Kronologi Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung

Kronologi Pembunuhan Penjual Bakmi di Cipayung

Polisi menangkap D dan A tersangka pembunuh Rosidi, penjual bakmi di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi menyebut tersangka nekat membunuh karena ingin merampok harta korban. “Karena ingin menguasai harta bendanya (Rosidi) yang disimpan di warung mi-nya,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Tony Surya Putra di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jl Matraman, Jatinegara, Senin (26/2/2018). Kedua tersangka ditangkap pada Minggu (25/2) di kawasan Cakung. Saat hendak ditangkap, salah satu tersangka berinisial D mencoba kabur sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki. “Mereka sempet ngelak tidak tahu sehingga pas mau dibawa, mau berontak dari petugas sehingga kita lumpuhkan,” sambung Tony. Rosidi ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kios bakmi miliknya Jl Al Baidho II, Lubang Buaya, Cipayung, Sabtu (24/2). Rosidi mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di lehernya. Ada juga luka tusuk pada bagian tubuh. Berikut kronologi pembunuhan penjual bakmi: Rabu 21 Februari 2018 – Pukul 21.30 WIB Tersangka D mengajak adiknya, tersangka A untuk membunuh Rosidi, tukang bakmi yang merupakan pamannya sendiri. Namun rencana itu urung dilakukan karena A menolak. Sabtu, 24 Februari 2018 – Pukul 01.30 WIB Tersangka D kembali mengajak A untuk membunuh Rosidi. Kali ini A mau mengikuti ajakan D -Pukul 03.30 WIB D mengintip Rosidi yang sedang berada di kamar. D meminta A untuk mematikan lampu kamar Rosidi Setelah kamar dalam keadaan gelap, D masuk ke ruangan Rosidi dengan membawa pisau dan menghabisi nyawa Rosidi. Rosidi sempat melawan dan berteriak minta tolong. Karena mendengar teriak korban, A yang sebelumnya di luar ikut masuk membantu kakaknya itu membunuh Rosidi. Rosidi pun tewas ditangan kedua keponakannya itu. Kedua tersangka tidak langsung pergi meninggalkan kios milik korban. Mereka kembali ke kamar untuk tidur. -Pukul 13.00 WIB Kedua tersangka keluar dari kios bakmi milik Rosidi dengan membawa sepeda motor milik korban dan uang senilai Rp 3,4 juta. -Pukul 17.00 WIB Mayat Rosidi ditemukan oleh warga dalam kondisi mengenaskan di kios bakmi miliknya. Rosidi mengalami luka akibat senjat tajam pada bagian lehernya hingga nyaris putus dan sejumlah luka tusuk pada bagian tubuh. Warga melaporkan penemuan mayat itu ke kepolisian Polsek Cipayung dan Polres Metro Jakarta Timur. Polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku. Minggu 25 Februari 2018 Tersangka D dan A berhasil ditangkap

Baca juga :

Seorang pria ditemukan tewas di sebuah ruko di Jalan Albaidho II RT 04/6 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Diduga pria tersebut merupakan korban pembunuhan. “Iya benar, telah ditemukan pria meninggal dunia, diduga korban pembunuhan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/2/2018). Sapta menuturkan korban profesi sebagai penjual bakmi goreng di ruko tersebut. Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka di tubuh korban. Meski demikian ia belum memberikan data detil terkait kasus ini. Saat ini pihaknya masih berada di TKP untuk melakukan penyelidikan. “Ada sejumlah luka, detail lengkapnya nanti ya,” katanya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Seorang pria ditemukan tewas di sebuah ruko di Jalan Albaidho II RT 04/6 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Diduga pria tersebut merupakan korban pembunuhan. “Iya benar, telah ditemukan pria meninggal dunia, diduga korban pembunuhan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/2/2018). Sapta menuturkan korban profesi sebagai penjual bakmi goreng di ruko tersebut. Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka di tubuh korban. Meski demikian ia belum memberikan data detil terkait kasus ini. Saat ini pihaknya masih berada di TKP untuk melakukan penyelidikan. “Ada sejumlah luka, detail lengkapnya nanti ya,” katanya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Seorang penjual bakmi ditemukan tewas di dalam kiosnya di Jalan Albaidho RT 04/6 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Polisi menduga korban dibunuh setelah menjadi korban perampokan. “Dugaan sementara motifnya korban perampokan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana kepada detikcom, Sabtu (24/2/2018). Sapta menuturkan, korban bernama Rosidi (39) asal Kebumen, Jawa Tengah. Korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dengan keadaan mengenaskan dan wajah tertutup kain berlumuran darah di dalam kiosnya. Saat ditemukan terdapat sejumlah luka di tubuh korban. “Luka di leher korban, ada barang korban yang hilang,” imbuhnya. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban sudah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati guna dilakukan identifikasi. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. “Kita sudah olah TKP, beberapa saksi juga sudah diperiksa,” kata Sapta.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Mayat driver ojek online ditemukan di Cilandak, Jakarta Selatan. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian driver tersebut. “Iya, benar (mayat driver ojek online ),” kata Kapolsek Cilandak Kompol Sujanto saat dimintai konfirmasi, Senin (19/2/2018). Sujanto juga belum bisa menjelaskan secara detail kronologi penemuan mayat. Pihaknya masih melakukan penanganan. “Itu di Jalan Fatmawati Raya, nanti saya info lagi,” tutur Sujanto. Senada dengan Sujanto, Kanit Reskrim Polsek Cilandak Iptu Wahidin membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Saat ini polisi masih mengumpulkan data. “Betul. Tapi info lanjut nanti ya,” kata Wahidin secara terpisah.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Olah TKP pembunuhan Lubang Buaya. (Foto: Reki Febrian/kumparan) Pembunuhan terjadi di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Korban ditemukan dalam keadaan kondisi luka di leher di ruko tempatnya tinggal dan berdagang. “Tadi sore saya dapat info ada pembunuhan di wilayah saya, warga belum berani membuka pintu, akhirnya ketika saya datang kemudian warga baru berani membuka, dan menemukan Rosadi (35) dalam keadaan mengenaskan,” ujar Mahir, ketua RT 04, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (24/2). Warga sebenarnya curiga, saat itu pada pukul 17:00 WIB, Rosadi (35) yang berprofesi sebagai pedagang mie belum terlihat mempersiapkan dagangannya. Biasanya, menurut penuturan warga, selesai ashar, Rosadi sudah terlihat merapikan lapaknya. “Saat itu, saksi melihat pintu rolling door ruko terbuka sedikit. Tapi mereka enggak berani buka, akhirnya saya bongkar dari belakang,” terang Kurniawan (35), di lokasi kejadian. Setelah dibuka, warga menemukan Rosadi sudah tak bernyawa dengan luka di perut dan di leher. Olah TKP pembunuhan Lubang Buaya. (Foto: Reki Febrian/kumparan) “Itu sobekan di leher sangat dalam, sedikit lagi mungkin putus lehernya,” ujar Entong. Entong kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cipayung. Pada pukul 18.00 WIB, kepolsian sektor Cipayung beserta dengan Reserse Mobil Polda Metro Jaya datang untuk melakukan olah TKP. Pada pukul 19.30 WIB, korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Kepolisian Sektor Cipayung juga telah membawa 4 saksi ke ke Polsek Cipayung. Biasanya, Rosadi tinggal di ruko tersebut bersama istrinya. Namun istrinya sedang pulang kampung untuk melahirkan sejak 2 bulan lalu. Semenjak ditinggal sang Istri, Rosadi tinggal bersama keponakanya, yang bernama Diran (18). Olah TKP pembunuhan Lubang Buaya. (Foto: Reki Febrian/kumparan)


Baca juga :

Seorang penjual bakmi ditemukan tewas di dalam kiosnya di Jalan Albaidho RT 04/6 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Polisi menduga korban dibunuh setelah menjadi korban perampokan. “Dugaan sementara motifnya korban perampokan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana kepada detikcom, Sabtu (24/2/2018). Sapta menuturkan, korban bernama Rosidi (39) asal Kebumen, Jawa Tengah. Korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dengan keadaan mengenaskan dan wajah tertutup kain berlumuran darah di dalam kiosnya. Saat ditemukan terdapat sejumlah luka di tubuh korban. “Luka di leher korban, ada barang korban yang hilang,” imbuhnya. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban sudah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati guna dilakukan identifikasi. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. “Kita sudah olah TKP, beberapa saksi juga sudah diperiksa,” kata Sapta.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Seorang penjual bakmi ditemukan tewas di dalam kiosnya di Jalan Albaidho RT 04/6 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Polisi menduga korban dibunuh setelah menjadi korban perampokan. “Dugaan sementara motifnya korban perampokan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana kepada detikcom, Sabtu (24/2/2018). Sapta menuturkan, korban bernama Rosidi (39) asal Kebumen, Jawa Tengah. Korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dengan keadaan mengenaskan dan wajah tertutup kain berlumuran darah di dalam kiosnya. Saat ditemukan terdapat sejumlah luka di tubuh korban. “Luka di leher korban, ada barang korban yang hilang,” imbuhnya. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban sudah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati guna dilakukan identifikasi. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. “Kita sudah olah TKP, beberapa saksi juga sudah diperiksa,” kata Sapta.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Seorang penjual bakmi ditemukan tewas di dalam kiosnya di Jalan Albaidho RT 04/6 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Polisi menduga korban dibunuh setelah menjadi korban perampokan. “Dugaan sementara motifnya korban perampokan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana kepada detikcom, Sabtu (24/2/2018). Sapta menuturkan, korban bernama Rosidi (39) asal Kebumen, Jawa Tengah. Korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dengan keadaan mengenaskan dan wajah tertutup kain berlumuran darah di dalam kiosnya. Saat ditemukan terdapat sejumlah luka di tubuh korban. “Luka di leher korban, ada barang korban yang hilang,” imbuhnya. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban sudah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati guna dilakukan identifikasi. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. “Kita sudah olah TKP, beberapa saksi juga sudah diperiksa,” kata Sapta.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sapta menuturkan, korban bernama Rosidi (39) asal Kebumen, Jawa Tengah. Korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dengan keadaan mengenaskan dan wajah tertutup kain berlumuran darah di dalam kiosnya. Saat ditemukan terdapat sejumlah luka di tubuh korban. “Luka di leher korban, ada barang korban yang hilang,” imbuhnya.Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban sudah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati guna dilakukan identifikasi. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.”Kita sudah olah TKP, beberapa saksi juga sudah diperiksa,” kata Sapta.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Bikin Gaduh di Masjid, Pria di Bandung Diamankan Polisi Diamankan Polisi, Ini Pengakuan Pria Pembuat Gaduh di Masjid Bandung Ridwan Kamil Ungkap Strategi ‘Rahasia’ Gaet Suara Generasi Millenial Penjual Bakmi Ditemukan Tewas di Cipayung, Diduga Dibunuh Polisi: Penjual Bakmi yang Tewas di Cipayung Korban Perampokan Saat Jokowi Ikut Angkat Tangan Dengarkan Lagu Cinta Rasul SBY Turun Gunung ke Tulungagung Bantu Pemenangan Margiono Banjir Masih Sebabkan Perjalanan KA di Jalur Selatan Terlambat Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia Punya Pengurus Baru Bus Rombongan Pengantin Terguling, 1 Orang Tewas, 13 Terluka Banjir Bandang Terjang Dua Kecamatan di Probolinggo Di Depan Jokowi, Habib Luthfi Main Piano Bawakan Lagu Padang Bulan Cerita Bamusi Soal Nuansa Keislaman di PDIP Pasar Banjarsari Kota Pekalongan Terbakar Saat Jokowi Genggam Erat KH Ma’ruf Usai Tabuh Beduk Festival Sholawat Pertahankan Motor dari Pembegal, Pemuda di Pasuruan Tewas Dicelurit PDIP Sebut Kriteria dan Syarat Cawapres Jokowi di Pilpres 2019 Tanah Retak 80 Meter, Ratusan Warga Banjarnegara Mengungsi Kebakaran di Pasar Banjarsari Kota Pekalongan Meluas Ma’ruf Amin: Jokowi Presiden yang Sering Silaturahmi ke Ulama-Habaib Nama Dicatut, Jaringan Gusdurian Tegaskan Netral di Pilkada Rehat Kampanye, Puti Bareng Risma ‘Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan’ Gala Dinner di Jakarta, Kang Emil Kumpulkan Rp 1,3 M untuk Kampanye Ini Analisis BMKG soal Gempa 5,0 SR yang Guncang Tapanuli Utara Tim Saber Pungli Polres Banyuwangi Tangkap Kades Pemeras Buka Lomba Band di Kemayoran, Istri Kapolri Main Gitar Listrik Ditangkap Saat Cari Pesugihan, ini Pengakuan Fredi TNI Gadungan Ongkos Habis, 2 Bule di Jakbar Dititip Polisi Naik Truk ke Cirebon Kaca Bus Mira Dilempar Batu Pria Tak Dikenal, 2 Penumpang Luka Ini Jessica Ford, Pengendara Mobil yang Tabrak Barikade Gedung Putih Bersihkan KA, Wujud Cinta Railfans Pada Kereta Api Indonesia Napi Bebas Keluar-Masuk Penjara, 3 Sipir LP Lhokseumawe Tersangka Dipolisikan Istri Gatot Pujo karena Duit Rp 1,29 M, Razman: Itu Fee! Ini Kondisi Pos Satpam PT RUM di Sukoharjo Usai Dibakar Massa Saat Jenazah Ditemukan, Kaki Mantan Wakapolda Sumut Terikat Tali Gempa 5,3 SR Guncang Tapanuli Utara, Warga Panik Bantaran Sungai di Batang Rusak Akibat Galian Liar TKW Filipina Dibunuh di Kuwait, Majikannya Berhasil Ditangkap Menristekdikti Dorong Perusahaan Aktif Kelola Lingkungan Arab Saudi Nyatakan pada Jerman Akan Beli Senjata dari Pemasok Lain

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dugaan ini muncul lantaran motor korban tidak ada di lokasi kejadian. Ditemukan pula luka di bagian leher korban yang diduga akibat senjata tajam. Kepala Subdirektorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Steven saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Iya bener info itu. Sekarang piket jatanras meluncur ke sana bareng Kasatreskrim Timur,” ujar Steven di Jakarta, Sabtu (24/2). Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana menerangkan, korban ditemukan kurang lebih sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu. Korban yang bernama Rosidi itu berasal dari Kebumen. Diduga, Rosidi merupakan korban perampokan. Namun, Sapta belum dapat menjelaskan secara rinci. Kepolisian karena saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan lebih lanjut. Seseorang terkait tewasnya Rosidi tersebut pun telah diamankan. Namun, kronologi kejadian ini masih belum diketahui. “Pelaku masih lidik, dugaan sementara motifnya perampokan,” kata dia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAKARTA, NNC – Seorang pria bernama Rosidi (38) ditemukan tewas di Jalan Al Baidho II RT 04 RW 06, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, tepatnya di warung Bakmi Mas Rizal, Sabtu (24/2/2018) sore. Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang bakmi dan nasi goreng tersebut, diduga menjadi korban perampokan. Sebab motor korban tidak ada di lokasi kejadian, dan ditemukan luka di bagian leher korban, diduga akibat senjata tajam. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Steven saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Iya bener info itu. Skg, piket jatanras meluncur ke sana bareng Kasatreskrim Timur,” ujar Steven di Jakarta, Sabtu (24/2/2018). Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana menerangkan, korban ditemukan kurang lebih sekitar pukul 17.00 WIB tadi. Korban diketahui bernama Rosidi beralamat di Kebumen. Ia menduga, Rosidi merupakan korban perampokan. Namun, Sapta belum dapat menjelaskan secara detail, karena saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan lebih lanjut. “Pelaku masih lidik, dugaan sementara motifnya perampokan,” tambahnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Olah TKP pembunuhan Lubang Buaya. (Foto: Reki Febrian/kumparan) Rosadi (39) pedagang bakmi dan nasi goreng ditemukan tewas di rukonya yang berlokasi di Jalan Albhaido II, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Ia ditemukan dengan luka gorok di leher pada Sabtu (24/2) pukul 17.00 WIB. Kasatreskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana Marpaung mengatakan, saat ditemukan, motor korban bermerk Vario tidak ada di lokasi. “Motif sementara diduga perampokan,” ujar Sapta, yang dikutip kumparan ( kumparan.com ) dari keterangan tertulisnya, Sabtu (24/2). Dia melanjutkan, dari keterangan yang dihimpun oleh warga, selama dua bulan terakhir Rosidi tinggal bersama keponakanya, Diran (18). Sebab, istri korban tengah pulang kampung ke Kebumen untuk melahirkan. Olah TKP lokasi pembunuhan di Lubang Buaya. (Foto: Reki Febrian/kumparan) Salah seorang warga sekitar, Kurniawan (35), menuturkan bahwa ia menemukan sebuah pisau di kamar mandi beserta pakaian korban yang berlumuran darah. “Tadi di kamar mandi juga terdapat bercak darah cukup banyak,” ujarnya. Kurniawan menambahkan, korban ditemukan dengan luka tusukan di perut dan leher. “Tadi posisi korban ditindih kasur dan wajahnya ditutupi oleh kain,” kata Kurniawan. Dia juga mengatakan, hingga saat ini, Diran selaku keponakan korban tak terlihat sama sekali. Kurniawan mengaku, ia terakhir kali melilhat Diran sekitar pukul 12.00 WIB usai Salat Zuhur. “Saya tadi lihat, keponakan korban terakhir kali habis (salat) Zuhur naik motor Vario, tapi enggak tahu mau pergi ke mana,” ujar Kurniawan. Kejadian itu bermula saat warga di sekitar lokasi curiga lantaran Rosadi tak menunjukkan tanda-tanda akan menyiapkan dagangannya pada pukul 17.00 WIB. Biasanya, menurut penuturan warga, selesai ashar, Rosadi sudah terlihat merapikan lapaknya. Atas kecurigaan itu, warga akhirnya memberanikan diri untuk membuka rolling door ruko dan menemukan Rosidi dalam keadaan tak bernyawa. Salah seorang warga bernama Entong kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cipayung. Pada pukul 18.00 WIB, kepolisian sektor Cipayung beserta dengan Reserse Mobil Polda Metro Jaya datang untuk melakukan olah TKP. Pada pukul 19.30 WIB, korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Kepolisian Sektor Cipayung juga telah membawa 4 saksi ke ke Polsek Cipayung.

Polisi menangkap D dan A tersangka pembunuh Rosidi, penjual bakmi di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi menyebut tersangka nekat membunuh karena ingin merampok harta korban. “Karena ingin menguasai harta bendanya (Rosidi) yang disimpan di warung mi-nya,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Tony Surya Putra di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jl Matraman, Jatinegara, Senin (26/2/2018). Kedua tersangka ditangkap pada Minggu (25/2) di kawasan Cakung. Saat hendak ditangkap, salah satu tersangka berinisial D mencoba kabur sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki. “Mereka sempet ngelak tidak tahu sehingga pas mau dibawa, mau berontak dari petugas sehingga kita lumpuhkan,” sambung Tony. Rosidi ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kios bakmi miliknya Jl Al Baidho II, Lubang Buaya, Cipayung, Sabtu (24/2). Rosidi mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di lehernya. Ada juga luka tusuk pada bagian tubuh. Berikut kronologi pembunuhan penjual bakmi: Rabu 21 Februari 2018 – Pukul 21.30 WIB Tersangka D mengajak adiknya, tersangka A untuk membunuh Rosidi, tukang bakmi yang merupakan pamannya sendiri. Namun rencana itu urung dilakukan karena A menolak. Sabtu, 24 Februari 2018 – Pukul 01.30 WIB Tersangka D kembali mengajak A untuk membunuh Rosidi. Kali ini A mau mengikuti ajakan D -Pukul 03.30 WIB D mengintip Rosidi yang sedang berada di kamar. D meminta A untuk mematikan lampu kamar Rosidi Setelah kamar dalam keadaan gelap, D masuk ke ruangan Rosidi dengan membawa pisau dan menghabisi nyawa Rosidi. Rosidi sempat melawan dan berteriak minta tolong. Karena mendengar teriak korban, A yang sebelumnya di luar ikut masuk membantu kakaknya itu membunuh Rosidi. Rosidi pun tewas ditangan kedua keponakannya itu. Kedua tersangka tidak langsung pergi meninggalkan kios milik korban. Mereka kembali ke kamar untuk tidur. -Pukul 13.00 WIB Kedua tersangka keluar dari kios bakmi milik Rosidi dengan membawa sepeda motor milik korban dan uang senilai Rp 3,4 juta. -Pukul 17.00 WIB Mayat Rosidi ditemukan oleh warga dalam kondisi mengenaskan di kios bakmi miliknya. Rosidi mengalami luka akibat senjat tajam pada bagian lehernya hingga nyaris putus dan sejumlah luka tusuk pada bagian tubuh. Warga melaporkan penemuan mayat itu ke kepolisian Polsek Cipayung dan Polres Metro Jakarta Timur. Polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku. Minggu 25 Februari 2018 Tersangka D dan A berhasil ditangkap

Polisi menangkap pelaku pembunuhan Rosidi (40) penjual Bakmi di Cipayung, Jakarta Timur. Pelaku ditangkap di daerah Cakung, Jakarta Timur. “Iya benar pelakunya sudah ditangkap di daerah Cakung, Jaktim,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (25/2/2018). Sapta mengatakan kedua pelaku yang ditangkap berinisial D (20) dan A (14). Saat ini, keduanya sudah berada di Mapolres Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan. Meski demikian, Sapta belum menjelaskan kronologi lengkap penangkapan. “Masih diperiksa pelakunya, nanti akan dirilis ya,” kata Sapta. Sebelumnya diberitakan, Rosidi ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan sekitar pukul 17.00 WIB di kios bakmi miliknya di Jalan Al Baidho II, RT 04/06, Lubang Buaya, Cipayung, Jaktim, Sabtu (24/2). Saat ditemukan kondisi leher Rosidi nyaris putus dan terdapat luka tusukan di perut bagian kirinya. Penjual bakmi asal Kebumen, Jateng ini diduga menjadi korban perampokan sebab saat ditemukan tewas, satu motor miliknya raib digondol pelaku.

Jakarta – Polisi menangkap pelaku pembunuhan Rosidi (40) penjual Bakmi di Cipayung, Jakarta Timur. Pelaku ditangkap di daerah Cakung, Jakarta Timur. “Iya benar pelakunya sudah ditangkap di daerah Cakung, Jaktim,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (25/2/2018). Sapta mengatakan kedua pelaku yang ditangkap berinisial D (20) dan A (14). Saat ini, keduanya sudah berada di Mapolres Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan. Meski demikian, Sapta belum menjelaskan kronologi lengkap penangkapan. “Masih diperiksa pelakunya, nanti akan dirilis ya,” kata Sapta. Sebelumnya diberitakan, Rosidi ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan sekitar pukul 17.00 WIB di kios bakmi miliknya di Jalan Al Baidho II, RT 04/06, Lubang Buaya, Cipayung, Jaktim, Sabtu (24/2). Saat ditemukan kondisi leher Rosidi nyaris putus dan terdapat luka tusukan di perut bagian kirinya. Penjual bakmi asal Kebumen, Jateng ini diduga menjadi korban perampokan sebab saat ditemukan tewas, satu motor miliknya raib digondol pelaku. (idh/idh)

loading… TANGERANG – Pembunuhan sadis terhadap Ana Robinah (35) dan kedua anaknya Syifa Syakila (9) serta Carisa Humaira (3) yang dilakukan suami sekaligus ayah korban Lukman Nurdin menggegerkan warga Tangerang. Pembunuhan diduga dipicu kekesalan Nurdin terhadap sang istri yang menghabiskan uang hanya untuk membayar utang. Pembunuhan di Perumahan Graha Siena 1, Blok M 10/21, Kampung Cipari, RT 03/06, Desa Ciakar, Panongan, Kabupaten Tangerang ini  trerjadi pada Jumat, 13 Oktober 2017 malam kemarin. Kapolsek Panongan AKP Trisno Tahan Uji mengatakan, masih mendalami kronologis pembunuhan terhadap ibu dan kedua anaknya tersebut. “Usai melakukan pembunuhan sadis tersebut, Lukman Nurdin  langsung menyerahkan diri ke Polsek Panongan,” kata Trisno, Sabtu (14/10/2017). Menurut pengakuan tersangka, peristiwa pembunuhan sadis tersebut dipicu oleh persoalan ekonomi. Lukman mendapati istrinya menggunakan seluruh uangnya untuk membayar utang-utangnya. Mengetahui hal itu, mereka lalu terlibat cekcok mulut. Gelap mata, buruh pabrik itu langsung mengambil sebilah pisau dan menancapkannya ke perut sang istri. Tidak hanya itu, Lukman juga menyerang putrinya. “Setelah menghabisi nyawa istri dan kedua putrinya, pelaku langsung menyerahkan diri ke kantor polisi. Keterangan pelaku saat ini masih di dalami, di Polsek Panongan,” sambung AKP Trisno. Seperti diberitakan sebelumnya, Lukman Nurdin, tega membantai istrinya Ana Robinah, dan kedua anaknya Syifa Syakila dan Carisa Humaira.( Baca: Persoalan Ekonomi, Suami Habisi Nyawa Istri dan Dua Putrinya Sekaligus ) (whb)

JAKARTA, NNC – Polisi telah meringkus pelaku pembuhuhan terhadap Rosidi (38), penjual bakmi dan nasi goreng di Jalan Al Baidho II, Cipayung, Jakarta Timur. Dua orang yang diringkus yaitu D (20) dan A (14). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, awalnya korban ditemukan di dalam ruko dagangannya dalam kondisi tewas mengenaskan. Adapun wajah korban sudah ditutupi sarung yang berlumuran darah lantaran di bagian lehernya terdapat luka gorok dan perutnya ada luka tusukan. “Pelaku sudah tertangkap, dan rencananya hari ini akan dirilis,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/2/2018). Terkait kronologis kejadian, ia menerangkan, awalnya pada Jumat (24/2/2018) sekitar jam 09.00 wib saksi Zaenal yang tinggal dan dagang di sebelah lokasi kejadian melihat keponakan korban yang bernama D terduga pelaku masuk ke dalam kios korban dan membuka kunci kios. Namun, hanya sekitar 5 menit saja di dalam kios, D sudah keluar dengan berjalan kaki, dan sekira siang harinya saksi melihat D dan adiknya A pergi keluar kios dengan membawa motor milik korban. Zaenal yang curiga, lantaran sampai dengan jam 17.00 wib sore korban belum terlihat, dan dengan bersama 3 orang saksi lainnya akhirnya Zaenal mendobrak roolingdoor yang dalam keadaan terkunci. Setelah roolingdoor kios dibuka, kemudian saksi Zaenal melihat gorden soket kamar tertutup, dan pada saat dibuka, saksi melihat keadaan korban yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dengan bagian wajah korban ditutupi oleh sarung yang sudah berlumuran darah. Melihat kejadian tersebut saksi kemudian melaporkannya ke Polsek Cipayung , Jakarta Timur. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban mengalami luka gorok di sekeliling leher dan luka tusukan di perut sebelah kiri. Di lokasi kejadian juga ditemukan satu buah golok.

jpnn.com , JAKARTA – Aksi pembunuhan sadis terjadi di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (24/2) sore. Korbannya adalah Rosidi, seorang penjual bakmi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, korban ditemukan tewas di tempatnya berjualan, Bakmi Mas Rizal di Jalan Al Baidho II, RT 04, RW 06, Lubang Buaya, Cipayung, Jaktim. “Diduga korban pembunuhan, karena terdapat sayatan di leher, kemudian motor korban juga dibawa kabur,” kata Argo saat dikonfirmasi, Minggu (25/2). Dari kasus ini polisi telah memeriksa empat orang saksi yang merupakan pedagang di samping kios kepunyaan korban. “Pelakunya disimpulkan ada dua, yakni DR dan AM, sekarang masih dilakukan pengejaran,” imbuh dia. Sementara dari keterangan saksi, mulanya pada pagi sekitar pukul 09.00 WIB pelaku DR bersama korban membuka ke kios. Tak berapa lama DR keluar dari kios. “Lalu siang harinya, DR bersama adiknya AM masuk ke kios lagi. Setelah itu motor korban dibawa oleh kedua terduga pelaku,” sambung dia.

Related Posts

Comments are closed.