KSAL Harap Markas Komando Ketiga TNI AL Segera Terealisasi

KSAL Harap Markas Komando Ketiga TNI AL Segera Terealisasi

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan TNI AL berkeinginan mempunyai markas komando armada ketiga. Menurutnya keinginan itu merupakan mimpi TNI AL sejak tahun 2000-an. “Itu impian Angkatan Laut bukan mimpi saya saja. Keinginan itu sebenarnya sudah dari tahun 2000-an,” kata Ade Supandi saat kuliah umum, di Sekolah Tinggi Telogi (STT) Rahmat Emmanuel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (2/2/2018). Dia menjelaskan penambahan markas komando armada ketiga di wilayah timur bertujuan agar patroli laut lebih efektif dan efisien. Menurut dia, selama ini patroli laut di wilayah timur kurang efektif dan efisien karena letak markas komando armada yang terlalu jauh. “Karena bentang wilayah dan sebagainya harus lebih efektif dan efisien, karena apa selama ini kapal dari Surabaya (Koarmatim) patroli ke timur. Kan nanti kalau sudah ada kantor di timur kan solarnya sedikit dan interaksi dengan masyarakat akan lebih bagus,” ungkapnya. Dia mengatakan bangunan yang rencana digunakan untuk markas komando armada ketiga itu sudah siap. Dia menyebut bangunan yang terletak di Sorong, Papua itu sudah ditinjau langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. “Infrastruktur armada ke tiga ini sudah siap di Sorong itu dan kemarin beliau (Panglima TNI Hadi Tjahjanto -red) sudah mengunjungi itu dan tidak ada masalah. Dan pada dasarnya kekuatan untuk TNI Angkatan Laut, armada ini tidak harus di kantor namanya Panglima Armadanya, kantornya itu di kapal kalau di kantor itu hanya istirahat,” kata dia. Sebelumnya, Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan Indonesia memiliki perairan yang sangat luas. Luas perairan Indonesia dari Sabang sampai Merauke ini namun TNI AL baru memiliki dua armada yakni Komando Armada Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) dan Komando Armada Indonesia Kawasan Timur (Koarmatim). Untuk itu, Ade menilai perlu adanya penambahan satu komando armada sehingga TNI AL punya tiga komando armada. “(TNI) Angkatan Laut memandang perlu adanya tiga (komando) armada,” kata Ade Supandi di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (11/1).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan TNI AL berkeinginan mempunyai markas komando armada ketiga. Menurutnya keinginan itu merupakan mimpi TNI AL sejak tahun 2000-an. “Itu impian Angkatan Laut bukan mimpi saya saja. Keinginan itu sebenarnya sudah dari tahun 2000-an,” kata Ade Supandi saat kuliah umum, di Sekolah Tinggi Telogi (STT) Rahmat Emmanuel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (2/2/2018). Dia menjelaskan penambahan markas komando armada ketiga di wilayah timur bertujuan agar patroli laut lebih efektif dan efisien. Menurut dia, selama ini patroli laut di wilayah timur kurang efektif dan efisien karena letak markas komando armada yang terlalu jauh. “Karena bentang wilayah dan sebagainya harus lebih efektif dan efisien, karena apa selama ini kapal dari Surabaya (Koarmatim) patroli ke timur. Kan nanti kalau sudah ada kantor di timur kan solarnya sedikit dan interaksi dengan masyarakat akan lebih bagus,” ungkapnya. Dia mengatakan bangunan yang rencana digunakan untuk markas komando armada ketiga itu sudah siap. Dia menyebut bangunan yang terletak di Sorong, Papua itu sudah ditinjau langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. “Infrastruktur armada ke tiga ini sudah siap di Sorong itu dan kemarin beliau (Panglima TNI Hadi Tjahjanto -red) sudah mengunjungi itu dan tidak ada masalah. Dan pada dasarnya kekuatan untuk TNI Angkatan Laut, armada ini tidak harus di kantor namanya Panglima Armadanya, kantornya itu di kapal kalau di kantor itu hanya istirahat,” kata dia. Sebelumnya, Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan Indonesia memiliki perairan yang sangat luas. Luas perairan Indonesia dari Sabang sampai Merauke ini namun TNI AL baru memiliki dua armada yakni Komando Armada Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) dan Komando Armada Indonesia Kawasan Timur (Koarmatim). Untuk itu, Ade menilai perlu adanya penambahan satu komando armada sehingga TNI AL punya tiga komando armada. “(TNI) Angkatan Laut memandang perlu adanya tiga (komando) armada,” kata Ade Supandi di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (11/1).

AUSTRALIA ( Navy , Air Force , Army ), BRUNEI ( Navy , Air Force , Army ), CAMBODIA ( Navy , Air Force , Army ), INDONESIA ( Navy , Air Force , Army , Marines ), MALAYSIA ( Navy , Air Force , Army ), NEW ZEALAND ( Navy , Air Force , Army ), PHILIPPINES ( Navy , Air Force , Army , Marines ), PNG (Navy, Air Force, Army), SINGAPORE ( Navy , Air Force , Army ), THAILAND ( Navy , Air Force , Army , Marines ), LAOS, MYANMAR, VIETNAM, CHINA , INDIA , JAPAN , PAKISTAN , RUSSIA , SKOREA , USA ,

JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan pembentukan armada ketiga TNI AL di wilayah Indonesia bagian Timur sejalan dengan “Program 100 Hari” dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yang nantinya segera diresmikan. Menurut Laksamana TNI Ade Supandi, di Jakarta, Jumat, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menargetkan Keputusan Presiden (Keppres) pembentukan Armada ketiga su … dah ditandatangani Presiden paling lambat pada April 2018. “Armada ketiga itu menjadi salah satu program 100 hari panglima TNI, April sudah terwujud,” kata KSAL usai pembukaan Rapat Pimpinan TNI AL 2018, di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur. Pembangunan armada ketiga di wilayah timur itu sudah lama dilakukan, bahkan infrastruktur armada ketiga di Sorong, Papua Barat, sudah ada. Namun, belum ada legalitasnya. Begitu juga, Markas Komando Pasukan Marinir (Pasmar) 3. “Pembangunan armada ketiga sudah ada di kilometer 16, Sorong. Sekarang tinggal menunggu Keppres,” kata mantan Kasum TNI ini. Sebelumnya, KSAL pernah mengatakan, pembentukan armada ketiga adalah keniscayaan demi menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pembentukan armada ketiga adalah keniscayaan karena wilayah laut Indonesia yang sangat luas,” kata Ade di Jakarta, Jumat (12/1). Mabes Angkatan Laut terus mendorong agar pembentukan armada ketiga itu terealisasikan karena dengan luas wilayah laut 3,2 juta kilometer persegi, terlalu berat bila hanya dijaga dua armada, yakni Armada RI Kawasan Barat (Armabar) di Jakarta dan Armada RI Kawasan Timur (Armatim) di Surabaya. “Ini tidak kecil bagi seorang panglima armada untuk mengawasi laut yang sangat luas,” kata mantan Pangarmabar ini. Ia menjelaskan, Armatim saja memiliki tugas menjaga perairan yang terlalu luas, mulai dari perairan Tegal sampai perairan timur, sedangkan Armabar bertugas menjaga kawasan Laut China Selatan, Selat Malaka dan selatan Jawa serta Samudera Hindia. Ade menilai jika ada armada ketiga, maka tugas menjaga luasnya perairan Indonesia akan semakin efektif. Beban tugas seorang panglima armada menurutnya, tidak lagi menjadi berat seperti yang terjadi saat ini. Berita: Foto: (NET Media)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan gelar penerbang kehormatan atau brevet wings kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAL Laksamana Ade Supandi dan KSAD Jenderal Mulyono. Namun sebelum diberikan, Hadi mengajak mereka terbang menggunakan Sukhoi. Seperti apa momen kekompakan mereka? Aksi terbang menggunakan Sukhoi itu berlangsung pada Rabu (20/12/2017) di Lapangan Udara Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Keempatnya terbang menggunakan pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 . Empat pesawat Sukhoi yang diterbangkan oleh para bintang 4 itu didatangkan dari Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Sebelum merasakan sensasi naik Sukhoi, mereka dibriefing terlebih dahulu tata cara menerbangkan pesawat tempur. Keempatnya diajak terbang oleh 4 penerbang TNI AU menggunakan pesawat tempur Sukhoi SU-30 yang akan melakukan manuver air combat tactical 2 versus 2. Usai briefing, Kapolri, Panglima TNI, KSAL dan KSAU mengikuti cek kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah. Kemudian mereka naik ke masing-masing pesawat tempur yang telah disediakan. Momen Kompaknya Panglima TNI dan Kapolri-KSAD-KSAL Naik Sukhoi Bareng Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir Saat melakukan aksi terbang, mereka berada di ketinggian 10.000-25.000 kaki. Semula Marsekal Hadi ingin mengajak Kapolri, KSAD, dan KSAL terbang dengan formasi 2 versus 2. Tetapi rintik hujan yang turun membuat rencana batal dan akhirnya hanya melakukan formasi right echelon. Kurang lebih 30 menit berada di ketinggian, keempat pesawat Sukhoi mendarat mulus di Lanud Halim Perdanakusuma. Hal menarik terjadi saat pendaratan dan cukup menjadi kejutan bagi Kapolri, KSAD dan KSAL. “Saya yakin Kapolri, KSAD, dan KSAU merasakan sensasi terbang dengan Sukhoi. Saya yakin beliau bertiga tidak expect kalau ngerem-nya pesawat menggunakan drag chute,” kata Hadi di gedung Suma, Pangkalan Lanud Halim Perdanakusuma, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Rabu (20/12/2017). “Sehingga semuanya saya yakin, bertiga kaget semua. Tapi itulah yang memang saya sampaikan ke pilot agar tidak usah dikasih tahu nanti kalau nge-break menggunakan drag chute. Biar bisa merasakan sensasinya,” ujar Hadi disambut tawa Kapolri, KSAD, KSAL. Drag chute adalah salah satu komponen yang ada di pesawat-pesawat tempur, berbentuk payung, dan terletak di ekor pesawat. Fungsinya untuk menurunkan laju pesawat sesudah mendarat. Usai mendarat, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan terbang dengan Sukhoi SU-30 MK 2 milik TNI Angkatan Udara adalah pengalaman pertamanya menaiki pesawat tempur. Dia bangga dapat menaiki salah satu pesawat tempur yang disebutnya tercanggih di dunia itu. “Ini pertama kali naik pesawat tempur. Tapi saya terus terang nyaman naik pesawat ini karena kecepatannya kalau tidak dimanuver, nyantai saja, dia seperti naik Mercy, ya. Kesannya nyaman naik pesawat ini… awalnya. Setelah itu dibawa manuver belok kanan, kiri, ke atas, ke bawah, kepala pusing juga,” kata Tito sambil tertawa di gedung Suma, Lanud Halim Perdanakusuma, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Rabu (20/12/2017).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Keinginan TNI AU untuk memiliki heli angkut berat sekaligus berfungsi sebagai heli SAR Tempur akan terealisasi dlm waktu dekat. Heli AW101 berkapasitas 38 penumpang dan dua pilot tampak melakukan uji penerbangan di fasilitas pabrik Leonardo Helicopters di Yeovil, Inggris. Foto beredar di medsos setelah diunggah oleh rotorblur.co.uk. Dr foto yg beredar, heli yg mampu mengangkut muatan seberat 5 ton ini tampak msh “klimis”. Tdk terlihat FLIR maupun persenjataan di pint. Sumber Angkasa memberi tahu bahwa kelengkapan-kelengkapan dimaksud akan dipasang di Indonesia sebagai bagian dr transfer ilmu dan kandungan lokal. “FLIR 380HDc, trakka, defence aid system, window gun, 12 stretchers, trooper seats, pilot armor seat, double life raft kiri dan kanan, emergency water landing, semua infrastrukturnya sdh disiapkan dan akan dipasang di Indonesia sebagai bagian transfer teknologi. Utk senjata akan digunakan buatan Pindad sebagai kandungan lokal,” ujar sumber Angkasa menjelaskan. “Utk pendidikan kru dan teknisi akan dilanjutkan di Indonesia selama 24 bulan sebagai bagian transfer of knowledge bagi teknisi bagian mekanik maupun avionik,” tambahnya. Disebutkan pula bahwa TNI AU membeli heli AW101 ini lengkap dg suku cadang, peralatan kerja, serta paket pelatihannya. “Jd tdk perlu pusing lg soal suku cadang,” ujarnya. AW101 memiliki ramp door di bagian belakang badan, hal yg tidak dimiliki oleh helikopter TNI AU yg ada saat ini. Ini pula salah satu pertimbangan mengapa TNI AU memilih heli ini. Pintu rampa memudahkan mobilitas pasukan, penerjunan, pengangkutan barang, senjata, maupun pengangkutan kendaraan taktis sesuai dimensinya. Demikian jg utk fungsi pertahanan diri, senjata dpt dipasang di bagian buritan sehingga heli dpt melakukan serangan ke sasaran yg membuntuti. Dr sisi kapasitas, AW101 yg dibuat murni sebagai heli militer ini mampu mengangkut personel lbh banyak. Artinya akan mengurangi penggunaan heli lebih banyak dlm suatu misi

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono belum dapat memastikan helikopter Apache buatan Amerika Serikat yang dibeli TNI AD tiba di Indonesia tahun ini, tetapi dirinya berharap helikopter itu dapat ditampilkan saat HUT TNI pada 5 Oktober 2017. “Saya harap pada 5 Oktober secara fisik minimal bisa didatangkan dulu agar rakyat Indonesia yakin dan tahu itu menjadi program dari Angkatan Darat yang nantinya harus dibeli,” kata KSAD di sela-sela Pembukaan Rapat Pimpinan TNI AD 2017 di Mabes AD, Jakarta Pusat, Senin. Hingga kini, proses pengadaan helikoter itu masih terus dilakukan. Komunikasi dengan pabrikan dilakukan intensif agar helikopter tersebut segera tiba di Tanah Air.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Kita harus tahu, pengadaan itu sekarang kontrak tidak bisa langsung datang. Melalui proses panjang,” ujarnya. TNI AD sendiri telah memesan delapan unit helikopter Apache. Kontrak pengadaan itu mencapai 295,8 juta dollar AS. Salah satu agenda yang akan dibahas dalam rapim kali ini yaitu soal pembangunan kawasan dari daerah pinggiran. “Tentunya untuk mewujudkan itu, kegiatan yang kita lakukan adalah mengantisipasi di wilayah perbatasan, termasuk pembangunan saranan dan prasarana militer yang dibutuhkan di sana untuk mewujudkan itu,” kata mantan Pangkostrad ini. Selain itu, juga akan dibahas soal pengadaan sejumlah alat utama sistem persenjataan bagi TNI AD, baik itu pengadaan alutsista yang sedang dalam proses, maupun yang baru akan diadakan untuk tahun ini.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Boeing akan mengirimkan helikopter pertama dari delapan unit AH-64E Apache ke Indonesia pada tahun 2017. Perusahaan juga sedang berupaya mendapatkan pesanan sebanyak 12 unit CH-47F Chinook dari Jakarta. Unit pertama Helikopter Apache Indonesia akan masuk tahap produksi pada bulan Desember 2016, dan tes penerbangan diharapkan dapat dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2017 dan pengiriman November hingga Desember tahun 2017. Pejabat perusahaan Boeing mengatakan Kementerian Pertahanan Indonesia menyatakan minat untuk delapan Apache tambahan setelah batch pertama dari helikopter Apache masuk ke layanan operasional. Indonesia juga telah menunjukan minatnya terhadap helikopter Chinook dan telah mengirimkan permintaan harga dan mungkin akan memesan empat sampai 12 unit CH-47F. Boeing saat ini sedang menunggu surat resmi permintaan dari pemerintah Indonesia untuk melanjutkan rencana pembelian ke foreign military sale (FMS).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Sebelumnya kami melakukan diskusi dengan angkatan bersenjata Indonesia, termasuk menteri pertahanan dan mereka melihat CH-47D, model lama Chinook. Namun baru-baru ini mereka pindah dari itu dan fokus untuk mendapatkan CH-47F, yang merupakan model saat ini dan itulah yang menjadi fokus kita sekarang,” ujar Tae Pak Yeong, direktur regional Asia Tenggara Boeing. Boeing juga berharap Indonesia sedikitnya memesan empat unit CH-47F di awal. Tantangan geografis dan geopolitik Indonesia akan mendorong angkatan bersenjata untuk membeli Chinook tambahan. “Kami menjual Apache ke Indonesia dan telah menjadi pembuka gerbang,” jelas Yeong. “Mereka ingin membeli Chinook sekarang karena ingin memodernisasi angkatan bersenjata mereka dan kami siap untuk berpartisipasi dalam kompetisi yang adil dan transparan, bekerja sama dengan industri lokal – kami tidak akan hanya menjual peralatan lalu meninggalkannya, tapi kami berencana untuk tetap berhubungan dengan Indonesia,” tambahnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Skadron Udara 31/Amur Yudha Cakti (atau Skadron 31/Serbu) merupakan skadron udara dibawah kendali Pusat Penerbangan Angkatan Darat yang bermarkas di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Skadron 31/Serbu selain berperan sebagai satuan penerbangan TNI Angkatan Darat dalam Operasi Militer Perang (OMP), juga berperan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Konsep awal satuan Penerbad adalah membantu mobilitas dan daya gerak bagi satuan infantri di darat. Kemudian seiring tuntutan perkembangan zaman, tugas pokok dan fungsi skadron 31/Serbu pun ikut berkembang. Baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. Skadron 31/Serbu ini juga diperkuat dengan lima unit helikopter angkut/tempur Mi-35P buatan Rusia. Skadron 31/Serbu juga dilengkapi dengan 12 buah helikopter angkut Mi-17, NBELL 412 EP. yang mampu melaksanakan operasi di daerah-daerah terpencil di Indonesia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Beragam alutsista baru diperkirakan bakal memeriahkan defile HUT TNI Ke-72, 5 Oktober mendatang. Yang sudah dalam persiapan untuk dikirim (diserahkan) seperti helikopter serbu AH-64E Apache Guardian, helikopter AKS (Anti Kapal Selam) AS565 MBe Panther, M3 Amphibious Rig, kapal selam KRI Nagapasa 403, dan kapal latih tiang tinggi KRI Bima Suci, kesemuanya dijadwalkan untuk bisa tampil memeriahkan perhelatan akbar militer Indonesia. Karena melibatkan unsur laut, maka ada kabar yang menyebut acara HUT TNI ke-72 akan dilangsungkan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten. Dari deretan nama-nama yang akan memeriahkan HUT TNI ke-72, kapal latih tiang tinggi KRI Bima Suci kini sudah dalam status finishing. “Kami mendapat informasi pembuatan kapal sudah tinggal finishing. Setelelah selesai, targetnya Bima Suci ini akan berangkat dari Spanyol pada 15 Agustus dan sampai di Indonesia pada 5 Oktober 2017,” kata Dubes RI untuk Spanyol, Yuli Mumpuni Widarso di Madrid, Jumat (20/5), dikutip dari Jurnas.com.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Konstruksi KRI Bima Suci telah diselesaikan dan diluncurkan pada 17 Oktober 2016 di di galangan Freire di kota Vigo, Spanyol. Tahap peluncuran menandakan pembangunan struktur kapal dan instalasi mesin telah rampung. Selanjutnya dilanjutkan proses pemasangan tiang, instalasi pendukung dan pemasangan interior serta kelengkapan lainnya. Untuk proses pemasangan tiang sendiri telah terpasang sempurna pada bulan Januari 2017. Meski kapanya adalah buatan Spanyol, tapi tiang-tiang kapal didatangkan dari Negeri asal KRI Dewaruci, yakni Jerman.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Penerbangan TNI AD (Penerbad) lahir pd th 1959 ketika doktrin Heliborne Troops atau Air Mobile sdg dikembangkan di berbagai kalangan. Ketika KSAD membuat Surat Keputusan ttg berdirinya Detasemen Penerbangan Angkatan Darat (Den Penerbad) pd tgl 14 Nov 1959 dg tgs mengurus segala kegiatan yg menyangkut bidang penerbangan organik AD, pd waktu itu Den Penerbad sm sekali blm memiliki pswt terbang. Pd wkt itu terdengar berita bhw pswt DHC-2 Mk.1 Beaver milik Dr. AK. Gani yg sdg overhaul di Singapura akan dijual, maka pihak AD langsung membelinya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Tim Dynamic Pegasus TNI Angkatan Udara atau Dynamic Pegasus Aerobatic Team merupakan Tim Aerobatic kebanggaan TNI Angkatan Udara yang merupakan Tim Aerobatic pertama dan satu-satunya Tim Aerobatic yang menggunakan pesawat Rotary Wing atau Helikopter di Asia Tenggara. Sementara di negara lain yang memiliki tim aerobatik helikopter antara lain Spanyol dengan nama ”Patrulla” dan India dengan nama ”Sarang”. Tim Dynamic Pegasus TNI AU berada dibawah pembinaan Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Subang, Jawa Barat. dan mengoperasikan Pesawat Helikopter EC-120 B Colibri buatan Perancis.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

V-200 Skeldar merupakan platform UAV helikopter dg kemampuan terbang jarak menengah. Keunggulannya terletak pd kemampuannya menenggak bahan bakar standar militer seperti Jet A1, JP5, dan JP8 sehingga mampu dioperasikan dg dukungan standar logistik militer. V-200 Skeldar yg memiliki dimensi panjang 4 meter dan tinggi 1,3m ini mampu terbang dg ketinggian 3.000m, dg jarak kendali dari ground control maksimal mencapai 90 kilometer. Lama terbangnya mencapai 5 jam utk konfigurasi standar, dan bisa lebih jika dipasangi tangki internal yang lebih besar. V-200 Skeldar dpt dioperasikan dari darat ataupun dari dek kapal dg kemampuan lepas landas dan mendarat secara otomatis. Saat Skeldar mengudara, sistemnya mampu memberikan pasokan data video secara real time ke pusat kendali markas, dan sdh mengacu kpd standar STANAG 4586 utk interoperabilitas dg sistem datalink standar NATO.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

V-200 Skeldar memiliki beberapa sensor untuk penginderaan. Yg pertama dan merupakan paket standar adalah bola elektro optik (EO/IR) yang terdiri dari kamera yang distabilisasi dg kemampuan kamera siang (day camera) dan moda Infra Red utk mengindera dlm kondisi rendah cahaya. Opsi terakhir adalah LIDAR (Laser Imaging Detection & Ranging), yaitu teknologi penginderaan dg menembak objek dengan laser dan mengamati hasil pantulan yg dihasilkan. Sensor LIDAR yg dipasang pada V-200 dpt digunakan utk memetakan kondisi geografis utk digunakan geolog dan kartografer utk menghasilkan peta umum maupun peta mineral dg keakuratan tinggi. UMS Skeldar saat ini sedang memamerkan V-200 secara perdana dalam pameran Aero India 2017 yang juga diliput Angkasa.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kabar baiknya, Indonesia telah memiliki sebuah kapal yang berfungsi sebagai Rumah Sakit Apung. Kapal yang ditunjuk untuk menjalankan misi tersebut adalah KRI dr. Soeharso 990 yang merupakan Rumah Sakit Apung pertama di Indonesia. Sebelum menjadi rumah sakit apung, kapal ini bernama KRI Tanjung Dalpele yang digunakan sebagai kapal serba guna yang berfungsi sebagai kapal bantu angkut personel (BAP). Nama dr. Soeharso diambil dari nama seorang dokter orthopedi (dokter ahli bedah tulang) yakni Prof. dr. Soeharso nama yang sama dengan nama rumah sakit orthopedi dan rehabilitasi di Solo. dr. Soeharso dianggap telah banyak berjasa selama masa perjuangan kemerdekaan membantu menolong dan merehabilitasi pejuang yang mengalami cacat anggota gerak tangan dan kaki akibat peperangan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Selama ini dalam industri helikopter militer, tidak ada heli baru yang langsung tersedia sesuai kebutuhan pemesan. Sehingga produk helikopter sering kali dimodifikasi dan didesain sesuai kebutuhan. Produsen utama helikopter hanya menyediakan heli standar, yang dalam hal ini adalah Airbus. PTDI sendiri berperan dalam mendesain dan merakit peralatan Anti Kapal Selam seperti sonar dan persenjataan yang diminta oleh pemesan yakni TNI AL. “Di situ nanti dilakukan desain. Kita lakukan analisis, instalasi dan integrasi alat, kemudian kita lakukan uji kelayakan udara,” tambahnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Proses pengembangan heli Panther ternyata telah dimulai sejak Januari 2016 yang lalu. Saat ini, pengembangan telah  memasuki tahap preliminary design. Selanjutnya, PTDI bakal melakukan critical design untuk memperoleh kepastian desainnya, setelah itu baru membuat komponen-komponen kecil. “Setelah itu barang utama datang seperti sonar dan torpedo untuk dipasang. Setelah diintegrasi, kemudian testing atau pengujian di ground atau flight sampai baik, baru masuk authority yakni uji kelayakan udara di Kemhan dan terakhir delivery,” sebutnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Bell 47G-3B-1 Soloy dirunut dr spesifikasinya, msk kategori helikopter serbaguna ringan. Berdasarkan catatan, TNI AU tlh mengoperasikan Bell 47G sjk th 1978, ketika 12 unit heli dihibahkan dr Australia. Saat di Australia, armada Bell 47G dipakai olh Royal Australian Army (AD Australia) sjk th 1960 hingga 1975. Sempat disimpan 2 th di hangar penyimpanan, Bell 47G kemudian diserahkan ke Indonesia, penerimanya saat itu justru Puspenerbad TNI AD, br kemudian pd th 1978 dipindahkan di bwh komando TNI AU. Di bwh operasi Skadron Udara 7, ke-12 unit Bell 47 ditempatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Suryadarma, Kalijati. Krn saat itu matra lain punya keterbatasan dlm penyediaan helikopter latih, maka Bell 47G TNI AU jg mengadakan pelatihan bagi pilot helikopter utk TNI AL dan Polri. Krn aslinya ‘brg’ yg berusia lanjut, pd th 1984 armada Bell 47G di upgrade menjadi Bell 47G-3B-1 Soloy. Proses upgrade ini ditandai dg penggantian mesin piston menjadi mesin turbin, yakni pemasangan mesin turbin Allison 250 C20B (420 tenaga kuda) dg kompresor sentrifugal dan beberapa modifikasi kecil pd badan heli. Pembaharuan tsb meningkatkan efisiensi bhn bakar, menambah jrk tempuh dan umur mesin.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Meski scr teknologi tlh ketinggalan jaman, keberadaan Bell 47G amat diandalkan Skadron 7, meski heli Colibri tlh tiba. Ftur plg unggul dr helikopter Soloy adlh kesederhanaannya. Sistem dan kinerja yg sederhana membuat Soloy begitu layak utk pelatihan thp awal. Sbg heli latih, karakteristik keselamatan Bell 47G ckp tinggi, dan menekankan lbh mdh dikendalikan drpd helikopter lain apabila dlm masalah ‘auto rotation’ dmn sang instruktur dpt dg mdh mengambil kendali dr siswa jk dlm situasi tsb. Bersama dg Hiller 360, Bell 47 adlh helikopter pertama yg digunakan utk keperluan sipil, pd 8 Maret 1946. Heli ini dirancang olh Arthur M. Young, yg bergabung dg Bell Helicopter th 1941. Lbh dr 5.600 diproduksi hingga 1974. Bell 47 msk dinas militer AS akhir 1946, dlm berbagai versi. Dlm perang Korea (1950-1953) heli ini jg memperkuat pasukan AS.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Skadron Udara 45/Setia Berbhakti merupakan Skadron angkut khusus VIP/VVIP yang dalam operasionalnya menggunakan pesawat jenis helikopter/ rotary wing. Pembentukan Skadron 45 Helikopter VIP/VVIP yang berkedudukan di Lanud Halim Perdanakusuma didasarkan pada Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/19/III/2011 tentang Persetujuan dan Pengesahan Pembentukan Skadron 45 Helikopter VIP/VVIP, yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan Peraturan KASAU Nomor Perkasau/44/VI/2011 tentang pembentukan Skadron Udara 45, dan diresmikan pada 11 November 2011, dengan kekuatan Helikopter NAS-332 Super Puma.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Keunikan tersendiri dari Skadron Udara 45 dibandingkan dengan skadron udara lainnya. Bahwa secara keseluruhan pemeliharaannya berada dibawah penanganan Kementerian Sekretariat Negara Indonesia bahkan pengoperasian pesawat dibawah koordinasi Sekretariat Militer Presiden RI. Skadron udara ini hanya khusus digunakan untuk Presiden maupun Wakil Presiden saat mengadakan kunjungan kerja di daerah-daerah di pelosok Indonesia yang terkenal sebagai Negara kepulauan di bentangan garis khatulistiwa ini. Secara garis besarnya, sebelum kedatangan RI 1 maupun RI2, daerah disurvei terlebih dahulu oleh Paspampres sedangkan di Lanud oleh anggota Base-Ops Lanud untuk keamanan lokasi pendaratan. Ini merupakan program tetap yang senantiasa dilakukan menyambut kedatangan pejabat Negara. Untuk meyakinkan tempat tersebut aman bagi pendaratan. H-2 dilakukan tes pendaratan oleh Helikopter, sehingga H-1 daerah tersebut steril dan aman untuk didarati pesawat Helikopter yang membawa Kepala Negara dan pejabat setingkat. Disamping itu, masih banyak lainnya tugas-tugas yang dilakukan oleh Skadron Udara 45, selain melaksanakan operasi dukungan udara namun juga dalam keadaan darurat melaksanakan SAR (Search and Rescue) terbatas.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Satuan Tugas Helikopter MI-17 TNI untuk pemeliharaan perdamaian di Mali tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2015 tentang Kontingen Garuda Satuan Tugas Helikopter MI-17 TNI Pada Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB di Mali, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 3 Juli 2015. Dalam Perpres itu disebutkan, yang dimaksud dengan Kontingen Garuda Satuan Tugas Helikopter MI-17 TNI Pada Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB di Mali, yang selanjutnya disebut Konga Satgas Heli MI-17 TNI MINUSMA adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dibentuk dan ditugas dalam rangka pengiriman Satgas Heli MI-17 TNI ke MINUSMA.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Skadron Udara 6 disingkat Skadud 6 adlh Skadron Udara dibawah Komando Wing Udara 4 yg bertempat di Lanud Atang Sendjaya, Kab Bogor, Jawa Barat. Skadron Udara 6 merupakan pengembangan dr Wing Ops 004 Skadron 6 Helikopter, merupakan cikal bakal seluruh satuan Helikopter yg ada sekarang ini. Skadron Udara 6 selain mengoperasionalkan NAS-332 Super Puma, dahulu jg pnh mengoperasionalkan Helikopter S-58 Twin Pac, Mi-4, dan Helikopter SA-330 Puma (registrasi H-3301 sampai H-3306), dg serangkaian penugasan antara lain: operasi penumpasan DI/ TII pimpinan Kartosoewirjo di Jawa Barat (1962), operasi perebutan kembali Irian Barat “Trikora” (1962), operasi penumpasan DI/ TII pimpinan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan (1965), operasi “penegak” di Jawa Barat dan operasi “mental” di Jawa Timur dan Jawa Tengah utk menumpas sisa gerombolan G30S/ PKI (sampai 1967), operasi “Bratawali” guna memberantas penyakit cacar dipedalaman Lombok dan Sumbawa (Februari 1966-Maret 1966), dan operasi “Cenderawasih” untuk menentukan tapal batas Irian Barat – Papua Nugini.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Awalnya Skadron Udara 6 mewadahi sejumlah pesawat jenis Mi-4 dan sebagai komandannya adlh Letnan Udara Satu SP Oetomo dg perwira tekniknya LU II Tohari. Dlm periode akhir 1970, akibat tdk adanya suku cadang bagi pesawat2 Mi-4 dan Mi-6 yang berasal dr Uni Soviet (kini Rusia), tingkat kesiapan pesawat menurun drastis. Ini berdampak pd turunnya kesiapan operasi dan aktivitas Wing Ops 004 sehingga kegiatan Wing ini praktis beku. Pd 1 Nov 1970, Mayor Udara Slamet Mochtar digantikan oleh Mayor Udara Alip Soeparman. Lbh kurang 10 bulan kemudian, tepatnya 22 Sept 1971, Mayor Udara Alip Soeparman digantikan oleh Mayor Udara M.Sofjan. Pd th tsb, Skadron 8 dibekukan kegiatannya akibat ketiadaan suku cadang. Sementara itu Skadron 6 menerima 4 unit Helikopter UH-34D “Sikorsky” dari Pemerintah Amerika Serikat. Helikopter tsb merupakan helikopter telah digunakan Amerika dlm perang Vietnam. Pesawat helikopter dg penampilan yg menakutkan, tinggi, besar dan tangguh ini menjadi kekuatan dan lambang kebanggaan baru bagi warga Skadron 6.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Helikopter milik Pusat Penerbangan TNI AD jenis Bell-412 EP dengan nomor registrasi penerbangan HA-5166 yang hilang di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara berhasil ditemukan. Satu orang pilot helikopter yang dinyatakan hilang sejak 24 November 2016 lalu itu ditemukan dalam keadaan hidup. “Satu orang korban yang selamat atas nama Lettu CPN Abdi Darmain dalam kondisi luka,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (27/11/2016) malam.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sabrar menuturkan, saat ini korban selamat telah dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Ilyas, Tarakan, Kalimantan Utara, untuk diberi penanganan medis lebih lanjut. Helikopter tersebut berhasil ditemukan di hutan pegunungan sekitar lima kilometer dari Desa Long Sulit, Kecamatan Krayan, Kabupaten Malinau. “Tim SAR darat maupun udara bergerak mulai pukul 06.00 WITA dan pada akhirnya pada sekitar 14.22 WITA, dua orang personel SAR dari Paskhas TNI AU berhasil turun di TKP dan melihat secara fisik badan helikopter Bell 412 TNI AD yang jatuh,” ujar Sabrar. Dalam pencarian tersebut, tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas dibantu warga dari tiga desa, yakni Long Berang, Nasarang, dan Long Sulit. Sementara empat korban lainnya, kata Sabrar, masih dalam proses pencarian. Menurut Sabrar, tim SAR kesulitan melakukan pencarian di lapangan karena kondisi medan dan cuaca yang selalu berubah. “Berdasarkan laporan Pangdam 6 Mulawarman, saat ini tim SAR, baik yang diturunkan melalui darat maupun udara masih dalam proses pencarian korban yang lainnya,” ucap Sabrar.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Untuk meningkatkan kemanan di wilayah perairan tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Filipina dari ancaman Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang sudah berafiliasi dengan kelompok separatis di Filipina Selatan. Secara resmi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmayanto, Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jendral Tan Sri Dato’ Sri Raja Mohammed Affandi bin Raja Mohammed Nor, Chief Of Staff, Armed Forces of The Philippines General, Eduardo M Ano AFP, bersama dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan Malaysia Dato’ Seri Hishammuddin, Menteri Pertahanan Filipina Delvin N Lorenzana, meresmikan Maritime Command Center (MCC), di Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIII Tarakan, yang kemudian dilanjut dengan kegiatan Trilateral Maritime Patrol Indomalphi, di perairan laut Tarakan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menurut laman Sekretariat Kabinet, hal itu dilaksanakan atas permintaan Departemen Operasi Pemeliharaan Perdamaian PBB (United Nations Department Peacekeeping Operations) yang diajukan tanggal 22 Agustus 2014. Satuan Tugas Helikopter MI-17 TNI untuk pemeliharaan perdamaian di Mali tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2015 tentang Kontingen Garuda Satuan Tugas Helikopter MI-17 TNI Pada Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB di Mali, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 3 Juli 2015. Dalam Perpres itu disebutkan, yang dimaksud dengan Kontingen Garuda Satuan Tugas Helikopter MI-17 TNI Pada Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB di Mali, yang selanjutnya disebut Konga Satgas Heli MI-17 TNI MINUSMA adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dibentuk dan ditugas dalam rangka pengiriman Satgas Heli MI-17 TNI ke MINUSMA. “Pembentukan Konga Satgas Heli MI-17 TNI MINUSMA dilaksanakan atas permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada Pemerintah Republik Indonesia,” bunyi Pasal 2 Perpres tersebut. Konga Satgas Heli MI-17 TNI MINUSMA menurut Perpres ini dibentuk oleh Panglima TNI, dan dilaksanakan sesuai dengan standar PBB.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Penyiapan, pengiriman, dan pengembalian Konga Satgas Heli MI-17 TNI MINUSMA dilaksanakan oleh Panglima TNI berkoordinasi dengan Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian,” bunyi Pasal 4 Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2015 itu. Disebutkan dalam Perpres itu, bahwa Konga Satgas Heli MI-17 TNI MINUSMA bertugas paling lama 1 (satu) tahun, dan dapat diperpanjang sesuai permintaan PBB. Perpanjangan waktu penugasan sebagaimana dimaksud dilaksanakan oleh Panglima TNI berkoordinasi dengan Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian. Menurut Perpres ini, Panglima TNI melaporkan pelaksanaan tugas Konga Satgas Heli MI-17 TNI MINUSMA kepada Presiden paling sedikit 3 (tiga) bulan sekali atau sewaktu-waktu apabila diperlukan dengan ditembuskan kepada Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Airbus Helicopters menyerahkan 3 unit dari total 11 unit helikopter anti kapal selam AS565 MBe Panther yang dipesan oleh TNI AL. TNI AL memesan varian AS565 MBe, yang merupakan varian navalized terbaru dan paling gahar dari keluarga Panther. Di dunia, TNI AL akan menjadi negara pertama yang menerima varian MBe, menyusul kemudian AL Meksiko. Setelah sekian lama, TNI AL akhirnya memiliki helikopter antikapal selam lagi. AS565 MBe menawarkan mesin berdaya dorong lebih besar, yaitu Turbomeca Arriel 2N dengan daya 1.129shp lebih tinggi dari varian 2C yang digunakan Panther edisi sebelumnya. Penggunaan mesin berdaya besar memampukan AS565 MBe mengangkut beban lebih banyak 200 kg, menjadi 4,5 ton MTOW (Maximum Take Off & Weight). Lama terbangnya bisa mencapai 4 jam dalam kondisi ideal, dan sangat cocok untuk operasi dari korvet atau frigat. Sebanyak 11 helikopter antikapal selam akan dibuat dalam bentuk kit seluruhnya di Perancis, termasuk 1 helikopter antikapal selam pertama akan dibuat dan diuji sistemnya, termasuk perangkat antikapal selam, di Marignane, Perancis. PT Dirgantara Indonesia sekadar merakit helikopter, yang dijadwalkan selesai dalam 3 tahun. PTDI menggandeng Rotorcraft Service Group untuk membantu integrasi perangkat deteksi kapal selam yang dipilih, yaitu L-3 Ocean Systems DS-100 HELRAS (Helicopter Long-Range Active Sonar) dan konsol misinya. L-3 yang perusahaan Amerika merupakan jawara di bidang sensor. HELRAS sendiri merupakan sonar celup (dipping sonar) yang bisa diturunkan AS565MBe sewaktu-waktu. RSG akan membuat konfigurasi dimana konsol misi dapat dilepas dengan cepat dan helikopter dapat dikonfigurasi ulang untuk misi lain, seperti SAR, angkut atau evakuasi medik. Sementara untuk sistem senjata, helikopter antikapal selam AS565 MBe TNI AL diperkirakan akan dipasangi sistem peluncur torpedo ringan SUT Alliant/ Raytheon Mk46 atau Whitehead A244/S yang merupakan torpedo kapal perang TNI AL.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Walau helikopter serang baru milik Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad) baru akan dikirim akhir tahun ini, namun uji terbang telah dilakukan.Helikopter tempur jenis AH-64E Apache dengan kelir khas TNI AD ini terlihat sangat garang dan tetap menawan. Kabarnya, heli yang akan memperkuat Skadron Serbu 11 di Semarang ini akan dikirim sebanyak tiga unit di tahap pertama. Lima unit lainnya akan dikirim pada awal 2018 mendatang. Total yang akan di terima sebanyak delapan unit. Selain itu, Puspenerbad juga akan menerima satu set simulator heli serang yang sampai saat ini masih hits digunakan di medan tempur oleh AS.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Berita ttg rencana pembelian drone helikopter olh Bakamla (Badan Keamanan Laut) RI tlh terendus sjk awal th lalu, dan di ajang Singapore Air Show 2016, angin segar ttg dtgnya drone helikopter tsb kian berembus kencang, pasalnya Bakamla dikabarkan bkl membeli 3 unit drone Rajawali 350 besutan PT Bhineka Dwi Persada (BDP). Rajawali 350 bentuknya lumayan besar utk ukuran drone dan desainnya mengusung rancangan helikopter konvensional, ini wajar mengingat Rajawali 350 nantinya akan dioperasikan di wlyh lautan yg hrs menghadapi terpaan angin kencang. Dirunut dr silsilahnya, Rajawali 350 dibangun dr platform drone R-350 buatan UMS Skeldar, manufaktur drone asal Swiss yg sahamnya mayoritas dikuasai Saab, Swedia. Ditangan PT BDP, drone ini ‘dijahit dan dikemas’ sesuai kustomisasi dr pemesan. Christeven Bong, Executine Engineer PT BDP menyebutkan, “Rajawali 350 sgt pas utk mendukung tugas intai maritim dan dpt mendukung peran SAR.” Bcr ttg SAR, Rajawali bs dilengkapi air droppable SAR pods.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sementara utk misi yg terkait intai mengintai, drone helikopter dg bobot 150 kg ini bs dipasangi radar GMTI (ground moving target indicator), teknologi yg jg dipasang pd radar intai Saab terbaru GlobalEye. Dg GMTI, Rajawali 350 sanggup men-track pergerakan kpl2 kecil yg bermanuver tinggi di permukaan. Dg kapasitas payload 25 – 30 kg, pilihan perangkat canggih yg bs dipasang ada Lidar (Light Detection and Ranging), multi/hyper spectral camera, dan SIGINT/ELENT system dan communication relay system. Sementara bermacam sensor gimbal yg bs dicangkok termasuk EO (electro optic)/IR (infra red) sensor dan mapping camera.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Empat unit drone tersebut adalah Rajawali 330 buatan industri lokal, PT Bhinneka Dwi Persada (BDP). Saat ditemui disela pameran kedirgantaraan Singapore Airshow 2016, Ryamizard mengatakan, drone-drone tersebut akan dipakai untuk keperluan misi patroli perbatasan. “Kami akan menambah jumlah armada drone untuk memantau wilayah perbatasan, salah satunya dengan tipe ini,” kata Ryamizard, seperti dikutip dari kompas.com (29/02/2016) “Drone jelas akan mempermudah operasi surveillance bagi prajurit di lapangan,” kata dia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Untuk kepentingan TNI AD, drone ini bisa dipasangi dengan beberapa pilihan perangkat, seperti electro optical/infra red camera, FLIR (forward looking infra red), hyperspectral camera, atau mapping camera dengan Light Detection and Ranging (LIDAR). Selain bisa take off dan landing secara konvensional, drone yang hanya membutuhkan landasan sepanjang 60 meter ini juga memiliki kemampuan mendarat di airstrip, pneumatic catapult (dilepas dengan ketapel), car top launcher, dan parachute recovery system.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

TNI Angkatan Udara (AU) berencana menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung pertahanan wilayah udara Indonesia. Khusus untuk pesawat terdapat 134 pesawat dari berbagai jenis. “Tergantung pemerintah memberikan berapa tahun ini, totalnya 134 pesawat sasaran dari berbagai jenis. Dari PT DI ada pesawat Puma/Superpuma. Belum ada rencana mengganti Hercules, tetap jadi tulang punggung TNI AU,” ujar Kepala Dinas Penerangan (Dispen) TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya di Jakarta, Ahad (9/4).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ia mengatakan transparansi dalam hal ini juga menjadi tujuan TNI AU dalam pengadaan alutsista, termasuk pesawat. Ada beberapa upaya yang sudah dilakukan menuju kepada transparansi, seperti manajemen yang baik, di antaranya melaksanakan kegiatan pengadaan barang dan jasa serta melakukan sistem informasi terintegrasi. Yang dimaksud barang dan jasa, yaitu kebutuhan mulai dari titik bawah, bekal diajukan kepada satuan atas, semua bisa termonitor dengan baik, termasuk jenis barang dan harga. Perencanaan di bawah, paling penting sudah memiliki dasar bahwa barang yang dibutuhkan, apakah barang bisa dimonitor secara daring dan terukur. Sehingga tidak terjadi penumpukkan zona barang yang tidak dibutuhkan. Dalam Renstra ke-2 tahun 2015-2019, TNI Angkatan Udara akan menambah berbagai macam alutsista di antaranya pengganti pesawat F-5, penambahan Radar dari yang ada 20 radar menjadi 32 radar dengan penambahan 12 radar lagi, penambahan pesawat angkut ringan Cassa 212 sebanyak sembilan pesawat. Kemudian penambahan pesawat helikopter untuk Combat SAR yang sedang berjalan dan penambahan pesawat helikopter multi fungsi yang dapat digunakan untuk angkut pasukan maupun digunakan untuk SAR. Ke depan, menurut Jemi, TNI AU ingin pesawat early warning (peringatan dini) yang bisa mengkover kegiatan wilayah operasi udara.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kru helikopter MI-17 yang tergabung dalam Satuan Tugas Helikopter (Satgas Heli) TNI Kontingen Garuda XXXVIII-A Minusma (Multidimensional Integrated Stabilization Mission). Satgas ini terdiri atas 121 prajurit TNI AD dan 19 Prajurit TNI AU. Satgas Heli TNI Kontingen Garuda XXXVIII-A/Minusma dipimpin Letkol Cpm Zulfirman Chaniago (Akmil 1996) selaku Komandan Satgas yang sehari-hari menjabat Komandan Skadron-12 Serbu. Satgas Heli TNI Kontingen Garuda XXXVIII-A/Minusma merupakan Satgas Heli pertama TNI yang akan melaksanakan misi selama kurang lebih setahun di Mali-Afrika.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kru helikopter MI-17 yang tergabung dalam Satuan Tugas Helikopter (Satgas Heli) TNI Kontingen Garuda XXXVIII-A Minusma (Multidimensional Integrated Stabilization Mission). Satgas ini terdiri atas 121 prajurit TNI AD dan 19 Prajurit TNI AU. Satgas Heli TNI Kontingen Garuda XXXVIII-A/Minusma dipimpin Letkol Cpn Zulfirman Chaniago (Akmil 1996) selaku Komandan Satgas yang sehari-hari menjabat Komandan Skadron-12 Serbu. Satgas Heli TNI Kontingen Garuda XXXVIII-A/Minusma merupakan Satgas Heli pertama TNI yang akan melaksanakan misi selama kurang lebih setahun di Mali-Afrika.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dalam waktu dekat, Skadron Udara 8 yang bermarkas di Lanud Atang Sanjaya, Bogor, akan resmi menerima enam heli SAR tempur EC725 Cougar baru untuk mengembangkan kekuatannya. Kesan sangar bisa disimak dari sepasang machine gun kaliber 7,62 x 51 mm buatan FN Herstal, Belgia, yang terpasang menyembul di jendela kabin kiri dan kanan. Kedua senjata dipasang terlipat, sehingga bisa ditekuk ke dalam manakala tak diperlukan. Beranjak ke depan, jendela penerbang telah dilengkapi plat baja antipeluru (armor-plate). Sementara, untuk dukung bidik malam di bawah kondisi cuaca yang tak menguntungkan, heli buatan Airbus Helicopters ini juga sudah dilengkapi search radar dan Forward Looking Infra Red (FLIR). TNI AU juga mengoperasikan varian lain yang jauh lebih mirip dengan EC725, yakni NAS332 Super Puma, yang sejauh ini jadi tulang punggung Skadron Udara 6. Begitu pun, di banding “kakaknya” ini, EC725 masih jauh lebih unggul. Khususnya dalam hal kekuatan mesin, kapasitas angkut pasukan, dan jarak jangkau. EC725 yang ditenagai mesin ganda Turbomeca Makila 2A1 mampu mengangkut 29 awak (bandingkan dengan AS332: 15 awak), bisa terbang sejauh 723 mil laut (AS332: 346 mil laut), kecepatan jelajah 141 knot (AS332: 140 knot), dengan tingkat efisiensi bahan bakar 5,57 dollar/mil laut (AS-332: 7,13 dollar/mil laut)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Puncak kemesraankedua negara berlangsung pd awal tahun 1960-an, saat Uni Soviet “membangun” Angkatan Bersenjata Indonesia dr nol. Soviet bahkan mengirimkan angkatan bersenjatanya ke Indonesia. Di antara peralatan militer yg mengeluarkan biaya berkisar satu miliar dolar AS, yg paling menonjol adlh proyek Cruiser 68-bis “Ordzhonikidze” yg dinamakan sbg KRI Irian 201. Kapal ini menjadi kapal perang Soviet yg pertama dlm sejarah pascapeperangan yg dialihkan kpd negara asing. Namun, sejarah kapal ini dimulai pd awal perang kemerdekaan Indonesia. Saat itu, ribuan km jauhnya dr Indonesia, para insinyur Soviet ditugaskan membangun armada Indonesia yg lemah pascaperang. “Petualangan” kebijakan luar negeri Soviet dimulai dg kunjungan Nikita Khrushchev ke Indonesia pd bulan Feb 1960. Selama kunjungan tersebut, terjadi penandatanganan perjanjian utk penyediaan kapal, pesawat, helikopter, tank, dan senjata lainnya. Tidak diragukan lagi, yg plg mahal di antara daftar tsb adalah kapal penjelajah “Ordzhonikidze”. Kapal ini berangkat ke Indonesia pd April 1962, selang 4 bln sebelum berakhirnya operasi kembalinya Irian Barat ke pangkuan Indonesia, yg pd saat itu tdk mau dilepaskan oleh Belanda. Dr sini terlihat bahwa peran Uni Soviet dlm momen ini sangat jelas terlihat. Menurut publikasi terakhir yg muncul di media Rusia, pd masa itu Uni Soviet tdk hanya berkomitmen utk menyediakan pesawat tempur dan peralatan lainnya utk menyiapkan militer Indonesia. Para perwira dan tentara Soviet terlibat di sebagian pos perang di kapal perang dan kapal selam. Uni Soviet bahkan berhadap dg sekutu Belanda di NATO, yaitu Inggris dan Amerika dg pilihan antara kemerdekaan Indonesia atau dimulainya Perang Dunia III. Namun, ternyata Inggris dan Amerika tdk mau memperjuangkan kepentingan Belanda di Indonesia. Pd akhir masa bakti Ordzhinikidze/Irian menjadi saksi bisu runtuhnya hubungan Soviet dan Indonesia. Setelah upaya kudeta yg dilakukan oleh Gerakan 30 September dan pemerintahan baru mulai berkuasa, Soeharto melarang Partai Komunis dan serikat buruh. Pada tahun 1972 kapal tersebut dilucuti dan penjualan kpd Pemerintah Indonesia pun dibatalkan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Makassar, 11/4 (Antara)- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengatakan akan membeli beberapa tambahan tank Leopard. Hal ini disampaikan Jenderal Mulyono, saat berkunjung ke Kodam VII/Wirabuana di Markas Batalyon Kavaleri-10/Mendagiri di Makassar, Sulawesi Selatan, 11/4/2017. Jenderal Mulyono menjelaskan TNI AD saat ini memiliki alutsista yang modern dan tidak kalah dengan negara lain seperti halnya tank Leopard yang merupakan salah satu tank tercanggih di dunia. Menurutnya, Armed dan Kostrad juga telah memiliki senjata “multiple launch rocket system (MLRS)” Astros II MK6 buatan Brasil yang merupakan peralatan perang yang canggih.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Jadi TNI AD ke depan akan memiliki alutsista tercanggih di dunia. Kita juga segera mendatangkan beberapa peralatan baru termasuk tank Leopard dan helikopter Apache,” ujarnya. Jenderal Mulyono mengatakan para prajurit TNI harus siap memanfaatkan fasilitas alusista canggih tersebut, dengan syarat harus berlatih dengan sungguh-sungguh. “Nanti pada 5 Oktober, kita sudah punya Helikopter Apache, dan kami juga akan membeli beberapa tambahan tank Leopard,” ujar KSAD Jenderal TNI Mulyono. Pembelian Tank Leopard tersebut akan menambah inventori Tank Leopard TNI AD yang kini berjumlah 103 unit, terdiri dari 61 MBT Leopard 2 Revolution, 42 MBT 2A4. Satu paket dengan MBT Leopard tersebut, TNI AD juga telah mendatangkan 42 kendaraan tempur infanteri Marder 1A3 upgrade, dan 11 armoured recovery and engineering vehicles diambil dari surplus stock Tentara Jerman.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sebanyak 132 pesawat akan melakukan demo udara di langit Jakarta pada Peringatan ke-71 Hari TNI Angkatan Udara Tahun 2017 yang dilaksanakan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Minggu (9/4). “Kegiatan demo udara tersebut melibatkan 1.600 personel dan 132 pesawat,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya di Jakarta, Rabu. Pesawat yang terlibat dalam peringatan HUT TNI Angkatan Udara itu, yakni pesawat UAV, pesawat T-41 Cessna, pesawat EC-120 B, pesawat NAAS 332/ SA -330/C-725, pesawat C-130 Hercules, pesawat CN-295/235/235 MPA, pesawat F-16, pesawat T-50i, pesawat Hawk 109/209, pesawat Sukhoi 27/30, pesawat EMB-314, pesawat Grob G-120 TP, dan pesawat KT-1 Woong Bee. Sedangkan kegiatan demo darat melibatkan Drum band Pasca Lokananta taruna AAU, Detasemen Bravo 90 Korpaskhas dan pesawat helikopter Puma/Super Puma.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Jemi mengatakan kegiatan diawali dengan penerbangan banner, trike dan paramotor yang dilanjutkan dengan upacara. Selesai upacara Paskhasau melaksanakan demo Pembebasan Sandera (Basra), dilanjutkan dengan “fly pass” pesawat latih, display Jupiter Aerobatic Team, “fly pass” pesawat helikopter, “fly pass” pesawat angkut, “fly pass” pesawat tempur, Air to Air fight Sukhoi vs F-16, simulasi serangan udara langsung (SUL). Tak hanya itu, juga akan digelar demo SAR tempur, simulasi bantuan tembakan udara (BTU), terjun payung operasi perebutan dan pengendalian pangkalan udara (OP3U), demo Basra, pertempuran jarak dekat (PJD), Fast Driving, Bomb Burst, Hi Speed Pass F-16 dan Sukhoi menggunakan flare dan TNT.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Rancang bangunnya sdh dimulai sejak 1956 oleh FMC Corporation, dan pertama kali diproduksi pd th 1957. Di lingkungan AD AS, M113 menjadi wahana APC andalan, sebelum tempatnya digantikan oleh IFV M2 Bradley. Dg bobotnya yg ringan, punya mobilitas tinggi, dan mdh di upgrade, menjadikan M113 sgt populer. Hingga th 2001, 85.000 unit M113 telah diproduksi dlm berbagi varian. M113 tercatat digunakan di 51 negara, beberapa diproduksi scr lisensi oleh Belgia dan Italia. Debut yg mempopulerkan M113 yakni pd ajang Perang Vietnam, M113 digunakan sbg wahana penghantar unit infanteri AD AS. Selain helikopter UH-1 Huey, M113 mjd ikon dalam penampilan aksi militer AS di Negeri Paman Ho tersebut. Meskipun berpredikat kendaraan lapis baja, ternyata M113 tdk lbh dari kendaraan berlapis logam tipis yang tdk kebal peluru. Permukaan bodinya di las baja dg camnpuran alumunium dg ketebalan 12 – 38 mm, bahkan 40% komponennya dibuat dr logam ringan. Pengalaman di Vietnam membuktikan, bahwa M113 tdk berkutik setelah terkena tembakan senjata anti tank Viet Cong (RPG). Bahkan ranjau buatan sendiri Viet Cong mampu melumpuhkan M113. Permasalah inilah yg seringkali membuat unit infanteri AS dan Marinir di Vietnam berpaling kpd helikopter sbg sarana angkutannya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sebelum hadir sebagai arsenal di lingkup TNI AD, M113 sdh sempat malang melintang di eks wilayah Tanah Air, tepatnya di Timor Timur. Kala itu pasca referendum di tahun 1999, beberapa varian M113 A1 di datangkan AD Australia sbg bagian dari kekuatan INTERFET (International Force for East Timor). Australia tergolong sbg pengguna M113 yg cukup besar, tercatat Negeri Kangguru ini pny 766 unit berbagai varian M113. Kiprah M113 Australia pun sdh berkibar lumayan lama, pd Perang Vietnam, M113 Australia ikut dikerahkan. Dalam misi INTERFET, M113 A1 Australia sudah mengalami banyak modifikasi, diantaranya pada lapisan proteksi yg mampu menahan proyektil 14,5 mm, update sistem kemudi, mesin, dan kubah kanon yg dibekali teknologi penglihatan malam.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Bila ada yg bertanya, berapa unit LST Teluk Bintuni Class yg akan memperkuat Satuan Kapal Amfibi TNI AL? Maka kini sudah titik terang, pd 21 April lalu tlh dilakukan prosesi first steel cutting atau pemotongan plat pertama utk pembangunan tiga unit kapal angkut tank, yaitu AT-5, AT-6 dan AT-7 oleh Asisten Logistik Kasal (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Mulyadi di galangan kapal PT Daya Radar Utama (DRU) di Panjang, Bandar Lampung. Sebelumnya, PT DRU pd tahun 2014 tlh berhasil meluncurkan dan menyerahkan proyek AT-3, yakni KRI Teluk Bintuni 520 kpd pihak TNI AL. Sementara proyek AT-5, AT-6 dan AT-7 adalah pengadaan baru yg kontraknya telah ditandatangani pd bulan Januari 2017. Proyek Teluk Bintuni Class disebut dengan kode AT-117M, yg desainnya adalah milik PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari. Bintuni Class dirancang dengan 7 lantai yg letaknya secara berurutan dimulai dari bawah yakni deck A merupakan ruang utk tangki dan ruang pasukan. Paling bawah adalah bottom deck yang menjadi ruang khusus mesin kapal dan deck B untuk pasukan. Lalu, deck C untuk kru kapal termasuk tempat tidur dan peralatan keseharian kru kapal. Deck D juga untuk kru kapal dan deck E untuk komandan dan para perwira. Kemudian, deck F untuk ruang komando. Terakhir, deck G alias top deck atau kompas deck digunakan untuk meletakkan dua radar utama.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Total kapal ini bisa membawa 10 unit MBT Leopard 2A4 yg berat tiap tank mencapai 62,5 ton. Sebuah lompatan besar, bila sebelumnya LST TNI AL hanya akrab membawa tank ringan dengan berat per tank hanya belasan ton. Selain itu, KRI Teluk Bintuni 520 bisa membawa 2 unit helikopter, kapal ini memang dibekali dua helipad dengan fasilitas hangar. Kapal ini punya panjang 120m, lebar 18m, dengan tinggi 11m. Kecepatannya 16 knots dg main engine 2×3285 KW yang ditenagai dua mesin. Secara umum KRI Teluk Bintuni sanggup dimuati 113 ABK, 6 orang kru helikopter, dan pasukan sebanyak 361 orang.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Merujuk ke situs Janes.com tlh dikonfirmasi bahwa Kemhan RI sdh menyetujui pengadaan 5 unit Airbus A400M Atlas. Nilai untuk 5 unit A400M tsb disebut mencapai US$2 miliar. Kelima A400M nantinya akan disebar utk perkuatan armada pesawat angkut berat di Skadron Udara 31 dan Skadron Udara 32. Meski sudah ada konfirmasi ttg unit yg dibeli, namun belum dijelaskan lebih lanjut mengenai skema ToT yg akan diperoleh pihak Indonesia. Selama ini kemitraan antara Airbus Group dan PT Dirgantara Indonesia (DI) telah berlangsung sangat baik dan erat, hampir sebagian besar produk PT DI terkait dengan kerjasama bersama Airbus Group. Sebelumnya pd bulan Agustus 2016, petinggi Airbus Defence and Space, Fernando Alonso, selaku Head of Military Aircraft, Airbus Defence and and Space melakukan lawatan kerja di Indonesia. Dalam agenda kerjanya, Alonso akan melakukan pembicaraan dengan pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan mitra kerja PT Dirgantara Indonesia (DI). Terkait dengan produk, Airbus A400M dan pesawat angkut sedang C-295 menjadi domain dari area kerja Airbus Defence and Space. Untuk C-295 kini telah beroperasi memperkuat Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ditilik dari kemampuan angkut dan jangkauan, Airbus A400 berada di antara pesawat angkut strategis C-17 Globemaster III dan C-130J Hercules. Dr sisi teknologi, Atlas punya inovasi tinggi dg adopsi sistem kemudi fly by wire yang memudahkan penerbangan, sistem forward facing crew cockpit yg membuat operasi penerbangan efisien, dan ruang kabin terbesar yg memungkinkan penerbangan jarak jauh menjadi lbh hemat. Krn sudah serba terkomputerisasi, A400M hanya membutuhkan 3 awak, yakni pilot, kopilot dan loadmaster. Sbg pesawat angkut berat, A400M punya ruang kargo dg lebar 4m, tinggi 3,85m, dan panjang 17,71m, pesawat ini mampu mengangkut kargo dlm berukuran besar spt helikopter NH90 atau CH-470 Chinook atau 2 buah kendaraan pengangkut infanteri Stryker. A400M jg bisa mengangkut truk semitrailer dengan peti kemas berukuran 6,906 meter. Kapasitas muatan keseluruhan mencapai 37 ton

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Soal MRAP , kategori kendaraan yg satu ini menjadi alutsista plg laris manis di 2 palagan. Bayangkan, dr jumlah hitungan jari pd 2007, jumlah total MRAP yg digelar AS saja sdh mencapai 27.740 kendaraan. Sebanyak 24.000 MRAP yg digelar AS di Irak dan Afghanistan dlm program MRAP membuktikan bahwa kendaraan konsep lm yg dibungkus baru ini mjd resep manjur utk mengatasi ancaman IED. Dan utk Bushmaster, Australia berhasil menemukan keseimbangan antara proteksi, kenyamanan, dn fungsi kendaraan utk menjalankan misi yg dibebankan kepadanya. Untuk Indonesia sebanyak 3 unit Bushmaster telah siap dioperasikan Satuan Penanggulangan Teror Kopassus. Bagi para penumpangnya dn prajurit yg pnh merasakan naik Bushmaster, semuanya akan mengungkapkan satu kata yg sama: nyaman. Dimulai dengan ukuran headroom yg mencapai 1.415mm, org yg tinggi pun tdk harus menundukkan kepala saat duduk di kabin Bushmaster. Tiap prajurit duduk dlm kursi individual yg disusun berhadap-hadapan buatan Stratos. Bucket seat berwarna hitam ini terbuat dari thermoplastic dan tdk menempel ke permukaan dek kendaraan, sehingga saat ranjau meledak, impaknya tidak akn ditransfer seluruhnya ke tubuh penumpangnya. Ini adalah faktor krusial mencegah cedera parah penumpang kendaraan tipe MRAP. Di bagian bwh setiap kursi biasanya ditambahkan kantung kanvas untuk menyimpan cad amunisi, peralatan medis, atau kotak peluru. Di antara kursi disediakan rak-rak utk menggantungkan senapan serbu F88 Austeyr atau F89 Minimi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Di antara puluhan MRAP yg ditawarkan berbagai pabrikan, Bushmaster memiliki kemampuan utk digelar dg pesawat taktis sekelas C-130H Hercules, yg menjadi tulang punggung dari berbagai Angkatan Udara di dunia, termasuk Indonesia. Ini tentunya merupakan satu keunggulan desain, dmn penggelarannya hanya membutuhkan dukungan logistik secukupnya, dn mampu digelar ke berbagai titik dlm waktu singkat. Begitu kompaknya Bushmaster, helikopter gambot Rusia Mi-26 bahkan mampu menampung MRAP Australia ini di perutnya, yg dibuktikan dlm operasi Slipper di Tarin Kowt, Afghanistan pada bulan Maret tahun 2010.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Th 2015 lalu, TNI AD tlh memesan 20 unit Minigun M-134 melalui MJA Tech. “Minigun” mengacu pada model senjata tertentu, awalnya diproduksi oleh General Electric. Tetapi istilah “minigun” telah populer datang untuk mengacu pada setiap senjata Gatling bertenaga eksternal. TNI melakukan uji coba dg memasangkan minigun M-134D ini di helikopter. Dlm uji coba tsb, Minigun M-134D itu mampu menembakkan peluru 7,62 mm standar NATO 3000 butir/ menit, (50 peluru per/detik) dan bs ditembakkan hingga 30.000 peluru. M134 berbahan titanium sehingga lebih ringan 20% dari pendahulunya. Dr berat sekitar 30 kg menjadi 25 kg. Senjata ini bs dipasang pd helikopter Bell 412, kendaraan tempur, kapal maupun pesawat.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kapal yang dipesan TNI AL kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar. Total panjang kapal sekitar 124 meter, dan memiliki lebar 21 meter, dengan kecanggihan mampu mengangkut pasukan beserta ‘crew’ sebanyak 771 personel, dan mampu berlayar selama 15 hari dengan kecepatan mencapai maksimal 16 knot. Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut. Kapal juga mampu menampung tiga Helikopter “standby”, dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusian (non-militer). Kapal LPD ini juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer. Untuk target penyelesaian pengerjaan kapal diperkirakan selama 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI AL.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Th 2015 lalu, TNI AD tlh memesan 20 unit Minigun M-134 melalui MJA Tech. “Minigun” mengacu pada model senjata tertentu, awalnya diproduksi oleh General Electric. Tetapi istilah “minigun” telah populer datang untuk mengacu pada setiap senjata Gatling bertenaga eksternal. TNI melakukan uji coba dg memasangkan minigun M-134D ini di helikopter. Dlm uji coba tsb, Minigun M-134D itu mampu menembakkan peluru 7,62 mm standar NATO 3000 butir/ menit, (50 peluru per/detik) dan bs ditembakkan hingga 30.000 peluru. M134 berbahan titanium sehingga lebih ringan 20% dari pendahulunya. Dr berat sekitar 30 kg menjadi 25 kg. Senjata ini bs dipasang pd helikopter Bell 412, kendaraan tempur, kapal maupun pesawat.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Edy Widarto mengatakan, peluncuran tersebut rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo, sebab menjadi catatan sejarah Indonesia yang kali pertama melakukan ekspor kapal jenis perang. “Kita masih menunggu konfirmasi dari beliau (presiden), sebab peluncuran atau ‘launching’ ini sekaligus menjadi bagian dari uji coba pertama bagi kapal perang buatan anak bangsa,” kata Edy seperti ditulis Antara, Selasa (29/12). Dalam peluncuran nanti, kapal perang canggih itu akan diuji coba untuk mengapung di laut, serta kekuatan daya tahan kapal terhadap musuh, ditambah fungsi sejumlah peralatan canggih yang ada di dalam manifest kapal. “Setelah peluncuran, kemudian kita sempurnakan dengan melakukan pengecatan sesuai pemesan dan menyambung lagi beberapa komponen peralatan listrik,” ucapnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kabar baik untuk perkembangan ToT (transfer of technology) industri alutsista di Indonesia. Pasalnya pihak PT PAL menyebut bahwa di bulan September 2016, seluruh pekerjaan fisik pembangunan komplek pembuatan kapal selam di Surabaya akan rampung, artinya proses pengerjaan pesanan ketiga Changbogo Class sudah dapat dimulai. Seperti dikutip dari Janes.com (8/3/2016), pembangunan pesanan ketiga kapal selam Changbogo Class akan dimulai satu bulan sesudah pabrik dibuka, yakni pada bulam Oktober 2016. “Sebagai wujud dari alih teknologi, fasilitas produksi kapal selam di PT PAL akan mengadopsi fasilitas sejenis yang ada di galangan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) di Korea Selatan,” ujar Tjahjono Yudo, General Manager PT PAL. Sebagai informasi, kontrak pengadaan tiga unit Changbogo Class ditandatangani pada tahun 2011, di dalam kontrak juga tercantuk implementasi ToT, dimana salah satunya proses produksi kapal selam ketiga dilakukan di Indonesia. Tjahjono Yudo menambahkan, bahwa saat ini tim dari PT PAL sudah ada yang dikirim ke Okpo di Korea Selatan untuk mengamati dan mempelajari proses pembuatan dua pesanan Changbogo Class TNI AL. Changbogo Class sendiri merupakan kapal selam diesel listrik yang berangkat dari rancangan Type 209/1400 Jerman.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menurut rencana, pesanan Changbogo pertama dan kedua akan diserahkan ke Kementerian Pertahanan RI pada tahun 2017. Sementara pesanan ketiga yang dibuat di PT PAL, diharapkan meluncur pada tahun 2019. Di tahun depan, selain kedatangan Changbogo Class, TNI AL juga akan mendapat kado alutsista lain, seperti helikopter AKS (anti kapal selam) AS565 MBe Panther, bahkan kapal latih tiang tinggi (tall ship) pengganti KRI Dewa Ruci akan meluncur dari galangan Freire Shipyard, Spanyol pada bulan Juli 2017. Kembali seputar kedatangan kapal selam dari Korea Selatan, Korps Hiu Kencana TNI AL juga akan mendapatkan home base baru di Watusampu, Palu. Pangkalan kapal selam dari Koarmatim ini dijadwalkan siap beroperasi pada akhir tahun ini.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Meriam Oto Melara 76 mm terhitung sebagai meriam yg banyak di gunakan sebagai meriam utama di berbagai jenis pada kapal perang, meriam yang di produksi oleh perusahaan Otobreda Italia ini walaupun mempunyai kaliber yang tidak begitu besar namun bisa diandalkan, sehingga banyak dipercaya oleh produsen kapal perang di dunia untuk di pasang di atas kapal perang produksi mereka, mulai dari jenis kapal patroli, korvet hingga fregat. Meriam Oto Melara 76 mm ini mampu menembak dengan kecepatan tinggi (rapid fire) sehingga cocok untuk digunakan sebagai meriam penangkis serangan udara, baik berupa peluru kendali maupun pesawat terbang dan helikopter. Dengan kaliber sebesar 76 mm, juga mampu digunakan sebagai meriam anti kapal permukaan, amunisi yang di pakai meriam ini terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah jenis amunisi armour piercing, incendiary, directed fragmentation dan lain-lain, sedang untuk jarak tembak tergantung pada sudut tembakan dan material amunisi yang di gunakan, namun secara umum jarak tembak bisa mencapai antara 5.000 meter hingga 20.000 meter.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Otobreda sebagai pabrikan Oto Melara 76 mm, juga mengeluarkan produk Meriam 76 mm dengan kubah anti radar sejak beberapa tahun yang lalu, untuk saat ini salah satu kapal yang sudah menggunakan kubah stealth dari Otobreda adalah kapal perang dari jenis fregat kelas Fridtjof Nansen milik Angkatan Laut Norwegia. Sedang untuk penggunaan Meriam Oto Melara 76 mm dengan kubah standar TNI AL tercatat sebagai salah satu penggunanya, meriam ini dapat kita jumpai pada empat korvet SIGMA yang baru saja datang ke Indonesia. Tapi jauh-jauh hari sebelumnya, Oto Melara juga sudah menjadi standar persenjataan pada enam fregat TNI-AL.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

KRI Banjarmasin (592) adalah kapal ke-3 jenis LPD yang dua kapal jenis ini sebelumnya dibuat di Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan, dan sekarang dibuat di PT. PAL Indonesia, Surabaya. Kapal ini dirancang sebagai kapal pendukung operasi amfibi, yang memiliki kemampuan mengangkut pasukan pendarat berikut kendaraan tempur beserta kelengkapannya. Kapal ini juga mampu mengangkut 5 buah helikopter (3 di geladak heli, 2 di hanggar). Selain sebagai kapal tempur, kapal yang berteknologi desain semi-siluman ini juga berfungsi untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam. Nama Banjarmasin, diambil dari nama ibukota provinsi Kalimantan Selatan, begitu pula nama-nama kapal di kelas ini, diambil dari nama ibukota provinsi-provinsi di Indonesia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Wiku Yudha Wirottama. Pusat Pendidikan Infanteri biasa disingkat (Pusdikif) merupakan lembah kawah candra dimuka bagi prajurit Infanteri TNI AD, Pusdikif berada di bawah jajaran Pusat Kesenjataan Infanteri, Kodiklat TNI AD dan bermarkas di Bandung, Jawa Barat bertugas pokok menyelenggarakan pendidikan dan latihan kecabangan infanteri terhadap para pewira, bintara dan tamtama. Pendidikan dan latihan yg dilaksanakan terdiri dari pendidikan pertama/pembentukan tahap II perwira, pendidikan pengembangan umum perwira dan pendidikan pengembangan spesialisasi perwira, bintara dan tamtama.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Apa itu Infanteri? Infanteri merupakan pasukan tempur darat utama yaitu pasukan berjalan kaki yg dilengkapi persenjataan ringan, dilatih dan disiapkan utk melaksanakan pertempuran jarak dekat. Infanteri berasal dr kata infant yg berarti kaki, biasanya utk menggambarkan para tentara muda yg berjalan kaki di sekeliling para kesatria yg menunggang kuda atau kereta. Oleh krn itu seorang infanteri hrs memiliki kemampuan berkelahi, menembak, dan bertempur dlm segala medan dan cuaca. Pasukan infanteri modern dpt diangkut ke daerah pertempuran dg pesawat terbang, kapal/perahu, truk, kendaraan lapis baja, atau helikopter. Secara etimologi, kata infanteri berasal dr bahasa Inggris infantry yg berasal dr bahasa Perancis Pertengahan infanterie yg jg berasal dr bahasa Italia Tua. Kata infanterie sendiri kemungkinan berasal dr bahasa Spanyol Infanteria dr kata infante. Kata infante memiliki akar bahasa latin infans yg berarti anak-anak. Sebagian infanteri kini merupakan bagian organik dari kesatuan lapis baja atau kesatuan mobil udara. Namun, apabila terlibat dlm pertempuran baik dlm keadaan menyerang maupun bertahan, mereka bertempur di luar kendaraan sebagai pasukan berjalan kaki. Sasaran atau wilayah blm dpt dikatakan berhasil direbut sebelum diduduki dan dikuasai satuan Infanteri. Lalu, muncul sebutan infanteri adalah “Queen of the Battle”. Sumber : wikipedia.org

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

KRI Usman Harun 359 sedang melakukan pengisian bahan bakar dari kapal Tanker TNI KRI Tarakan 905. Latihan pengisian bahan bakar ke KRI Usman Harun oleh KRI Tarakan, merupakan bagian dari latihan pembekalan di laut Replenishment at Sea (RAS), yang digelar TNI AL. KRI Tarakan merupakan jenis kapal Bantu Cair Minyak (BCM) yang pertama dibuat di dalam negeri. Nantinya semua kapal BCM yang dibuat di dalam negeri akan mengacu kepada desain KRI Tarakan. Kementrian pertahanan sendiri memesan dua buah kapal BCM kelas Tarakan kepada PT. Dok Kodja Bahari. Kapal kedua rencananya akan selesai pada pertengahan atau akhir tahun 2017. KRI Tarakan-905 memiliki bobot sekitar 2.400 ton dan panjang 122 meter. Kapal ini juga mampu dipacu hingga kecepatan 16 knot serta memiliki helipad yang mampu didarati helikopter sekelas NBell-412. Sebagai kapal BBM, KRI Tarakan mampu memuat 5.500 meter kubik bahan bakar, serta mampu melakukan bekal ulang di lautan yang dikenal dengan metode RAS atau Replenishment at Sea. Hingga kini TNI AL memiliki enam buah kapal bantu cair yang usianya sudah sangat tua. Pengadaan kapal bantu logistik seharusnya juga diutamakan karena peran strategisnya. Seperti kata pepatah: amateurs talk about tactics, but professional study logistics.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Selain rencana kehadiran helikopter serbu AH-64E Apache dan panser Pandur II 8×8, pd defile HUT TNI Ke-72 5 Oktober mendatang dijadwalkan jg penampilan truk ponton raksasa M3 Amphibious Rig. Hadirnya ransus berkemampuan amfibi ini bakal menjadi perangkat militer dg dimensi terbesar dlm defile. Bila tdk ada aral melintang, gelombang perdana M3 Amphibious Rig produksi Excalibur International akan tiba di Indonesia sebelum bln Oktober mendatang. Total ada 18 unit M3 Amphibious Rig yg dipesan dlm kondisi full gress utk kebutuhan Satuan Zeni Tempur TNI AD. Dg dimilikinya M3 Amphibious Rig maka Indonesia menjadi negara pengguna kedua ransus ini di Asia Tenggara, setelah Singapura. Excalibur International adalah manufaktur alutsista asal Ceko, perusahaan ini mendapat lisensi produksi M3 dari General Dynamics European Land Systems. Keunggulan M3 Amphibious Rig salah satunya dpt melintaskan MBT Leopard 2A4 yang berbobot diatas 60 ton.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Saat melaju di darat, M3 Amphibious Rig tak ubahnya truk berukuran raksasa, punya panjang 12,74m, lebar 3,35m dan tinggi 3,93m. Sebagai platform yg sifatnya self deployable by road dg penggerak 4×4. Saat melaju di jalan mulus, M3 mampu melaju dg kecepatan maksimum 80 km/jam. Guna mendukung jalannya operasi amfibi, M3 dpt menurunkan dua ponton besar berbahan alumunium. Dua ponton tsb disematkan pd bagian lambung truk. Beberapa ponton yg mengapung dpt dikaitkan sehingga membentuk konektor yg cukup panjang, dan disebut “Ramps.”Satu unit M3 saat menjalankan fungsi sebagai integrator dpt mengaitkan empat pontoon. Dlm simulasi, delapan unit M3 yg membentang dapat membentuk jembatan dengan panjang 100m. Selain perannya sebagai sistem integrasi pada jembatan ponton, M3 jg punya fungsi sebagai wahana ferry utk menyeberangkan ranpur atau logistik.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Jajaran TNI Angkatan Laut melalui Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya empat prajurit terbaik TNI AL dalam kecelakaan heli Basarnas HR 3602 yang jatuh di Candi Roto Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Minggu (2/7/2017). Atas kejadian tersebut, seluruh jajaran TNI Angkatan Laut melaksanakan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., saat kegiatan halal bi halal seluruh Prajurit TNI AL wilayah Jakarta, di Balai Samudera, Sunter Jakarta Utara, Senin (3/7/2017). Keempat prajurit TNI AL yang gugur saat bertugas BKO Basarnas yaitu, Kapten Laut (P) Haryanto alumni AAL angkatan 53/2007, Kapten Laut (P) Solihin alumni AAL angkatan 55/2009, Peltu LPU Budi Santoso lulusan Dikcaba Milsuk Angkatan  12/1993, dan Serka MPU Hari Marsono yang merupakan lulusan Dikcaba PK angkatan 25/2005. Seluruh prajurit yang gugur merupakan personel TNI AL dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Surabaya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dr rancangan awal diketahui KRI Multatuli adlh jenis kpl tender kpl selam, lalu kemudian dikonversi menjadi kpl markas (kpl komando). Dlm setiap gelar operasi laut yg melibatkan komponen kpl perang, KRI Multatuli mengemban tugas sbg kpl markas. Desain awalnya sbg kpl tender plus bekal mampu membawa helikopter menjadikan kpl ini ideal sbg kpl markas. Dr informasi yg terbatas, diketahui KRI Multatuli mempunyai brt dg muatan penuh 6.741 ton, serta muatan kosong 3.220 ton. Dimensi kpl ini 111,35 x 16 x 6,98 m, dan ditenagai 1 mesin diesel barmeister & wain – 1 shaft dg 5500 bhp. Kecepatan maksnya18,5 knot. Kpl yg msk dlm jajaran Komado Armada RI Kawasan Timur ini diawaki oleh 130 personel, dan di komandani olh perwira berpangkat letkol.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Salah satu yg menarik perhatian adalah sosok KRI Multatuli yg punya nomer lambung 561. Kode lambung dg awalan 5 sdh jamak digunakan TNI AL utk menandai bhw kpl yg dimaksud adalah jenis LST dan LPD. Lalu KRI Multatuli dg no lambung 561 tdk berada diantara kedua jenis kapal tsb. Sisi menarik kedua dr KRI Multatuli adlh riwayatnya yg agk sulit ditelusuri scr jls. Hanya yg jls kpl ini dibuat olh galangan Ishikawajima Harima, Jepang th 1961. Identitas sbg kpl buatan Jepang jg unik, blm pnh terdengar armada kapal TNI AL dibeli dr Jepang. Sisi menarik yg ketiga, dr sisi rancangan desain, awalnya KRI Multatuli tdk dilengkapi hangar dek helikopter, sdgkan bila dilihat pd foto terbaru KRI Multatuli, sdh nampak hangar yg desainnya ckp bsr. Bila diperhatikan, pemasangan hangar itu jg menambah kelengkapan pd perangkat elektronika yang ditempatkan pada sisi atas hangar.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

yuk baca ulasan #IMCCLUBTANGERANG Playdate di indonesiamontessori.com ya!!!Terima Kasih atas sharing serta foto-foto kegiatan IMC CLUB Tangerang yang pertama ini mom Dilla, mom Ndarie dan Dokter Yusnita. Membaca, melihat semua foto ini saya betul-betul merinding loh! Ngga nyangka pertemuan kami semua di dunia maya di #IMCCLUB bisa berujung sejauh ini, bertemu dengan teman-teman yang positif, memiliki nilai hidup yang sejalan , memiliki tugas dan prioritas yang kurang lebih sama adalah anugerah. Karena memang ngga mudah peran ibu itu, sepertinya semenjak saya mengandung, langsung aja diserbu dengan bertubi-tubi informasi, pilihan, dan juga masukan dari berbagai pihak. Tidak jarang, banyak pula masukan ataupun kata-kata kurang enak di dengar dari ibu lainnya yang sangat amat disayangkan. Seperti yang selalu saya katakan di IMC CLUB ya IMC-ers , perbedaan itu indah, ngga peduli kita kerja, di rumah, kerja di rumah, kerja-kerjaan, kerja sungguhan, ASI langsung dari pabrik, ASI lewat pompa, Formula, Susu Segar, Susu Pasteurisasi, Metode Parenting ala Helikopter, ala Montessori, ala Reggio, Gentle Parenting, Gentle Birth, Lamaze Birth, dll hendaknya perlu di catat, Jangan pernah dan tidak perlu memaksakan pendapat kita terhadap Mommies lainnya, biarlah setiap keluarga memutuskan hal-hal, jenis pendidikan, nilai-nilai yang mereka percayai baik, yang mana jalan dan cocok untuk masing-masing keluarga. Kita tidak perlu merasa lebih tau, lebih baik, lebih sempurna…karena memang tidak ada yang demikian…kita semua baik adanya di mata anak kita. Hormatilah pilihan teman-teman sesama Mommies ya, do not bash! being a Mom is already hard, be considerate dan yang pasti pupuklah persahabatan kalau anda bertemu dengan yang sehati seperti ini. Sungguh-sungguh, senang sekali saya melihat perkembangan teman-teman IMC-ers di Indonesia, mulai dari Playdate Bandung, Playdate Balikpapan dan sekarang Playdate IMC-ers Tangerang. Semoga suatu hari kita bisa adakan Playdate akbar IMC ya!! bagi yang mau gabung dengan teman sekota join di IndonesiaMontessori.com/community 😘 #indonesiamontessoricom #indonesiamontessori #montessoridirumah #IMCCLUB #imcdimanamana #indonesiamontessorihomeschool

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Setelah rudal Rapier dipensiunkan olh TNI AD, maka kemudian Arhanud TNI AD memilih rudal Grom, yakni rudal jenis SHORAD (short range air defence), alias rudal pertahanan udara jarak pendek/SAM. Sbg rudal SAM ringan, Grom pertama kali diproduksi pd th 1995, dirancang olh Military Institute of Armament Technology, dan diprodkusi olh Mesko, Skarżysko-Kamienna, manufaktur senjata asal Polandia. Dg berakhirnya masa tugas Rapier pd Juni 2007, scr bertahap Grom mulai memperkuat arsenal arhanud TNI AD. Unit Arhanud TNI AD pertama yg dilengkapi Grom adlh Detasemen Rudal 003 Kodam Jaya, dan kini detasemen rudal Arhanud lain dilingkungan TNI AD sdh berbekal Grom, yakni Detasemen Rudal 001 Kodam Iskandar Muda yg mengamankan area kilang Arun, Detasemen Rudal 002 Kodam Tanjungpura yg mengamankan obyek vital di Bontang, dan Detasemen Rudal 004 Kodam Bukit Barisan yg mengamankan obyek vital di Dumai.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Rudal Grom berasal dr platform rudal panggul yg bs dioperasikan scr perorangan. Krn berasal dr Polandia yg merupakan eks sekutu Rusia, basis desain Grom jg diambil dr rudal SAM SA-7 yg sdh lbh dl kondang. Pertama kali Grom digunakan olh AD Polandia pd th 1995. Dan pd th 2007, Polandia menjual beberapa Grom ke beberapa negara, termasuk ke Georgia, negara pecahan Uni Soviet. Georgia membeli 30 peluncur dan lbh dr 100 rudal. Pembelian Grom oleh Georgia-lah yg kemudian mengangkat pamor rudal ini, pasalnya Georgia pd th 2008 sempat terlibat konflik dg Rusia dlm perang di wilayah Ossetia Selatan. Dilaporkan slama perang tsb, 20 helikopter Rusia tertembak olh Grom. Di medan konflik yg lain, tepatnya pd akhir 2008, phk Rusia tlh menemukan paket rudal Grom yg digunakan olh pejuang Checknya. Itulah perjalanan tempur rudal Grom yg beberapa kali tlh ‘mentas’ di beberapa medan perang di wilayah dingin. Scr spesifikasi, Grom mempunyai berat 10,5 Kg, serta brt berikut peluncur mencapai 16,5 Kg. Bobot hulu ledak Grom yakni 1,82 Kg, sdgkan diameter Grom hanya 72 mm dan panjang rudal 1.566 mm. Jangkauan tembak Grom horizontal yakni 5.500m dan jangkauan tembak vertikal antara 3.000 sampai 4.000m, dg minimal jangkauan tembak 10m.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kegiatan terjun statik dan free fall jajaran Wing 1 Paskhas/Harda Marutha 1 di Lanud Atang Sanjaya Bogor. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memelihara kesiapan ops Korpaskhas TNI AU dalam operasi lintas udara, pengendali tempur (dalpur) dan pengendali pangkalan (dallan) yang dalam waktu dekat dipersiapkan untuk latihan penerjunan tempur dalam Latihan Harda Marutha 1 (tingkat wing paskhas), Jalak Sakti (tingkat Koops AU), Trisula Perkasa (tingkat Korpaskhas) dan Angkasa Yudha (latihan di jajaran TNI AU yang merupakan seluruh elemen tempur, logistik, kesehatan dan lain-lain serta seluruh kekuatan pesawat tempur, pesawat angkut maupun helikopter.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Angkasa Yudha merupakan nama bagi latihan tertinggi dalam tubuh TNI AU. Dalam latihan inilah, semua unsur kesatuan dalam tubuh TNI AU menunjukkan kualitas dan kemampuan nya. Untuk kali ini Angkasa Yudha akan digelar di Natuna, daerah terluar Indonesia yang berbatasan dengan perairan Laut China Selatan yang saat ini sedang mengalami eskalasi konflik. Latihan Angkasa Yudha akan mencapai gelaran puncak pada tanggal 6 Oktober 2016. Menjelang tanggal tersebut, persiapan terus menerus dilakukan agar gelaran latihan puncak dapat berjalan dengan baik. Angkasa Yudha yang digelar tahun ini seolah menyampaikan pesan politis bahwa Indonesia memiliki daerah kedaulatan yang harus dihormati. Dengan diadakan nya Angkasa Yudha diharapkan kemampuan tempur prajurit TNI AU akan semakin berkembang dari hari ke hari. Kini, beberapa Alutsista sudah mulai berdatangan ke landasan udara Ranai, serta Batam. Untuk pesawat tempur F-16, Hawk 209 dan Sukhoi Su27/Su30 sudah siap untuk mengikuti latihan ini. Selain itu senjata penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield pun juga telah ditempatkan disana.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

”Total pesawat militer yang dikerahkan dalam Latihan Puncak TNI AU Angkasa Yudha 2016 sekitar 80 pesawat dengan berbagai tipe, baik pesawat tempur, angkut, maupun helikopter,” ujar Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna. Pesawat tempur itu berasal dari tujuh skadron udara TNI AU: Skadron Udara 3 TNI AU (F-16 Fighting Falcon Block 15OCU/Iswahyudi), Skadron Udara 15 TNI AU (T50i Golden Eagle/Iswahyudi), Skadron Udara 1 TNI AU (Hawk 109 dan 209/Pangkalan Udara TNI AU Supadio, Pontianak), dan Skadron Udara 16 TNI AU (F-16 Fighting Falcon Block 52ID/Pangkalan Udara Utama TNI AU Rusmin Nurjadin, Pekanbaru). Latihan ini juga melibatkan Skadron Udara 11 TNI AU (Sukhoi Su-27-30MKI Flankers/Pangkalan Udara Utama TNI AU Hasanuddin, Makassar) dan Skadron Udara 21 TNI AU (EMB-314 Super Tucano/Pangkalan Udara Utama Abdulrahman Saleh, Malang). Sumber : hobbymiliter.com & wartakepri.co.id

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Album ‘Punk Eksklusif’ ciptaan Yockie Suryo Prayogo yang dirilis oleh PT. Musica Studio © 1983 ini ialah bentuk konkrit syarat kritik sosial penuh geliat kelugasan dihiasi metafora gambaran masyarakat perkotaan pada saat itu. Namun bagi saya pribadi, album ini sangatlah inspiratif penuh gambaran nyata secara relasi dalam gejolak detail fenomena masyarakat sekarang dalam kaitan yang jelas. Walau pada kenyataannya, album ini tidak menembus pendengaran pecinta musik di Indonesia pada saat itu. Kenyataan lain ialah materi-materi dialbum ini mempunyai daya kejut penting yang jelas mencerminkan semua kegetiran fenomena kehidupan manusia modern Indonesia diperkotaan besar pada saat ini. Walau tidak mempunyai daya vokal bagus, Yockie cukup berani mengambil peran ini bersanding aransemen musik beserta departemen lirik yang begitu bernilai lebih dan berkasta spesial diwacana musik Indonesia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pesawat dengan rute penerbangan Pangkal Pinang-Batam dan Palembang, itu diperkirakan hilang kontak di Perairan Bintan. Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian membenarkan peristiwa hilang kontak tersebut, saat ini anggota tengah melakukan pencarian. “Iya, benar. Saya sudah laporkan peristiwanya ke Kabaharkam dan Dirpolair,” kata Sam Budigusdian saat dihubungi wartawan. Informasi yang dihimpun, tim Basarnas dan Kapal Patroli Air sudah menuju lokasi, yang diperkirakan memakan waktu tiga jam. Selain itu Helikopter Polda Kepri juga bersiap melakukan pencarian.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ketika berpatroli di sekitar masjid, tiba-tiba penjual rujak tumbuk menyapanya. Sang penjual rujak meminta tolong kepada Bripda Wulan untuk menjaga dagangan karena ia mau menunaikan sholat Jumat. “Awalnya sempat bingung, kalau ada yang beli bagaimana? Eh, si Emangnya bilang, ‘Udah kalau ada yang beli dibuatin aja sama Ibu.’ Ya udah, saya jagain,” kata Bripda Wulan kepada redaksi tribratanews.com saat dihubungi melalui telepon, Senin (06-02-2017). Tak disangka, ternyata benar ada yang beli. Dan jumlahnya lebih dari satu. Bripda Wulan pun sibuk mengeluarkan jurus seadanya menyiapkan rujak yang dijual Rp5000 per porsinya itu.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada masa Demokrasi Terpimpin hingga masa Orde Baru, TNI pernah digabungkan dengan POLRI. Penggabungan ini disebut dengan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan Rancangan Undang-Undang TNI oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 19 Oktober 2004.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sejalan dengan perkembangannya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama TKR jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma. Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara, maka pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia, kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu Sejarah monumental yang selalu diperingati jajaran TNI AU tiap tahun adalah apa yang dinamakan Hari Bhakti TNI AU. Peringatan Hari Bhakti TNI AU, dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947. Peristiwa Pertama, pada pagi hari, tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Saya berani mengatakan, salah satu penikmat musik Indonesia fanatik adalah anggota TNI, dari jajaran tertinggi hingga prajurit. Kehidupan militer yang penuh disiplin dan keras, tampaknya harus diimbangi dengan sedikit hiburan. Salah satunya diperoleh lewat musik.  Anda bisa lihat bagaimana program Kamera Ria (hiburan musik) yang tayang di TVRI sejak tahun 70-an tetap awet hingga kini. Padahal, acara-acara serupa sudah hilang ditelan masa. Dalam berbagai kesempatan, artis-artis Nagaswara yang tampil dalam acara TNI pun selalu diterima dengan penuh kemeriahan. Apalagi saat menyajikan lagu-lagu dangdut.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Angkatan Udara Indonesia kembali menerima satu unit peswat C-130 Hercules yg dihibahkan Angkatan Udara Australia atau Royal Australian Air Force (RAAF). Pesawat tiba di Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abd Saleh Senin 7 November 2016. Tujuh bulan lalu pesawat hibah juga tiba hingga sekarang Skadron 32 telah dihuni 16 pesawat Herky. Pesawat ini sebenarnya telah tiba di Indonesia sekitar dua minggu sebelumnya sebelum kemudian diserahkan ke Skadron 32. Australia berencana menghibahkan empat Hercules mereka yang telah dipensiun untuk Angkatan Udara Indonesia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Berbagai diskusi diadakan di sela-sela ajang Indo Defence 2016 International Forum yang berlangsung di Jakarta. Acara yang berlangsung pada tanggal 2—5 November 2016 ini merupakan salah satu kegiatan industri pertahanan terbesar di Asia Tenggara dan dihadiri oleh lebih dari 25.000 delegasi yang mewakili lebih dari 750 perusahaan dari 55 negara. Stan Rusia diselenggarakan oleh Rosoboronexport, yang menampilkan lebih dari 200 unit peralatan militer. “Pihak Rusia dan Indonesia sedang bekerja pada sebuah proyek untuk memasok batch ketiga kendaraan BMP-3F untuk angkatan laut Indonesia. Saat ini, Rosoboronexport dan perwakilan Indonesia sedang melakukan konsultasi tentang masalah ini,” ujar Goreslavsky kepada RIA Novosti. Goreslavsky mengatakan bahwa Rosoboronexport telah membawa kendaraan sesungguhnya untuk ditampilkan dalam pameran, sebagai catatan bahwa eksportir secara aktif mempromosikan varian BMP-3 di pasar Asia-Pasifik. “Kendaraan yang tak tertandingi di kelas mereka di pasar senjata internasional dalam hal karakteristik taktis dan teknis, kemampuan tempur mereka dan rasio efisiensi biaya. Oleh karena itu kami berharap angkatan laut Indonesia akan terus membeli BMP-3F,” kata Goreslavsky. Batch pertama kendaraan BMP-3F dikirim oleh Rusia untuk Indonesia pada tahun 2010, setelah kedua negara menandatangani perjanjian kepada Rusia untuk memberikan pinjaman 1 miliar dolar AS selama kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Jakarta pada tahun 2007. Pada tahun 2013, Indonesia membeli tambahan 37 kendaraan senilai 114 juta dolar AS. BMP-3F merupakan varian dari BMP-3 yang dirancang untuk operasi di laut dengan peningkatan daya apung dan stabilitas. Dilengkapi dengan baling-baling air jet, kendaraan itu mampu mencapai kecepatan lebih dari enam mil per menit di atas air dan dapat beroperasi hingga tujuh jam dalam operasi amfibi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan akan terus melaksanakan pembangunan kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU demi pertahanan dan penegakan kedaulatan bangsa. “Saat ini kita sedang dan akan terus melaksanakan pembangunan kekuatan alusista yang dilaksanakan Kementerian Pertahanan sampai renstra ketiga tahun 2024,” ujar KSAU usai berkunjung ke Monumen TNI AU Ngoto Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 26/1/2017. Menurut KSAU, saat ini kesatuannya sedang menunggu pengganti pesawat tempur F5 yang sudah hampir satu tahun ditinggalkan, dan yang KSAU harapkan adalah pesawat dengan Generasi 4,5. “Kemudian kita juga akan upgrade pesawat T-50 yang kita miliki, karena belum dilengkapi dengan radar maupun persenjataan,” ujar KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

KSAU mengatakan, apabila TNI AU sudah memiliki pesawat pengganti F5 kemudian juga bisa mengupgrade pesawat T-50 sesuai dengan yang diinginakan, tentunya kehadiran AU dari Sabang sampai Merauke akan bisa dilaksanakan. Selain pesawat, kata KSAU, TNI AU juga tetap mengajukan penambahan jumlah radar sebanyak 12 unit dari yang sekarang ada dan eksis berjumlah 20 radar. “Kita minta penambahan 12 radar lagi, itupun dengan berbasis pada Minimum Essential Force, kalau berbasis pada ideal kita tentunya masih jauh,” katanya. KSAU mengharapkan, dengan penambahan radar dengan sistem yang lebih modern dan canggih itu apabila ada pesawat luar yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin, TNI AU bisa mendeteksi untuk penegakan kedaulatan. “Dengan pesawat yang AU inginkan yaitu pengganti F5 dan upgrade pesawat T-50, tentunya dengan dukungan pesawat F16, Sukhoi dan Hawk 200 akan tetap kita pertahankan penegakan kedaulatan,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Manuver militer besar-besaran yang digelar Indonesia di Natuna kawasan Laut China Selatan tak hanya jadi tontonan warga Indonesia, tapi juga dipantau Pemerintah China. Demikian pendapat pakar Asia Tenggara di ISEAS-Yusof Ishak Institute, Ian Storey. Sekitar 73 pesawat tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI) ambil bagian dalam latihan perang besar-besaran di Natuna, termasuk bermanuver menjatuhkan bom pada target di lepas pantai. Manuver akbar ini disaksikan langsung Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, serta Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi. “Latihan ini memiliki satu tujuan dan dua penonton,” kata Ian Storey. ”Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa angkatan bersenjata Indonesia siap untuk membela sumber daya alam negaranya di sekitar Natuna. Dua penonton adalah orang-orang Indonesia dan Pemerintah China,” katanya lagi. Indonesia sejatinya tidak terlibat sengketa klaim kepulauan Laut China Selatan. Namun, China yang mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan pernah bersitegang dengan Indonesia di kawasan Natuna. Beberapa waktu lalu, militer Indonesia mengumbar tembakan terhadap kapal-kapal nelayan China yang masuk ke Natuna dan sempat diprotes Beijing. Sengketa kawasan Laut China Selatan melibatkan China dengan sejumlah negara di Asia, seperti Filipina, Malaysia, Brunei, Vietnam dan Taiwan. Meski posisi Indonesia netral dalam konflik klaim Laut China Selatan, namun Indonesia dianggap sebagai pemegang kunci kekuatan ASEAN. ”Kekuatan keseluruhan ASEAN sebagian besar tergantung pada kemauan Indonesia untuk memainkan peran broker diplomatik dan di sanalah saya pikir kita melihat beberapa wobbliness ini,” kata Euan Graham, Direktur Keamanan Internasional di Lowy Institute, sebuah think-tank yang berbasis di Sydney, seperti dikutip Reuters.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Galangan kapal PT Lundin sedang menyiapkan mengirimkan kapal pengganti KRI Klewang Angkatan Laut Indonesia yang habis terbakar empat tahun lalu, ujar CEO perusahaan tersebut. John Lundin mengatakan kepada Shephard bahwa perusahaannya dalam jadwal untuk menyerahkan kapal trimaran 63 m baru akhir tahun depan, dengan kemajuan pembangunan telah mencapai lebih dari 30% di fasilitas Banyuwangi, Jawa Timur. Dibangun dengan bahan komposit modern, KRI Klewang direncanakan menjadi fast attack craft, yang menggabungkan 4-8 rudal anti kapal dengan fitur siluman yang mengurangi pantulan radar dan jejak panas. PT Lundin telah bekerja dengan laboratorium penelitian Indonesia untuk mendapatkan persetujuan solusi baru yang disebut sebagai “self-extinguishing resin”, yang merupakan komponen dari bahan komposit. “Kinerja jauh lebih baik dari aluminium,” jelas Lundin. Integrasi baru CMS dan sistem senjata akan ditentukan oleh Angkatan Laut Indonesia, dengan pilihan potensial untuk rudal anti kapal, menjadi C-704 China, RBS-15 Saab, Kongsberg Naval Strike Missile dan Exocet MBDA. Ketertarikan kapal siluman tidak terbatas pada Indonesia, kata Lundin, beberapa negara menunjukkan minat untuk ‘light missile boats’, yang lebih kecil dan lebih murah dari pada kapal tradisional. Kapal ini sangat cocok untuk operasi seperti kontra pembajakan di perairan pesisir. Kapal dapat membawa satu unit RHIB 12 m, cukup besar untuk 10 orang pasukan pendarat.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Di pameran Indo Defence 2016, Komandan Angkatan Udara Indonesia Agus Supriatna mengunjungi salah satu jajaran stand yang menampilkan mock-up pesawat tempur. Di stand Lochkeed Martin yang menampilkan model pesawat tempur F-16 Viper, KASAU Agus Supriatna tampak antusias melihat-lihat dan mendengarkan penjelasan dari Mario Magana, Kepala Project F-16 Viper. Diklaim sebagai pesawat tempur paling mutakhir dengan pencangkokan beberapa teknologi dari pesawat tempur generasi kelima, F-16 dengan tambahan konformal fuel tank menurut Mario sangat tepat menjadi pengawal udara negara kepulauan yang luas seperti Indonesia. Apalagi dilengkapi dengan sistem avionic dan persenjataan tercanggih serta termodern dikelasnya. menjadikan F-16 Viper Block terbaru tidak akan terkalahkan dari pesawat tempur pesaingnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menurut Mario, produsen F-16 Lockheed Martin siap menyediakan peralatan dan dukungan teknis serta persenjataan sesuai kebutuhan Indonesia. Melihat antusias dan terpesonanya KASAU Agus Supriatna dengan fitur-fitur modern dari pesawat tempur F-16 Block terbaru tersebut, mungkinkah akan menjadi sinyalemen ketertarikan Angkatan Udara dengan pesawat tempur produksi AS tersebut Indonesia yang berlama-lama menimbang dan menganalisa kebutuhan pesawat tempur superioritas udara termasuk dari Rusia, bukan tidak mungkin berpaling hati dengan kecanggihan dari pesawat tempur varian terbaru F-16 Viper.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Cikal bakal Yonif 600/Raider berawal dari pecahan Yonif 609 Semanggi/Klaper yang saat itu baru saja selesai melaksanakan tugas operasi penumpasan DI/TII di Indramayu, Jawa Barat yang dilebur dengan Resimen Induk 22/Tanjunpura dan secara resmi menjadi Yonif 612/Modang pada tanggal 1 September 1959. Dengan adanya upaya penyempurnaan organisasi secara terus menerus maka pada tahun 1966/1967 Yonif 612/Modang mengalami validasi dari yang semula hanya memiliki 4 Kompi kemudian dikembangkan menjadi 5 Kompi yang terdiri dari 3 Kompi Senapan, 1 Kompi Bantuan, dan 1 Kompi Markas. Pada tahun 1985 berdasarkan Sprin Pangdam IX Mulawarman nomor Sprin/96/1/I/1985, Yonif 612/Modang beralih status dan masuk dalam jajaraan Korem 091/ASN Kalimantan Timur. Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VI/Mulawarman nomor Sprin/498/III/1986 tanggal 21 Maret 1986 terjadi perubahan status Batalyon Infanteri 612/Modang yang semula berada dibawah komando Korem 091/ASN menjadi Batalyon BS Mobil yang komando pengendaliannya langsung di bawah Pangdam VI/Mulawarman terhitung mulai tanggal 1 April 1986. Kemudian pada tanggal 21 Juli 1987, berdasarkan Surat Perintah Pangdam VI/Tanjungpura nomor Sprin /386/VII/1987, Yonif 612/BS mobil resmi menjadi Batalyon Infanteri Lintas Udara 612/Modang. Pada tahun 2003, untuk mengatisipasi semakin kompleksnya ancaman terhadap integritas NKRI, maka pada Desembar 2005 bersama-sama 10 Batalyon PMK lainnya dari jajaran TNI AD di Jakarta, Kepala Staf Angkatan Darat mengukuhkan 10 Batalyon Raider salah satunya Batalyon Infanteri 600/Raider. Hal ini diperkuat dengan Skep Kasad nomor Skep/44/X/2003 pada tanggal 20 Oktober 2003.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Tidak hanya itu, mereka juga teman satu angkatan sejak di SMA Taruna Nusantara. Bahkan, ketiga perwira ini juga sama-sama mulai masuk ke Akademi TNI pada 2010 silam. Mereka bertiga bahkan pernah merasakan mencuci baju dan menyetrika pakaian bersama untuk digunakannya sehari-hari. Kebiasaan itu kini sudah menjadi rutinitas sehari-hari di asrama sembari mengurus seluruh peranti dari ujung kaki hingga ujung rambut. #akademi #tni #akmil #aau #aal #adhimakayasa #2014 #lulusanterbaik #akademitni #taruna #karbol #sby

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Armada di perairan Nusantara menjadi salah satu hal yang digarisbawahi dalam rapat pimpinan TNI Angkatan Laut, yang digelar di Auditorium Yos Sudarso, Markas Besar Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Ade Supandi, mengatakan bahwa harus ada penambahan armada agar lebih menjangkau wilayah perairan Tanah Air yang bila dibentangkan hampir sama dengan benua Eropa. “Ke depan kita butuh keniscayaan armada, sehingga tidak hanya dua tapi tiga,” kata Laksamana Ade, seperti dikutip liputan6.com pada Minggu (22/1).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Laksamana Ade menceritakan bahwa Armada Indonesia 1967 memiliki tiga, yakni Armada Siaga, Armada Nusantara, dan Armada Samudera. Setelah melalui proses, kemudian digabungkan menjadi Armada Republik Indonesia. Armada tersebut kemudian kini dibagi menjadi Armada Barat dan Armada Timur. Namun setelah dikaji, TNI Angkatan Laut butuh satu lagi armada guna pengembangan di wilayah timur. TNI Angkatan Laut memilih pendekatan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dengan memasang tiga panglima, demi terbentangnya satu kawasan lagi. “Paling tidak kita lakukan pendekatan ALKI. ALKI I Panglima Armada Barat, ALKI 2 Panglima Armada Tengah, dan ALKI 3 Panglima kawasan Timur,” kata KSAL.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Komando Operasi Angkatan Udara I atau disingkat Koops AU I adalah salah satu Komando Operasi TNI Angkatan Udara yang mencakup wilayah Indonesia bagian barat yang meliputi seluruh Sumatra, Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta dan sebagian Jawa Tengah. Koops AU I bermarkas di Halim Perdanakusumah Jakarta. Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I saat ini dijabat oleh Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto menggantikan posisi Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi. Komando ini mempunyai tugas yaitu pembinaan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional satuan-satuan TNI AU dalam jajarannya, dan melaksanakan operasi-operasi udara dalam rangka penegakan kedaulatan negara di udara, mendukung penegakan kedaulatan negara di darat dan di laut.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dibentuk pada tanggal 26 Juni 1951 berdasarkan surat keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Dibentuk melalui penggabungan lima skuadron operasional yang membentuk suatu grup operasional. Pada tanggal 27 Juli 1954 namanya diubah menjadi Komando Grup Komposisi (KGK)[1] hingga pada tanggal 5 Oktober 1959. Kemudian diubah menjadi Komando Oparasi Angkatan Udara hingga tanggal 21 Juni 1976. Setelah itu namanya diubah kembali menjadi Komando Paduan Tempur Udara (Kopatdara) hingga tanggal 10 Mei 1985. Sejak reorganisasi ABRI namanya diubah kembali menjadi Komando Operasi TNI Angkatan Udara hingga saat ini.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono belum dapat memastikan helikopter Apache buatan Amerika Serikat yang dibeli TNI AD tiba di Indonesia tahun ini, tetapi dirinya berharap helikopter itu dapat ditampilkan saat HUT TNI pada 5 Oktober 2017. “Saya harap pada 5 Oktober secara fisik minimal bisa didatangkan dulu agar rakyat Indonesia yakin dan tahu itu menjadi program dari Angkatan Darat yang nantinya harus dibeli,” kata KSAD di sela-sela Pembukaan Rapat Pimpinan TNI AD 2017 di Mabes AD, Jakarta Pusat, Senin. Hingga kini, proses pengadaan helikoter itu masih terus dilakukan. Komunikasi dengan pabrikan dilakukan intensif agar helikopter tersebut segera tiba di Tanah Air.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Kita harus tahu, pengadaan itu sekarang kontrak tidak bisa langsung datang. Melalui proses panjang,” ujarnya. TNI AD sendiri telah memesan delapan unit helikopter Apache. Kontrak pengadaan itu mencapai 295,8 juta dollar AS. Salah satu agenda yang akan dibahas dalam rapim kali ini yaitu soal pembangunan kawasan dari daerah pinggiran. “Tentunya untuk mewujudkan itu, kegiatan yang kita lakukan adalah mengantisipasi di wilayah perbatasan, termasuk pembangunan saranan dan prasarana militer yang dibutuhkan di sana untuk mewujudkan itu,” kata mantan Pangkostrad ini. Selain itu, juga akan dibahas soal pengadaan sejumlah alat utama sistem persenjataan bagi TNI AD, baik itu pengadaan alutsista yang sedang dalam proses, maupun yang baru akan diadakan untuk tahun ini.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Meningkatkan pengamanan dan pertahanan kedaulatan NKRI, TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam V/Brawijaya, mengalihkan komando pengendalian Yonarmed 1/Roket yang sebelumnya berada di bawah Kodam V/Brawijaya ke Divisi Infanteri 2/Kostrad di Malang. Sementara Yonarmed 8/105 yang berada di Jember, dialih komando di bawah Kodam V/Brawijaya dari Divisi Infanteri 2/Kostrad. Pengalihan komando itu dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono, di Lapangan Rampal, Kota Malang. Alih komando itu bisa membuat efisiensi dan fleksibilitas TNI Angkatan Darat saat bertugas membela negara. Modernisasi sistem persenjataan (Sista) juga dirasa perlu, karena itu Roket Astros II yang ada di Yonarmed 1/Rocket, bisa mudah dimobilisasi. Ketersediaan pangkalan udara dan pelabuhan sebagai sarana transportasi, jadi sarat mutlak pengerahan satuan roket. Mereka akan diproyeksikan ke seluruh Indonesia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Meningkatkan pengamanan dan pertahanan kedaulatan NKRI, TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam V/Brawijaya, mengalihkan komando pengendalian Yonarmed 1/Roket yang sebelumnya berada di bawah Kodam V/Brawijaya ke Divisi Infanteri 2/Kostrad di Malang. Sementara Yonarmed 8/105 yang berada di Jember, dialih komando di bawah Kodam V/Brawijaya dari Divisi Infanteri 2/Kostrad. Pengalihan komando itu dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono, di Lapangan Rampal, Kota Malang. Alih komando itu bisa membuat efisiensi dan fleksibilitas TNI Angkatan Darat saat bertugas membela negara. Modernisasi sistem persenjataan (Sista) juga dirasa perlu, karena itu Roket Astros II yang ada di Yonarmed 1/Rocket, bisa mudah dimobilisasi. Ketersediaan pangkalan udara dan pelabuhan sebagai sarana transportasi, jadi sarat mutlak pengerahan satuan roket. Mereka akan diproyeksikan ke seluruh Indonesia. Roket Astros II sendiri memiliki spesifikasi cangih dalam mendukung pertahanan dengan multi launcher dan multi kaliber yang dapat menjangkau sasaran hingga jarak 300 kilometer jauhnya. Tidak hanya itu, Roket Astros dengan chasis 6 x 6 dan 4 x 4, mampu digunakan dalam berbagai medan tempur serta dapat diangkut oleh pesawat udara, sehingga memudahkan mobilitas Roket Astros II ke wilayah yang membutuhkan. Roket Astros juga dilengkapi teknologi Trajectography Radar serta Fire Control Unit (AC-UCF), sehingga mampu mengoreksi titik jatuhnya amunisi pada jarak jauh.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Zeni” sendiri berasal dr bahasa Belanda Genie yang berarti pandai/banyak akalnya. Pd awal berdirinya Kesatuan Zeni kata Genie msh dipergunakan, namun seiring dg perubahan Ejaan Yang Disempurnakan kata Genie di-Indonesiakan menjadi “Zeni”. Kesatuan ini merupakan kesatuan standar militer di seluruh dunia krn perannya dlm pertempuran sejak zaman purba, krn pd intinya fungsi bantuan tempur Zeni adalah bersifat improvisasi, insidentil, dan menggunakan standar teknik yang khusus dikualifikasikan pd Satuan Zeni. Zeni Tempur sendiri secara umum mempunyai fungsi sebagai pasukan Bantuan Tempur terhadap Pasukan Infanteri berupa Bantuan Tempur Zeni (Banpurzi) dan Bantuan Administrasi Zeni (Banminzi). Banpurzi diaplikasikan pada segala pekerjaan yg bersifat membantu gerak maju pasukan manuver, dan aksi menghambat gerak maju pasukan lawan, sedangkan Banminzi adalah segala upaya kegiatan dan pekerjaan yg dilakukan oleh prajurit Zeni di medan Tempur dlm rangka membantu pasukan manuver agar tetap dpt bertahan di luar perbekalan, peralatan, serta komunikasi, karena ketiga masalah ini menjadi tanggung jawab satuan korps perbekalan, korps peralatan, dan korps komunikasi. Bantuan Administrasi Zeni hanya bersifat kebutuhan yg bersifat taktis dan teknis di medan tempur.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad) adalah salah satu Badan Pelaksana Pusat Mabesad yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan penyelenggaraan data dan informasi geografi/ medan guna mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Darat. Mengutip UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang kemudian dijabarkan dalam doktrin KEP, disebutkan tugas-tugas TNI AD mencakup tugas menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah darat, dan melindungi keselamatan bangsa serta menjalankan operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah pada acara Halal Bi Halal Kahmi di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2017). Panglima TNI mengungkapkan bahwa betapa dekatnya HMI dengan TNI terutama sekitar tahun 1965 dalam mempertahankan ideologi Pancasila, sehingga PKI sangat membenci dan menuntut pembubaran HMI. “PKI beranggapan dengan membubarkan HMI akan memuluskan usahanya melakukan kudeta dan merubah ideologi negara dari Pancasila menjadi ideologi Komunis,” ujarnya. “Jenderal TNI Nasution dan Jenderal Ahmad Yani menjadi tokoh utama yang menghalangi ketika gencarnya PKI menuntut pembubaran HMI. Bahkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Ahmad Yani mengatakan apabila membubarkan HMI, langkahi dulu mayat saya,” ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Secapaad lahir pada tanggal 8 Januari 1972, dalam perkembangannya Secapaad yang turut mewarnai tonggak sejarah perkembangan TNI AD dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Secapaad didirikan sebagai wadah pembentukan Perwira-Perwira TNI AD disamping AKMIL. Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat atau (Secapaad) adalah lembaga pendidikan militer dalam TNI-AD untuk membentuk Bintara-bintara terpilih menjadi Perwira yang handal. Secapa direkrut dari prajurit terpilih berpangkat Sersan Kepala – Sersan Mayor – Pembantu Letnan Dua yang ada di jajajaran TNI Angkatan Darat. Selesai mengikuti pendidikan Secapa dilantik menjadi Perwira dengan pangkat Letnan Dua. Atas prakarsa Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Umar Wirahadikusumah, maka pada hari Sabtu tanggal 8 Januari 1972 Pendidikan Capa dilaksanakan secara terpusat (satu atap) dengan Komandan Secapaad yang pertama dijabat oleh Kolonel Inf. S. Banoearli, dengan demikian secara resmi tanggal 8 Januari 1972 ditetapkan sebagai hari kelahiran Sekolah Calon Perwira TNI AD.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

MARINIR adalah satu pasukan yang banyak dielu-elukan di beberapa negara karena memiliki kharisma dan kemampuan yang lebih dan di atas rata-rata. Menjadi dielu-elukan dan diidam-idamkan banyak orang, karena sebagai kesatuan dalam tubuh tentara, marinir merupakan pasukan yang biasanya bisa ramah dan membaur dekat dengan sipil yang ada di sekitarnya, namun bukan berarti kehilangan wibawa dan kegarangannya. Marinir yang dielu-elukan itu bukan saja di Indonesia, namun berlaku pula di negeri-negeri barat yang notabene sudah maju peralatan tempurnya. Sebagai contoh adalah Marinir di Amerika dan juga di negara Inggris.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

KRI Lemadang (632) adalah salah satu dari keempat kapal dari kapal patroli jenis kapal cepat kelas Todak milik TNI Angkatan Laut. Bertugas sebagai armada patroli cepat yang beroperasi laut dangkal, dan sebagai kapal perang anti kapal permukaan. Termasuk dalam kelas Todak bersama KRI Lemadang antara lain KRI Todak (631), KRI Hiu (634) dan KRI Layang (805). KRI Lemadang merupakan kapal keempat dalam seri FPB-57 Nav V yang dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh PT. PAL, Surabaya untuk TNI Angkatan Laut. Diresmikan sebagai bagian dari Satuan Kapal Patroli, Koarmabar pada tanggal 14 April 2003 oleh Panglima TNI (saat itu) Jenderal Endriartono Sutarto di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dinamai menurut nama ikan Lemadang, begitu pula kapal-kapal di kelas ini yang dinamai menurut ikan-ikan di perairan Indonesia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Makassar, 11/4 (Antara)- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengatakan akan membeli beberapa tambahan tank Leopard. Hal ini disampaikan Jenderal Mulyono, saat berkunjung ke Kodam VII/Wirabuana di Markas Batalyon Kavaleri-10/Mendagiri di Makassar, Sulawesi Selatan, 11/4/2017. Jenderal Mulyono menjelaskan TNI AD saat ini memiliki alutsista yang modern dan tidak kalah dengan negara lain seperti halnya tank Leopard yang merupakan salah satu tank tercanggih di dunia. Menurutnya, Armed dan Kostrad juga telah memiliki senjata “multiple launch rocket system (MLRS)” Astros II MK6 buatan Brasil yang merupakan peralatan perang yang canggih.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Jadi TNI AD ke depan akan memiliki alutsista tercanggih di dunia. Kita juga segera mendatangkan beberapa peralatan baru termasuk tank Leopard dan helikopter Apache,” ujarnya. Jenderal Mulyono mengatakan para prajurit TNI harus siap memanfaatkan fasilitas alusista canggih tersebut, dengan syarat harus berlatih dengan sungguh-sungguh. “Nanti pada 5 Oktober, kita sudah punya Helikopter Apache, dan kami juga akan membeli beberapa tambahan tank Leopard,” ujar KSAD Jenderal TNI Mulyono. Pembelian Tank Leopard tersebut akan menambah inventori Tank Leopard TNI AD yang kini berjumlah 103 unit, terdiri dari 61 MBT Leopard 2 Revolution, 42 MBT 2A4. Satu paket dengan MBT Leopard tersebut, TNI AD juga telah mendatangkan 42 kendaraan tempur infanteri Marder 1A3 upgrade, dan 11 armoured recovery and engineering vehicles diambil dari surplus stock Tentara Jerman.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Helikopter milik Pusat Penerbangan TNI AD jenis Bell-412 EP dengan nomor registrasi penerbangan HA-5166 yang hilang di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara berhasil ditemukan. Satu orang pilot helikopter yang dinyatakan hilang sejak 24 November 2016 lalu itu ditemukan dalam keadaan hidup. “Satu orang korban yang selamat atas nama Lettu CPN Abdi Darmain dalam kondisi luka,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (27/11/2016) malam.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sabrar menuturkan, saat ini korban selamat telah dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Ilyas, Tarakan, Kalimantan Utara, untuk diberi penanganan medis lebih lanjut. Helikopter tersebut berhasil ditemukan di hutan pegunungan sekitar lima kilometer dari Desa Long Sulit, Kecamatan Krayan, Kabupaten Malinau. “Tim SAR darat maupun udara bergerak mulai pukul 06.00 WITA dan pada akhirnya pada sekitar 14.22 WITA, dua orang personel SAR dari Paskhas TNI AU berhasil turun di TKP dan melihat secara fisik badan helikopter Bell 412 TNI AD yang jatuh,” ujar Sabrar. Dalam pencarian tersebut, tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas dibantu warga dari tiga desa, yakni Long Berang, Nasarang, dan Long Sulit. Sementara empat korban lainnya, kata Sabrar, masih dalam proses pencarian. Menurut Sabrar, tim SAR kesulitan melakukan pencarian di lapangan karena kondisi medan dan cuaca yang selalu berubah. “Berdasarkan laporan Pangdam 6 Mulawarman, saat ini tim SAR, baik yang diturunkan melalui darat maupun udara masih dalam proses pencarian korban yang lainnya,” ucap Sabrar.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kapal yang dipesan TNI AL kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar. Total panjang kapal sekitar 124 meter, dan memiliki lebar 21 meter, dengan kecanggihan mampu mengangkut pasukan beserta ‘crew’ sebanyak 771 personel, dan mampu berlayar selama 15 hari dengan kecepatan mencapai maksimal 16 knot. Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut. Kapal juga mampu menampung tiga Helikopter “standby”, dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusian (non-militer). Kapal LPD ini juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer. Untuk target penyelesaian pengerjaan kapal diperkirakan selama 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI AL.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pergantian nama Lanud Tanjung Pandan menjadi Lanud H. Abdullah Sanusi Hananjoeddin merupakan salah satu komitmen generasi penerus sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan dan sesepuh TNI AU dengan mengabadikan nama mereka sebagai nama Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara yang masih menggunakan nama daerah. Dalam catatan sejarah almarhum H. AS. Hanandjoeddin yg dilahirkan di Mempiu, Kecamatan Membalong, Belitung pada 8 Agustus 1910. Hanandjoedin bekerja pada penerbangan Jepang bernama “Ozawa Butai”. Beliau dikenal sebagai salah seorang pelopor pembentukan BKR Divisi VIII Jawa Timur, khususnya BKR Udara Jawa Timur di Pangkalan Udara Bugis Malang. Setelah Jepang kalah, Hanandjoeddin bergabung pada TKR bagian Udara Lanud Bugis, Malang. Hanandjoeddin diangkat sebagai kepala bagian teknik Pangkalan Udara Bugis dengan pangkat Letnan Satu TKR dan bertugas merawat dan menerbangkan pesawat-pesawat Cureng, Cukiu dan Hayabusa yang dalam keadaan rusak sisa peninggalan Jepang. Hanandjoeddin melakukan uji terbang dan pelajaran cara menerbangkan pesawat pesawat Cukiu dengan penerbang Ali.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sejak diangkat menjadi Letnan Satu TKR Udara, Hanandjoeddin sering memim­pin pasukan dalam perang kemerdekaan, baik pada Agresi Belanda pertama maupun kedua. Beliau juga berperan aktif dalam memper­tahankan kedaulatan Republik Indonesia, termasuk ikut menumpas berbagai pemberontakan di beberapa daerah, seperti Gerakan PKI di Pacitan, APRA di Bandung, serta pemberontak­­an PRRI di Sumatera. Jabatan militer terakhir H. AS. Hanandjoeddin adalah Komandan Kompi Pasgat di Lanud Palembang, setelah pensiun dari TNI AU, Hanandjoeddin menjabat sebagai Bupati Belitung periode 1967-1972. Sebagai Bupati Belitung. Hanandjoeddin dikenang masyarakat Belitung banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan wilayah yang sekarang menjadi bagian dari propinsi kepulauan Bangka Belitung.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., melakukan pengecekan kesiapan Dermaga Pondok Dayung yang akan digunakan sebagai tempat sandar Kapal Perang Terbaru TNI Angkatan Laut, di Kompleks Kesatuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta, 6/1/2017. Dermaga Pondok Dayung, akan menjadi tempat sandar dan peresmian KRI Raden Eddy (RE) Martadinata-331 PKR (Perusak Kawal Rudal) SIGMA Class 10514, salah satu kapal pesanan pertama Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada kesempatan ini Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S,Sos., melakukan pengecekan sarana dan prasarana, fasilitas dermaga di Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, mulai dari pengaspalan dermaga dan seluruh fasilitas pendukung fasilitas labuh serta seluruh gedung yang berada di Pondok Dayung. Yang diperiksa, antara lain: gedung Satuan Kapal Eskorta Koarmabar, Satuan Kapal Amfibi Koarmabar, Satuan Kapal Bantu Koarmabar, Satuan Komando Pasukan Katak Koarmabar, Dinas Penyelamatan Bawah Air Koarmabar (Dislambairarmabar) dan Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Jakarta serta penataan lingkungan dan taman yang ada di Komplek Kesatuan Koarmabar I Pondok Dayung. urut serta dalam kegiatan tersebut, Kepala Staf Koarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., Komandan Gurpurla Koarmabar Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah,Komandan Lantamal III Jakarta Brigjen Mar I Ketut Suardana S.H., para Asisten Pangarmabar dan para Kepala Dinas Koarmabar.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Cobra Gold 2017 merupakan kegiatan Latihan Bersama multilateral dalam bentuk Multi National Forces yg diikuti oleh 7 negara (USA, Thailand, Indonesia, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang) yg bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan interoperability dalam proses pengambilan keputusan dalam rangka melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR). Hal ini dikatakan Deputy Chief of Staff (DCOS) Kolonel Mar R.E. Girsang saat memberikan pengarahan kepada peserta Latihan Staff Exercise (Staffex) di Red Horse Camp, U-Tapao Naval Air Division, Chonburi, Thailand.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pelaksanaan Latihan Cobra Gold 2017 berlangsung tanggal 14 – 24 Februari 2017 yg diikuti 8.339 peserta dari 7 negara peserta dan negara-negara pengamat yaitu Republik China, India, Brunei, Australia, Bangladesh, Nepal, Uganda, Pakistan, Nigeria, Mongolia, United Kingdom, Sri lanka, Chili, Birma dan United Arab Emirat. Latihan Bersama Multilateral yang diikuti TNI dalam latihan “Cobra Gold 2017” adalah Staff Exercise, Engineering Civic Action Program (ENCAP), Senior Medical TTX and Symposium, Medical Senior Leader, Symposium Senior Leader Seminar dan Senior Leader Seminar. TNI mengirimkan 41 peserta terdiri dari Staffex 30 personel, Engineering Civic Action Program (ENCAP) 5 (lima) personel, Senior Medical TTX and Symposium yaitu Letkol Laut (K) dr. Danny Danandjaja, M.Kes dan Letkol (Kes) dr. Veronica Galih Gunarsih. Medical Senior Leader Symposium yaitu Brigjen TNI dr. Asrofi Sueb Surachman, Sp. BP (RE)-K, MARS, dan Kolonel Ckm dr. Nirawan Putranto, Senior Leader Seminar yaitu Waasrena Kasal Laksma TNI M. Ali dan satu personel Liaison Officer (LO) yaitu Letkol Laut (P) Amrin Rosihan Hendratomo, S.E. Upacara pembukaan Cobra Gold 2017 tanggal 14 Februari 2017 dipimpin langsung Panglima Angkatan Bersenjata Thailand (Chief Defense Force) General Surapong Suwana-Adth, Commander of US PACOM Admiral Harry Harris dan Ambassador Amerika di Thailand Mr. Glyn Travies.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pendaftar bisa mendatangi Posal Pangkalbalam, Posal Muntok, Posmat Toboali, Posmat Koba, Posal Tanjungpandan dan Posal Manggar Kabupaten Belitung Timur. “Kami telah mempersiapkan administrasi bagi para pendaftar sampai memperoleh nomor peserta. hal tersebut dilaksanakan agar para peserta yang ingin mendaftar tidak perlu langsung datang ke Belinyu dan Sungailiat, nantinya bila sudah memiliki nomer peserta, baru para peserta akan mengikuti tahapan tes di Mako Lanal Babel Jl Tanjung Gudang Kec.Belinyu Kabupaten Bangka,” Danlanal Babel Kolonel Laut (P) Teguh ketika menghubungi kepada bangkapos.com Kamis (23/2/2017).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H., M.A.P., mendampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meninjau Dermaga Sionban Kapal Selam di Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. Jum’at, (09/06/2017). Kunjungan Panglima TNI ke Sionban dalam rangka meninjau dan mengetahui kesiapan pembangunan sionban kapal selam yang berlokasi di Palu. Karena keberadaan pangkalan kapal selam di Palu, akan menjadi pangkalan atau rebase bagi kapal-kapal TNI Angkatan Laut yang beroperasi di perairan laut Ambalat hingga ke Laut China Selatan. Kapal selam adalah alat utama sistim pertahanan yang strategis karena memiliki dampak penangkalan atau deterrence effect yang tinggi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dermaga Lanal Palu di Loli ini merupakan pangkalan kapal selam satu-satunya di luar Jawa. Teluk Palu ini dipilih karena lokasinya yang sangat strategis dan konfigurasi alur lautnya yang istimewa dan tidak terdapat di teluk lain di Indonesia bahkan mungkin di dunia. Alur laut teluk Palu mulai dari Laut Banda sampai Loli mencapai panjang 30 kilometer dengan lebar 10 km dan kedalaman 400 meter. Lokasinya juga strategis karena jarak ke Malaysia 300 kilometer dan ke Makassar juga 300 kilometer, jadi berada di tengah-tengah dua titik penting dalam strategi pertahanan nasional.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Di sela kesibukannya dalam menjalankan operasi laut, Kal. Bokori yang merupakan salah satu unsur dari TNI Angkatan Laut dan kini tengah bergabung dalam Operasi Nusantara Vlll Bakamla RI, menyempatkan diri untuk mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai pengganti dari bendera lama yang sudah usang, di Mercusuar Karang Unarang, dekat perbatasan antara Indonesia – Malaysia, beberapa hari lalu. Usaha penggantian bendera Merah Putih di Ambalat (ambang batas laut) ini awalnya tidak berjalan mulus disebabkan cuaca yang kurang mendukung. Kondisi air laut yang pasang surut tidak memungkinkan untuk Kal. Bokori mendekat ke mercusuar. Beruntung terdapat beberapa kapal nelayan yang sedang berada di sekitar mercusuar. Spontan saja lima kapal nelayan dengan sukarela membantu personel TNI AL menuju mercusuar dan mengganti Bendera Merah Putih yang sudah usang. Kegiatan penggantian bendera Merah Putih ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh personel TNI AL. Dikarenakan cuaca di area Ambalat sering kali ekstrem dengan panas terik dan hujan angin yang cukup deras, mengakibatkan Bendera Merah Putih sering kali robek. Dengan pemasangan Bendera Merah Putih di Ambalat, menandakan bahwa area tersebut merupakan wilayah Indonesia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Tim Dynamic Pegasus TNI Angkatan Udara atau Dynamic Pegasus Aerobatic Team merupakan Tim Aerobatic kebanggaan TNI Angkatan Udara yang merupakan Tim Aerobatic pertama dan satu-satunya Tim Aerobatic yang menggunakan pesawat Rotary Wing atau Helikopter di Asia Tenggara. Sementara di negara lain yang memiliki tim aerobatik helikopter antara lain Spanyol dengan nama ”Patrulla” dan India dengan nama ”Sarang”. Tim Dynamic Pegasus TNI AU berada dibawah pembinaan Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Subang, Jawa Barat. dan mengoperasikan Pesawat Helikopter EC-120 B Colibri buatan Perancis.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Setelah pengakuan kedaulatan dan menerima limpahan banyak pswt transport eks Belanda, TNI-AU mulai membentuk skuadron khusus pejabat negara walaupun msh bercampur dg tugas angkut yg menjadi tanggung jwb Skuadron Angkut 4. Berdasarkan pertimbangan matang KSAU Komodor Udara Suryadarma menganggap sgt perlu utk memisahkan tgs antara angkut militer/umum dg tranportasi pejabat negara. Maka dibuatlah keputusan KSAU No. 31 tgl 1 Agt 1963 dibentuklah skuadron br yg terpisah dr Skudaron 4. Tanggal inilah yg dianggap sbg hr lahirnya Skuadron 17 sementara angka 17 yg dipakai merupakan angka yg diambil dr tgl kemerdekaan Indonesia. Skadron dg lambang kereta kencana ini merupakan skadron yg unik dan elit. Krn skadron inilah yg plg sipil di antara skuadron tempur militer krn armadanya berisikan pesawat non-combat dan bertugas hanya sbg satuan angkut. Yg diangkut jg bkn logistik ataupun peralatan militer, melainkan khusus pejabat tinggi, tamu negara, menteri kabinet bahkan presiden yg notabene adalah org no satu di Indonesia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Tugas pokok yg berat ini membuat Skadron 17 menjadi skadron elit krn memikul tanggung jwb yg sgt besar. Dukungan logistik dan suku cadang bahkan diprioritaskan melebihi skadron lainnya yg mengoperasikan pesawat sejenis. Pilot yg menerbangkan jg spesial. Utk Kopilot Senior minimal mengantongi 500 jam sementara Captain Senior minimal 1,500 jam terbang per tipe pswt! Atau dg kata lain sgt berpengalaman. Ini jg blm ckp krn penampilan pribadi, dedikasi motivasi, dan displin menjadi pertimbangan utama selain jam terbang yg tinggi. Utk melayani tamu didlm pswt, pramugari Skadron 17 diambil dr Wanita Angkatan Udara (Wara) berbagai satuan kerja, didiklatkan khusus terlebih dahulu di Pusdiklat awak kabin Garuda dan setelah lulus hrs mengikuti latihan dan tes refreshing di skuadron dengan penekanan pada safety dan service excellent. Melihat syarat2 ketat diatas tidak aneh pula bahwa pilot dan awak pswt Skuadron 17 kebanyakan senior dan bahkan tdk jarang pula komandan skuadronnya sendiri turut memimpin langsung serta menerbangkan pesawat.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kapal barang MV. Texel yang membawa Panser Intai Amfibi BTR4M Bucephalus pesanan Korps Marinir TNI AL tiba di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Panser Intai Amfibi BTR4 ini tiba setelah kurang lebih satu bulan menempuh perjalanan via jalur laut. Adapun jumlah unit yang tiba di Indonesia hari ini yakni sebanyak 5 unit, dengan 2 unit diantaranya dilengkapi persenjataan berupa turret RCWS (Remote Controlled Weapon System) dengan meriam kaliber 30 milimeter, senapan mesin kaliber 7,62 milimeter, pelontar granat kaliber 30 milimeter AGS-17, serta 2 tabung peluncur rudal anti tank atau biasa disebut Anti-Tank Guided Missile (ATGM) Baryer. Total kebutuhan kendaraan lapis baja untuk Indonesia adalah 55 unit. Kendaraan lapis baja untuk Marinir TNI Angkatan Laut ini akan menggantikan BTR-50 yang sudah berusia tua. Versi baru BTR-4M menggunakan mesin Deutz dan menerima paket upgrade yang memberikan kemampuan amfibi sepenuhnya. Kendaraan amfibi lapis baja baru dapat berenang di laut dan bernegosiasi terhadap hambatan air pedalaman tanpa perubahan konfigurasi. Adapun BTR4M pesanan Indonesia ditenagai dengan mesin Deutz BF6M 1015 CP buatan Jerman. Daya yang dapat dihasilkan mesin ini yakni 490 horse power (HP) atau setara dengan 490 tenaga kuda. Ranpur ini dapat dipacu hingga kecepatan 100 kilometer per jam pada jalan aspal dan 70 kilometer per jam pada medan offroad.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada awal Maret 1950 di Sumatera Utara Kompi Genie dibawah pimpinan Letnan Satu Tampak Sebayang dari Brastagi bergabung dengan Kompi Genie KNIL dibawah pimpinan Letnan Satu Safari dari Medan, dan selanjutnya pada pertengahan Maret 1950 satuan Genie gabungan tersebut dibawah pimpinan Letnan Satu Sukotjo sebagai Komandan Batalyon Genie Pioner. Peristiwa bergabungnya Kompi Genie dibawah pimpinan Letnan Satu Tampak Sebayang dari Brastagi dengan Kompi Genie KNIL dibawah pimpinan Letnan Satu Safari dari Medan merupakan tonggak bersejarah berdirinya Batalyon Zeni Tempur 1/DD, sehingga pada tanggal 15 Maret 1950 ditetapkan sebagai hari jadi Batalyon Zeni Tempur 1/DD. Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep /77/Kasad/Put/50 bulan Juni 1950 tentang penempatan tujuh Batalyon Genie di Tujuh Teritorium, menetapkan untuk Teritorium I kedudukan Satuan Genie Pionernya berada di kota Medan. Selanjutnya berdasarkan pengumuman Direktur Zeni Angkatan Darat Nomor Peng / 16 / X /1958 tanggal 1 Oktober 2958 Batalyon Genie Pioner Teritorium I dirubah menjadi Batalyon Zeni Tempur 1 Kodam II/Bukit Barisan, setelah reorganisasi di dalam tubuh ABRI tahun 1985 maka Batalyon Zeni Tempur 1 berada di bawah Kodam I/Bukit Barisan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Meriam Oto Melara 76 mm terhitung sebagai meriam yg banyak di gunakan sebagai meriam utama di berbagai jenis pada kapal perang, meriam yang di produksi oleh perusahaan Otobreda Italia ini walaupun mempunyai kaliber yang tidak begitu besar namun bisa diandalkan, sehingga banyak dipercaya oleh produsen kapal perang di dunia untuk di pasang di atas kapal perang produksi mereka, mulai dari jenis kapal patroli, korvet hingga fregat. Meriam Oto Melara 76 mm ini mampu menembak dengan kecepatan tinggi (rapid fire) sehingga cocok untuk digunakan sebagai meriam penangkis serangan udara, baik berupa peluru kendali maupun pesawat terbang dan helikopter. Dengan kaliber sebesar 76 mm, juga mampu digunakan sebagai meriam anti kapal permukaan, amunisi yang di pakai meriam ini terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah jenis amunisi armour piercing, incendiary, directed fragmentation dan lain-lain, sedang untuk jarak tembak tergantung pada sudut tembakan dan material amunisi yang di gunakan, namun secara umum jarak tembak bisa mencapai antara 5.000 meter hingga 20.000 meter.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Otobreda sebagai pabrikan Oto Melara 76 mm, juga mengeluarkan produk Meriam 76 mm dengan kubah anti radar sejak beberapa tahun yang lalu, untuk saat ini salah satu kapal yang sudah menggunakan kubah stealth dari Otobreda adalah kapal perang dari jenis fregat kelas Fridtjof Nansen milik Angkatan Laut Norwegia. Sedang untuk penggunaan Meriam Oto Melara 76 mm dengan kubah standar TNI AL tercatat sebagai salah satu penggunanya, meriam ini dapat kita jumpai pada empat korvet SIGMA yang baru saja datang ke Indonesia. Tapi jauh-jauh hari sebelumnya, Oto Melara juga sudah menjadi standar persenjataan pada enam fregat TNI-AL.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Tuhan, kau berikan kami Negeri yang sangat indah dan kaya, jika boleh kami meminta satu lagi, berikan kedamaian di Negeri kami #republikindonesia dimana kekayaan dan keindahan Bumi Pertiwi ini yang selalu membuat bangsa lain iri jangan kau berikan kesombongan, kearoganan serta keangkuhan bagi setiap insan di Negeri ini. Jadikan perbedaan yang ada di Negeri ini menjadi sebuah kekayaan yang dirahmati, saat ini kami #prajurit #tniad #tnipolri #kodamjaya @pendamjaya @tni_angkatan_darat sejenak menundukan kepala untuk merenung, berdoa dan memohon kepadamu untuk kedamaian Negeri kami..!! Apapun sukumu, apapun agamamu, apapun latar belakangmu.. kau adalah Indonesia…!!! Kabulkan doa kami tuhan 😇🙏🏻

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Tuhan, kau berikan kami Negeri yang sangat indah dan kaya, jika boleh kami meminta satu lagi, berikan kedamaian di Negeri kami #republikindonesia dimana kekayaan dan keindahan Bumi Pertiwi ini yang selalu membuat bangsa lain iri jangan kau berikan kesombongan, kearoganan serta keangkuhan bagi setiap insan di Negeri ini. Jadikan perbedaan yang ada di Negeri ini menjadi sebuah kekayaan yang dirahmati, saat ini kami #prajurit #tniad #tnipolri #kodamjaya @pendamjaya @tni_angkatan_darat sejenak menundukan kepala untuk merenung, berdoa dan memohon kepadamu untuk kedamaian Negeri kami..!! Apapun sukumu, apapun agamamu, apapun latar belakangmu.. kau adalah Indonesia…!!! Kabulkan doa kami tuhan 😇🙏🏻

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Tuhan, kau berikan kami Negeri yang sangat indah dan kaya, jika boleh kami meminta satu lagi, berikan kedamaian di Negeri kami #republikindonesia dimana kekayaan dan keindahan Bumi Pertiwi ini yang selalu membuat bangsa lain iri jangan kau berikan kesombongan, kearoganan serta keangkuhan bagi setiap insan di Negeri ini. Jadikan perbedaan yang ada di Negeri ini menjadi sebuah kekayaan yang dirahmati, saat ini kami #prajurit #tniad #tnipolri #kodamjaya @pendamjaya @tni_angkatan_darat sejenak menundukan kepala untuk merenung, berdoa dan memohon kepadamu untuk kedamaian Negeri kami..!! Apapun sukumu, apapun agamamu, apapun latar belakangmu.. kau adalah Indonesia…!!! Kabulkan doa kami tuhan 😇🙏🏻

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Satuan Gegana terbentuk sejak tahun 1974, tetapi Departemen Pertahanan dan Keamanan baru mengesahkan posisi Satuan Gegana di dalam lingkungan angkatan bersenjata RI secara resmi pada tahun 1976. Meskipun Gegana termasuk komponen pasukan elit di lingkungan POLRI, ia terus membenahi diri. Ketika Jenderal Polisi Drs. Anton Soedjarwo menjadi Kapolri, Gegana merekonstruksi diri dari sebuah kompi Satuan menjadi satu Detasemen. Pada tahun 2002 Resimen IV Gegana diperbesar kekuatannya menjadi Satuan I Gegana. Perubahan waktu dan tuntutan di lapangan menyebabkan strukturisasi Susunan Sat I Gegana berubah lagi dengan keluarnya Peraturan Kapolri Nomor 21 tahun 2010 tanggal 14 September 2010. Satuan I Gegana saat ini mempunyai 5 detasemen yang masing-masingnya mempunyai kemapuan utama yaitu Intelijen, Jibom, Anti Anarkis, KBR, dan Anti-teror.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Adapun spesifikasi kapal LCU 1200 DWT memiliki panjang 79,50 meter, lebar kapal 14.00 meter, tinggi geladak utama 7,80 meter, tinggi sarat air 2,90, mesin penggerak 2×1500 horse power, kecepatan maksimum 12 knot, total beban 2.400 ton, dengan kapasitas 43 awak kapal, tangki bahan bakar 250.000 liter, dan jarak jelajah 2.880 NM. Kegunaan kapal ini nantinya dapat membawa tank Leopard 2A4 sebanyak enam unit dan transporter sebanyak satu unit. Kapal LCU 1200 DWT ini dibangun dengan menelan biaya Rp 53 miliar dan sesuai kontrak jual beli, pembangunan kapal ini dimulai dari 2013 hingga 2015.Terkait adanya gangguan operasional kapal, peluncuran LCU 1200 baru dapat diluncurkan pada tahun 2016.Rencananya kapal ini akan diserahkan ke pihak TNI AD pada bulan Mei mendatang di Jakarta. Tentang nama ADRI-L, identitas L dalam bahasa romawi berarti 50, karena ini kapal yang ke-50 dipesan Perbekalan Angkatan Darat yang tersebar di Indonesia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Zeni sebagai salah satu kecabangan di dalam TNI AD mempunyai kemampuan melaksanakan fungsi teknis militer Zeni, baik di daerah pertempuran maupun daerah pangkalan, sehingga Satuan Zeni AD dapat diklasifikasikan sebagai satuan bantuan tempur dan satuan bantuan administrasi. “Zeni” sendiri berasal dari bahasa Belanda Genie yang berarti pandai/banyak akalnya. Pada awal berdirinya Kesatuan Zeni kata Genie masih dipergunakan, namun seiring dengan perubahan Ejaan Yang Disempurnakan kata Genie di-Indonesiakan menjadi “Zeni”. Kesatuan ini merupakan kesatuan standar militer di seluruh dunia karena perannya dalam pertempuran sejak zaman purba, karena pada intinya fungsi bantuan tempur Zeni adalah bersifat improvisasi, insidentil, dan menggunakan standar teknik yang khusus dikualifikasikan pada Satuan Zeni. Zeni Tempur sendiri secara umum baik di luar negri maupun di Indonesia mempunyai fungsi sebagai pasukan Bantuan Tempur terhadap Pasukan Manuver (Infanteri) berupa Bantuan Tempur Zeni (Banpurzi) dan Bantuan Administrasi Zeni (Banminzi).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Personil kesehatan TNI AD saat latihan bersama Garuda Shield 2009 dengan US Army dimana salah satu materinya tentang penanganan medis. Corp Kesehatan Militer (CKM) adalah kesatuan yang fungsi utamanya membina kesehatan prajurit. Corp Kesehatan Militer berada dibawah komando Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (Ditkesad). Dalam setiap satuan tugas selalu ada tenaga medis untuk mendukung tugas pokok, terdiri dari dokter dan beberapa tenaga perawat. Tugas sebagai tenaga kesehatan militer adalah melaksanakan pembinaan kesehatan bagi prajurit yang melaksanakan tugas. Akan tetapi terdapat tugas tambahan sebagai personil kesehatan dalam mendukung fungsi teritorial yakni pelayanan kesehatan masyarakat di daerah penugasan. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kepada dinas kesehatan setempat dalam mewujudkan kesehatan masyarakat, karena pastinya semua pihak memiliki kewajiban itu.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Tgl 17 Oktober 1947, 13 orang berhasil diterjunkan di daerah Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah >> ini adalah operasi Lintas Udara Pertama dlm sejarah Indonesia dan skr diperingati sebagai hari jadi Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) yang sekarang dikenal dgn Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Korpaskhas). #belajarsejarah #sejarah #sejarahindonesia #history #pangkalanbun #kalteng #kalimantan #holiday #vacation #learning #pesonaindonesia #visitkalimantan #visitborneo #exploreborneo #explorekalimantan #wonderfulindonesia #borneo #cintaindonesia #indonesia #blessing #blessed

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Edy Widarto mengatakan, peluncuran tersebut rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo, sebab menjadi catatan sejarah Indonesia yang kali pertama melakukan ekspor kapal jenis perang. “Kita masih menunggu konfirmasi dari beliau (presiden), sebab peluncuran atau ‘launching’ ini sekaligus menjadi bagian dari uji coba pertama bagi kapal perang buatan anak bangsa,” kata Edy seperti ditulis Antara, Selasa (29/12). Dalam peluncuran nanti, kapal perang canggih itu akan diuji coba untuk mengapung di laut, serta kekuatan daya tahan kapal terhadap musuh, ditambah fungsi sejumlah peralatan canggih yang ada di dalam manifest kapal. “Setelah peluncuran, kemudian kita sempurnakan dengan melakukan pengecatan sesuai pemesan dan menyambung lagi beberapa komponen peralatan listrik,” ucapnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Soal MRAP , kategori kendaraan yg satu ini menjadi alutsista plg laris manis di 2 palagan. Bayangkan, dr jumlah hitungan jari pd 2007, jumlah total MRAP yg digelar AS saja sdh mencapai 27.740 kendaraan. Sebanyak 24.000 MRAP yg digelar AS di Irak dan Afghanistan dlm program MRAP membuktikan bahwa kendaraan konsep lm yg dibungkus baru ini mjd resep manjur utk mengatasi ancaman IED. Dan utk Bushmaster, Australia berhasil menemukan keseimbangan antara proteksi, kenyamanan, dn fungsi kendaraan utk menjalankan misi yg dibebankan kepadanya. Untuk Indonesia sebanyak 3 unit Bushmaster telah siap dioperasikan Satuan Penanggulangan Teror Kopassus. Bagi para penumpangnya dn prajurit yg pnh merasakan naik Bushmaster, semuanya akan mengungkapkan satu kata yg sama: nyaman. Dimulai dengan ukuran headroom yg mencapai 1.415mm, org yg tinggi pun tdk harus menundukkan kepala saat duduk di kabin Bushmaster. Tiap prajurit duduk dlm kursi individual yg disusun berhadap-hadapan buatan Stratos. Bucket seat berwarna hitam ini terbuat dari thermoplastic dan tdk menempel ke permukaan dek kendaraan, sehingga saat ranjau meledak, impaknya tidak akn ditransfer seluruhnya ke tubuh penumpangnya. Ini adalah faktor krusial mencegah cedera parah penumpang kendaraan tipe MRAP. Di bagian bwh setiap kursi biasanya ditambahkan kantung kanvas untuk menyimpan cad amunisi, peralatan medis, atau kotak peluru. Di antara kursi disediakan rak-rak utk menggantungkan senapan serbu F88 Austeyr atau F89 Minimi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Di antara puluhan MRAP yg ditawarkan berbagai pabrikan, Bushmaster memiliki kemampuan utk digelar dg pesawat taktis sekelas C-130H Hercules, yg menjadi tulang punggung dari berbagai Angkatan Udara di dunia, termasuk Indonesia. Ini tentunya merupakan satu keunggulan desain, dmn penggelarannya hanya membutuhkan dukungan logistik secukupnya, dn mampu digelar ke berbagai titik dlm waktu singkat. Begitu kompaknya Bushmaster, helikopter gambot Rusia Mi-26 bahkan mampu menampung MRAP Australia ini di perutnya, yg dibuktikan dlm operasi Slipper di Tarin Kowt, Afghanistan pada bulan Maret tahun 2010.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dikenal sebagai salah satu pahlawan Indonesia, jasa-jasanya sangat dikenang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Jenderal Besar Soedirman menurut Ejaan Soewandi dibaca Sudirman, Ia lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Ayahnya bernama Karsid Kartawiuraji dan ibunya bernama Siyem. Namun ia lebih banyak tinggal bersama pamannya yang bernama Raden Cokrosunaryo setelah diadopsi. Ketika Sudirman pindah ke Cilacap di tahun 1916, ia bergabung dengan organisasi Islam Muhammadiyah dan menjadi siswa yang rajin serta aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

de Havilland Vampire DH-100 adlh pswt tempur bermesin jet Inggris yg dikembangkan olh Angkatan Bersenjata Inggris, RAF selama Perang Dunia Kedua. Prototipe jet tempur ini berhasil melakukan first flight pd tanggal 20 Sept 1943, namun tdk sempat diturunkan pd medan tempur Eropa. Sjk th 1946, 3.268 unit pswt tempur tlh diproduksi dan dibeli olh berbagai negara termasuk Indonesia. Inggris sbg negara produsen, mengoperasikan Vampire sampai dg th 1966, sementara pengguna terakhir Vampire adlh Zimbabwe yg br mempensiunkan pesawat ini pd th 1979-1980. Varian latih DH-115 Vampire T.11 sendiri merupakan pswt jet tempur pertama yg dimiliki olh Indonesia. Skadron Udara 11, yg diresmikan pd 11 Juni 1957 menjadi rumah bagi 8 unit DH-115 Vampire. Namun syg krn kesulitan suku cadang, AURI jd beralih ke pswt jet MiG buatan Uni Soviet (MiG-21, MiG-17, dan MiG-15). Pswt ini terlebih dl ditempatkan di kesatuan khusus, yakni Kesatuan Pancar Gas (KPG).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pesawat DH-115 merupakan pesawat sumbangan pemerintah Inggris kepada pemerintah RI, dan diserahterimakan pada tahun 1955. Sebagai home base-nya adalah Pangkalan Udara Andir Bandung. Bahkan beberapa anggota skadron diterbangkan ke Inggris untuk pelatihan mengawaki pesawat. Vampire TNI AU adalah versi T.55 atau varian ekspor dari T.11 yang digunakan AU Inggris dg tempat duduk side by side. Pesawat ini dilengkapi senjata berupa 4 kanon internal kaliber 20 mm, terletak pd bagian bawah body, plus dapat membawa bom seberat 900 kg. Vampire jg dpt berperan sbg pesawat latih lanjut untuk mencetak calon penerbang tempur. Pesawat ini memiliki rentang sayap 11,5 m dengan tinggi 2 m. Bobot kosongnya 3.304 kg, dg kecepatan 882 km per jam. Sekarang satu unit Vampire bersemayam di Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta. Namanya abadi selamanya di Museum tersebut, abadi bak Vampire.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Batalyon Infanteri 509/Raider merupakan Yonif yg berkualifikasi Raider yg sebelumnya bernama Batalyon Infanteri 509/Balawara Yudha. Yonif 509/Raider berada dibwh komando Brigif 9/2/Daraka Yudha, Kostrad. Markas batalyon berkedudukan di Sukorejo, Jember. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat No Skep/1423/XII/ 1964 tgl 9 Des 1964, Yonif 509 menerima Tunggul Batalyon sbg lambang kesatuan yg berslogan Balawara Yudha yg berarti Prajurit Pilihan yg gagah berani di medan pertempuran. Simbol Kucing Hitam Condromowo merupakan lambang kebanggaan Satuan yg melukiskan bhw Yonif 509 Kostrad memiliki keuletan dlm bertempur dan selalu berhasil dlm menundukan lawan/musuhnya. Yonif 509 Kostrad dlm melaksanakan tgs selalu tabah, bijaksana, penuh dg ketentraman dan keteguhan hati serta pantang menyerah. Yonif 509 Kostrad merupakan pejuang pilihan yg tampil terdepan dg gagah berani di medan pertempuran sbg Bhayangkari Negara dan Bangsa yg berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pd masa Perang Kemerdekaan, di daerah Karesidenan Besuki terbentuk 2 Batalyon yaitu Batalyon Alap-alap yg dipimpin olh Mayor Mochamad Seroedji dan Batalyon Garuda Putih yg dipimpin olh Mayor Syafiudin. Pd th 1947 saat Agresi Militer Belanda Pertama, Batalyon Garuda Putih dan Batalyon Alap-alap bertempur dg gigihnya melawan Belanda. Krn kekuatan senjata yg tdk seimbang dan pendidikan militer yg kurang maka perlawanan pihak Indonesia tdk mencapai sasaran dan oleh sebab itu maka Batalyon Alap-alap dan Batalyon Garuda Putih utk memperkuat pertahanan dijadikan satu dan diberi nama Batalyon Gorila VIII (BG). Peristiwa ini terjadi pd tgl 17 Sept 1947 di Desa Pagar Gunung, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Sehingga pd tgl 17 Sept inilah yg setiap Tahunnya diperingati sbg hari jadi Batalyon Infanteri 509 Kostrad.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Prajurit TNI boleh-boleh saja selfie. Namun ditegaskan agar selfie tidak dilakukan saat berdinas, berpakaian dinas meski sudah lepas tugas, atau selfie dengan latar belakang kedinasan misalnya markas komando, atau kapal perang, kemudian foto selfie itu diupload ke media sosial. “Kadang-kadang prajurit secara tidak sengaja melakukan selfie saat sedang dalam kegiatan dinas kemudian di-upload ke media sosial misalnya Facebook atau pun lainnya yang sedang marak,” kata Atmudji dalam amanatnya seperti dimuat dalam rilis Kepala Dispen Kolinlamil Letkol Laut (KH) Bazisokhi Gea yang diterima detikcom, Selasa (29/3/2016). Menurut Atmudji, larangan selfie ini penting karena berpotensi membocorkan rahasia negara. Aturan konkretnya masih dalam penggodokan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Prajurit TNI boleh-boleh saja selfie. Namun ditegaskan agar selfie tidak dilakukan saat berdinas, berpakaian dinas meski sudah lepas tugas, atau selfie dengan latar belakang kedinasan misalnya markas komando, atau kapal perang, kemudian foto selfie itu diupload ke media sosial. “Kadang-kadang prajurit secara tidak sengaja melakukan selfie saat sedang dalam kegiatan dinas kemudian di-upload ke media sosial misalnya Facebook atau pun lainnya yang sedang marak,” kata Atmudji dalam amanatnya seperti dimuat dalam rilis Kepala Dispen Kolinlamil Letkol Laut (KH) Bazisokhi Gea yang diterima detikcom, Selasa (29/3/2016). Menurut Atmudji, larangan selfie ini penting karena berpotensi membocorkan rahasia negara. Aturan konkretnya masih dalam penggodokan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Satuan kavaleri berkuda ini terbentuk sejak adanya kuda-kuda hasil rampasan selama perang kemerdekaan akhir Desember 1949 dan awal 1950. Waktu itu, 20 ekor kuda diserahkan oleh bekas pasukan KNIL kepada Satuan kavaleri Tentara Nasional Indonesia. Itulah cikal bakal berdirinya Satuan Eskadron Kavaleri Berkuda. Sejak 1957 Pusat Kavaleri Angkatan Darat ini mengadakan pembelian kuda dari Australia sebanyak 178 ekor kuda dan 1967, didatangkan kembali kuda-kuda dari Pakistan sebanyak 80 ekor. “Sekarang kuda-kuda yang digunakan, masih terjaga kualitas garis keturunannya, walaupun lahir disini,”.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sekarang, setelah 55 tahun berdiri, Denkavkud memiliki 120 ekor kuda dari keturunan thorough bred, warmblood dan anglo Arab yang terpelihara dengan baik dan dijaga kualitas garis keturunannya. Tidak heran dalam berbagai tugas kemiliteran, pasukan berkuda ini, pernah menalani tugas seperti, operasi penumpasan pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, operasi penumpasan G30S PKI di Jawa Barat, Magelang dan Jakarta. Pasukan berkuda ini juga pernah menangani tugas pengamanan Dekrit Presiden dan pengamanan Istana negara tahun 1959, tugas pengamanan kunjungan Presiden AS Nixon di Jakarta dan operasi Timor-Timur. Selain pasukan manusia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki 230 kuda perang terlatih. Adalah Kapten Ckm drh Joko Suranto satu-satunya dokter khusus yang merawat ratusan hewan tersebut.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Akademi Angkatan Udara (AAU) adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Udara di Yogyakarta, Indonesia. Akademi Angkatan Udara mencetak Perwira TNI Angkatan Udara. Secara organisasi, Akademi Angkatan Udara berada di dalam struktur organisasi TNI Angkatan Udara, yang dipimpin oleh seorang Gubernur Akademi Angkatan Udara. Sistem Pendidikan di Akademi Angkatan Udara menganut sistem Tri Tunggal Terpadu. Artinya sistem pendidikan yang dilaksanakan meliputi kegiatan pengajaran, jasmani militer dan latihan serta pengasuhan secara terpadu dengan satu tujuan yaitu menghasilkan perwira berpangkat Letnan Dua yg mempunyai sifat “Tri Sakti Wiratama”.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sejarah Akademi Angkatan Udara dimulai sejak didirikannya Lembaga Pendidikan Perwira TNI AU di Maguwo, Yogyakarta, pada tahun kemerdekaan RI. Akhir Desember 1945, Komodor Udara Suryadi Suryadarma merencanakan pembentukan personel AU, yang kemudian diserahkan kpd Agustinus Adisutjipto. Inilah embrio Akademi Angkatan Udara (AAU). Sat itu masih menggunakan pesawat latih jenis cureng buatan 1933. Sejak 1966 nama AAU diubah menjadi AKABRI Udara, dg masa pendidikan 4-5 tahun. Pada masa itu, sistem rekrutmen perwira militer sukarela melalui satu jalur komando, (Mako AKABRI), dipimpin oleh Danjen AKABRI. Belakangan, masa tempuh pendidikan di AKABRI dikembalikan ke 3 tahun dari sebelumnya 4 tahun. Namanya juga kembali ke Akademi Angkatan Udara (AAU). Sumber : wikipedia.org

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Peran KOWAL lahir di tengah gelombang perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan mewarisi semangat juang Laksamana Malahayati yang namanya kini diabadikan pada salah satu kapal perang tni al yaitu KRI MALAHAYATI 362, lahirlah seorang pahlawan laut yang berasal dari wanita Angkatan Laut pada tahun 1945 sebagai pelopor dan cikal bakal wanita yang mengabdikan dirinya di TNI Angkatan Laut. Dialah Letnan Kolonel Barnetje Tuegeh tampil menjadi salah satu Perwira ALRI yang memimpin Ekspedisi Lintas Laut ke Sulawesi dalam rangka menyebarkan berita Proklamasi Kemerdekaan dan menyusun kekuatan bersenjata di luar Pulau Jawa. Setelah perang kemerdekaan berakhir, peran wanita dalam sejarah Angkatan Laut belum terwadahi seiring dengan kesibukan ALRI melaksanakan konsolidasi. Sejalan dengan pembangunan ALRI pada awal dasawarsa di awal tahun 1960an, kebutuhan akan tenaga wanita dalam kedinasan Angkatan Laut semakin terasa. Pembentukkan Korps Wanita dalam jajaran Angkatan Laut berkaitan dengan aspek efisiensi organisasi, bahwa ada beberapa bidang tertentu yang lebih sesuai dikerjakan oleh kaum wanita sesuai dengan kodratnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ide pembentukan Kowal dicetuslkan oleh Komodor Yos Sudarso, kemudian direalisasikan oleh menteri/Panglima Angkatan Laut Laksamana Muda TNI R.E Martadinata dengan dikeluarkannya Surat KeputusanMenteri/Pangal Nomor 5401.24 tanggal 26 Juni 1962, tentang pembentukan Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), Surat Keputusan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan perekrutan dan pendidikan para calon anggota Kowal yang menghasilkan 12 orang Perwira Kowal. Pelantikan anggota Kowal Angkatan pertama dilakukan oleh Kasal Laksda TNI R.E Martadinata di Markas Besar Angkatan Laut pada waktu itu di Jln. Gunung Sahari 67 Jakarta, tanggal 5 Januari 1963 dan tanggal tersebut hingga kini ditetapkan sebagai hari jadi Kowal.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Ade Supandi mengabadikan momen ketika terbang dengan menaiki pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2. Foto ini diunggah oleh akun Twitter TNI AU. Ada dua foto yang menampilkan jet tempur dalam formasi ‘Honor Flight’. Dalam formasi ini, pesawat Ade berada di posisi ‘Right Wingman’. “Ternyata KSAL Laksamana TNI Ade Supandi cukup menikmati penerbangan tadi pagi, terbukti foto yg diambil oleh beliau sangat bagus dan ‘steady ‘ ,” demikian keterangan gambar yang diunggah di cuitan akun Twitter TNI AU sebagaimana dilihat, Rabu (20/12/2017). [Gambas:Twitter] Pada cuitan lainnya, ditampilkan juga video yang diambil Ade. Video berdurasi 55 detik itu menampilkan suasana pesawat dalam formasi ‘Honor Flight’. Formasi ‘Honor Flight’ Sukhoi yang dinaiki Panglima TNI, Kapolri, KSAD, KSAL (Twitter TNI AU) Dalam formasi ini, Panglima TNI Marsekal Hadi ada di pesawat Sukhoi dengan posisi terdepan atau ‘Leader’. KSAD Jenderal Mulyono sebagai ‘Deputy Leader’ terbang di sisi kanan Marsekal Hadi. Sementara itu, di sisi kiri Marsekal Hadi, ada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tito ada di posisi ‘Left Wingman’. Para pemilik bintang 4 ini naik Sukhoi yang dipiloti oleh masing-masing 1 prajurit. Penerbangan dilakukan selama sekitar 30 menit. [Gambas:Twitter] Kegiatan ini diinisiasi Marsekal Hadi dalam rangka pemberian brevet wings, tanda penerbang kehormatan kepada Kapolri, KSAD, dan KSAL. Hadi menerangkan tujuan besar kegiatan ini adalah untuk menunjukkan soliditas TNI dan Polri. “Tujuan besarnya (kegiatan) adalah kita menunjukkan bahwa soliditas TNI-Polri yang kita bina selama ini, kita pertahankan dan akan semakin kuat,” terang Hadi di gedung Suma, Pangkalan Lanud Halim Perdanakusuma, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Rabu (20/12) tadi siang. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun mengaku bangga meski sempat pusing saat diajak naik Sukhoi. Dia berharap kemesraan pimpinan Polri dan TNI ini dapat menular ke jajaran bawah.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan gelar penerbang kehormatan atau brevet wings kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAL Laksamana Ade Supandi dan KSAD Jenderal Mulyono. Namun sebelum diberikan, Hadi mengajak mereka terbang menggunakan Sukhoi. Seperti apa momen kekompakan mereka? Aksi terbang menggunakan Sukhoi itu berlangsung pada Rabu (20/12/2017) di Lapangan Udara Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Keempatnya terbang menggunakan pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 . Empat pesawat Sukhoi yang diterbangkan oleh para bintang 4 itu didatangkan dari Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Sebelum merasakan sensasi naik Sukhoi, mereka dibriefing terlebih dahulu tata cara menerbangkan pesawat tempur. Keempatnya diajak terbang oleh 4 penerbang TNI AU menggunakan pesawat tempur Sukhoi SU-30 yang akan melakukan manuver air combat tactical 2 versus 2. Usai briefing, Kapolri, Panglima TNI, KSAL dan KSAU mengikuti cek kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah. Kemudian mereka naik ke masing-masing pesawat tempur yang telah disediakan. Momen Kompaknya Panglima TNI dan Kapolri-KSAD-KSAL Naik Sukhoi Bareng Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir Saat melakukan aksi terbang, mereka berada di ketinggian 10.000-25.000 kaki. Semula Marsekal Hadi ingin mengajak Kapolri, KSAD, dan KSAL terbang dengan formasi 2 versus 2. Tetapi rintik hujan yang turun membuat rencana batal dan akhirnya hanya melakukan formasi right echelon. Kurang lebih 30 menit berada di ketinggian, keempat pesawat Sukhoi mendarat mulus di Lanud Halim Perdanakusuma. Hal menarik terjadi saat pendaratan dan cukup menjadi kejutan bagi Kapolri, KSAD dan KSAL. “Saya yakin Kapolri, KSAD, dan KSAU merasakan sensasi terbang dengan Sukhoi. Saya yakin beliau bertiga tidak expect kalau ngerem-nya pesawat menggunakan drag chute,” kata Hadi di gedung Suma, Pangkalan Lanud Halim Perdanakusuma, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Rabu (20/12/2017). “Sehingga semuanya saya yakin, bertiga kaget semua. Tapi itulah yang memang saya sampaikan ke pilot agar tidak usah dikasih tahu nanti kalau nge-break menggunakan drag chute. Biar bisa merasakan sensasinya,” ujar Hadi disambut tawa Kapolri, KSAD, KSAL. Drag chute adalah salah satu komponen yang ada di pesawat-pesawat tempur, berbentuk payung, dan terletak di ekor pesawat. Fungsinya untuk menurunkan laju pesawat sesudah mendarat. Usai mendarat, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan terbang dengan Sukhoi SU-30 MK 2 milik TNI Angkatan Udara adalah pengalaman pertamanya menaiki pesawat tempur. Dia bangga dapat menaiki salah satu pesawat tempur yang disebutnya tercanggih di dunia itu. “Ini pertama kali naik pesawat tempur. Tapi saya terus terang nyaman naik pesawat ini karena kecepatannya kalau tidak dimanuver, nyantai saja, dia seperti naik Mercy, ya. Kesannya nyaman naik pesawat ini… awalnya. Setelah itu dibawa manuver belok kanan, kiri, ke atas, ke bawah, kepala pusing juga,” kata Tito sambil tertawa di gedung Suma, Lanud Halim Perdanakusuma, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Rabu (20/12/2017).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, sama-sama disuntik vaksin difteri , Jumat (15/12/2017). Mereka kemudian membagikan momen itu melalui akun Instagram masing-masing. Melalui akun @aniesbaswedan, Anies mengunggah foto yang menunjukkan lengannya tengah disuntik petugas. Dia juga membagikan beberapa gambar infografis untuk menyosialisasikan program vaksinasi difteri di Jakarta. “Pagi tadi suntik vaksin difteri, ingin mengimbau kepada teman-teman untuk segera vaksin, terutama bayi hingga usia 19 tahun. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta juga melaksanakan program Outbreak Response Immunization (ORI) penyakit difteri secara serentak di sejumlah wilayah. Orang tua bisa mengajak anaknya ke puskesmas, posyandu, rumah sakit, daycare,  dan fasilitas kesehatan lain,” tulis Anies dalam keterangan foto tersebut. Anies menyampaikan, pelaksanaan ORI oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta membutuhkan peran aktif dari masyarakat untuk memutus rantai penularan difteri. Setelah Anies, giliran Sandiaga yang disuntik vaksin tersebut pada siang harinya. Sandiaga juga turut mengunggah fotonya yang sedang divaksin ke akun Instagram @sandiuno. “Pemprov DKI mengimbau agar warga terutama bayi hingga 19 tahun untuk segera vaksin. Dinas Kesehatan juga melaksanakan program ORI penyakit Difteri secara serentak di sejumlah wilayah di Jakarta dan bebas dari pungutan biaya (gratis). Untuk info mengenai penanganan kasus Difteri, Dinas Kesehatan membuka layanan hotline service di nomor 0812-8023-8004 atau 0812-8026-8004,” tulis Sandiaga melalui keterangan foto itu. Pantauan Kompas.com kemarin, Sandiaga terlebih dulu diperiksa tensi darahnya sebelum disuntik. Sandiaga harus melepas kemeja dan menyingsingkan lengan bajunya agar bisa disuntik di bagian lengan kanan. Gaya Sandiaga bermacam-macam saat disuntik. Sesekali dia berekspresi datar, kemudian dia berekspresi terkejut. Sandiaga juga sempat mengeluarkan gaya andalannya, yaitu gaya burung bangau saat disuntik. Sandiaga mengaku ingin menjadi contoh yang baik bagi masyarakat agar mau disuntik difteri. “Saya ingin memberikan contoh mengikuti program yang sekarang digalakkan pemerintah pusat dan Pemprov DKI, yaitu imunisasi difteri,” ujar Sandiaga.  Sandiaga mengaku bertemu ribuan orang setiap pekan. Oleh karena itu, dia merasa perlu vaksinasi difteri sebagai upaya pencegahan penularan. Difteri di Jakarta masuk daftar KLB Wabah penyakit difteri di Jakarta terus meningkat dari tahun ke tahun. Kasus difteri di Jakarta termasuk dalam daftar kejadian luar biasa (KLB) pada 2017. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan, pada 2016 terdapat 17 kasus dengan 1 kematian, sedangkan tahun 2017 meningkat menjadi sebanyak 25 kasus dengan 2 kematian. Umumnya, wabah penyakit dikategorikan sebagai KLB jika korban dari wabah ini meningkat hingga dua kali lipat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan ORI di 5 wilayah dan 1 kabupaten untuk mencegah penyebaran penyakit difteri. Mekanisme imunisasi ORI dilakukan jika seorang terjangkit penyakit difteri, semua orang di suatu kawasan tersebut harus diimunisasi, tanpa kecuali. Imunisasi serentak dilakukan mulai 11 Desember 2017.

KM Pekan ex  JCG Erimo PL 02 (all photos : Lowyat) KLANG  – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (Ma­ritim Malaysia) akan mempamerkan dua kapal peronda pesisir pantai (OSV) terbaharu miliknya pada Pameran Udara dan Maritim Antarabangsa Langkawi (LIMA) 2017 yang berlangsung mulai 21 hingga 25 Mac ini. Ketua Pengarah­nya, Laksamana Ma­ritim Datuk Seri Ahmad Puzi Ab. Kahar berkata, salah sebuah OSV yang bakal dipamerkan iaitu KM Pekan disumbangkan oleh kerajaan Jepun manakala sebuah lagi masih dalam pembinaan dan dijangka siap pertengahan bulan Mac. “Kedua-dua kapal ini akan menyertai perbarisan armada dalam pameran berkenaan. Pada masa sama, kita akan membuat kejutan lain dengan menonjolkan kemampuan Maritim Malaysia dalam mengawal selia perairan negara ini. “Usaha ini termasuklah me­lakukan demonstrasi aset-aset kita melibatkan tugasan di permukaan air dan pesawat udara,” katanya kepada pemberita selepas melancarkan Pasukan Sukarelawan Simpanan Maritim Malaysia (PSSMM) Selangor di Pejabat Daerah Maritim 4, Pelabuhan Klang di sini hari ini.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Pasukan yang baru ditubuhkan itu mempunyai sebanyak 130 anggota, termasuk 15 pengamal media di negeri ini. Dalam perkembangan berkaitan, Ahmad Puzi memberitahu, Maritim Malaysia juga memiliki sebuah lagi OSV yang disumbangkan kerajaan Jepun sebelum ini iaitu KM Arau. Beliau menambah, kedua-dua OSV sepanjang 90 meter itu berupaya menjalankan operasi dalam cuaca buruk. “Kita merancang untuk menambah peruntukan sebanyak RM30 juta bagi menaik taraf KM Pekan dan KM Arau termasuk dari segi sistem persenjataan,” jelas­nya. ( Utusan )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Pesawat latih tempur T-50i (photo : Kusree)  Indonesia Upgrade Kecanggihan Pesawat Tempur Magetan (Antara Megapolitan) – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan bahaw TNI AU akan segera melakukan “upgrade” atau peningkatan kecanggihan terhadap pesawat tempur T-50i Golden Eagle untuk memaksimalkan tugas pengamanan udara NKRI. “Kita akan upgrade T-50 dalam waktu dekat. Hal itu karena masih ada beberapa kekurangan dalam pesawat tempur tersebut,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat melakukan kunjungan kerja di Lanud Iwahjudi Magetan, Jumat. Menurut dia kekurangan yang dialami oleh pesawat tempur yang bermarkas di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi Magetan tersebut terdapat pada sistem radar. “Selain itu, kami juga akan melengkapi pesenjataan yang ada pada pesawat tempur tersebut sehingga dapat lebih mendukung tugas pengamanan udara NKRI,” kata dia. Ia menjelaskan peningkatan kecanggihan pesawat T-50i Golden Eagle sangat penting mengingat wilayah NKRI sangat luas.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Pesawat latih tempur T-50i (photo : Jeff Prananda) “Sehingga dalam pertengahan Rencana Strategis (Resntra) Tahap II tahun 2015-2019, pesawat tempur tersebut dapat melakukan tugas operasi seperti patroli dan pengamanan di wilayah Papua dan wilayah Indonesai Timur lainnya dengan lebih baik,” terang Hadi. Sesuai data, dari total 16 unit T-50i Golden Eagle, kini hanya 15 unit T-50i yang dioperasikan TNI AU dan bermarkas di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi Magetan. Sedangkan satu unit lainnya mengalami “total lost” pada kecelakaan saat pertunjukan aerobatik di Lanud Adisutjipto Yogyakarta pada akhir tahun 2015. Sementara, dalam kunjungan kerjanya ke Lanud Iswahjudi Magetan, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dengan didampingi oleh Komandan Lanud Iswahjudi Magetan Marsma TNI Andyawan meninjau Skadron Udara 14 dan  melakukan dialog dengan para anggota TNI AU setempat. Adapun, kunjungan kerja ke Lanud Iswahjudi Magetan tersebut merupakan kunjungan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang pertama setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi KSAU pada 18 Januari 2017. ( Antara )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Rafael Mini Typhoon 12,7mm RWS with Spike ER missiles (photo : Poder Militar)  The Department of National Defense (DND) announced the Philippine Navy’s (PN) upcoming three Multi-purpose Attack Crafts (MPAC MKIII) will be armed by Israeli firm under the MPAC (Lot 2) Weapons System and Missiles Acquisition Project worth P594,319,550. According to Defense Update, the Rafael Advanced Defense Systems will make each Remote Weapon System (RWS) operate 12.7 heavy machine guns also and mount Spike-ER launchers. This will extend the boat’s firepower to more than 8 kilometers. These acquisitions are significant because, for the Spike ER, it will be the very first missile system ever to officially enter service with our PN ships.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

MPAC Mk-I (photo : PN) The report said three Mini Typhoon remotely controlled stabilized gun mounts to arm the MPAC MKIII of the PN. Each will contain 2,000 rounds for 12.7mm, 4,000 rounds for 7.62mm ammunition, and 10 surface-to-surface missile canisters. The new boats are constructed by a joint venture between Philippine shipbuilder Propmech Corporation and Taiwanese builder Lung Teh Shipbuilding Corporation. PN is known to be operating six MPACs which are not armed with missiles. Three, 15-meter Mk I, were built by Lung Teh while the other three, 17-meter Mk II, were built by Propmech. ( Tankler )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Airbus 330 MRTT sedang melakukan air refueling pada pesawat F-16 (photo : Airbus Group) Drone Besar Setingkat Predator untuk Natuna dan Tarakan PORTAL-KOMANDO.COM,.PENAU,.Malang, – TNI AU  akan menempatkan pesawat drone di daerah perbatasan terutama di Natuna dan Tarakan, dan akan mengadakan pengadaan pesawat drone yang lebih besar setingkat Predator, sehingga mampu terbang dengan radius yang lebih luas yang akan connect dengan program Kementerian Pertahanan yang saat ini sedang membangun satelit yang nanti akan dapat digunakan oleh pesawat drone yang akan dikembangkan, sehingga daerah-daerah yang perlu perhatian dapat diawasi. Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP,. dihapan para perwira dalam kunjungannya di Lanud Iswahjudi Madiun, Jumat (3/3). Yang diikuti para Asisten Kasau, Dan Korpaskhas, Pangkoopsau II dan pada Kepala Dinas jajaran Mabesau, selain itu Kasau juga mengunjungi Lanud Adi Soemarmo Solo dan Lanud Abdurachman Saleh Malang. Pesawat Pengganti F-5 Tiger Dikatakan, Pemerintah memberikan program yaitu Renstra I, Renstra II dan Renstra III, dan itu berdasarkan Minimum Essensial Force, TNI AU bekerja mengarah kepada kepentingan-kepentingan Skadron-skadron Udara, sehingga prioritas kebijakan kepada pengadaan perlengkapan-perlengkapan seperti pada tahun 2017 pengadaan Radar untuk pesawat T-50 termasuk persenjataannya, Yang tidak kalah pentingnya adalah pengadaan pengganti pesawat F-5 yang dalam waktu dekat akan terealisasi dua atau tiga tahun mendatang, namun waktu yang begitu panjang perlu diperhatikan karena penerbang harus mengikuti jenjang karier, sehingga para penerbang harus mengikuti dan melaksanakan latihan di Skadron Udara 16 dan juga di Skadron Udara 11.  Kebutuhan 12 Radar Termasuk kebutuhan sebanyak 12 Radar di seluruh Indonesia berdasarkan kepada Minimum Essensial Force bukan Ideal dan tahun 2019 ini akan berdatangan dan melengkapi kebutuhan TNI AU, ujar Kasau. Kasau juga mengadakan terobosan, yaitu dalam setiap kontrak pengadaan pesawat harus ada dua yang dimasukkan, yaitu pelatihan pilot harus sampai pada tingkat pertempuran dan memasukkan semua kataloging speare dalam kontrak.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Pesawat F-5 Tiger TNI AU (photo : Jeff Prananda) “Kita tidak boleh terjebak dengan tradisi yang ketat, kita harus membangun inovasi, tradisi tanpa inovasi akan ketinggalan, oleh sebab itu mari kita terus berinovasi dari kekurangan kita”, tegas Kasau. Pesawat Tanker dan Surveillance Program kedepan segera melengkapi pesawat MRTT (Multi Rolle Tanker Transport) Airbus 330, sehingga bisa mendukung penerbangan untuk air refueling, selain itu akan membangun Network Center Warfare, sehingga dapat memberikan data link kepada pesawat-pesawat tempur, dan yang tidak kalah pentingnya dapat memberikan data link kepada kapal-kapal perang, bahkan dalam suatu pertempuran Tank Leopard pun dapat diberikan data. Selain itu harus segera memperkuat pesawat-pesawat survellance, sehingga Skadron Udara 5 untuk segera memasang peralatan yang mampu untuk melihat wilayah ZEE, apakah kapal-kapal yang mencuri ikan atau kapal perang lainnya sudah masuk ke wilayah kita.  TNI AU juga akan membangun kebutuhan-kebutuhan seperti testcell engine T-50 yang SDM-nya dapat menganbil dari yang menangani pesawat F-5, pengadaan radar pesawat T-50 dan persenjataannya seseuai dengan spek yang diminta. ( Portal Komando ) Skadron Udara 32 Abd Saleh dapat Tambahan Empat Pesawat Hercules TIMESINDONESIA, JAKARTA – Skadron Udara 32 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh (Lanud Abd Saleh), Kabupaten Malang, Jawa Timur akan mendapat tambahan 4 (empat) pesawat Hercules.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

(photo : Malang Voice) “Skadron 32 akan ada penambahan pesawat Hercules dari Australia, ada kurang lebih 4 unit yang akan datang,” kata Marsekal Hadi Tjahjanto SIP, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Jumat, 3/3/2017 di  Lanud Abd Saleh. Penambahan pesawat Hercules ini merupakan upaya untuk memperkuat alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia. Skadron 32 adalah Skadron Angkut Berat di bawah kendali Wing Udara 2. Sementara itu, Marsekal Hadi menyampaikan, alutsista Skadron 21 masih dalam kondisi pemeliharaan. Untuk diketahui, Skadron 21 bertugas menyiapkan dan mengoperasikan pesawat tempur taktis untuk operasi lawan udara ofensif dan operasi dukungan udara. Skadron 21 juga bermarkas di Lanud Abd Saleh.  Tambahan Pesawat NC-212i Pria kelahiran Malang ini menambahkan, sesuai Rencana Strategis (Renstra) sampai 2019, Skadron Udara 4 akan ditambah dengan 9 pesawat Casa 212i (Indonesia). Skadron Udara 4 adalah satuan udara angkut ringan yang berada di bawah jajaran Wing Udara 2 dan bermarkas di Lanud Abd Saleh. ( Times Indonesia )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Markas Komando Armada TNI AL di Surabaya (photo : defence.pk) Panglima TNI Ingin Komando Armada 3 Dibangun di Kaimana Papua Jakarta – Komando Armada 3 TNI AL akan segera dibentuk untuk mendukung pemerataan pembangunan dan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Meski direncanakan di Sorong, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta agar pusat Armada 3 dibangun di Kaimana, Papua Barat. “Kurang lebih (Sorong). Maunya bapak Panglima sih ada satu areal di dekat Kaimana tapi itu masih konteksnya perlu dari 0 sekali. Di Teluk Kaimana, ada namanya Tanah Merah. Perencanaannya, maunya beliau di situ,” ungkap Kadispen TNI AL Laksma Gig Sipasulta di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (3/3/2017). Meski begitu, TNI AL memberi masukan agar Komando Armada 3 tetap dibangun di Sorong. Mengingat untuk infrastruktur dan fasilitas lainnya, Sorong sudah jauh lebih lengkap. Di Sorong juga sudah terdapat Lantamal. “Tapi kita kan juga kasih masukan. Karena kalau Sorong establish sudah, sudah ada fasilitas minimal mengawali. Karena ini perintah kita akan kerjakan, kita akan laporkan balik,” kata Gig. TNI AL tetap akan mengkaji permintaan Panglima TNI. Namun lengkap dengan berbagai pertimbangan dari hasil pengkajian tersebut agar menjadi pertimbangan pimpinan.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Sorong, Papua Barat (image : GoogleMaps) “Verifikasi, kita lihat untung ruginya, kita sampaikan dalam bentuk apresiasi. Kalau beliau katakan di situ, implikasinya macam-macam. Anggaran akan lebih besar lagi,” ucap Gig. Jika kembali mengingat sejarah, pembangunan pangkalan di Kaimana sendiri sebenarnya dirintis pada era penjajahan Jepang setelah berhasil menggulingkan pemerintahan Belanda. Namun tak lama begitu pangkalan selesai dibangun, Jepang diserang oleh Sekutu hingga akhirnya menyerah kalah pada 1945.  Para penjajah mengincar Kaimana karena lokasinya yang strategis untuk menguasai wilayah Pasifik dan Australia. Wilayah Kaimana pernah dijadikan Pangkalan Udara dan Pangkalan Angkatan Laut Kerajaan Belanda saat Belanda masih menjajah sebagian tanah di Indonesia pada tahun 1946.  Tanah Papua sempat menjadi sengketa walaupun Indonesia sudah merdeka. Meski Belanda sudah menjadikan Kaimana sebagai pangkalan militer udara dan lautnya, Papua pada akhirnya diakui sebagai bagian dari Indonesia. Walaupun demikian, infrastruktur di Kaimana masih dirasa sangat kurang untuk menjadi pusat Armada 3. TNI AL tetap merekomendasikan agar Komando Armada 3 berada di Sorong sehingga tidak benar-benar membangun dari titik 0.  Itu pun menurut Gig prosesnya masih cukup panjang, termasuk persiapan pembentukan Pasukan Marinir (Pasmar) 3 sebagai salah satu sarana yang diperlukan dalam pembangunan Komando Armada 3. Namun TNI menargetkan agar Komando 3 bisa beroperasi tahun ini atau maksimal tahun 2018. “Masih proses, pertama larinya ke anggaran. Bukan cuma Pasmar 3, tapi juga Armada 3 juga sudah kita bicarakan. Prosesnya masih panjang. Ini masih perlu dibangun fasilitas, orangnya, kekuatan personelnya,” terang dia.   Kaimana, Papua Barat (image : GoogleMaps) “Tapi aspek itu bisa terlaksana apabila sudah turun anggaran dari negara. Proses itu kita harapkan tahun ini, akhir tahun mungkin, tapi paling jelek tahun depan,” lanjut Gig. Saat ini TNI AL memiliki 2 Komando Armada, yaitu Komando Armada Barat (Koarmabar), yang berada di Jakarta dan Komando Armada Timur (Koarmatim). Pembentukan Komando Armada baru akan membantu pemerataan pembangunan dan ekonomi sesuai dengan harapan Jokowi, termasuk untuk menunjang program tol laut. Pembentukan Komando Armada baru ini sebetulnya bukan rencana baru. Penambahan Komando Armada TNI AL itu sejalan dengan rencana pembentukan Kogabwilhan (Komando Gabungan Wilayah Pertahanan). Ini juga sudah masuk dalam rencana strategis (renstra) TNI untuk memenuhi minimum essential force (MEF). Sebelumnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut salah satu fokus TNI tahun ini adalah untuk menyesuaikan penyebaran pasukan-pasukan dan pangkalan-pangkalan yang tidak tersentral di Jawa. Penyebaran pangkalan pun difokuskan pada tempat-tempat terpinggir agar bisa menjadi sentra ekonomi baru, sesuai arahan Presiden Jokowi. “Pembentukan kodam-kodam baru, kemudian koops baru tidak. Tapi (Komando) Armada baru. (Pembentukan) Armada III harus dilakukan,” terang Gatot usai Rapim TNI, Kamis (19/1). Direncanakan sebelum ini, Komando Armada Barat tetap berada di Jakarta, Komando Armada Tengah di Makassar, dan Armada Timur di Papua. Penambahan Komando Armada salah satunya juga terkait dengan pengamanan Laut Cina Selatan. ( Detik )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Jika Anggaran Turun, Pembentukan Pasmar 3 Paling Lambat Rampung Tahun Depan TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — TNI masih terus berupaya mempersiapkan pembentukan Pasukan Marinir (Pasmar) 3. Kadispen TNI AL Laksma Gig Sipasulta, menyebut markas Pasmar 3 rencananya akan dibangun di sekitar teluk Kaimana, Papua Barat, sesuai keinginan Panglima TNI, Jendral TNI AD, Gatot Nurmantyo. “Sudah jelas, kurang lebih (di situ), maunya bapak Panglima sih ada satu di dekat (Teluk Kaimana), tapi itu masih konteksnya itu perlu dari nol sekali (pembangunannya),” ujar Kadispen TNI AL, kepada wartawan di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (3/3/2017). Kata dia di kawasan Teluk Kaimana, Papua Barat, terdapat wilayah yang bernama Tanah Merah. Panglima TNI berharap Pasmar 3 yang akan menangani wilayah Timur Indonesia, markasanya akan dibangun di tempat tersebut. Pihak TNI AL juga sudah memberikan sejumlah masukan sebagai alternatif lokasi markas Pasmar 3 selain di Teluk Kaimana. “Kita lihat untung ruginya, kita sampaikan dalam bentuk apresiasi. Kalau beliau katakan di situ, implikasinya macam-macam, anggaran akan lebih besar lagi,” ujarnya. Namun kapan Pasmar 3 akan dibangun, Laksamana Gig Sipasulta, mengatakan prosesnya masih panjang. Saat ini TNI masih berkutat di anggaran. Jika anggaran sudah bisa diturunkan, ia memprediksi pada akhir tahun ini, atau selambat-lambatnya pada awal tahun depan, Pasmar 3 sudah terbentuk. “Ini prosesnya masih panjang, masih perlu dibangun fasilitas, orangnya, kekuatan personelnya,” ujar Kadispen TNI AL. ( TribunNews )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Norinco SA2 76.2mm SPAAG (photo : Defense Watch) Exact details of the natures of 76.2 mm ammunition fired by the weapon have not been revealed by NORINCO, but the weapon has a dual-feed system. In addition to conventional rounds of ammunition it can also fire a laser-guided projectile to provide an enhanced single shot kill (SSK) probability. The system is fitted with a muzzle velocity radar which feeds information to the fire-control computer. The ordnance is also fitted with a fuze setting device and it is assumed that the weapon can fire a programmable round containing sub-munitions which are effective against smaller targets such as cruise missiles and UAVs. ( Jane’s )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

FNSS-PINDAD Modern Medium Weight Tank (photo: fallenpx) Sharing that they made significant progress with their Indonesian partners regarding the medium weight class tank project conducted under the auspices of the Undersecretariat for Defense Industries, Mr. Küçük continued, “Here, we are developing a tank in approximately 32-35 tons of weight. The weight will adjust based on the armor configuration over it. We are developing a tank with the weight suitable for the field in the given region.  The turret over the tank was directly selected by the Indonesian Ministry of Defense. It has a 105 mm long turret and it has the turret’s own systems over it. We aim to develop our own turret systems with the Turkish Defense Companies and we wish to initiate the serial production with our own turrets. Our turret selected by Indonesia exists over the prototype at the moment. Engineers of our Indonesian partner PT PINDAD have been collaborating with us since the beginning of the project and throughout all development and production stages. We will be manufacturing the first prototype at the FNSS facilities.  Presently we started the production and the production of the first prototype will be completed by the first quarter of the coming year, and subsequently the engineers who were trained here and involved in all the processes will be manufacturing the second prototype with our support at PT PINDAD facilities.  The second prototype manufactured in Indonesia will be displayed in operation at a special day of the Indonesian Armed Forces on 5 October 2017 and afterwards the user acceptance tests will be launched and the Indonesian Army will be receiving the certification.”  ( Defence Turkey )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

First two PC-21 training aircraft (photo : Sid Mitchell) Chief of Air Force Air Marshal Leo Davies has welcomed the arrival of the Royal Australian Air Force’s first two Pilatus PC-21 training aircraft that form part of the AIR 5428 pilot training system project. “We will be formally introducing the PC-21 into service in coming months, but it is grand to be here at Avalon to welcome these first two aircraft,” CAF said, speaking at the Avalon Airshow on Friday. “It really is the start point of us generating what will become a fifth-generation Air Force.” Minister for Defence Personnel Dan Tehan and Minister for Infrastructure and Transport Darren Chester were also on hand to welcome the new aircraft. The PC-21 is due to start flying operations at RAAF Base East Sale in the middle of this year, while the first pilot course is scheduled to start in early 2019. The epic delivery flight to East Sale of A54-001 and A54-002 started at Buochs in Switzerland and took 39 hours and 5 minutes, spanning 16 legs over 10 days of flying, with one rest day. Stops were made at Bari, Heraklion, Luxor, Riyadh, Fujairah, Ahmedabad, Varanasi, Chittagong, Bangkok, Singapore, Bali, Kupang, Darwin, Mount Isa and Brisbane. The aircraft were flown with two extra fuel tanks under the wings that almost doubled the amount of fuel that could be carried. Martin Mendel, instructor and production test pilot at Pilatus, who flew A54-002 to Australia, said he had never before been involved in such a delivery flight. “This was the longest I have done; next closest was a PC-7 MkII to Malaysia,” Mendel told Australian Defence Business Review. “This is much more pleasant because we have the autopilot…and the seat is more comfortable.” ( ADBR )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Renault Sherpa 2 YonMek Indobatt (photos : Indobatt) (Penerangan Yonmek Konga 23-K) – Indobatt menerima kendaraan tempur SHERPA Light Scout untuk memperkuat alutsista prajurit Garuda.   Sebanyak enam kendaraan tempur SHERPA  kini dimiliki Indobatt untuk melaksanakan tugas operasi di wilayah Lebanon. Kedatangan SHERPA di Indobatt  pada tanggal 17 Februari 2017 langsung mendapat pengawasan dari Wakil Komandan (Wadan)  PMPP TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara, S.IP., M.Tr (Han) beserta tim SHERPA yang telah tiba sebelumnya di Lebanon.  Sebelum dioperasikan para personel yang akan mengawaki kendaraan tempur tersebut terlebih dahulu  mendapat pelatihan dari tim yang didatangkan khusus dari Renault Defence tempat pembuatan SHERPA.  Pelatihan secara marathon dengan waktu singkat diberikan kepada prajurit Indobatt, mulai dari cara mengemudi, perawatan, pemeliharaan hingga pemasangan alat komunikasi serta pemasangan sistem senjata.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Selain itu para awak SHERPA diharuskan mengerti spesifikasi dan karateristik kendaraan tersebut.   Kendaraan  tempur SHERPA ini berpenggerak roda 4×4 dengan bobot di rentang 7,9 sampai 11 ton, berperan  multi fungsi ditenagai mesin Renault 215-hp sampai 265-hp dengan perseneling otomatis 6 percepatan.   SHERPA masih aman untuk melintasi medan genangan sedalam 1,5 meter.  Bicara soal perlindungan, awak kendaraan sudah dilengkapi fasilitas proteksi nubika (nuklir, biologi dan kimia).  Awak kendaraan pun dilengkapi proteksi dari bahaya api. Sebagai kendaraan lapis baja, SHERPA dilengkapi perlindungan balistik di level B6 dan ancaman ledakan ranjau juga telah diantisipasi, SHERPA dapat dengan mudah dibawa pesawat angkut berat sekelas C-130 Hercules atau Airbus A400M.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Sherpa 1 yang dioperasikan oleh pasukan Kostrad (photo : kaskus militer) Setelah selama kurang lebih empat hari melaksanakan pelatihan, mulai dari personel yang akan mengawaki, pemeliharaan hingga tes performance kendaraan.  Pelatihan ditutup sekaligus serah terima kendaraan SHERPA dari Wadan PMPP TNI kepada Komandan Indobatt Letkol Inf Yudi Gumilar, S.Pd.   Selain itu  SHERPA Indobatt telah mendapat pemeriksaan dan sertifikasi dari tim COE ORI UNIFIL, sehingga secara langsung SHERPA siap operasi untuk mendukung tugas-tugas prajurit Garuda. ( Indobatt )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

PF-17 completed her maiden mission to southern Philippines covering the areas of Cebu, Iloilo, Zamboanga, General Santos City, Davao and Iligan City, early Febraury. The mission, Philippine Military Academy (PMA) Class of 2017 sea phase training and shakedown mission for Andres Bonifacio’s personnel, started mid-January. Once painted naval gray, Department of National Defense (DND) Secretary Delfin Lorenzana expects BRP Andres Bonifacio to patrol Sulu waters and help other naval units in curbing down kidnapping and piracy incidents in the area.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

KC-30A’s refueling boom (photo : Airbus Military) AVALON, Australia — The Royal Australian Air Force signed a research agreement with Airbus Defence and Space to develop an automatic air-to-air refueling capability for its KC-30A multirole tanker transport aircraft. Chief of Air Force Air Marshal Leo Davies signed the agreement with Airbus DS boss Fernando Alonso at the 2017 Australian International Airshow at Avalon on Thursday. The agreement will see an RAAF aircraft involved in the testing of the system, which has been under development by Airbus DS for some time. Davies also used the opportunity to announce that the Australian government had signed off on final operational capability for the KC-30A. “A lot of hard work has gone into the development of this capability, and we are now able to go into the next phase,” he said.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Under-wing refuelling pods for probe (photo : Air Queensland) The project is a two-year program to develop an automatic refueling capability for the KC-30’s aerial refueling boom system and is one of four strategies in Airbus DS’s program for a smarter multirole tanker designed to increase the capability of the aircraft without major modifications.  “The automatic air-to-air refueling system is easily retrofitted to our existing aircraft, involving minor hardware changes and upgrades to software,” Davies said. The hardware changes will include the addition of a vertically mounted camera under the aft fuselage of the KC-30A to assist in triangulation and enhance depth perception of the computer-controlled system. The work will most likely involve the occasional use of one of the RAAF’s five KC-30As and is expected to last about two years before the capability is ready for service.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Under-wing refuelling pods for probe (photo : AdelaideNow) Alonso of Airbus DS also used the occasion to formally launch the SMARTer tanker concept, which is based on four key strategies. Other than the automatic air-to-air refueling system, these include: – Development of the multirole tanker transport as a command and control node. – Big data, which involves the expansion of the A330’s central maintenance computer to include mission equipment, in an effort to provide data for the development of a predictive maintenance program. – A “SpaceDataHighway,” which will improve the communications capabilities of the aircraft, including wideband satellite communications. “We would not be where we are today on the program without the men and women of the Royal Australian Air Force,” Alonso said. “The aircraft is proven, it works, we’ve sold it and now it’s time to move forward.” ( DefenseNews )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Pesawat A400M mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma. (photo : Airbus) Jakarta (ANTARA News) – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama sejumlah pejabat terkait meninjau pesawat angkut berat A400M Atlas buatan Airbus milik Angkatan Udara Inggris di Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Senin (6/3). Pada kesempatan itu KSAU bersama Sekjen Kemhan Laksdya TNI Widodo, Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Wijoyo, Aslog Kasau Marsda TNI Yadi Husyadi, Pangkoopsau I Marsda TNI Yuyu Sutisna, serta Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Fadjar Prasetyo. Kasau dan para pejabat yang meninjau pesawat angkut berat A400M milik Angkatan Udara Inggris itu mendapat menjelasan dari Komandan Skadron Udara 70 RAF, Wing Commander Simon Boyle tentang kelebihan pesawat A 400 M yaitu sebagai pesawat yang mempunyai misi taktis jarak rendah, misi strategis jarak jauh dan sebagai tanker. “Sebagai misi taktis jarak pendek mampu membawa muatan logistik untuk bantuan kemanusiaan, mobilitas kendaraan militer dan pasukan. Dengan lebar dan tinggi 4 meter serta panjang 18 meter memungkinkan pesawat mampu membawa cargo seperti truk semi trailer sekitar 25 ton,” kata Simon Boyle. Menurut dia, dengan karakteristik yang unik berupa 12 roda utama dapat mendarat di atas bebatuan, kerikil maupun pasir, penyerapan daya kejut yang efisien ke dalam struktur rangka pesawat serta resiko minimal dari kerusakan akibat benda asing. Pesawat A400M dapat mendarat dan terbang dari landasan pacu tak beraspal yang pendek, lembut ataupun kasar sekalipun. “Sehingga bantuan kemanusiaan dapat segera tiba di tujuan dalam jangka waktu yang sangat pendek setelah terjadinya bencana,” jelas Wing Comannder Simon Boyle. Pada kesempatan itu Kasau juga melihat cockpit yang telah menggunakan perangkat komputer seluruhnya dan glass cockpit Dengan sistem yang telah komputerisasi tersebut pengawaknya cukup tiga saja dalam keadaan normal yaitu satu pilot utama, pilot cadangan dan satu load master.  Untuk bongkar muat telah dilengkapi alat bongkar muat kargo secara cepat dan otomatis tanpa perlengkapan pendukung khusus yaitu alat derek berdaya 32 ton di atas pesawat dan crane berdaya 5 ton. Berdasarkan kemampuannya yang dapat terbang dengan kecepatan rendah, menjadikan A400M ideal untuk menurunkan pasokan barang dari ketinggian rendah. Kemampuan terbang A400M adalah hingga 4.700 mil laut/8.700 km, dengan ketinggian jelajah 37.000 kaki dan kecepatan 0,72 Mach. Kasau sempat menanyakan mengenai jangkauan bahan bakar (endurance) pesawat A400M dan dijawab Wing Comannder Simon Boyle selama 11 jam. Hal ini tentu baik apabila digunakan untuk perjalanan yang jauh dengan waktu yang lama. Pada hari yang sama, Airbus juga memberikan kesempatan kepada jurnalis melihat langsung seluruh bagian pesawat transport berat yang ditawarkan juga kepada TNI AU sebagai komplemen dari armada C-130 Hercules yang sudah ada di Skuadron Udara 31 dan Skuadron Udara 32 TNI AU. Squadron Leader (setara mayor) Rich McPhaeden, salah satu pilot yang ikut dalam penerbangan safari A400M Atlas nomor registrasi ZM401 itu mendampingi jurnalis untuk mengenal lebih dekat pesawat transport berat militer yang hingga kini baru dibuat sebanyak 38 unit dan dipergunakan delapan angkatan udara itu. “Interior memang sangat lega, rapi, dan mudah untuk dikenali dan dikuasai juru muat. Banyak sekali tautan di lantai ruang kabin, dengan tujuan memudahkan bongkar-muat sesuai misi yang dikehendaki,” katanya seraya menambahkan begitupun dengan kokpit yang diatur sangat memerhatikan ergonomika dan kemudahan operasionalisasi. Airbus A400M Atlas sejak beberapa tahun lalu ditawarkan kepada TNI AU. Satu unit A400M Atlas pernah mendarat dan dipertunjukkan kepada pers pada 2012 di tempat yang sama, namun saat itu penawaran resmi belum dilayangkan. Secara pengembangan, A400M Atlas telah tertunda, di antaranya penerbangan perdana dari seharusnya 2008 menjadi Januari 2009.  ( Antara )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

The P-8A Poseidon (pictured) and F/A-18A/B Hornet aircraft conducted low-level, fast-flying operations in support of the sea acceptance trials for NUSHIP Hobart. (photo : Aus DoD) The Air Warfare Destroyer Alliance has celebrated the completion of sea acceptance trials for NUSHIP Hobart, following 21 days at sea off the coast of South Australia, ahead of the ship’s delivery to Defence in June. AWD Alliance general manager Paul Evans said in a statement that the trials proved the advanced platform and combat systems aboard the ship. “Over the past five weeks, the AWD Alliance has conducted some 20 platform system tests and 45 combat system tests to successfully validate Hobart’s complete mission system; combined, these systems will deliver a world-leading capability for the Royal Australian Navy,” Evans said. “Completing acceptance sea trials on a first-of-class ship is a momentous occasion for the Alliance as we move closer to delivering Hobart to Defence. “It has been achieved through the extraordinary efforts of the onboard crew and support team, whose dedication and commitment has been instrumental in ensuring the success of Hobart’s sea trials.” AWD Alliance program manager Commodore Craig Bourke said the completion of the trials was achieved through the combined efforts of the more than 200 crew members, with assistance from the RAN, the Royal Australian Air Force and industry. “Hobart’s sensors, weapons and communications systems have been put to the test by Royal Australian Air Force and civilian aircraft, Royal Australian Navy ships and helicopters, through a complex series of simulated scenarios and battlespace management,” CDRE Bourke said. Shipbuilder ASC, shipbuilder manager Navantia and combat systems integrator Raytheon Australia offered their congratulations on the completion of the sea acceptance trials. “Successful completion of sea acceptance trials is a great moment for the thousands of shipbuilders who have been working on this project, bringing the ship to life,” ASC Shipbuilding chief executive officer Mark Lamarre said. “This proves the highly skilled and professional naval shipbuilding capability that exists right here in South Australia. It is a testament to the collaborative nature of the project, which has seen industry working together to deliver to the RAN a new and potent air warfare capability. This achievement shows the way forward for future shipbuilding in Australia.” Navantia Australia operations director Jorge Filgueira said the company acknowledges that the achievement is the result of a team effort. “Navantia’s experience as designer and shipbuilder has contributed significantly to the success of the program,” Filgueira said. “Navantia’s highly skilled team is well integrated within the AWD Alliance and is committed to having the program achieve its delivery schedule. “The results of the sea trials are very encouraging, and provide the necessary confidence that we are on track to build up the capability that will be necessary to undertake the future naval continuous shipbuilding programs in Australia.” Raytheon, which is responsible for the integration of 10 major subsystems and the delivery of more than 3,500 major combat system components for the program, welcomed the conclusion of the trials. “The successful testing of the AWD combat system highlights the strength of Raytheon Australia’s capabilities in combat systems integration, and the company’s ability to deliver to budget and schedule,” said Michael Ward, managing director of Raytheon Australia. In the coming weeks, the company’s focus will turn to delivery of the through-life support facility and the Hobart class command team trainer. ( ADBR )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Pandur II 8×8 dengan kubah turret Cockerill CT-CV 105 (photo : Army Recognition) Korps Kavaleri TNI AD memiliki panser kanon generasi pertama, Alvis FV601 Saladin yang mengandalkan kanon L5A1 76 mm. Jasa panser lawas ini cukup banyak, termasuk mengamankan ibu kota Jakarta dari amukan massa perusuh Malari 1974. Hari-hari kejayaan Saladin jelas sudah berlalu. Walaupun sejumlah Saladin pernah menjalani retrofit di Bengpuspalad, Bandung, Jawa /Barat, namun sudah tentu dari segi teknologi dan persenjataan sudah pasti ketinggalan. Sebagai penggantinya, Kementerian Pertahanan sudah memesan panser kanon Badak 90 mm buatan Pindad. Namun baru-baru ini terbetik kabar bahwa TNI AD juga mengincar panser 8×8 Pandur II buatan Austria, Ceko, atau Portugal. Ada tiga negara yang disebutkan karena memang ketiga negara tersebut membuat Pandur II di negaranya berdasar lisensi Steyr-Puch Austria. TNI AD sendiri memesan Pandur II dari Excalibur Army yang merupakan agen pemasaran General Dynamics Land Systems. Dari 4 unit Pandur II yang dipinang TNI AD, dua unit dikabarkan merupakan panser kanon kaliber 105 mm NATO dan sisanya menggunakan kanon 30mm. Pandur II didesain selayaknya kendaraan tempur 8×8 pada umumnya, dengan hull terbuat dari baja dengan proteksi dasar berupa kemampuan untuk menahan hantaman proyektil 7,62 mm NATO. Desain hull milik Pandur II memiliki siluet yang ramping dan ketinggian yang rendah. Untuk dapat diangkut oleh pesawat sekelas C-130 Hercules, seluruh sistem senjata dan add on armor Pandur II harus dilepas terlebih dahulu. Jika tidak, jangan harap varian 105mm Pandur II bisa dibawa oleh Herky. Pandur II sendiri menggunakan mesin diesel Cummins ISC350 yang menyemburkan daya sebesar 285 tenaga kuda. Mesin ini dikawinkan dengan sistem transmisi ZF 6HP 602C dengan transfer box dua langkah. Mesin tersebut didesain sudah dalam power pack bersama sistem transmisi sehingga dapat diganti dalam waktu hanya 30 menit. Suspensi pada Pandur II didesain independen untuk dapat memberikan kenyamanan maksimal bagi penumpangnya. Dua sumbu terdepan dapat dibelokkan dan ditambah dengan sistem auxiliary control brake yang memperlambat putaran roda di sisi dalam ketika berbelok. Sistem ini juga dapat memperkecil radius putaran kendaraann untuk bermanuver di jalanan sempit. Sejatinya, Pandur II varian kanon 105 mm dikawinkan dengan kubah OTO Melara HITFACT 105 mm bagi kebutuhan AD Portugal. Siapa nyana, ternyata terjadi masalah dengan kemampuan mitigasi recoil dari hull. Akhirnya Portugal tidak jadi mengakuisisi varian kanon Pandur II.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Pilihan berikutnya untuk integrasi kubah dijatuhkan kepada CMI Defence, Belgia dengan produknya CT-CV 105. Kubah ini juga sudah dipilih untuk proyek medium tank PT. Pindad-FNSS sehingga seharusnya tidak menjadi masalah apabila nantinya Pandur II versi kanon akan diakuisisi dalam jumlah besar. Menurut sumber Angkasa, ranpur kanon Pandur II sudah dipastikan akan mengusung kubah CT-CV dengan kanon 105mm beralur (rifled). Untuk konfigurasi kubahnya, CMI memutuskan menggunakan dua awak saja, plus sistem autoloader untuk CT-CV 105 sehingga beban awak bisa berkurang. Meriamnya menggunakan ulir dan sudah mengikuti standarisasi NATO, sehingga mampu melontarkan seluruh munisi 105mm NATO. Sistem kubahnya sendiri dibuat secara modular, dengan kemampuan standar proteksi NATO 4569 STANAG 3 (7,62x51mm AP, 150 meter). Ada opsi applique plate yang dapat dipasang sesuai kebutuhan untuk meningkatkan proteksinya sampai ke level STANAG 4 dan bahkan ke STANAG 5 (25mm NATO AP) sehingga mampu bertahan dari serangan kendaraan tempur dengan kanon tembak cepat. Kanon Cockerill 105HP (High Pressure) pada kubah CT-CV memiliki tahanan tekanan maksimal sebesar 120% dari yang dimiliki oleh meriam L7 standar. Artinya, CT-CV 105HP dapat digunakan untuk melontarkan munisi yang menghasilkan tekanan lebih besar (dengan mesiu khusus), untuk menghasilkan kecepatan luncur proyektil yang lebih besar pula. Kecepatan yang lebih besar akan bermanfaat untuk meningkatkan daya penetrasi, khususnya pada munisi APFSDS. Efeknya tentu saja adalah performa munisi 105 mm yang mendekati kinerja munisi 120 mm generasi awal. Excalibur Army sendiri kabarnya sudah menggandeng PT. Pindad untuk skema joint production apabila TNI AD menyatakan puas terhadap performanya dan akan melanjutkan pembelian. Sejumlah opsi seperti pembuatan dalam bentuk assembly CKD kit sampai dengan full assembly atau pembuatan penuh di PT. Pindad bisa saja dilakukan. Syaratnya, jumlah yang dibeli memenuhi kriteria dan jumlah minimum. Kita tunggu saja perkembangannya. ( Angkasa )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

TEST-71 heavyweight torpedoes (photo : KienThuc) (Kien Thuc) – Long range, deep strike capability and great destructive power, TEST-71 torpedoes  are considered as powerful and most modern torpedoes of the Vietnamese Navy. With 6 Kilo 636 diesel electric submarines equipped with equipped with modern weapons including TEST-71 torpedoes has the ability to kill both surface and underwater target, give multiplier effect for Vietnam troops. For long time age torpedo is considered indispensable to any submarines. These are weapons designed to equip submarines to attack targets on water depth and seabed.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

ScanEagle has been operated in the HMAS Choules and HMAS Newcastle (photo : news) Lieutenant Commander Matt Hyam is the Engineering Manager in charge of the maintenance and engineering of both unmanned aircraft systems. Most of the staff at the unit are aviation technicians, specialising in avionics or airframes. “We only have a very small team here at Avalon this year because a lot of our technicians are currently undergoing world-class training with Schiebel in Vienna, Austria, for two months,” Lieutenant Commander Hyam said. Chief Petty Officer Aviation Technician Aircraft Simon Hustwit is responsible for technical aspects of the project and is assisting in the tent at Avalon.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Insitu ScanEagle fixed-wing UAV (photo : suav) He has been answering a lot of questions about both aircraft. “The ScanEagle is a fixed-wing, unmanned aircraft focused on providing commanders with a vital intelligence, surveillance and reconnaissance capability, providing a more complete battle picture,” Chief Petty Officer Hustwit said. “At sea, the ScanEagle operates well beyond the range of a warship’s organic sensors, providing a vital eye in the sky,” Chief Petty Officer Hustwit said. The ScanEagle has been trialled by the Navy for about 18 months, with first of class trials conducted in HMA Ships Choules and Newcastle.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

Schiebel Camcopter S-100 at Avalon Airshow (photo : RAN) This is the first time the Navy have displayed the , which looks like a mini helicopter, so it is drawing the biggest crowd. “The main advantage of the Schiebel is its vertical take-off and landing capability, which saves on the deck space that would be required for a launcher,” he said. Information from the trials of both unmanned aircraft types will guide the acquisition of a mature unmanned aerial system for the fleet in the early 2020s. Lieutenant Commander Hyam said the unmanned systems were often the safest choice. “The rationale is that if a job is dull, dirty or dangerous, then an unmanned system is the right platform for the job.” ( RAN )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

BRP Malapascua 4403 (photo : Maxdefence) MANILA (PNA) — The Philippine Coast Guard (PCG) has commissioned into service BRP Malapascua, its third multirole response vessel (MRRV) from Japan, in a ceremony held at its headquarters in Manila Monday. The activity was spearheaded by Department of Transportation (DOTr) Secretary Arthur Tugade and House of Representatives Speaker Pantaleon Alvarez as guest of honor. The MMRV is equipped with fire monitors, night vision camera, radio direction finder, a work boat and bulletproof navigational bridge. “The MRRV will be the primary rescue vessel within the PCG district’s area of responsibility (AOR) when the extent of the disaster is beyond the capability of floating assets deployed within the area; provide assistance in the control of oil pollution and protection of the marine environment; enforcement of all applicable maritime laws within the designated AOR, particularly relating to illegal fishing and sea patrol; service as platform for rapid response during relief operations in the area; and transport of personnel and logistical support,” the PCG said in its statement. The BRP Malapascua, with assigned bow number 4403, was built by the Japan Marine United (JMU) Corp. in Yokohama, Japan and was named after Lighthouse Malapascua Island in Cebu in recognition of the significance of lighthouses in the country. The vessel will be under the helm of PCG Commanding Officer Gary Dale Gamotea. PCG spokesperson, Commander Armand Balilo, has earlier stated that the BRP Malapascua will be deployed in the vicinity of Zamboanga and Sulu to conduct maritime security patrols to deter the increasing piracy attacks in southern Mindanao. “Our thrust is to address the sea piracy in Sulu, so we would just install four units of .50-caliber machine guns and immediately it would be deployed to the southern Philippines,” Balilo said. The PCG’s first two multirole vessels, BRP Tubbataha and BRP Malabrigo, were also deployed to Mindanao. Balilo expects that the .50-caliber guns would be installed on the BRP Malapascua to support the patrol of BRP Malabrigo in the Zamboanga-Jolo route. The PCG is set to receive seven more MRRVs until next year. The acquisition of the MRRVs is under the project Maritime Safety Capability Improvement Project, which was awarded by the transportation department to the JMU Corp. It is being implemented as an Official Development Assistance (ODA) project, via a tied loan extended by the Japan International Corp. Agency. ( PNA )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

The Malaysian Maritime Enforcement Authority will soon induct its first UAV-capable patrol vessel. Platform will significantly improve the service’s maritime patrol and surveillance capabilities (photos : Malaysian Defence) The Malaysian Maritime Enforcement Authority (MMEA) has completed sea trials of its first-of-class New Generation Patrol Craft (NGPC), the service announced via an official social media channel on 3 March. The vessel, which is the first of six 44 m coastal patrol vessels ordered from Malaysian shipbuilder Destini Shipbuilding & Engineering under a MYR380 million (USD85 million) inked in 2015, is also expected to be commissioned “soon”, an MMEA official Jane’s spoke to on 6 March said, although no specifics were provided.

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

“The boat will be participating at LIMA 2017,” she added, referring to the Langkawi International Maritime Exhibition, which will be taking place from 21 March to 25 March, indicating that the platform may be inducted before the event. The NGPC has been based on a design by Germany-based Fassmer Shipbuilding Company, and will be the first vessels operated by the service to feature an organic unmanned aerial vehicle (UAV) capability. Each platform features a Thales Fulmar UAV launcher just behind the position of its primary weapon, which is namely the Aselsan 30 mm remote controlled naval gun. The UAV, which will be equipped with one high-resolution camera with automatic target tracking capabilities, can be recovered via a net-based retrieval system that will be deployed on the deck behind its bridge. According to specifications provided by Destini Shipbuilding, the 297-tonne NGPC features an overall length of 44.25 m, an overall beam of 7.7 m, and a design draught of 1.95 m. The platform is powered by two 1,920 kW MTU engines, and can attain a top speed of 24 kt, and a standard range of 2,000 n miles at 12 kt. The ship can accommodate a crew of 41. ( Jane’s )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

RSS Independence (L) with its successor LMV Independence (R). (photo : ChannelNewsAsia)) The Republic of Singapore Navy (RSN) decommissioned the first of its Fearless-class Patrol Vessels (PV), RSS Independence, at a sunset ceremony at Tuas Naval Base this evening. Officiated by Chief of Navy Rear-Admiral (RADM) Lai Chung Han, the ceremony marked the start of the progressive handing over of duties from the PVs, which have been operational starting from 1996, to the new Littoral Mission Vessels (LMV). RSS Independence and its sister ships were the first warships wholly designed and built in Singapore, under a collaborative effort by the RSN, the Defence Technology Community, and the local defence industry. RSS Independence was commissioned on 22 Aug 1998 by then Deputy Prime Minister and Minister for Defence Dr Tony Tan Keng Yam, to take over the operational duties of Patrol Craft RSS Independence to safeguard Singapore’s maritime interests and territorial integrity. RSS Independence had valiantly taken on the duties since then and was involved in numerous operations at sea, as well as in maritime surveillance, patrol and escort operations. It also participated in numerous bilateral and multilateral exercises with foreign navies. Speaking at the ceremony, RADM Lai paid tribute to RSS Independence and to the generations of its crew members. He said, ‘In her years of service, RSS Independence was an integral part of the RSN’s frontline force which protected Singapore’s territorial waters and safeguarded our sea lines of communication, staying true to her motto “We Will Defend”. The success of RSS Independence would not have been possible without the unwavering dedication, professionalism, tenacity and sacrifice of the generations of officers and crews who have served on-board. The RSN salutes RSS Independence for her two decades of faithful service. The qualities and values she represented, as well as her steadfast contributions she has made, shall continue to inspire the men and women of the RSN for generations to come’. The name RSS Independence along with its operational duties will be handed over to the LMV Independence during a commissioning ceremony on 5 May 2017, to be held in conjunction with the RSN’s 50th anniversary celebrations. The LMVs are faster, more versatile, and equipped with sharper capabilities to further strengthen the RSN’s effectiveness in seaward defence, and the protection of Singapore’s sea lines of communication. The RSN’s fleet of LMVs will be fully operational by 2020. Also present at the decommissioning ceremony were past and present crew members of RSS Independence as well as senior RSN officers. ( Sing Mindef )

seperti di kutip dari http://defense1178.rssing.com

KRI Kurau 856 (photo : TNI AL) Galangan kapal PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten melakukan peluncuran (launching) ke laut kapal perang baru milik TNI Angkatan Laut jenis PC-40 di sekitar perairan Salira-Banten yang ditandai dengan pemotongan tali oleh Ibu Ina A.Taufiq didampingi oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksda TNI A.Taufiq. R.,SE, Aslog Kasal, Kadisadal, Kadismatal, Kadislaikmatal dan Dirut PT. CMS Bpk Kris Pramono. (Selasa, 07/03/2017) Peluncuran kapal disaksikan oleh Sekdisadal Kolonel Laut (T) Supriatno, Sekdismatal, Sekdislaikmatal, Kasubdis Adalut Kolonel Laut (T) Andi Jaswadi, Dan Satgas Yekda kapal PC 40 M Kolonel Laut (T) Al Sunaryo, Asops Lantamal III Kolonel Laut (P) Tedde Bernard H, Danlanal Banten Letkol Laut (P) Rudi Haryanto, S.E beserta Ibu Jalasenastri dan jajaran Direksi PT. CMS Banten. Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya Wakil Kepala Staf Angkatan Laut menyampaikan bahwa acara Shipnaming dan Launching PC-40 Meter ini merupakan momentum strategis bagi PT. Caputra Mitra Sejati sebagai salah satu badan usaha industri strategis dibidang pertahanan Negara di laut, Shipnaming dan Launching KRI Kurau merupakan bukti nyata bahwa PT. CMS telah mampu melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi penyelenggaraan serta pengembangan teknologi industri pertahanan untuk mendukung pertahanan, keamanan dan kepentingan Nasional. Hal ini tentunya juga mendukung komite kebijakan industri pertahanan dalam mengurangi ketergantungan dari negara lain dalam hal pengadaan kapal perang. Pembangunan PC 40 meter ini merupakan tindak lanjut pengadaan alutsista TNI Angkatan Laut dalam upaya meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Laut yg mengacu kpd kebijakan dasar pembangunan TNI Angkatan Laut menuju kekuatan pokok minimum atau Minimum Essental Force (MME) yang telah ditetapkan melalui pengadaan kapal PC 40 Meter, diharapkan  dapat meningkatkan kemampuan pertahanan negara dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI Wakasal berharap, PT.Caputra Mitra Sejati dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam memproduksi kapal perang berteknologi tinggi, sehingga dapat dijadikan referensi penting bagi TNI AL untuk tetap menjalin kerjasama yang baik dimasa mendatang. ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, atas kerja sama, usaha serta kerja keras yang telah dilakukan Direktur PT. CMS beserta staf dalam membantu mewujudkan kebutuhan TNI Angkatan Laut serta ucapan terima kasih kepada Dansatgas beserta Tim yang telah memberikan dukungan demi kelancaran pelaksanaan pembangunan kapal PC 40 Meter. ( TNI AL )

Related Posts

Comments are closed.