KPK Tetap Rencanakan Periksa Novanto di RSCM

KPK Tetap Rencanakan Periksa Novanto di RSCM

KPK membantah pernyataan pengacara Setya Novanto soal cek kesehatan kliennya akan dilakukan di RSPAD. Hingga kini KPK masih condong pemeriksaan dilakukan di RSCM Kencana. Cek kesehatan ini merupakan tindak lanjut permintaan Setya Novanto yang dikabulkan majelis hakim terkait cek kesehatan dan izin besuk. “Saya kira hakim tidak menyatakan demikian (diperiksa di RSPAD). Hakim mengabulkan bahwa terdakwa bisa melakukan cek kesehatan, tapi tidak menentukan tempatnya,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2017). Pemeriksaan di RSCM Kencana, disebut KPK, dilakukan karena memang sudah ada rekam medis Novanto sejak terjadinya kecelakaan pada 16 November lalu. Febri juga berujar pemeriksaan ini bukan pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya sudah pernah ada pengecekan pasca-rawat inap pada 28 November, setelah KPK menahan terdakwa dugaan korupsi proyek e-KTP itu. “Dan karena proses sebelumnya di RSCM, tentu ada medical record di sana. Kalaupun perlu dilakukan pengecekan lagi, tentu kita akan pertimbangkan di RSCM besok (29/12),” ucap Febri. Namun hingga kini KPK belum memastikan kapan pemeriksaan tepatnya akan dilakukan. Soal koordinasi dengan pihak rumah sakit juga belum diungkap Febri. “Saya belum dapat informasi soal besok. Besok akan disampaikan,” tuturnya singkat. Siang tadi, setelah mendampingi Novanto dalam sidang lanjutan e-KTP, Firman Wijaya mengatakan pemeriksaan kliennya akan dilakukan di RSPAD. Pertimbangan ini karena di rumah sakit itulah terdapat rekam medis kesehatan Novanto dari penyakit diabetes hingga jantung. “Iya, mulai besok (berobat). Di RSPAD,” ujar Firman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.

KPK membantah pernyataan pengacara Setya Novanto soal cek kesehatan kliennya akan dilakukan di RSPAD. Hingga kini KPK masih condong pemeriksaan dilakukan di RSCM Kencana. Cek kesehatan ini merupakan tindak lanjut permintaan Setya Novanto yang dikabulkan majelis hakim terkait cek kesehatan dan izin besuk. “Saya kira hakim tidak menyatakan demikian (diperiksa di RSPAD). Hakim mengabulkan bahwa terdakwa bisa melakukan cek kesehatan, tapi tidak menentukan tempatnya,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2017). Pemeriksaan di RSCM Kencana, disebut KPK, dilakukan karena memang sudah ada rekam medis Novanto sejak terjadinya kecelakaan pada 16 November lalu. Febri juga berujar pemeriksaan ini bukan pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya sudah pernah ada pengecekan pasca-rawat inap pada 28 November, setelah KPK menahan terdakwa dugaan korupsi proyek e-KTP itu. “Dan karena proses sebelumnya di RSCM, tentu ada medical record di sana. Kalaupun perlu dilakukan pengecekan lagi, tentu kita akan pertimbangkan di RSCM besok (29/12),” ucap Febri. Namun hingga kini KPK belum memastikan kapan pemeriksaan tepatnya akan dilakukan. Soal koordinasi dengan pihak rumah sakit juga belum diungkap Febri. “Saya belum dapat informasi soal besok. Besok akan disampaikan,” tuturnya singkat. Siang tadi, setelah mendampingi Novanto dalam sidang lanjutan e-KTP, Firman Wijaya mengatakan pemeriksaan kliennya akan dilakukan di RSPAD. Pertimbangan ini karena di rumah sakit itulah terdapat rekam medis kesehatan Novanto dari penyakit diabetes hingga jantung. “Iya, mulai besok (berobat). Di RSPAD,” ujar Firman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.

Majelis hakim mengabulkan permintaan Setya Novanto untuk mengecek kesehatan dan terkait izin besuk. KPK menghormati putusan ini. “Untuk izin besuk memang menjadi kewenangan hakim saat ini. Penetapan hakim tentu harus kita hormati. Hal ini tergantung pihak yang berwenang melakukan penahanan,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi, Kamis (28/12/2017). Sebelumnya memang KPK sempat membatasi pembesuk Novanto dari keluarga dan pengacara saja. Ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan dalam kasus e-KTP. Namun, ketika Novanto sudah berstatus terdakwa, hakimlah yang berhak berwenang memutuskan. Sementara itu, cek kesehatan rencananya akan dilaksanakan Jumat (29/12) di RSPAD. KPK segera merumuskan teknis pemeriksaan Novanto. “Untuk cek kesehatan pun demikian. Nanti kami pastikan lagi teknisnya,” kata Febri. Sebelumnya, saat Novanto mengalami kecelakaan di tengah perburuan KPK pada 16 November, dia dirawat di RS Medika Permata Hijau. KPK kemudian membantarkan penahanan Novanto dan merujuknya ke RSCM sehari kemudian. Sejak ditahan di rutan KPK pun, Novanto sempat menjalani pengecekan pasca-rawat inap di RSCM pada 28 November. Sebenarnya KPK juga membuka kemungkinan pemeriksaan di rumah sakit pemerintah tersebut setelah majelis hakim mengabulkan cek kesehatan Novanto. “Kalau mengacu pada rekam medis pemeriksaan awal, maka dapat cek ke RSCM. Apalagi sebelumnya cek kesehatan setelah terjadi rawat inap juga sudah dilakukan satu kali,” ujar Febri lagi. Hanya, pihak Setya Novanto meminta pemeriksaan dilaksanakan di RSPAD karena di rumah sakit itulah tersimpan rekam medis Novanto terkait penyakit diabetes dan jantung. Dalam sidang dugaan korupsi proyek e-KTP sebelumnya, ketua majelis hakim Yanto mengabulkan permintaan Novanto untuk mengecek kesehatan. Selain itu, hakim mengabulkan permintaan Novanto terkait izin besuk. “Permohonan Saudara cek kesehatan hari Jumat (29/12) dan izin besuk dikabulkan majelis hakim,” kata Yanto.

Foto: Agung Pambudhy/detikcom Jakarta – KPK membantah pernyataan pengacara Setya Novanto soal cek kesehatan kliennya akan dilakukan di RSPAD. Hingga kini KPK masih condong pemeriksaan dilakukan di RSCM Kencana. Cek kesehatan ini merupakan tindak lanjut permintaan Setya Novanto yang dikabulkan majelis hakim terkait cek kesehatan dan izin besuk. “Saya kira hakim tidak menyatakan demikian (diperiksa di RSPAD). Hakim mengabulkan bahwa terdakwa bisa melakukan cek kesehatan, tapi tidak menentukan tempatnya,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2017). Pemeriksaan di RSCM Kencana, disebut KPK, dilakukan karena memang sudah ada rekam medis Novanto sejak terjadinya kecelakaan pada 16 November lalu. Febri juga berujar pemeriksaan ini bukan pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya sudah pernah ada pengecekan pasca-rawat inap pada 28 November, setelah KPK menahan terdakwa dugaan korupsi proyek e-KTP itu. “Dan karena proses sebelumnya di RSCM, tentu ada medical record di sana. Kalaupun perlu dilakukan pengecekan lagi, tentu kita akan pertimbangkan di RSCM besok (29/12),” ucap Febri. Namun hingga kini KPK belum memastikan kapan pemeriksaan tepatnya akan dilakukan. Soal koordinasi dengan pihak rumah sakit juga belum diungkap Febri. “Saya belum dapat informasi soal besok. Besok akan disampaikan,” tuturnya singkat. Siang tadi, setelah mendampingi Novanto dalam sidang lanjutan e-KTP, Firman Wijaya mengatakan pemeriksaan kliennya akan dilakukan di RSPAD. Pertimbangan ini karena di rumah sakit itulah terdapat rekam medis kesehatan Novanto dari penyakit diabetes hingga jantung. “Iya, mulai besok (berobat). Di RSPAD,” ujar Firman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat. (nif/jor) kpk setya novanto

Setya Novanto selaku anggota DPR RI periode 2009-2014 bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjono, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dan Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Dirjen Dukcapil Kemendagri dan kawan-kawan diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu koporasi, menyahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan sehingga diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara atas perekonomian negara sekurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp5,9 triliun dalam pengadaan paket penerapan KTP-E 2011-2012 Kemendagri.

Related Posts

Comments are closed.