambil Partai lain Pergoki Anak Dimanfaatkan Mengamen, Jangan Ragu Lapor KPAI! Nazaruddin Lupa di Sidang, Pengacara Novanto Bantah Intimidasi Paus Ditemukan Mati Membusuk di Aceh Singkil KPK: Surat Ditjen PAS soal Asimilasi Nazaruddin Sedang Dianalisis KPK Persilakan Nazaruddin Sampaikan Bukti soal Fahri Hamzah Puti Panaskan PDIP Malang, Inginkan Kemenangan 80 %

Golkar Siapkan ‘Jangkar Bejo dan Gojo’ Menangkan Jokowi di Pilpres Polisi Gagalkan Peredaran Sabu dalam Botol Kosmetik Jaringan Aceh Fahri Hamzah Bantah Tudingan Nazaruddin Terkait Kasus Korupsi Maruarar Minta Maaf soal Anies Dicegah ke Podium Piala Presiden Jokowi akan Lantik 17 Dubes Baru Besok Pagi Jawaban Asal-asalan Penyerang Kiai Hakam soal Identitas Diri Ini Pesan Gubernur Jatim untuk Pegawai yang Akan Pensiun Penyerang Kiai Hakam Berasal dari Cirebon, Gangguan Jiwa Sejak Kecil Rumah Dokter Terbakar di Pekalongan, Satu Orang Tewas Canda Pramono Anung Angkat Menteri Basuki Jadi ‘Alumni’ ITB Lokasi Pengoplosan Gas di Bogor Digerebek TNI Kumpulkan Donatur, Ridwan Kamil Gelar Gala Dinner Tommy Soeharto Tercatat di Wanbin PG, Airlangga: Kita Revitalisasi Partai Tommy Soeharto Targetkan 78 Kursi di DPR Jaringan Sabu 3 Lapas di Jatim Dibongkar, Libatkan Kurir Wanita Terkesan Asal, Ini Jawaban Penyerang Kiai Hakam soal Identitas Diri Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Golkar Perbarui Pakta Integritas Anies Antar Wapres JK yang akan Kunjungi Jepang TB Hasanuddin Yakin Pilgub Jabar Aman, Asalkan… Penjelasan RS soal Fenomena Remaja Gowa yang Kembali Bertelur ‘Bertelur’ Sejak 2015, Akmal Sudah Keluarkan 20 Telur dari Tubuhnya Pengacara Korban: Bos First Travel Lakukan Kezaliman Luar Biasa Pria yang Ngamuk dan Rusak Masjid di Tuban Dipastikan Sakit Jiwa Kasus Suap Rp 2,3 M, Bupati Kebumen Ditahan KPK Pimpinan DPR Pastikan UU MD3 Berada di Koridor Semestinya Puting Beliung Terjang 2 Desa di Banyuwangi, Puluhan Rumah Rusak Eggi Sudjana: Kepulangan Rizieq Keinginan Umat dan Momentum 212 KPK Sebut Pelaku Lain di Kasus e-KTP Sedang Dibidik AKP Syam Ungkap Penyelamatan Upaya Bunuh Diri Perempuan di Gading Umat Gereja Lidwina Sleman Masih Jalani Trauma Healing Jaksa KPK: Nazaruddin Lupa soal Novanto, tapi Benarkan Isi BAP Pengacara: Arif-Mekeng Dilaporkan Novanto ke Penyidik KPK terkait JC Tommy Soeharto Bicara soal Capres dari Partai Berkarya Berkarya Nomor 7, Tommy: Alhamdulillah Nomor Sial Diambil Partai lain Pergoki Anak Dimanfaatkan Mengamen, Jangan Ragu Lapor KPAI! Nazaruddin Lupa di Sidang, Pengacara Novanto Bantah Intimidasi Paus Ditemukan Mati Membusuk di Aceh Singkil KPK: Surat Ditjen PAS soal Asimilasi Nazaruddin Sedang Dianalisis KPK Persilakan Nazaruddin Sampaikan Bukti soal Fahri Hamzah Puti Panaskan PDIP Malang, Inginkan Kemenangan 80 %

Stadion Utama Riau yang megah tidak berfungsi pasca-PON 2012. Penyebabnya, Pemprov Riau menunggak utang terhadap kontraktor sebesar Rp 264 miliar. Utang itu akhirnya dilunasi lewat APBD.”Kita sudah melunasi sisa pembayaran Stadion Utama Riau dengan anggaran APBD tahun 2017. Dengan demikian, mulai sekarang stadion itu menjadi milik rakyat Riau,” kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada detikcom, Selasa (6/2/2018).Andi menyebutkan saat ini Stadion Utama Riau menjadi milik masyarakat yang akan difungsikan untuk sarana umum. Karena itu, stadion harus dijaga bersama.”Mari kita jaga bersama stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau. Karena tidak semua provinsi di Tanah Air memiliki stadion yang megah seperti yang ada di tempat kita,” kata Andi Rachman.Andi pun berencana menempatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan KONI berkantor di stadion tersebut. Dengan demikian, stadion akan mudah ditata dan dirawat.”Tujuannya agar benar-benar stadion bisa terawat dengan baik,” kata Andi.Sementara itu, Kepala Dispora Riau Doni Aprialdi menambahkan, pelunasan utang stadion dilakukan dua tahap. Tahap pertama dibayar 50 persen dengan APBD murni dan sisa 50 persen pada APBD Perubahan 2017.”Dengan demikian, kita akan menata kembali kawasan stadion yang sempat tidak terawat, terutama di sarana tamannya,” kata Doni.Secara keseluruhan, lapangan dan tempat duduk sudah tidak ada masalah. Pada 2016, pihak Dispora Riau membersihkan rumput di lapangan.”Memang sejak 2013 tidak terawat di dalam stadion. Walau saat itu utang belum dilunasi, pada 2016 kita membersihkan dan menata di dalam stadion. Jadi lapangan atau tempat duduk dengan kapasitas 45 ribu tidak menjadi masalah,” kata Doni.Penataan selanjutnya yang dibutuhkan adalah kawasan taman yang mengelilingi stadion. Di sini perlu adanya konsultan untuk menata taman yang terbengkalai.”Kemungkinan akan ada penataan kawasan taman yang akan diusulkan di tahun 2019. Kalau lapangannya sudah tidak ada masalah lagi,” kata Doni.Sebagai gambaran, Stadion Utama Riau tidak terawat pasca-PON tahun 2012 di Riau semasa Gubernur Rusli Zainal. Seusai pelaksanaan PON, pihak Pemprov Riau masih meninggalkan utang Rp 264 miliar terhadap pihak kontraktor dengan total nilai pembangunan Rp 1,3 triliun.Rencana pelunasan terhenti karena Rusli tersandung kasus korupsi dalam penambahan anggaran salah satu venue untuk PON. Sejak ada masalah hukum, proses pelunasan pun terhenti. Pemerintah selanjutnya sangat berhati-hati dalam melunasi utang tersebut. Setelah dipastikan tidak ada masalah hukum, akhirnya Rachman pun melunasi tunggakan tersebut.

seperti di kutip dari https://webcepat.ga

Golkar Siapkan ‘Jangkar Bejo dan Gojo’ Menangkan Jokowi di Pilpres Polisi Gagalkan Peredaran Sabu dalam Botol Kosmetik Jaringan Aceh Fahri Hamzah Bantah Tudingan Nazaruddin Terkait Kasus Korupsi Maruarar Minta Maaf soal Anies Dicegah ke Podium Piala Presiden Jokowi akan Lantik 17 Dubes Baru Besok Pagi Jawaban Asal-asalan Penyerang Kiai Hakam soal Identitas Diri Ini Pesan Gubernur Jatim untuk Pegawai yang Akan Pensiun Penyerang Kiai Hakam Berasal dari Cirebon, Gangguan Jiwa Sejak Kecil Rumah Dokter Terbakar di Pekalongan, Satu Orang Tewas Canda Pramono Anung Angkat Menteri Basuki Jadi ‘Alumni’ ITB Lokasi Pengoplosan Gas di Bogor Digerebek TNI Kumpulkan Donatur, Ridwan Kamil Gelar Gala Dinner Tommy Soeharto Tercatat di Wanbin PG, Airlangga: Kita Revitalisasi Partai Tommy Soeharto Targetkan 78 Kursi di DPR Jaringan Sabu 3 Lapas di Jatim Dibongkar, Libatkan Kurir Wanita Terkesan Asal, Ini Jawaban Penyerang Kiai Hakam soal Identitas Diri Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Golkar Perbarui Pakta Integritas Anies Antar Wapres JK yang akan Kunjungi Jepang TB Hasanuddin Yakin Pilgub Jabar Aman, Asalkan… Penjelasan RS soal Fenomena Remaja Gowa yang Kembali Bertelur ‘Bertelur’ Sejak 2015, Akmal Sudah Keluarkan 20 Telur dari Tubuhnya Pengacara Korban: Bos First Travel Lakukan Kezaliman Luar Biasa Pria yang Ngamuk dan Rusak Masjid di Tuban Dipastikan Sakit Jiwa Kasus Suap Rp 2,3 M, Bupati Kebumen Ditahan KPK Pimpinan DPR Pastikan UU MD3 Berada di Koridor Semestinya Puting Beliung Terjang 2 Desa di Banyuwangi, Puluhan Rumah Rusak Eggi Sudjana: Kepulangan Rizieq Keinginan Umat dan Momentum 212 KPK Sebut Pelaku Lain di Kasus e-KTP Sedang Dibidik AKP Syam Ungkap Penyelamatan Upaya Bunuh Diri Perempuan di Gading Umat Gereja Lidwina Sleman Masih Jalani Trauma Healing Jaksa KPK: Nazaruddin Lupa soal Novanto, tapi Benarkan Isi BAP Pengacara: Arif-Mekeng Dilaporkan Novanto ke Penyidik KPK terkait JC Tommy Soeharto Bicara soal Capres dari Partai Berkarya Berkarya Nomor 7, Tommy: Alhamdulillah Nomor Sial Diambil Partai lain Pergoki Anak Dimanfaatkan Mengamen, Jangan Ragu Lapor KPAI! Nazaruddin Lupa di Sidang, Pengacara Novanto Bantah Intimidasi Paus Ditemukan Mati Membusuk di Aceh Singkil KPK: Surat Ditjen PAS soal Asimilasi Nazaruddin Sedang Dianalisis KPK Persilakan Nazaruddin Sampaikan Bukti soal Fahri Hamzah Puti Panaskan PDIP Malang, Inginkan Kemenangan 80 %

Golkar Siapkan ‘Jangkar Bejo dan Gojo’ Menangkan Jokowi di Pilpres Polisi Gagalkan Peredaran Sabu dalam Botol Kosmetik Jaringan Aceh Fahri Hamzah Bantah Tudingan Nazaruddin Terkait Kasus Korupsi Maruarar Minta Maaf soal Anies Dicegah ke Podium Piala Presiden Jokowi akan Lantik 17 Dubes Baru Besok Pagi Jawaban Asal-asalan Penyerang Kiai Hakam soal Identitas Diri Ini Pesan Gubernur Jatim untuk Pegawai yang Akan Pensiun Penyerang Kiai Hakam Berasal dari Cirebon, Gangguan Jiwa Sejak Kecil Rumah Dokter Terbakar di Pekalongan, Satu Orang Tewas Canda Pramono Anung Angkat Menteri Basuki Jadi ‘Alumni’ ITB Lokasi Pengoplosan Gas di Bogor Digerebek TNI Kumpulkan Donatur, Ridwan Kamil Gelar Gala Dinner Tommy Soeharto Tercatat di Wanbin PG, Airlangga: Kita Revitalisasi Partai Tommy Soeharto Targetkan 78 Kursi di DPR Jaringan Sabu 3 Lapas di Jatim Dibongkar, Libatkan Kurir Wanita Terkesan Asal, Ini Jawaban Penyerang Kiai Hakam soal Identitas Diri Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Golkar Perbarui Pakta Integritas Anies Antar Wapres JK yang akan Kunjungi Jepang TB Hasanuddin Yakin Pilgub Jabar Aman, Asalkan… Penjelasan RS soal Fenomena Remaja Gowa yang Kembali Bertelur ‘Bertelur’ Sejak 2015, Akmal Sudah Keluarkan 20 Telur dari Tubuhnya Pengacara Korban: Bos First Travel Lakukan Kezaliman Luar Biasa Pria yang Ngamuk dan Rusak Masjid di Tuban Dipastikan Sakit Jiwa Kasus Suap Rp 2,3 M, Bupati Kebumen Ditahan KPK Pimpinan DPR Pastikan UU MD3 Berada di Koridor Semestinya Puting Beliung Terjang 2 Desa di Banyuwangi, Puluhan Rumah Rusak Eggi Sudjana: Kepulangan Rizieq Keinginan Umat dan Momentum 212 KPK Sebut Pelaku Lain di Kasus e-KTP Sedang Dibidik AKP Syam Ungkap Penyelamatan Upaya Bunuh Diri Perempuan di Gading Umat Gereja Lidwina Sleman Masih Jalani Trauma Healing Jaksa KPK: Nazaruddin Lupa soal Novanto, tapi Benarkan Isi BAP Pengacara: Arif-Mekeng Dilaporkan Novanto ke Penyidik KPK terkait JC Tommy Soeharto Bicara soal Capres dari Partai Berkarya Berkarya Nomor 7, Tommy: Alhamdulillah Nomor Sial Diambil Partai lain Pergoki Anak Dimanfaatkan Mengamen, Jangan Ragu Lapor KPAI! Nazaruddin Lupa di Sidang, Pengacara Novanto Bantah Intimidasi Paus Ditemukan Mati Membusuk di Aceh Singkil KPK: Surat Ditjen PAS soal Asimilasi Nazaruddin Sedang Dianalisis KPK Persilakan Nazaruddin Sampaikan Bukti soal Fahri Hamzah Puti Panaskan PDIP Malang, Inginkan Kemenangan 80 %

Related Posts

Comments are closed.