Korban Meninggal Longsor Brebes Jadi 11 Orang

Korban Meninggal Longsor Brebes Jadi 11 Orang

Tim SAR gabungan masih mencari korban longsor di Brebes, Jawa Tengah. Sampai saat ini, sudah ada 11 orang tewas akibat bencana itu. “Berdasarkan laporan dari Posko Tanggap Darurat Bencana Longsor di Brebes hingga saat ini terdapat 11 korban meninggal dunia, 7 orang hilang belum ditemukan, 4 orang masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas, dan 4 orang selamat yang sebelumnya dilaporkan hilang,” ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Minggu (25/2/2018). [Gambas:Video 20detik] Sutopo menerangkan, proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi masih terus dilakukan di Desa Panjang, Kecamatan Salem, Brebes. Sebanyak 400 personil tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Tagana, dan relawan dikerahkan. “5 alat berat pun dikerahkan membantu pencarian korban. Komandan Kodim 0713/Brebes selaku Komandan Tanggap Darurat Bencana Longsor Brebes terus memimpin percepatan evakuasi korban,” kata Sutopo. Sementara itu, penanganan banjir di Kecamatan Losari, Brebes sudah surut. Meski begitu, banjir masih menggenani lahan pertanian dan pemukiman. Sedangkan untuk trasportasi sudah bisa dilalui baik darat maupun kereta api. Petugas sedang fokus untuk mempebaiki tanggul Sungai Cisanggarung yang jebol. Ada dua lokasi tanggul jebol yang saat ini sedang diperbaiki. “Di Dukuh Kalibuntu Desa Bojongsari tanggul jebol sepanjang 60 meter dan lebar 6 meter. Sedangkan di Dukuh Babakan Desa Bojongsari sepanjang 25 meter lebar 6 meter,” ucap Sutopo. Berikut identitas korban longsor Brebes.: Korban meninggal dunia yang ditemukan: 1.Hj. Kadini (P, 66 th), Desa Pasirpanjang (TKP, 22-2-2018). 2. Casto (L, 48 th), Desa Bentarsari (TKP, 22-2-2018). 3. Wati (P, 80 th), Desa Pasirpanjang (TK, 22-2-2018). 4. Radam (L, 59 th), Desa Cikokol /Bantarkawung, (TKP, 22-2-2018). 5. Kiswan/Tewol (L, 45 th) Desa Pasirpanjang (TKP, 22-2-2018). 6. Wartinah (P, 46 th) Desa Ciputih (TKP, 23-2-2018). 7.Carki (P, 53 th) Desa Pasirpanjang (RSU Majenang). 8. Sarmah (P, 60 th) Desa Pasirpanjang (TKP, 24-2-2018). 9. Turkiah (P, 44 th) Desa Pasirpanjang (TKP 25-2-2018). 10. Rasminah (P) Desa Pasirpanjang. 11.Casti (P, 58 th) Desa Pabuaran. Korban hilang belum ditemukan : 1. Marsui (L) Desa Pasirpanjang. 2. Suwirso (L) Desa Pasirpanjang. 3. Haryanto (L) Desa Pasirpanjang. 4. Wastim Wahyu (L, 48 th) Desa Pasirpanjang. 5. Darsip (P) Desa Pasirpanjang. 6. Rustam Rusyadi (L) Desa Bentar. 7.Sujono (L, 57 th) Desa Pasirpanjang. Korban dirawat di RSU/Puskesmas : 1.Windi Yuliani (P, 19 th) Ds. Bentar (RSU Margono). 2 Turti (P, 46 th) Ds. Pasirpanjang (Puskesmas Bentar). 3. Watira (P, 50 th) Ds. Pasirpanjang (Puskesmas Bentar). 4. Minarto (L, 50 th) (Puskesmas Bentar). Korban selamat yang sebelumnya dilaporkan hilang: 1.Daswa (L) Ds. Pasirpanjang. 2. Ajid (L) Ds. Bentar. 3. Tarsinah (P, 54 th) Ds. Pasirpanjang. 4. Kuswanto (L, 60 th) Da. Pasirpanjang.

Baca juga :

Peristiwa 25 Feb 2018 12:05 Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti berhasil mengalahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam lomba adu cepat olahraga air. Peristiwa 25 Feb 2018 11:27 Meski terisolir, warga hingga kini masih enggan untuk mengungsi, padahal ini sudah masuk hari ketiga banjir merendam wilayah ini. Peristiwa 25 Feb 2018 11:13 Mia mejelaskan, ada 200-an motor dalam data komunitasnya yang dipakai berakitivitas sehari-hari. Peristiwa 25 Feb 2018 10:43 Sandi berenang sejauh 1 kilometer sedangkan Susi dengan menggunakan paddling. Politik 25 Feb 2018 10:21 Partai Demokrat akan menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) pada 10-11 Maret mendatang. Peristiwa 25 Feb 2018 10:02 Saat ini Sandiaga dan Susi sudah bersiap lomba adu cepat olahraga air. Sandi akan berenang sedangkan Susi menggunakan perahu kano.


Baca juga : skk migas

Energi & Tambang 07 Feb 2018 19:44 Pada akhir Triwulan IV tahun 2017 PHE ABAR telah melakukan pemboran sumur eksplorasi Karunia 1-X. Energi & Tambang 06 Feb 2018 10:00 Berdasarkan APBN 2018, target lifting yang di alokasikan untuk Blok Mahakam adalah sebesar 48.271 barel per hari (bph). Energi & Tambang 09 Jan 2018 18:30 SKK Migas menyatakan akan mencari sendiri pembeli harga gas pipa Blok Masela. Energi & Tambang 09 Jan 2018 12:17 SKK Migas mencatat produksi siap jual (lifting) minyak selama 2017 mencapai 803,8 ribu barel per hari (bph). Energi & Tambang 05 Jan 2018 18:46 Dampak penurunan harga minyak masih dirasakan sampai 2017. Hal ini ditunjukan dengan tidak tercapainya target investasi hulu migas. ‎ Energi & Tambang 05 Jan 2018 17:31 Produksi siap jual (lifting) migas ‎pada 2017 justru mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Energi & Tambang 05 Jan 2018 15:15 Pada 2017 lifting migas hanya 98,9 persen dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP). Energi & Tambang 05 Jan 2018 12:13 Realisasi lifting minyak bumi sebesar Rp 803,8 ribu barel per hari (Barel Oil per Day/BOPD). Peristiwa 17 Des 2017 08:00 PGN Dipercaya Pemerintah Jual LNG Blok Sanga-Sanga Energi & Tambang 14 Des 2017 19:15 Sampai 12 Desember 2017, produksi minyak Indonesia mencapai 786.504 barel per hari (bph). Energi & Tambang 14 Des 2017 13:53 Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pun turun 54 sen menjadi US$ 56,60 per barel. Energi & Tambang 12 Des 2017 14:40 Proyek yang dianggap strategis dan memiliki urgensi tinggi diharapkan dapat direalisasikan dalam kurun waktu yang singkat Energi & Tambang 05 Des 2017 11:15 SKK Migas pun telah melakukan perjanjian penandatanganan nota kesepahaman dengan industri produsen baja. SPONSORED Ada lima proyek hulu migus yang ditetapkan jadi proyek strategis nasional. Proyek apa sajakah itu? Energi & Tambang 29 Nov 2017 07:45 Peningkatan peluang keterlibatan perusahaan lokal dan UKM tersebut terdapat dalam peraturan yang dikeluarkan SKK Migas. Peristiwa 28 Nov 2017 10:30 SKK Migas dan Kontraktor KKS mengenalkan industri migas ke kampus-kampus lewat acara SKK Migas Goes to Campus Energi & Tambang 16 Nov 2017 16:30 Indonesia harus mengembalikan periode puncak tersebut dengan produksi minyak 1,7 juta barel per hari. Energi & Tambang 16 Nov 2017 12:01 SKK Migas telah memberikan kesempatan kepada perusahaan daerah untuk ikut terlibat dalam penyediaan barang dan jasa di industri hulu migas. Ekonomi 15 Nov 2017 16:00 Menanggapi temuan tersebut, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) telah melakukan sejumlah langkah. Energi & Tambang 08 Nov 2017 20:35 Penghematan ini berasal dari diskon pembelian dan perawatan yang sama untuk seluruh kontraktor kontrak Kerja Sama (KKKS) di Indonesia. Energi & Tambang 05 Nov 2017 18:44 Kebijakan contract mirroring yang mencakup lebih dari 500 kontrak ini akan memberikan kepastian kesinambungan operasi.


Baca juga :

Peta budaya Aceh Barat adalah wilayah pesisir bagian barat propinsi Aceh yang dewasa ini meliputi 2 kabupaten luas yakni Aceh Barat dan Aceh Selatan. Dua kota yang berkembang di daerah tersebut adalah Tapaktuan, ibukota Aceh Selatan dan Meulaboh ibukota Aceh Barat. Meulaboh, dimasa lalu menjadi bandar yang cukup ramai didatangi oleh para niagawan manca negara. Mereka membawa serta aneka keterampilan serta kebiasaan yang memperkaya budaya setempat sehingga tampil sebagaimana dewasa ini dikenal dengan gaya Aceh Barat.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Bangsi Alas adalah sejenis isntrumen tiup dari bambu yang dijumpai di daerah Alas, Kabupeten Aceh Tenggara. Secara tradisional pembuatan Bangsi dikaitkan dengan adanya orang meninggal dunia di kampung/desa tempat Bangsi dibuat. Apabila diketahui ada seorang meninggal dunia, Bangsi yang telah siap dibuat sengaja dihanyutkan disungai. Setelah diikuti terus sampai Bangsi tersebut diambil oleh anak-anak, kemudian Bangsi yang telah di ambil anak-anak tadi dirampas lagi oleh pembuatnya dari tangan anak-anak yang mengambilnya. Bangsi inilah nantinya yang akan dipakai sebagai Bangsi yang merdu suaranya. Ada juga Bangsi kepunyaan orang kaya yang sering dibungkus dengan perak atau suasa.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Serune Kalee merupakan isntrumen tradisional Aceh yang telah lama berkembang dan dihayati oleh masyarakat Aceh. Musik ini populer di daerah Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Barat. Biasanya alat musik ini dimainkan bersamaan dengan Rapai dan Gendrang pada acara-acara hiburan, tarian, penyambutan tamu kehormatan. Bahan dasar Serune Kalee ini berupa kayu, kuningan dan tembaga. Bentuk menyerupai seruling bambu. Warna dasarnya hitam yang fungsi sebagai pemanis atau penghias musik tradisional Aceh.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Penduduk Palembang merupakan etnis Melayu , dan menggunakan Bahasa Melayu yang telah disesuaikan dengan dialek setempat yang kini dikenal sebagai Bahasa Palembang. Namun para pendatang seringkali menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari, seperti bahasa Komering, Rawas, dan Lahat. Pendatang dari luar Sumatera Selatan terkadang juga menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari dalam keluarga atau komunitas kedaerahan. Namun untuk berkomunikasi dengan warga Palembang lain, penduduk umumnya menggunakan bahasa Palembang sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Selain penduduk asli, di Palembang terdapat pula warga pendatang dan warga keturunan, seperti dari Jawa , Minangkabau , Madura , Bugis , dan Banjar .

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Sejarah tua Palembang serta masuknya para pendatang dari wilayah lain, telah menjadikan kota ini sebagai kota multi-budaya. Sempat kehilangan fungsi sebagai pelabuhan besar, penduduk kota ini lalu mengadopsi budaya Melayu pesisir, kemudian Jawa. Sampai sekarang pun hal ini bisa dilihat dalam budayanya. Salah satunya adalah bahasa. Kata-kata seperti “lawang (pintu)”, “gedang (pisang)”, adalah salah satu contohnya. Gelar kebangsawanan pun bernuansa Jawa, seperti Raden Mas/Ayu. Makam-makam peninggalan masa Islam pun tidak berbeda bentuk dan coraknya dengan makam-makam Islam di Jawa.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Kultur budaya yang berkembang di Banjarmasin sangat banyak hubungannya dengan sungai, rawa dan danau, disamping pegunungan. Tumbuhan dan binatang yang menghuni daerah ini sangat banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupan mereka. Kebutuhan hidup mereka yang mendiami wilayah ini dengan memanfaatkan alam lingkungan dengan hasil benda-benda budaya yang disesuaikan. hampir segenap kehidupan mereka serba relegius. Disamping itu, masyarakatnya juga agraris, pedagang dengan dukungan teknologi yang sebagian besar masih tradisional.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Urang Banjar mengembangkan sistem budaya, sistem sosial dan material budaya yang berkaitan dengan relegi, melalui berbagai proses adaptasi, akulturasi dan assimilasi. Sehingga nampak terjadinya pembauran dalam aspek-aspek budaya. Meskipun demikian pandangan atau pengaruh Islam lebih dominan dalam kehidupan budaya Banjar, hampir identik dengan Islam, terutama sekali dengan pandangan yang berkaitan dengan ke Tuhanan (Tauhid), meskipun dalam kehidupan sehari-hari masih ada unsur budaya asal, Hindu dan Budha.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

‘Seni Tari’ Seni Tari suku Banjar terbagi menjadi dua, yaitu seni tari yang dikembangkan di lingkungan istana (kraton), dan seni tari yang dikembangkan oleh rakyat. Seni tari kraton ditandai dengan nama “Baksa” yang berasal dari bahasa Jawa (beksan) yang menandakan kehalusan gerak dalam tata tarinya. Tari-tari ini telah ada dari ratusan tahun yang lalu, semenjak zaman hindu, namun gerakan dan busananya telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi dewasa ini. Contohnya, gerakan-gerakan tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan adab islam mengalami sedikit perubahan. Seni tari daerah Banjar yang terkenal misalnya :

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Seni ukir terdiri atas tatah surut (dangkal) dan tatah babuku (utuh). Seni ukir diterapkan pada kayu dan kuningan. Ukiran kayu diterapkan pada alat-alat rumah tangga, bagian-bagian rumah dan masjid, bagian-bagian perahu dan bagian-bagian cungkup makam. Ukiran kuningan diterapkan benda-benda kuningan seperti cerana, abun, pakucuran, lisnar, perapian, cerek, sasanggan, meriam kecil dan sebagainya. Motif ukiran misalnya Pohon Hayat, pilin ganda, swastika, tumpal, kawung, geometris, bintang, flora binatang, kaligrafi, motif Arabes dan Turki.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Menurut masyarakat Nias, salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut “Sigaru Tora`a” yang terletak di sebuah tempat yang bernama “Tetehöli Ana’a”. Menurut mitos tersebut di atas mengatakan kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana’a karena memperebutkan Takhta Sirao. Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Dalam budaya Ono Niha terdapat cita-cita atau tujuan rohani hidup bersama yang termakna dalam salam “Ya’ahowu” (dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia “semoga diberkati”). Dari arti Ya’ahowu tersebut terkandung makna: memperhatikan kebahagiaan orang lain dan diharapkan diberkati oleh Yang Lebih Kuasa. Dengan kata lain Ya’ahowu menampilkan sikap-sikap: perhatian, tanggungjawab, rasa hormat, dan pengetahuan. Jadi makna yang terkandung dalam “Ya’ahowu” tidak lain adalah persaudaraan (dalam damai) yang sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk pengembangan hidup bersama.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Adat Minangkabau pada dasarnya sama seperti adat pada suku-suku lain, tetapi dengan beberapa perbedaan atau kekhasan yang membedakannya. Kekhasan ini terutama disebabkan karena masyarakat Minang sudah menganut sistem garis keturunan menurut Ibu, matrilinial, sejak kedatangannya di wilayah Minangkabau sekarang ini. Bold text Kekhasan lain yang sangat penting ialah bahwa adat Minang merata dipakai oleh setiap orang di seluruh pelosok nagari dan tidak menjadi adat para bangsawan dan raja-raja saja. Setiap individu terikat dan terlibat dengan adat, hampir semua laki-laki dewasa menyandang gelar adat, dan semua hubungan kekerabatan diatur secara adat.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

1.        Adat nan Sabana Adat , adat yang paling stabil dan umum, dan sebenarnya berlaku bukan hanya di Minangkabau saja, melainkan di seluruh alam semesta ini. Disepakati bahwa adat yang sebenarnya adat adalah Hukum Alam atau Sunnatullah, dan Hukum Allah yang tertuang di dalam ajaran Islam. Dengan mengambil Alam takambang menjadi guru adat Minang dapat menjamin kompatibilitasnya untuk segala zaman dan dengan demikian menjaga kelangsungannya di hadapan budaya asing yang melanda. Masuknya agama Islam ke Minangkabau, juga telah melengkapi Adat Minang itu menjadi kesatuan yang mencakup unsur duniawi dan unsur transedental.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

2.        Adat nan Diadatkan. Adat Minang menjadi adat Minang adalah karena suatu identitas dengan kesatuan etnis dan wilayah : adat Minang adalah adat yang diadatkan oleh Orang Minang, di Minangkabau. Jadi adat Minang itu sama di seluruh Minangkabau, dan setiap orang Minang be dan leluasa membuat penyesuaian-penyesuaian, maka adat itu akan bertahan dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya akan sense of order. Tidak ada unsur paksaan yang akan terasa jika adat itu monolitik dan seragam di seluruh wilayah.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Suku merupakan basis dari organisasi sosial dan sekaligus tempat pertarungan kekuasaan yang fundamental. Komposisi dari masing-masing unit keluarga atau suku, berdasarkan jumlah anggota keluarga yang memiliki garis keturunan yang sama dari pihak ibu. Suku terbagi-bagi ke dalam beberapa cabang keluarga yang lebih kecil atau biasa disebut kaum. Adapun unit yang paling kecil disebut paruik. Sebuah paruik biasanya tinggal pada sebuah rumah gadang secara bersama-sama.[19] Hanya kaum perempuan dan anak-anak yang jadi penghuni rumah gadang. Sedangkan laki-laki menetap di rumah istrinya, dan jika laki-laki tersebut belum menikah biasanya tidur di surau. Surau biasa digunakan sebagai tempat mengaji Al Qur’an, berdiskusi, dan berlatih silat.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Selain sebagai basis politik, suku juga merupakan basis dari unit-unit ekonomi. Kekayaan ditentukan oleh kepemilikan tanah keluarga, harta, dan sumber-sumber pemasukan lainnya yang semuanya itu dikenal sebagai harta pusaka. Harta pusaka merupakan harta milik bersama dari seluruh anggota kaum-keluarga. Harta pusaka tidak dapat diperjualbelikan dan tidak dapat menjadi milik pribadi. Harta pusaka semacam dana jaminan bersama untuk melindungi anggota kaum-keluarga dari kemiskinan. Jika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan atau tertimpa musibah, maka harta pusaka dapat digadaikan.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Tari Payung merupakan tari tradisi Minangkabau yang saat ini telah banyak perubahan dan dikembangkan oleh senian-seniman tari terutama di Sumatra Barat. Awalnya tari ini memiliki makna tentang kegembiraan muda mudi (penciptaan) yang memperlihatkan bagaimana perhatian seorang laki-laki terhadap kekasihnya. Payung menjadi icon bahwa keduanya menuju satu tujuan yaitu membina rumah tangga yang baik. Keberagaman Tari Payung tidak membunuh tari payung yang ada sebagai alat ungkap budaya Minangkabau. Keberagaman tersebut hanyalah varian dari tari-tari yang sudah ada sebelumnya. Sikap ini penting diambil untuk kita tidak terjebak dengan penilaian bahwa varian tari yang satu menyalahi yang lainnya. Sejauh tri terseut tidak melenceng dari akar tradisinya, maka kreasi menjadi alat kreativitas seniman dalam menyikapi budaya yang sedang berkembang.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Upacara agama dikenal dengan sebagai punen, puliaijat atau lia harus dilakukan bersamaan dengan aktivitas manusia sehingga dapat mengurangi gangguan. Upacara dipimpin oleh para sikerei yang dapat berkomunikasi dengan roh dan jiwa yang tidak dapat dilihat orang biasa. Roh makhluk yang masih hidup maupun yang telah mati akan diberikan sajian yang banyak disediakan oleh anggota suku. Rumah adat (uma) dihiasi, daging babi disajikan dan diadakan tarian (turuk) untuk menyenangkan roh sehingga mereka akan mengembalikan keharmonisan. Selama diadakan acara, maka sistem tabu atau pantangan (kekei) harus dijalankan dan terjadi pula berbagai pantangan terhadap berbagai aktivitas keseharian.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Salah satu kelengkapan busana suku Mentawai, yang khususnya dipakai kaum pria adalah cawat, penutup aurat, terbuat dari kulit kayu pohon baguk dan sebut kabit. Kaum wanita memakai sejenis rok yang terbuat dari dedaunan pisang yang diolah secara khusus dan dililitkan kepinggang untuk menutupi aurat, disebut sokgumai. Selain kabit dan sokgumai, orang-orang Mentawai dapat dikatakan tidak menggunakan apa-apa lagi yang benar-benar menutup tubuhnya selain aneka perhiasan serta dekorasi tubuh yang terbuat dari untaian manik-manik, gelang-gelang, bunga-bungaan dan daundaunan.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Tato adalah busana kebanggaan, dianggap abadi dan dipakai serta dikenakan hingga ajal. Warna tato biasanya biru kehitaman dan diungkapkan dalam garis-garis kontur geometris simetris. Bagian yang biasanya dihiasi tato adalah pipi dan punggung. Lalu disusul dengan tangan, dada, paha dan pantat, terakhir pangkal kaki antara lutut dan pergelangan kaki. Proses tato dilaksanakan pada tahap-tahap tertentu dalam umur manusia, diawali pada usia 7-11 tahun dan dilanjutkan secara bertahap hingga usia 18-19 tahun.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P.Pongok, P. Mendanau dan P.Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki pantai yang indah dan kerukunan antaretnis. Ibu kota provinsi ini ialah Pangkalpinang. Pemerintahan provinsi ini disahkan pada tanggal 9 Februari 2001. Setelah dilantiknya Pj.Gubernur yakni H.Amur Muchasim, SH (mantan Sekjen Depdagri) yang menandai dimulainya aktivitas roda pemerintahan provinsi

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya adalah bagian dari Sumatera Selatan, namun menjadi provinsi sendiri bersama Banten dan Gorontalo pada tahun 2000. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tanggal 21 November 2000 yang terdiri dari Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang. Pada tahun 2003 berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tanggal 23 Januari 2003 dilakukan pemekaran wilayah dengan penambahan 4 kabupaten yaitu Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur. Propinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan pemekaran wilayah dari Provinsi Sumatra Selatan.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Berkaitan dengan tiang, masyarakat Kepulauan Bangka Belitung mengenal falsafah 9 tiang. Bangunan didirikan di atas 9 buah tiang, dengan tiang utama berada di tengah dan didirikan pertama kali. Atap ditutup dengan daun rumbia. Dindingnya biasanya dibuat dari pelepah/kulit kayu atau buluh (bambu). Rumah Melayu Bubung Panjang biasanya karena ada penambahan bangunan di sisi bangunan yang ada sebelumnya, sedangkan Bubung Limas karena pengaruh dari Palembang. Sebagian dari atap sisi bangunan dengan arsitektur ini terpancung. Selain pengaruh arsitektur Melayu ditemukan pula pengaruh arsitektur non-Melayu seperti terlihat dari bentuk Rumah Panjang yang pada umumnya didiami oleh warga keturunan Tionghoa. Pengaruh non-Melayu lain datang dari arsitektur kolonial, terutama tampak pada tangga batu dengan bentuk lengkung.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

–     Kedik adalah alat tradisional yang digunakan sebagai alat pertanian. Alat ini digunakan di perkebunan terutama di kebun lada. Dalam menggunakannya si pemakai harus berjongkok dan bergerak mundur atau menyamping. Alat ini digunakan dengan cara diletakkan pada tanah dan ditarik ke belakang. Alat ini efektif untuk membersihkan rumput pengganggu tanaman lada. Kedik biasanya digunakan oleh kaum wanita karena alatnya kecil dan relatif lebih ringan. Kedik hanya dapat digunakan untuk rumput jenis yang kecil atau rumput yang tumbuh dengan akar yang dangkal, bukan ilalang.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Rusip adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan bilis yang dicuci bersih dan diriskan secara steril, kemudian dicampur dengan garam yang komposisinya seimbang. Di samping itu ditambahkan juga air gula kabung agar aroma lebih terasa, kemudian disimpan sampai menjadi matang tanpa proses pemanasan. Adonan ini harus ditutup dengan wadah yang rapat agar tidak tercampur dengan benda asing apapun. Dahulu biasanya proses adonan ini ditempatkan dalam guci yang bermulut sempit. Suhu ruangan harus dijaga. Makanan ini dapat dimasak dulu atau dimakan langsung dengan lalapan.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Asal usul Pakaian Adat Pengantin ini menurut keterangan orang zaman dulu yang berasal dari negri Cina, menurut mereka ada saudagar dari Arab yang datang ke negri Cina sambil memberitakan agama Islam dan saudagar ini jatuh cinta pada seorang gadis cina. kemudian mereka melangsungkan pernikahan, pada pernikahan ini mereka menggunakan Pakaian Adat negri masing-masing. Selanjutnya,karena banyaknya orang-orang Cina dan Arab yang datang merantau ke pulau Bangka terutama ke Kota Mentok yang merupakan pusat pemerintahan pada saat itu. Diantara para perantau itu ada yang melakukan pernikahan di pulau bangka. Oleh karena itu banyak orang Bangka yang meniru Pakaian Adat Pengantin tersebut.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Gorontalo sebagai salah satu suku yang ada di Pulau Sulawesi memiliki aneka ragam kesenian daerah, baik tari, lagu, alat musik tradisional, adat-istiadat, upacara keagamaan, rumah adat, dan pakaian adat. Tarian yang cukup terkenal di daerah ini antara lain, Tari Bunga, Tari Polopalo, Tari Danadana, Zamrah, dan Tari Langga.  Sedangkan lagu-lagu daerah Gorontalo yang cukup dikenal oleh masyarakat Gorontalo adalah Hulandalo Lipuu (Gorontalo Tempat Kelahiranku), Ambikoko, Mayiledungga (Telah Tiba), Mokarawo (Membuat Kerawang), Tobulalo Lo Limuto (Di Danau Limboto), dan Binde Biluhuta (Sup Jagung).

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Menurut masyarakat Gorontalo, nenek moyang mereka bernama Hulontalangi, artinya ‘pengembara yang turun dari langit’. Tokoh ini berdiam di Gunung Tilongkabila.  Kemudian dia menikah dengan salah seorang perempuan pendatang yang bernama Tilopudelo yang singgah dengan perahu ke tempat itu. Perahu tersebut berpenumpang delapan orang. Mereka inilah yang kemudian menurunkan orang Gorontalo, tepatnya yang menjadi cikal bakal masyarakat keturunan Gorontalo saat ini. Sejarawan Gorontalo pun cenderung sepakat tentang pendapat ini karena hingga saat ini ada kata bahasa Gorontalo, yakni ‘Hulondalo’ yang bermakna ‘masyarakat, bahasa, atau wilayah Gorontalo’. Sebutan Hulontalangi kemudian berubah menjadi Hulontalo dan akhirnya menjadi Gorontalo.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Dalam adat-istiadat Gorontalo, setiap warna memiliki makna atau lambang tertentu. Karena itu, dalam upacara pernikahan masyarakat Gorontalo hanya menggunakan empat warna utama, yaitu merah, hijau, kuning emas, dan ungu. Warna merah dalam masyarakat adat Gorontalo  bermakna ‘ keberanian dan tanggung jawab;  hijau bermakna ‘kesuburan, kesejahteraan, kedamaian, dan kerukunan’; kuning emas bermakna  ‘kemuliaan, kesetian, kebesaran, dan kejujuran’; sedangkan warna ungu bermakna ‘keanggunanan dan kewibawaan’.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Dengan dasar pandangan terhadap warna tersebut, maka pada hiasan untuk upacara pernikahan masyarakat Gorontalo hanya menggunakan empat warna utama di atas (merah, hijau, kuning emas, dan ungu). Sebagaimana disebutkan di atas, masyarakat Gorontalo memiliki pakaian khas tersendiri untuk berbagai upacara adat baik perkawinan, pengkhitanan, pembaitan, dan penyambutan tamu. Pakaian adat pengantin disebut Paluawala atau Bili’u.  Pada waktu akad nikah pengantin mengenakan pakaian adapt yang disebut Wolimomo dan Payungga. Saat itu pengantin pria berada di kamar adat yang disebut Huwali Lo Humbiya. Paluwala artinya polunete unggala’a to delemo pohla’a,  yakni suatu ikatan keluarga pada keluarga besar: Duluwo lou limo lo pohala’a Gorontalo, Limboto, Suwawa, Bolango, dan Atinggola.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Sedangkan Bili’u berasal dari kata bilowato artinya ‘yang diangkat’, yakni sang gadis diangkat dengan memperlihatkan ayuwa  (sikap)  dan popoli  (tingkah laku), termasuk sifat dan pembawaanya di lingkungan keluarga. Pakaian ini dipakai pada waktu pengantin duduk bersanding di pelaminan yang disebuat pu’ade atau tempat pelaminan. Kemudian pengantin mengenakan pakaian Madipungu dan Payunga Tilambi’o,  yaitu pakaian pengantin wanita tanpa Bayalo Bo”Ute atau hiasan kepala, cukup pakai konde dengan hiasan sunthi dan pria memakai Payunga Tilambi’o.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Dalam adat perkawinan Gorontalo sebelum  hari H dilaksanakan acara “Dutu“,  di mana kerabat pengantin pria akan mengantarkan harta dengan membawakan buah–buahan, seperti buah jeruk, nangka, nenas, dan tebu. Setiap  buah yang dibawa juga punya makna tersendiri, misalnya buah jeruk bermakna bahwa ‘pengantin harus merendahkan diri’, duri jeruk bermakna bahwa ‘pengantin harus menjaga diri’, dan rasanya yang manis bermakna bahwa ‘pengantin harus menjaga tata kerama atau bersifat manis supaya disukai orang. Nenas, durinya juga bermakna bahwa pengantin  harus menjaga diri, dan begitu pula rasanya yang manis. Nangka dalam bahasa Gorontalo Langge lo olooto, yang berbau harum dan  berwarna kuning emas mempunyai  arti bahwa pengantin tersebut harus memiliki sifat penyayang dan penebar keharuman. Tebu warna kuning bermakna bahwa pengantin harus menjadi orang yang disukai  dan teguh dalam pendirian.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Dengan adanya kerajaan-kerajaan pada masa lalu muncul kelas-kelas dalam masyarakat Gorontalo; kelas raja dan keturunannya (wali-wali), lapisan rakyat kebanyakan (tuangolipu), dan lapisan budak (wato). Perbedaan kelas ini semakin hilang seiring dengan semakin besarnya pengaruh ajaran Islam yang tidak mengenal kelas sosial. Namun, pandangan tinggi rendah dari satu pihak terhadap pihak lain masih terasakan sampai saat ini. Dasar pelapisan sosial seperti ini semakin bergeser oleh dasar lain yang baru, yaitu jabatan, gelar, pendidikan, dan kekayaan ekonomi.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Masjid Agung Baiturrahim yang terletak di pusat Kota Gorontalo dewasa ini merupakan masjid tertua yang dibangun di daerah ini. Masjid tersebut didirikan bersamaan dengan pembangunan Kota Gorontalo yang baru dipindahkan dari Dungingi ke Kota Gorontalo, tepatnya Kamis, 6 Syakban 1140 Hijriah atau 18 Maret  1728 M oleh Paduka Raja Botutihe. Belaiu adalah  Kepala Pemerintahan Batato Lo Hulondalo atau Kerajaan Gorontalo pada waktu itu. Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo adalah masjid yang tua di daerah Gorontalo. Masjid ini didirikan bertalian erat dengan perkembangan Pemerintahan adat di daerah Gorontalo.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Luas wilayahnya 32.548 km², atau sekitar 25,04% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Di samping itu terdapat sejumlah dialek Bahasa Jawa; namun secara umum terdiri dari dua, yakni kulonan dan timuran. Kulonan dituturkan di bagian barat Jawa Tengah, terdiri atas Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal; dialek ini memiliki pengucapan yang cukup berbeda dengan Bahasa Jawa Standar. Sedang Timuran dituturkan di bagian timur Jawa Tengah, diantaranya terdiri atas Dialek Solo, Dialek Semarang. Diantara perbatasan kedua dialek tersebut, dituturkan Bahasa Jawa dengan campuran kedua dialek; daerah tersebut diantaranya adalah Pekalongan dan Kedu.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Masing-masing rumah adat yang ada di Indonesia memiliki ciri-ciri tersendiri dimana rumah adat Jawa Timur memiliki ciri-ciri bangunan berbentuk persegi panjang. Rumah Joglo mempunyai 16 buah tiang atau kolom sebagai penopang konstruksi atap yang terdiri dari 4 buah “saka guru” dengan masing masing tiang berukuran (15cm x 15cm) dan 12 buah tiang emper masing-masing berukuran (11cm x 11cm), serta mempunyai 5 buah “Blandar Tumpang Sari” lengkap dengan “kendhit”atau “koloran” yang berfungsi sebagai balok penyiku konstruksi utama bangunan tersebut. Keseluruhan bangunan asli menggunakan material struktur kayu jati dan mempunyai ukuran 8,4 m x 7,6 m.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Karapan Sapi merupakan salah satu budaya khas di Jawa Timur yaitu karapan sapi dimana Karapan sapi merupakan salah satu jenis kesenian tradisional yang selalu dilakukan oleh masyarakat P. Madura, Jawa Timur karena di Jawa Timur masih terdapat tradisi perlombaan pacuan sapi jadi pada perlombaan ini akan memperlihatkan dimana beberapa ekor sapi nantinya akan berlomba adu cepat untuk memenangkan perlombaan dan ditambah juga dengan ritual arak-arakan yang sampai saat ini masih dipercaya oleh suku Jawa Timur.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Indonesia terdiri dari beberapa suku bangsa dan begitu juga dengan Jawa Timur dimana suku Jawa Timur adalah mayoritas Suku Jawa, namun demikian, etnisitas di Jawa Timur lebih heterogen. Suku Jawa menyebar hampir di seluruh wilayah Jawa Timur daratan. Suku Madura mendiami di Pulau Madura dan daerah Tapal Kuda (Jawa Timur bagian timur), terutama di daerah pesisir utara dan selatan. Di sejumlah kawasan Tapal Kuda, Suku Madura bahkan merupakan mayoritas. Hampir di seluruh kota di Jawa Timur terdapat minoritas Suku Madura, umumnya mereka bekerja di sektor informal. Suku Tengger, konon adalah keturunan

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang berlaku secara nasional, namun demikian Bahasa Jawa dituturkan oleh sebagian besar Suku Jawa. Bahasa Jawa yang dituturkan di Jawa Timur memiliki beberapa dialek/logat. Di daerah Mataraman (eks-Karesidenan Madiun dan Kediri), Bahasa Jawa yang dituturkan hampir sama dengan Bahasa Jawa Tengahan (Bahasa Jawa Solo-an). Di daerah pesisir utara bagian barat (Tuban dan Bojonegoro), dialek Bahasa Jawa yang dituturkan mirip dengan yang dituturkan di daerah Blora-Rembang di Jawa Tengah.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Dialek Bahasa Jawa di bagian tengah dan timur dikenal dengan Bahasa Jawa Timuran, yang dianggap bukan Bahasa Jawa baku. Ciri khas Bahasa Jawa Timuran adalah egaliter, blak-blakan, dan seringkali mengabaikan tingkatan bahasa layaknya Bahasa Jawa Baku, sehingga bahasa ini terkesan kasar. Namun demikian, penutur bahasa ini dikenal cukup fanatik dan bangga dengan bahasanya, bahkan merasa lebih akrab. Bahasa Jawa Dialek Surabaya dikenal dengan Boso Suroboyoan. Dialek Bahasa Jawa di Malang umumnya hampir sama dengan Dialek Surabaya. Dibanding dengan bahasa Jawa dialek Mataraman (Ngawi sampai Kediri), bahasa dialek malang termasuk bahasa kasar dengan intonasi yang relatif tinggi. Sebagai contoh, kata makan, jika dalam dialek Mataraman diucapkan dengan ‘maem’ atau ‘dhahar’, dalam dialek Malangan diucapkan ‘mangan’. Salah satu ciri khas yang membedakan antara bahasa arek Surabaya dengan arek Malang adalah penggunaan bahasa terbalik yang lazim dipakai oleh arek-arek Malang. Bahasa terbalik Malangan sering juga disebut sebagai bahasa walikan atau osob kiwalan. Berdasarkan penelitian Sugeng Pujileksono (2007), kosa kata (vocabulary) bahasa walikan Malangan telah mencapai lebih dari 250 kata. Mulai dari kata benda, kata kerja, kata sifat. Kata-kata tersebut lebih banyak diserap dari bahasa Jawa, Indonesia, sebagian kecil diserap dari bahasa Arab, Cina dan Inggris. Beberapa kata yang diucapkan terbalik, misalnya mobil diucapkan libom, dan polisi diucapkan silup. Produksi bahasa walikan Malangan semakin berkembang pesat seiring dengan munculnya supporter kesebelasan Arema (kini Arema Indonesia)yang sering disebut Aremania. Bahasa-bahasa walikan banyak yang tercipta dari istilah-istilah di kalangan supporter. Seperti retropus elite atau supporter elit. Otruham untuk menyebut supporter dari wilayah Muharto. Saat ini Bahasa Jawa merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal yang diajarkan di sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SLTA.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Jawa Timur memiliki sejumlah kesenian khas. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan umumnya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; meski keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Reog yang sempat diklaim sebagai tarian dari Malaysia merupakan kesenian khas Ponorogo yang telah dipatenkan sejak tahun 2001, reog kini juga menjadi icon kesenian Jawa Timur. Pementasan reog disertai dengan jaran kepang (kuda lumping) yang disertai unsur-unsur gaib. Seni terkenal Jawa Timur lainnya antara lain wayang kulit purwa gaya Jawa Timuran, topeng dalang di Madura, dan besutan. Di daerah Mataraman, kesenian Jawa Tengahan seperti ketoprak dan wayang kulit cukup populer. Legenda terkenal dari Jawa Timur antara lain Damarwulan dan Angling Darma.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Kebudayaan dan adat istiadat Suku Jawa di Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan, sehingga kawasan ini dikenal sebagai Mataraman; menunjukkan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan Kesultanan Mataram. Daerah tersebut meliputi eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan), eks-Karesidenan Kediri (Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek) dan sebagian Bojonegoro. Seperti halnya di Jawa Tengah, wayang kulit dan ketoprak cukup populer di kawasan ini.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Surakarta berdiri di wilayah suatu desa bernama Desa Sala, di tepi Bengawan Solo. Sarjana Belanda yang meneliti Naskah Bujangga Manik, J. Noorduyn, menduga bahwa Desa Sala ini berada di dekat (kalau bukan memang di sana) salah satu tempat penyeberangan (“penambangan”) di Bengawan Solo yang disebut-sebut dalam pelat tembaga “Piagam Trowulan I” (1358, dalam bahasa Inggris disebut “Ferry Charter”) sebagai “Wulayu”. Naskah Perjalanan Bujangga Manik yang berasal dari sekitar akir abad ke-15 menyebutkan bahwa sang tokoh menyeberangi “Ci Wuluyu”. Pada abad ke-17 di tempat ini juga dilaporkan terdapat penyeberangan di daerah “Semanggi”[1] (sekarang masih menjadi nama kampung/kelurahan di Kecamatan Pasarkliwon).

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Latar belakang pendirian ini adalah terjadinya pemberontakan Sunan Kuning (“Gègèr Pacinan”) pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwono (PB) II tahun 1742. Pemberontakan dapat ditumpas dengan bantuan VOC dan Kartasura direbut kembali, namun dengan pengorbanan hilangnya wilayah-wilayah Mataram sebagai imbalan bantuan VOC. Bangunan keraton sudah hancur dan dianggap “tercemar”. Sunan Pakubuwana II lalu memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta komandan pasukan Belanda J.A.B. van Hohendorff untuk mencari lokasi ibu kota Mataram yang baru. Untuk itu dibangunlah keraton baru 20 km ke arah tenggara dari Kartasura, pada 1745, tepatnya di Desa Sala di tepi Bengawan Solo. Kelak namanya berubah menjadi Surakarta. (Catatan-catatan lama menyebut bentuk antara “Salakarta”[2]). Pembangunan keraton baru ini menurut catatan menggunakan bahan kayu jati dari kawasan Alas Kethu, hutan di dekat Wonogiri Kota dan kayunya dihanyutkan melalui Bengawan Solo. Secara resmi, keraton mulai ditempati tanggal 17 Februari 1745 (atau Rabu Pahing 14 Sura 1670 Penanggalan Jawa, Wuku Landep, Windu Sancaya).

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Surakarta dikenal sebagai salah satu inti kebudayaan Jawa karena secara tradisional merupakan salah satu pusat politik dan pengembangan tradisi Jawa. Kemakmuran wilayah ini sejak abad ke-19 mendorong berkembangnya berbagai literatur berbahasa Jawa, tarian, seni boga, busana, arsitektur, dan bermacam-macam ekspresi budaya lainnya. Orang mengetahui adanya “persaingan” kultural antara Surakarta dan Yogyakarta, sehingga melahirkan apa yang dikenal sebagai “gaya Surakarta” dan “gaya Yogyakarta” di bidang busana, gerak tarian, seni tatah kulit (wayang), pengolahan batik, gamelan, dan sebagainya.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Bahasa yang digunakan di Surakarta adalah bahasa Jawa dialek Mataraman (Jawa Tengahan) dengan varian Surakarta. Dialek Mataraman/Jawa Tengahan juga dituturkan di daerah Yogyakarta, Magelang timur, Semarang, Pati, Madiun, hingga sebagian besar Kediri. Meskipun demikian, varian lokal Surakarta ini dikenal sebagai “varian halus” karena penggunaan kata-kata krama yang meluas dalam percakapan sehari-hari, lebih luas daripada yang digunakan di tempat lain. Bahasa Jawa varian Surakarta digunakan sebagai standar bahasa Jawa nasional (dan internasional, seperti di Suriname). Beberapa kata juga mengalami spesifikasi, seperti pengucapan kata “inggih” (“ya” bentuk krama) yang penuh (/iŋgɪh/), berbeda dari beberapa varian lain yang melafalkannya “injih” (/iŋdʒɪh/), seperti di Yogyakarta dan Magelang. Dalam banyak hal, varian Surakarta lebih mendekati varian Madiun-Kediri, daripada varian wilayah Jawa Tengahan lainnya

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Yogyakarta masih sangat kental dengan budaya Jawanya. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, masyarakat Yogyakarta akan sangat sering menyaksikan dan bahkan, mengikuti berbagai acara kesenian dan budaya di kota ini. Bagi masyarakat Yogyakarta, di mana setiap tahapan kehidupan mempunyai arti tersendiri, tradisi adalah sebuah hal yang penting dan masih dilaksanakan sampai saat ini. Tradisi juga pasti tidak lepas dari kesenian yang disajikan dalam upacara-upacara tradisi tersebut. Kesenian yang dimiliki masyarakat Yogyakarta sangatlah beragam. Dan kesenian-kesenian yang beraneka ragam tersebut terangkai indah dalam sebuah upacara adat. Sehingga bagi masyarakat Yogyakarta, seni dan budaya benar-benar menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Kesenian khas di Yogyakarta antara lain adalah kethoprak, jathilan, dan wayang kulit.yogyakarta juga dikenal dengan perak dan gaya yang unik membuat batik kain dicelup. ia juga dikenal karena seni kontemporer hidup. Memberikan nama kepada anak masih merupakan hal penting Nama2 anak jawa. Yogyakarta juga dikenal dengan gamelan musik, termasuk gaya yang unik gamelan Yogyakarta

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Desa Ngenep berada di sebelah tenggara kota Wonosari, kurang lebih 15 kilometer dari ibukota Kabupaten Gunung Kidul itu. Desa yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian ini mempunyai enam wilayah pedusunan, yaitu Sembuku, Mojo, Pomahan, Kauman, Nogosari, dan Karang Tengah. Nama desa Ngenep sekarang sudah tidak ada dan mengalami pemekaran menjadi enam dusun tersebut. Penduduk di daerah ini sangat menggantungkan hasil pada tegalan dan pekarangan. Mereka percaya juga bahwa hasil tani mereka dipelihara melalui kekuatan supranatural lewat upacara adat Grebeg Ngenep.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Di dalam bangunan rumah adat Jawa tersebut juga ditentukan ukuran, kondisi perawatan rumah, kerangka, dan ruang-ruang di dalam rumah serta situasi di sekeliling rumah, yang dikaitkan dengan status pemiliknya. Di samping itu, latar belakang sosial, dan kepercayaannya ikut berperanan. Agar memperoleh ketentraman, kesejahteraan, kemakmuran, maka sebelum membuat rumah di’petang’ (diperhitungkan) dahulu tentang waktu, letak, arah, cetak pintu utama rumah, letang pintu pekarangan, kernagka rumah, ukuran dan bengunan rumah yang akan dibuat, dan sebagainya. Di dalam suasana kehidupan kepercayaan masyarakat Jawa, setiap akan membuat rumah baru, tidak dilupakan adanya sesajen, yaitu bensa-benda tertentu yang disajikan untuk badan halus, danghyang desa, kumulan desa dan sebagainya, agar dalam usaha pembangunan rumah baru tersebut memperoleh keselamatan (R. Tanaya, 1984:66-78).

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Bangunan model/bentuk Panggung Pe dalam perkembangannya terdapat bangunan Panggung Pe (Epe), Gedong Selirang, Panggung Pe Gedong Setangkep, Cere Gancet, Empyak Setangkep, Trajumas, Barongan, dan sebagainya. Dari bangunan rumah kampung berkembang menjadi bangunan rumah kampung, Pacul Gowang, Srotong, Daragepak, Klabang Nyander, Lambang Teplok, Lambang Teplok Semar Tinandhu, Gajah Jerum, Cere Gancet Semar Tinnadhu, Cere Gancet Semar Pinondhong, dan sebagainya. Dari bangunan Rumah Limasan berkembang menjadi bentuk rumah Limasan Lawakan, Gajah Ngombe, Gajah Jerum, Klabag Nyonder, Macan Jerum, Trajrumas, Trajrumas Lawakan, Apitan, Pacul Gowang, Gajah Mungkur, Cere Goncet, Apitan Pengapit, Lambang Teplok Semar Tinandhu, Trajrumas Rambang Gantung, Lambangsari, Sinom Lambang Gantung Rangka Usuk Ngambang, dan sebagainya. Dari perkembangan bangunan rumah Joglo terdapatlah bangunan rumah Joglo, Joglo Limasan Lawakan atau Joglo Lawakan, Joglo Sinom, Joglo Jampongan, Joglo Pangrawit, Joglo Mangkurat, Joglo Wedeng, Joglo Semar Tinandhu, dan sebagainya. Dari jenis tajug dalam perkembangannya terdapatlah bangunan rumah tajug (biasa untuk rumah ibadah), tajug lawakan lambang teplok, tajug semar tinandhu, tajug lambang gantung, tajug semar sinonsong lambang gantung, tajug lambang gantung, tajug semar sinonsong lambnag gantung, tajug mangkurat, tajug ceblakan, dan sebagainya (Narpawandawa 1936-1936).

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Menurut asal katanya, nama Sangir-Talaud secara keseluruhan berarti orang yang berasal dari laut atau samudra. Sedangkan menurut asal-usulnya, terdapat berbagai perbedaan pendapat mengenai hal tersebut. Ada yang menyebutnya sebagai bagian dari rumpun bangsa Melayu-Polenisia yang berpindah lewat Ternate, sebagai penduduk asli Sulawesi Utara, penduduk keturunan bangsa Filipina, atau bahkan campuran dari sejumlah suku bangsa tertentu. Namun terlepas dari semua itu, orang Sangir-Talaud saat ini merupakan sekelompok masyarakat yang menempati wilayah Sulawesi Utara

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Ada busana adat yang sering dikenakan dalam berbagai kesempatan yang erat kaitannya dengan tradisi masyarakat setempat seperti perkawinan, peminangan, penasbihan desa, atau bahkan untuk pakaian sehari-hari. Nama busana tersebut adalah laku tepu, yakni baju panjang yang biasa dikenakan oleh wanita maupun pria. Perbedaannya hanya terletak pada ukuran panjang baju dan pasangannya. Untuk kaum wanita panjangnya bisa mencapai betis, dengan penutup bagian bawahnya menggunakan kain sarung. Sementara itu, untuk kaum pria bisa mencapai telapak kaki atau hanya sebatas lutut, dengan celana panjang sebagai penutup pada bagian bawahnya.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Laku tepu pada umumnya berwarna terang dan mencolok se-perti merah, ungu, kuning tua, dan hijau tua. Baju jenis ini, pada zaman dulu terbuat dari kain ,kofo dengan dua bahan baku utamanya adalah serat manila hennep dan serat kulit kayu. Untuk mendapatkan warna yang diinginkan, sebelum dijahit harus dicelupkan ke dalam cairan air nira untuk warna merah misalnya, dan daun-daunan atau akar-akaran tertentu yang dapat menghasilkan warna biru, hijau, kuning, atau merah darah. Namun saat ini, keberadaan kain kofo telah digantikan dengan berbagai bahan lainnya yang sesuai untuk dibuat baju panjang. Namun warna yang dipakai masih tetap mengacu pada tradisi sebelumnya, yakni warna terang dan mencolok.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Busana adat pengantin pria terdiri atas celana panjang dan laku tepu yang panjangnya hingga lutut atau telapak kaki, di kanan kiri baju terdapat belahan yang tingginya mencapai pinggul, krah baju berbentuk bulat dan terbelah di bagian depannya, serta berlengan panjang. Kelengkapan busana yang dikenakan oleh pengantin pria meliputi kalung panjang atau soko u wanua, keris (sandang) yang diselipkan di pinggang sebelah kanan, ikat pinggang atau salikuku yang terbuat dari kain dengan simpul ikatan ditempatkan di sebelah kiri pinggang, dan ikat kepala berbentuk segitiga. Khusus untuk ikat kepala, bagian yang menjulangnya diletakkan di bagian depan kepala. Adapun ujungnya diikatkan di belakang kepala.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Sementara itu, busana adat pengantin wanita terdiri atas kain sarung lengkap dengan baju panjang atau laku tepu yang berlengan panjang, krah baju berbentuk bulat, dan terbelah di tengah pada bagian belakangnya. Kelengkapan buasana lainnya yang dipakai oleh mempelai wanita adalah sepatu atau sandal, sunting (topo-topo) yang dipasang tegak lurus pada konde di atas kepala, gelang, antinganting, kalung panjang bersusun tiga yang disebut soko u wanua, serta selendang (bawandang liku). Khusus untuk selendang, pemakaiannya disampirkan di bahu kanan melingkar ke kiri dengan salah satu ujungnya terurai sampai ke tanah, dan ujung yang satunya lagi dapat dipegang. Saat ini, keberadaan kain sarung yang dikenakan untuk menutup badan bagian bawah, kerap diganti dengan rok panjang yang sudah dilipit (plooi).

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Selain pada kelengkapan busana pengantin, kekhasan lainnya juga tampak pada kelengkapan busana yang dikenakan pada upacaraupacara ritual maupun formal lainnya. Pada saat menghadiri acaraacara tersebut, kaum pria mengenakan busana adat yang terdiri atas baju panjang, celana panjang, ikat pinggang, dan yang teristimewa di sini adalah ikat kepala. Keberadaan ikat kepala di sini biasanya melambangkan status atau kedudukan seseorang di tengah-tengah masyarakat. Hingga saat ini, pemakaian ikat kepala sebagai simbol pembeda status sosial seseorang masih tetap berlaku. Dalam hal ini, ada beberapa contoh ikat kepala yang melambangkan status sosial pemakainya seperti paporong lingkaheng yang melambangkan pemakainya tidak memiliki kedudukan di dalam masyarakat; paporong tingkulu, yang menandakan pemakainya seorang pegawai pemerintah; paporong datu bouwawina, yakni ikat kepala yang digunakan oleh raja atau pejabat pemerintah tertinggi; dan beberapa jenis ikat kepala untuk para penari.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Seorang wanita yang berstatus sebagai permaisuri, biasanya mengenakan selendang yang terbuat dari kain kofo berwarna kuning tua dan merah. Selendang tersebut dinamakan kaduku, yang panjangnya mencapai dua meter dengan lebar 15 sentimeter. Cara memakainya, yakni dengan menempatkan selendang sebelah menyebelah bahu. Pemakaian dengan cara seperti ini dilakukan pula oleh seorang gadis yang akan menikah, hanya saja pada bagian kepalanya diberi atau disematkan perhiasan tertentu. Berbeda halnya dengan cara memakai selendang yang dilakukan oleh para istri bangsawan, yakni hanya dengan menyampirkannya di bahu sebelah kanan.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Upacara adat ”Tulude” merupakan hajatan tahunan warisan para leluhur masyarakat Nusa Utara (kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro)di ujung utara propinsi Sulawesi Utara). Telah berabad-abad acara sakral dan religi ini dilakukan oleh masyarakat etnis Sangihe dan Talaud sehingga tak mungkin dihilangan atau dilupakan oleh generasi manapun. Tradisi ini telah terpatri dalam khasanah adat, tradisi dan budaya masyarakat Nusa Utara. Bahkan tradisi budaya ini secara perlahan dan pasti mulai diterima bukan saja sebagai milik masyarakat Nusa Utara, dalam hal ini Sangihe, Talaud dan Sitaro, tetapi telah diterima sebagai suatu tradisi budaya masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia pada umumnya. Sebab, di mana ada komunitas masyarakat etnis Sangihe-Talaud, pasti di sana akan ada hajatan Tulude.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Tulude pada hakekatnya adalah kegiatan upacara pengucapan syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan yang Mahakuasa) atas berkat-berkat-Nya kepada umat manusia selama setahun yang lalu. Namun, untuk mencari kepraktisan pelaksanaannya, banyak kelompok masyarakat menyelenggarakannya tidak sepenuhnya sebagai sebuah bentuk upacara, tetapi dilaksanakan dalam bentuk ibadah-ibadah syukur, mulai dari tingkat RT, lingkungan, kelurahan, jemaat-jemaat, organisasi rukun dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Namun, apapun bentuk pelaksanaannya, hakikat dari Tulude itu sendiri tetap menjadi dasar bagi pelaksanaannya setiap tahun.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Pada masa awal beberapa abad lalu, pelaksanaan upacara adat Tulude dilaksanakan oleh para leluhur pada setiap tanggal 31 Desember, di mana tanggal ini merupakan penghujung dari tahun yang akan berakhir, sehingga sangat pas untuk melaksanakan upacara Tulude. Pengertian Tulude itu sendiri adalah “menolak” atau “mendorong” dalam hal ini menolak tahun yang lama dan siap menerima tahun yang baru. Dalam tradisi kafir leluhur masyarakat Sangihe dan Talaud, acara tolak tahun ini diwujudkan dengan upacara di tepi pantai dengan menolak, mendorong atau melepaskan sebuah perahu kecil yang terbuat dari kayu “latolang” (sejenis kayu yang tumbuh lurus tinggi tak bercabang) dengan muatan tertentu. Perahu ini oleh tokoh adat didorong, dilepas atau dihanyutkan ke laut sebagai simbol, segala sesuatu yang buruk di tahun yang akan lewat dibuang atau dihanyutkan ke laut agar tidak lagi menimpa warga desa setempat di tahun yang baru. Jika perahu tersebut dibawa arus laut dan terdampar di pantai atau desa tetangga, maka orang yang menemukannya wajib menolak dan menghanyutkannya kembali ke laut, karena dipercaya, kalau tidak dihanyutkan lagi, maka segala malapetaka dan sakit-penyakit yang pernah menimpa masyarakat asal perahu itu, akan berpindah ke tempat di mana perahu itu terdampar.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Ketika agama Kristen dan Islam masuk ke wilayah Sangihe dan Talaud pada abad ke-19, upacara adat Tulude ini telah diisi dengan muatan-muatan penginjilan dan tradisi kekafiran secara perlahan mulai terkikis. Bahkan, hari pelaksanaannya yang biasanya pada tanggal 31 Desember, oleh kesepakatan adat, dialihkan ke tanggal 31 Januari tahun berikutnya. Hal ini dilakukan, karena tanggal 31 Desember merupakan saat yang paling sibuk bagi umat Kristen di Sangihe dan Talaud. Sebab, seminggu sebelumnya telah disibukkan dengan acara ibadah malam Natal, lalu tanggal 31 Desember disibukkan dengan ibadah akhir tahun dan persiapan menyambut tahun baru. Akibat kepadatan dan keseibukan acara ibadah ini dan untuk menjaga kekhusukan ibadah gerejawi tidak terganggu dengan upacara adat Tulude, maka dialihkankan tanggal pelaksanaannya menjadi tanggal 31 Januari. Bahkan pada tahun 1995, oleh DPRD dan pemerintah kabupaten kepulauan Sangihe-Talaud, tanggal 31 Januari telah ditetapkan dengan Perda sebagai hari jadi Sangihe Talaud dengan inti acara upacara Tulude.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Dalam upacara adat tulude ini, ada berbagai konten adat yang dilakukan. Pertama, dilakukan pembuat kue adat Tamo di rumah seorang tokoh adat semalam sebelum hari pelaksanaan upacara. Kemudian, persiapan-persiapan pasukan pengiring, penari tari Gunde, tari salo, tari kakalumpang, tari empat wayer, kelompok nyanyi masamper, penetapan tokoh adat pemotong kue adat tamo, penyiapan tokoh adat pembawa ucapan Tatahulending Banua, tokoh adat pembawa ucapan doa keselamatan, seorang tokoh pemimpin upacara yang disebut Mayore Labo, dan penyiapan kehadiran Tembonang u Banua (pemimpin negeri sesuai tingkatan pemerintahan pelaksanaan upacara seperti kepala desa, camat, bupati/walikota atau gubernur) bersama Wawu Boki (isteri pemimpin negeri)serta penyebaran undangan kepada seluruh anggota masyarakat untuk hadir dengan membawa makanan untuk acara Saliwangu Banua (pesta rakyat makan bersama).

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Waktu pelaksanaan upacara adat Tulude adalah sore hari hingga malam hari selama kurang-lebih 4 jam. Waktu 4 jam ini dihitung mulai dari acara penjemputan kue adat Tamo di rumah pembuatan lalu diarak keliling desa atau keliling kota untuk selanjutnya dibawa masuk ke arena upacara. Sebelum kue Tamo ini di bawah masuk ke arena upacara, Tembonang u Banua (Kepala Desa, Camat, Walikota/Bupati atau Gubernur wajib sudah berada di bangsal utama untuk menjemput kedatangan kue adat ini. — (Semuel Muhaling)

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Selain penduduk asli, Sulawesi Tengah dihuni pula oleh transmigran seperti dari Bali, Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Suku pendatang yang juga banyak mendiami wilayah Sulawesi Tengah adalah Bugis, Makasar dan Toraja serta etnis lainnya di Indonesia sejak awal abad ke 19 dan sudah membaur. Jumlah penduduk di daerah ini sekitar 2.128.000 jiwa yang mayoritas beragama Islam, lainnya Kristen, Hindu dan Budha. Tingkat toleransi beragama sangat tinggi dan semangat gotong-royong yang kuat merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Karena banyak kelompok etnis mendiami Sulawesi Tengah, maka terdapat pula banyak perbedaan di antara etnis tersebut yang merupakan kekhasan yang harmonis dalam masyarakat. Mereka yang tinggal di pantai bagian barat kabupaten Donggala telah bercampur dengan masyarakat Bugis dari Sulawesi Selatan dan masyarakat Gorontalo. Di bagian timur pulau Sulawesi, juga terdapat pengaruh kuat Gorontalo dan Manado, terlihat dari dialek daerah Luwuk, dan sebaran suku Gorontalo di kecamatan Bualemo yang cukup dominan.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Sementara masyarakat pegunungan memiliki budaya tersendiri yang banyak dipengaruhi suku Toraja, Sulawesi Selatan. Meski demikian, tradisi, adat, model pakaian dan arsitektur rumah berbeda dengan Toraja, seperti contohnya ialah mereka menggunakan kulit beringin sebagai pakaian penghangat badan. Rumah tradisional Sulawesi Tengah terbuat dari tiang dan dinding kayu yang beratap ilalang hanya memiliki satu ruang besar. Lobo atau duhunga merupakan ruang bersama atau aula yang digunakan untuk festival atau upacara, sedangkan Tambi merupakan rumah tempat tinggal. Selain rumah, ada pula lumbung padi yang disebut Gampiri.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Musik dan tarian di Sulawesi Tengah bervariasi antara daerah yang satu dengan lainnya. Musik tradisional memiliki instrume seperti suling, gong dan gendang. Alat musik ini lebih berfungsi sebagai hiburan dan bukan sebagai bagian ritual keagamaan. Di wilayah beretnis Kaili sekitar pantai barat – waino – musik tradisional – ditampilkan ketika ada upacara kematian. Kesenian ini telah dikembangkan dalam bentuk yang lebih populer bagi para pemuda sebagai sarana mencari pasangan di suatu keramaian. Banyak tarian yang berasal dari kepercayaan keagamaan dan ditampilkan ketika festival.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Ternate merupakan salah satu daerah historis di kawasan timur Nusantara yang sejak dahulu telah banyak didatangi berbagai suku bangsa di dunia untuk berdagang rempah-rempah. Komunikasi yang dilakukan penduduk Ternate dalam interaksi kontak dagang dengan suku/bangsa lain di tempat ini menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar (Lingua Franca). Bahasa Melayu adalah satu-satunya bahasa pergaulan antara berbagai daerah di kepulauan Nusantara pada waktu itu. (C. Apituley Cs, Departemen Pendidikan & Kebudayaan, 1983)

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Para ahli linguistic, berpendapat bahwa bahasa Ternate termasuk dalam rumpun bahasa Polinesia. Tetapi ada sebagian peneliti bahasa-bahasa daerah berpendapat bahwa bahasa Ternate juga dapat digolongkan dalam rumpun bahasa Austronesia. Pendapat yang kedua memiliki alasan bahwa banyak terdapat kesamaan dalam segi tata bahasa (pronouncitation dan vocabulary). Di Maluku Utara masih terdapat banyak ragam bahasa daerah dan hingga saat ini masih tetap eksis dan digunakan sebagai bahasa lokal di kawasannya masing-masing.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Selain penggolongan rumpun bahasa tersebut, maka berdasarkan wilayah penyebarannya, bahasa Ternate termasuk dalam kelompok bahasa Ternate–Halmahera. Artinya serumpun dengan berbagai bahasa daerah sekitarnya yang meliputi bahasa Ternate, bahasa Tidore dengan bahasa-bahasa lain yang terdapat di Halmahera barat dan utara. Bahasa Ternate, bahasa Tidore dan bahasa-bahasa lain yang terdapat di Halmahera barat dan utara ini disebut dengan “Bahasa Kie se Gam”. Adapun bahasa-bahasa daerah yang termasuk ke dalam kelompok ini, adalah :

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Gambaran fisik busana adat masyarakat Ternate dan Tidore, memperlihatkan adanya perbedaan cukup spesifik antar kelompok masyarakat yang secara sosial memiliki kedudukan yang berlainan. Busana yang dikenakan oleh masyarakat pada umumnya atau rakyat biasa ditandai dengan kesederhanaan dalam berbagai hal, berbeda dengan busana yang dipakai oleh kelompok masyarakat yang memiliki kedudukan sosial tinggi. Hal ini dikarenakan Ternate dan Tidore yang secara administratif kini termasuk ke dalam wilayah kabupaten Maluku Utara, merupakan kawasan bekas kesultanan Ternate dan kesultanan Tidore. Sudah tentu, keberadaan keturunan sultan di dalam lingkungan masyarakatnya memiliki gaya hidup yang khas. Kekhasan tersebut tampak dalam tata cara berbusana mereka. Apalagi kehidupan mereka senantiasa diwarnai dengan berbagai acara seremonial, berupa upacara-upacara adat kesultanan pada masa itu maupun upacara yang berkaitan dengan siklus hidup manusia. Beberapa di antaranya yang masih dikenal hingga kini adalah upacara makan secara adat atau sidego, upacara injak tanah atau joko kaha, dan upacara pengukuhan atau uko se bonofo.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Ada beberapa jenis busana yang dikenakan dalam upacara- upacara adat. Busana yang dikenakan oleh sultan disebut manteren lamo yang terdiri atas celana panjang hitam dengan bis merah memanjang dari atas ke abawah, baju berbentuk jas tertutup dengan kancing besar terbuat dari perak berjumlah sembilan . Sementara itu, leher jas, ujung tangan, dan saku jas yang terletak di bagian luar berwarna merah. Konon warna tersebut melambangkan keperkasaan dari pemakainya. Selain itu, penampilan busana yang dikenakan oleh sultan tersebut dilengkapi dengan destar untuk menutup kepala. Busana yang dikenakan oleh istri sultan terdiri atas kebaya panjang atau kimun gia, yang terbuat dari kain satin berwarna putih dengan pengikat pinggang yang terbuat dari emas, serta kain panjang. Perhiasan lainnya yang dikenakan oleh permaisuri tersebut meliputi kalung, bros, dan peniti yang terbuat dari intan, berlian, atau emas. Di samping itu, mereka juga mengenakan hiasan lainnya yang berupa konde yang berukuran besar, sedangkan konde kecil biasanya dipakai oleh pembantu permaisuri.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Selain busana adat yang disebutkan tadi, ada pula busana adat lainnya yang khusus dikenakan oleh kaum remaja putri dan remaja pria yang berasal dari golongan bangsawan. Busana adat yang dipakai oleh remaja pria disebut baju koja, yakni semacam jubah panjang dengan warna-warna muda seperti biru muda dan kuning muda. Konon warna tersebut untuk melambangkan jiwa muda dari para pemakainya yang masih remaja. Baju koja tersebut biasanya berpasangan dengan celana panjang berwarna putih atau hitam, berikut toala polulu di kepalanya. Para remaja putri biasanya memakai busana yang terdiri atas kain panjang dan kimun gia kancing atau kebaya panjang berwarna kuning, oranye, atau hijau muda dengan tangan yang berkancing sembilan di sebelah kiri dan kanannya. Tidak lupa, mereka pun menyertakan berbagai perhiasan seperti taksuma, yakni kalung rantai emas yang dibuat dalam dua lingkaran; anting dua susun, sedangkan giwang tidak boleh dipakai oleh mereka; serta alas kaki yang disebut tarupa.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Secara umum busana adat tradisional yang dikenakan oleh kaum pria yang berasal dari golongan bangsawan terdiri atas jubah panjang yang menjuntai hingga betis atau lutut, celana panjang, dan ikat kepala. Dihiasi dengan kelengkapan dan karakteristik lainnya, yang melambangkan status sosial dan usia dari orang yang memakainya. Adapun busana adat untuk kaum wanita meliputi kebaya panjang dan kain panjang. dilengkapi dengan perhiasan yang disesuaikan dengan tingkatan sosial mereka, baik sebagai permasuri, pembantu permaisuri, atau diselaraskan dengan usia mereka, remaja contohnya.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Sementara itu, busana adat yang dikenakan oleh rakyat biasa untuk busana sehari-hari maupun busana yang dikenakan pada upacaraupacara adat, pada umumnya memang menggambarkan kesederhanaan. Busana yang biasa dikenakan oleh kaum wanita dalam melakukan aktivitas sehari-hari terdiri atas kain kololuncu dan baju susun dengan bagian tangan yang ditarik hingga ke pertengahan sikut. Baju tersebut umumnya berwarna polos. Busana kerja dalam keadaan bersih, biasanya dipakai juga sebagai baju untuk di rumah. Adakalanya, mereka pun hanya mengenakan kain songket dan baju susun. Busana kerja yang digunakan oleh kaum pria terdiri atas kebaya popoh, yakni baju berwarna hitam yang panjangnya mencapai pinggul serta berlengan panjang; dan celana popoh, yakni celana setinggi betis yang berwarna hitam pula. Sama halnya dengan busana wanita, busana kerja pria biasanya digunakan pula sebagai pakaian sehari-hari untuk di rumah.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Pada waktu mereka menghadiri berbagai upacara adat, busana yang dikenakan oleh kaum pria maupun wanitanya tidak berbeda. Kaum pria mengenakan celana panjang dan kemeja panjang, sedangkan kaum wanitanya mengenakan baju susun dan kain songket. Adapun ketua adat yang memimpin upacara-upacara adat tersebut mengenakan jubah panjang yang mencapai betis berwarna kuning muda yang disebut takoa; celana dino, yakni celana dari kain tenun berwartna jingga atau kuning; lengkap dengan lengso duhu, yakni tutup kepala berwarna kuning muda.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam tehnik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya Gamelan Jegog, Gamelan Gong Gede, Gamelan Gambang, Gamelan Selunding, dan Gamelan Semar Pegulingan. Adapula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben, serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda, serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong, dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling mempengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Adat istiadat suku sasak dapat anda saksikan pada saat resepsi perkawinan, dimana perempuan apabila mereka mau dinikahkan oleh seorang lelaki maka yang perempuan harus dilarikan dulu kerumah keluarganya dari pihak laki laki, ini yang dikenal dengan sebutan “MERARIK” atau “SELARIAN”. Sehari setelah dilarikan maka akan diutus salah seorang untuk memberitahukan kepada pihak keluarga perempuan bahwa anaknya akan dinikahkan oleh seseorang, ini yang disebut dengan “MESEJATI” atau semacam pemberitahuan kepada keluarga perempuan. Setalah selesai makan akan diadakan yang disebut dengan “NYELABAR” atau kesepakatan mengenai biaya resepsi.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Tentang pola perkampungan orang Sabu tidak bisa terlepas dari pemberian makna pulaunya sendiri atau Rai Hawu. Rai Hawu dibayangkan sebagi suatu makluk hidup yang membujur kepalanya di barat dan ekornya di timur. Maha yang letaknya disebelah barat adalah kepala haba dan LiaE di tengah adalah dada dan perut. Sedangkan Dimu di timur merupakan ekor. Pulau itu juga dibayangkan sebagai perahu, bagian Barat Sawu yaitu Mahara yang berbukit dan berpegunungan, digolongkan sebagai anjungan tanah (duru rai) sedangkan dimu yang lebih datar dan rendah dianggap buritannya ( wui rai).

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Masyarakat Belu yang terdiri dari beberapa suku bangsa memiliki pelapisan sosialnya sendiri. Sebagai contoh masyarakat Waiwiku dalam wilayah kesatuan suku MaraE. Pemegang kekuasaan berfungsi mengatur pemerintah secara tradisional, pelapisan tertinggi yaitu Ema Nain yang tinggal di Uma Lor atau Uma Manaran, mereka adalah raja. Lapisan berikutnya masih tergolong lapisan bangsawan (di bawah raja) yaitu Ema Dato, kemudian lapisan menengah Ema Fukun sebagai kepala marga. Lapisan terbawah dan hanya membayar upeti dan menjalankan perintah raja, bangsawan maupun lapisan menengah disebut Ema Ata (hamba).Pada masyarakat MaraE lapisan social tertinggi disebut Loro,

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Secara mendasar pria mengenakan komponen-komponen busana yang sama dengan daerah-daerah lain di Nusa Tenggara Timur yaitu kain penutup badan yang terdiri atas beti atau taimuti, dan po`uk. Corak khas pada beti gaya Amarasi adalah dominasi warnawarna coklat dengan bidang tengah berwarna putih sebesar ± 3040 cm. Po`uk sebesar ± 30 cm bercorak garis-garis, memanjang dalam paduan warna-warna jingga, merah bata, putih dan biru. Di kepala dikenakan pilu dari batik. Sedangkan kalung dileher terbuat dari logam dengan hiasan berbentuk lingkaran dari logam berukir bergaris tengah 10 cm, dikenal dengan sebutan iteke. Suatu kebiasaan yang umum di Nusa Tenggara Timur khususnya Timor (dan Sumba) adalah disandangnya kapisak atau aluk yang terbuat dari anyaman-anyaman daun atau kain persegi empat dengan corak geometris dan muti sebagai hiasannya. Terkadang aluk juga sebagian berhiaskan ornamen perak. Pakaian serta perhiasan dan perlengkapan busana pria ini oleh masyarakat setempat dianggap dapat memberikan sifat keagungan, kejantanan serta kesucian bagi penyandangnya.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Corak tenunan menunjuk pada status sosial alam fikiran serta kepercayaan yang dianut. Perhiasan dan bahan-bahan pembuatnya selain mencerminkan status sosial juga menyatakan kemampuan ekonomi. Emas, perak, gading dan manik-manik amat dihargai dan bernilai tinggi, baik sebagai citra kehormatan diri maupun dalam konteks hubungan sosial kekeluargaan, khususnya pada adat istiadat perkawinan dimana barang-barang tersebut merupakan mas kawin pihak lelaki kepada pihak perempuan. Sebaliknya pun, dalam membalas pihak lelaki, pihak wanita menyerahkan kain tenunan. Demikianlah oleh terbentuk dasar hubungan kekeluargaan yang erat dan saling mendukung dalam berbagai permasalahan kehidupan.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

2.    Dongan Tubu/Kahanggi disebut juga Dongan Sabutuha adalah saudara laki-laki satu marga. Arti harfiahnya lahir dari perut yang sama. Mereka ini seperti batang pohon yang saling berdekatan, saling menopang, walaupun karena saking dekatnya terkadang saling gesek. Namun pertikaian tidak membuat hubungan satu marga bisa terpisah. Diumpamakan seperti air yang dibelah dengan pisau, kendati dibelah tetapi tetap bersatu. Namun demikian kepada semua orang Batak (berbudaya Batak) dipesankan harus bijaksana kepada saudara semarga. Diistilahkan, manat mardongan tubu.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha. Walaupun sudah menganut agama Kristen dan berpendidikan tinggi, namun orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka. Ada juga kepercayaan yang ada di Tarutung tentang ular (ulok) dengan boru Hutabarat, dimana boru Hutabarat tidak boleh dikatakan cantik di Tarutung. Apabila dikatakan cantik maka nyawa wanita tersebut tidak akan lama lagi, menurut kepercayaan orang itu.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

HabitatEnggano adalah pulau yang relatif datar dengan puncak tertinggi 300 m dpl. Suhu udara dan curah hujan di pulau ini relatif tinggi (Ditjen PHPA, 1990). Kedua species burung sebaran-terbatas hidup di beberapa habitat berhutan dan lahan pertanian, terutama perkebunan kelapa, dan lahan-lahan terbuka di sekitar perkampungan. Burung Kacamata Enggano dilaporkan banyak dijumpai dan Celepuk Enggano dijumpai beberapa kali pada kunjungan singkat ke pulau ini pada tahun 1983 (van Marle dan Voous, 1998).

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Melayu dalam pengertian mutakhir merujuk kepada penutur bahasa Melayu dan mengamalkan adat resam orang Melayu, dalam hal ini sudah terjadi akulturasi dengan bangsa asing lainnya yang datang dari luar Kepulauan Melayu. Bangsa Melayu merupakan bangsa termuda di antara bangsa-bangsa lain di dunia.[rujukan?] Istilah Melayu atau Malayu berasal dari Kerajaan Malayu, sebuah kerajaan kuno di pulau Sumatera, jadi secara geografis semula hanya mengacu kepada wilayah kerajaan tersebut yang merupakan sebagian dari wilayah pulau Sumatera. Dalam perkembangannya pemakaian istilah Melayu mencakup wilayah geografis yang lebih luas dari wilayah Kerajaan Malayu tersebut, mencakup negeri-negeri di Selat Malaka yang menggunakan sejenis bahasa yang sama yang dinamakan bahasa Melayu. Bahasa Melayu sendiri diduga berasal dari pulau Kalimantan, jadi diduga pemakai bahasa Melayu ini bukan penduduk asli Sumatera tetapi dari pulau Kalimantan. Penduduk asli Sumatera sebelumnya kedatangan pemakai bahasa Melayu tersebut adalah nenek moyang suku Nias dan suku Mentawai. Dalam perkembangannya istilah Melayu kemudian mengalami perluasan makna, sehingga muncul istilah Kepulauan Melayu untuk menamakan kepulauan Nusantara. Secara persfektif historis juga dipakai sebagai nama bangsa yang menjadi nenek moyang penduduk kepulauan Nusantara, yang dikenal sebagai Proto Melayu (Melayu Polinesia) dan Deutero Melayu.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Orang Melayu di Kalimantan dalam arti sempit hanya mengacu kepada orang Melayu Pontianak yang disebut suku Melayu, tetapi dalam arti luas mencakup orang Senganan, suku Sambas, suku Kedayan (suku Brunei), suku Banjar, suku Kutai dan suku Berau. Di Kalimantan Selatan, suku Dayak yang diperkirakan berasal dari Sumatera adalah suku Bukit (Dayak Meratus) yang bahasanya digolongkan bahasa Melayu Lokal sehingga disebut juga sebagai bahasa Melayu Bukit. Diperkirakan beberapa suku yang memiliki unsur-unsur kemelayuan tersebut tergolong ke dalam Proto Melayu. Di pedalaman Kalimantan Barat dan Sarawak terdapat pula orang Dayak Melayu yaitu rumpun Iban yang diperkirakan menyeberang dari pulau Sumatera. Kelompok terakhir ini tergolong rumpun Proto Malayic yang merupakan induk dari Proto Melayu. Proto Melayu (Proto suku Melayu) inilah yang menurunkan suku bangsa Melayu modern.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Tradisi muzik melayu yang lain seperti musik makyong dan gendang keling diwarisi dari zaman praislam.Gendang keling dan Mek Mulung di Kedah dan Perlis menggunakan alat muzik seperti Gong, rebab, gendang dan serunai. Di samping berbagai – bagai jenis muzik yang dinyatakan ,muzik wayang kulit, kuda kepang dan ghazal juga merupakan muzik melayu tradisional dari zaman silam. Muzik wayang kulit mengandungi alat muzik seperti gamelan dan mempunyai hubungan dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat pribumi. Ghazal pula berasal dari pengaruh Arab Parsi , yang dibawa melalui India sebelum berkembang di alam melayu. Muzik melayu asli ialah muzik yang menyertai tarian ronggeng atau joget yang mempunyai hubungan dengan dongdang sayang yang berkembang di Melaka dan canggung di Perlis. Dalam Tarian kuda kepang pula terdapat alat – alat muzik paluan yang dibunyikan mengikut rentak kuda berlari. Tarian kuda kepang ini berkembang di Johor di kalangan masyarakat melayu keturunan Jawa.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Mengenai kebudayaan penduduk atau kultur masyarakat di Irian Barat dapat dikatakan beraneka ragam, beberapa suku mempunyai kebudayaan yang cukup tinggi dan mengagumkan yaitu suku-suku di Pantai Selatan Irian yang kini lebih dikenal dengan suku “ASMAT” kelompok suku ini terkenal karena memiliki kehebatan dari segi ukir dan tari. Budaya penduduk Irian yang beraneka ragam itu dapat ditandai oleh jumlah bahasa lokal khususnya di Irian Barat. Berdasarkan hasil penelitian dari suami-isteri Barr dari Summer Institute of Linguistics (SIL) pada tahun 1978 ada 224 bahasa lokal di Irian Barat, dimana jumlah itu akan terus meningkat mengingat penelitian ini masih terus dilakukan. Bahasa di Irian Barat digolongkan kedalam kelompok bahasa Melanesia dan diklasifikasikan dalam 31 kelompok bahasa yaitu:

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Mereka bercocok tanam, dan memelihara babi sebagai ternak utama, kadang kala mereka berburu dan memetik hasil dari hutan. Pola pemukimannya tetap secara berkelompok, dengan penampilan yang ramah bila dibandingkan dengan penduduk tipe kedua (2). Adat istiadat dijalankan secara ketat dengan “Pesta Babi” sebagai simbolnya. Ketat dalam memegang dan menepati janji. Pembalasan dendam merupakan suatu tindakan heroisme dalam mencari keseimbangan sosial melalui “Perang Suku” yang dapat diibaratkan sebagai pertandingan atau kompetisi. Sifat curiga tehadap orang asing ada tetapi tidak seketat penduduk tipe 2 (kedua).

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Melihat kepada tempat pemukimannya yang tetap di lereng-lereng gunung, memberi kesan bahwa mereka ini menempati tempat yang strategis terhadap jangkauan musuh dimana sedini mungkin selalu mendeteksi setiap makhluk hidup yang mendekati pemukimannya. Adat istiadat mereka sangat ketat, sebagian masih “KANIBAL” hingga kini, dan bunuh diri merupakan tindakan terpuji bila melanggar adat karena akan menghindarkan bencana dari seluruh kelompok masyarakatnya. Perang suku merupakan aktivitas untuk pencari keseimbangan sosial, dan curiga pada orang asing cukup tinggi juga.

seperti di kutip dari https://wiwitrafika.wordpress.com

Sosoy Temar-Rubil (Tarian Perang) yang penuh semangat hanya ditarikan oleh kaum pria, sementara tarian yang lembut seperti Sosoy Kibas (Tari Kipas) hanya ditarikan oleh kaum wanita. Gerakan-gerakan yang tidak terlampau lembut maupun beringas hanya terdapat dalam Sosoy Sawat (Tarian Pergaulan) dan Sosoy Yarit (Tarian Umum), dan oleh karenanya dapat ditarikan baik oleh pria maupun wanita. Gerak-gerik yang agung dan lemah-lembut diijinkan dalam tarian pria seperti dalam Sosoy Swar Man-Vuun (Tarian Penghormatan), namun gerak-gerik yang cepat dan lincah tidak terdapat dalam tarian wanita. Tarian asli Kei umumnya diciptakan untuk tujuan penghormatan, sehingga jarang ditarikan oleh anak-anak. Hanya orang dewasa dan remaja akil-balig yang diikutsertakan. Bahkan sosoy Swar Man-Vuun yang dipentaskan di haluan “Bilan” (Perahu Kebesaran) dulunya hanya ditarikan oleh pria yang sudah berkeluarga.


Baca juga : mudik 2017

Peristiwa 08 Jul 2017 14:07 Mobil Irjen Umar Septono ditabrak kendaraan pemudik saat rombongannya melaksanakan giat pemantauan arus mudik. Peristiwa 07 Jul 2017 14:54 Berbagai langkah dalam mengurai kemacetan tentu terus dievaluasi. Perpanjangan masa cuti Lebaran juga bisa mendorong peningkatan ekonomi. Jawa Barat 07 Jul 2017 08:30 Pengendara motor asal Ciamis yang terlindas bus sebelumnya terlibat tabrakan dengan pengendara motor dari arah berlawanan. Peristiwa 06 Jul 2017 21:15 Pada tahun sebelumnya, setiap satuan wilayah kepolisian hanya menjaga agar wilayah mereka tidak macet. Peristiwa 06 Jul 2017 11:35 Jumlah kecelakaan lalu lintas selama mudik dan balik tahun ini mencapai 370 kejadian, turun dari 607 kejadian pada tahun lalu. Sumatera 05 Jul 2017 22:02 Selain itu, Polda Jambi mencatat ada tujuh orang luka berat dan 13 lainnya luka ringan selama libur Lebaran. Ramadan 05 Jul 2017 15:42 Usai menjalani perjalanan mudik Lebaran yang panjang, tentu kendaraan melalui kondisi jalan yang beragam. Ngabuburit 05 Jul 2017 13:42 Lebaran menjadi momen penting bagi para selebritas Tanah Air yang memiliki kesibukan padat. Jawa Tengah – DIY 05 Jul 2017 09:30 Tol darurat Gringsing – Brebes resmi ditutup pada Selasa malam, 4 Juli 2017. Jawa Tengah – DIY 05 Jul 2017 06:30 Kondisi itu tentu tak lepas dari sejumlah faktor selama arus mudik 2017. Health Info 04 Jul 2017 21:00 Pada mudik 2017 ada 2.442 kasus kecelakaan sementara pada 2016 mencapai 3.916. Jawa Tengah – DIY 03 Jul 2017 19:31 Omzet pedagang pantura pada arus mudik Lebaran tahun ini turun hingga 70 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peristiwa 03 Jul 2017 18:46 Arus balik lebaran di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, sempat diwarnai keterlambatan armada bus yang tiba membawa pemudik. Peristiwa 03 Jul 2017 18:02 Usai lebaran biasanya jumlah penduduk DKI Jakarta meningkat. Energi & Tambang 03 Jul 2017 17:34 Realisasi konsumsi Pertalite sebanyak 44.625 Kilo liter (Kl), naik hingga 25,70 persen dari konsumsi harian Peristiwa 03 Jul 2017 16:41 Kedatangan pemudik pada Senin ini masih dihitung dan diperbarui hingga pukul 19.00 WIB nanti. Peristiwa 03 Jul 2017 15:52 Kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Ini dapat dilihat dari angka kecelakaan yang menurun. Peristiwa 03 Jul 2017 15:40 Hingga Senin siang, Indra menjelaskan, terjadi penurunan cukup drastis arus balik di jalur Pantura ke arah Jakarta. Ramadan 03 Jul 2017 14:30 Usai menjalani perjalanan mudik Lebaran yang panjang, tentunya kendaraan melalui kondisi jalan yang beragam


Baca juga :

Bukti empiris (juga data empiris, indra pengalaman, pengetahuan empiris, atau a posteriori) adalah suatu sumber pengetahuan yang diperoleh dari observasi atau percobaan. Bukti empiris adalah informasi yang membenarkan suatu kepercayaan dalam kebenaran atau kebohongan suatu klaim empiris. Dalam pandangan empirisis, seseorang hanya dapat mengklaim memiliki pengetahuan saat seseorang memiliki sebuah kepercayaan yang benar berdasarkan bukti empiris. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan rasionalism yang mana akal atau refleksi saja yang dianggap sebagai bukti bagi kebenaran atau kebohongan dari beberapa proposisi. Indra adalah sumber utama dari bukti empiris. Walaupun sumber lain dari bukti, seperti ingatan, dan kesaksian dari yang lain pasti ditelusuri kembali lagi ke beberapa pengalaman indrawi, semuanya dianggap sebagai tambahan, atau tidak langsung.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dalam sains, bukti empiris dibutuhkan bagi sebuah hipotesis untuk dapat diterima dalam komunitas ilmiah. Secara normalnya, validasi tersebut dicapai dengan metode ilmiah dari komitmen hipotesis, perancangan eksperimen, penelaahan sejawat, penelaahan lawan, produksi ulang hasil, presentasi konferensi dan publikasi jurnal. Hal ini membutuhkan komunikasi hipotesis yang teliti (biasanya diekspresikan dalam matematika), kontrol dan batasan percobaan (diekspresikan dengan peralatan eksperimen yang standar), dan sebuah pemahaman bersama dari pengukuran.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pandangan standar positivis tentang informasi yang diperoleh secara empiris yaitu observasi, pengalaman, dan percobaan berguna sebagai pemisah netral antara teori-teori yang saling berkompetisi. Namun, sejak tahun 1960an, kritik tegas yang sering dihubungkan dengan Thomas Kuhn, telah berargumen bahwa metode tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan dan pengalaman sebelumnya. Akibatnya tidak bisa diharapkan bahwa dua ilmuwan saat mengobservasi, mengalami, atau mencoba pada kejadian yang sama akan membuat observasi teori-netral yang sama. Peran observasi sebagai pemisah teori-netral mungkin tidak akan bisa. Teori yang bergantung observasi berarti bahwa, bahkan bila ada metode kesimpulan dan interpretasi yang disetujui, ilmuwan bisa saja tidak bersetuju mengenai sifat dari data empiris.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Hipotesis yang bersifat ilmiah merupakan langkah awal dalam metode ilmiah. Cara ini sering dianggap sebagai “tebakan terdidik”, karena disampaikan berdasarkan wawasan dan pengamatan, yang sering ditujukan untuk menjawab penyebab fenomena tertentu. Hipotesis sering digunakan untuk menjelaskan fenomena yang tidak dapat dijelaskan menggunakan teori ilmiah yang saat ini telah diterima. Hipotesis merupakan semacam firasat ide sebelum berkembang menjadi teori, yang merupakan langkah berikutnya dalam metode ilmiah.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sifat utama dari hipotesis adalah sebuah gagasan yang dapat diuji dan pengujian tersebut dapat diulang. Jadi, gagasan yang tidak dapat diuji kembali belum bisa disebut hipotesis. Hipotesis seringkali berbentuk pernyataan jika-maka dan sering melalui eksperimen oleh berbagai ilmuwan untuk memastikan bobot dan kebenarannya. Proses ini dapat berlangsung bertahun-tahun, dan terdapat banyak kasus dimana hipotesis tidak menjadi teori karena kesulitan mendapatkan bukti yang cukup untuk mendukung kebenarannya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kebanyakan hipotesis ilmiah terdiri dari berbagai konsep yang dapat terhubung dan hubungan tersebut dapat diuji. Oleh karena itu, sebuah hipotesis sebaiknya mendukung teori ilmiah sebelumnya yang telah melalui pengujian. Akan lebih baik lagi jika hipotesis tersebut didukung dengan hukum ilmiah. Kumpulan hipotesis yang bergabung bersama-sama akan menjadi kerangka konseptual (conceptual framework). Seiring dengan data dan bukti yang cukup untuk mendukung hipotesis tersebut, suatu saat hipotesis ini akan berkembang dan diterima sebagai teori.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tujuan dari sains adalah membuat seluruh data empiris yang telah dikumpulkan lewat observasi, pengalaman, dan eksperimen diperoleh tanpa menimbulkan bias. Tingkat kepercayaan dari berbagai riset ilmiah bergantung pada kemampuannya mengumpulkan dan menganalisis bukti empiris melalui cara yang tidak bias dan dapat dikendalikan seakurat mungkin. Akan tetapi, pada 1960-an sejarawan sains dan filsuf Thomas Kuhn menyampaikan pemikiran bahwa para ilmuwan sebenarnya bisa saja terpengaruh oleh keyakinan dan pengalaman yang mereka alami.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina, dan juga koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma, dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dalam sejarah yang paling memalukan bagi Britania.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Jepang sengaja mengambil taktik tersebut sebagai taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America), British (Inggris), Dutch (Belanda), (Australia) yang berkedudukan di Bandung. Serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDA khususnya Australia dan Belanda.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya perundingan antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Pada Awalnya Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung namun tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Namun setelah Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian invasi Atol Midway dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang industri Jepang tidak dapat menggantikannya, sementara Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar buat AS ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Para pemimpin Sekutu telah setuju mengalahkan Nazi Jerman adalah prioritas utama masuknya Amerika ke dalam perang. Namun pasukan AS dan Australia mulai menyerang wilayah yang telah jatuh, Pada 7 Agustus 1942 Pulau Guadalcanal diserang oleh Amerika Serikat. dan awal September, selagi perang berkecamuk di Guadalcanal, sebuah serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia dalam Teluk Milne, dan pasukan darat Jepang menderita kekalahan meyakinkan yang pertama. Di Guadalcanal, pertahanan Jepang runtuh pada Februari 1943.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pasukan Australia and AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang diduduki oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa perlawanan paling sengit selama perang. Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah. Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Diantara kota-kota lain, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu. Tanggal 6 Agustus 1945, bomber B-29 “Enola Gay” yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom Little Boy di Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pertempuran di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez yang vital. Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang belakangan dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon, merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi di atas kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El Alamein.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober dan 3 November 1942 sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai “Rubah Gurun”, absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak adanya dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di Afrika. Pasukan Jerman dan Italia terjepit diantara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libia. Pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan AS pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan menawan 250.000 tentara Axis.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik Blitzkrieg, dengan memanfaatkan musim panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering yang memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka. Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an saat itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang siapan pasukan garis belakang dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia menyebabkan Polandia sukar memberi perlawanan meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur namun jumlah itu tidak berarti melawan Angkatan Udara Jerman “Luftwaffe”. Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Setelah mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari timur yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov. Akhirnya Polandia menyerah kepada Nazi Jerman setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa pemimpin Polandia melarikan diri diantaranya ke Rumania. Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun juga menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill. Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktek-praktek kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap orang orang Yahudi.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei 1940, mengakhiri apa yang disebut dengan “Perang Pura-Pura” (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire dan Huricane dapt berisirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2 Mei, Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal 2 juga. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Adolf Hitler lahir tahun 1889 di Braunau, Austria. Sebagai remaja dia merupakan seorang seniman gagal. Di masa Perang Dunia ke-I, dia masuk Angkatan Bersenjata Jerman, terluka dan peroleh dua medali untuk keberaniannya. Kekalahan Jerman membuatnya terpukul dan geram. Di tahun 1919 tatkala umurnya menginjak tiga puluh tahun, dia bergabung dengan partai kecil berhaluan kanan di Munich, dan segera partai ini mengubah nama menjadi Partai Buruh Nasionalis Jerman/National Sozialismus (diringkas Nazi). Dalam tempo dua tahun dia menanjak jadi pemimpin yang tanpa saingan yang dalam julukan Jerman disebut “Fuehrer.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dengan jabatan itu, Hitler dengan cepat dan cekatan membentuk kediktatoran dengan menggunakan aparat pemerintah melabrak semua golongan oposisi. Perlu dicamkan, proses ini bukanlah lewat erosi kebebasan sipil dan hak-hak pertahankan diri terhadap tuduhan-tuduhan kriminal, tetapi digarap dengan sabetan kilat dan sering sekali partai Nazi tidak ambil pusing dengan prosedur pengajuan di pengadilan samasekali. Banyak lawan-lawan politik digebuki, bahkan dibunuh langsung di tempat. Meski begitu, sebelum pecah Perang Dunia ke-2, Hitler meraih dukungan sebagian terbesar penduduk Jerman karena dia berhasil menekan jumlah pengangguran dan melakukan perbaikan-perbaikan ekonomi.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Hitler dalam bukunya, “Mein Kampf” (Perjuanganku), menekankan pentingnya lebensraum, yakni mendapatkan wilayah baru untuk rakyat Jerman di Eropa Timur. Dia membayangkan menempatkan rakyat Jerman sebagai ras utama di Rusia barat. Sebaliknya, sebagian besar rakyat Rusia dipindahkan ke Siberia dan sisanya dijadikan budak. Setelah pembersihan (purge?) besar-besaran pada tahun 1930-an, Hitler menganggap Soviet secara militer lemah dan mudah diduduki. Ia menyatakan, “Kami hanya harus menendang pintu dan seluruh struktur yang rapuh akan runtuh.” Akibat Pertempuran Kursk dan kondisi militer Jerman yang melemah, Hitler dan propaganda Nazi menyatakan perang tersebut sebagai pertahanan peradaban oleh Jerman dari penghancuran oleh “gerombolan kaum Bolshevik” yang menyebar ke Eropa.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Hitler kemudian merancang jalan menuju penaklukan-penaklukan yang ujung-ujungnya membawa dunia ke kancah Perang Dunia ke-2. Dia merebut daerah pertamanya praktis tanpa lewat peperangan samasekali. Inggris dan Perancis terkepung oleh berbagai macam kesulitan ekonomi, karena itu begitu menginginkan perdamaian sehingga mereka tidak ambil pusing tatkala Hitler mengkhianati Persetujuan Versailles dengan cara membangun Angkatan Bersenjata Jerman. Begitu pula mereka tidak ambil peduli tatkala Hitler menduduki dan memperkokoh benteng di Rhineland (1936), dan demikian juga ketika Hitler mencaplok Austria (Maret 1938). Bahkan mereka terima sambil manggut-manggut ketika Hitler mencaplok Sudetenland, benteng pertahanan perbatasan Cekoslowakia. Persetujuan internasional yang dikenal dengan sebutan “Pakta Munich” yang oleh Inggris dan Perancis diharapkan sebagai hasil pembelian “Perdamaian sepanjang masa” dibiarkan terinjak-injak dan mereka bengong ketika Hitler merampas sebagian Cekoslowakia beberapa bulan kemudian karena Cekoslowakia samasekali tak berdaya. Pada tiap tahap, Hitler dengan cerdik menggabung argumen membenarkan tindakannya dengan ancaman bahwa dia akan perang apabila hasratnya dianggap sepi, dan pada tiap tahap negara-negara demokrasi merasa gentar dan mundur melemah.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tetapi, Inggris dan Perancis berketetapan hati mempertahankan Polandia, sasaran Hitler berikutnya. Pertama Hitler melindungi dirinya dengan jalan penandatangan pakta “Tidak saling menyerang” bulan Agustus 1939 dengan Stalin (hakekatnya perjanjian itu perjanjian agresi karena keduanya bersepakat bagaimana membagi dua Polandia buat kepentingan masing-masing). Sembilan hari kemudian, Jerman menyerang Polandia dan enam belas hari sesudah itu Uni Soviet berbuat serupa. Meskipun Inggris dan Perancis mengumumkan perang terhadap Jerman, Polandia segera dapat ditaklukkan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pasukan Jerman menaklukkan Yunani dan Yugoslavia di bulan April 1941. Dan di bulan Juni tahun itu pula Hitler merobek-robek “Perjanjian tidak saling menyerang” dengan Uni Soviet dan membuka penyerbuan. Angkatan Bersenjata Jerman dapat menduduki bagian yang amat luas wilayah Rusia tetapi tak mampu melumpuhkannya secara total sebelum musim dingin. Meski bertempur lawan Inggris dan Rusia, tak tanggung-tanggung Hitler memaklumkan perang dengan Amerika Serikat bulan Desember 1941 dan beberapa hari kemudian Jepang melabrak Amerika Serikat, mengobrak-abrik pangkalan Angkatan Lautnya di Pearl Harbor.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Di pertengahan tahun 1942 Jerman sudah menguasai bagian terbesar wilayah Eropa yang tak pernah sanggup dilakukan oleh siapa pun dalam sejarah. Tambahan pula, dia menguasai Afrika Utara. Titik balik peperangan terjadi pada parohan kedua tahun 1942 tatkala Jerman dikalahkan dalam pertempuran rumit di El-Alamein di Mesir dan Stalingrad di Rusia. Sesudah kemunduran ini, nasib baik yang tadinya memayungi tentara Jerman angsur-berangsur secara tetap meninggalkannya. Tetapi, kendati kekalahan Jerman tampaknya tak terelakkan lagi, Hitler menolak menyerah. Bukannya dia semakin takut, malahan meneruskan penggasakan selama lebih dari dua tahun sesudah Stalingrad. Ujung cerita yang pahit terjadi pada musim semi tahun 1945. Hitler bunuh diri di Berlin tanggal 30 April dan tujuh hari sesudah itu Jerman menyerah kalah.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dibandingkan dengan medan perang lainnya dalam Perang Dunia II, Front Timur jauh lebih besar dan berdarah serta mengakibatkan 25-30 juta orang tewas. Di Front Timur terjadi lebih banyak pertempuran darat daripada semua front pada PD II. Karena premis ideologi dalam perang, pertempuran di Front Timur mengakibatkan kehancuran besar. Bagi anggota Nazi garis keras di Berlin, perang melawan Uni Soviet merupakan perjuangan melawan komunisme dan ras Arya melawan ras Slavia yang lebih rendah. Dari awal konflik, Hitler menganggapnya sebagai “perang pembinasaan”. Di samping konflik ideologi, pola pikir Hitler dan Stalin mengakibatkan peningkatan teror dan pembunuhan. Hitler bertujuan memperbudak ras Slavia dan membinasakan populasi Yahudi di Eropa Timur. Stalin pun setali tiga uang dengan Hitler dalam hal memandang rendah nyawa manusia untuk meraih kemenangan. Ini termasuk meneror rakyat mereka sendiri dan juga deportasi massal seluruh penduduk. Faktor-faktor ini mengakibatkan kebrutalan kepada tentara dan rakyat sipil, yang tidak dapat disamakan dengan Front Barat.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pakta Molotov-Ribbentrop pada Agustus 1939 membentuk perjanjian non-agresi antara Jerman Nazi dan Uni Soviet, dan sebuah protokol rahasia menggambarkan bagaimana Finlandia, Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia dan Rumania akan dibagi-bagi di antara mereka. Dalam Perang September di Polandia pada 1939 kedua negara itu menyerang dan membagi Polandia, dan pada Juni 1940 Uni Soviet, yang mengancam untuk menggunakan kekerasan apabila tuntutan-tuntutannya tidak dipenuhi, memenangkan perang diplomatik melawan Rumania dan tiga negara Baltik yang de jure mengizinkannya untuk secara damai menduduki Estonia, Latvia dan Lithuania de facto, dan mengembalikan wilayah-wilayah Ukraina, Belorusia, dan Moldovia di wilayah Utara dan Timur Laut dari Rumania ( Bucovina Utara dan Basarabia).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Adolf Hitler telah lama ingin melanggar pakta dengan Uni Soviet itu dan melakukan invasi. Dalam Mein Kampf ia mengajukan argumennya tentang perlunya mendapatkan wilayah baru untuk pemukiman Jerman di Eropa Timur. Ia membayangkan penempatan orang-orang Jerman sebagai ras yang unggul di Rusia barat, sementara mengusir sebagian besar orang Rusia ke Siberia dan menggunakan sisanya sebagai tenaga budak. Setelah pembersihan pada tahun 1930-an ia melihat Uni Soviet lemah secara militer dan sudah matang untuk diserang: “Kita hanya perlu menendang pintu dan seluruh struktur yang busuk itu akan runtuh.”

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Joseph Stalin kuatir akan perang dengan Jerman, dan karenanya enggan melakukan apapun yang dapat memprovokasi Hitler. Meskipun Jerman telah mengerahkan sejumlah besar pasukan di Polandia timur dan membuat penerbangan-penerbangan pengintai gelap di perbatasan, Stalin mengabaikan peringatan-peringatan dari intelijennya sendiri maupun dari pihak asing. Selain itu, pada malam penyerbuan itu sendiri, pasukan-pasukan Soviet mendapatkan pengarahan yang ditandatangani oleh Marsekal Semyon Timoshenko dan Jenderal Georgy Zhukov yang memerintahkan (sesuai dengan perintah Stalin): “jangan membalas provokasi apapun” dan “jangan mengambil tindakan apapun tanpa perintah yang spesifik “. Karena itu, invasi Jerman pada umumnya mengejutkan militer dan pimpinan Soviet.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pornografi . Bisa saja bagi sebagian orang kata ini sangat menakutkan dan wajib dihindari, tapi bagi yang lain, menjadi kata yang biasa-biasa saja. Apa itu pornografi? Pornografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu porne (pelacur) dan graphos (gambar atau tulisan). Dan secara harafiah berarti “tulisan atau gambar tentang pelacur”. Di wikipedia disebutkan pornografi yang kadang kala juga disingkat menjadi “porn,” “pr0n,” atau “porno” adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Pornografi dapat menggunakan berbagai media, baik tulisan, foto-foto, film dan lain sebagainya. Di era informasi sekarang ini, maka pornografi (sangat) gampang kita temukan di internet.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tahun 2010 pemerintah Australia menerbitkan undang-undang (UU) untuk menyensor situs-situs internet. Kebijakan pemerintah Australia diarahkan pada langkah pemblokiran informasi yang isinya berhubungan dengan kekerasan seksual, obat-obatan terlarang dan pornografi anak. Penyaringan akan dilakukan oleh penyedia jasa internet di bawah pengawasan pemerintah. Meskipun dua perusahaan raksasa pengelola jasa internet, yaitu Google dan Yahoo, mengkritik kebijakan itu, namun pemerintah Australia tidak bergeming.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sebelumnya, Pemerintah China juga telah membuat kebijakan serupa terhadap Google, meskipun dengan alasan yang berbeda. Kebijakan pemerintah China yang mengharuskan Google melakukan self cencorship, telah menimbulkan ketegangan antara pemerintah China dengan Amerika. Kebijakan pemerintah China diterapkan, karena ditengarai isi informasi Google berkolaborasi dengan spionase Amerika. Puncak ketegangan tersebut ditandai dengan direlokasinya portal Google di China (Google.cn) ke sebuah situs di Hongkong.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dewasa ini, internet telah membentuk kebudayaan baru dalam masyarakat. Masyarakat tidak lagi dibatasi oleh wilayah teritori antar negara. Kehadiran internet di satu sisi telah mendorong interkoneksi yang nyaris tanpa batas, tetapi di sisi lain ekses sosial sebagai produk ikutannya juga sudah keluar batas. Dibalik fenomenalnya temuan internet, ternyata kehadiran internet juga melahirkan keresahan baru. Fenomena internet juga dibarengi dengan munculnya kejahatan yang berbasis cyber (cyber crime). Kejahatan cyber yang paling mengkhawatirkan belakangan ini, ditandai oleh pesatnya perkembangan situs-situs porno dalam berbagai tampilan yang sangat vulgar.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sensasi yang melekat pada perkembangan internet adalah efektifnya medium ini dalam menyebarkan pornografi. Bila dicermati secara seksama, pada dasarnya internet juga merupakan media komunikasi, sebagaimana media komunikasi dalam bentuk lainnya. Kelebihan internet dari media yang lain terletak pada karakteristiknya yang mampu mengkonvergensikan karakteristik media cetak, penyiaran, film dan telekomunikasi dalam sebuah media yang disebut global network. Keistimewaannya dalam mengkonvergensikan keempat media di atas, telah menjadikan internet sebagai media komunikasi yang paling sophisticated saat ini. Dengan keunggulan tersebut, tidak mengherankan bila internet menjadi media yang paling efektif dalam menyebarkan berbagai informasi, termasuk informasi tentang pornografi. Bahkan, berbagai data terakhir menunjukkan bahwa transaksi terbesar perdagangan melalui internet, diperoleh dari bisnis pornografi.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Untuk menonton gambar porno, ternyata telah keluar biaya sebesar US $ 3,075.64 setiap detik. Sementara itu, tercatat setiap detik sejumlah 28.258 pengguna internet mengakses situs-situs porno, yang seharusnya hanya dikonsumsi orang dewasa. Dari angka-angka di atas dapat dibayangkan berapa banyak produksi video porno yang dihasilkan. Dengan demikian, betapa suburnya lahan bisnis pornografi. Di Amerika, setiap 39 menit dihasilkan sebuah produk video porno. Industri ini pada 2006 mampu menggerakkan bisnis senilai US $ 97.06 milyar atau sekitar Rp. 976 trilyun. Angka yang sangat fantastis untuk sebuah bisnis dengan core bussiness syahwat.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Penelitian itu juga menyajikan data mengenai negara yang mengkonsumsi bisnis pornografi tersebut. Pangsa pasar terbesar justru sejumlah negara di Asia. Pendapatan dari pornografi yang terbesar berasal dari China, yaitu senilai US $ 27,4 milyar atau sekitar Rp. 270 trilyun. Peringkat kedua adalah Korea Selatan, dengan pendapatan sebesar US $ 25,7 milyar atau sekitar Rp 250 trilyun. Jepang berada di urutan ketiga dengan pendapatan sebesar US $ 20 milyar atau sekitar Rp 200 trilyun. Negara Asia lainnya adalah Philipina di urutan kesembilan dan Taiwan di peringkat sepuluh. Amerika sebagai negara produsen, berada di peringkat empat, dengan pendapatan sebesar US $ 13,3 milyar atau sekitar Rp 130 trilyun.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sehubungan dengan kekhawatiran keterlibatan anak-anak atau remaja Indonesia sebagai pecandu situs porno di internet, diperoleh temuan survei Komisi PerlindunganAnak (KPA) terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007. Hasil survei KPA sangat mengejutkan, karena 97 % responden pernah menonton adegan porno. Dampaknya, sebanyak 93,7 % responden mengaku pernah berciuman, petting, dan oral sex, serta 62,7 % remaja yang duduk di bangku SMP mengaku pernah berhubungan intim. Data yang lebih mengejutkan, sebanyak 21,2 % siswi SMA mengaku pernah menggugurkan kandungan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Menurut catatan Internet World Stats, sampai September 2009, pengguna internet di Indonesia mencapai angka 30 juta orang atau 12,5 % dari populasi penduduk Indonesia. Angka pertumbuhannya mencapai 1.150 %. Anak-anak dan remaja, termasuk bagian dari pengakses internet. Jadi, bukan tidak mungkin mereka juga penggemar situs-situs porno di internet. Dengan kata lain, terpaan pornografi melalui internet sudah sangat luar biasa, sehingga diperlukan kebijakan untuk memfilter informasi, termasuk pornografi, di internet dalam rangka menjaga ketahanan budaya, terlebih moral generasi muda.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Popularitas situs porno di dunia maya hampir mengalahkan situs jejaring sosial maupun situs berita. Dikutip dari Gizmodo, blog berita teknologi terbitan Netmedia Europe Spanyol menyatakan salah satu situs porno terkenal bernama XVideos mampu mencatatkan kunjungan (page views) sebanyak 4,4 miliar per bulan. Hasil ini ternyata tiga kali lebih besar dari yang bisa dihasilkan oleh situs sekelas CNN. Durasi kunjungan terhadap sebuah situs normal adalah sekitar tiga hingga enam menit. Sedangkan untuk kunjungan ke situs porno, rata-rata pengguna internet menghabiskan waktu 15 hingga 20 menit. Data lainnya menyebutkan bahwa situs porno populer lainnya, YouPorn, ternyata memiliki konten digital lebih dari 100TB dengan page views per hari kurang lebih 100 juta.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Facebook, sejak 2010 berusaha membeli domain faceporn. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan hasil pencarian kata “facebook”. Pihak facebook meminta pemilik faceporn untuk mengubah nama domain-nya dan membayar royalti atas penggunaan nama tersebut. Namun, seperti yang dituliskan oleh wallstcheatsheet.com, pihak pengadilan yang dipimpin oleh Hakim Jeffry White memutuskan tuduhan facebook tidak mempunyai landasan kuat,”lack of personal jurisdiction” karena walaupun facebook dan faceporn memiliki segmen dan fungsi sebagai jejaring sosial, namun target dari faceporn bukanlah orang-orang yang bertempat tinggal di Callifornia, melainkan orang di luar cakupan terbesar facebook. Selain gagal memperoleh kepemilikan domain faceporn, facebook juga wajib membayar sejumlah uang kepada faceporn untuk mengganti dana membayar pengacara dan biaya proses hukum. Hingga saat ini, situs faceporn masih leluasa diakses melalui mesin pencari di beberapa Negara, termasuk Indonesia.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Fenomena pornografi di internet, disikapi oleh setiap negara dengan kebijakan yang berbeda-beda. Kebijakan pemerintah yang ditetapkan, akan sangat tergantung dari tingkat adopsi demokrasi di masing-masing negara. Negara yang mengimplementasikan demokrasi secara otoritarian, tentu akan mengambil kebijakan yang cenderung otoriter, dengan memberikan peran negara untuk melakukan sensor (pembatasan informasi) di internet. Praktek ini dapat ditemukan di Arab Saudi dan RCC. Kedua negara ini membuat server negara atau pembatasan informasi, melalui Internet Service Provider. Di negara-negara yang menganut sistem demokrasi, sensor di internet juga diberlakukan. Namun, sensor di internet bukan oleh pemerintah, melainkan muncul dari partisipasi masyarakat yang menggerakkan agar internet dikelola sebagai media yang sehat. Penyensoran dilakukan dengan meluncurkan software yang mampu memfilter informasi, khususnya informasi pornografi. Bahkan di Amerika, pengaturan tentang pornografi anak di internet, lahir akibat desakan masyarakat terhadap serbuan pornografi anak yang merajarela di internet. Hal tersebut salah satunya terlihat pada 18 Maret 2011, Dewan Direksi Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICAAN), asosiasi yang mengawasi sistem penamaan dalam internet, menyetujui pembentukan distrik online untuk situs-situs pornografi, guna membendung perkembangan situs porno di dunia maya melalui domain (.xxx). Klasifikasi tersebut setidaknya mempermudah langkah pemblokiran atau pembatasan akses publik terhadap konten pornografi.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Di Indonesia, penanganan pornografi melalui internet mulai menjadi perhatian. Sejatinya, pornografi sudah diatur dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 yang memberikan peran kepada pemerintah dalam pencegahan pornografi. Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, wajib melakukan pencegahan pembuatan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi melalui berbagai bentuk media komunikasi, termasuk di dalamnya internet (Pasal 18). Untuk melakukan pencegahan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi dalam media komunikasi, pemerintah diberi kewenangan melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet (Pasal 19 dan Pasal 20). Sayangnya, Undang-Undang Pornografi ini belum berfungsi optimal. Pemerintah belum membuat semua aturan pelaksana undang-undang itu. Saat ini baru satu aturan pelaksana Undang-Undang Pornografi yang sudah terbit, yaitu Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2011, yang diundangkan pada September 2011. Namun cakupan peraturan ini sangat terbatas. Di sini hanya diatur pembinaan dan pendampingan anak, pelaku atau korban pornografi. Sedangkan soal pornografi dalam lingkup yang lebih luas, termasuk ihwal media penyebarannya, belum diatur.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, juga diatur larangan untuk mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan (Pasal 27 Ayat 1). Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan informasi elektronik dan dokumen elektronik, kategorisasinya tidak secara tegas memasukkan muatan pornografi. Dengan demikian, penggunaan undang-undang ini untuk menjerat kasus pornografi di internet, masih bisa debatable.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Penggunaan internet memang menuntut seperangkat kemampuan (literacy) para penggunanya. Kecerdasan (literacy) ini akan memberikan semacam perspektif positif dalam memaknai content media, khususnya internet. Untuk itu, model perlindungan anak-anak dan remaja dari terpaan pornografi melalui internet dan kejahatan cyber pada umumnya, dapat ditempuh melalui peningkatan internet literacy. Dengan model literasi, setidaknya dapat diwaspadai terpaan pornografi di internet yang masih sangat leluasa dapat diakses anak-anak dan generasi muda pada umumnya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, pada tahun 2008 , jumlah pengguna Narkoba di Indonesia mencapai 3,3 juta jiwa atau sekitar 1,99 persen dari jumlah penduduk Indonesia mengalami ketergantungan Narkoba. Dari jumlah tersebut, 1,3 juta diantaranya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Di sisi lain, jumlah korban meninggal dunia akibat penggunaan Narkoba selama kurun 2006-2008 mencapai 15.000 jiwa. Artinya, setidaknya 41 jiwa melayang perhari dengan 78 persen terjadi pada anak muda usia 19-21 tahun.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Troels Vester: Diperkirakan ada sekitar 3,7 juta sampai 4,7 juta orang pengguna narkoba di Indonesia. Ini data tahun 2011. Sekitar 1,2 juta orang adalah pengguna crystalline methamphetamine dan sekitar 950.000 pengguna ecstasy. Sebagai perbandingan, ada 2,8 juta pengguna cannabis dan sekitar 110.000 pecandu heroin. Sedangkan menurut perkiraan otoritas Indonesia Badan Narkotika Nasional (BNN), saat ini ada sekitar 5,6 juta pengguna narkoba. Dulu, bahan yang paling banyak dikonsumsi adalah cannabis. Pada paruh kedua 1990-an ada peningkatan tajam pengguna heroin, terutama lewat jarum suntik. Ini mengakibatkan peningkatan pesat penyebaran HIV/AIDS di Indonesia. Tapi menjelang akhir 1990-an, yang paling banyak digunakan adalah Amphetamine Type Stimulants (ATS).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Bisa dikatakan bahwa Indonesia sekarang telah menjadi salah satu jalur utama dalam perdagangan obat bius. Banyak obat bius diperdagangkan dan diselundupkan oleh sindikat internasional yang terorganisasi, terutama karena ada permintaan cukup tinggi dan Indonesia punya populasi muda yang besar dan menjadi pasar narkoba yang besar juga. Indonesia sendiri sudah membuat banyak kemajuan dalam beberapa tahun terakhir dan menyita narkotika dan obat bius illegal dalam jumlah besar yang masuk dari luar negeri. Terutama bahan-bahan methamphetamine, yang di Indonesia dikenal dengan sebutan “sabu-sabu”.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia adalah mereduksi penawaran dan permintaan terhadap obat bius di negara itu. Kenyataan bahwa makin maraknya penyelundupan dan produksi ATS di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah masih perlu meningkatkan upaya untuk menanggulangi hal ini. Konsumsi dan penawaran ATS harus bisa direduksi, penanganan para pecandu ATS harus ditingkatkan. Saat ini, penanganan masih dilakukan di klinik-klinik dan rumah sakit khusus. Pemerintah perlu mengembangkan sistem penanganan yang lebih berdasarkan kegiatan komunitas.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Berdasarkan Laporan Akhir Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba tahun anggaran 2014, jumlah penyalahguna narkoba diperkirakan ada sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta orang yang pernah memakai narkoba dalam setahun terakhir (current users) pada kelompok usia 10-59 tahun di tahun 2014 di Indonesia. Jadi, ada sekitar 1 dari 44 sampai 48 orang berusia 10-59 tahun masih atau pernah pakai narkoba pada tahun 2014. Angka tersebut terus meningkat dengan merujuk hasil penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Puslitkes UI dan diperkirakan pengguna narkoba jumlah pengguna narkoba mencapai 5,8 juta jiwa pada tahun 2015.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Bagaimana penggunaan narkoba menurut PBB? Menariknya, menurut Troels Vester sebagai koordinator lembaga PBB untuk kejahatan narkoba, UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) yang diwawancarai DW (Deutsche Welle) menyatakan bahwa diiperkirakan sekitar 3,7 juta sampai 4,7 juta orang pengguna narkoba di Indonesia. Sekitar 1,2 juta orang adalah pengguna crystalline methamphetamine dan sekitar 950.000 orang pengguna ecstasy. Sebagai perbandingan, ada 2,8 juta pengguna cannabis dan sekitar 110.000 pecandu heroin.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pelacuran telah terjadi sepanjang sejarah manusia. Namun menelusuri sejarah pelacuran di Indonesia dapat dirunut mulai dari masa kerajaan-kerajaan Jawa, di mana perdagangan perempuan di pada saat itu merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal (Hull; 1997:1-22). Dua kerajaan yang sangat lama berkuasa di Jawa berdiri tahun 1755 ketika kerajaan Mataram terbagi dua menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanana Yogyakarta. Mataram merupakan kerajaan Islam Jawa yang terletak di sebelah selatan Jawa Tengah. Pada masa itu,

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Raja mempunyai kekuasaan penuh. Seluruh yang ada di atas Jawa, bumi dan seluruh kehidupannya, termasuk air, rumput, daun, dan segala sesuatunya adalah milik raja. Tugas raja pada saat itu adalah menetapkan hukum dan menegakkan keadilan; dan semua orang diharuskan mematuhinya tanpa terkecuali. Kekuasaan raja yang tak terbatas ini juga tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. Beberapa orang selir tersebut adalah puteri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan. Sebagian lagi merupakan persembahan dari kerajaan lain, ada juga selir yang berasal dari lingkungan keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan dengan keluarga istana.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sebagian selir raja ini dapat meningkat statusnya karena melahirkan anak-anak raja. Perempuan yang dijadikan selir tersebut berasal dari daerah tertentu yang terkenal banyak mempunyai perempuan cantik dan memikat. Reputasi daerah seperti ini masih merupakan legenda sampai saat ini. Koentjoro (1989:3) mengidentifikasi 11 kabupaten di Jawa yang dalam sejarah terkenal sebagai pemasok perempuan untuk kerajaan; dan sampai sekarang daerah tersebut masih terkenal sebagai sumber wanita pelacur untuk daerah kota. Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Kuningan di Jawa Barat; Pati, Jepara, Grobogan dan Wonogiri di Jawa Tengah; serta Blitar, Malang, Banyuwangi dan Lamongan di Jawa Timur. Kecamatan Gabus Wetan di Indramayu terkenal sebagai sumber pelacur; dan menurut sejarah daerah ini merupakan salah satu sumber perempuan muda untuk dikirim ke istana Sultan Cirebon sebagai selir. (Hull, at al. 1997:2).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Makin banyaknya selir yang dipelihara, menurut Hull, at al. (1997:2) bertambah kuat posisi raja di mata masyarakat. Dari sisi ketangguhan fisik, mengambil banyak selir berarti mempercepat proses reproduksi kekuasaan para raja dan membuktikan adanya kejayaan spiritual. Hanya raja dan kaum bangsawan dalam masyarakat yang mempunyai selir. Mempersembahkan saudara atau anak perempuan kepada bupati atau pejabat tinggi merupakan tindakan yang didorong oleh hasrat untuk memperbesar dan memperluas kekuasaan, seperti tercermin dari tindakan untuk memperbanyak selir. Tindakan ini mencerminkan dukungan politik dan keagungan serta kekuasaan raja. Oleh karena itu, status perempuan pada zaman kerajaan Mataram adalah sebagai upeti (barang antaran) dan sebagai selir.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Perlakuan terhadap perempuan sebagai barang dagangan tidak terbatas hanya di Jawa, kenyataan juga terjadi di seluruh Asia, di mana perbudakan, sistem perhambaan dan pengabdian seumur hidup merupakan hal yang biasa dijumpai dalam sistem feodal. Di Bali misalnya, seorang janda dari kasta rendah tanpa adanya dukungan yang kuat dari keluarga, secara otomatis menjadi milik raja. Jika raja memutuskan tidak mengambil dan memasukkan dalam lingkungan istana, maka dia akan dikirim ke luar kota untuk menjadi pelacur. Sebagian dari penghasilannya harus diserahkan kepada raja secara teratur (ENI, dalam Hull; 1997:3).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dari semula, isu tersebut telah menimbulkan banyak dilema bagi penduduk pribumi dan non-pribumi. Dari satu sisi, banyaknya lelaki bujangan yang dibawa pengusaha atau dikirim oleh pemerintah kolonial untuk datang ke Indonesia, telah menyebabkan adanya permintaan pelayanan seks ini. Kondisi tersebut ditunjang pula oleh masyarakat yang menjadikan aktivitas memang tersedia, terutama karena banyak keluarga pribumi yang menjual anak perempuannya untuk mendapatkan imbalan materi dari para pelanggan baru (para lelaki bujangan) tersebut. Pada sisi lain, baik penduduk pribumi maupun masyarakat kolonial menganggap berbahaya mempunyai hubungan antar ras yang tidak menentu. Perkawinan antar ras umumnya ditentang atau dilarang, dan perseliran antar ras juga tidak diperkenankan. Akibatnya hubungan antar ras ini biasanya dilaksanakan secara diam-diam. Dalam hal ini, hubungan gelap (sebagai suami-istri tapi tidak resmi) dan hubungan yang hanya dilandasi dengan motivasi komersil merupakan pilihan yang tersedia bagi para lelaki Eropa. Perilaku kehidupan seperti ini tampaknya tidak mengganggu nilai-nilai sosial pada saat itu dan dibiarkan saja oleh para pemimpin mereka. (Hull; 1997:4).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Situasi pada masa kolonial tersebut membuat sakit hati para perempuan Indonesia, karena telah menempatkan mereka pada posisi yang tidak menguntungkan secara hukum, tidak diterima secara baik dalam masyarakat, dan dirugikan dari segi kesejahteraan individu dan sosial. Maka sekitar tahun 1600-an, pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang keluarga pemeluk agama Kristen mempekerjakan wanita pribumi sebagai pembantu rumah tangga dan melarang setiap orang mengundang perempuan baik-baik untuk berzinah. Peraturan tersebut tidak menjelaskan apa dan mana yang dimaksud dengan perempuan “baik-baik”. Pada tahun 1650, “panti perbaikan perempuan” (house of correction for women) didirikan dengan maksud untuk merehabilitasi para perempuan yang bekerja sebagai pemuas kebutuhan seks orang-orang Eropa dan melindungi mereka dari kecaman masyarakat. Seratus enam belas tahun kemudian, peraturan yang melarang perempuan penghibur memasuki pelabuhan “tanpa izin” menunjukkan kegagalan pelaksanaan rehabilitasi dan juga sifat toleransi komersialisasi seks pada saat itu (ENOI, dalam Hull; 1997:5).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tahun 1852, pemerintah mengeluarkan peraturan baru yang menyetujui komersialisasi industri seks tetapi dengana serangkaian aturan untuk menghindari tindakan kejahatan yang timbul akibat aktivitas prostitusi ini. Kerangka hukum tersebut masih berlaku hingga sekarang. Meskipun istilah-istilah yang digunakan berbeda, tetapi hal itu telah memberikan kontribusi bagi penelaahan industri seks yang berkaitan dengan karakteristik dan dialek yang digunakan saat ini. Apa yang dikenal dengan wanita tuna susila (WTS) sekarang ini, pada waktu itu disebut sebagai “wanita publik” menurut peraturan yang dikeluarkan tahun 1852. Dalam peraturan tersebut, wanita publik diawasi secara langsung dan secara ketat oleh polisi (pasal 2). Semua wanita publik yang terdaftar diwajibkan memiliki kartu kesehatan dan secara rutin (setiap minggu) menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi adanya penyakit syphilis atau penyakit kelamin lainnya (pasal 8, 9, 10, 11).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Jika seorang perempuan ternyata berpenyakit kelamin, perempuan tersebut harus segera menghentikan praktiknya dan harus diasingkan dalam suatu lembaga (inrigting voor zieke publieke vrouwen) yang didirikan khusus untuk menangani perempuan berpenyakit tersebut. Untuk memudahkan polisi dalam menangani industri seks, para wanita publik tersebut dianjurkan sedapat mungkin melakukan aktivitasnya di rumah bordil. Sayangnya peraturan perundangan yang dikeluarkan tersebut membingungkan banyak kalangan pelaku di industri seks, termasuk juga membingungkan pemerintah. Untuk itu pada tahun 1858 disusun penjelasan berkaitan dengan peraturan tersebut dengan maksud untuk menegaskan bahwa peraturan tahun 1852 tidak diartikan sebagai pengakuan bordil sebagai lembaga komersil. Sebaliknya rumah pelacuran diidentifikasikan sebagai tempat konsultasi medis untuk membatasi dampak negatif adanya pelacuran. Meskipun perbedaan antara pengakuan dan persetujuan sangat jelas bagi aparat pemerintah, tapi tidak cukup jelas bagi masyarakat umum dan wanita publik itu sendiri. (Hull; 1997:5-6).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dua dekade kemudian tanggung jawab pengawasan rumah bordil dialihkan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Peraturan pemerintah tahun 1852 secara efektif dicabut digantikan dengan peraturan penguasa daerah setempat. Berkaitan dengan aktivitas industri seks ini, penyakit kelamin merupakan persoalan serius yang paling mengkhawatirkan pemerintah daerah. Tetapi terbatasnya tenaga medis dan terbatasnya alternatif cara pencegahan membuat upaya mengurangi penyebaran penyakit tersebut menjadi sia-sia (ENOI dalam Hull; 1997:6).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pengalihan tanggung jawab pengawasan rumah bordil ini menghendaki upaya tertentu agar setiap lingkungan permukiman membuat sendiri peraturan untuk mengendalikan aktivitas prostitusi setempat. Di Surabaya misalnya, pemerintah daerah menetapkan tiga daerah lokalisasi di tiga desa sebagai upaya untuk mengendalikan aktivitas pelacuran dan penyebaran penyakit kelamin. Selain itu, para pelacur dilarang beroperasi di luar lokalisasi tersebut. Semua pelacur di lokalisasi ini terdaftar dan diharuskan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara berkala (Ingleson dalam Hull; 1997:6).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tahun 1875, pemerintah Batavia (kini Jakarta), mengeluarkan peraturan berkenaan dengan pemeriksaan kesehatan. Peraturan tersebut menyebutkan, antara lain bahwa para petugas kesehatan bertanggung jawab untuk memeriksa kesehatan para wanita publik. Para petugas kesehatan ini pada peringkat kerja ketiga (tidak setara dengan eselon III zaman sekarang yaitu kepala biro pada organisasi pemerintahan) mempunyai kewajiban untuk mengunjungi dan memeriksa wanita publik pada setiap hari Sabtu pagi. Sedangkan para petugas pada peringkat lebih tinggi (peringkat II) bertanggung jawab untuk mengatur wadah yang diperuntukkan bagi wanita umumnya yang sakit dan perawatan lebih lanjut. Berdasarkan laporan pada umumnya meskipun telah dikeluarkan banyak peraturan, aktivitas pelacuran tetap saja meningkat secara drastis pada abad ke-19, terutama setelah diadakannya pembenahan hukum agraria tahun 1870, di mana pada saat itu perekonomian negara jajahan terbuka bagi para penanam modal swasta (Ingleson dalam Hull; 1997:6).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Perluasan areal perkebunan terutama di Jawa Barat, pertumbuhan industri gula di Jawa Timur dan Jawa Tengah, pendirian perkebunan-perkebunan di Sumatera dan pembangunan jalan raya serta jalur kereta api telah merangsang terjadinya migrasi tenaga kerja laki-laki secara besar-besaran. Sebagian besar dari pekerja tersebut adalah bujangan yang akan menciptakan permintaan terhada aktivitas prostitusi. Selama pembanguna kereta api yang menghubungkan kota-kota di Jawa seperti Batavia, Bogor, Cianjur, Bandung, Cilacap, Yogyarakta dan Surabaya tahun 1884, tak hanya aktivitas pelacuran yang timbul untuk melayani para pekerja bangunan di setiap kota yang dilalui kereta api, tapi juga pembangunan tempat-tempat penginapan dan fasilitas lainnya meningkat bersamaan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan konstruksi jalan kereta api. Oleh sebab itu dapat dimengerti mengapa banyak kompleks pelacuran tumbuh di sekitar stasiun kereta api hampir di setiap kota. Contohnya di Bandung, kompleks pelacuran berkembang di beberapa lokasi di sekitar stasiun kereta api termasuk Kebonjeruk, Kebontangkil, Sukamanah, dan Saritem.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Hull juga menambahkan, (1997:7) di Yogyakarta, kompleks pelacuran didirikan di daerah Pasarkembang, Balongan, dan Sosrowijayan. Di Surabaya, kawasan pelacuran pertama adalah di dekat Stasiun Semut dan di dekat pelabuhan di daerah Kremil, Tandes, dan Bangunsari. Sebagian besar dari kompleks pelacuran ini masih beroperasi sampai sekarang, meskipun peranan kereta api sebagai angkutan umum telah menurun dan keberadaan tempat-tempat penginapan atau hotel-hotel di sekitar stasiun kereta api juga telah berubah.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kasus pembantaian di Kediri diungkap berdasar kesaksian Ibu Yatinah (69 tahun), anak kandung korban bernama Sarman. Peristiwanya terjadi pada 18 September 1948 sewaktu menghadiri rapat pamong di kelurahan, tiba-tiba ia dicegat segerombolan orang. Kemudian, dibawa paksa ke suatu tempat sambil diikat kedua tangannya. Berhari-hari ayahnya tidak pulang, dan ternyata termasuk yang dimasukkan di sumur maut dekat di sini (menunjuk ke luar desa), bersama 108 orang. Sarman tertulis di nomor 48 dalam daftar di monumen tersebut.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Perjalanan sejarah ideologi Komunis di dunia telah membuktikan selalu melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Ideologi yang dikembangak Karl Mark, Lenin, Stalin, Mao, telah membanjiri jagat raya dengan darah. Buku Katastrofi Mendunia, Marxisma, Leninisma Stalinisma Maoisma Narkoba yang ditulis Taufiq Ismail, menyebutkan setidaknya 100 juta orang lebih dibantai termasuk di Indonesia oleh rejim Komunis dan orang-orang Partai Komunis di Dunia. Ideologi Komunis selalu pada intinya anti Hak Asasi Manusia, anti Demokrasi, dan anti Tuhan. Sebab itu, menjadi ironi apabila masih banyak ”orang dan kelompok masyarakat” masih menginginkan paham Komunis berkembang di Indonesia.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Partai Komunis Indonesia (PKI) memang sudah dibubarkan pada tanggal 12 Maret 1966, namun benarkah PKI sudah mati? Pada masa reformasi pada kenyataannya, para kader PKI dan para simpatisannya berusaha keras memutar-balikan fakta atas segala pelanggaran Hak Asasi Manusia yang telah dilakukan sepanjang sejarahnya di Indonesia. Dengan dalih ”meluruskan sejarah” mereka membanjiri toko-tokoh buku dengan berbagai jenis buku untuk memutarbalikkan fakta sejarah. Tidak hanya itu, para penggiat Komunisme melakukan provokasi melalui media massa cetak, stasiun televisi, internet, film, musik, diskusi-diskusi, tuntutan hukum, politik, dan selebaran-selebaran—yang pada intinya menempatkan orang-orang PKI dan organisasi sayapnya seperti Gerwani, Pemuda Rakyat, LEKRA, CGMNI, BTI, SOBSI, dan lain-lain, sebagai korban. Padahal, sangat jelas sejak berdiri di Indonesia, Partai Komunis Indonesia telah ”membokong” perjuangan Bangsa Indonesia dalam menegakkan Kemerdekaan, Kedaulatan, Kesejahteraan, dan Keadilan Sosial di Republik Indonesia.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Berkat perlindungan Tuhan Yang Esa dan landasan idiil Pancasila serta UUD 1945, paham Komunis beserta Partai Komunis Indonesia telah gagal total dalam mencengkeramkan kekuasaannya. Tetapi, pada kenyataanya pula perjuangan orang-orang Komunis dan kini beserta kader-kader mudanya, terus-menerus menggerogoti kedamaian Bangsa Indonesia—mengadu-domba, memutarbalikkan fakta sejarah, melakukan instabilitas sosial—dengan berlindung di balik perjuangan Hak Asasi Manusia dan Demokrasi. Padahal, paham Komunis adalah anti Hak Asasi Manusia, anti Demokrasi, dan anti Tuhan. Mereka selalu berdusta, manipulatif dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tulisan ini berjudul Serigala Berbulu Domba (Sketsa Banjir Darah ala Partai Komunis Indonesia) ini, memang tidak menulis secara panjang lebar mengenai sejarah dan kekejaman komunis di Indonesia. Buku ini hanya menuliskan secara singkat adanya fakta-fakta sejarah atraksi berdarah orang-orang Komunis beserta PKI dalam mencapai tujuan: Kekuasaan. Dengan demikian, kita Bangsa Indonesia yang mengenal adanya Tuhan dan menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup dan UUD 1945 sebagai dasar Negara, sudah selayaknya tidak menerima paham Komunis dalam segala bentuknya dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pada saat ini, dengan dalih demokratisasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) para kader PKI dan simpatisannya tengah berusaha keras memperjuangkan hak-hak perdatanya kepada pemerintah. Dengan tujuan utama, agar mereka ditempatkan sebagai korban bukan sebagai pelaku kejahatan politik. Dengan cara memutarbalikkan fakta dan membuat versi-versi baru berdasarkan rekayasa sebagai korban dan saksi sejarah. Selain mengacaukan fakta sejarah yang sesungguhnya, cara-cara demikian dimaksudkan untuk mendapatkan simpati publik sekaligus mengubah paradigma kesesatan Komunisme menjadi kebenaran Komunisme. Fakta kekejaman PKI disulap menjadi kekejaman TNI dan orang-orang Islam. Mereka secara intensif mensosialisosialisasikan kampanye hitam tersebut melalui media massa cetak, internet, buku-buku, dan selebaran-selebaran yang memprovokasi masyarakat.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pada saat ini, upaya menyembunyikan fakta sejarah, menyangkut kekejaman PKI terutama pemberontakan Madiun 1948 dan G 30 S PKI terus dilakukan. Sebut saja, misalnya, tempat penguburan hidup-hidup Lubang Buaya dibantah. G 30 S PKI adalah akibat konflik internal TNA AD. Mereka juga gencar mensosialisasikan Soeharto sebagai dalang di balik G 30 S PKI dan dalang pembantaian massal. Sungguh hal tersebut sebagai sebuah fitnah yang keji. Karena, dalang pembantaian tersebut adalah PKI yang memang sudah berhasil menyusupkan kader-kadernya di berbagai bidang pemerintahan, baik di tubuh militer, instansi-instansi pemerintah dan lembaga-lembaga kemasyarakatan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Para kader Komunis memang tidak segan-segan melakukan sosialisasi dengan individu dan kelompok masyarakat yang belum dapat menggapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Mereka seolah memperjuangkan hak-hak rakyat, buruh, tani, nelayan dan mempengaruhi mahasiswa bahkan pelajar untuk melakukan demonstrasi. Padahal di balik ”perjuangan kemanusiaan” itu, para kader Komunis melakukan ”cuci otak” dengan mengajarkan Komunisme. Tanpa terasa indoktrinasi ideologi Komunis ditanamkan. Bagi mereka yang tidak menyadari, kemudian ”keblinger” dan ikut-ikut menjadi corong berkumandangnya Komunisme di Indonesia.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Adalah Semaoen yang menjadi kaki tangan ISDV dan melakukan penyusupan. Akibatnya SI kemudian terbelah menjadi SI ”Merah” pimpinan Semaoen dan SI ”Putih” pimpinan HOS Tjokroaminoto. Tanggal 23 Mei 1920, Semaoen mengumumkan manifesto berdirinya Perserikatan Komunsi Hindia di kantor SI Semarang. Organisasi inilah yang menjadi cikal-bakal Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI pun bergabung dengan partai Komintern (Komunis Internasional). Garis politik yang dianut berdasarkan ajaran Lenin. Yakni : Harus menggunakan petty bourgeoisie dan Menggunakan aspirasi nasional rakyat terjajah (Fadlizon dan H. Alwan Aliuddin dalam Kesaksian Korban Kekejaman PKI 1948, halaman 6)

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Yang menarik—dan kini digembar-gemborkan oleh kader-kader Komunis, bahwa PKI juga pernah melakukan perlawanan terhadap Belanda 1926-1927. Pemberontakan di Jawa (Priangan, Solo, Banyumas, Pekalongan, Kedu, Kediri dan Banten) dan Sumatera (Padang, Silungkang dan Padang Panjang), pada kenyataan justru menimbulkan korban pada rakyat. Pemberontakan ini dapat dengan mudah diluluhlantakkan Belanda. Akibatnya, 9 orang digantung, 13.000 orang ditahan dan kemudian sebagian diasingkan di Tanah Merah, Digul.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pada tahun 1927, PKI Sumatera Barat terlambat memberontak. PKI sendiri memprovokasi kaum tani yang muslimin. Mereka memang menjadi korban kekejaman Belanda karena harus membayar pajak yang terlampau tinggi. Dari pemberontakan, PKI memang melakukan tipu-muslihat dengan mengeksploitir penderitaan para petani. Sesungguhnya PKI hanya mengumpankan kepada Belanda. Orang-orang PKI mengatakan, apabila memberontak, akan datang kapal terbang Angkatan Udara Turki ditugaskan oleh Kemal Ataturk membantu pemberontakan (Brackman, seperti dikutip Taufiq Ismail dalam Katastrofi Mendunia…., halaman xxvi).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pengkhiatan demi pengkhiatan pun dilakukan. PKI tidak peduli dengan perjuangan Bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda. Kekejaman PKI terukir dengan nyata, ketika ”membokong” Kemerdekaan RI dengan melakukan pemberontakan PKI/FDR di Madiun pada tanggal 18 September 1948. Pemberontakan yang disertai dengan pembunuhan keji ini dipimpin Muso, yang baru kembali dari Moskow. FDR didirikan oleh Amir Syarifuddin, yang beroposisi dari Kabinet Mohammad Hatta. Kabinet Amir Syarifuddin jatuh setelah adanya Perjanjian Renville. Seperti diketahui Kabinet Hatta adalah kabinet anti Komunis dan berhasil mencegah penyusupan kader-kader PKI di tubuh militer dengan cara melakukan reorganisasi Angkatan Perang Republik Indonesia.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kekerasan menjadi ciri khas dalam pelaksanaan rejim Komunis di dunia. Rejim Komunis yang anti Tuhan menggunakan segala cara untuk menumbangkan lawan-lawan politiknya. Simak saja apa yang dikatakan Karl Marx (1818-1883), bila waktu tiba kita tidak akan menutup-nutupi terorisme kita. Kami tidak punya belas kasihan dan kami tidak meminta dari siapa pun rasa belas kasihan. Bila waktunya tiba, kami tidak mencari-cari alasan untuk melaksanakan teror. Cuma ada satu cara untuk memperpendek rasa ngeri mati musuh-musuh itu, dan cara itu adalah teror revolusioner.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Copy paste ajaran Marxisme, Leninisme, Maoisme, dan Komunisme yang gemar memainkan peran sebagai algojo, diusung secara utuh oleh kader-kader Komunis di Indonesia. Gubernur Jawa Timur, Soerjo, yang memiliki peran penting di dalam kancah perang Kemerdekaan di Surabaya, dibantai habis. Kekejaman PKI yang berhasil direkam oleh Maksum, Sunyoto, Agus dan Zainuddin A dalam buku Lubang-lubang Pembantaian Petualangan PKI di Madiun, mengungkapkan, dubur warga Desa Pati dan Wirosari ditusuk bambu runcing dan mayat mereka ditancapkan di tengah-tengah sawah hingga mereka kelihatan seperti pengusir burung pemakan padi. Salah seorang diantaranya wanita—ditusuk kemaluannya sampai tembus ke perut, juga ditancamkan di tengah sawah. Algojo PKI merentangkan tangga membelintang sumur, kemudian Bupati Magetan dibaringkan di atasnya. Ketika telentang terikat itu, algojo menggergaji badannya sampai putus dua, langsung dijatuhkan ke dalam sumur.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Lubang-lubang pembantaian memang menjadi ciri khas pembunuhan massal oleh PKI. Lubang Buaya adalah bukti otentik aksi kejam PKI dengan Gerakan 30 September 1965. Tidak tanggung-tanggung tujuh orang jenderal (Letjen TNI A. Yani, Mayjen TNI Soeprapto, Mayjen TNI M.T. Hardjono, Mayjen TNI S. Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, Brigjen TNI Soetodjo Siswomihardjo, dan Lettu Pierre Andries Tendean), dimasukkan ke dalam sumur. Para Gerwani dan Pemuda Rakyat bersorak dan bergembiraria melihat para Jenderal dimasukkan ke dalam sumur di Lubang Buaya di Jakarta Timur.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kini, para anggota PKI, anggota-anggota organisasi sayapnya beramai-ramai membersihkan diri dengan pengakuan-pengakuan palsu : seperti tertera pada buku ”Suara Perempuan Korban Tragedi ’65” yang ditulis Ita F. Nadia dan diterbitkan Galang Press—sebuah penerbit di Yogyakarta. Padahal, bau anyir darah begitu melekat dalam aksi-aksi perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh PKI. Para penulis asing pun ikut hiruk-pikuk mencuci ”piring kotor” PKI dengan memanfaatkan bahan-bahan dan pengakuan-pengakuan sepihak dari orang-orang PKI. Apakah mereka telah terbeli oleh organisasi Komunis Internasional atau telah menjadi kaki tangan kekuatan asing yang ingin menghancurkan kembali Republik Indonesia?

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Akankah Komunisme dibiarkan melakukan penyusupan dalam sendi-sendi kehidupan sosial kemasyarakatan? Ingat, Partai Komunis Indonesia dibubarkan pada tanggal 12 Maret 1966. Melalui Ketetapan MPRS XXV Tahun 1966 ajaran Marxisme, Leninisme, dan Komunisme dilarang di Indonesia. Kemudian Undang-undang No 27 Tahun 1999 tentang Keamanan Negara mengukuhkan larangan bagi siapa pun untuk menyebarkan Komunisme dalam segala bentuknya dengan sanksi pidana seberat-beratnya 12 tahun kurungan penjara. Sesungguhnya sanksi hukum tersebut terbilang ringan. Di AS para pemberantok tidak hanya dikurung di dalam penjara, bahkan harus diasingkan dari kehidupan sosial kemasyarakatan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Peristiwa ini setidaknya terjadi dari tanggal 8 Oktober – 9 November 1945. Peristiwa ini terjadi di tengah upaya Bangsa Indonesia mempertahankan Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sejarah mencatat, kelompok Komunis bawah tanah mulai berubah menjadi organisasi massa dan pemuda. Sebut saja Angkatan Pemuda Indonesia (API) dan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI). Mereka mulai melakukan aksi penggantian pejabat pemerintah di tiga (3) kabupaten : Karisidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal dan Pemalang.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Satu lagi bukti kekejaman Komunis di Indonesia. Peristiwa ini bermula pada tanggal 18 Oktober 1945, Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Ahmad Khairun didampingi tokoh-tokoh bawah tanah Komunis, mengambil alih kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia di Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara. Tidak hanya sampai di situ. Dewan ini pun membentuk laskar-laskar dengan nama Ubel-ubel. Aksi kekerasan dan teror dilakukan. Puncaknya pada tanggal 12 Desember 1945, Laskar Hitam dibawah pimpinan Usman di daerah Mauk, membunuh tokoh nasional Oto Iskandar Dinata.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

PKI di bawah pimpinan Mr. Yoesoef dan Mr. Soeprapto mengadakan konferensi Laskar Merah. Sekitar 3000 anggota Laskar Merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur hadir di Cirebon pada tanggal 12 Februari 1946. Rupanya konferensi hanyalah kedok untuk merebut kekuasaan. Karena, pada kenyataannya Laskar Merah justru melucuti TRI, menguasai gedung-gedung vital seperti stasiun radio dan pelabuhan. Namun, pada tanggal 14 Februari 1946, aksi sepihak Laskar Merah tersebut berhasil digagalkan kembali oleh TRI. Kota Cirebon pun berhasil dikuasai kembali oleh TRI.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 ternyata tidak sepenuhnya bisa diterima oleh sejumlah kerajaan di Sumatera Timur. Kondisi tersebut dimanfaat oleh PKI untuk melakukan aksi sepihak. Inilah yang menimpa Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura. Pada tanggal 3 Maret 1946 terjadi Revolusi Sosial yang dilakukan PKI di Langkat. Secara paksa PKI merebut kekuasaan para pemerintahan kerajaan bahkan membunuh raja-raja dan keluarganya. Tidak hanya membunuh, PKI pun merampas harta benda milik kerajaan. Pada tanggal 9 Maret 1946, PKI dibawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan menyerang Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Menggerogoti wibawa pemerintah yang sah adalah sebuah sistem pergerakan yang selalu dilakukan PKI. Sekitar 1.500 pekerja pabrik karung goni dari tujuh perusahaan perkebunan miliki Pemerintah di Delanggu, Klaten melakukan pemogokan pada tanggal 23 Juni 1948. Mereka yang tergabung di dalam Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia (SARBUPRI)—organisasi buruh PKI—menuntut kenaikan upah. Tuntutan yang sangat tidak masuk akal, mengingat Republik Indonesia baru saja berdiri. Sementara Belanda masih terus-menerus merongrong Kemerdekaan RI dengan kekuatan senjata maupun diplomasi Internasionalnya. Aksi ini akhirnya berakhir pada tanggal 18 Juli 1948 setelah partai-partai politik mengeluarkan pernyataan menyetujui Progam Nasional.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tampaknya sejak awal Kemerdekaan, PKI memang hendak merebut kekuasaan terhadap pemerintahan yang sah. Berbagai aksi adu-domba dilakukan PKI di wilayah Surakarta, Jawa Tengah. Pada saat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-3, yang diwarnai dengan pasar malam di Sriwedari, tiba-tiba PKI membakar ruang pameran jawatan pertambangan. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 19 Agustus 1948 tersebut kemudian terbongkar, sebagai kamuflase/kedok dari recana makar yang dilakukan PKI dalam pemberontakan Madiun tanggal 18 September 1948. Aksi pembakaran di Sriwedari tersebut sebagai “pemanasan” untuk pembantaian di Madiun.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Inilah pengkhiatan PKI terhadap kedaulatan RI pada masa pasca Kemerdekaan RI. Pemberontakan yang terjadi pada tanggal 18 September 1948 sampai saat ini berusaha ditutupi oleh orang-orang PKI. Padahal, fakta sejarah sudah membuktikan—di tengah upaya Republik Indonesia mempertahankan Kemerdekaan—PKI justru “membokong” dan mengkhianati perjuangan yang telah dilakukan. Dengan dalih kecewa atas perjanjian Renville, Amir Syarifuddin yang tersingkir posisi dari pemerintahan Presiden Soekarno kemudian membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR). Seperti diketahui, Kabinet Amir Syarifuddin kemudian digantikan oleh Kabinet Hatta yang memang antikomunis. FDR ini beranggotakan Partai Sosialis, PESINDO, Partai Buruh, PKI dan SOBSI.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Atas pemberontakan tersebut kemudian Presiden Soekarno mengeluarkan maklumat pada tanggal 19 September 1948 dengan menyatakan : “Kemarin pagi PKI Muso mengadakan coup, mengadakan perampasan kekuasaan di Madiun, dan mendirikan di sana satu Pemerintahan Soviet, di bawah pimpinan Muso. Bagimu pilih diantara dua. Iku Muso dengan PKInya yang akan membawa bangkrutnya cita-cita Indonesia Merdeka, atau ikut Soekarno-Hatta, yang Isya Allah dengan bantuan Tuhan akan memimpin Negara Republik Indonesia kita, Indonesia yang merdeka, tidak dijajah Negara mana pun jua.” Selanjutnya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyerukan : “Secepat mungkin menghancurkan kaum pemberontak.” Selain itu, Menteri Agama KH Masjkur yang juga tokoh Partai Masyumi menyatakan :”Perebutan kekuasaan oleh Muso di Madiun adalah bertentangan dengan agama dan adalah perbuatan yang hanya mungkin dijalankan oleh musuh Republik.”

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Wajar apabila akhirnya gembong-gembong PKI dihukum mati. Selain melawan pada saat diminta menyerah, mereka pun telah melakukan kekejaman terhadap masyarakat. Sebagai contoh di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, KH Soelaiman Zuhdi Affandi digelandang PKI secara keji. Sebelumnya di Pabrik Gula Gorang Gareng puluhan orang tawanan PKI dibunuh secara keji. Selanjutnya, bersama ratusan tawanan lain dibantai. Bahkan, KH Soelaiman Zuhdi Affandi dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Soco pada saat mengambil air wudlu. Pada sumur tersebut ditemukan 108 kerangka jenazah. Kini korban keganasan PKI tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Madiun. Begitulah kalau PKI ingin berkuasa. Karena tidak mengenal Tuhan, maka pembantaian, mengubur manusia hidup-hidup dianggap sebagai cara yang halal.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pasukan PKI menyerang Markas Kepolisian Distrik Ngawen, Kabupaten Blora pada 18 September 1948. Setidaknya 20 orang anggota polisi ditahan. Namun, ada tujuh polisi yang masih muda dipisahkan dari rekan-rekannya. Setelah datang perintah dari Komandan Pasukan PKI Blora, mereka dibantai pada tanggal 20 September 1948. Sementara tujuh polisi muda dieksekusi dengan cara keji. Ditelanjangi kemudian leher mereka dijepit dengan bambu. Dalam kondisi terluka parah, tujuh polisi dibuang ke dalam kakus/jamban (WC) dalam kondisi masih hidup, baru kemudian ditembak mati.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Setelah Madiun direbut kembali oleh TNI, kemudian PKI pada tanggal 30 September 1948 melarikan diri ke Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Dungus. Sebenarnya wilayah tersebut memang dipersiapkan sebagai basis pertahanan PKI. Dalam kondisi terdesak PKI akhirnya membantai hampir semua tawanannya dengan cara keji. Para korban ditemukan dengan kepala terpenggal dan luka tembak. Diantara para korban ada anggota TNI, polisi, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat dan ulama. Rangkaian pembunuhan oleh PKI masih dilanjutkan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Ini tragedi berdarah di Wonogiri, Jawa Tengah. Aksi yang dilakukan adalah dengan menculik lawan-lawan politiknya. Pejabat pemerintahan, TNI, polisi, dan wedana menjadi santapan empuk PKI. Di sebuah ruangan bekas laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomoyo, PKI menyekap sedikitnya 212 orang—terdiri dari para pejabat dan masyarakat yang melawan partai berideologi Komunis tersebut. Aksi pembantaian dilakukan sejak tanggal 4 Oktober 1948. Satu-persatu dan juga bersama-sama, akhirnya 212 tawanan dibantai dengan keji.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Terbukti aksi kekerasan masih terus dilakukan. Pada tanggal 6 Agustus 1951 malam, Gerobolan Eteh (PKI) dengan kekuatan puluhan orang menggunakan senjata tajam dan senjata api melakukan aksi di Tanung Priok. Mereka menyerang Asrama Mobile Brigade Polisi dengan tujuan merebut senjata. Awal mulanya, seorang anggota Gerombolan Eteh seolah-olah ingin menjenguk rekannya di Markas. Namun, secara tiba-tiba anggota yang lain menyerang pos jaga asrama. Dalam aksi tersebut Gerombolan Eteh berhasil merampas 1 senjata bren, 7 karaben, dan 2 pistol.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tindakan brutal dilakukan BTI dengan memprovokasi para petani di perkebunan tembakau di desa Perdamaian, Tanjung Morawa pada tanggal 16 Maret 1953. BTI adalah salah satu underbouw PKI yang memang menggarap petani sebagai pendudukung kekuatan massanya. Pada saat itu, Pemerintahan RI Karisedenan Sumatera Timur merencanakan membuat sawah percontohan, namun ditentang oleh para penggarap liar. Dengan dikawal pasukan polisi, lahan perkebunan tersebut terpaksa dibuldozer. Menentang rencana tersebut BTI mengerahkan massa untuk melakukan perlawanan kepada polisi dan aparat pemerintah.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kisah tentang DN Aidit pun berlanjut. Sekretaris Jenderal Polit Biro CC PKI mengeluarkan Statemen Polit Biro CC PKI, yang intinya meminta agar Pemberontakan Madiun di peringati secara intern pada tanggal 13 September 1953. Dalam pernyataannya, secara licik PKI membantah Pemberontakan Madiun bukan dilakukan oleh PKI, tetapi akibat provokasi Pemerintah Hatta. Tindakan tegas pemerintah dilakukan kepada DN Aidit dengan mengadilinya pada 25 November 1954. Kemudian vonis dijatuhkan pada tanggal 25 Februari 1955 dan DN Aidit dinyatakan bersalah.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

PKI tidak hanya memfokuskan diri pada bidang politik untuk membangun kekuatannya. Para sastrawan, seniman dan budayawan juga direkrut. Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) memasukkan komunisme ke dalam seni dan sastra. Mempolitikkan budayawan dan mendiskreditkan lawan. Pada tanggal 22 sampai 25 Maret 1963, LEKRA menyelenggarakan Konferensi Nasional I Lembaga Sastra Indonesia di Medan. Konferensi tidak hanya membahas masuknya Komunisme di bidang sastra, juga menuntut dibentuknya Kabinet Gotong Royong yang memungkinkan masuknya tokoh-tokoh PKI di dalamnya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Salah satu petinggi Lekra adalah Pramudya Ananta Toer. Pram juga dikenal sebagai Pemimpin Redaksi Lembar Kebudayaan Lentera dari koran Bintang Timur. Koran inilah yang menuding Hamka sebagai plagiator dengan berjudul Tenggelamnya Kapal Van der Wijk. Tekanan politik terhadap karya-karya non Komunis dilakukan oleh Lekra. Menghadapi gerakan Lekra para sastrawan seperti HB Jassin, Taufiq Ismail, Trisno Sumardjo, Wiratmo Soekito, Zaini, Bokor Hutasoit, Goenawan Mohammad, Bur Rasuanto, A Bastari Asnin, Soe Hok Djin (Arief Budiman), Ras Siregar, D.S. Moeljanto, Sjahwil, dam Djufri Tanissan merumuskan Manifes Kebudayaan untuk melawan Manifes Politik yang dikeluarkan Lekra. Tetapi, dengan kekuatan politik di tangan Presiden Soekarno pada saat itu (8 Mei 1964), Manifes Kebudayaan akhirnya dilarang melakukan aktivitas.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sejarah ini menunjukkan PKI memang brutal. Mereka pada tanggal 14 Mei 1965 melakukan aksi sepihak yakni dengan menguasai secara tidak sah tanah-tanah miliki Negara. Pemuda Rakyat, BTI, dan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) melakukan penanaman secara liar di areal lahan milik Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Karet IX Bandar Betsi. Sekitar 200 massa ikut serta dalam aksi tersebut. Pelda Sudjono yang sedang ditugaskan di perkebunan secara kebetulan menyaksikan perilaku anggota PKI tersebut. Sudjono pun memberi peringatan agar aksi dihentikan. Anggota PKI bukannya pergi, justru berbalik menyerang dan menyiksa Sudjono. Akibatnya Sudjono tewas dengan kondisi yang amat menyedihkan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sejarah berdarah kembali ditorehkan oleh PKI di Indonesia. Dengan menamakan diri Gerakan 30 September 1965, mereka menghabisi tujuh orang Letjen TNI A. Yani, Mayjen TNI Soeprapto, Mayjen TNI M.T. Hardjono, Mayjen TNI S. Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, Brigjen TNI Soetodjo Siswomihardjo, dan Lettu Pierre Andries Tendean. Jenderal A.H. Nasution yang sudah masuk dalam daftar pembantaian ternyata bisa meloloskan diri. Hanya Ade Irma Nasution menjadi korban aksi keji pasukan PKI. Menjadi fakta sejarah, para korban keganasan PKI tersebut dilemparkan ke dalam sumur di Lubang Buaya. Sementara Mayjen Soeharto sebagai Pangkstrad tidak diperhitungkan oleh PKI, sehingga tidak ikut dihabisi.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

ABRI/TNI memang menjadi sasaran utama penyusupan PKI. Melalui Biro Khusus Central, PKI mempengaruhi anggota TNI agar berpihak kepada mereka. Biro Khusus ini di bawah kendali langsung DN Aidit. Oleh PKI, para anggota ABRI yang berhasil dijaring disebut sebagai “perwira-perwira yang berpikiran maju.” Mereka yang tercatat sebagai pendukung PKI antara lain : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo, Kolonel Inf. A Latief, Letnan Kolonel Untung, Mayor KKO Pramuko Sudarmo, Letkol Laut Ranu Sunardi, Komodor Laut Soenardi, Letkol Udara Heru Atmodjo, Mayor Udara Sujono, Men/Pangau Laksdya Udara Omar Dhani, Brigjen Pol. Soetarto, Komisaris Besar Polisi Imam Supoyo, Ajun Komisaris Besar Polisi Anwas Tanuamidjaja, dan lain-lain

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pembantaian terhadap petinggi militer yang oleh PKI dimaksudkan untuk merebut kekuasaan dari Presiden Soekarno yang dikabarkan tengah menderita sakit. Namun, gerakan ini mengalami kegagalan total, karena tidak mendapat dukungan dari rakyat. Dalam buku Soekarno File (karya Antonie Dake) dan Kudeta 1 Oktober 1965 Sebuah Studi tentang Konspirasi (karya Victor M Fic) menyebutkan adanya dorongan dari Mao Tse Tung (Ketua Partai Komunis Cina) yang bertemu dengan DN Aidit tanggal 5 Agustus 1965, agar dilakukan pembunuhan terhadap Pimpinan TNI AD, karena Mao khawatir apabila Presiden Soekarno meninggal, maka kekuasaan akan beralih kepada TNI Angkatan Darat yang kontra terhadap PKI. Bahkan, kedua buku tersebut menyebutkan keterlibatan Presiden Soekarno dalam pemberontakan G 30 S PKI.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pada saat HUT PKI-45 tanggal 23 Mei 1965 di Stadion Utama Senayan, DN Aidit menyerukan massa PKI meningkatkan ofensif revolusioner sampai ke puncak. Seruan ini dirangkai pula dengan seruan pada tanggal 9 September 1965, “kita berjuang untuk sesuatu yang akan lahir. Kita kaum revolusioner adalah bagaikan bidan daripada bayi masyarakat baru itu. Sang bayi lahir, dan kita kaum revolusioner menjaga supaya lahirnya baik dan sang bayi cepat besar.” Seruan-seruan DN Aidit tentu saja menjadi pemompa bagi kader-kader PKI di banyak daerah untuk melakukan aksi sepihak.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Rangkaian perjalanan sejarah PKI sejak sebelum Kemerdekaan, setelah Kemerdekaan dan Reformasi tetap konsisten mengusung ideologi kekerasan. Ajaran dedengkot Komunis Internasional memang sudah dicangkokkan sebagai inspirasi para kader Komunis untuk merebut kekuasaan di mana pun mereka bisa tumbuh. Indonesia yang dikenal memiliki nilai-nilai keagamaan yang kukuh tentu saja tidak bisa menerima kehadiran paham Komunis dalam segala bentuknya. Itulah mengapa, Pancasila kemudian menjadi pilihan Negara dan Bangsa Indonesia, sebagai sebuah paham yang menjadi inspirasi dalam pembangunan Nasional—baik pembangunan spiritual maupun material.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dan, kini para kader Komunis sedang gencar-gencarnya mengubah sejarah kekejaman mereka menjadi sejarah penindasan terhadap diri mereka. Inilah upaya yang dilakukan untuk menarik simpati dengan menampilkan wajah humanisme. Padahal, telah menjadi fakta sejarah, PKI adalah pelaku kejahatan terhadap Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sungguh-sungguh licik. Padahal, tokoh-tokoh elit PKI sendiri sudah mengakui, kalau PKI-lah yang berada di balik Gerakan 30 September 1965 sehingga menyebabkan pertumpahan darah anak-anak bangsa. Upaya menghapus jejak kekejaman PKI antara lain dilakukan dengan menghapuskan Pemberontakan PKI tahun 1948 di Madiun dan menghilangkan kata PKI dari Gerakan 30 September 1965 di dalam buku pelajaran IPS/Sejarah Kurikulum 2004 dari tingkat SD sampai dengan SMA. Tetapi, cara licik kader Komunis terbongkar dan akhirnya Kejaksaan Agung pada bulan Mei 2007 melarang buku-buku tanpa menyebut PKI digunakan di sekolah dan harus dimusnahkan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Bersama ini kami sampaikan laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia, Triwulan III Tahun 2014. Data HIV-AIDS Triwulan III 2014 yang disajikan adalah bersumber dari Sistem Informasi HIV-AIDS & IMS (SIHA). Sejak periode Juli-September 2012 terjadi perubahan dan perkembangan data dalam laporan pasca Kegiatan Validasi dan Harmonisasi Data bersama seluruh provinsi di Indonesia bulan Mei 2012. Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas laporan. Laporan tahun 2012 dan sebelumnya adalah benar-benar kasus ditemukan pada tahun yang bersangkutan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

10 Negara Penderita Aids Tertinggi Terbesar or 10 negara penderita hiv aids Terbesar di dunia,5 Negara dengan jumlah pengidap hiv aids di dunia. Inilah negara dengan penderita HIV AIDS terbanyak di dunia Pada tahun 2011 lalu, ada sekitar 35 juta orang yang terinfeksi oleh virus dan epidemi HIV. Benua Afrika memiliki jumlah tertinggi sebagai akibat tingkat kemiskinan yang tinggi, sehingga akses ke perawatan kesehatan sangat minim. Banyak negara yang sangat minim jumlah lembaga yang memantau penyebaran HIV. Berikut adalah daftar 10 negara dengan infeksi virus HIV tertinggi 10 Negara Penderita HIV Aids Terbesar baca yah.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Studi itu juga menyoroti perbedaan lain dalam kebiasaan beragama yang tidak berhubungan dengan batas-batas negara. Para penulis survei itu menemukan bahwa orang yang berusia lebih muda dari 34 tahun cenderung lebih religius ketimbang responden yang lebih tua. Hal itu sangat mengejutkan dari perspektif AS. Di negara tersebut terjadi peningkatan terhadap jumlah warga lebih muda yang tidak mengidentifikasi diri dengan satu agama sama sekali. Pada warga AS yang lebih tua, yang terjadi adalah sebaliknya, mereka cenderung lebih religius.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

“Buku Hitam Komunisme: Kejahatan, Teror, Penindasan, diterbitkan oleh Harvard University Press, adalah karya sebelas ulama yang memicu badai kontinental ketika pertama menghantam toko buku di Perancis pada tahun 1997 Para penulis memperkirakan korban tewas di tangan. pemerintah Komunis (termasuk perang) pada 100 juta orang. Negara per negara, kematian oleh negara di Cina berdiri di 65 juta, di Uni Soviet 20 juta, Vietnam 1 juta, Korea Utara 2 juta, Kamboja 2 juta, Eropa Timur 1 juta, Amerika Latin 150.000, Afrika 1,7 juta, dan Afghanistan 1,5 juta. Selain itu, gerakan Komunis internasional membunuh sekitar 10.000 orang di seluruh dunia. “ (Author’s emphasis).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

1. pemimpin Komunis termotivasi oleh keinginan yang kuat untuk memaksakan sebuah “paket” ideologi ke seluruh dunia. Paket ini termasuk pemberantasan Agama, didefinisikan oleh, Karl Marx, sebagai “Agama adalah candu bagi rakyat.”Menurut Marx, agama membantu menjaga massa pasif sebelum penyalahgunaan kaya dan kuat, dan satu-satunya cara untuk membebaskan mereka dari “mabuk,” Allah dan agama harus diberantas.Lenin memeluk pandangan Marx dan begitu juga Stalin sampai perang Dunia Kedua. Penegakan Atheisme adalah “kritis” persyaratan untuk sukses Komunisme, dan dengan demikian harus diimplementasikan di semua biaya ini langkah-langkah penindasan dimaksudkan, seperti pencucian otak di sekolah-sekolah negeri, penutupan rumah ibadah dan menangkapi para pemimpin agama yang tak terhitung jumlahnya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

2. Pengikut ekstremis Karl Marx tidak dengan cara apapun terhambat dalam -haus darah upaya global mereka dengan takut Kekuatan TinggiAteisme merawat sangat efisien ini “faktor pembatas.”.Sejak akhir membenarkan cara, seperti Machiavelli telah diperintahkan, mereka bisa melakukan apa pun yang diperlukan untuk membawa tentang surga. Karena oposisi di beberapa kasus terbukti menjadi kuat dan ulet, berarti drastis digunakan. Jumlah besar dibunuh karena menolak untuk meninggalkan keyakinan agama mereka. Banyak sekali dikirim ke kamp konsentrasi. (Untuk, mencerahkan penindasan Agama dan “musuh” lain komunisme ateistik-di Rusia,

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

4. Orang-orang seperti Stalin tertarik dalam menyebarkan ideologi, tidak melihatada yang dianiaya di Uni Soviet karena tidak memiliki kumis seperti Stalin,.Atau untuk tidak mengenakan seragam mirip, atau karena tidak menyukai makanan musik, sama atau olahragaSejumlah besar. dianiaya dan dibunuh untuk menjalankan agama, dan karena gangguan untuk ekspansi ateis-komunis.Sekarang beberapa jawaban akan bahwa Stalin telah berubah pikiran selama perang Dunia Kedua dan bahwa ia mengakui dan peningkatan baru Gereja Ortodoks Rusia. Ini adalah pernyataan historis yang benar, tetapi sama sekali tidak tidak menunjukkan bahwa Stalin bergerak menuju teisme. Langkah ketat utilitarian Steven Merritt Minerdalam karyanya. Stalin Perang Sucimemberitahu kita bahwa Stalin memiliki motif-motif tersembunyi di balik geraknya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kebijakan agama Moskow saat ini hanya dapat dipahami dalam konteks pertimbangan keamanan Soviet, terutama kekhawatiran Moskow tentang ketidaksenangan kebangsaan non-Rusia Kremlin melihat gereja tidak hanya,. Dan mungkin tidak bahkan terutama, sebagai alat untuk memobilisasi dan memanfaatkan seluruh serikat Rusia, melainkan sebagai salah satu dari beberapa instrumen untuk melawan dan melucuti non-Rusia, dan anti-Soviet, nasionalisme. Sebagai kaisar yang paling bisa memberitahu Stalin, Gereja Ortodoks Rusia adalah agen efektif untuk Russification dari bagian barat daerah beragam etnis dan perdebatan

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Ateisme militan, karena itu, merupakan faktor utama dalam pembunuhan jutaan yang tak terhitung, selama abad terakhir. Sayangnya, atheisme militan, masih didorong oleh beberapa pandangan ekstremis yang sama mengingatkan ateis-komunis rezim lama.Mereka, seperti para pendahulunya, jangan ragu untuk mengakui bahwa mereka membenci Tuhan, agama dan bahwa mereka ingin melihat kedua menghilang selamanya.Selain itu, mereka didorong oleh kebencian terhadap janin, dan dukungan membabi-buta untuk hukum yang hidup, amoralitas seksual, euthanasia, dll

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kejahatan ateisme umumnya dilakukan melalui ideologi hubristic yang melihat manusia, bukan Allah, sebagai pencipta nilai. Menggunakan teknik terbaru ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia berusaha untuk menggantikan Allah dan menciptakan utopia sekuler di bumi. Tentu saja jika beberapa orang – orang Yahudi, pemilik tanah, tidak layak, atau cacat – harus dihilangkan untuk mencapai utopia ini, ini adalah harga tiran ateis dan apologis mereka telah menunjukkan diri mereka sangat bersedia untuk membayar. Jadi mereka mengkonfirmasi kebenaran diktum Fyodor Dostoyevsky.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

“Hasil penelusuran Genam hingga 2012 lalu, dari 505 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, hanya sekitar 15 wilayah yang memiliki perda antimiras. Saya ambil contoh betapa efektifnya perda antimiras ini bisa mengatur dan melindungi remaja di daerah seperti di Manokwari. Perda antimiras yang kini berlaku di Manokwari, Papua, bisa menjadi acuan. Lewat Perda No 5 Tahun 2006, pemerintah Manokwari melarang semua jenis miras, termasuk miras tradisional dan racikan yang kini tengah menjadi tren di kalangan pengomsumsi,” katanya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Menyadari dampak negatif miras yang sudah sangat mengkhawtirkan, Genam menyatukan visi dan tujuan mulia membebaskan anak-anak muda dan remaja Indonesia, dari peredaran bebas dan penggunaan ilegal minuman keras. Genam hadir sebagai gerakan sosial untuk mengontrol penjualan miras dan minol di masyarakat khususnya kepada anak dan remaja yang berusia di bawah 21 tahun. Sebagai salah satu langkah mewujudkan visi tersebut, lanjut Fahira, kemarin, Minggu (1/9) Genam menyelenggarakan kegiatan deklarasi Gerakan Moral Anti Miras di Bundaran Hotel Indonesia.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Bela menambahkan, selain tindak kriminalitas tersebut, minuman keras juga berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas di daerah itu. “Sekitar 15 persen kecelakaan lalu lintas akibat pengaruh minuman keras,” katanya. Menurut Bela, dengan mengonsumsi minuman keras, perilaku orang tersebut mengalami perubahan. Ketika mabuk, misalnya, orang tersebut tidak mampu mengendalikan diri sehingga melakukan hal-hal yang berlawanan dengan hukum. “Selain itu, minuman keras juga sebagai alat memunculkan keberanian diri,” katanya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kemendagri beralasan pencabutan perda-perda miras itu karena menyalahi aturan yang lebih tinggi, yaitu Keppres No. 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Sejak perda dinyatakan batal maka dalam waktu paling lama 15 hari harus dicabut dan tak diberlakukan. Seperti diberitakan pikiran-rakyat.com (31/11/11), melalui surat nomor: 188.34/4561/SJ tertanggal 16 November 2011, Mendagri meminta perda miras kabupaten Indramayu segera dicabut dalam waktu 15 hari sejak 16 November.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Alasan bertentangan dengan Keppres No. 3 Tahun 1997 itu terkesan dipaksakan. Keppres itu dikeluarkan pada era orde baru yang sarat masalah. Mestinya Keppres bermasalah itu yang harus dicabut. Sebab Keppres itulah yang justru menjadi biang kerok maraknya peredaran miras di tengah masyarakat. Apalagi adanya Keppres ini berarti menghalalkan perkara yang jelas-jelas diharamkan Allah SWT. Lebih tinggi mana hukum Allah SWT dibanding keputusan presiden? Mana yang lebih baik, hukum Allah SWT atau hukum jahiliyah yang bersumber dari hawa nafsu manusia yang rakus?

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Aroma kuatnya pengaruh bisnis miras pun menyeruak. Sudah lama para pengusaha miras mengeluhkan kesulitan memasarkan produk mereka karena adanya perda pelarangan miras dan menambah jumlah produksi miras akibat pembatasan produksi. Padahal Indonesia dianggap pangsa pasar miras potensial. Menurut catatan Gabungan Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) orang Indonesia mengkonsumsi 100 juta liter bir pertahun. Jumlah konsumen minuman keras domestik terus meningkat 3-4 % pertahun, belum lagi dengan bertambahnya kunjungan wisatawan asing. Maka pengusaha miras ingin agar pembatasan miras dilonggarkan dan kuota produksinya ditambah.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pencabutan perda miras ini menambah keberpihakan pemerintah pada bisnis haram ini. Dua tahun silam pemerintah sudah menetapkan miras terbebas dari Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM). Hal ini menunjukkan lagi-lagi pemerintah lebih memikirkan kepentingan segelintir pengusaha bejad yang hanya memikirkan uang, dibanding keselamatan dan moralitas masyarakat. Padahal semuanya sudah tahu dan terbukti, miras pangkal berbagai macam kejahatan. Baru-baru ini, seorang ibu diperkosa di sebuah angkot di Depok, dan pelakunya diberitakan dalam keadaan mabuk. Kejahatan seperti ini sering terjadi. Polres Minahasa Utara mencatat, dari 969 kasus kejahatan dan KDRT sepanjang 2011 di wilayahnya dipicu oleh minuman keras (TRIBUNMANADO.CO.ID, 5/1/2012).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Polda Sulawesi Utara juga melaporkan sekitar 70 % tindak kriminalitas umum di Sulawesi Utara terjadi akibat mabuk setelah mengonsumsi miras. Kabid Humas Polda Sulut Ajun Komisaris Besar Benny Bela di Manado mengatakan, masih tingginya tindak kriminalitas di daerah itu disebabkan oleh minuman keras. Diperkirakan 65-70 % tindak kriminalitas umum di daerah itu akibat mabuk minuman keras. Selain itu sekitar 15 persen kecelakaan lalu lintas juga akibat pengaruh minuman keras. (lihat, kompas.com, 21/1/2011).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Apalagi, perda-perda itu sebelumnya sudah dikonsultasikan ke tingkat provinsi dan bahkan ke Kemendagri dan dinilai tidak masalah. Perda anti miras itu didukung dan diterima oleh masyarakat. Perda itu juga dihasilkan melalui proses demokratis dan disetujui oleh DPRD setempat. Sekali lagi, pencabutan perda miras ini makin menunjukkan keanehan demokrasi. Kalau benar-benar memperhatikan suara rakyat seharusnya perda miras yang dihasilkan secara demokratis itu diterima. Kenapa malah ditolak dan dianggap tidak demokratis?

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah . Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tembakau dapat mengubah lendir serviks menjadi “pembunuh” sperma yang otomatis memerkecil kemungkinan terjadinya pembuahan. Dr. Hadi juga menambahkan fakta bahwa merokok membuat susah ovulasi. Tidak heran jika angka perempuan perokok yang memakai metode IVF (in vitro fertilization) atau bayi tabung dua kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok. Selain mengganggu kesehatan ovum, nikotin juga mengganggu metabolisme tubuh. Faktor oksigensinasi ketika Anda merokok saat hamil juga berpengaruh ke janin. Distribusi oksigen ke janin akan menurun karena zat pengantaranya harus mengikat nikotin dan karbon monoksida sehingga pertumbuhan janin terhambat.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Jika pasangan Anda perokok kesempatan untuk hamil menjadi lebih rendah. Selain ovum berkualitas, agar dapat hamil, dibutuhkan juga sperma yang berkualitas atau yang sering disebut dengan good looking sperm. “Para perkok umumnya memiliki sperma yang kurang baik sehingga ejakulasi yang kut saja tidak cukup untuk membuahi ovum. Dan Indonesia termasuk negara yang permisif terhadap rokok. Kita mudah menemukan pasangan yang keduanya adalah perokok. Tak heran jika Dr. Hadi bilang, sekitar 15 persen populasi pasangan di Indonesia adalah pasangan yang sulit hamil.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Jika digabungkan antara perokok kalangan anak+remaja+dewasa, maka jumlah perokok Indonesia sekitar 27.6%. Artinya, setiap 4 orang Indonesia, terdapat seorang perokok. Angka persentase ini jauh lebih besar daripada Amerika saat ini yakni hanya sekitar 19% atau hanya ada seorang perokok dari tiap 5 orang Amerika. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1965, jumlah perokok Amerika Serikat adalah 42% dari penduduknya. Melalui program edukasi dan meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat tanpa rokok (+pelarangan iklan rokok di TV dan radio nasional), selama 40 tahun lebih Amerika berhasil mengurangi jumlah perokok dari 42% hingga kurang dari 20% di tahun 2008 ini.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Di setiap kemasan rokok, kita pernah membaca peringatan keras akan dampak merokok yakni “Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan Jantung, Impotensi dan gangguan Kehamilan dan Janin“. WHO pun mengingatkan bahwa rokok merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya di dunia. Pada tahun 2008, lebiih 5 juta orang mati karena penyakit yang disebabkan rokok. Ini berarti setiap 1 menit tidak kurang 9 orang meninggal akibat racun pada rokok. Angka kematian oleh rokok ini jauh lebih besar dari total kematian manusia akibat HIV/AIDS, + tubercolis + malaria + flu burung.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dalam hal ini, tindakan merokok merupakan tindakan merusak kesehatan sendiri, begitu juga tabungan dan penghasilan kita. Menghirup racun rokok secara kontinyu, tidaklah jauh berbeda dengan menghirup bakteri-bakteri penyakit. Ekstimnya, tindakan merokok hampir serupa dengan menghirup flu babi, yakni “mencari penyakit yang akan membawa kematian lebih tragis“. Dan jika tidak ada pencegahan yang serius dalam menghambat pertumbuhan rokok, maka setidaknya 8 juta orang akan meninggal akibat rokok pada tahun 2030. Dan abad 21 ini, akan ada 1 miliar orang meninggal akibat penyakit disebabkan rokok andai saja tidak ada usaha mencegah pertumbuhan rokok.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Apalagi yang lebih aman selain merampok uang atau sekedar data penting seperti password lewat internet? Selain, wajah yang tidak terdeteksi, para perampok dunia maya dapat dengan mudah menghilang tanpa meninggalkan identitas apapun. Sejak mulai tersebar luas sejak tahun 1980an, terdapat kasus kasus perampokan internet yang paling menggemparkan sekaligus paling sukses yang tercatat hingga sampai saat ini. Para hacker tidak hanya mencuri data penting saja, namun juga uang yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kembali ke tahun 2004, terdapat kasus yang tak kalah menggemparkan yang berhubungan dengan kasus pencurian bank via internet. Saat itu korbannya adalah bank asal Jepang bernama Sumitomo Mitsui. Pencurian uang bank Mitsui tidak dilakukan di Jepang melainkan lewat bank cabangnya di London, Inggris. Sekelompok hacker dilaporkan berhasil mencuri uang dengan jumlah besar, hingga USD 420 juta atau Rp 5 triliun! Mereka berhasil menembus sistem keamanan bank Mitsui dengan menggunakan sebuah spyware bernama keyloggers.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pencurian dan perampokan terhadap sebuah institusi misalnya seperti bank atau museum dan dengan hasil jarahan yang banyak, dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Heist . Seperti yang kita tonton dalam beberapa film yang melakukan perampokan dengan jalan yang sangat mustahil dilakukan. Pencurian semacam ini tentu saja memerlukan rencana yang matang. Tapi sahabat anehdidunia.com ternyata kasus pencurian itu tidak hanya terjadi di film. Di dunia ini juga pernah terjadi pencurian yang menghilangkan dana dengan nominal yang fantastis. Berikut Perampokan dan pencurian terbesar yang pernah terjadi di dunia versi anehdidunia.com

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sekelompok orang menyandera dua keluarga dengan menyamar sebagai anggota polisi pada tanggal 19 Desember 2004. Kedua keluarga tersebut adalah keluarga Chris Ward dan keluarga Kevin McMullan, keduanya adalah pejabat di Northern Bank, Belfast. Chris Ward kemudian dibawa ke rumah McMullan sedangkan keluarganya tetap di rumah bersama para penyandera. Keesokan harinya, kedua orang itu disuruh untuk masuk kerja seperti biasa hingga jam kerja berakhir. Ketika semua karyawan sudah pulang ke rumah masing-masing, dua pejabat bank ini karena khawatir keselamatan keluarganya yang disandera, kemudian disuruh membuka brankas dan para pencuri dengan bebas menguras isinya. Kerugian yang diakibatkan oleh pencurian itu diperkirakan mencapai 50 juta dollar, sementara hingga kini polisi belum berhasil menangkap para pelakunya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

The Great Train Robbery adalah nama yang diberikan untuk sebuah perampokan kereta pada tanggal 8 Agustus 1963 di Bridego Railway Bridge, Ledburn dekat Mentmore di Buckinghamshire, Inggris. Sebuah kelompok dengan jumlah 15 orang, mencuri uang senilai 2,3 juta Poundsterling yang setara dengan 40 Juta Poundsterling (74 juta dollar) sekarang. Sahabat anehdidunia.com perampokan dimulai dengan melumpuhkan masinis Jack Mills dengan memukulnya di bagian kepala dengan pipa besi. 13 dari anggota kelompok berhasil ditangkap setelah polisi menemukan sidik jari di kediaman mereka di Leatherslade Farm, dekat Oakley, Buckinghamshire.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pada tanggal 25 Pebruari 2005, dua orang tak dikenal merampok sebuah mobil van yang sedang mengangkut berlian di terminal kargo Bandara Schiphol. Dua orang pelaku berhasil masuk ke terminal kargo dengan cara menyamar sebagai karyawan maskapai KLM. Meskipun kerugian dari pencurian berlian itu tidak pernah dipublikasikan, namun diperkirakan harga berlian yang hilang tidak kurang dari 75 juta euro. Jika perkiraan itu benar, maka ini adalah pencurian berlian terbesar dalam sejarah. Hingga kini, para pelaku pencurian ini belum tertangkap.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pada tanggal 16 Pebruari 2003 sekelompok pencuri melakukan aksi jenius dalam membobol sebuah pusat perdagangan berlian di Antwerp. Padahal tempat yang terkenal sebagai pusat perdagangan berlian nomor satu di dunia ini keamanannya dikenal sangat ketat. Penjaga berpatroli selama 24 jam penuh dengan kamera CCTV terpasang di mana-mana. Hebatnya sahabat anehdidunia.com, pencurian yang berhasil menggasak berlian beserta surat resminya seharga lebih dari 100 juta dollar ini baru diketahui keesokan harinya. Polisi sempat kesulitan menangkap pelakunya karena tidak ada satupun kamera CCTV yang berhasil merekam aksi para pencuri. Hingga akhirnya identitas salah seorang pelaku bisa dilacak berkat sepotong sisa sandwich di sebuah mobil curian yang ditinggalkan di pinggir kota.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Perampokan ini terjadi pada tahun 2008 ketika empat orang menyerbu salah satu toko perhiasan paling eksklusif di Paris dan membawa kabur berlian senilai $ 108 juta. Para pria menyamar sebagai perempuan dan dipersenjatai dengan Magnum .357 dan sebuah granat tangan. Mereka dengan cepat menggiring para karyawan dan pelanggan ke sudut dan mulai memecahkan kaca pajangan. Setelah mengisi koper dengan berlian, mereka kemudian melarikan diri. Tak seorang pun dari pelaku perampokan ini pernah ditangkap dan polisi mencurigai bahwa pelaku perampokan yang dijuluki “The Panther Pink”, merupakan bagian dari organisasi kriminal dari mafia Yugoslavia yang juga bertanggung jawab untuk sejumlah perampokan perhiasan lainnya. Sampai saat ini, hadiah dolar $ 1 juta akan dihadiahkan bagi orang yang dapat memberikan informasi para pelaku perampokan ini.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dianggap sebagai salah satu perampokan terbesar dalam sejarah Inggris dengan total jumlah uang yang diambil sebesar $ 300 juta, perampokan ini terjadi di Bank Sumitomo di London pada bulan September 2007. Namun perampokan ini akhirnya gagal setelah hacker tidak bisa melakukan transfer uang secara internasional. Setelah 23 kali gagal selama dua hari untuk mentransfer uang, akhirnya terungkap bahwa 2 pria Belgia dan kepala keamanan bank merupakan biang keladi perampokan tersebut. Sahabat anehdidunia.com kepala keamanan bank, Kevin O ‘Donoghue, 34 tahun, kemudian menjelaskan bahwa ia setuju untuk melakukan upaya pencurian setelah karena keluarganya terancam. Rencananya hampir berhasil setelah hacker menggunakan memory stick USB untuk menginstal software “key-logger” pada komputer pekerja bank untuk mendapatkan username dan password dari akun bank. Setelah mencoba berbagai cara untuk mentransfer uang, yang semuanya gagal, ketiga orang tersebut akhirnya terlacak dan kemudian diadili.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Perampokan bank yang paling besar di abad 21 berdasarkan jumlah uang yang dicuri adalah perampokan yang dilakukan seorang diktator terhadap bank sentral di negaranya sendiri. Pada 18 Maret 2003, sehari sebelum AS memulai pemboman di Baghdad, Saddam Hussein mencuri hampir $ 1.000.000.000 dari Bank Sentral Irak. Perampokan bank ini dianggap sebagai pencurian bank terbesar dalam sejarah. Sekitar $ 650 juta kemudian ditemukan tersembunyi di dinding istana Saddam Hussein oleh pasukan AS, yang diyakini merupakan sebagian dari uang curian tersebut. Pada bulan Maret juga, sebuah catatan tulisan tangan yang ditandatangani oleh Saddam Hussein, meminta $ 920.000.000 untuk diberikan kepada anaknya, Qusay. Pejabat Bank menyatakan bahwa Qusay dan seorang pria tak dikenal mengambil uang pecahan $ 100, yang dimuat ke dalam truk selama lima jam. Qusay akhirnya terbunuh oleh pasukan AS dalam baku tembak.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Selain itu, lembaga hukum di Indonesia tidak berfungi dengan baik. Para Penegak hukum seperti Polisi, Jaksa, Hakim tidak menjalankan tugasnya dengan baik, terutama dalam menghukum pelaku perkosaan, sehingga tidak ada efek jera. Ketika satu kasus perkosaan tidak dengan cepat diungkap dan dituntaskan oleh polisi, kasus itu akan menjadi tren di kalangan pelaku. Hal ini terlihat dari kasus perkosaan massal yang dilakukan para pelajar. Di tahun 1980-an, Jakarta juga pernah dilanda tren perampokan yang disertai perkosaan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Juga, Kekerasan seksual juga terjadi di ranah negara, mencapai 1.561 kasus. Ini dilakukan aparatur negara dalam kapasitas tugas. Termasuk di dalamnya, ketika terjadi peristiwa kekerasan, aparat negara berada di lokasi kejadian, namun tidak berupaya menghentikan atau justru membiarkan tindak kekerasan tersebut berlanjut, termasuk kekerasan seksual yang terjadi akibat kebijakan diskriminatif. Dari total kasus kekerasan seksual sebanyak 93.960 kasus, hanya 8.784 kasus yang datanya terpilah. Sisanya, gabungan dari kasus perkosaan, pelecehan seksual dan eksploitasi seksual.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pemerkosaan berasal dari kata Perkosa, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti paksa, gagah, kuat dan perkasa. Memperkosa adalah berarti menundukkan dengan cara kekerasan, menggagahi, melanggar (menyerang, dsb) dengan kekerasan. Menurut Suryono Ekatama (Suryono Ekatama Dkk, 2001:99) pemerkosaan adalah perbuatab hubungan kelamin yang dilakukan seorang pria terhadap seorang wanita yang bukan isterinya /atau tanpa persetujuannya, dilakukan ketika wanita tersebut ketakutan atau di bawah kondisi ancaman lainnya. Pemerkosaan juga bukan mutlak dilakukan pria terhadap wanita, namun ada kasus juga pemerkosaan bisa dilakukan seorang wanita terhadap seorang pria. Faktor-faktor Yang

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Menyebabkan Pemerkosaan Banyak orang berkata kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap wanita terjadi karena faktor wanita sendiri. Dan yang sering menjadi poin permsalahan adalah karena faktor cara berpakaian wanita itu sendiri dan nafsu seks pria tak terkendali apabila dan setelah melihat wanita berpakaiana mini. Pemikiran dan anggapan seperti sering diuar-uarkan ketika terjadi kasus pelecehan dan pemerkosaan . Pemikiran yang sederhana ini hanyalah anggapan semata tanpa melakukan riset dan penelitian.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dan seakan-akan wanitalah yang menyebabkan sebuah pemerkosaan terjadi. Sudah menjadi korban pemerkosaan dan di salahkan juga sebagai penyebabnya. Apakah ini adil ? Bagaimana pula dengan negara-negara Timur Tengah yang sebagian wanitanyanya hampir menutup aurat ? Apakah disana tidak ada pemerkosaan ? tanpa menafikan faktor penampilan dan cara berpakaian wanita juga mempengaruhinya. Namun jangan beranggapan penuh bahwa wanita adalah penyebab utama terjadinya kasus tersebut. Sebenarnya pada umumnya terjadinya kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan itu justeru dilakukan oleh orang yang telah dikenali.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Karena umunya kasus pemerkosaan terjadi di bawah umur, sebaiknya para orangtua memberi perhatian ekstra dengan cara memperhatikan dimana anak-anaknya bersosialisasi dengan teman atau lingkungannya. serta tidak lupa dengan membekalkan ilmu-ilmu agama dan tidak meninggalkan anak apabila mengalami kasus tersebut. Namun tetap menyelimuti dengan kasih sayang sehingga korban tetap merasa ada yang menyayanginya. Berhati-hatilah dalam bergaul dan bersosialisasi Karena kuntum itu mekarnya hanya sekali salam.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Neta membeberakan, kasus pembunuhan perempuan yang pertama di tahun 2015 terjadi 5 Januari. Siti Sarah (22) yang sedang hamil empat bulan tewas setelah lehernya dipukul balok dan kemudian dicekik suaminya Jumansyah alias Icang (26) di rumahnya di Sotek, Penajam Pasir Utara, Kaltim. Icang membunuh istrinya karena kesal melihat istrinya menelepon mantan pacarnya terus menerus. Kasus pembunuhan paling sadis terjadi 22 Februari 2015. Yahmini dibakar hidup-hidup oleh pacarnya Dimhari di sebuah gubuk di Desa Jogoyasan, Magelang, Jateng. Warga sempat menolong tapi akhirnya korban tewas di rumah sakit. Pelaku lalu dihukum Mahkamah Agung penjara seumur hidup.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sementara kawasan yang paling rawan terhadap perempuan di 2015 adalah wilayah hukum Polda Metro Jaya, yakni mencakup Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Di kawasan ini ada 26 perempuan terbunuh, di antaranya dibunuh kenalannya 7 orang, rampok 4 orang, pacar 3 orang, suami 1 orang, dibunuh orang tak dikenal 8 orang, dan lain-lain. Daerah paling rawan bagi perempuan urutan kedua dipegang Jawa Barat. Di daerah ini ada 20 perempuan dibunuh. Jatim 19 perempuan dibunuh, Batam 8, Jateng 8, Riau 7, Sulsel 5, Sumut 3, Aceh 2, Kaltim 2, Kalsel 2, Kalbar 2, Babel, Lampung, Banten, Sulteng, dan Sultra masing-masing 1 kasus.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Thailand merupakan salah satu tempat wisata yang indah dan menarik. Di sini banyak wisatawan datang untuk menghabiskan liburan mereka, tapi sayangnya meningkatnya jumlah pembunuhan di negara ini membuat jumlah wisatawan yang berkunjung di negara ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pemerintah Thailand kini memberikan perhatian khsusus untuk menekan jumlah pemerkosaan, perkelahian antar geng, dan kasus terorisme, yang diperkiraan pada 2014 jumlahnya mencapai 65 % lebih tinggi dari beberapa tahun sebelumnya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Menurut data statistik kecelakaan di kota-kota besar seperti wilayah Jakarta dan kota-kota penyangga pada tahun 2014 ini masih terjadi kecelakaan yang cukup tinggi. Contohnya di wilayah Jabodetabek rata-rata dalam satu hari terjadi kecelakaan mencapai angka tertinggi yaitu 14 kali. Angka tersebut dicatatkan oleh Polda Metro jaya dimana pada tahun 2014 terjadi kecelakaan lalu lintas yang mencapai 5.472 kasus atau dalam sehari rata-rata terjadi 14 angka kecelakaan. Angka ini sebenarnya mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2013 yakni sebesar 8.66 % yang mencapai 5.991 kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun sebelumnya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tingkat fatalitas akibat kecelakaan yang mengekibatkan meninggal dunia juga mengalami penurunan meski tidak terlalu signifikan. Ditahun 2014 ini total korban tewas kecelakaan sebanyak 578 jiwa atau turun 7.67 % dibanding tahun 2013 yang mencapai 626 jiwa. Sementara itu untuk kecelakaan yang mengakibatkan luka berat ditahun 2014 tercatat sebanyak 2.515 orang dengan penurunan 6.61 % dibanding tahun 2013 yang mencapai jumlah 2.693 orang. Sedangkan untuk korban luka ringan dari kecelakaan lalu lintas tahun 2014 mengalami penurunan yang cukup signifikan yakni sebesar 15.41% dari total 4.227 orang pada tahun 2013 menjadi 3.618 kasus kecelakaan ringan di tahun 2014 ini.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Hal itu diakui oleh Kasubdit Mitra Dikmas Lantas Mabes Polri, AKBP Djuwito Purnomo, kepada RRI di Yogyakarta, Selasa (5/8/2014). “Indonesia menempati peringkat ke 5 di Dunia sebagai Negara dengan tingkat kecelakaan Lalu Lintas tertinggi,” jelas AKBP Djuwito Purnomo. Setiap jam setidaknya terdapat 12 kasus kecelakaan lalu lintas yang merenggut tiga korban jiwa. Sementara setiap harinya, 69 nyawa melayang di jalan raya. Sedangkan di tahun 2013 lalu terdapat 101.037 kecelakaan Lalu Lintas yang merenggut nyawa 25.157 orang. Sedangkan kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 254 milyar lebih.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Meski angka kecelakaan masih tinggi, di lain pihak Polda DIY berhasil untuk menekan angka kecelakaan Lalu Lintas pada Operasi Ketupat Progo 2014 tahun ini. “Penurunan drastis terjadi jumlah kasus kecelakaan dan korban jiwa yang terjadi selama musim libur Lebaran tahun ini,” ungkap Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti. “Keberhasilan menekan angka kecelakaan Lalu Lintas tidak hanya karena kesigapan aparat Polri dalam mengamankan Lalu Lintas, tapi juga didukung oleh perbaikan infrastruktur jalan dan tumbuhnya kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas,” tuturnya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Korban jiwa dan materi yang sangat besar akibat kecelakaan lalu lintas itu menjadi salah satu pemicu Kepolisian Republik Indonesia menargetkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen dalam waktu 10 tahun. Target itu juga sesuai dengan program Decade of Action for Road Safety yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai bulan Maret 2010. Program PBB itu sejalan dengan Pasal 203 Undang-Undang No 22 tahun tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang berbunyi “Pemerintah bertanggung jawab atas terjaminya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan”.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Beberapa hal di atas menjelaskan bahwa penyebab utama kecelakaan sering kali dikarenakan kelalaian pengemudi. Oleh karena itu, sebelum berkendara segala sesuatu harus dipersiapkan terlebih dahulu mulai dari kondisi fisik, hati, serta pikiran. Meskipun kejadian di atas saat ini masih belum terjadi pada Anda, tapi apakah Anda tidak takut apabila sewaktu-waktu harus meninggalkan atau ditinggalkan orang-orang yang Anda sayangi akibat kecelakaan atas kelalaian sendiri. Maka mulai saat ini, jagalah selalu keselamatan Anda dalam berkendara dan peringatkan pengendara yang lain terutama orang yang Anda kasihi untuk selalu menjaga keselamatannya dalam berkendara.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Apa saja berbagai penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya? Tulisan ini akan sedikit mengulasnya untuk Anda. Segala macam musibah yang terjadi pada manusia memang sudah direncanakan dan digariskan oleh Yang Maha Kuasa, namun kita juga bisa meminimalisir terjadinya musibah tersebut dengan lebih waspada terhadap apapun yang kita lakukan. Terutama saat berkendara di jalan raya, selihai apapun Anda dalam berkendaran namun jika sudah naas maka akan terjadi juga kecelakaan. Namun sebenarnya penyebab terjadinya kecelakaan itu ada banyak dan terkadang terjadi karena kelalaian manusia atau juga faktor lingkungan sekitar.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Biasanya saat terjadi kecelakaan baik Anda maupun pihak yang lain merasa dirugikan, entah siapa yang salah awalnya biasanya sebuah kecelakaan selain bisa mengakibatkan jatuhnya korban juga membuat orang-orang yang terlibat menjadi emosi serta saling menyalahkan. Pada saat sedang terjadi kecelakaan yang paling bijak adalah berusaha menyelamatkan yang bisa diselamatkan terlebih dulu dan bukannya bertengkar satu sama lain. Karena sebenarnya jika Anda lebih waspada terhadap berbagai penyebab kecelakaan maka kecelakaan itu bisa dihindari. Kecelakaan seringkali terjadi pada tempat yang ramai seperti misalnya di kawasan KIIC Suryacipta atau di daerah Jababeka Bekasi dimana daerahnya sangat padat serta banyak kendaraan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Penyebab yang pertama ini adalah penyebab yang paling lumrah terjadi. Karena manusia memang diciptakan dengan banyak kekurangan. Mungkin saja pada saat sedang terjadi kecelakaan, pengemudi kendaraan yang menyebabkan kecelakaan tersebut sedang dalam keadaan tidak sehat dan tidak fit, bisa jadi ia mengantuk atau sakit kepala misalnya sehingga tidak bisa fokus pada kendaraan yang sedang dikemudikannya. Namun terkadang kelalaian pengemudi itu juga terjadi karena pengemudi memang tidak waspada sehingga melakukan hal lain selain mengemudi, misalnya bermain hape sambil mengemudi. Maka dari itu saat Anda akan mengemudi pastikan dulu Anda dalam keadaan yang siap dan sehat, selain itu jika ada panggilan telepon atau sms yang masuk maka sebaiknya abaikan dulu atau menepilah ke pinggir jalan untuk memeriksanya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Penyebab lain yang sering membuat terjadinya kecelakaan adalah karena kondisi jalan raya yang tidak lagi bagus dan tidak layak untuk digunakan berkendara. Misalnya jalan yang bergelombang, berlubang di sana sini, banyak tanjakan atau tikungan. Pada saat hendak membuat jalan raya seharusnya perusahaan kontraktor yang diserahi tugas harus benar-benar teliti dalam membuat jalan raya tersebut, faktor kemiringan tanah dan lingkungan sekitar mesti diperhatikan dengan detail. Misalnya saja perusahaan Nikifour yang termasuk sebagai perusahaan kontraktor terbaik di karawang dalam melaksanakan proyek yang diemban akan selalu berhati-hati dan memperhatikan banyak hal agar proyeknya berhasil.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Penyebab ketiga yang menyebabkan kecelakaan yang satu ini memang sulit dihindari, jika alam sudah berkehendak maka terjadilah musibah. Misalnya saat hujan sedang deras sekali bisa saja terjadi kecelakaan karena pada saat hujan, pandangan Anda akan terbatas, selain itu jalanan juga menjadi licin karena banyaknya air. Pada saat-saat seperti itu maka yang paling bijak adalah jangan mengebut dan berkendaralah dengan kecepatan yang pelan, jika karena mendung suasana sekitar menjadi gelap maka hidupkan lampu kendaraan Anda.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sejak 20 Februari hingga 11 Maret, Global Forest Watch mendeteksi 3.101 peringatan titik api dengan tingkat keyakinan tinggi di Pulau Sumatera dengan menggunakan Data Titik Api Aktif NASA. Angka tersebut melebihi 2.643 total jumlah peringatan titik api yang terdeteksi pada 13-30 Juni 2013, yaitu puncak krisis kebakaran dan kabut asap sebelumnya. Grafik berikut menunjukan distribusi titik api di kawasan (Gambar 1) serta pola dari peringatan titik api sejak Januari 2013 untuk seluruh Pulau Sumatera.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Krisis minggu ini menjadi yang terakhir dari daftar panjang mengenai episode kebakaran yang mempengaruhi Indonesia dan negara-negara tetangga. Meskipun kita sudah dapat menentukan ukuran kebakaran dan dimana lokasinya, masih banyak hal yang belum kita ketahui. Salah satunya, mengapa pemerintah Indonesia gagal untuk menerbitkan informasi dimana perusahaan sawit, kertas, dan kayu beroperasi. Meskipun Global Forest Watch memasukkan data konsesi terakhir yang tersedia, masih banyak kesenjangan informasi serta masalah seputar akurasi terkait peta ini.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kedua, investigasi lebih lanjut di lapangan menjadi prioritas yang mendesak, termasuk penelitian dan survei mendalam untuk dapat mengerti proporsi pembakaran yang dilakukan oleh perusahaan besar dibandingkan dengan operasi ukuran menengah maupun kecil. Tentu saja, petani miskin tidak memiliki alternatif selain menggunakan api ketika melakukan pembersihan lahan. Mereka juga dapat menggunakan api untuk merusak ataupun melakukan klaim atas lahan yang berada di bawah manajemen perusahaan besar. Konflik lahan seperti ini sangat umum di seluruh Indonesia. Pemerintah maupun organisasi peneliti independen, perlu secara cepat melakukan investasi lebih untuk mengerti akar masalah dari kebakaran ini serta menyusun program yang lebih baik untuk mencegah kebakaran.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Terkait dengan hal ini, beberapa progres telah dibuat. Pemerintah Indonesia dan Singapura, serta kelompok ASEAN yang lebih besar, sedang melakukan usaha-usaha untuk menurunkan risiko kebakaran. Deteksi api dan usaha pemadaman telah ditingkatkan, serta penegakkan hukum Indonesia telah melakukan beberapa penangkapan yang signifikan. Singapura bahkan mengajukan undang-undang mendobrak baru yang memungkinkan pemerintah untuk menjatuhkan sanksi kepada perusahaan—domestik maupun asing—yang menyebabkan kabut asap lintas-negara yang merugikan pemerintah negara tersebut. Pada Bulan Oktober, pemerintah negara-negara ASEAN telah sepakat untuk bekerja sama dan membagi data mengenai titik api dan penggunaan lahan, meskipun data ini tidak tersedia untuk publik. Lebih lanjut, banyak perusahaan yang telah, sejak saat itu, mengumumkan secara public kebijakan tidak menggunakan pembakaran, serta melakukan investasi terhadap system pengawasan dan pengendalian api mereka.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Duka untuk Indonesia yang hutanya selalu berkurang setiap tahun. Beberapa hari yang lalu bahkan hingga saat ini, Beberapa wilayah di Indonesia masih terjadi kebakaran Hutan, hingga menimbulkan asap yang luar biasa pekat. Faktor utama Kebakaran ini bisa disebabkan oleh Kelalaian Manusia, membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan yang akhirnya merembet kemana-mana. Selain itu, Hutan yang sengaja dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Entah sampai kapan negara ini akan dikuasai oleh orang-orang yang silap akan uang, uang dan uang.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kebakaran Hutan Cloquet adalah suatu bencana api besar di bagian utara Minnesota pada Oktober, 1918. Disebabkan oleh percikan pada kereta api lokal ditambah dengan kondisi kering. Bencana ini menyebabkan bagian barat Carlton County hancur, Moose Lake, Cloquet, dan Sungai Kettle. Wilayah Cloquet adalah wilayah yang paling rusak oleh bencana ini. Bencana ini merupakan bencana alam terburuk dalam sejarah Minnesota. Total korban jiwa yang meninggal mencapai 453 nyawa hilang dan 52.000 orang terluka atau mengungsi, 38 komunitas hancur, 250.000 hektar lahan (1.000 km2) terbakar, dan kerugian sebesar $ 73.000.000 dalam kerusakan properti diderita.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kebakaran ini terjadi pada tanggal 5 September 1881, di daerah Thumb, Michigan di Amerika Serikat. Api yang membakar lebih dari satu juta hektar (4.000 km²) dalam waktu kurang dari satu hari, adalah konsekuensi dari kekeringan yang melanda, ditambah hembusan angin, panas, dan kerusakan ekologi yang ditimbulkan oleh penebangan. Kejadian ini, disebut “the Great Thumb Fire” , “the Great Forest Fire of 1881” atau “the Huron Fire” yang membunuh 282 orang di Sanilac, Lapeer, Tuscola dan Huron. Perkiraan kerusakan yang ditimbulkan mencapai kerugian $ 2.347.000.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

“Musim kemarau lebih panjang dan asap lebih luar biasa daripada tahun 1997-1998 kalau saya tambah US$9 miliar plus kerugian yang ada di Singapura dan Malaysia masing -masing US$2 miliar, jadi US$13 miliar, ditambah faktor seperti angka inflasi, jadi bisa bervariasi antara US$14 miliar hingga US$20 miliar, tergantung angka inflasi yang kita terapkan,” jelas Herry. Herry menjelaskan perhitungan tersebut masih sangat kasar dilihat dari kerugian ekonomi, tanaman yang terbakar, air yang tercemar, emisi, korban jiwa dan juga penerbangan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis selama kurun waktu 1815-2014 terdapat 8.501 kejadian banjir dan longsor. Dampaknya, 31.432 orang tewas, 20,7 juta mengungsi dan menderita, dan ratusan ribu rumah rusak. “Dampak bencana banjir dan longsor cukup besar. Untuk tahun 2014, data sementara ada 697 kejadian banjir dan longsor yang menyebabkan 339 orang tewas, 1,7 juta jiwa mengungsi dan menderita, dan ribuan rumah rusak,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers, Selasa (18/11).

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Saat sekitar 61 juta penduduk tinggal di 315 kabupaten/kota yang berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari banjir. Selain itu, terdaapat 124 juta jiwa penduduk yang tinggal di 274 kabupaten/kota yang bahaya sedang-tinggi dari longsor. “Antisipasi harus disiapkan agar penanganan bencana menjadi lebih baik. Saat ini, bencana masih dilihat sebagai ad-hoc,” ujarnya. Artinya, kata Sutopo, penanganan hanya fokus saat tanggap darurat. Padahal, pengurangan risiko bencana dinilai lebih penting. Saat prabencana dan pascabencana pemerintah diminta juga tanggap.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Banjir yang kerap melanda Ibu Kota saban musim hujan terus berulang. Sejarah mencatat, sejak masih berada di bawah ketiak penjajah dengan nama Batavia, banjir telah menjadi masalah utama Ibu Kota. Tahun 1621, 1654, 1873, dan 1918 adalah tahun-tahun yang buruk dalam rekaman sejarah banjir besar di Batavia. Berlanjut pada dekade belakangan ini, banjir besar yang melanda Jakarta terjadi pada 1979, 1996, 1999, 2002, dan 2007. Kondisi itu disusul dengan banjir-banjir yang setiap tahun nyaris melumpuhkan Ibu Kota hingga saat ini. Maklum jika Adhi Kusumaputra (2010) mengatakan bahwa upaya penanganan banjir di Ibu Kota umurnya nyaris setua dengan usia Jakarta sendiri.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dari sisi ekonomi, banjir selalu saja menyisakan kerugian. Begitu juga saat banjir menggenangi sejumlah wilayah Ibu Kota Jakarta sejak Senin (9/2) dan air mulai surut, kemarin. Aktivitas yang lumpuh akibat genangan air yang cukup tinggi hingga di atas satu meter membuat roda ekonomi tidak berputar secara normal. Di sejumlah wilayah DKI Jakarta yang selama ini menjadi pusat ekonomi, seperti Kelapa Gading, Mangga Dua, ataupun Grogol, dalam dua hari kemarin nyaris tidak ada kegiatan ekonomi. Kalaupun transaksi tetap terjadi, jumlahnya relatif jauh di bawah rata-rata biasanya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Dalam hitungan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, kerugian akibat banjir kali ini sekitar Rp 1,5 triliun per hari. Angka itu didapat setelah Kadin DKI Jakarta mengumpulkan data dari para pelaku ekonomi. Taksirannya, ada sekitar 75 ribu kios dan toko, termasuk restoran yang tidak beroperasi akibat banjir selama dua hari, yakni pada Senin dan Selasa, yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan, terutama di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Dengan diambil rata-rata, omzet 75 ribu toko itu Rp 20 juta per hari.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Angka itu ditambah anjloknya omzet toko yang masih buka karena akses ke pertokoan yang tergenang banjir. Kerugian akibat banjir bisa lebih besar jika ikut menghitung terganggunya operasional perkantoran akibat para karyawannya tidak masuk kerja karena akses jalan tertutup banjir. Tidak hanya banjir yang tiga hari terakhir ini menimbulkan kerugian secara ekonomi. Dalam 13 tahun terakhir, banjir yang melanda Jakarta berdampak pada kerugian ekonomi yang selalu meningkat. Saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjabat gubernur DKI Jakarta, banjir besar yang melanda Jakarta pada awal 2013, kerugiannya mencapai Rp 20 triliun. Nominal itu mencakup seluruh sektor.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pada 2007, banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya juga menyisakan kerugian besar. Berdasarkan data dari Laporan Perkiraan Kerusakan dan Kerugian Pasca Bencana Banjir Awal Februari 2007 di Wilayah Jabodetabek, yang dikeluarkan Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 16 Februari 2007, diperkirakan kerugian mencapai Rp 5,16 triliun. Bila diperinci, banjir yang melanda dari 31 Januari hingga 8 Februari 2007 itu, perkiraan sektor UKM dan koperasi merugi sekitar Rp 781 juta per hari, sementara kerugian pada BUMD senilai Rp 14,4 miliar. Sektor kerugian BUMN, seperti PLN merugi Rp 17 miliar per hari, PT Telkom merugi Rp 18 miliar, dan PT Pertamina Rp 100 miliar.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Tentu saja, membaca angka-angka kerugian yang diakibatkan oleh bencana banjir membuat kita miris. Setiap bencana ini datang, selalu saja roda ekonomi terhambat dan triliunan rupiah menguap. Untuk itu, sudah saatnya semua pihak mencari jalan keluar bersama agar banjir tak lagi sering menggenangi Jakarta. Pemprov DKI Jakarta harus lebih keras melaksanakan program mengatasi banjir. Sejumlah terobosan harus dilaksanakan. Kerja sama dengan pemerintah daerah di sekitar Bodetabek harus terus ditingkatkan. Koordinasi dengan pemerintah pusat juga tetap harus dilakukan karena Jakarta sebagai ibu kota negara.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Selain bencana alam masif berupa gempabumi, tsunami, hingga gunung meletus yang mengancam nusantara, ancaman lain yang berwujud pergerakan tanah pun tak bisa diabaikan. Pergerakan tanah atau yang sering disebut bencana alam tanah longsor amat sering terjadi tiap tahunnya. Kondisi geologis tanah di Indonesia yang rata-rata terdiri dari tanah lempung yang lunak memberikan ancaman longsoran tanah di sejumlah wilayah Nusantara. Jumlah kerugian dan nyawa yang harus melayang sebagai korban bencana alam tanah longsor pun tak dapat dipandang sebelah mata.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Berdasar catatan kejadian bencana alam, hampir seluruh pulau besar di nusantara memiliki kabupaten dan atau kota yang berpotensi mengalami ancaman tanah longsor. Ciri utamanya adalah wilayah yang memiliki relief dan rupa tanah yang kasar, lembek, dengan lereng terjal. Kondisi tanah seperti itu yang banyak terhampar khususnya di Pulau Jawa diperparah oleh curah hujan yang tak menentu, terkadang kering namun sering pula hujan deras tanpa henti, ditambah pula oleh ancaman bencana alam gempa bumi yang dapat menjadi pemicu longsoran tanah.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam tanah longsor memang tak sebanding jika dibandingkan dengan catatan kerugian bencana alam lain di Indonesia. Namun, kewasapadaan dan proses mengurangi risiko tetap harus diperhatikan. Hutan dan pepohonan lebat sebagai pencegah utama longsoran tanah tetap harus dijaga kelestariannya. Karena pada kenyataannya, bencana alam tanah longsor, banjir, dan kekeringan terjadi akibat ulah tangan manusia itu sendiri yang tak bisa merawat dan menjaga hutan sebagai alat utama resapan air dan pengikat tanah di lereng-lereng berbukit.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Ratusan nyawa yang tertimbun dalam bencana alam tanah longsor di Banjarnegara dan Pangalengan beberapa bulan silam setidaknya mampu menjadi pelajaran bagi masyarakat lain yang tinggal di jenis lokasi serupa khususnya di Pulau Jawa. Hanya butuh waktu tak lebih dari sepuluh menit untuk menenggelamkan satu dusun dengan 300 lebih penduduknya di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pun serupa dengan yang terjadi di Pangalengan, bencana alam tanah longsor Pangalengan hanya perlu waktu 10 menit untuk menerjang bentangan desa seluas 1 Km persegi yang berada persis di bawahnya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, dalam kurun waktu 2005 sampai 2014 total terdapat 2.278 peristiwa. “Total ada 1.815 orang tewas dan hilang akibat bencana-bencana longsor‎ dalam waktu 10 tahun terakhir,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (15/12/2014). Dijelaskan Sutopo, tahun 2005 tercatat ada 50 kejadian tanah longsor. Tahun 2006 ada 73 kejadian, 2007 ada 104 kejadian, 2008 ada 112 kejadian, 2009 ada 238 kejadian, 2010 ada 400 kejadian, 2011 ada 329 kejadian, 2012 ada 291 kejadian, 2013 ada 296 kejadian, dan 2014 ada 385 kejadian. Dalam 10 tahun itu, tren bencana longsor cenderung meningkat tiap tahunnya.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

“Daerah rawan longsor tersebar di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sebab, daerah-daerah itu merupakan daerah dataran tinggi atau perbukitan, pegunungan,” ucap dia. Jika dilihat secara detail, ada 3 kabupaten yang paling banyak atau sering terjadi peristiwa tanah longsor dalam 10 tahun terakhir. Yakni, Kabupaten Wonogiri dengan 90 kejadian, Kabupaten Bogor dengan 75 kejadian, dan Kabupaten Wonosobo dengan 72 kejadian. Sementara khusus untuk Kabupaten Banjarnegara terjadi 22 peristiwa tanah longsor sejak 2005 sampai 2014 ini.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Data BNPB selama 10 tahun terakhir itu, lanjut Sutopo, terlihat bahwa puncak kejadian tanah longsor terjadi‎ pada Januari di mana ada lebih dari 350 kejadian. Kemudian Februari ada kurang lebih 300 kejadian, dan Maret ada lebih dari 210 kejadian. Ketiga bulan di awal tahun tersebut merupakan rentang waktu yang paling sering terjadi tanah longsor di Indonesia dengan peningkatan kejadian mulai terlihat pada bulan Oktober tahun sebelumnya. “Semua kejadian itu nampak sangat dipengaruhi oleh pola hujan. Rata-rata kejadian longsor memang terjadi pada bulan-bulan saat musim penghujan,” ujar Sutopo.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Salah satu longsor yang memakan korban banyak adalah yang terjadi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Jumat (12/12/2014) lalu. Hingga Senin hari ini, pukul 13.00 WIB, dikonfirmasi sejumlah 51 orang tewas. Kejadian longsor besar lain adalah di Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah pada 4 Januari 2006. Sejumlah 76 orang tewas. Di Karanganyar, Jawa Tengah, tanah longsor pernah terjadi pada 26 Desember 2007. Sebanyak 62 orang tewas dan kerugiannya mencapai 137 miliar. Longsor besar juga pernah terjadi di Ciwideuy pada 22 Februari 2010, menewaskan 33 korban jiwa. Di Cililin, Bandung, longsor terjadi 25 Maret 2013 dengan 14 orang tewas.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Pakar longsor dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Edi Prasetyo Utomo, mengungkapkan, masalah longsor terkait persoalan lingkungan. Di Banjarnegara dan banyak wilayah Indonesia, area rawan longsor dipakai sebagai sebagai hunian dan lahan pertanian serta minim terasering. Untuk melepaskan dari bahaya longsor, Edi mengungkapkan, “perlu ada langkah menghutankan kembali. Jangan bertanam tanaman perdu di wilayah rawan longsor.” Selain itu, perlu dibangun sistem peringatan dini longsor di wilayah yang memang berpotensi tinggi.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Barat memperkirakan dampak kerusakan lingkungan dan bencana ekologis di Jawa Barat sepanjang 2015 mencapai Rp 19 triliun. Taksiran tersebut naik Rp 2,1 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16,9 triliun. Direktur Walhi Jawa Barat Dadan Ramdan mengatakan kerusakan ekologis itu dihitung dari kerusakan akibat pertambangan, alih fungsi lahan, pencemaran, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan kebakaran hutan. Kerugian tersebut belum mencakup perhitungan kerugian kesehatan, sosial, dan psikologis yang ditanggung masyarakat Jawa Barat.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Sepanjang 2015, berdasarkan catatan Walhi Jawa Barat, total kejadian bencana akibat banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung mencapai 528 kejadian. Banjir terjadi di semua kabupaten dan kota dengan jumlah kejadian banjir mencapai 110 kejadian, tanah longsor 281, dan angin puting beliung 137. “Jumlah korban akibat banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung pada 2015 mencapai 110 orang dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 50 miliar,” ujarnya dalam keterangan tertulis catatan akhir tahun 2015, Kamis, 31 Desember 2015. Adapun luas banjir di Jawa Barat mencapai 200.600 hektare, yang merendam permukiman dan sarana lain sekitar 95 ribu bangunan dengan total pengungsi mencapai 9.500 jiwa. Sedangkan angin puting beliung merusak sekitar 850 rumah. Tanah longsor merusak 1.210 rumah dengan jumlah pengungsi 750 keluarga.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Bencana kekeringan dengan total luas 671.200 hektare atau sekitar 18 persen dari total wilayah Jawa Barat. Akibat kekeringan pada musim kemarau, warga kesulitan mendapatkan air bersih karena situ dan sejumlah mata air mengering. Selain itu, operasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di Indramayu telah menewaskan sekitar 10 karyawan dan 5 karyawan harus dirawat di rumah sakit akibat mesin PLTU yang meledak. Hingga 2015, diperkirakan luas lahan, sungai, dan sawah, yang terkena dampak pencemaran limbah pabrik mencapai 105 ribu hektare. Pencemaran air dan tanah yang paling parah terjadi di sentra-sentra industri polutif, seperti Kawasan Cekungan Bandung, Kabupaten Subang, Karawang, Bekasi, Majalengka, Purwakarta, Cianjur, Bogor, dan Sukabumi. Bukan hanya kerusakan ekologis, pencemaran juga menyebabkan kesehatan warga menurun karena sumber air dan udara sudah teracuni zat polutif.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Senin, 3 November 2003 silam. Bukit curam yang berada di sekitar Desa Bukit Selawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara tersapu oleh longsoran tanah yang membawa air bah limpahan sungai Bahorok. Akibat kejadian ini 90 orang dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya menderita luka dan hilang terbawa arus banjir. Berdasarkan catatan kebencanaan dari Walhi, longsor dan banjir bandang Bahorok terjadi akibat kerusakan hutan karena penebangan liar yang tak terkendali. Kala itu, 170 ribu hektar taman nasional Gunung Leuser dari luas total 788 ribu hektar rusak parah akibat penebangan hutan.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Jumat, 27 Maret 2009, tragedi mencekam menyeruak di wilayah pinggiran kota Jakarta. Situ Gintung yang terletak di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten tiba-tiba Jebol di waktu subuh. Bencana tersebut menewaskan kurang lebih sekitar 7 orang dan menenggelamkan ratusan rumah yang berada di sekitarnya. Hasil investigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) menjelaskan bahwa bencana terjadi karena jebolnya tanggil selebar ± 65 meter, yang diikuti oleh gerakan tanah longsoran pada tanggul dengan panjang antara 3-7 meter, dan lebar antara 3-8 meter. Penyebab jebolnya tanggul secara keseluruhan terjadi karena curah hujan yang tinggi kala itu, kemudian adanya retakan pada tanggul serta limpahan air yang melebihi kapasitas. Apalagi ditambah kontur tanah di sekitar kawasan tersebut yang sangat curam.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Belum hilang dalam ingatan, bagaimana pertengahan Desember tahun lalu, peristiwa tanah longsor dahsyat menghantam Dusun Jemblung, Desa Sampang, Banjarnegara. Jumat sore (12/12) menjelang maghrib, hujan belum sempat menampakkan redanya. Dalam waktu kurang dari lima menit, tanah longsor mematikan menimbun 105 rumah warga di tiga desa sekaligus. Akibatnya fatal, seratus lebih korban jiwa melayang tertimbun longsoran tanah. Tebing setinggi 100 meter di Desa Sampang, Karangkobar, Banjarnegara tersebut memang mulanya diklasifikasikan sebagai daerah longsor berpotensi sedang dan tinggi. Catatan penulis menunjukkan bahwa tanah longsor Banjarnegara terjadi akibat material penyusun bukit Tegallele yang merupakan endapan vulkanik tua dan lapuk. Ditambah hujan deras yang tak berhenti mengguyur sejak dua hari sebelumnya menyebabkan tanah jenuh terhadap air.

seperti di kutip dari https://filsafatindonesia1001.wordpress.com

Umumnya hewan liar akan berkumpul, tanda-tanda ini mengisyaratkan akan terjadi tanah longsor. Tetapi sifat internal longsor yang muncul ke permukaan membuktikan fakta berbeda, seperti patahan batu, area yang terpotong bersama dengan pseudotachylytes. Menurut Hacker, peristiwa bencana geologis berasal dari medan vulkanik yang terdiri dari beberapa strato gunung berapi, jenis ini mirip dengan gunung St Helen di pegunungan Caacade. Gunung ini meletus pada tahun 1980 dan menyebabkan bencana tanah longsor besar.


Baca juga :

Gunung Argopuro terkenal sangat angker, gunung ini menyimpan misteri legenda Dewi Rengganis yang hilang bersama enam dayangnya. Konon, Sang Dewi bakal marah besar kalau merasa terusik ketenangannya. Pendaki yang suka usil dan mengusik, kalau tidak kesurupan bisa jadi akan kesasar tidak karuan.Konon terdapat sebuah taman yang sangat gaib yakni Taman Rengganis, tidak semua pendaki dapat melihat taman ini. Beberapa pendaki yang pernah melihat taman ini merasa memasuki sebuah taman yang sangat inidah penuh dengan tanaman bunga dan buah. Pendaki yang mengambil atau memetik tanaman tidak akan dapat keluar taman ini, ia hanya akan berputar-putar di tempat tersebut. Untuk itu hindari merusak tanaman ataupun memindahkan sesuatu.

seperti di kutip dari https://elissafinapasha.wordpress.com

Gunung Argopuro memiliki banyak puncak, beberapa puncaknya mempunyai struktur geologi tua dan sebagian yang lainnya lebih muda. Puncak Argopuro berada pada ketinggian 3.088 m dari permukaan laut. Gunung yang terletak diantara dua pegunungan raksasa yaitu Gn. Semeru dan Gn. Raung ini dapat kita lihat dari puncak gunung raung ataupun dari puncak Gn. semeru. Gunung yang sudah tidak aktif lagi kawahnya ini terletak di Kab. Probolinggo Jawa Timur. Untuk menuju ke desa baderan dapat menggunakan angkutan lokal (dari besuki) yang menuju desa ini. Di desa baderan juga menyediakan sarana penginapan yang harganya relatif murah bila dibandingkan dengan harga di kota besar.

seperti di kutip dari https://elissafinapasha.wordpress.com

Pendakian menuju puncak argopuro ini tidak seramai gunung-gunung lain di jawa timur, Pendaki wajib melaporkan diri Kantor Polisi Sektor Sumber Malang yang berada sekitar 1 km dari Baderan, atau pada kantor Perhutani yang berada tepat di pertigaan jalan Desa Baderan. Pendaki yang akan mendaki ke gunung ini disarankan untuk mengerti betul teknik dan medan yang akan dilalui karena tanggung jawab keselamatan apabila terjadi musibah di gunung ini adalah menjadi milik pendaki sendiri sehingga persiapan dan kekompakkan sangat diperlukan.

seperti di kutip dari https://elissafinapasha.wordpress.com

Jalur yang dilalui selama perjalanan memang sudah cukup jelas tetapi harus melingkar dan naik turun beberapa bukit, waktu pendakian menuju puncak akan lebih lama. Oleh karena itu pendaki disarankan untuk memperhitungkan persediaan logistik minimal untuk keperluan 3 hari. Persediaan air bersih di gunung Argopuro ini sangat berlimpah, meskipun di musim kemarau. Mata air dapat ditemukan mulai dari kaki gunung hingga hampir puncak gunung. Pada musim hujan banyak sekali sungai-sungai kecil yang biasa kering di musim kemarau akan terisi air. Pacet atau Lintah pada musim kemarau tidak ada namun bila di musim hujan akan muncul banyak sekali. Pada waktu dan cuaca yang normal pendakian menuju puncak akan membutuhkan waktu sekitar 10 – 12 jam.

seperti di kutip dari https://elissafinapasha.wordpress.com

Puncak gunung Argopuro adalah bekas Kawah yang sudah mati, bau belerang masih sangat terasa. Puncak ini berbentuk punden berundak semacam tempat pemujaan, punden paling bawah selebar lapangan bola di sini banyak terdapat batu-batu berserakan. Ke atas lagi selebar sekitar 10 x 10 meter, ke atas lebih kecil lagi. Selanjutnya kita akan melintasi bekas kawah yang banyak terdapat batu-batu kapur berwarna putih dan bau belerang. Pada puncaknya terdapat sisa-sisa bangunan kuno candi tertinggi di jawa yang diyakini sebagai petilasan Dewi Rengganis.


Baca juga :

Pasca Ujung Kulon, sudah jauh-jauh hari sudah ambil rencana ke Dieng, setelah informasi didapat dari rekan-rekan milis, tidak lupa mengajak serta rekan-rekan yang ingin bergabung trip bersama, libur 3 hari ditambah satu hari libur pemilu (Golput) long weekend panjang kali ini. Rencana awal sebelum ke Dieng kita mampir dulu ke Gombong-Kebumen plus Jogya apabila kekejar waktunya, dari email yang masuk rekan yang ingin bergabung pada akhirnya  hanya pergi bertiga dengan Nanang dan Tony, rencananya juga akan ada rekan Rico yang bergabung di Dieng nanti.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Plan B, kita bergegas ke terminal Pulo Gadung, cari bus jurusan Gombong setelah dapat info dari Rico yang asli Kebumen, sampai diterminal ternyata tidak jauh berbeda dengan stasiun bnyk calon penumpang yang mengantri bus, tanya-tanya petugas nyatanya kita diserahkan ke calo bus kearah gombong dengan tiket 130rbu spontan kita tolak, cari2 sendiri bus yang akan dituju ditengah2 kerumunan calon penumpang yang semakin malam semakin menumpuk, lucu juga lihat calon penumpang yang baru tiba ditarik2 Calo bus yang malam itu panen. Sempat bincang2 dengan salah satu petugas dari PO Sinar jaya tentang bus yang akan kita tuju, menurutnya bus tujuan gombong sudah habis yang ada kita disarankan kePurwokerto dulu, namun itu perlu perjuangan keras dengan berebut bus dengan calon penumpang lainnya. Informasi lain bnyk bus yang terlambat datang karena terjebak macet di pantura. Kita putuskan makan malam dulu diterminal sebelum perjuangan dimulai, selesai makan nyatanya penumpang semakin menumpuk dan menuju bus yang sama kearah purwokerto, kesempatan ini dimanfaatkan bus2 untuk menaikan tarif hampir 2x lipat, bus AC jadinya 130rb, dan bus ekonomi menjadi 70rb. Jam 10 malam kita masih menunggu bus yang akan mengangkut, hampir saja menyerah namun ada bus ekonomi yang akhirnya bisa didapatkan (Putri Jaya), duduk berdesak2an dengan yang lainnya, bahkan penumpang juga banyak yag berdiri bisa dibayangkan berapa lama mereka dalam posisi itu, bus melintas keluar terminal ternyata masih banyak calon yang menumpuk diluar terminal seakan-akan esok adalah hari lebaran.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Naik bus ¾ kearah Wonosobo melintas Purbalingga dan Banjar nagara memakan waktu 3 jam lamanya, bus berhenti diterminal seharusnya kita berhenti dikota wonosobo, gara-gara kernet asal memberi informasi, terpaksa kita naik angkot lagi kekota wonosobo kira2 5 menit. Dikota kita cari makan siang dulu mencari kuliner khas wonosobo Mie Ongkok, Ketemu juga Mie ongkok tepat didepan pasar dalam gerobak dipinggir jalan, dengan racikan mie dicampur sayuran lalu disiram dengan kuah kental kaldu dan sate sapi. Soal rasanya seperti  bondan dari jalan sutera bilang “maknyusss….”

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Bus melalui “Gardu Pandang”, dari sini melihat pemandangan kota wonosobo yang terlihat kecil dimata. Trus naik melewati Gapura selamat datang di kawasan Dieng Plateu, begitu bukit2 itu dilewati kita berhenti dipertigaan Dieng,  Dinginnya Dieng sudah menyambut padahal saat itu matahari masih bersinar dan kita meletakan kaki di Dieng tepat jam ½ 5 sore langsung mencari penginapan, dan pada akhirnya menginap di Penginapan Flamboyan milik Ibu Dewi dengan tarif 100rbu untuk bertiga, karena cuaca masih cerah dan masih ada waktu kita langsung menuju spot wisata terdekat yang menurut ibu Dewi kawasan Candi pandawa lima atau Arjuna, berjalan kaki kira2 500 meter dari penginapan untuk masuk dikenai tiket 6ribu plus kawasan Kawah Sikidang. Masuk Kawasan candi disepanjang sisi jalan masih ada runtuh2an candi yang belum dipugar masih berupa tumpukan2 batu, tidak jauh dari situ berdiri 5 buah candi berukuran besar masing2 candi Arjuna, Puntadewa, Srikandi, Semar dan Dharmasala. Memanfaatkan waktu untuk berfoto dengan latar belakang candi tidak disia2kan, rencana lagsung melanjutkan ke Kawah Sikidang namun awan gelap menyelimuti langit, buru2 meninggalkan kawasan candi kembali kepenginapan, ternyata didepan pintu Kawasan Candi berdiri sebuah bangunan yang merupakan tempat peristirahatan Alm. Mantan presiden Soeharto, sempat melihat dari jendela suasana didalam yang ada hanya sebuah meja besar tempat penjamuan atau digunakan untuk rapat.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Kita kembali ke Penginapan tepat adzan magrib memanggil, begitu terkena air saat wudhu badan langsung mengigil kedinginan, ternyata dinginnya dieng sudah mulai menyambut hingga tembus sampai ketulang. Kita keluar penginapan lagi untuk mencari warung makan bu Yati yang sudah direcomended oleh teman2 dari milis, tempatnya lumayan luas dan rapi disini sajian makanannya prasmanan, dengan ayam kampung yang digoreng terlebih dahulu plus sambal rawit yang diulek bersama kuncup2nya hanya dikenai biaya 9ribu saja sedang nasi boleh bebas semaunya tidak dihitung, kita makan duduk secara lesehan sambil berbincang-bincang, tidak lupa bu Yati menawarkan ginseng asli Dieng “Purwaceng” diracik menjadi minuman berkhasiat meningkatkan stamina khususnya pria.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Disubuh itu berojek ria ditemani angin dingin membuat sekujur tumbuh makin menggigil, perjalanan kekaki gunung memakan waktu 15 menit  dan bulan terlihat utuh dan bulat jaraknya seperti terlihat dekat. Kita tiba diparkiran dan harus berjalan kaki menanjak keatas tebing gunung Sikunir, ditemani tukang ojek tadi membantu jalur yang dilewati, jalurnya memang tidak terlalu jauh tapi tingginya dakian lumayan terjal dan berbekal air secukupnya membuat nafas juga tersedak-sedak, menengok kebelakang terlihat Nanang berjalan terpayah-payah dan berisrirahat beberapa kali, begitu melihat garis horizontal cahaya merah kekuning2an dari balik awan buru2 bergegas keatas bukit. Sampai diatas puncak bertemu dengan sekelompok club bhs inggris (bisa didengar dari percakapan mereka yang berisik), berjalan lagi kedepan memisahkan diri berdiri tepat diatas tebing dengan tenang menikmati sunrise yang begitu indah, dari balik awan itu terlihat jelas gunung merapi, sumbing, sindoro dan gunung2 kecil dikepung awan pagi, dan garis sunrise itu semakin lama semakin jelas ketika sang surya berlahan muncul dari balik gunung pelan2 tapi pasti, kesempatan ini juga tidak disia2kan untuk diabadikan momentnya.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Ketika matahari sudah terlihat jelas kita putuskan kembali, turun lagi parkiran yang ternyata dibelakangnya terhampar Telaga Cebong. Sampai diparkiran kita tawar menawar lagi dengan tukang ojek untuk sekaligus mengantar kita langsung keliling dieng saat itu juga, akhirnya deal juga dengan ongkos 50ribu all in. Kita kembali melalui jalur yang sama saat kita datang, melewati salah satu stasiun pembangkit listrik tenaga panas bumi, ternyata kawah2 dibeberapa titik tertentu masih aktif dan uap2nya dari dalam bumi itu dimanfaatkan menjadi listrik bisa dilihat dari banyaknya jalur pipa2 sepanjang jalan. Tidak hanya pipa2 berisi uap tadi, disepanjang jalan juga banyak ditemui selang2 air berwarna warni yang berfungsi mengairi sawah mereka apabila musim kemarau tiba, dan sebagian besar petani disini mengandalkan dari hasil bertani kentang.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Selesai dari Sikidang melanjutkan ke Candi Bima yang jaraknya juga tidak terlalu jauh, tidak terlalu spesial dengan candi ini didalamnya masih ada sisa2 sesajen menandakan tempat ini masih merupkan tempat kramat, berojek ria lagi kearah Candi Gatot Kaca sama seperti Candi Bima tidak terlalu special yang membedakan posisinya saja, dibelakangnya terlihat Telaga Balengambang yang sebagian sudah tertutup hijau tanamanan air, sedang disebrang depannya terlihat Museum Dieng Kaliasa yang berdiri diatas bukit.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Masuk ke Museum yang ternyata masih tutup, mengintip dari luar suasana didalamnya terlihat arca2, tidak berapa lama petugas sudah datang dan kita bisa masuk kedalamnya. Museum ini terbagi 2 bangunan, pada bangunan pertama hanya berupa satu petak luas disini dipajang beberapa arca2 bersejarah, bentuk2nya sudah tidak utuh karena pengikisan waktu, dan ternyata arca2 ini merupakan arca dari candi2 yang kita telah kunjungi, dikisahkan petugas arca2 ini sengaja dipindahkan ke museum karena dulunya sering dicuri oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab demi mengambil keuntungan pribadi, untungnya sebagain besar sudah bisa ditemukan kembali.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Yang tak kalah uniknya dibeberapa kampung, anak2 yang lahir berambut gimbal atau gembel, menurut masyarakat setempat  asal awalnya bermula dari pendatang pertama yang menetap diDieng berambut gimbal dan diyakini rohnya masih menempel trus kegenerasi berikutnya, apabila tumbuh rambut,  anak itu akan merasa sangat kesakitan, dan tidak boleh dicukur sampai timbul kemauan dari anak itu sendiri ingin dicukur,  itupun melalui upacara khusus dan keinginan anak itu juga harus dikabuli,  kemudian potongan rambut gimbal itu dihanyutkan kesungai serayu diyakini untuk membuang sial, dan rambutnya akan tumbuh normal lagi.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Puas menelusuri sejarah dieng dimuseum perjalanan berlanjut lagi, kali ini memasuki kawasan Telaga Warna, kali ini kita masuk ditemani salah satu tukang ojek lumayan untuk membantu kalau ingin foto keluarga, begitu masuk kita sudah disuguhi Telaga Warna, yang pagi itu terlihat berwarna hijau, didalam kawasan ini juga terdpat beberapa spot seperti Goa Japan/Kuda, Goa Semar, Goa Sumur, Telaga Pengilon dan Batu Tulis. Kita berjalan keliling danau, masuk kearah hutan sedikit menemukan goa pertama yaitu Goa Kuda yang celahnya sempit susah untuk masuk, berlanjut ke Goa Sumur yang ternyata ditutup pagar besi terkunci, karena tidak ada kuncennya kita tidak bisa masuk, karena goa ini juga termasuk goa keramat, begitu juga dengan Goa Semar kita hanya bisa melihat dan mengambil gambar dari luar. Dan spot terakhir adalah Batu Tulis, sebuah batu besar didepannya tertulis prasasti Sumpah Palapa pati GajahMada.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Keluar dari kawasan Telaga Warna berlanjut ke Dieng Plateu Theater yang belum lama didirikan, disini  kita menonton dokumenter Dieng dengan durasi 15 menit. Tidak jauh beda dengan sejarah dimuseum hanya ditampilkan secara audiovisual bergerak, ditambah bencana yang sempat terjadi saat kawah sikidang meledak, kawah sikidang ternyata berhubungan langsung dengan kawah candradimuka (kawah yang dianggap masih dalam tahap bahaya karena terkadang mengeluarkan gas beracun), pada saat meletus otomatis aktivitas kawah candradimuka juga ikut mengeluarkan gas beracun C02 yang tidak berwarna, saat itu penduduk berlari berhamburan menjauhi kawah sikidang menuju kearah kawah candradimuka suatu kesalahan yang mengakibatkan mereka terjebak dalam gas beracun.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Dari Theater kita kembali ke penginapan, tadinya mau melanjutkan kekawasan dieng 2 yaitu kawah Candradimuka dan Telaga Merdada, karena jaraknya sangat jauh dan akses kendaraannya juga susah terpaksa kita skip, siang itu selesai menunaikan Sholat Jumat sembari menanti teman2 berkemas, sendirian berjalan melintasi perkampungan berharap menemukan anak berambut gimbal/gembel, namun nihil karena memang sudah jarang, padahal waktu dlm perjalanan datang kemarin dari dalam angkutan melihat anak berambut gimbal dijalan.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Jam ½ 2 siang kita meninggalkan Dieng menuju Wonosobo, dari wonosono kita lanjutkan kearah Magelang menuju spot selanjutnya “Ketep”, perjalanan 2 jam lebih diapit gunung Sumbing dan gunung Sindoro, disepanjang jalan melihat rombongan anak2 pecinta alam yang baru atau sudah mendaki digunung tersebut. Dari terminal Magelang sambung naik angkutan kearah Muntilan tapi turun dipertigaan daerah “Bablak”, dari situ kita menanti angkutan yang mengantar kearah  puncak Ketep, karena wktu sudah menunjukan ½ 6 sore angkutan tidak kunjung tiba menurut pedagang angkutan memang sudah tidak ada, sedang ojek2 sudah berdiri mengawasi, tidak tanggung2 langsung datang menawari tentunya dengan harga yang melambung, tentunya ditolak. Saat itu ada seorang tua yang memberi tau untuk menumpang kendaraan plat hitam, dibantu bapak itu menstop kendaraan sambil menayakan berapa jauh menuju Ketep yang ternyata memang jauh. Tanpa sengaja menstop Truk Pasir besar dan syukurnya mereka memberikan tumpangan, kita bergegas melompat kebak belakang yang cukup tinggi, pengalaman pertama naik truk yang untungnya tidak bermuatan pasir hanya sisa2nya saja, truk ini juga berhenti dan mengangkut bocah2 setempat, truk tidak sampai keKetep kita hanya akan diturunkan dipertigaan Telatar sempat juga ditawari mengantar ke Ketep tapi dengan imbalan mengisi solar 40ribu tapi kita tolak, truk berhenti kita melompat dan mengucapkan terimakasih saja tanpa membayar, dari pertigaan Telatar langit sudah gelap dan untungnya melintas angkutan sayur yang mengantar pedagang yang baru pulang dari pasar, kita menumpang lagi naik kepuncak Ketep diturunkan tepat di Ketep Pass, suasana sudah mulai sepi dan pedagang2 makanan sudah mulai berbenah menutup warungnya, kita bertanya2 tentang penginapan didaerah setempat, untungnya seorang ibu pedagang yang selesai berbenah mau mengantar kita ke homestay, dari ibu itu kita tanya2 tentang ketep yang ternyata tidak ada hotel tepatnya tidak diperbolekan dan bangunan besar yang tempat kita berhenti adalah kawasan wisata Ketep Pass isinya museum, restoran, dan ketep theater. Dari ibu ini juga diberitahu tentang spot air terjun Kedung Kayang.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Kita diturunkan tepat dipintu masuk air terjun Kedung Kayang, waktu masih pagi dan petugas loket belum ada lagi-lagi masuk tanpa membeli tiket, jalur air terjun terbagi dua, melihat air terjun dari atas dan dari bawah, kita putuskan turun melihat dari bawah, sebelumnya ada warung yang baru buka, karena perut belum terisi apapun dari pagi kita santap mie instant dulu. Turun kebawah melalui jalur tangga semen, namun sampai habis tangga belum juga sampai, dilanjutkan dengan jalur tanah melewati sawah lumayan  jauh letaknya hingga kita bertemu aliran sungai yang bersumber dari air terjun itu, kita telusuri sungai hingga terlihat air terjunnya, melewati batu2 kali berukuran besar, air terjunnya sangat kecil tidak seperti yang dibayangkan, namun kita maju trus, rupanya disebelah bukit baru terlihat air terjun yang besar, derasnya air memercikan butir2 air,  segera saja mengabadikan air terjun dan tidak lupa bermain  dengan air yang dingin. Pengujung berikutnya datang segerombolan anak2 SMP yang membolos, mereka menaiki dinding batu duduk menikmati hisapan rokok santai.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Perjalanan pulang kita harus mendaki lagi melalui bukit2 dan tangga tadi, karena yang lain terlalu lama, terpaksa meninggalkan dibelakang langsung saja berjalan trus tidak melihat kebelakang begitu smpai diatas tarik nafas dalam2 istirahat disaung tadi,  Nanang dan Tony tiba mereka tampak kepayahan. Istirahat sebentar melanjutkan kembali kepenginapan, menumpang angkutan terbuka yang kebetulan baru akan jalan, berhenti lagi dipertigaan lanjut berjalan kaki mendaki kearah penginapan, lagi2 Nanang dan Tony kepayahan kusut, tiba dipenginapan lebih dulu langsung selonjor, menikmati teh hangat dan lagi2 panganan dan salak hasil panen dari ibu Karim. Bersih2 dan mengepak barang , berpamitan dengan bu Karim perjalanan kita lanjutkan kembali ke babrak dengan jalur yang sama, naik angkutan sayur lagi smpai pertigaan Telatar dilanjutkan angkot kearah babrak.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Naik bus kota kearah Jogya memakan waktu 1 jam melewati jalur wisata borobudur. Untuk tujuan malioboro kita berhenti diLemah Ijo lajur lingkar luar Jogya, disambung angkot ¾ kearah malioboro tempat kita akan menginap, melewati stasiun Tugu, kita turun dan bergegas memesan tiket kereta pulang besok, ternyata tiket sudah habis dan disarankan berdiri didalam gerbong dengan harga yang sama. Sambil berpikir transportasi pulang besok kita menuju Malioboro mencari penginapan, dan atas saran teman masuk kejalan Sostrowijoyo banyak penginapan murah, baru masuk  kearah jalan, banyak calo yang sudah menanti, tapi kita putuskan cari sendiri hingga dapat di “Losmen Jogya” dengan tarif 75rbu.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Setelah meletakan barang dilanjutkan ke Ratu Boko mengejar Sunset, tapi sebelumnya kita memesan tiket bus pulang melalui biro travel dan tidak lupa mengisi perut dulu, saat makan hujan turun deras sempat kuatir tidak kekejar, tapi itu hanya berlangsung sebentar, bergegas kita ke Halte TransJogya koridor Malioboro dengan tarif 3rb kita mengikuti rute Prambanan, naik Transjogya diajak keliling jogya sempatpula bus masuk bandara. Tiba juga dikoridor Prambanan selama satu jam perjalanan, menurut informasi dari milis kita bisa mendapatkan bus trusan ke Ratu Boko apabila masuk kekawasan prambanan jadi kita bergegas kearah loket prambanan dan jaraknya lumayan jauh karena pintu masuknya memutar, bnyk orang yang menggunakan fasilitas becak (apa memang sengaja), kita dengan pede cukup berjalan dengan banjir keringat, sesampainya diloket ternyata jadwal bus transfer keRatu Boko sudah tutup hanya sampai jam 3, melihat jam sudah menunjukan angka ½ 5 sore, kita tidak putus asa kita keluar loket dan menurut informasi dari beberapa orang yang ditemui bisa menggunakan angkot dipasar rakyat tempat transjogya tadi berhenti, dan kitapun berjalan kaki lagi kembali kehalte transjogya.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Dari pasar memang ada angkot yang standby, cukup lama ngetem dan waktu semakin sore, akhirnya berjalan juga sambil sekali-kali melirik jam yang trus berputar, tiba di gerbang masuk dikenai biaya 10rbu, dan istana Ratu Boko posisinya ada diatas bukit kita kembali jalan menaiki puluhan tangga, sampai di Gerbang Istana dibaliknya hamparan luas rumput hijau dan runtuh2an bangunan istana, disana sudah byk orang yang beraktifitas ada pula yang sedang photo PreWeding, dari balik gerbang itu konon Sunsetnya indah karena cahaya matahari tembus dibalik celah2 gerbang, namun cuaca saat itu tidak bersahabat matahari tertutup awan. Hingga matahari terbenam sunset yang diharapkan gagal. Tony dan Nanang memanfaatkan moment, sendiri trus kearah reruntuhan2 sisa bangunan pendopo, jalan trus agak turun bisa ditemui Pemandian Putri dan Balai Pertemuan yang masih utuh, sedang masih banyak runtuhan2 batu yang belum dipugar ulang.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Gagal mendapat Sunset sedikit kecewa padahal perjalanan panjang dan berat harus dilalui, apalagi sudah tidak ada angkot malam itu, terpaksa berjalan kaki kearah halte Transjogya sepanjang 2 km. Badan letih kembali menempuh satu jam perjalanan pulang, saat itu dapat sms dari Sim2 teman yang tadinya joint trip ini tapi dibatalkan memilih pergi mendaki gunung merapi, kita janjian bertemu dimalioboro dan dia dengan temannya Nona juga dalam perjalanan ke Malioboro minta dicarikan penginapan, karena kamar masih banyak yang kosong kita sarankan menginap ditempat yang sama.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Tadinya ingin melanjutkan kearah pohon beringin yang mempunyai mitos apabila dapat berjalan lurus kearah pohon keinginannya akan terkabul dan tidak banyak yang bisa melaluinya karena selalu berbelok seperti ada yng membelokan. Muka2 letih mengurungkan niat itu terpaksa kembali kepenginapan untuk beristirahat. Untuk spot esoknya setelah mendapat informasi dari Rico mengunjungi Kali adem dan perjalanan akan mendaki dan berjalan kaki lagi, mendengar itu Tony dan Nanang mundur karena mereka sudah mengeluh kaki mereka pegal2 dan ingin diurut, jadi kepikiran pergi sendiri walau sedikit ragu.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Setelah sarapan dan mandi berjalan lagi kembali kearah Kraton, kali ini kita masuk kelingkungan Kraton, sempat ditawari jasa guide tapi kita tolak, sepanjang Kraton kita bingung karena semua etalase tidak ada tulisan penjelasannya, lihat pengunjung lain menggunakan jasa guide, akhirnya kita manfaatkan jasa guide dengan tarif seikhlasnya, untungnya guide yang kita dapat merupakan abdi dalam Kraton dan banyaknya guide lain yang ada merupakan alih profesi dari pedagang atau tukang becak. Pak Sri Undoro (nama Guide) memberi penjelasan seputar bangunan dan aktivitas2 keluarga Kraton dijaman dulu hingga sekarang.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Kraton Jogya dibangun pada tahun 1756, dan selama perjalanannya Sultan Hamungkubono ke 8 yang paling berperan dalam perubahan Kraton ini, bisa dilihat dari pondasi bangunan berjumlah 8, lantai keramik berbintang 8, jumlah pohon beringin disekitar kraton berjumlah 8, Diatas bangunan terlukis gambar naga dan tulisan jawa berarti khusus, Pak Sri menjelaskan dengan detail semuanya, juga upacara2 yang  diadakan Kraton seperti Perkawinan, Khitanan, Grebek panen. Posisi Singgasana Raja yang lurus menghadap arah malioboro menandakan Sultan mengawasi rakyatnya. Dipendopo raja juga ada kursi2 posisi anggota kerajaan saat berkumpul disini, disudut pendopo ada  replica asli rancangan masjid gede kraton dan etalase luas bangunan wilayah lingkungan Kraton. Lanjut msuk kedalam bangunan yang menjelaskan seni berperang prajurit Kraton, disamping bangunannya ada sumur yang masih dianggap keramat(terdapat sajen) padahal sumurnya menggunakan jetpump menurut pak Sri itu terlalu dilebih2kan oleh orng2 yang masih percaya hal gaib seperti itu dijaman modern ini hnya bisa menghormatinya saja. Lanjut lagi kebangunan lainnya seputar pendopo  sebuah ruangan yang memajang foto kereta2 kencana yang dipakai Sultan, dan ruang sebelah dipajang lukisan2 Sutan dari yang ke3 hingga ke 8 duduk diatas singgasana. Satu bangunan lagi berisi peralatan perang tapi tidak bisa masuk karena terkunci, dibalik pendopo masih ada jalan tembus lagi kearah istana yang tertutup bukan kawasan wisata kraton.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Setelah puas mendapat penjelasan dar Pak Sri perjalanan dilanjutkan ke Taman Sari kali ini kita naik becak bertiga, diantar sampai pintu masuk melewati pasar burung, masuk kawasan taman sari ditawrakan guide lagi, tapi kita menolak  hingga kita kebingungan mengetahui posisi bangunan bersejarahnya, masuk ke pemandian air mancur putri bertemu dengan tukang becak tadi yang memang sengaja akan menunggu. Lumayan dapat guide gratis kita diantar masuk keluar gang perumahan penduduk, menurut penjelasanya Taman Sari ini masih didalam tanah kraton dan dibangun untuk Selir2 raja, dan bangunan penduduk disekitar taman sari ini merupakan keturunan dari prajurit, abdi dalam bahkan penasehat Sultan. Kita diantar kekamar Sultan dimana tempat tidurnya terbuat dari batu bata yang diplester berukuran besar, dikolongnya dijadikan tempat menaruh pakaian karena tidak ada lemari saat itu,  masuk juga keruangan penyimpan senjata perang dan kamar tempat bertapanya Sri Sultan Hamungkubono 8, dulunya sultan ke 8 selain paling dihormati juga mempunyai kesaktian, saat bertapa wujudnya menjadi 8 dilain tempat, dan satu2nya sultan yang bisa berhubungan dengan Nyi Roro Kidul Ratu pantai selatan, Selain bangunan tadi ada juga sebuah masjid yang mempunyai lorong tembus sampai ke pantai selatan namun hanya sultan ke 8 yang bisa melewatinya, sayangnya kita tidak mengunjunginya karena harus berputar2 masuk gang penduduk. Mengejar waktu kembali kepenginapan karena akan hunting lagi di Malioboro.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Perjalanan pulang ke Kraton naik becak lagi, dipaksa masuk ke toko oleh2 padahal kita sudah menolak, karena sudah tau tukang becak akan mendapat tips dari toko yang akan kita kunjungi, pada akhirnya Tony dan Nanang membeli oleh2 bakpia juga, tinggal gigit jari kehabisan dana, dipaksa juga masuk ke Dagadu yang katanya asli tapi tidak jadi. Sampai Malioboro makan pecel dulu didepan pasar brigharjo, smpt ketemu dengan Sim2 dan Nina yang masuk ke dalam pasar. Menemani Tony hunting baju itung2 ada baju yang sesuai harganya dengan sisa uang, sedang Nanang yang terlihat lusuh kembali kepenginapan lebih dulu, putar2 keliling Malioboro cari baju yang diinginkan hingga menyerah satu jampun tidak terasa, begitu kembali kepenginapan sudah ditunggu biro jasa yang akan mengantar keTerminal Giwangan yang jaraknya jauh dari malioboro, bersih2 lagi dan mengepak barang kita meninggalkan jogya dan juga berpisah dengan Sim2 yang memilih naik kereta ekonomi jam 9 malam.

seperti di kutip dari https://petualanggajelas.wordpress.com

Dari malioboro naik angkot ¾ lagi ke terminal, bus PO handoyo sudah menunggu dan mulai berjalan jam ½ 4 sore melalui jalur selatan melewati Gombong, bus berjalan pelan hingga tiba diGombong jam 12 malam, berhenti istirahat dan makan malam, didalam bus ada bule cewek backpacker yang cuek sendiri keliling asia. Memasuki cikampek jalur macet sepanjang jalan pantura hingga tidak bergerak sama sekali, dan waktu trus berputar mataharipun sudah terbit, harap2 cemas karena hari itu juga kita beraktivitas kerja kembali, sempat sms teman kantor untuk informasi datang telat. Nyatanya hingga jam 7 pagi masih terjebak macet dan masuk jam 8 pagi, sempat berpikir untuk bolos saja, untungnya bgtu masuk tol cikampek bus berjalan lancar, turun dipinggir tol cibitung dilanjutkan naik ojek kePT tiba pukul ½ 9 pagi dan langsung kerja, dan rekor pun kembali pecah.


Baca juga :

Dengan demikian dipastikan akan ada perubahan besar di hampir semua struktur ekosistem termasuk peradaban manusia. Sayangnya, sampai saat ini pemerintah dan kepedulian masyarakat masih sangat terbatas, sehingga Indonesia praktis tanpa persiapan yang memadai dan menyerahkan sepenuhnya mekanisme alam dalam menghadapi perubahan iklim. Padahal, banyak bukti sejarah menunjukkan kehancuran peradaban kerajaan Mesir kuno, dinasti di Tiongkok, Kerajaan Majapahit, sampai Demak Bintoro, terjadi akibat kegagalan manusia dalam mengelola perubahan iklim ekstremnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Guncangan perubahan iklim dipastikan semakin keras dengan hancurnya daerah aliran sungai sebagai wadah ( sink ) dan meningkatnya sumber gas rumah kaca ( sources ), baik secara alamiah maupun artifisial. Tenggelamnya beberapa pulau terluar di Indonesia, terjadinya longsor, kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas dan tidak terkendali, terjadinya krisis energi, munculnya strain /biotipe baru penyakit pada manusia (flu burung, demam berdarah) akibat rentannya manusia terhadap penyakit dipastikan akibat perubahan iklim sedang terjadi. Bahkan punahnya spesies tanaman dan hewan di beberapa wilayah juga dipengaruhi perubahan iklim, terutama iklim ekstrem tinggi dalam waktu singkat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Berdasarkan tren data anomali, diprakirakan anomali ini akan terus berlanjut, karena negara maju terutama Amerika Serikat dan sekutunya masih bersikeras tidak bersedia menurunkan emisi gas rumah kacanya. Dampak perubahan iklim dipastikan akan sangat dahsyat bahkan dibandingkan bom atom sekalipun, karena perubahan lingkungan liputannya luas dengan daya bunuh luar biasa tanpa pandang strata ekonomi. Jatuhnya ribuah korban jiwa akibat peningkatan kalor di Prancis awal tahun 2003 merupakan teladan yang harus dijadikan pelajaran.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tanpa upaya tersebut, cepat dan pasti Indonesia akan mengalami overheating sebagai dampak pemanasan global sekaligus ancaman krisis pangan yang sangat mengerikan. Berdasarkan Protokol Kyoto dan keputusan sidang pertemuan para pihak dari United Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), maka ada beberapa sumber pendanaan adaptasi seperti: clean development mechanism (CDM), special climate change fund (SCCFF), carbon fund , dan adaptation fund . Kantor Menteri Lingkungan Hidup dan Departemen Luar Negeri harus secepatnya memfasilitasi dalam mengakses sumber pendanaan tersebut untuk meringankan beban dan derita masyarakat yang terkena dampak perubahan iklim.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mencuatnya kembali tuntutan mengadili Soeharto, mantan Presiden RI masa Orde Baru, akhir-akhir ini mengindikasikan adanya ketidakjelasan arah penegakan keadilan hukum di Indonesia. Pilih kasih atau tebang pilih penegakan hukum ala Kejaksaan Agung (Kejagung) pada masa-masa sebelumnya yang dikendalikan suatu keputusan politik penguasa yang bersandarkan pada kepentingan untuk “mengamankan” kekuasaannya, kini semakin terbuka menjadi tontonan publik secara luas. Betapa hukum di negeri ini masih tidak berdiri secara adil untuk semua orang.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Hukum besi kekuasaan dan kanibalisme dalam hukum berlaku secara gamblang. Rakyat lemah tidak saja secara terang-terangan dibodohi, tapi juga dikorbankan secara tidak adil dan tidak manusiawi oleh sistem peradilan yang berpihak kepada kepentingan “orang kuat” atau “orang sakti”. Dalam hal ini tentu tidak saja pada Soeharto sebagai simbol “orang kuat” atau “orang sakti”, tapi juga terhadap banyak pejabat atau mantan pejabat teras di republik ini yang terindikasi kejahatan korupsi, namun secara sistemik sengaja tidak dapat disentuh “tangan-tangan” penegak hukum.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Melihat kecenderungannya, pemerintah di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono sekarang ini masih bisa diharapkan, kendati masih harus dibuktikan dulu keseriusannya yang ditunjukkan oleh aparat penegak hukumnya untuk menangani dan menuntaskan kasus-kasus korupsi dan pelanggaran HAM mantan Presiden Soeharto, keluarga dan kroni-kroninya. Rakyat menunggu gebrakan yang luar biasa atau minimal dapat meyakinkan Presiden Yudhoyono memang ada komitmen dan keberanian menegakkan hukum secara adil dan lurus di negara ini.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Rusaknya mentalitas aparat penegak hukum selama ini memang terkondisikan dengan adanya kewenangan subjektif untuk menggunakan asas oportunitas demi kepentingan umum tertentu yang dimiliki kejaksaan dan kepolisian. Penggunaan asas oportunitas dalam penegakan hukum itu sering disalahgunakan untuk kepentingan komersialisasi penegakan hukum. Sebagaimana lazimnya, asas tersebut sering dijadikan dasar untuk tidak menuntut perkara korupsi dalam bentuk penerbitan Surat Penetapan Pemberhentian Penyidikan atau Penuntutan (SKP3). Inilah bentuk surat sakti yang selama ini dikenal sangat ampuh untuk melindungi para koruptor dari jeratan hukum.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Upaya pengerdilan pada KPK secara sistematis tampak dalam kebijakan pemerintah membentuk Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) di lingkungan pemerintah beberapa waktu lalu, sebagai strategi mengantisipasi kekhawatiran tebang habis KPK dengan strategi tebang pilih atau pilih kasih ala Timtas Tipikor, dan berbagai upaya menghambat kewenangannya dengan cara membatasi pemberlakuan asas retroaktif untuk kasus-kasus korupsi masa lalu, dan sebagainya. Selain itu juga berkaitan dengan anggaran KPK yang dipersulit prosedurnya, dan perlengkapan kerja yang belum dipenuhi, seperti perlunya anggota KPK dipersenjatai dalam menjalankan tugasnya yang penuh dengan risiko.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebagai satu-satunya lembaga negara yang masih bisa diharapkan memberantas korupsi di lingkungan aparat penegak hukum di kejaksaan dan kepolisian, KPK harus didukung, secara material maupun spiritual, dan dukungan pengawasan kinerjanya yang harus dilakukan efektif dan profesional. Idealnya, kita harus menjadikan KPK di Indonesia seperti KPK di negara- negara yang berhasil memberantas korupsi, seperti di Hong Kong dan Malaysia. Penegakan hukumnya harus dibuat sangat keras, seperti di Tiongkok dengan pemberlakuan hukuman mati bagi pejabat korup, bahkan juga bagi keluarganya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

alam struktur kekuasaan dari sistem internasional terjadi perubahan terus-menerus, kecuali parameter geopolistis globalnya. Geopolitika diberikan peran ganda oleh geostrategi dalam hubungan internasional: sebagai penyebab fundamental krisis antarnegara serta peperangan, dan faktor penentu dalam usaha penegakan “ a new world order ” di era pascaperang. Mengingat memang ada korelasi antara ekologi dari sistem politis global dan hubungan antarnegara, selalu terjalin suatu hubungan konsisten dan kompatibel antara teori geopolitis dan strategi dari kekuatan-kekuatan hegemonis.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Teori Mackinder tentang geopolitik bumi (1924), misalnya, dipakai dalam reformulasi tradisi kebijakan luar negeri Inggris, yang adalah penguasa lautan, untuk mengatasi tantangan strategis Jerman, yang penguasa kontinental, ingin mengontrol daerah penentu ( pivot area ) dari Eurasia. Daerah itu dikualifikasikannya sebagai “ Heartland “, membentang dari Rusia sekarang hingga ke Asia Sentral. Sedangkan keseluruhan wilayah Eurasia dan Afrika disebutnya “ World Island “. Kesimpulan analisisnya, “… who rules East Europe commands the Heartland , who rules the Heartland commands the World Island, who rules the World Island commands the World.”

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Versi Spykman (1944) yang merupakan modifikasi dari teori Mackinder tentang Heartland menjadi dasar geopolitis containment policy Amerika semasa Perang Dingin. Dia berpendapat, potensi kekuatan riil dari Eurasia bukan terletak di Heartland , tetapi di daerah yang memagarinya yang disebut Mackinder the Inner or Marginal Crescent . Dengan mengkualifikasikan daerah itu sebagai “ the area of power potential Rimland “, Spykman menyimpulkan, ” … who controls the Rimland rules Eurasia, who rules Eurasia controls the destinies of the World “.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Observasi geopolitis dan saran geostrategis lain datang dari Admiral Mahan (1883), yang kemudian dijadikan asas dasar penguasa lautan Anglo-Amerika mengontrol lokasi strategi demi hegemoni global. Saran-saran Mahan yang khusus dipegang penguasa Amerika sebagai dasar kebijakan luar negerinya. Pertama , pendudukan Hawaii, kedua mengontrol Karibia, ketiga membuat kanal menghubungkan Atlantik dan Pasifik, keempat menjauhkan peperangan dari pantai Amerika, kelima membangun aliansi demi membendung lawan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Keruan saja Fukuyama berkesimpulan (1992), universalisasi Barat yang tidak terelakkan dan tidak terbendung itu “ may constitute the end point of mankind’s ideological evolution and the final form of human government and as such constitute the end of history “. Keyakinan intelektual itu mengabstrakkan begitu saja kenyataan bahwa yang membuat sistem internasional ini bisa menjadi satu faktor permanen di antara yang silih berubah dalam hubungan internasional adalah berkat perlindungan yang diperolehnya dari struktur kekuasaan yang dipertahankan dan dilestarikan (kekuatan) militer Amerika.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Lambung Selatan dari Asia Sentral sejak dahulu merupakan area konfrontasi dari the Eurasian continental power terhadap the trade- dependent maritime power maupun antara kekuatan-kekuatan regional seperti Tiongkok, India, dan Pakistan. Maka itu Spykman mengingatkan perlunya supremasi geostrategis di persilangan antara lintas Utara-Selatan dari Heartland dan sabuk Timur-Barat dari Rimland, berhubung area itu rawan terhadap kekuasaan darat maupun maritim, dan karenanya perlu tindakan menurut cara kedua-duanya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Maka alih-alih memperlakukan “perang global” melawan fundamentalis Islam transnasional, regional dan lokal sebagai bentrokan nilai peradaban, diplomasi Amerika menyikapinya sebagai “konflik sistemis”. Artinya, usaha meyakinkan massa Muslim yang ragu-ragu menjadi bagian sistem global Barat merupakan opsi jauh lebih baik daripada memeranginya. Dunia Muslim perlu “dirangkul”, mengingat ia berlokasi geografis sangat cocok bagi pengembangan strategi kontinental dan maritim sekaligus. Dunia ini “memiliki” choke points laut dan darat di Eurasia yang sangat penting secara strategis, berupa delapan dari 16 jalur air yang membagi laut-laut panas dunia dan tiga perlintasan darat di Afghanistan, jadi berpotensi besar mengontrol kunci-kunci ke Rimland .

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Fakta, atau sesuatu yang sungguh-sungguh terjadi, jelas memiliki suatu daya tarik tersendiri. Terlebih lagi sesuatu yang sifatnya rahasia atau (“tadinya, katanya”) confidential. Tanpa sikap kritis, volume informasi yang begitu besar bak air bah mempunyai efek cuci otak, yang secara langsung atau tidak langsung adalah psychological abuse , menghipnotis penonton yang keasyikan menonton debat kusir, menggeser kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang sehat. Padahal, belum tentu semuanya perlu, belum tentu semuanya penting, yang ada, benar karena berani, bersenjatakan opini dari publik yang sudah mati rasa. Ketika rakyat sudah mati rasa dan kehilangan kekritisannya, ujung-ujungnya terjadi pembodohan massal, penurunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Yang ideal tentunya adalah informasi beralaskan nurani yang sejujur-jujurnya dan menyangkut hajat hidup orang banyak . Di Amerika, misalkan. Sersan Joseph Darby dan Sersan Samuel Provance, mungkin akan selalu diingat dunia sebagai pembuka aib tentara Amerika dari penjara Abu Ghraib. Meskipun dikecam dan terus disangkal kalangan militer AS, Darby dan Provance berjalan terus sesuai dengan panggilan nurani. Bahkan sampai saat ini, Darby dan keluarganya harus menerima konsekuensi tindakannya mungkin sampai seumur hidup, yaitu tinggal di lokasi yang dilindungi akibat retaliasi dari kalangan militer AS.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Juga terdapat beberapa profesi yang memang sudah bersenyawa dengan kerahasiaan itu sendiri, yang terikat kode etik, tanpa perlu adanya non-disclosure agreement, misalkan, seperti dalam praktik kedokteran atau kepengacaraan. Di AS, misalkan, Duty of Confidentiality (tanggung jawab kerahasiaan) secara eksplisit memberikan seorang klien hak istimewa yang mengharuskan seorang pengacara untuk merahasiakan segala komunikasi mengenai si klien tersebut (attorney-client privilege), kecuali tentunya informasi tersebut diperbolehkan oleh klien untuk diungkap kepada publik.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Hak interpelasi dalam sistem politik kita memang diakui sebagai salah satu hak anggota DPR. Ada kebijakan pemerintah yang tidak dipahami oleh sejumlah anggota dewan, lalu mereka meminta penjelasan kepada pemerintah apa sesungguhnya maksud dan latarbelakang kebijakan itu. Pada era Orde Baru, DPR jarang mempergunakan hak interpelasi. Maklum, bertanya pada Soeharto dapat dipersepsikan tidak percaya, bahkan merongrong wibawa, konsekuensi politiknya bisa “repot”. Di era reformasi, anggota DPR ringan tangan menggunakannya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Masalah ini tidak mudah dijawab karena terkait dengan berbagai masalah lain yang sedang menghantui dunia, khususnya masalah terorisme, konflik berdarah di Irak, Afghanistan dan perseteruan Palestina versus Israel. Iran di mata negara-negara barat memainkan peran strategis dalam perpolitikan Timur Tengah. Iran boleh jadi sedang “bermain” di Afghanistan, Lebanon dan Irak. Irak pasca Saddam Hussein, misalnya, kini masuk dalam kancah perang saudara antara kelompok Sunni (para pengikut Saddam) dan Shiah yang pada rezim Saddam ditindas habis. Kini kelompok Shiah berbalik mengejar-ngejar pengikut Sunni. Iran, negara muslim yang didominasi oleh aliran Shiah dikabarkan ikut “bermain” di Irak. Menurut Kepala intelijen milter AS, Mike McConnell, militer Iran telah memasok senjata yang disebut Explosively Formed Penetrators (EFP) kepada pihak Shiah Irak dalam memerangi kelompok Sunni.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Konflik Palestina-Israel akhir-akhir ini juga kian memanas. Eskalasi ketegangan, dan konflik senjata, sebenarnya, lebih disebabkan oleh “perang saudara” antara faksi Hamas yang radikal dan al Fatah (pengikut Arafat) yang moderat. Pemerintah Palestina pun gonjang-ganjing karena pertikaian sengit kedua kubu ini. Pimpinan Hamas belakangan menunjukkan sikap yang semakin keras terhadap Israel. Dan laporan-laporan intelijen barat menunjukkan bahwa Hamas mengirimkan kader-kadernya ke Iran untuk dilatih, kemudian disusupkan kembali ke Palestina untuk memerangi Israel dan/atau para pengikut Arafat. Begitu juga kader-kader lawan kelompok Sunni di Irak: sebagian dari mereka dikabarkan menjalankan latihan militer di Iran untuk kemudian disusupkan kembali ke Irak setelah “lulus”.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tapi, anehnya, dalam masalah Resolusi DK PBB No 1747, ke-5 anggota tetap DK -yaitu AS, Rusia, tiongko, Inggris dan Perancis- memiliki sikap dan pandangan yang sama bahwa Iran memang harus ditekan untuk menghentikan program nuklirnya demi perdamaan internasional. Resolusi itu, hakikatnya, memerintahkan Iran untuk menghentikan selama 60 hari proyek nuklirnya, sambil mengizinkan tim internasional (IAEA) untuk melakukan verifikasi. Kecuali itu, DK PBB juga memperluas pembekukan jumlah entitas milik pemerintah Iran yang dicurigai terkait dengan program nuklir: dari 22 menjadi 37 entitas, termasuk Bank Sepah, bank terbesar ke-5 Iran.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dewan Keamanan PBB beranggotakan 15 negara: 5 anggota tetap dan 10 tidak tetap. Ke-10 anggota tidak tetap saat ini adalah Afrika Selatan, Belgia, Ghana, Indonesia, Italia, (Republik) Kongo, Panama, Peru, Qatar, dan Slovakia. Apakah ke-10 negara itu ditekan Amerika sehingga mereka semua mendukung Resolusi 1747 ? Rasanya, tidak. Qatar negara Arab berpenduduk 99 persen muslim. Ghana tercatat anggota Gerakan Nonblok yang aktif. Afrika Selatan selama ini menjalankan politik luar negeri yang kritis, sering berseberangan dengan blok barat. Belgia negara yang terkenal dengan politik netralitasnya. Italia tidak punya tradisi mengekor Amerika. Peru negara Amerika Latin yang kini sedang diterpa “fenomena Evo Moales” yang anti-Washington. Slovakia sempalan Cekoslovakia yang eks. komunis.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Satu hal yang membuat blok barat cemas pada program nuklir Iran ialah fakta bahwa negeri itu selama satu dekade terakhir juga mengembangkan senjata rudalnya. Iran sejauh ini telah memiliki rudal jarak menengah, Shahab-3, dengan jarak tempuh 1.300 Km. Militer Iran pada 2005 mengumumkan telah berhasil menambah daya tembak Shahab-3: dari 1.300 Km. menjadi 2.000 Km. Iran kini malah dipercaya sedang mengembangkan lagi kemampuan rudalnya dengan membuat Shahab-4 yang memiliki jarak tempuh hingga 3.000 Km. Jika prediksi intelijen barat benar, hal itu berarti sebagian besar daratan Eropa dapat dijangkau oleh Shahab-4. Rusia dan Tiongkok disebut-sebut aktif membantu program peluru kendali Iran. Namun, Shahab-3 maupun Shahab-4 kabarnya mengikuti prototype rudal sejenis dari Korea Utara. Kalau saja rudal-rudal itu mampu membawa kepala nuklir, itulah yang paling ditakuti dunia!

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Masalah Iran, menurut hemat kita, tidak terkait langsung dengan kepentingan Indonesia; apalagi jika dikaitkan dengan masalah terorisme dan fundamentalisme di negeri kita yang akhir-akhir ini semakin merisaukan. Ada anecdote yang berbunyi bahwa nuklir India dan Pakistan nyaris tidak menjadi perhatian masyarakat internasional, sebab dunia percaya India dan Pakistan takkan mengekspor nuklirnya. Paling-paling mereka saling membunuh. Sebaliknya, dunia amat cemas dengan nuklir Korea Utara, karena negeri yang sangat miskin ini dikhawatirkan aktif mengekspor teknologi nuklirnya kepada pihak mana pun yang sanggup memberikan uang kepada mereka. Bagaimana dengan Iran yang memiliki banyak kepentingan di Lebanon, Palestina dan Irak?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Masih banyak persoalan yang terkait dengan kepentingan rakyat Indonesia -seperti hancurnya industri-industri lokal, arus barang selundupan yang seperti air bah, aliran dana nonbugeter Departemen Kelautan dan Perikanan kepada capres/cawapres 2004 dan berbagai kasus pelanggaran HAM berat yang terus diambangkan- yang perlu ditangani secara serius oleh DPR. Kenapa, misalnya, DPR tetap bersikeras dengan sikapnya bahwa kerusuhan Mei 1998 bukanlah pelanggaran HAM berat? Menguras tenaga dan waktu hanya untuk menggugat sikap pemerintah dalam masalah resolusi DK PBB 1747 bisa dipersepsikan sebagai tindak pelarian dari permasalahan bangsa yang sesungguhnya atau ditengarai semata-mata untuk menohok pemerintah SBY!

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sudah lama politik kita bekerja dengan cara-cara pasaran. Di zaman pemerintahan Megawati dulu, melalui kesaksian sejumlah anggota DPR diungkapkan adanya upaya bagi-bagi duit ke politisi DPR yang dilakukan oleh banyak kementerian, termasuk ke partai yang ketuanya sedang memerintah. Belum lama berselang, muncul kehebohan dalam isu seputar “calo” proyek di DPR. Yang paling baru, muncul kasus “catering haji”, SMS Menteri Kusmayanto, dan duit nakal Rokhmin Dahuri. Dengan kasus-kasus semacam itu maka jelas ada relasi yang lain yang bekerja di luar relasi formal legislatif-eksekutif. Bukan sekadar relasi antar lembaga tinggi yang mestinya terhormat dan bebas, tapi pola relasi yang penuh transaksi dan kepentingan-kepentingan pribadi.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Di zaman Soeharto, DPR dikelola di bawah ketiak presiden. Sekarang, di alam demokrasi, kekuasaan politik tersebar di partai-partai. Meski presiden menang dalam pemilu langsung, partai tetap masih pegang kendali, utamanya di DPR. Ini yang mendasari pola hubungan eksekutif-legislatif yang lebih berimbang sekarang -bahkan cenderung lebih berat ke legislatif. Perimbangan ini menghasilkan suatu fenomena baru di mana demi mulusnya kebijakan dan program pemerintah di departemen-departemen “hubungan baik” dengan DPR menjadi syarat mutlak.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Titik krusial dalam pola “hubungan baik” baik ini misalnya saja ada dalam isu anggaran departemen yang perlu disusun “bersama” legislatif. Melalui pola relasi ini, legislatif memiliki posisi yang relatif kuat, apalagi terhadap para menteri. Beruntung bagi menteri yang disokong atau berasal dari partai besar, karena melalui politisi dari partainya ia bisa sedikit gampang lolos dari DPR. Tapi bagi menteri profesional, bukan dari partai dan mengepalai Departemen “basah”, hidup dengan jabatan menteri jadi sungguh tidak mudah.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pola hubungan transaksional ini yang secara diam-diam mendasari perilaku Pemerintah-DPR sepanjang reformasi hingga sekarang. Ini juga yang menegaskan betapa dalam beberapa kasus para politisi kita mengidap penyakit lama bawaan birokrat Orba yang punya kredo “kalau bisa susah kenapa dibikin gampang”. Maka jadilah kasus- kasus ini berlaku sebagai konsensus diam-diam. Kalau sudah begini, maka jelas yang jadi korban tradisional adalah rakyat banyak. Program pembangunan yang terlambat jalan akibat lama tertahan persetujuannya di parlemen belum lagi biaya tambahan yang keluar dari anggaran negara.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Di sini para politisi keluar dari kepantasan dan kelihatan lebih banyak memaksakan kehendak, ambisi dan gengsi pribadi-pribadi. Presiden bisa ditekan kapan saja entah untuk kepentingan keperluan konsepsi, jabatan-jabatan pribadi, atau sekadar untuk ditekan-tekan saja. Di sinilah letak soal utamanya, kalau DPR menekan presiden berdasarkan suatu sebab konstitusional yang jelas tentu publik bisa menerima dengan gampang, tetapi kalau DPR menekan Presiden tanpa dasar apapun kecuali kehendak untuk semata-mata menekan -argumen dibuat belakangan- ini yang terasa tidak sehat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Yang mengkhawatirkan dari gejala ini adalah bahwa pola relasi transaksional bercampur dengan hubungan tekan-menekan dan saling peras secara halus ini lama- kelamaan pola ini bisa menjadi semacam dasar konstitutif kepolitikan Indonesia. Akibatnya, dasar ontologis politik bukan lagi kepentingan umum melainkan sekadar kepentingan perorangan yang ditransformasikan menjadi agenda politik dengan mekanisme paksaan. DPR terkonsentrasi pada kepentingan di dalam dirinya bukan kepentingan umum di luar dirinya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Di sini wajar apabila kemudian orang membandingkan apa yang berkembang sebagai kemauan sebagian politisi di DPR sekarang dengan apa sedang yang dialami rakyat banyak, orang hanya akan menemukan ironi. Sementara politisi sibuk menyiapkan tekanan kiri- kanan, kasus Lumpur Lapindo yang meluap entah sampai kapan dengan korban yang entah berapa lagi; kasus ribuan korban konflik tanah di Meruya; terbunuhnya empat orang warga akibat tembakan Marinir; kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu yang makin menumpuk; kekerasan dalam rumah tangga yang makin menjadi-jadi belakangan ini; makin banyaknya bunuh diri di kalangan orang-orang miskin, urusan pendidikan yang tak kunjung beres.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sudah 9 tahun lamanya Indonesia berusaha menjalankan demokrasi secara konsekuen. Jika kita menyimak konsep demokrasi yang dalam hal ini digunakan, timbul kesan bahwa tekanan terbesar diberikan pada hak untuk memilih dan dipilih. Masyarakat dianggap tersusun demokratis, bila bukan saja wakil dalam DPR melainkan juga setiap pemimpin pemerintahan dipilih secara langsung, baik pada taraf nasional (pemilu presiden) maupun pada taraf lokal (pemilihan kepala daerah). Belum tentu di semua negara demokratis lain terjadi demikian.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dua tahun lalu, saya menanyakan dalam sebuah tulisan di harian ini, apakah Indonesia pantas dinilai lebih demokratis ketimbang Belanda ( Suara Pembaruan , 4-6-2005). Waktu itu Pemerintah Belanda mempertimbangkan usul sebuah partai untuk memilih wali kota (yang sampai sekarang di Belanda diangkat). Usul ini berasal dari Partai D-66 yang saat itu mengambil bagian dalam kabinet Belanda dan mempunyai program khusus untuk memperjuangkan pemilihan wali kota. Namun, perjuangan mereka tidak berhasil sama sekali dan tidak begitu diminati oleh masyarakat Belanda. Dalam Pemilu November 2006, Partai D-66 kalah besar dan kini tidak lagi termasuk kabinet Belanda yang baru.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sementara itu di Indonesia di mana-mana diadakan pilkada: pada taraf provinsi maupun kabupaten/kota. Pemilihan pemimpin merupakan realisasi dari unsur equality (persamaan) dalam trilogi Revolusi Prancis tentang demokrasi: liberty, equality, brotherhood . Dalam memilih pemimpinnya, semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama ( one person one vote ). Persamaan dalam kesempatan untuk memilih atau dipilih memang merupakan suatu unsur demokrasi yang penting. Namun, tidak kalah penting adalah realisasi equality yang lain, yaitu persamaan hak. Dan pelaksanaan HAM justru merupakan perbedaan hakiki antara diktator dan demokrasi, bukan pemilihan semua pemimpin lokal.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Walau kita mengatakan sedang menjalankan demokrasi yang penuh, dapat ditanyakan apakah prinsip might is right sungguh-sungguh ditinggalkan. Mengapa ditanyakan begitu? Karena di Indonesia dalam suasana demokrasi pun banyak masalah HAM tidak pernah diselesaikan. Daftarnya sudah menjadi panjang. Beberapa spesimen khusus adalah: hilangnya 13 aktivis, Tragedi Trisakti, dan Tragedi Semanggi I dan II, kasus Theys di Jayapura, dan puncak segala tragedi itu adalah pembunuhan Munir (2004). Kasus terakhir ini begitu tragis karena justru Munir selalu tampak sebagai aktivis yang dengan semangat besar memperjuangkan penegakan HAM.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Memang benar, dalam Era Reformasi sekarang tidak lagi terjadi sebanyak pelanggaran HAM seperti dulu, meskipun masih ada yang terjadi juga. Peristiwa Pasuruan adalah bukti terakhir. Namun, Munir tetap merupakan korban senjata yang paling tragis, sekalipun dalam pembunuhannya tidak dipakai senjata secara langsung. Sangat menyedihkan bahwa kasus Munir, sama seperti kasus-kasus pelanggaran HAM sebelumnya, tidak pernah dapat diselesaikan. Di sini seolah-olah berdiri sebuah tembok baja yang tidak mungkin ditembus, untuk melindungi mereka yang memegang senjata. Akibatnya, semua kasus ini berakhir dengan impunitas, artinya tidak berakhir sama sekali.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dapat dimengerti, bahwa istri Munir, Ny Suciwati, tidak sabar lagi dan mengajukan kasus Munir ini ke Komisioner Tinggi PBB untuk HAM. Ini memang sebuah langkah logis, bila di negerinya sendiri kasus HAM tidak dapat diselesaikan. Dalam suasana demokrasi, kita menerima sebagai wajar saja bahwa organisasi-organisasi internasional memantau pelaksanaan pemilu. Dalam bidang HAM, kesediaan untuk dikontrol oleh pihak luar seharusnya lebih besar lagi dan pada kenyataannya sudah ada sejak Deklarasi Universal HAM (1948) bersama dengan mekanisme pengawasan, meski masih terlalu lemah dan kurang punya gigi. Ironisnya, Indonesia sendiri menjadi anggota Dewan HAM PBB dan malah terpilih kembali untuk periode 2007-2010. Tidak apa-apa. Biarlah anggota Dewan lain langsung bertanya kepada wakil Indonesia. Mudah-mudahan kehadirannya malah bisa membantu untuk mempersingkat prosesnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dapat dimengerti pula bahwa Ny Sumarsih, ibu Wawan -mahasiswa Atma Jaya yang ditembak mati dalam Tragedi Semanggi I-, tidak kenal lelah dalam meminta keadilan bagi anaknya. Bersama dengan teman-teman senasib, ia mengadakan demo secara teratur untuk mendesak pemerintah agar kasus mereka segera dituntaskan. Mereka meniru contoh para ibu Argentina dulu yang bertahun-tahun lamanya setiap minggu mengadakan unjuk rasa untuk menuntut keadilan bagi anak-anak mereka yang hilang selama rezim militer di sana. Dengan demikian mereka mengingatkan kita bahwa demokrasi Indonesia saat ini masih mempunyai sisi gelap yang tidak dapat diterima.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ny Sumarsih sudah pernah mengusulkan agar dalam Pemilu 2009 masyarakat tidak akan memilih lagi parpol yang selama ini tak acuh saja terhadap masalah HAM. Usul ini pantas dipertimbangkan. Sampai sekarang hampir semua parpol dan anggota DPR seolah-olah tidak memedulikan masalah HAM. Padahal, pelaksanaan HAM merupakan unsur terpenting dalam demokrasi yang sehat. Karena itu penyelesaian kasus-kasus HAM memang patut menjadi topik utama dalam pemilu berikut. Sementara itu kita boleh merasa berutang budi kepada Ny Suciwati dan Ny Sumarsih beserta teman-temannya. Sebab, mereka tidak saja memperjuangkan keadilan bagi keluarga mereka. Mereka memperjuangkan juga demokrasi penuh bagi kita semua.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Salah satu masalah pelik yang harus dipecahkan pemerintah secara baik di masa kini dan di masa mendatang adalah masalah perubahan harga komoditi tertentu, dan khususnya komoditi yang dengan mudah dikategorikan menyangkut taraf hidup masyarakat banyak. Kenyataan menunjukkan, masih lebih dari dua tahun sebelum Pemilu 2009 dilaksanakan, perubahan harga beberapa komoditi telah dijadikan sebagai komoditi politik. Tampaknya, semakin mendekati Pemilu 2009, politisasi perubahan harga komoditi akan semakin menonjol bila pemerintah tidak bersikap tegas menghadapinya dari sekarang.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tidak dapat diingkari, kenaikan harga barang atau jasa akan menurunkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang berpendapatan tetap. Walau demikian dapat dikemukakan perubahan harga (inflasi dan deflasi) tidak selalu bersifat netral kepada golongan masyarakat tertentu. Ada masyarakat yang diuntungkan, ada yang dirugikan. Kalau demikian halnya, memahami terjadinya perubahan harga sangat penting artinya. Tanpa memahami proses terjadinya perubahan harga secara akurat akan sulit diciptakan dan diimplementasikan suatu kebijakan yang hasil akhirnya sesuai dengan harapan dan atau sesuai dengan kepentingan ekonomi nasional Indonesia.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam beberapa bulan terakhir ini kita dapat menyaksikan pemerintah sangat repot menghadapi perubahan harga beberapa komoditi seperti beras, gula, bawang, dan dewasa ini harga minyak goreng. Terjadinya perubahan harga masing-masing komoditi tersebut berakibat penurunan tingkat kesejahteraan sebagian masyarakat, sehingga terbuka peluang bagi orang-orang tertentu (politisi) untuk memperjuangkan kepentingan mereka yang menderita tersebut. Yang memprihatinkan, dalam banyak hal kegiatan memperjuangkan kepentingan mereka yang menderita tidak diletakkan pada posisi yang tepat sehingga pemecahan masalah yang ada menjadi semakin rumit dan akibatnya merugikan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dapat dipastikan untuk hal-hal tertentu pemerintah masih akan dituntut dan akan melakukan intervensi terhadap mekanisme pasar, karena hanya dengan demikian kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan, dan atau akibat negatif dari kegiatan ekonomi dapat diminimalisir kalau tidak mungkin ditiadakan. Sebagai ilustrasi, pemerintah perlu melakukan intervensi pasar untuk menjaga agar harga beras tidak terlalu tinggi, karena bila harga beras terlalu tinggi kesejahteraan sebagian terbesar masyarakat akan melorot dan hal tersebut dapat berakibat terganggunya stabilitas politik. Ilustrasi lainnya, pemerintah perlu membatasi impor gula untuk menjaga agar kesejahteraan petani tebu tidak menciut dan kebutuhan akan gula dapat dipenuhi oleh produsen secara menguntungkan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Data yang ada dengan jelas menunjukkan produksi bawang merah dalam negeri lebih besar daripada kebutuhan dalam negeri, dan impor berada kurang dari 10 persen dari produksi dalam negeri. Data kasar ini dengan jelas menunjukkan masuknya bawang impor adalah karena ada kebutuhan dan/atau harganya lebih murah. Dengan demikian, senjata harus diarahkan dan peluru harus dimuntahkan untuk menjadikan petani bawang merah dapat memproduksi dan menjual bawangnya dengan menguntungkan dengan harga yang kompetitif dengan bawang impor.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Berdasarkan kalkulasi, kekayaan Keluarga Marcos sejak berkuasa sampai tahun 1986 hanya sebesar 304 ribu dolar AS; sungguh jomplang bila dibandingkan dengan harta yang disimpan 5 yayasan Marcos sebesar 683 juta dolar AS di bank-bank Swiss. Mahkamah Agung Filipina kemudian meng adili Imelda dan keluarga serta kroni Marcos. MA Filipina memutuskan deposito tersebut merupakan hasil korupsi ( ill-gotten wealth ). Atas putusan MA Filipina, pada Januari 1998 pengadilan tinggi Swiss menyita dana 683 juta dolar AS yang disimpan di bank-bank Swiss dan dimasukkan escrow accounts dan dikembalikan kepada Pemerintah Filipina.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Jauh sebelum UN digelar, berbagai argumentasi para pakar untuk menolak UN begitu variatif. Lagi pula, UN juga bertentangan dengan semangat otonomi daerah, dan pendidikan itu bersifat otonom. Itulah sebabnya, banyak pakar pendidikan tidak mengerti alasan Mendiknas menyelenggarakan UN, dan publik mempertanyakan mungkin saja ada kaitannya dengan dana UN, megaproyek yang menghabiskan dana Rp 500 miliar. Salahuddin Wahid dalam artikelnya di sebuah harian Ibukota 2 Mei bahkan menginginkan jangan hanya kecurangan UN yang dibongkar, tetapi juga penggunaan dana.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Boleh ada WNI keturunan Tionghoa, etnis Tionghoa, dan warga Tionghoa, bahkan boleh ada WNI suku Tionghoa, tetapi tidak boleh ada WNI kebangsaan Tionghoa. Ketika Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) didirikan pada 1999, pada anggaran dasarnya digunakan istilah keturunan Tionghoa. Penggunaan istilah tersebut mengacu pada sudut antropologi fisik. Artinya, mereka berbicara tentang ras, yaitu ciri-ciri biologis yang menjelma sebagai ciri-ciri lahir seperti warna kulit, bentuk rambut, bentuk bagian muka, dan sebagainya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Bangsa Tionghoa bisa berarti bangsa China, baik dari Republik Rakyat China (RRC) maupun dari Republik China di Taiwan, dan juga bisa berarti semua orang-orang keturunan Tionghoa yang merantau dan menetap di mancanegara, tpi tidak menjadi warga negara dari negara tempat mereka bermukim. Masyarakat Tionghoa warga negara Singapura menyatakan diri sebagai “Singaporean”, yang warga negara Filipina menyatakan diri “Philipino”. Maka masyarakat Tionghoa yang sudah menjadi WNI seharusnya menyatakan diri sebagai “Indonesian”, bukan sebagai bangsa Tionghoa.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Baru-baru ini ada iklan layanan masyarakat di Metro TV yang menyiarkan bahwa suku Tionghoa di Malang (Macung) mendirikan universitas bertaraf internasional di kota tersebut. Dalam iklan itu digunakan istilah suku Tionghoa. Sebab itu, apabila organisasi masyarakat Tionghoa yang menggunakan nama kebangsaan Tionghoa Indonesia ingin mengartikan kata bangsa dalam arti suku, sebaiknya gunakan saja kata suku. Maka namanya menjadi suku Tionghoa Indonesia, bukan kebangsaan Tionghoa Indonesia, atau pakai istilah suku bangsa Tionghoa Indonesia.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tahun 1910, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan UU tentang “ Nederlandsch Onderdaanschap van niet – Nederlanders “. ( Staatsblad No 296/1910). UU Kekaulanegaraan Belanda tahun 1910 itu menganut ius soli (berdasarkan tempat kelahiran). Jadi semua orang yang dilahirkan di wilayah Hindia Belanda dipandang sebagai Kaulanegara Belanda. Jadi orang-orang Tionghoa yang lahir di Indonesia adalah Kaulanegara Belanda. Tetapi hanya sebagai Kaulanegara Belanda bukan warga negara Belanda. Dengan demikian apabila pada waktu itu ada orang-orang Tionghoa di Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bangsa Tionghoa, tidak dapat disalahkan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Apalagi mengingat dalam agama-agama yang ada terdapat keragaman internal. Lantas mengapa agama-agama kemudian mencoba mengklaim diri seragam untuk kemudian mendominasi dan memarginalkan yang lain. Jelas ini akibat salah nalar yang seharusnya tidak boleh terjadi, karena kota kelahiran agama tertentu secara bersamaan juga kota kelahiran agama lain, dan tak boleh ada satu agama pun yang mengklaim memiliki kota tertentu. Negara Pancasila tidak mengenal “kantong Kristen,” “kantong Islam,” “kota Kristen,” “kota Islam.”

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Maraknya perda-perda bernuansa agama pada awal reformasi hingga saat ini di berbagai daerah harus diakui meresahkan agama-agama lain, karena walaupun cara menghadirkannya diklaim memenuhi asas demokrasi, di sana tetap saja tersimpan semangat diskriminasi terhadap agama yang berbeda, terbukti, kehadirannya menghambat kebebasan agama-agama lain. Hal yang sama juga ada pada Raperda Kota Injil yang kini sedang digodok di Papua. Dalam rancangan peraturan yang terdiri atas 8 bab dan 27 pasal itu, terindikasi adanya diskriminasi agama.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ternyata berbagai upaya pembangunan belum mampu membebaskan masyarakat kita dari penyakit kronis kemiskinan ini. Di tahun-tahun 1960-an, ketika Bung Karno mencanangkan “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” (Berdikari), masyarakat kita sungguh-sungguh berdiri di atas kaki sendiri berjam-jam mengantre hanya untuk memperoleh sekilo atau dua kilo beras. Di era reformasi ini kenyataan serupa juga kita hadapi. Orang pun mengantre berjam-jam memperoleh minyak goreng, beras, atau apa saja. Maka tidak heran, banyak orang putus asa.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sesungguhnya kita sedang menghadapi kemerosotaan rasa solidaritas yang parah. Kita sedang mengidap penyakit ketidakpekaan sosial yang membutakan hati-nurani kita. Dalam sebuah surat kabar nasional diberitakan tentang kekhawatiran yang dihadapi anak-anak bangsa karena ketidakmampuan memasukkan anak-anak mereka ke sekolah “Saya ngeri mendaftarkannya ke sekolah. Takut,” kata Yana. “Jangankan bisa mendaftarkann anaknya, ijazah tanda kelulusan Nuraini dari sebuah madrasah pun hingga kini masih tertahan di sana,” demikian surat kabar itu memberitakan selanjutnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Untuk memperbaiki mutu pendidikan misalnya, ada yang membuka sekolah-sekolah elite. Tetapi siapa yang bisa masuk ke sekolah macam itu? Tidak mungkin si Poniman yang tinggal di bantaran Ciliwung dapat memasukkan anaknya ke situ kalau hanya untuk makan sehari-hari saja, ia masih harus berjuang sekeras-kerasnya. Alhasil, kesenjangan yang tadinya menganga antara yang berpunya dan tidak berpunya makin menganga lagi. Penyelesaian instan seperti ini tidak memperbaiki relasi-relasi sosial di dalam masyarakat. Malah situasi keterasingan satu sama lain diperparah.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Yang lebih mendasar lagi, visi pendidikan di Indonesia harus dirumuskan secara persis. Setiap upaya-upaya pendidikan di Indonesia mesti bermuara pada penghormatan dan pengangkatan harkat setiap orang Indonesia sebagai manusia. Guna mencapai hal itu, ia harus dimampukan dengan berbagai perlengkapan ilmu dan keterampilan teknologi (juga yang sederhana). Tidak cukup dengan hanya menyediakan 20 persen dari APBN bagi pendidikan, yang notabene sampai sekarang juga belum terwujud. UU Sisdiknas harus dengan jelas menyatakan keberpihakan kepada yang termarjinalisasi di dalam masyarakat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kasus serupa yang terjadi Juli 2006, seputar melimpahnya penghasilan pejabat negara dari peringkat teratas di tengah penderitaan masyarakat terutama lapisan bawah akibat belitan kesulitan dalam seluruh sendi kehidupan yang tak berkesudahan, tampaknya bakal terulang lagi di bulan yang sama tahun ini. Gejala tersebut di antaranya terindikasi dengan unjuk rasa ratusan pekerja dan pengemudi Perum Damri se-Jawa dan Bali ke Kementerian BUMN dan Istana Negara, Senin, 11 Juni lalu. Unjuk rasa itu dilatarbelakangi penyebab selama tujuh bulan mereka tidak menerima gaji.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dua kenyataan bertolak belakang itu mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat, yang umumnya menghendaki dibatalkannya kebijakan pemerintah tentang pemberian gaji bulan ke-13 bagi pejabat negara. Dalam ruang ini, penulis pun mengemukakan cara yang memerlukan waktu relatif singkat dan tidak melanggar undang-undang bagi pembatalan tersebut.Yaitu, menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang untuk mengubah Undang-undang No 13 Tahun 2005 tentang APBN 2006, yang antara lain mengalokasikan dana bagi gaji bulan ke-13 pejabat-pejabat negara sebesar Rp 1 triliun ( Suara Pembaruan , 18 Agustus 2006).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Selain itu, ada 12 rancangan undang-undang (RUU) yang tengah digodok dan akan diusulkan ke DPR. RUU Jaring Pengaman Sektor Keuangan, bertujuan menegaskan tanggung jawab masing-masing bila ada krisis moneter kembali terulang. Pemerintah juga menyiapkan RUU Kepelabuhanan, RUU BUMD, dan RUU Syariah. Juga ada reformasi regulasi untuk asuransi dan pensiun. Dalam paket ini pemerintah menargetkan waktu pengurusan perizinan investasi 23 hari dari sebelumnya 97 hari. Pemerintah juga melanjutkan reformasi BUMN.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Fokus kedua, yaitu pada sektor perpajakan, yakni penyederhanaan dalam proses restitusi yang harus diimplementasikan pada Juli 2007. Kemudian, upaya menjaga kelancaran arus barang di pelabuhan dan sinkronisasi peraturan-peraturan di daerah, terutama yang menghambat kegiatan investasi. Dalam reformasi sektor keuangan, pemerintah memfokuskan pada stabilitas sektor keuangan, yakni membentuk forum bersama dengan Bank Indonesia (BI) yang akan diperkuat dengan mengajukan draf RUU jaring pengaman sektor keuangan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kita tahu sebagian besar UMKM bergerak dalam usaha pertanian, perkebunan, dan perikanan skala kecil dan menengah. Bisnis UMKM yang bergerak di sektor riil tersebut menyerap tenaga kerja yang besar. Sebagai gambaran, tiap pertumbuhan ekonomi nasional satu persen di sektor riil, tenaga kerja yang diserap mencapai 350.000 orang. Bandingkan, misalnya, dengan pertumbuhan sama di sektor jasa dan keuangan yang hanya menyerap 40.000 tenaga kerja. Dengan berkembangnya sektor riil tersebut, akan cukup banyak tenaga kerja yang bisa diserap sehingga jumlah pengangguran yang kini mencapai 37 juta orang akan terkurangi.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Semuanya itu ambruk pada akhir April 1975 ketika pasukan Vietnam Utara menyerbu Saigon. Namanya segera berubah menjadi Kota Ho Chi Minh untuk menghormati pemimpin gerakan kemerdekaan Vietnam. Ho Chi Minh memproklamasikan kemerdekaan Vietnam di Hanoi pada tanggal 2 September 1945, dua minggu setelah dua pemimpin gerakan kebangsaan, Soekarno dan Moh Hatta, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus di Jakarta. Hanya dua bangsa terjajah di Asia yang memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945 setelah Perang Asia-Pasifik berakhir, Indonesia dan Vietnam.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Menjadi bahan renungan bagi pengamat ini: kenapa rasa urgensi dalam menangani investasi asing tidak tampak di Indonesia, seperti di Vietnam? Padahal ada kemiripan sejarah politik antara dua negeri ini. Apakah karena pengalaman Vietnam lebih berat dan pahit dalam mempertahankan kemerdekaannya, sedangkan Indonesia masih bersikap manja, karena pernah dirayu dari kiri-kanan ketika Perang Dingin berlangsung? Vi- etnam sadar bahwa investasi asing diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi supaya tenaga kerja lebih satu juta setiap tahun dapat diserap.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam diskusi di Council of Foreign Relations 31 Mei, Lawrence Wright, kolumnis The New Yorker menyatakan selama lima tahun AS telah mengucurkan dana US$ 10 miliar kepada Pakistan. Tapi Osama bin Laden tidak ketahuan jejak langkahnya. Wright menyimpulkan dengan guyon bahwa Pakistan tidak akan menangkap Osama, karena itu berarti mereka akan “ going out of business “. Kalau Osama ditangkap atau mati, Pakistan tidak akan punya alasan lagi untuk minta bantuan AS seperti yang terjadi selama lima tahun terakhir.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Perundingan bilateral AS-Iran juga sudah dimulai di Baghdad, dan tampaknya Iran akan memilih jalur kompromi dan memperoleh imbalan pelbagai fasilitas, ketimbang mengambil risiko diserbu dari udara. Salah satu alternatif yang mencuat bila Iran tetap ngotot, ialah AS akan melakukan serangan udara yang selesai dalam dua- tiga hari dan dampak opini publik akan berumur sekitar seminggu, setelah itu orang akan sudah lupa. Yang penting Iran akan kehilangan “modal dasar” untuk membangun nuklir damai atau bom nuklir jika serangan udara itu dilakukan dalam tahun 2007 ini juga.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dewan Keamanan PBB baru saja menyetujui Mahkamah Internasional untuk mengadili kasus pembunuhan PM Hariri. Lima negara yang abstain ialah Rusia, RRT, Indonesia, Qatar, dan Afrika Selatan. Mengenai Mahkamah Internasional mayoritas negara memang biasanya ambivalen. Kalau yang diadili negara lain, ya mereka bisa menerima. Tapi kalau sudah menyangkut oknum dari negaranya, banyak yang keberatan. Termasuk AS tidak mau ikut dalam konvensi International Criminal Court di Den Haag karena mereka tidak percaya dan takut sentimen anti-AS akan mudah sekali menyeret warga AS sebagai penjahat perang internasional di depan ICC.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dugaan penyimpangan terhadap penggunaan BLBI yang merupakan tindak pidana diungkapkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan hasil audit investigasi terhadap 48 bank penerima BLBI ditemukan penyimpangan Rp 84,8 triliun atau 58,70 persen dari jumlah BLBI sebesar Rp 144,5 triliun. Penyimpangan BLBI tersebut antara lain digunakan untuk melunasi pinjaman subordinasi, melunasi kewajiban pembayaran bank umum yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, membayar kewajiban kepada pihak terkait, transaksi surat berharga, melunasi dana pihak ketiga yang melanggar ketentuan, membiayai kontrak derivatif baru, membiayai ekspansi kredit, membiayai investasi dalam aktiva tetap dan membiayai overhead bank umum.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Selisih nilai lebih kurang Rp 30 triliun merupakan perbedaan yang sangat signifikan, dan dalam hal ini negara dirugikan karena terjadi penyusutan nilai aset (depresiasi) sehingga negara harus bertanggung jawab atas kekurangannya. SKL seharusnya dibatalkan apabila terdapat kejanggalan atau kesalahan, tetapi pemerintah lepas tangan dan menganggap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Pemerintah juga tidak berupaya menguasai harta kekayaan Salim Group yang dimiliki saat ini sebagaimana diatur dalam Pasal 1131 KUHPerdata, harta kekayaan debitur yang diperoleh di kemudian hari tetap menjadi jaminan utang.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Jadi pertanyaannya sekarang, mau ke mana arah pembangunan dan penegakan hukum dibawa? Kepada keadaan hukum yang lumpuh dan kacau ( legal disarray ), atau diarahkan kepada negara hukum ( rechtsstaat ) yang memang menjadi amanat UUD 1945, di mana persoalan nasional (terutama yang menyangkut hajat orang banyak) harus diatasi secara hukum justru dilakukan dengan coba- coba ( trial and error ) dengan kompromi, tetapi pihak debitur BLBI tidak menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan utangnya. Lain halnya kalau debitur BLBI yang kooperatif dan menepati janji pasti harus diberi rehabilitasi dan kesempatan usaha kembali.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mudah-mudahan pengangkatan Hendarman Supandji yang dikenal berani sebagai Jaksa Agung dan dengan ditandatanganinya perjanjian ekstradisi dengan Singapura, Pemerintah SBY dapat membuat gebrakan dalam menuntaskan kasus BLBI yang melibatkan konglomerat-konglomerat besar yang dianggap untouchable . Dalam merealisasikannya juga diperlukan kerja sama dan bantuan Menteri Keuangan dengan Dirjen Pajak untuk bersikap terbuka dalam mengungkap penyimpangan dana BLBI dan membantu proses penyidikan yang dilakukan kepolisian dan kejaksaan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Argumen yang banyak dibangun adalah penanganan lumpur Porong dan penanggulangan dampaknya itu makin membuktikan kegagalan negara ( failed state ). Argumen itu layak dicarikan peta persoalannya. Runtutannya, pertama , tanggung jawab korporasi untuk kesalahan eksplorasi yang dilakukan, kedua , tanggung jawab pemerintah sebagai pengawas dan penerima devisa yang disumbangkan dari korporasi, ketiga , tanggung jawab lembaga-lembaga politik, seperti parlemen lokal dan nasional, serta keempat , tanggung jawab negara atas warga negara.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Apabila diperhatikan, pihak korporasi dan pemerintah pusat sudah menjalankan tanggung jawab masing-masing, sekalipun terkendala masalah-masalah rumit menyangkut administrasi kepemilikan atas lahan, rumah, dan bukti-bukti pendukung lain. Korporasi dijadikan sebagai pihak yang memberikan dana, termasuk untuk tim yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden. Sementara, pemerintah membuat kelembagaan yang ditugaskan untuk mengatasi semburan lumpur dan penanggulangan dampaknya. “Kesepakatan” pemerintah dengan pihak korporasi ini dituangkan dalam Keputusan Presiden dan Instruksi Presiden. Apakah kewenangan pemerintah sampai sejauh itu sebagai lembaga eksekutif? Tentu membutuhkan kajian ketatanegaraan yang jernih.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Barangkali, materi interpelasi akan berujung kepada Keppres dan Inpres ini, sekaligus juga pengajuan sejumlah usulan, seperti pengadilan ad hoc . Parlemen nasional yang mencoba bersimpati atas nasib warga korban lumpur, seperti ingin mengajukan penyelesaian yang lebih cepat dan tuntas, ketimbang terus berbelit dengan persoalan-persoalan lama. Hanya saja, ahli hukum korporasi harus mulai banyak bicara, menyangkut kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, baik ketika pemerintah kalah atau pemerintahlah yang menang.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Begitu juga dengan hak-hak warganegara. Apabila lumpur Sidoarjo dianggap sebagai kesalahan korporasi, bisa jadi penyelesaian ganti rugi juga akan sepenuhnya ditanggung Lapindo Brantas. Seberapa sanggup perusahaan itu mampu membayar ganti rugi dan seberapa besar dana yang harus dikeluarkan? Apakah bisa melebihi seluruh aset perusahaan, atau bahkan bisa “menyeret” perusahaan-perusahaan induknya? Lalu, ketika seluruh soal lari kepada hukum, pembuktian apa pun menyangkut hak milik atas tanah dan bangunan yang dimiliki warga juga sepenuhnya diputuskan pengadilan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Detail persoalan inilah yang kurang mendapatkan perhatian kalangan pengamat dan penulis, sehingga lebih banyak yang melakukan proses insinuasi, ketimbang mencoba menelusuri seluruh persoalan dengan teliti. Kita memang harus meyakini betul betapa hak-hak warga-negara di atas segalanya. Tidak ada pengecualian apa pun atas hak-hak itu. Tetapi, kita juga harus meyakini betapa hak-hak berusaha juga bagian dari hak-hak warga negara, sebagaimana juga hak-hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam penyelesaian sumber aliran lumpur dan akibat-akibatnya, diperlukan pelibatan publik. Publik di sini bukan hanya stakeholders dan shareholders , melainkan juga kalangan dan kelompok di luar area semburan lumpur. Penggunaan hak interpelasi menjadi bagian dari pelibatan publik itu. Hanya saja, kita juga tahu, betapa hak-hak interpelasi selama ini lebih sarat dengan politisasi, daripada substansi. Yang harus dihindari adalah pengerahan massa, sekadar untuk menunjukkan kekuatan para pihak yang berbeda pendapat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Apabila hak interpelasi berubah bentuk menjadi hak angket, misalnya, maka sejumlah konsultasi publik layak digelar. Maka, kita mungkin akan menyaksikan beragam perdebatan teknis di bidang geologi, teknik sipil, arsitektur, budaya, sejarah, hukum, lalu menular ke banyak perdebatan lain. Di sinilah letak persoalannya, sampai berapa lama perdebatan itu digelar? Barangkali sebulan atau dua bulan. Tetapi, apa cukup selama itu, mengingat untuk mengevaluasi kasus Institut Pemerintahan Dalam Negeri saja memerlukan waktu dua bulan?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Masalahnya, publik tidak bisa menunggu, apalagi warga Porong jarang yang memiliki asuransi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Yang paling memungkinkan adalah pengambilan keputusan dijalankan, dengan risiko apa pun atas keputusan itu. Barangkali, pengambilan keputusan atas kasus lumpur di Sidoarjo ini lebih berat dari penentuan jajak pendapat di Timor Leste, tetapi lebih ringan daripada upaya penyelesaian damai antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Republik Indonesia. Keputusan-keputusan skala besar itulah yang harus dibuat, terutama oleh presiden.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sejumlah pihak mendesak Presiden Yudhoyono untuk “belajar” kepada Morales. Ketika agenda pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran masih kusut, Yudhoyono sebaiknya menjadikan Morales sebagai rujukan etis dan model kebijakan nasionalisasi migas serta kekayaan alam lain. Yudhoyono diminta membuat gebrakan mendasar untuk mengembalikan kekayaan alam yang telah puluhan tahun dikuasai asing agar kembali dikuasai negara untuk digunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dasar konstitusionalnya, Yudhoyono dapat mencantolkan diri pada Pasal 33 (3) UUD 1945.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Karena keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dewasa ini masih berupa asa, maka langkah strategis yang patut diambil Indonesia ialah melaksanakan reforma agraria. Pilihan strategi yang ditempuh Evo Morales di Bolivia saat ini dan Bung Karno di Indonesia masa lalu, hendaknya menginspirasi kebangkitkan nasionalisme dan sosialisme Indonesia baru. Reforma agraria sejati plus nasionaliasi aset bangsa sebagai salah satu agenda strategis bangsa hendaknya dijauhkan dari stigma “kiri” atau “kanan” karena kita telah bulat menggenggam teguh Pancasila dalam pikiran, ucapan dan tindakan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mengejutkan mendapati angka pertumbuhan orang Kristen di Tiongkok 20 tahun setelah gaifang . Saat ini, diperkirakan yang tercatat resmi dalam gereja Patiartik Katolik maupun Protestan berjumlah 30 juta. Itu belum termasuk orang Kristen yang bergabung dalam persekutuan/gereja rumah yang tidak terdaftar di kantor urusan agama, juga simpatisan kelompok kelas menengah di kota. Jumlah yang tidak terdaftar di kantor urusan agama diperkirakan sekitar 15-20 juta orang. Dengan demikian jumlah orang Kristen di Tiongkok dewasa ini bisa mencapai 40- 50 juta orang.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Setelah Revolusi Kebudayaan berakhir, terdapat banyak persekutuan/gereja rumah ( the house church ) yang enggan bergabung dalam gereja yang sudah diakui dan terdaftar pemerintah. Di samping takut dan masih curiga pada pihak pemerintah, persyaratan kelompok itu dari segi teologi, ajaran, tata gereja dan kepengurusan, tak memenuhi syarat layaknya sebagai gereja. Aktivitas badan misi dari luar Tiongkok makin mempersubur untuk melakukan dikotomi antara gereja yang terdaftar dan gereja yang tak terdaftar (bawah tanah).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Secara periodik rupanya para alumnus FE-UI yang sedang tugas belajar lanjut di Berkeley berkumpul di rumah “Pak Lurah”, Widjojo Nitisastro. Dari sumber lain pernah saya dengar betapa buku Prof WW Rostow, The Stages of Economic Growth (Cambridge University Press 1960) didiskusikan dalam pertemuan berkala itu. Rostow adalah penasehat khusus Presiden John F Kennedy dan buku itu sebenarnya merupakan kerangka teori antikomunisme untuk menopang berdirinya Republik Vietnam (Selatan). Emil Salim tampaknya agak antusias dengan konsep pemikiran Rostow tersebut. Buku itu juga dibedah habis-habisan oleh Prof Baran dalam seminar sehari dengan mendatangkan seorang sejarawan neo-Marxis Prof Eric Hobsbawn dari Universitas London yang diikuti oleh Bung Batara.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pertanyaan dari Adrianus Mooy, mantan Gubernur Bank Indonesia yang interesan. Dia kemukakan, India dalam sejarah modernnya mendahulukan pembangunan politik (sehingga sekarang menjadi negara demokrasi yang diakui), sedangkan Tiongkok sekarang mengutamakan pembangunan ekonomi tapi politiknya tetap stagnan (masih diperintah oleh partai komunis). “Sedangkan Indonesia”, demikian Dr Mooy “sekarang agaknya berusaha membangun dua-duanya: bidang ekonomi dan bidang politik, menuju demokrasi sempurna”. (“…karena itu tidak bangun-bangun”, ada yang komentar).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mungkin Prof Ali Wardhana dapat memberikan rekomendasi supaya FE-UI menyampaikan gelar Doctor Honoris Causa kepada alumnusnya Batara Simatupang, sebagai tanda penghormatan pada prestasi intelektualnya yang serba ragam. Tapi juga sebagai tanda terima kasih, karena ternyata apa yang ditulis oleh David Ransom di majalah radikal Rampart (edisi Oktober 1970) dalam suatu artikel panjang tentang “Berkeley Mafia” tidak begitu akurat. Ransom berteori bahwa kelompok Widjojo Nitisastro dan kawan-kawan dibiayai oleh Yayasan Ford (lembaga hasil keuntungan kapitalisme AS), kemudian setelah kembali menjadi dosen di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Hari Kamis, 7 Juni malam, di suite room Four Seasons Hotel Washington DC, milik Pangeran Al Waleed bin Talal, Ketua Dewan Pertimbangan PDI-P Taufiq Kiemas melontarkan slogan, “Kaum Pluralis Sedunia Bersatulah!” Walaupun mengklise ucapan Karl Marx untuk mempersatukan proletar, saya melihat lontaran slogan suami Megawati itu sebagai suatu yang serius. Bagi PDI-P, masalah lain menjadi sekunder bila eksistensi dan integritas Negara Kesatuan RI berdasarkan Pancasila, terancam oleh ideologi “Taliban-isme”. Karena itu, PDI-P walaupun berstatus oposisi, bisa merangkul Golkar dan menggalang koalisi lintas partai bila ancaman yang dihadapi ialah eksistensi Negara Pancasila.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pada hari Selasa 5 Juni, Daoed Joesoef menulis tentang Geopolitis Kebijakan Luar Negeri. “…Terhadap penentang yang mengatasnamakan Islam kebijakannya berpembawaan konfrontatif. Semula Amerika percaya pada Huntington yang menanggapi penentangan massa Muslim sebagai civilisational clash (1993). Namun cepat menyadari kekeliruannya. Ternyata tesis itu diambil-alih kelompok Islamis radikal yang memanfaatkannya dalam pengerahan dukungan. Bila penduduk negara-negara Muslim percaya Barat memerangi mereka karena keyakinan religiusnya, perlawanan mereka terhadap globalisasi Pax Americana akan sukses. Sukses itu bukan berupa pawai kemenangan dari barisan fundamentalis Islam di sepanjang Pennsylvania Avenue, tetapi menjamurnya pembentukan Khalifah Islam pengganti pemerintah Muslim moderat dan apostate regimes yang sebagian besar rakyatnya selama ini merasa tidak puas dengan sistem global yang berlaku.”

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mohamad Guntur Romli dalam artikel di Kompas 5 Mei 2007, mengungkapkan munculnya ulama Mesir yang melakukan mawas diri dengan keberanian luar biasa untuk melawan proklamasi anti-AS, Yahudi, dan kafir oleh Osama bin Laden. Syekh Najib Ibrahim dan Syekh Ali Muhammad Ali Syarif, berbareng menulis buku Hunmatu al-Ghuluw fi al-Din wa Takfir al-Muslimin (Larangan berlebih-lebihan dalam beragama dan mengkafirkan umat Islam). Pada halaman 28, kedua Syeikh menulis “sesungguhnya terorisme pemikiran lebih menakutkan dan mengancam daripada terorisme fisik”.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Indonesia sesungguhnya sudah menjadi korban, baik teror fisik berupa bom yang meledak di pelbagai tempat dari Bali sampai Marriott maupun teror ideologi yang tidak terusik secara terbuka. Analisis dan langkah PDI-P yang dibeberkan Taufiq Kiemas tentang tantangan terhadap eksistensi NKRI dari kubu fundamentalisme sudah bersifat global dan sulit dilokalisisasi. Taufiq Kiemas mengantisipasi dan mempelopori koalisi lintas partai untuk mencegah arus fundamentalisme yang menggunakan taktik lama Mao Zedong, desa mengepung kota.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kekhawatiran Taufiq Kiemas dan kewaspadaan Daoed Joesoef kiranya bisa membuat elite dan masyarakat Indonesia kembali memperoleh keseimbangan yang hakiki. Indonesia dan Jakarta tidak bersedia dan tidak rela menjadi antek Washington, tapi juga tidak rela kalau harus menjadi antek Ryadh atau Teheran atau Damascus. Jakarta harus bisa merumuskan kepentingan nasionalnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Bukan untuk kegenitan elite politik dengan vested interest primordial sempit yang bisa membawa Indonesia ke model keterpurukan fundamentalisme.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tulisan di bawah ini bukan kampanye politis, tapi berharap menyadarkan kelas menengah kita, kalaupun kalangan elite dalam mainstream kita meragu, dalam menggerakkan budaya produktivitas beretika nyata. Bayangkan, sidang tahunan WTO yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan berbagai pertemuan multilateral gagal, serta yang terakhir ini Konferensi G-8 (kelompok negara kaya Barat plus Jepang) di Jerman yang saat ini dicoba dikuasai AS, agendanya justru didemo masyarakat Barat yang makin sadar hegemoni AS dalam politik sosial, ekonomi dan budaya, sudah berlalu. It is over.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Proses pembentukan kawasan ekonomi Asia merupakan perjalanan tersendiri. Kelemahan terbesar Tiongkok adalah dalam proporsi yang sangat kecil dalam sumber daya manusia terdidik. Tiongkok hanya memiliki 2,5 juta sumber daya manusia lulusan perguruan tinggi dan akademi dari jumlah 1,3 miliar penduduk. Walau demikian, manusia Tiongkok itu ulet, tidak mau menderita terus-menerus, dan menjunjung budaya produktivitas yang andal. Andaikata persentase terdidik Tiongkok sama dengan Amerika, Tiongkok memiliki sekitar 13-14 jutaan tenaga terdidik perguruan tinggi dan atau akademi.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Terlihat semangat keindonesiaan sebenarnya telah muncul walaupun Budi Utomo resminya berbasis Jawa. Pada 1935, Budi Utomo melebur dengan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI, berdiri 1930, diketuai Soetomo) dan membentuk Partai Indonesia Raya (Parindra). Pada saat itu berbagai organisasi kedaerahan berevolusi menjadi lebih nasional, misalnya Tri Koro Dharmo (1915) menjadi Jong Java (1918) dan akhirnya melebur menjadi Indonesia Muda (1930). Sementara itu organisasi keagamaan (Sarekat Islam, Muhammadiyah, NU) tetap berkembang dengan identitas keislamannya namun warna keindonesiaannya semakin terlihat. Keadaan ini berperan besar dalam perkembangan dan keberlanjutan Indonesia.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam sejarahnya, Indonesia pernah mempunyai kebijakan Pembangunan Nasional Semesta Berencana, Pembangunan Jangka Panjang, dan sekarang ada UU Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 (RPJP) yang diundangkan Februari 2007. UU RPJP ini komprehensif dan mencakup semua dimensi masyarakat, namun sasaran dan indikator kurang dicantumkan secara tegas. Selain itu terdapat pula Visi Indonesia 2030 dari Yayasan Indonesia Forum yang lebih memfokuskan pada dimensi ekonomi namun mempunyai sasaran dan indikator lebih jelas.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Singkatnya, wawasan strategis, semangat berkorban, dan aksi bersama merupakan modal sejarah dari tokoh dan organisasi sosial-politik pada masa lalu. Perlulah kita renungkan tulisan Hatta (1930) ketika mengutip Conrad Theodore van Deventer (tokoh politik “etis” atau “balas budi”) yang mengomentari lahirnya Budi Utomo dengan kalimat: “Suatu yang ajaib terjadi, Insulinde [Kepulauan Hindia] molek yang lagi tidur, sudah bangun.” Sejauh manakah kebangunan atau kebangkitan ini menghasilkan kemajuan bagi Indonesia sekarang serta menjadi modal dan energi sosial bagi masa depan?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kita terikat oleh bangunan sistem kenegaraan dan kebangsaan yang digali dari akar budaya dan sosial yang dimiliki bangsa Indonesia sejak berabad-abad silam. Tentunya fondasi kenegaraan dan kebangsaan tersebut disentuh oleh keahlian pemikiran “pendiri bangsa” yang telah bersentuhan dengan ilmu pengetahuan modern, yang berasal dari belahan Timur maupun Barat dunia. Satu hal pokok yang menyatukan perbedaan “pendiri bangsa” adalah visi dan misi membentuk Republik Indonesia berdaulat di dalam bingkai NKRI.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tetapi, kita kemudian melihat perkembangan yang tidak menggembirakan. Banyak kesepakatan bangsa tidak lagi ditaati sebagai komitmen politik dan komitmen sosial, yang kemudian melahirkan kontroversi dan berakhir pada konflik pada banyak bidang kenegaraan dan juga sosial. Paling kentara dari lunturnya komitmen terhadap visi dan misi bangsa adalah tergusurnya etika sebagai warga negara dan juga etika sosial. Kondisi demikian menjurus pada bentuk-bentuk kontruksi aktivitas di tingkat elite dan rakyat yang destruktif dan anarkis.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Jajak pendapat yang dilakukan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Jakarta, Maret-April 2007, bahkan menghasilkan persentase yang harus dicermati lembaga-lembaga formal dan pemimpin-pemimpin formal pada institusi-institusi. Hanya 11 persen responden yang menaruh kepercayaan kepada MPR dan DPR saat ini. Presiden-wakil presiden yang memperoleh kemenangan 60,6 persen pada Pilpres 2004 hanya mendapat kepercayaan 22 persen. Kepercayaan kepada wakil rakyat (anggota DPR) hanya 8 persen. Kepercayaan responden tertinggi justru diberikan kepada pemimpin agama, 41 persen.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebagai contoh, kalau kita berpegang teguh kepada etika warga negara, sebagai pelaku politik, akan juga memegang teguh landasan idiil negara dan bangsa Indonesia, yakni Pancasila. Caranya, dengan membentengi diri dari keinginan mengganti Pancasila dengan isme-isme lainnya; komunisme, liberalisme, kapitalisme, dan isme-isme keagamaan. Sebab, sila pertama jelas menyebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia mengakui sepenuhnya Tuhan sebagai sandaran tertinggi bagi pelaksanaan kehidupan religiusitas. Sementara bingkai NKRI disatukan melalui sila ketiga, Persatuan Indonesia. Dengan demikian, tidak ada tempat bagi setiap kelompok masyarakat dan individu yang berusaha keluar dari bingkai NKRI. Sedangkan pelaksanaan demokrasi dilaksanakan sesuai semangat Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Prof Dr Boediono, sekarang Menteri Koordinator Bidang Ekonomi ketika dikukuhkan sebagai Guru Besar di Universitas Gadjah Mada pada 24 Februari lalu telah menyampaikan pidato yang menyoroti tantangan yang dihadapi bangsa ini. Judulnya: “Dimensi Ekonomi Politik Pembangunan Indonesia”. Setelah menggoreskan sekilas perkembangan bangsa sejak tahun-tahun 1950’an dan menggarisbawahi tekad reformasi yang dicetuskan pada awal periode purna Soeharto, Dr Boediono bertanya: “Are we on the right track? Apakah jalan yang sedang kita tempuh sudah benar?”

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kaitan antara pembangunan ekonomi dan pembangunan politik menjadi tema pemikiran intensif dari berbagai pakar. Patricia Cohen, kolumnis di Harian International Herald Tribune (yang juga dicetak di Jakarta) baru-baru ini dalam kolomnya menyoroti tema tersebut. Cohen mempertanyakan dalil yang mengatakan bahwa pembangunan ekonomi berdasarkan kapitalisme dengan sendirinya akan mendorong pertumbuhan demokrasi. Ia mengutip buku Michael Mandelbaum yang menonjolkan dalil bahwa meningkatnya pendapatan per kapita akan menciptakan kelas menengah yang akan menuntut kebebasan individu dan hak politik.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Juga almarhum Soedjatmoko membahas masalah sulit tentang pentingnya nilai etika politik dalam mendorong pembangunan ekonomi. Dalam rangkaian ceramah Ishizaka tahun 1979 (judulnya: “Development as Freedom”) yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, ia terangkan betapa pentingnya kaitan pembangunan dan kebebasan, ditangani secara tepat di negara- negara seperti Indonesia. Berkata Soedjatmoko: “Apakah Dunia Ketiga mampu atau tidak untuk berkembang menjadi masyarakat yang relatif bebas dan terbuka di mana kemiskinan dapat dihapuskan, akan sangat menentukan kemungkinan suatu masa depan kebebasan dan keadilan bagi seluruh umat manusia”.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Namun faktor amat penting yang memayungi usaha besar yang digoreskan di atas, yakni mengatur keseimbangan antara pembangunan politik dan pembangunan ekonomi, adalah bobot dan kualitas kepemimpinan. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono memang tokoh yang unik dalam sejarah politik modern Indonesia. Ia dicatat sebagai presiden pertama yang dipilih secara langsung dan menang melalui pemilu yang bebas dan aman secara amat meyakinkan. Ia meraih hampir 62 persen dari jumlah suara di 28 provinsi (semua provinsi di Pulau Jawa) dari 32 provinsi. Landasan politiknya kuat sekali.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Presiden SBY adalah Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang bekerja keras dan tekun. Ia sekeluarga sampai sekarang dianggap relatif bersih dari praktik KKN. Namun kerja keras dan bebas KKN dengan landasan politik yang kuat sekalipun belum jaminan bahwa pada akhir periode kepresidenannya, Presiden ke-6 RI ini akan dinilai sukses. Dengan “sukses” yang dimaksud adalah peningkatan pendapatan per kapita bangsa Indonesia secara berangsur yang menyeluruh (bukannya pertumbuhan ekonomi yang pesat tapi sekaligus juga memperlebar gap antara yang kaya dan miskin, antara daerah “basah” dan “kering”) dengan kecerdasan masyarakat yang meningkat juga. “Sukses”-nya seyogianya menandakan bahwa demokrasi substansial yang bukan proforma saja, berkembang mekar. Yakni, distribusi kekuasaan dan penerapan kewenangan tambah sempurna pelaksanaannya sehingga keadilan nampak jelas dilaksanakan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Timbullah situasi yang serbadilematis. Proses demokratisasi yang dibiarkan mengambang karena pada saat-saat kritis tidak terasa kepemimpinan yang tegas tapi kalem dapat menimbulkan anarki. Maka laju pembangunan akan terhambat yang justru perlu didorong supaya demokrasi terjamin kemantapannya. Di sisi lain, laju pembangunan yang terlalu digenjot supaya memenuhi target yang tidak realistik dapat mengancam kepentingan rakyat biasa atau pengusaha sedang dan kecil sehingga timbul gap melebar antara yang kaya dan miskin. Kontras sosial itu akan menimbulkan destabilisasi politik yang mendorong penerapan tangan besi sehingga proses demokratisasi mundur, malahan neofasisme dapat muncul.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tanpa kepemimpinan yang mampu mengukur berbagai kekuatan sosial politik secara tepat, mengarahkannya menjadi kekuatan bersama yang konstruktif sehingga apa yang disebut oleh Dr Boediono sebagai “kelas pembaru” bertambah besar dan mantap, mendorong birokrasi supaya menjadi instrumen yang produktif dan inovatif, maka sulit diharapkan pada tahun 2009 kita dapat membanggakan bahwa Indonesia selama lima tahun telah mencapai kemajuan lumayan yang saling menunjang di bidang pembangunan politik dan pembangunan ekonomi.u

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Saya baru tiba di Jakarta, Jumat, 15 Juni petang, dan membaca surat Laksamana (Purn) Sudomo tertanggal 22 Mei 2007 yang mengutip Orison Marden dari buku Paul G Slotz berjudul Adversity Quotient. Kutipan Pak Domo sebagai berikut: “Jauh di dalam diri manusia terdapat kekuatan-kekuatan yang masih tertidur nyenyak, kekuatan yang akan membuat mereka takjub dan yang tidak pernah mereka bayangkan bahwa mereka memilikinya, kekuatan yang apabila digugah dan ditindaklanjuti akan mengubah kehidupan mereka dengan cepat”

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Jelas tidak. Sebab sistem yang relatif mampu menciptakan kondisi kemerataan yang tidak terlalu timpang, demokrasi liberal, justru menghadapi tantangan dari kaum radikal Timur Tengah maupun Amerika Latin dan Dunia Ketiga lain. Namun yang lebih serius ialah perpecahan ideologi dalam kubu demokrasi liberal AS/Eropa sendiri. Sebagian mereka yang merasa tersisih dan kurang kebagian rezeki secara finansial dibanding kelompok profesional bisnis, mengobarkan perang kebencian terhadap sistem pasar bebas dan demokrasi liberal.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebenarnya, masalah manusia bisa dibikin simpel bila orang kembali ke hukum besi alam dan moral yang sejati dan tidak munafik. Ada 6,3 miliar manusia, separuhnya hidup dengan 1-2 dolar sehari, 1/3 atau 2 miliar mungkin kelas menengah dan 1 miliar mungkin jutawan dolar. Nah, untuk mentransfer atau mengentaskan 3 miliar itu, yang paling laku keras tampaknya Teori Kain, kebencian dan penghancuran melalui terorisme terhadap 1 miliar orang kaya. Nanti otomatis kekayaan 1 miliar kapitalis itu akan bisa dibagi rata oleh 3 miliar manusia proletar. Jadi, sudah sekaligus selesai semua masalah.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Jarang ada orang yang sadar dan berani bilang, sabar itu 1 miliar bisa kaya dan juga mengangkat 2 miliar jadi kelas menengah, apa semuanya pengisap seperti drakula yang harus dimusnahkan. Sebab teori mandataris rakyat, mengatasnamakan langit, Tuhan, dan agama subur di mana-mana, bukan hanya sejak Karl Marx. Semua raja dinasti kuno selalu merebut takhta atas nama petani dan rakyat, tapi mereka kemudian memutar ulang film usang dinasti otoriter fasis yang tidak mampu mengentaskan mayoritas manusia dari kemiskinan material spiritual.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Semua itu seolah riwayat yang bisa dibenarkan dengan pelbagai dalih yang dikemas rapi oleh kaum tranzi dan jihadis. Mereka sudah apriori ingin mengganti demokrasi liberal Barat yang menghargai meritokrasi, kerja keras, karya otak, dan hati nurani yang bersih yang dikawal supremasi hukum dan Trias Politika yang ketat. Yang tumbuh ialah semangat relativisme moral dengan Adversity Quotient yang didominasi pendapat umum yang cenderung destruktif, konfrontatif dan suicidal, ketimbang proaktif, konstruktif, dan kreatif dalam menghadapi isu global.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebanyak 40 juta orang miskin, 67 persen terkonsentrasi di pedesaan dan sekitar 90 persen yang bergantung pada pertanian. Itulah kenyataan yang hendak diatasi program reforma agraria ini. Joyo Winoto (Kepala BPN RI), berkali-kali mengutarakan program ini tak sekadar bagi-bagi tanah, tetapi land reform plus access reform . Rakyat tak sekadar diberi tanah, tapi diberi kemudahan dalam mengakses sumber ekonomi, seperti kredit, pendidikan, bibit, pupuk, penataan produksi, hingga distribusi dan konsumsinya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kenapa tidak tanah-tanah yang dikuasai badan usaha yang izinnya diperoleh dari kebijakan politik agraria kapitalistik dan sering kali melanggar rasa keadilan sosial rakyat di sektor perkebunan besar, kehutanan, pertambangan, kita proyeksikan sebagai objek reforma agraria? Mengingat saat ini banyak tanah yang diduduki dan dikuasai rakyat melalui okupasi maupun re-claiming, maka tanah-tanah itu harusnya terintegrasi dengan program reforma agraria yang hendak dijalankan melalui legalisasi penguasaannya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Informal Leaders Gathering adalah judul pertemuan sejumlah tokoh sipil dan militer di Sentul, Bogor, awal Mei lalu. Dari unsur mantan TNI hadir antara lain mantan Kasad Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mantan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrur Rozi, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Marsekal Madya TNI (Purn) Ian Santoso, serta mantan Aster Kasad Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi. Dari tokoh sipil terlihat wajah Wakil Ketua MPR AM Fatwa dari PAN, mantan tokoh PDI-P Amin Arjoso dan Prof Dimyati Hartono, Ruyandi Hutasoit dari Partai Damai Sejahtera (PDS), pengamat pertanian HS Dillon dan lainnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Transformasi ekonomi Tiongkok tentu saja tak bebas dari masalah. Namun yang dipecahkan oleh transformasi itu masih lebih besar dan lebih vital daripada problem yang ditimbulkannya, yang nanti juga akan dipecahkan satu per satu. Menurunnya jumlah orang miskin, yang kabarnya hingga 400 juta orang, meningkatnya jumlah lapangan kerja, menanjaknya pendapatan negara, serta pendapatan per kapita penduduk, adalah sebagian dari indikasi keberhasilan Negeri Naga itu mengikis masalah besar yang selama ini meringkusnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Negara-negara kaya di belahan bumi utara termasuk Amerika Serikat, menjadi penyumbang terbesar naiknya gas rumah kaca di udara. Buangan gas rumah kaca karbon dioksida di dunia meningkat tiga kali lebih cepat di tahun 2000-an ini dibandingkan dengan pada era 1990-an, sehingga gas tersebut menjadi sorotan sebuah panel internasional perubahan iklim. Sebaliknya, negara paling kaya di dunia menyumbang 60 persen dari total buangan pada 2004 dan bertanggung jawab atas 77 persen buangan kumulatif sejak awal Revolusi Industri.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Meski terlambat, namun inilah saatnya memrogramkan restorasi ekosistem nasional, pembangunan, dan pengelolaan hutan lestari, serta moratorium logging . Langkah adaptasi juga perlu dijalankan karena sekuat apa pun usaha mengurangi gas rumah kaca, kita tidak akan mampu sepenuhnya terhindar dari dampak perubahan iklim. Di berbagai negara, upaya adaptasi mulai dilakukan, misalnya pembuatan strategi manajemen air di Australia dan Jepang, atau pembangunan infrastruktur untuk melindungi pantai di Maldives dan Belanda.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sekarang, empat draf paket RUU bidang politik pada Jumat (25/5) lalu, baru diserahkan pemerintah ke DPR. Empat RUU tersebut antara lain, RUU Partai Politik (Parpol); RUU Pemilihan DPR, DPD, dan DPRD; RUU Pemilihan Presiden (Pilpres); dan RUU Susunan dan Kedudukan (Susduk) MPR, DPR, DPRD, dan DPD, baru akan dibahas dalam rapat paripurna 29 Juni mendatang. Adapun paripurna nanti hanya akan membacakan amanat presiden (ampres) di depan anggota DPR, kemudian menjadwal pembahasan melalui badan musyawarah (bamus) diikuti pembentukan panitia khusus atas empat RUU tersebut.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kedua , dengan sedikitnya waktu, DPR masuk dalam wilayah krusial mengejar batas penyelesaian pada akhir 2007, seolah-olah penyelesaian pembahasan RUU hanya menjadi “agenda kejar tayang”. Hal itu akan berakibat buruk bagi partai baru dan partai yang tidak lolos electoral threshold, dan hanya menguntungkan partai politik besar yang sudah memastikan ikut dalam Pemilu 2009. Jika terjadi “sesuatu” atas RUU tersebut, baik pemerintah maupun DPR akan “ excuse”, menjadikan sempitnya waktu pembahasan sebagai alasan dan membenarkan diri bisa mengambil langkah-langkah darurat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Selain itu, dengan sempitnya waktu pembahasan seperti terurai di atas, keputusan-keputusan yang dihasilkan dijamin hasilnya tidak akan bermutu dan hanya akan menguntungkan partai- partai yang saat ini berkuasa dan membunuh partai-partai baru. Partai politik kecil dan partai yang baru dibentuk, pasti menjadi korban keterlambatan ini karena tidak cukup waktu berbenah diri dalam mempersiapkan Pemilu 2009, yang sesuai dengan UU Pelaksanaan Pemilu yang baru disahkan. Untuk itu jangan dipersalahkan kalau ada partai-partai kecil atau partai politik baru berpendapat atau mencurigai keterlambatan penyusunan paket RUU Politik ini disengaja dan merupakan skenario politik “khusus” dari Istana dan Senayan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kedua , kecurigaan juga pantas dialamatkan ke Senayan. Partai-partai yang saat ini mendudukkan wakilnya di DPR sengaja tidak mendesak pemerintah atau mengambil hak inisiatif untuk mengajukan RUU bidang politik agar partai-partai baru yang ingin mengikuti Pemilu 2009 tidak mendapat kepastian, baik menyangkut verifikasi dari KPU maupun konsolidasi dan penentuan daerah pemilihan. Baik pemerintah dan partai-partai besar tidak ingin partai-partai kecil sempat berkonsoli- dasi, juga tidak menghendaki munculnya partai baru di pentas Pemilu 2009.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sekalipun terjadi perubahan UU, bukan perkara gampang pula calon independen mampu memenuhi persyaratan pendaftaran. Hanya dalam sepekan, calon independen (jika memang muncul) harus mengumpulkan bukti dukungan dari masyarakat. Belum lagi untuk keperluan sosialisasi. Tak ada jaminan calon independen mampu membumi dalam waktu singkat. Beda halnya dengan ketokohan Fauzi Bowo yang selama ini sudah tak asing sebagai wakil gubernur. Atau, Adang Daradjatun dan pasangannya, yang jauh-jauh hari sudah mendeklarasikan diri.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Keinginan menunda pendaftaran tersebut juga mengingatkan penulis pada kalimat yang pernah dilontarkan Adang Daradjatun dalam sebuah talk show di televisi sekitar dua bulan lalu. “Kalau berbicara tentang seni kepemimpinan, saya ketika dulu di kepolisian selalu menurut proses hukum. Dan, apabila menjadi gubernur di DKI, akan berlaku sebagai pegawai sipil. Istilah saya, kapan saya ngedet, kapan saya ulur, seper- ti main layang-layang,” kata Adang menjawab pertanyaan dari Ryass Rasyid tentang gaya ke- pemimpinannya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pertama, gereja bernyanyi keliru. Banyak umat (juga pendetanya!) tidak bisa membaca not angka, apalagi not balok. Akibatnya dalam ibadah banyak nyanyian dinyanyikan secara keliru. Karena itu di tiap jemaat perlu ada pemimpin nyanyian (Prokantor) yang mampu mengajar umat bernyanyi. Minimal seminggu di muka, Prokantor sudah menerima tema ibadah dan nyanyian-nyanyian yang dipilih sebagai penopang tema ibadah. Lalu minimal 120 menit sebelum ibadah dimulai, dengan dampingan koor (Kantorei), Prokantor mengajar umat menyanyikan nyanyian yang digunakan pada hari itu. Yang diajarkan adalah lagu, tempo, kaitan kata-kata, dan saat penarikan nafasnya. Tulis Van Dop, “Sejak zaman Perjanjian Lama lalu dilanjutkan oleh Gereja Perdana dan terus sepanjang sejarah gereja, fungsi Prokantor dan Kantorei merupakan jabatan gerejawi yang penting karena nyanyian gereja memang penting. Jangan keliru, fungsi Prokantor dan Kantorei bukanlah mempertontonkan kebolehan bernyanyi atau mempertunjukkan kemerduan suara dan bukan pula meng- entertain umat, melainkan mengajar dan memandu umat bernyanyi dengan baik dan benar.”

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ketiga, gereja diteror oleh alat musik. Sebenarnya alat musik apa pun bisa dipakai untuk mengiringi nyanyian ibadah. Namun prinsipnya alat musik dalam ibadah berperan mengiringi nyanyian, bukan menguasai nyanyian. Tolok ukur ibadah adalah khidmat dan tenang. Ketika bernyanyi umat melantunkan kata-kata, bukan meneriakkannya. Sebab itu alat musik yang bising tidak patut untuk ibadah. Peralatan band cocok untuk pertunjukan atau pesta, namun tidak untuk ibadah. Van Dop mengingatkan bahwa kibor ( keyboard, synthesizers ) sebenarnya bukan alat musik melainkan funmachine . Tulis Van Dop, “Salah satu unsur dari funmachine yang tabu untuk nyanyian jemaat ilah rhythm box . Mesin itu tidak mungkin ikut bernafas bersama jemaat, tidak mengenal release atau ritenuto dan fermata yang penting untuk bernyanyi dan wajar.”

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Bernyanyi kelihatannya gampang, tetapi sebetulnya tidak. Oleh sebab itu kita perlu belajar. Apalagi dengan nyanyian gereja. Jika kita bernyanyi dengan baik dan benar, liriknya mendidik dan menggembalakan kita. Tertulis, “… dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam Mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani…” (Efesus. 5:19). Menurut ayat itu ketika bernyanyi kita “berkata-kata” (Yunani lalountes, laleo = mengucapkan kata-kata secara jelas dan dimengerti; juga berarti; mengajar atau menuntun). Nyanyian gereja berfungsi untuk mengajar dan menuntun kita.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Nyanyian gereja penting. Yang penting lagi adalah bisa menyanyikannya. Ambil contoh buku nyanyian NKB. Buku ini berbobot mutu musikologi, teologi, sastra, dan sifat ekumenis-historis. Tetapi dari 230 lagunya, ada banyak yang tidak pernah dinyanyikan. Kenapa? Wong pendetanya sendiri enggak bisa! Padahal isi buku begitu bagus. Simak Kristologi di NKB 72 dengan irama Afrika dan lirik Jerman terjemahan Van Dop. Tetapi, sorry , nyanyinya enggak bisa! NKB memang punya dua arti. Resminya; Nyanyikanlah Kidung Baru. Nyatanya: Nyanyilah Kalau Bisa. Kalau bisa….!

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kita dapat saja berkelit tingkat kerusakan serta level kebrutalan yang dihasilkan bonek Persebaya jauh lebih parah. Namun, perilaku kekerasan tetaplah layak dikutuk dan harus dihindarkan, apalagi jika mengakibatkan luka-luka, balas dendam, dan kerugian material yang mahal harganya. Dalam situasi sosial demikian, kita wajib menjalankan refleksi: Untuk apa pertandingan sepakbola yang dilakukan dengan berbagai jenis penamaan kompetisi yang terkesan anggun namun sebenarnya keropos itu? Dalam level Asia Tenggara, misalnya, bukankah prestasi sepakbola kita sangat memalukan sekaligus memilukan?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kondisi serba tragis ini, sekali lagi, mengharuskan kita berpikir kembali: Apakah sesungguhnya makna sepakbola bagi masyarakat Indonesia? Apakah sepakbola sebagai permainan atraktif yang mampu menyatukan warga bangsa yang secara geografis berjauhan? Jawaban terhadap pertanyaan itu semakin menghasilkan capaian yang begitu negatif. Sebabnya, sepakbola justru menjadi arena melakukan pertarungan, pelecehan, pertikaian, dan perkelahian pendukung yang memiliki latar belakang kekotaan berlainan. Bahkan, secara hiperbolis dapat dikemukakan neotribalisme (kesukuan dalam bentuk baru akibat dipisahkan regulasi birokratis dan geografis perkotaan) melanda sepakbola kita.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam sudut pandang sosiologi, pengikut aliran fungsionalisme memandang sepakbola sebagai perangkat yang setidaknya mampu memenuhi empat kebutuhan. Pertama , memelihara pola-pola sosial yang sudah ada dan memanajemen ketegangan sosial. Kedua , integrasi yang berarti sepakbola bisa menyajikan kerekatan dan identifikasi kelompok, dalam kasus kita adalah bangsa Indonesia. Ketiga , pencapaian tujuan yang berarti dengan menjalankan dan menonton sepakbola penguatan kembali untuk berprestasi semakin mampu dipompa. Keempat , adaptasi yang bermakna bahwa karena sepakbola menggunakan keterampilan fisik, seluruh pihak yang berpartisipasi, penonton tanpa terkecuali, mampu menyiapkan diri dan mengatasi persoalan-persoalan lingkungan yang melingkupinya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pertama , alienasi, yang berarti sepakbola justru mengasingkan individu-individu dari tubuh dan kesadaran mereka sendiri. Kedua , sepakbola dimanfaatkan negara dan kalangan elite ekonomi yang lebih berdaya untuk melakukan hegemoni atau penindasan secara halus untuk menjalankan kontrol sosial. Ketiga , sepakbola hanya mempromosikan komersialisme dan materialisme. Keempat , sepakbola hanya mendorong terciptanya nasionalisme sempit, militerisme, dan seksisme, atau dalam kasus yang lebih aktual sepakbola sekadar mendorong kemunculan neotribalisme yang berbasis pada identitas perkotaan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Penilaian yang dikemukakan perspektif konflik memang terasa negatif dan berkecenderungan menaruh kecurigaan berlebihan pada sepakbola kita. Namun, semua itu terpulang kembali pada bagaimana kita berpikir mengenai eksistensi persepakbolaan itu sendiri. Pihak-pihak yang cenderung berpikir tidak kritis akan setuju dengan pandangan yang disajikan pendekatan fungsionalis. Sebabnya masyarakat, dan berbagai pelaku kekerasan yang terdapat dalam sepakbola, sekadar dianggap sedang mengalami ketidakseimbangan sosial ( social disequilibrium ) yang dengan sendirinya akan mengalami penyesuaian ke arah stabilitas.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Namun diplomasi ekonomi ke Selatan pun menjadi agenda penting. Korsel yang ekonominya bangkit pesat mulai dekade 1970-an, memperhatikan ASEAN khususnya Indonesia, sebagai pasar potensial produk-produknya, bahkan menjadi mitra dagang ke-10. Hubungan Indonesia-Korsel mengejutkan karena pada awal Mei 2007, rombongan besar pengusaha Korsel berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungan tiga hari itu, 190 pengusaha mewakili 10 sektor usaha dan pejabat Korsel dipimpin Menteri Perdagangan, Industri dan Energi, Kim Young-jo, melakukan sejumlah kesepakatan investasi energi, dan kerja sama ekonomi dengan Indonesia.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Di sektor energi, Korsel berminat membangun rel kereta api untuk angkutan batu bara dan penumpang di Kaltim. Pembangunan rel KA 700 km itu bernilai US$ 1 miliar. Produksi batu bara cair di Kaltim pun diupayakan berkapasitas 5.000 barel per hari. Korsel amat memperhatikan energi untuk menjalankan industrinya yang bertumbuh pesat. Untuk itu BUMN energi Korsel KNOC-Korea National Oil Corporation dan SK Corp menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pertamina untuk membangun proyek LNG di Sumatera Selatan. Proyek kerja sama produksi elpiji itu bernilai US$ 155 juta dengan kapasitas produksi 350 juta kubik kaki sehari.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Proyek LNG Bintuni di Papua oleh British Petroleum Indonesia itu memiliki cadangan gas alam sebanyak 14 triliun kaki kubik. Jelas Korsel dengan PDBnya sebesar 4,5 persen dan industri nasionalnya yang bertumbuh pesat menyaingi Jepang dan Tiongkok, amat memerlukan energi. Kogas Korsel mengimpor 24,6 juta ton LNG setiap tahun dan 5,3 juta ton di antaranya dari Indonesia. Minat energi Korsel ini juga menunjukkan betapa besarnya minat energi negara-negara ekonomi Asia Timur, seperti Jepang dan Tiongkok. Logis, karena selain keperluan energi industri dan rumah tangganya besar, negara-negara tersebut tak punya cadangan energi dalam negeri. Tiongkok malahan memburu energi ke seluruh pelosok dunia, khususnya ke negara-negara produsen energi migas di Amerika Latin, Afrika, Asia Pasifik, dan Rusia.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sejak lama Korsel meminati kerja sama investasi dan membangun proyek-proyek ekonomi di Indonesia. Dan terhitung pada akhir 2006, Korsel dengan 1.200 perusahaannya memiliki nilai investasi di Indonesia sebesar US$ 6 miliar dan ditambah dengan MoU yang baru, berarti investasi Korsel sebesar US$ 9,31 miliar. Sedangkan neraca dagang Indonesia-Korsel 2006 mencapai jumlah US$ 13,7 miliar. Korsel selama ini berada dalam lima besar investor asing, selain Amerika Serikat, Jepang, negara-negara Uni Eropa, Taiwan, dan Tiongkok.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Bidang ekonomi yang potensial dikembangkan adalah perikanan, pertanian, pariwisata, dan industri. Unit-unit usaha sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat perlu dilakukan dengan pendekatan ekonomi kerakyatan. Pertanian memang masih menjadi andalan utama, namun sektor perikanan dan kelautan belum digarap dan dikembangkan. Pengelolaan galangan kapal, penangkapan dan pelelangan ikan, cold-storage , pembinaan industri rakyat, adalah contoh-contoh kegiatan usaha yang bisa dikembangkan dengan melibatkan masyarakat lokal. Lebih 60 desa di pesisir pantai Kepulauan Nias membutuhkan program pemberdayaan yang tepat untuk membantu nelayan mengelola sumber daya laut dengan baik dan benar.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Untuk membangun iklim dan semangat persaingan yang sehat dan wajar, lahirlah UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Selanjutnya lahir pula Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang diresmikan 7 Juni 2000, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden No 75 Tahun 1999. Tugasnya mengawasi pelaksanaan UU No 5 Tahun 1999 tersebut, serta memberikan saran dan pertimbangan kebijakan kepada pemerintah. Dalam pelaksanaan tugasnya, KPPU bertindak independen dan profesional, serta secara aktif memberikan saran dan masukan kepada pemerintah, agar kebijakan yang dibuat dapat mendorong perkembangan industri sesuai dinamika bisnis yang berkembang.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Untuk itu, KPPU banyak berinteraksi dengan departemen dan lembaga di pemerintahan, melalui pemberian rekomendasi dan saran yang menyangkut dinamika pada perekonomian Indonesia. Contoh kasus yang menonjol adalah ketika KPPU memberikan pertimbangan dan rekomendasi kepada Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi, mengenai penetapan tarif oleh INACA (Indonesia National Air Carriers Association). KPPU menyarankan pencabutan pelimpahan wewenang yang diberikan kepada INACA dalam menetapkan tarif penumpang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri, sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan No 25 Tahun 1997, dan membatalkan kesepakatan harga yang dibuat INACA. Selanjutnya dalam penetapan struktur dan golongan tarif angkutan udara niaga berjadwal hendaknya pemerintah memperhatikan kepentingan masyarakat dan kepentingan penyelenggara angkutan udara sebagaimana tercantum dalam UU No 5 Tahun 1999.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Contoh yang mengemuka adalah munculnya persaingan ketat di sektor transportasi udara, yang bermuara pada reduksi tarif yang signifikan mencapai lebih dari 50 persen. Kondisi itu tidak lepas dari peran KPPU yang memberikan saran agar kewenangan INACA dalam penetapan tarif dicabut. Pemerintah kemudian membebaskan penetapan tarif angkutan udara sesuai dengan mekanisme pasar yang berimbas terhadap semakin pesatnya perkembangan transportasi nasional. Persaingan di sektor transportasi udara memiliki efek ganda terhadap efisiensi di moda transportasi lainnya, yakni darat dan laut.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Hubungan yang sangat erat antara negara dan agama pada gilirannya akan memperteguh semangat keagamaan yang masuk ke dalam institusi negara dalam bentuknya yang formalistik. Lihat saja pendirian partai-partai agama sejak Pemilu 1999 hingga sekarang, berlakunya syariat agama sebagai hukum negara (Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Zakat, perda syariat, dan lain-lain), dan orientasi agama yang formalistik dalam perilaku pejabat-pejabat publik. Fenomena semacam ini sesungguhnya mencerminkan betapa agama sangat bergantung kepada negara.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Secara historis, negara Islam atau Khilafah Islamiyah pernah dipraktikkan dalam sejarah Islam, sejak al-Khulafa’ al-Rasyidun hingga Turki Utsmani. Negara Islam adalah negara yang memberlakukan syariat Islam dan kedaulatan di tangan Tuhan (Allah SWT). Di dalam konsepsi negara yang seperti itu, ada tiga komponen penting yang menjadi pilar, yakni; masyarakat Muslim, hukum Islam atau syariat Islam, dan khalifah. Tiga komponen ini menjadi prasyarat berdirinya negara Islam yang sah (Javid Iqbal, 1987).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Formulasi itu kemudian dijabarkan lebih lanjut oleh Hasan Turabi (1987), bahwa negara Islam memiliki landasan teologis yang kuat. Pertama , negara Islam tunduk pada doktrin tauhid, yang meniscayakan religiusitasnya dan sebaliknya menolak sekularisasi. Kedua , negara Islam bukanlah negara yang dibatasi wilayah teritorial (nasionalitas), karena kesetiaan utama hanya diberikan kepada Tuhan, setelah itu barulah diserahkan kepada masyarakat (umat). Karena itu, Islam tidak memperbolehkan adanya kesetiaan terbatas; etnis atau teritorial.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Secara historis, praktik negara dalam Islam mengalami proses perubahan dan cenderung menyesuaikan diri terhadap situasi sosial masyarakat. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad di Madinah adalah negara historis, yang senantiasa berubah sesuai kebutuhan. Evolusi negara yang dimulai sejak Muhammad di Madinah sampai masa Turki Utsmani adalah negara historis, bukan negara ideologis-teokratik yang sudah dibakukan di dalam al-Qur’an dan Sunnah . Karena itu, negara di Madinah hanyalah sekadar kebutuhan manusiawi, yang aturan implementatifnya diserahkan kepada manusia (Asghar Ali Engineer, 2000).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Selain itu, konseptualisasi negara Islam, atau Khilafah Islamiyah sesungguhnya bertabrakan dengan demokrasi. Tabrakannya terletak pada prinsip dasar, seperti pluralisme, ide kedaulatan, dan konstitusi. Demokrasi jelas menolak ide kedaulatan Tuhan dan berlakunya syariat Islam di dalam komunitas masyarakat plural, yang di dalam konsep negara Islam sebagai sesuatu yang prinsip. Ditambah lagi, dengan tidak adanya contoh konkret negara Islam, atau Khilafah Islamiyah yang ideal di dunia, bahkan di Timur Tengah yang memiliki tradisi Islam kuat. Apakah Arab Saudi, Pakistan, Iran dapat disebut sebagai representasi prototipe negara Islam, atau Khilafah Islamiyah yang sesungguhnya?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ambillah satu tragedi yang terjadi pada 2004. Jasih, istri seorang kuli pelabuhan, mengakhiri hidupnya dan hidup kedua anaknya, Galang dan Galuh, dengan menyulut api hingga melalap mereka di atas tempat tidurnya. Tiga bulan sebelum itu, Galuh, putra keduanya, dideteksi mengidap kanker otak, sedangkan keluarga itu harus hidup dengan upah sang ayah yang relatif kecil. Dapat diduga keadaan itu menelan diri Jasih dalam relung ketidakberdayaan, dan perasaan gundah yang dahsyat itu menggerakkannya hingga ia cukup nekat memutus nyawanya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kapankah suatu persoalan selayaknya dipandang sebagai permasalahan publik? Sosiolog C Wright Mills (1959) dengan jelas menggariskan, suatu persoalan dapat dipandang sebagai permasalahan publik adalah ketika diketahui persoalan itu disebabkan oleh tidak berjalannya institusi publik yang berperan menjaga kestabilan masyarakat. Gejalanya jelas. Bila seorang lelaki mengakhiri hidupnya karena patah hati, hal itu merupakan persoalan pribadi. Namun tatkala tindakan tersebut dilansir karena tekanan ekonomi, tindakan itu menandakan adanya permasalahan publik yang akut pada institusi kenegaraan yang mewadahi hidupnya itu.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Di Jepang, negeri yang terkenal dengan problem bunuh dirinya, mayoritas pelaku bunuh diri adalah lelaki paruh baya yang berusia 40 hingga 60 tahun. Lelaki pada usia tersebut umumnya adalah tulang punggung dari keluarga di Jepang, dan Pemerintah Jepang tidak memberikan jaminan sosial bagi keluarga yang masih memiliki lelaki dalam rentang usi itu. Akibatnya, saat krisis Asia yang mencapai klimaksnya pada 1998, angka bunuh diri di Jepang melampaui batas psikologis, yaitu 30.000 jiwa per tahun. Pertumbuhan sektor riil yang menurun dari 5 persen menjadi 1,6 persen pada 1997, menyebabkan gelombang PHK besar-besaran. Kemungkinan, kepala keluarga yang dipecat dari pekerjaannya, melihat bahwa keluarga yang tidak memiliki ayah lebih mudah mendapatkan jaminan kesejahteraan dari pemerintah. Mekanisme birokrasi tersebut melandasi tindakan bunuh diri mereka, yang dimaksudkan untuk membebaskan dirinya dari rasa malu yang luar biasa karena tidak sanggup menghidupi keluarganya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tikus mati di lumbung padi bukan karena ia bodoh, tetapi karena karung padi di lumbung itu tidak bisa dilubangi. Adalah hal yang wajar apabila petani mencoba melindungi padinya dari tikus karena itu bisa merugikannya, tetapi mengapa petani bernama pemerintah berupaya melindungi berasnya itu dari rakyat? Tikuskah rakyat? Bila begitu anggapan pemerintah, wajar halnya busung lapar merebak di wilayah yang kaya akan beras seperti NTB. Dan ironi itu sampai pada klimaksnya. Mereka yang tidak tahan dengan “kelaparan” itu mengakhiri hidupnya, tetapi kehidupan politik tetap berjalan sebagaimana wajarnya, yakni bersoal dengan hasrat pejabat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pertemuan G-8 di Jerman belum lama ini yang juga membicarakan isu pemanasan global, tidak membuat keputusan signifikan mengenai langkah konkret mengurangi emisi GRK penyebab ERK, sebagaimana dimandatkan Conference on Parties (COP) 3 on Climate Change di Kyoto, yang dikenal sebagai Protokol Kyoto. Walaupun Kanselir Angela Merkel berjuang mengusulkan agar ada langkah konkret berupa target persentase pengurangan emisi GRK dari negara maju, ternyata Amerika Serikat yang merupakan salah negara penyumbang emisi terbesar dunia, menolaknya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sikap AS menolak meratifikasi dan melaksanakan Protokol Kyoto yang mewajibkan negara-negara industri maju mengurangi industri mereka yang menjadi penyebab emisi GRK, dapat dimaklumi dilihat dari kepentingan nasional mereka sendiri. Selama ini AS menyebut angka pengangguran dalam negeri bisa melonjak tinggi kalau mereka mengurangi industri dan itu berarti gejolak politik dalam negeri. Namun, barangkali dapat dikatakan alasan itu hanyalah alibi untuk membenarkan agenda lebih besar dalam politik pasar global yang mereka motori.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebagaimana kita maklumi, Presiden George W Bush adalah pendukung dan pelaksana utama ideologi pasar global yang menghendaki pasar dibuka bebas dan liar demi memajukan ekonomi dunia. Sebagai negara yang menguasai kapital global, termasuk teknologi, wajar sekali AS lebih suka pasar tidak diatur sehingga memberi keleluasaanbagi mereka menguasai sumber-sumber ekonomi yang selama ini masih dilindungi peraturan nasional suatu bangsa atau oleh berbagai kesepakatan, konvensi, dan hukum internasional. Banyak organisasi internasional dibentuk kemudian diperalat untuk menyukseskan agenda pasar global tersebut.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Akar dari ideologi pasar global adalah liberalisme atau lebih tepat disebut neoliberalisme yang dikembangkan filsuf seperti Adam Smith, John Locke, Thomas Hobbes, dan John Rawls tentang hubungan antara individu dan institusi politik (negara). Bagi mereka, individu adalah suatu ciptaan otonom yang seharusnya berbuat menurut panduan kehendaknya sehingga menghasilkan kemakmuran ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bersama. Institusi, termasuk negara dibutuhkan hanya sebagai fasilitator, bukan regulator.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mungkin pemanasan global bersama pasar global akan mengakhiri kehidupan kita di planet bumi ini. Sementara itu dunia kita hanya mengurus hal-hal kecil dan teknis dalam menyikapi ancaman global tersebut. Pemerintah Indonesia bersama pemerintah negara terkebelakang lainnya hanya bernegosiasi meminta sejumlah dana kompensasi kerugian parsial tanpa keseriusan memperjuangkan kepentingan planet bumi keseluruhan. Kita bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah COP on Climate Change, Desember 2007. Ini momentum membunyikan genderang “perang” terhadap negara-negara maju agar bersedia mundur dari egoisme nasional mereka untuk bersama-sama menyelamatkan bumi dari ancaman kehancuran.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tragedi yang tak kalah memprihatinkan juga dialami kurang lebih 400 TKI/TKW yang diperlakukan tidak manusiawi oleh majikan di Arab Saudi. Kini mereka tertahan di barak penampungan yang mirip penjara di Riyadh. Di antara korban TKI di Arab Saudi itu adalah Shinta Marlina Reza (20), TKI asal Cianjur, yang nasibnya terkatung-katung selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir setelah disiksa oleh majikannya di Arab Saudi hingga cacat tangan kanan dan buta kedua matanya. Selain Shinta, ada juga Ratna binti Marzuki (40), TKW asal Sukabumi yang melarikan diri dari tempat penampungan dan mengungkapkan adanya kasus penyekapan TKI tersebut.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Berdasakan definisinya, perlindungan TKI menurut Undang-Undang No 39 Tahun 2004 adalah segala upaya untuk melindungi kepentingan calon TKI/TKI dalam mewujudkan terjaminnya pemenuhan hak-haknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, baik sebelum, selama, maupun sesudah bekerja. Sedangkan berkaitan dengan tugas perlindungan TKI yang khusus ditugaskan kepada BNP2TKI sebagaimana disebutkan dalam Perpres No 81 Tahun 2006 adalah mempunyai tugas merumuskan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan teknis perlindungan TKI yang meliputi standardisasi, sosialisasi dan pelaksanaan perlindungan mulai dari pra-pemberangkatan, selama penempatan, sampai dengan pemulangan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kedua , permasalahan mendasar lainnya dalam perlindungan TKI di luar negeri juga dihadapkan pada masalah kurang atau tidak adanya kedisiplinan dan pertanggungjawaban yang sungguh-sungguh dari aparat pemerintah yang bertugas di KBRI/KJRI untuk melindungi TKI di negara-negara tersebut. Bahkan berdasarkan informasi, keberadaan beberapa oknum aparat di KBRI/KJRI justru menjadi bagian dari permasalahan itu sendiri, sehingga menjadi kendala yang mempersulit upaya perlindungan TKI, karena mereka itu turut mengambil kesempatan dan keuntungan dari permasalahan TKI tersebut.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Oknum itu terindikasi, misalnya menjadi calo-calo atau agency dari TKI yang menghadapi masalah habis masa kontrak kerja atau habis masa tinggalnya di negara tersebut, atau TKI yang terkena PHK, atau juga TKI yang karena terpaksa melarikan diri dari majikannya. Kemudian TKI yang berada di dalam kekuasaannya itu diperdagangkan kembali kepada pihak-pihak tertentu. Sebagai contoh dari beberapa informasi yang terungkap, khusus di negara-negara timur tengah seperti Arab Saudi, disinyalir oleh berbagai pihak sering terjadi kasus percaloan dan perdagangan gelap TKI/TKW. Oknum itu sama sekali tidak memedulikan tanggung jawabnya melindungi TKI/TKW, tapi malah bertindak seperti preman atau bagian dari mafia perdagangan gelap TKI/TKW.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ketiga , dilihat dari sisi pengguna TKI di luar negeri, selama ini mereka tidak merasa punya kewajiban melindungi TKI sesuai dengan aturan hukum dan HAM Indonesia. Mereka cenderung tidak peduli dengan apa pun kata peraturan hukum dan HAM yang berlaku di Indonesia. Satu-satunya cara untuk mengikat kepedulian mereka dan bisa dituntut secara hukum apabila dilanggar adalah dengan melakukan perjanjian tertulis (MoU), baik perjanjian antara Pemerintah negara Indonesia dan negara pengguna TKI (G to G), atau pemerintah Indonesia dengan pihak-pihak yang berkepentingan menggunakan jasa TKI.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dari kedua peraturan itu sama sekali tidak mempersyaratkan dibuatnya perjanjian yang lebih khusus dengan pihak pengguna langsung, seperti unit-unit rumah tangga untuk sektor TKI pembantu rumah tangga. Sebab, permasalahannya selama ini justru pada tingkat pengguna langsung TKI di tingkat rumah tangga inilah yang sering bermasalah. Ketiadaan persyaratan perjanjian secara langsung ini menyebabkan lemahnya posisi tawar dan perlindungan hak asasi TKI pembantu rumah tangga berhadapan dengan pihak majikannya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Keempat , bermasalahnya perlindungan TKI di luar negeri juga disebabkan oleh karena faktor ketidaksiapan TKI itu sendiri yang pada umumnya terlalu dipaksakan untuk bekerja di luar negeri, terutama sebagai pembantu rumah tangga. Ketidaksiapan itu berkaitan dengan banyak hal, terutama terkait dengan ketidakmampuannya untuk memahami bahasa dan cara berkomunikasi di tempat kerja, juga ketidakmampuannya untuk memenuhi tuntutan kerja dan memahami cara bekerja yang sesuai dengan suasana di tempat kerja.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kelima , selanjutnya masalah perlindungan asuransi bagi TKI yang bekerja di luar negeri, banyak mendapat masalah karena sistem perasuransian TKI yang ada di Indonesia selama ini sering tidak diakui di negara tempat TKI bekerja tersebut. Di samping, sering juga para TKI ditipu oleh para calo yang mengatasnamakan perantara ke perusahaan asuransi. Mereka ini sangat pandai sekali memanfaatkan keadaan dan mengambil kesempatan di tengah sempitnya waktu persiapan berangkat ke luar negeri. Biasanya modus operandinya dengan cara bekerja sama dengan orang dalam perusahaan PJTKI atau mengatasnamakan utusan dari perusahaan asuransi tertentu, dan sebagainya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pertama , perlu meningkatkan kemampuan dan keahlian berdiplomasi bagi para diplomat di Kedubes RI dan Konjen RI di luar negeri, khususnya di negara-negara penempatan atau yang selama ini menjadi tujuan TKI yang tergolong besar dan sering bermasalah. Para diplomat itu harus diisi atau dilengkapi oleh para aktivis dan profesional hukum dan HAM yang piawai, berpengalaman, mempunyai jaringan yang kuat dan dapat diterima, serta diakui di negara setempat, sehingga dapat optimal melakukan pembelaan TKI. Pada posisi inilah peran BNP2TKI yang memiliki kewenangan menempatkan personelnya di Kedutaan Besar RI (KBRI) atau di Konsulat Jenderal RI (KJRI) di negara-negara tersebut, perlu menempatkan personel yang mempunyai berkualitas dan terpercaya tersebut.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Vietnam merupakan suatu negara skala menengah. Luasnya sekitar 331.700 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk sebanyak 79,7 juta (tahun 2005). Tanahnya subur dengan sumber daya alam melimpah. Cadangan batu bara, minyak dan gas, bauksit, melimpah. Selain itu, tenaga kerja muda terhitung lebih muda usia dan berpendidikan lebih baik dibandingkan dengan negara berkembang lain, dengan pendapatan per kapita setingkat. Mereka berketerampilan baik ( good workmanship ), kreatif, dan senantiasa menghargai inovasi. Karena itu cepat menyerap kemajuan ilmu dan teknologi. GDP per kapita adalah US$ 566 pada 2006.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mulai tahun 2001 sebagai awal telah ditetapkan beberapa target. Pertama , restrukturisasi bank pemerintah dan meningkatkan kinerja sistem bank komersial. Kedua , memelihara tingkat pertumbuhan ekspor yang tinggi, dengan memperbaiki kemampuan/kompetensi dalam menarik investasi asing ( Foreign Direct Investment ) dan Bantuan Resmi untuk Pembangunan dari luar negeri (Official Development Assistance). Ketiga , secara kontinu merenovasi dan membangun pendidikan, penelitian ilmiah dan menangani secara professional isu-isu kemasyarakatan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Prioritas utama adalah pertumbuhan ekonomi. Dengan menyadari realita kebutuhan akan pertumbuhan, ternyata model pertumbuhan yang didorong ekspor negara industri baru Asia yang berhasil mempunyai daya tarik dan kenaikan ekspor serta arus modal asing dalam tahun-tahun belakangan ini, menumbuhkan optimisme bagi berbagai kalangan pembuat kebijakan dan bisnis. Mereka menganggap bantuan luar negeri dan investasi sebagai dorongan yang menentukan pada take off , dan karena itu industri yang berorientasi pada ekspor diberi prioritas utama.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dengan Doi Moi, terdapat semacam premis bahwa etnik keturunan China diharapkan menjadi “bintang harapan” ( wishing stars ) bagi restrukturisasi ekonomi Vietnam. Sebelum 1975 (Amerika Serikat angkat kaki dari Vietnam) penduduk etnik China di Ho Chi Minh City (dulunya Saigon) adalah 800.000 dengan penguasaan: 50 persen bisnis keuangan dan perbankan, 80 persen industri manufaktur, dan 90 persen impor-ekspor. Maka, setelah tahun 1986, jumlah etnik itu adalah 520.000 dan telah menggenjot perbaikan ( recovery ). Hasilnya, kembalinya sekitar sepertiga dari kekuatan ekonominya yang mereka miliki sebelum 1985, seperti ditulis David Ch’ng dalam The Overseas Chinese Entrepreneurs in East Asia -background, business practices and international networks, 1995).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Para “bintang harapan” ini memiliki jaringan kerja atau guanxi yang rapi, tanpa banyak ulah, dengan etnik China dari Taiwan, Hong Kong, dan Asia lain, yang melakukan investasi di Vietnam. Dasar jaringan kerja mereka adalah “ sun yang ” atau “ shin yung ” (yang diterjemahkan sebagai kredibilitas atau trustworthy ). Sama seperti pelaku bisnis negara tetangga mereka, format bisnis mereka tetap UKM. Mereka belum berpikir ke skala besar, karena tidak sesuai dengan modern socialist market economy mereka.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pertama , Presiden selama ini ternyata tidak well-informed mengenai kasus Lapindo. Padahal, setiap pagi, sarapan pertama seorang Kepala Negara adalah baca koran. Untuk presiden, tentu ada staf khusus yang mempersiapkan kliping koran. Seorang Presiden Amerika lain lagi. Kecuali kliping koran, setiap pagi ia harus membaca executive summary yang dibuat oleh CIA. Dalam tempo tidak lebih 30 menit, Presiden Bush sudah mendapat informasi tentang situasi global, khususnya yang terkait dengan kepentingan negeri adidaya itu.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Undang-undang mengatakan Jakarta adalah Ibukota Republik Indonesia. Fakta ini mengandung arti penting dari sudut pandang hukum tata negara. Jika suatu keputusan presiden, misalnya, ditetapkan bukan di Ibukota, secara hukum keputusan itu dapat digugat keabsahannya. Surat Perintah 11 Maret (1966), misalnya, ditandatangani di Bogor atau Jakarta? Ketiga perwira tinggi utusan Jenderal Soeharto bersikeras bahwa Supersemar diteken di Istana Bogor. Lalu, kenapa di bawah dokumennya kemudian ditulis “Jakarta, 11 Maret 1966”?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Keterangan Sekretaris Kabinet maupun Menteri/Sekretaris Negara bahwa keputusan Presiden berkantor di Surabaya bertujuan untuk melihat langsung penanganan persoalan lumpur panas sungguh mengenaskan, sekaligus memperlihatkan betapa tidak efektif roda pemerintahan kita, khususnya yang berada di bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Kenapa harus Presiden yang “turun gunung”? Toh, pada kenyataannya, Presiden sebelumnya sudah dua kali meninjau langsung ke lapangan, seraya memberikan arahan dan perintah kepada aparat daerah.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Segala sesuatu yang berkaitan dengan China memang pantas dikagumi. Sampai Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan umatnya, dalam menuntut ilmu kalau perlu pergi ke China. Orang-orang Cina bukanlah China karena di (negeri) China ada sesuatu yang membuat mereka menjadi Cina. Orang Cina adalah China karena ada suatu peradaban China, suatu sistem nilai yang sudah tua ketika Yunani masih muda. Orang-orang Yunani tidak menemukan China, tetapi orang Chinalah, berupa person Zhang Quian menjelang tahun 125 Sebelum Masehi, yang menemukan mereka.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Yang membuat peradaban itu pantas dikagumi bukanlah karena ketuaan umurnya itu saja, tetapi berhubung dalam pertumbuhannya ia mengembangkan nilai-nilai keilmuan fundamental yang dewasa ini diakui sangat menentukan kekuatan penalaran manusia. Cendekiawan China sudah menghitung pi jauh sebelum matematikawan Yunani terpikir mengetahui perbandingan antara diameter dan keliling lingkarannya. Apa yang di Prancis disebut The Triangle of Pascal, yaitu koefisien binomial, dipaparkan versi Chinanya oleh Chou Chie Kie 350 tahun sebelum Pascal sendiri mengetengahkannya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebagai pendatang mereka sadar tidak akan berkesempatakn bertani atau berperan dalam administrasi pemerintahan sebagaimana layaknya penduduk pribumi. Yang terbuka adalah bergerak di bidang jasa jual-beli barang/produk yang lazim disebut berdagang, yang lambat-laun mereka lanjutkan menjadi kegiatan bisnis umum, unsur penting bagi jalannya perekonomian. Jadi mereka mengembangkan kiat dan keterampilan yang di dalam peradaban (kehidupan) China tradisional tidak dianggap sebagai kegiatan terpandang, apalagi profesi terhormat. Maka setinggi-tinggi peradaban China, tidak ada ditulis buku yang membahas perekonomian secara naluriah, seperti dilakukan di Eropa oleh Adam Smith, Ricardo, Jean Baptist Say, dan Quesnay.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Bila demikian keturunan Cina yang turun-menurun berada di antara kita merupakan modal intelektual bagi ekonomi nasional yang disiapkan untuk mampu bersaing di kancah ekonomi global. Stok modal intelektual penting karena kita berada di tengah-tengah proses globalisasi yang menciptakan Era Informasi berkat, pada gilirannya, pelibatan pengetahuan. Begitu rupa hingga pengetahuan menjadi the preeminent economic resource , lebih penting daripada bahan baku, lebih penting, kadang-kadang, daripada uang.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam beroperasi di lingkungan ekonomi global, pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman sering lebih menentukan daripada pengetahuan yang didapat dari pembelajaran formal. Warga Indonesia keturunan Cina ini tak pelak lagi merupakan pebisnis yang mampu mengubah untapped, unmapped knowledge of a commercial organization into the greatest competitive as well as informative weapon . Kegiatan di pasar finansial internasional menunjukkan informasi mengenai uang adakalanya menjadi lebih bernilai daripada uang itu sendiri. Ini berarti intangible economy bisa berukuran sama, bahkan, lebih besar daripada the tangible economy.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Maka alih-alih merayu pebisnis China agar mau berinvestasi di negeri kita, yang tidak tanpa risiko, jauh lebih baik kita -pemerintah, elite politik dan rakyat- menerima dan mempercayai sepenuhnya pengusaha kita keturunan Tionghoa sebagai bagian dari kelas menengah, tanpa prasangka dan diskriminasi terselubung di bidang apa pun. Akuilah mereka sebagai warga ( citizen ) dan bukan sekadar kawula ( subject ) dari negara bangsa Indonesia. Dengan pengakuan dan kepercayaan itu mereka pasti mau mengubah diri dari pedagang kelontong menjadi industriawan yang andal dan profesional, yang relatif lebih berisiko.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Walaupun sampai sekarang masih ada saja pejabat atau administrator melakukan diskriminasi, pada umumnya mereka tetap merasa orang Indonesia, termasuk yang pernah mengalami perlakuan tidak manusiawi dalam Kerusuhan Mei 1998. Mereka tunas peradaban tua yang mantap dan kini semakin mumpuni karena dipupuk dengan suatu nilai hidup keseharian global olahan the spirit of survival . Mereka pemegang andil dalam khazanah pengetahuan dan keterampilan yang disimpulkan dari pengalaman berbisnis dari generasi ke generasi.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Jadi kegagalan di tingkat mikro tidak bisa mengimbangi kegagalan di tingkat makro ekonomi. Hal yang sama mungkin bisa terjadi bila Visi 2030 yang dicanangkan Presiden Yudhoyono 22 Maret 2007, diterapkan konsekuen. Tingkat makro visi ini didekati secara teknokratis tidak membumi, persis di zaman Orde Baru. Di tingkat mikro sama sekali tidak menyinggung secara eksplisit kehadiran dan peran pengusaha keturunan Tionghoa. Padahal kegiatan bisnis di tingkat itu sangat diperlukan demi mewujudkan aspirasi pemerataan yang didambakan rakyat banyak.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam buku berbentuk bunga rampai itu Erik Fromm mencoba memaparkan pada pembaca bagaimana membangun sebuah komunitas mondial yang berbobot humanistik. Di dalamnya ia berupaya meyakinkan pembaca bahwa kualitas kehidupan sosial bukan pada uang, bukan pada kekuasaan, bukan pula pada bangkitnya naluri-naluri kebinatangan yang berintikan pada sikap agresif dan destruktif dalam praksis, melainkan pada basis kesadaran akan membangkitkan dan menghargai sisi mendasar kemanusiaan. Seyogianya sebagai bagian dari kehidupan manusia Erik Fromm melihat politik juga perlu dibangun atas fundasi nilai- nilai kemanusiaan itu.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kedua, berbasis pada kesadaran di atas, maka perlu ada perubahan cara pandang dan paradigma terhadap episteme politik itu sendiri. Fromm menyadarkan kita semua sesungguhnya episteme politik justru terletak pada kebangkitan nilai-nilai humanisme masyarakat. Dengan kesadaran ini sesungguhnya politik adalah wadah untuk membuat masyarakat semakin mampu menghayati sisi kemanusiaannya. Dasar bangunannya adalah kreativitas, kerja maksimal serta kebebasan positif dan tanggung jawab terhadap hidup orang lain.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Lalu, muncullah pertanyaan perihal moral, dan peran negara sebagai pilar utama dalam menjaga moral kehidupan bangsa dan negara. Pertanyaan ini muncul dari kelompok pemikiran institusionalisme dan kelompok liberal reformis yang mengajukan pemikiran tentang penting peran negara dalam menangani persoalan-persoalan ekonomi. Sebab, pasar dalam mekanismenya sulit bekerja secara sempurna. Apalagi, kesejahteraan membutuhkan redistribusi pendapatan, sumber-sumber dan kesempatan, dan negara memiliki kekuasaan untuk mengaturnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kelompok liberal reformis inilah yang mendukung negara kesejahteraan ( welfare state) dengan menekankan demokrasi berbasis pasarlah yang dapat menjamin keadilan dan kesejahteraan warga. Negara juga berfungsi melindungi warga dari ketimpangan ekstrem akibat free fight capitalism yang dalam realitasnya selalu berpihak pada yang kuat. Demi kesejahteraan, negara berfungsi menebar jaringan pengaman sosial saat ekonomi mengalami krisis berkepanjangan. Karena pasar dalam mekanismenya sulit bekerja maksimal dan sempurna, perlu keterlibatan negara dengan melaksanakan fungsi utamanya yaitu sebagai pengelola kesejahteraan warga.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kini, di dalam persaingan yang sangat tajam di bidang ekonomi yang dijerat semangat kapitalisme, negara biar bagaimanapun harus kembali ke semangat awalnya, tatkala negara itu didirikan, yakni berjuang demi kesejahteraan warganya dengan menempatkan keadilan sebagai persoalan moral yang harus dipenuhi. Dalam hal ini, program-program kesejahteraan sosial harus ditafsirkan sebagai koersif secara moral. Argumentasi moral neoliberal yang tersembunyi keberpihakan pada mereka yang kuat harus dibalikkan arahnya kepada keberpihakan bagi mereka yang lemah sebagai wujud keberpihakan moral negara.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ulasan kosmetik di wajah Jakarta pada hari ulang tahunnya kali ini tampak lebih “spesial”. Tidak hanya ondel-ondel dan hiasan penjor, ribuan poster oranye bertebaran laksana kain perca yang menyelimuti kulit Jakarta. “Ayo, benahi Jakarta!” begitu semboyan duet kandidat Adang-Dani. “Jakarta milik semua!” demikian slogan Pasangan Fauzi-Prijanto. Khusus semboyan Adang-Dani, digandeng dengan pertanyaan introspektif yang menjadi sumber berantakannya Jakarta. Ini tampaknya dirumuskan setelah PKS melakukan survei luas beberapa waktu silam.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ketiga , duet calon pimpinan Jakarta yang mengoranyekan Jakarta itu digadang-gadang oleh berbagai organisasi sosial dan kekuatan politik yang sebagian di antaranya acap dikaitkan dengan generasi pelaku politik bereputasi moralis, muda, religius, nasionalis, dan bersahaja. Namun, dari perspektif akal, tebaran poster tidak memberikan pencerdasan kognitif yang berarti kepada konstituen. Pasalnya, selaras dengan berbagai hasil penelitian, kampanye lewat poster tidak cukup untuk memengaruhi perilaku menjadi kongruen dengan pesan dalam poster.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Setelah pemilihan umum untuk memilih presiden dan wakil presiden periode 2004 – 2009, Indonesia yakin telah tumbuh menjadi negara demokrasi terbesar sesudah Amerika Serikat dan India. Terobosan politik yang terjadi di tanah rencong Aceh dalam pemilihan kepala daerah membuat keyakinan kita akan kekuatan demokrasi seakan menjadi utuh. Tanah yang pernah bertahun-tahun disirami darah kekerasan itu mengajarkan kepada kita apa arti demokrasi sesungguhnya lewat kemenangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung sebuah “partai” baru: “Partai Independensi”.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Partai Independensi, karena independen, tidak pernah terdaftar di departemen mana pun, apalagi di Departemen Hukum dan HAM. Tetapi partai ini powerful ; bahkan jauh lebih powerful daripada partai besar mana pun yang selama ini selalu menjadi determinan politik di negri ini. Sayang, di Ibukota, tempat cerdik pandai menguasai perpolitikan Indonesia, Partai Independensi tak berdaya. Partai dukungan para pemuja demokrasi sejati ini terpaksa bertekuk lutut di hadapan “Partai Rupiah”, partai siluman yang juga tidak terdaftar.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Anehnya, berbagai pengalaman buruk tidak pernah membuat para pemburu kekuasaan jera mempercayakan nasibnya pada Partai Rupiah. Fakta kegagalan demi kegagalan tidak membuat homo sapiens Indonesiensis sadar bahwa Partai Rupiah hanya berurusan dengan kuantitas rupiah, bukan kualitas calon. Sebagai spesies homo sapiens abad XXI, homo Indonesiensis seharusnya sudah jauh lebih sadar selama Partai Rupiah berkuasa, politik sebagai the domain of excellence , sebagaimana diyakini Aristoteles dalam tradisi polis Yunani Kuno serta Hannah Arendt, filsuf perempuan kontemporer, hanyalah impian.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Para penjaja kekuasaan memang bekerja dengan bimbingan hukum dagang: “keuntungan instan kini dan di sini”. Mereka tahu sebagian besar pencari kekuasaan di republik ini bukan sekadar risk takers tapi risk seekers . Para risk takers meskipun pemberani tidak begitu saja menjebloskan diri. Rasio masih dengan cukup tenang membimbingnya. Tidak demikian halnya kaum risk seekers ; ada kenekatan di luar nalar dan kontrol kearifan seorang homo sapiens . Permainan politik lalu menjadi semata-mata arena perjudian, luput dicermati akal sehat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mental sebagai risk seekers kekuasaan inilah yang membuat bendera Partai Rupiah akan senantiasa berkibar. Bersama dengan itu, genderang kematian nurani penguasa pun ditabuh, yang sekaligus juga menandai awal baru perburuan rupiah dalam skala dan jumlah yang lebih besar dan terus lebih besar. Jangan heran kalau rakyat tidak hanya cukup menjadi penonton perburuan rupiah; lebih dari itu, mereka sekaligus menjadi mangsa karena atas nama kewajiban sebagai warga negara, setiap rupiah hasil keringatnya selalu bisa dirampas secara legal untuk menggantikan setiap rupiah penguasa yang hilang di atas meja perjudian kekuasaan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sekarang ini menurut analisis Taufiq yang menekankan bahwa ayahnya adalah tokoh Masyumi, sifat dari ancaman radikalisme agama sudah bersifat global. Karena itu pasti akan lebih sulit dihadapi bila terjadi pengulangan konflik antara Negara Pancasila vs Negara Syariah. Penetrasi unsur internasional dalam pola konflik yang sudah berlangsung sejak polemik Natsir dengan Sukarno tentang syariah vs sekuler di tahun 1926 sekarang ini jelas lebih faktual dan konkret ketimbang hanya wawasan di zaman pergerakan tahun 1920-an.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Saya baru saja membaca ulang roman Sam Kok, kisah perang tiga negara di Tiongkok pada abad ketiga Masehi. Dinasti Han runtuh dan selama 61 tahun, muncul tiga negara yang saling merebut hegemoni sebagai penguasa tunggal Tiongkok. Dari pusat Dinasti Han yang kaisarnya dijadikan boneka oleh PM Cao Cao yang kemudian akan diteruskan oleh Suma Yi dan penerusnya, akan lahir Kerajaan Wei. Famili dari kaisar, Liu Bei, mendirikan Kerajaan Shu dengan PM Zhuge Liang alias Kong Ming, yang zaman sekarang setara Henry Kissinger. Kerajaan ketiga, Wu di bawah Sun Qian dan penerusnya Sun Hao.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Masalah bagi Indonesia ialah bagaimana Negara Pancasila bisa survive di tengah kecamuk konflik peradaban a la Huntington dan Sam Kok global. Nuansa pola koalisi semu dan temporer menjadi modus operasi diplomasi dan percaturan politik di Tiongkok era Sam Kok. Perang Sam Kok adalah perang domestik bangsa Tionghoa sendiri, sedang Perang Peradaban global menyangkut tiga entitas peradaban. Indonesia tidak bisa lepas dari konflik internal Muslim yang mayoritas moderat tapi nyaris tidak vokal dengan minoritas ekstrem yang menguasai publik opini.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam hal perwujudan keadilan publik di depan hukum, demi menjaga citra dan kredibilitasnya, Komnas HAM perlu mendesak agar pemerintah Yudhoyono melakukan upaya mengusut kembali aneka kasus korupsi yang telah di- SP3- kan oleh rezim (kasus Soeharto) terdahulu demi keadilan di mata publik. Begitu pula dalam soal penuntasan pelanggaran HAM masa lalu dan mungkin masa kini, Komnas HAM baru perlu melakukan prakarsa agar pemerintah Yudhoyono menyeret semua pelaku pelanggaran HAM ke pengadilan HAM dan memperbaiki kualitas putusan pengadilan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Keputusan Liga Arab di Riyadh Maret 2007, yakni Peta Jalan Damai dihidupkan kembali, tampaknya buyar. Kesepakatan itu memperkuat Deklarasi Beirut 2002, agar Israel mengembalikan semua wilayah Arab yang direbut tahun 1967, dengan imbalan Dunia Arab mengakui Israel. Kesepakatan Riyadh mengulangi niat pengakuan Dunia Arab atas Israel, berdasarkan Kesepakatan Madrid (1992), Perjanjian Oslo I dan II (1993 dan 1994), Kesepakatan Wye River Camp-David 2000, serta Persetujuan Taba Januari 2001. Pertemuan damai Jenewa pertengahan Desember 2003, mirip dengan butir-butir persetujuan sebelumnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mengapa Fatah-Hamas berseteru? Awalnya Presiden Abbas alias Abu Mazen dan para pembantunya seperti Saeb Erekat, Mohammad Dahlan, ogah menghadapi Hamas. Namun sejumlah seruan Presiden Abbas, dikangkangi Hamas yang memerintah sejak pasca-Pemilu 25 Januari 2006. Maka 16-17 April 2007, Presiden Abbas menggunakan hak prerogatifnya, membubarkan Kabinet Hamas pimpinan PM Ismail Haniya, menguasai Kantor PM, Departemen Pendidikan, serta menunjuk PM baru Salam Fayyad. Salam Fayyad, Menkeu Kabinet Koalisi, ahli keuangan jebolan Universitas Amerika di Beirut dan doktor ekonomi Universitas Texas, pasti menghadapi perlawanan Hamas dan pendukungnya. Dia ibarat di atas bara api perang saudara, yang harus bijak melangkah agar perpecahan Palestina tidak semakin parah.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Konflik Mei-Juni 2007 Hamas- Fatah bukanlah baru. Sejak 1998 Prof Ehud Sprinzak dari Universitas Hebrew-Yerusalem, dan Khalil Shikaki, ahli politik Universitas Nasional Palestina di Nablus sudah menuliskan bibit-bibit perpecahan. Sebaliknya perpecahan di Israel, akibat bangkitnya kekuatan utama nasional kanan, radikal kanan, dan kanan tengah, di samping Partai (kiri) Buruh. Buruh tadinya menolak upaya perdamaian prakarsa Likud-PLO melalui PM Menachem Begin-Arafat yang menandatangani piagam perdamaian Camp David 1979.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sedangkan di Palestina, PLO-nya Yasser Arafat berhadapan dengan oposisi Front Populer untuk Pembebasan Palestina, Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina, yang berhaluan kiri, sosialis, dan sekuler liberal. Selain itu ada kekuatan sektarian Hamas dan Jihad Islami yang mengabaikan kaum nasionalis Palestina. Namun elite nasionalis PLO semakin berkuasa dan menguasai ekonomi, serta mendominasi keamanan dengan intinya Al Fatah-Brigade Al Aqsa pimpinan Arafat. Konflik ini semakin menajam, saat Israel dengan kebijakan disengagement meninggalkan Jalur Gaza, 2005, dan perseteruan mulai berkobar antara kedua faksi utama Palestina tersebut.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pasukan paramiliter Hamas berjumlah 5.000 orang pimpinan Yussef al-Zahar, berkonsolidasi sejak pertengahan 2006, ditambah pasukan keamanan resmi berkekuatan 3.500 orang. Jika awalnya konflik berupa perang antargeng Hamas-Fatah, kini resmi antara faksi Fatah pendukung Presiden Abbas dan pasukan Hamas pimpinan Ismail Haniya. Konflik ini bukan semata perebutan kekuasaan yang diredam sementara dengan pembentukan Pemerintah Koalisi, namun karena perbedaan ideologi kedua faksi sejak awal. Hamas berorientasi Islam, sedangkan Fatah, nasionalis.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mengacu perdamaian internal, penting pernyataan wakil DFLP (Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina) di pengasingan, Nayef Hawatmeh, 8 Juni lalu di Kairo. Hawatmeh, Khaled Meshall, bersama Front Populer untuk Pembebasan Palestina pimpinan George Habbash sejak lama berada di Damaskus. Dia meminta lima faksi utama, yakni Hamas, Fatah, DFLP, PFLP, dan Jihad Islami membentuk pemerintahan persatuan sesuai Piagam Nasional 27 Juni 2006. Tiga faksi minoritas di pengasingan, harus ikut setiap perundingan, dan pemerintahan, sehingga konflik-konflik internal bisa diselesaikan bersama.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebenarnya upaya “membeli nominasi” bukanlah hal baru dalam proses tahapan pemilu. James Scott (1972), Nassmacher (2001) dan Duchinsky (2003) sudah merekam praktik ini. Mereka mendefinikan penyimpangan yang diprakarsai oleh politisi ini sebagai korupsi politik, penyelewengan kekuasaan yang dilakukan dengan tujuan melanggengkan kekuasaan serta untuk keuntungan pribadi. Korupsi pemilu adalah bagian dari korupsi politik yang dilakukan oleh politisi saat proses pemilu berlangsung. Politisi melakukan praktik-praktik haram saat pemilu untuk memengaruhi pemilih. Manifestasi yang paling sering adalah membeli suara pemilih.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Penjualan PT Indosat dengan istilah privatisasi atau divestasi kepada STT (Singapore Technologies Telemedia) pada 15 Desember 2002, yang notabene adalah juga BUMN Singapura, menimbulkan pertanyaan, wajarkah disebut privatisasi? Ditambah pula pada saat penandatanganan kontrak jual- beli, yang membubuhkan tanda tangan adalah perusahaan asal Mauritius dengan nama ICL, yang anehnya memakai nama Indonesia, “Indonesian Communication Limited”. Negara itu dikenal sebagai negara penghindar pajak dan tidak mengindahkan etika bisnis. Mengapa dalam hal ini Laksamana Sukardi selaku “ project officer ” tidak transparan?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Penjualan aset negara yang sangat strategis tersebut sejumlah 41,94 persen saham pemerintah kepada STT/ICL dengan harga hanya sekitar 5 triliun rupiah, tidak hanya merugikan hajat hidup orang banyak, namun menyangkut kedaulatan negara dalam bidang telekomunikasi. Pemerintah hanya memiliki sisa saham 15 persen. Sebelumnya, ada saham Telkomsel sebesar 35 persen, telah dikuasai STT dan Singtel, anak perusahaan Temasek Holdings. Maka lenyaplah sudah kedaulatan telekomunikasi Indonesia, sehingga harus “berkiblat” ke Singapura.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kondisi ini sangat mengusik perasaan kebangsaan atau national proud bangsa Indonesia, kecuali mereka yang menikmati hasil divestasi yang menyakitkan tersebut. Sehingga sejumlah anak bangsa yang patriotik mengajukan gugatan “Actio Popularis” ke pengadilan. Mereka terdiri dari berbagai tokoh masyarakat, antara lain Prof Dr A Syafii Maarif, KH Abdurrahman Wahid, Drs Arbi Sanit, Letjen EWP Tambunan, Rizal Ramli, beberapa jenderal Bakin, dan mantan Jaksa Agung, yang jumlahnya 145 orang, melawan Pemerintah RI cq Menteri Negara BUMN ic Laksamana Sukardi, STT Communication Limited dan ICL Mauritus.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Agaknya masyarakat tidak begitu tergugah bahwa di samping persoalan-persoalan besar yang dihadapi (provinsi) Jakarta, seperti: banjir yang mengganas, lalu lintas serbasemrawut, pengelolaan sampah yang tidak efektif, angkutan umum yang tidak memadai, izin mendirikan bangunan (IMB) yang diragukan ketepatannya sehingga banyak gedung justru mengganggu lingkungan, pengaturan pedagang kaki lima yang tidak konsisten maka ternyata ada permasalahan pokok yang justru menghambat perputaran roda pemerintah dengan berbagai jasa untuk masyarakat. Permasalahannya adalah prosedur yang berbelit-belit dan ruwet (atau sengaja diruwetkan) dalam mengelola dana-dana anggaran yang sudah disahkan. Dalam bahasa Inggrisnya, bidang permasalahan ini menyangkut public finance .

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tahukah Anda bahwa ada dinas sebagai lembaga administrasi DKI Jakarta pada bulan ini (Juni 2007) belum menerima alokasi anggaran, padahal tahun anggaran 2007 sudah berjalan hampir 6 bulan? Di bawah naungan dinas-dinas tersebut, umpamanya dinas kebudayaan dan permuseuman serta dinas pariwisata terdapat sejumlah lembaga-lembaga yang semiotonomi yang mendapat tunjangan dana operasional berdasarkan program “pemberian bantuan dana”. Lembaga-lembaga tersebut seperti MuseumTekstil, Museum Wayang, Taman Ismail Marzuki, gedung kesenian, Jakarta Convention Center (yang berusaha menarik penyelenggaraan konperensi internasional ke Jakarta). Sungguh mandek operasionalnya karena anggaran dari dinas yang diandalkan tidak turun-turun.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tahap-tahap tersebut amat disederhanakan urutannya. Setiap langkah merupakan perjuangan tersendiri. Seorang kenalan baik (dan keterangannya dapat diandalkan) mengungkapkan pengalamannya di kas daerah untuk menjumpai salah seorang petugas, karena tanda-tangannya diperlukan. Jawaban yang diterima : “Kuncinya hilang, kembali lagi kalau sudah ketemu”. Atau alasan yang tampaknya sudah lazim : “Sedang melayat. Ada keluarga yang meninggal…” . Bukan saja waktu yang hilang terbuang tetapi yang juga dilukai adalah harga diri ( self dignity ) seorang petugas atau pejabat yang berhari-hari bahkan berminggu-minggu memperjuangkan pencarian alokasi dana untuk dinas, sub dinas atau lembaganya. Suatu suasana “mengemis” tercipta oleh kemacetan birokrasi ini justru di ibu kota Republik Indonesia. Kita belum lagi berbicara tentang potongan- potongan hampir di setiap tahap dari proses pencairan itu sehingga ketika jumlah akhir tiba di tangan lembaga yang bersangkutan, mungkin sampai 40 persen dapat menciut dari yang dianggarkan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Jelas, situasi kondisi yang serba bobrok di tubuh birokrasi Balai Kota DKI Jakarta ini harus berubah secara dramatis. Persoalannya bukan saja bagaimana menciptakan efisiensi dalam sistem (itu memang penting sekali) tetapi juga, berkaitan dengan hal tersebut, mengubah suasana dan budaya “mengemis” tadi. Masakan seorang rekanan ( supplier) yang menagih pembayaran apa yang semestinya adalah haknya atau mewakili sebuah dinas terpaksa bersikap sebagai “pengemis” dan membodohkan diri dari pura-pura percaya mendengar alasan keterlambatan (“kuncinya hilang….”, “ada saudaranya yang meninggal”) sebuah surat otorisai pembayaran.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Namun, jelasnya produk-produk hukum tersebut tidak membenarkan kemacetan perincian alokasi dan yang kini terjadi di Balai Kota. Di sinilah dilema pasangan Fauzi-Prijanto dalam berhadapan dengan Adang Daradjatun- Dani Anwar. Di satu sisi Bung Fauzi dapat membanggakan pengalamannya selama berpuluh tahun bekerja di birokrasi DKI Jakarta yakni dari Kepala Dinas, Sekretaris Daerah sampai wakil gubernur. Tapi di sisi lain ia dapat dituding sebagai bagian dari kemacetan dan kebobrokan di Bali Kota. Sedangkan Adang Daradjatun dengan latar belakang kepolisiannya dapat beragitasi bahwa sebagai kepala daerah/gubernur dia akan kikis habis kemacetan dan kebobrokan di Balai Kota dan meningkatkan efisiensi kerja.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pada 2005 produksi emas Indonesia 167 ton (nomor 5 dunia). Produksi batubara Indonesia 140 juta ton (penghasil batubara nomor 7 dunia), sebanyak 77 persen diekspor dan 32 juta ton (23 persen) digunakan di dalam negeri untuk pembangkit listrik dan kegiatan industri. Fakta itu sangat bebeda dibandingkan dengan kebijakan Tiongkok yang mengurangi ekspor dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dalam negeri (97 persen/2.154 ton) untuk kebangkitan industrinya dan berdampak pada menciptakan dan menyerap tenaga kerja.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Liberalisasi di sektor pertambangan tidak memberikan dampak kesejahteraan, melainkan kondisi lingkungan yang semakin buruk hingga menjadi beban bagi anggaran APBN. Pemerintah menerapkan kebebasan liberalisasi dari hulu hingga hilir, yang gencar mengundang investor asing untuk mengeksploitasi sumber daya alam. Pemerintah lebih cenderung hanya mendapatkan keuntungan dari pajak dan retribusi, dan mencederai UUD 1945 yang menegaskan adanya mandat memanfaatkan sumber daya alam yang sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ke depan, sistem pertambangan nasional mesti direformasi. Kaji ulang kembali kontrak karya sejumlah pertambangan dengan pihak asing, yang merugikan bangsa. Bila perlu, pemerintah menasionalisasi pertambangan negara untuk mengatasi krisis bangsa yang meluas. Meskipun untuk itu harus menghadapi korporasi negara maju yang terus berupaya menguasai sumber daya alam nasional dengan segala macam cara (termasuk menggugat ke lembaga arbitrase internasional), sebab kedaulatan negara mesti berada di atasnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pancasila sebagai dasar negara merupakan ideologi yang tidak berkepentingan menjadikan Indonesia sebagai negara agama atau sebaliknya negara sekuler. Pancasila tidak saja terbuka bagi agama-agama, melainkan juga memberikan tempat bagi berkembangnya agama-agama mana pun. Demikian dikatakan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie saat berbicara dalam dialog interaktif “Implementasi Reformasi Konstitusi terhadap Sistem Perundang-undangan” yang digelar Gerakan Pemuda (GP) Ansor di kantor pusatnya, di Jakarta, 16 Juni lalu.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pertanyaannya, jika betul resah, lalu apa yang sudah dan akan terus dilakukan Jimly selaku Ketua MK? Terus terang kita sulit mengetahui jawabannya. Karena, yang merasa resah dengan perda-perda bias agama -sebagai pengganti istilah “perda-perda syariat”- itu selama ini cukup banyak dan wacananya sudah bergulir sejak 1999 seiring kebijakan otonomi daerah. Bahkan pertengahan tahun silam, 56 anggota DPR lintas fraksi mendatangi pimpinan DPR untuk menyampaikan petisi penolakan atas keberadaan perda-perda bias agama itu ( Suara Pembaruan , 19 Juni 2006). Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno, seusai menerima petisi yang ditandatangani 56 anggota DPR itu, menyatakan mendukung desakan tersebut dan akan menyampaikannya kepada pemerintah.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tapi, tak lama kemudian, wacana itu pun berhenti karena para wakil rakyat itu bersepakat untuk tidak melanjutkannya. Demikian disampaikan Ketua DPR Agung Laksono dari Fraksi Partai Golkar, seusai rapat konsultasi pimpinan DPR dan fraksi di DPR, 4 Juli 2006. Bila ada masyarakat yang keberatan dengan perda-perda bernuansa syariat itu, demikian dikatakan Agung, dapat mengajukannya kepada Mahkamah Agung untuk dilakukan pengujian ( Suara Pembaruan , 5 Juli 2006). Sejak itu, wacana soal ini pun seakan sunyi-senyap.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Memang, dalam proses politik Indonesia, tak selamanya sebuah wacana bergulir linear dan lancar. Ia bisa saja berhenti di tengah jalan, lalu bergulir kembali meski terantuk-antuk. Begitulah yang terjadi dengan wacana tentang perda-perda bias agama ini. Meski sejumlah pihak sudah memberi istilah kepada peraturan daerah ini sebagai “perda-perda bermasalah” pun, ia seolah bukan persoalan penting yang harus diwacanakan lebih serius dan lalu ditingkatkan menjadi isu politik yang diproses oleh sistem dan struktur politik formal. Karena itulah, tak heran jika wacana ini hanya maju-mundur. Yang ada cuma sekumpulan kritik dan komentar, lalu berhenti sampai di situ.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mungkin inilah salah satu ironi reformasi setelah berumur lebih dari sewindu. Demokratisasi bergulir deras dan pelbagai perubahan sudah terjadi. Tapi di sisi lain, Pancasila cenderung dilupakan secara sistematis. Bahwa di era Soeharto, Pancasila telah dijadikan “proyek” pemerintah dalam bentuk penataran wajib yang membosankan dan rawan korupsi, itu memang tak dimungkiri. Tapi, bukan berarti karena itu Pancasila kini boleh dianggap sepi di lembaga-lembaga pendidikan maupun di instansi-instansi negara.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Menurut kantor regional tersebut masyarakat Indonesia juga mengikuti tren Dunia Ketiga. Sebagai contoh, pada periode 1997-1998, krisis terparah di Indonesia akhir abad lalu, di wilayah Jakarta saja terjadi kenaikan sebanyak 34 bunuh diri, dari 1,6 bunuh diri per seratus ribu orang pada 1997 menjadi 1,8 orang per seratus ribu orang pada 1988. Kenaikan saat itu sangat signifikan justru karena terjadi penurunan pada 1996. Juga, karena masa itu ditandai dengan krisis ekonomi yang mengguncang psike banyak orang.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Salah satu faktor psikologis yang sangat berpengaruh adalah kepribadian depresif. “Orang- orang depresif adalah kelompok utama yang sangat berisiko bunuh diri,” tulis David Rosenhan dan Martin Seligman (1995, hlm 409) dalam buku Abnormal Psychology . Theodore Millon dan kawan-kawan (1996) dalam buku laris Disorders of Personality: DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) and Beyond menambahkan bahwa orang depresif tampak sedih, susah, dan mudah putus asa. Karena merasa diri lemah, ia selalu membutuhkan perlindungan orang lain. Juga, karena takut ditinggalkan atau ditelantarkan, ia menarik perhatian orang lain dengan melakukan tindakan-tindakan berbahaya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kedua tipe kepribadian itu biasanya memiliki suicidal ideation alias bayangan untuk melakukan bunuh diri atau fantasi melihat diri dalam keadaan mati. Suicidal ideation , terutama pada tipe histrionik, sering tercetus dalam kata-kata atau ancaman. Tipe depresif itu lebih memilih diam daripada membicarakan impian kematiannya. Kendati demikian dalam tindakan, orang depresif juga memberi sejumlah indikasi atau tanda suicidal ideation . Misalnya, tanpa juntrungan ia memberi hadiah istimewa kepada orang-orang terdekat. Atau, ia akan berkata seperti “Tolong jaga anak-anak, saya mau pergi jauh.”

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pertama , dalam hal kebijakan, pusat justru ikut memungkinkan lahirnya kreativitas bermasalah di kalangan pemda. Hal ini terlihat dalam perda pungutan (pajak dan retribusi). Sistem opened list yang diterapkan dalam UU No 34/2000 (berbeda dengan closed list dalam UU No 18/1997) mendorong daerah secara bebas memungut pajak dan retribusi di luar yang terdaftar. Sejumlah riset menunjukkan, masalah acap terjadi pada pungutan-pungutan di luar pagar ini, terutama yang bernama sumbangan pihak ketiga.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam kamus politik ada adagium yang menyebutkan politik sesungguhnya adalah ajang untuk “merebut” kekuasaan. Jika upaya “merebut” kekuasaan ini kecil potensinya untuk dapat diraih melalui jalur di luar parpol, dikecualikan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) di Aceh beberapa waktu lalu yang melahirkan tokoh di luar parpol (independen) sebagai pemenang, orang- orang yang punya hasrat berkuasa mau tidak mau mesti masuk ke dunia parpol, baik itu melalui afiliasi ke parpol yang sudah ada atau membuat parpol baru. Dan, pilihan terakhir ini tampaknya yang kini menjadi tren.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Munculnya parpol-parpol baru bisa bermakna ganda. Pertama , banyaknya tuntutan yang tidak terakomodasi melalui parpol-parpol yang sudah ada, baik karena ideologi dan platform partai yang sudah tidak menjadi acuan, maupun karena kegagalan individu terkait dalam meraih pengaruh yang lebih baik di parpol yang kemudian ia tinggalkan. Kedua , hasrat memburu kekuasaan yang begitu kuat, di samping bisa jadi pula karena terinspirasi oleh kesuksesan seorang Susilo Bambang Yudhoyono di Partai Demokrat (PD) pada Pemilu 2004.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Apatisme rakyat terhadap parpol jelas menurunkan dukungannya pada parpol, yang tentunya berpengaruh besar pada perubahan peta politik parpol-parpol di kemudian hari. Tetapi, pada titik ini, masih ada sedikit harapan buat parpol-parpol ini untuk sedikit bernapas lega dengan keberadaan massa pendukung fanatik, baik fanatisme ini terbentuk oleh kekuatan jaringan dan kaderisasi yang mapan, maupun kekuatan money politics yang biasa mewarnai setiap pergelaran pemilu demi mendongkrak perolehan suara secara temporal.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam soal perlindungan, Undang-Undang No 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (UU PPTKLN) hingga kini masih menyisakan masalah. Pasal 35 UU No 39/2004 yang menjadi inti persoalan. Pasal tersebut memuat pembatasan pendidikan dan usia bagi TKI, sehingga judicial review perlu diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena pembatasan tersebut dianggap bertentangan dengan UUD 1945, terutama menyangkut hak warga negara untuk bekerja, mendapatkan penghidupan yang layak.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Modal usaha pengangkut udara ongkos murah adalah kelas penumpang tunggal, tipe pesawat tunggal (biasanya Airbus A320 atau Boeing 737), serta mengurangi ongkos pelatihan dan perawatan. Bagan tarif sederhana, tiket sekali jalan setengah dari pulang-pergi (dan biasanya bila pesawat sudah penuh tarif dinaikkan). Tempat duduk tidak ditentukan sehingga mendorong para penumpang naik pesawat lebih dulu dan lebih cepat. Penerbangan dilakukan ke bandara yang murah ( landing fees dan parking fees ) dan bandara yang tidak terlalu sesak lalu lintasnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Risikonya, akuntabilitas aparat keamanan (di negara kita; akuntabilitas Polri), pun diukur dan ditentukan oleh sejauh mana sistem dan struktur Polri, juga budaya Polri, mampu mengakses dan mengadopsi pemikiran demokrasi. Sekaligus, juga mampu bersikap dan bertindak sesuai amanat demokrasi. Itu berarti, akuntabilitas Polri memiliki dua ranah kepentingan, yaitu akuntabilitas internal dan akuntabilitas eksternal. Keduanya, sarat dengan jaminan berdaya guna serta berhasil gunanya legitimasi publik, berbasis transparansi dari kalangan Polri sendiri.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam sistem perpolisian demokratis, masyarakat tidak terbiasa cuma memberi atensi atas sejauh mana kuantitas dan kualitas penegakan hukum Polri terhadap masyarakat. Mereka terus-menerus juga memotret seberapa jauh Polri sendiri melakukan tindakan yang sama terhadap anggota keluarganya sendiri (anggota Polri dan keluarganya). Tuntutan akuntabilitas eksternal ini muncul ke permukaan, karena polisi diposisikan sebagai agen negara, yang harus senantiasa mampu membangun kinerja berbasis dukungan masyarakat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Salah satu kendala Polri mewujudkan perpolisian demokratis adalah kemampuannya mengadopsi tuntutan legitimasi dan akuntabilitas, yang tidak hanya terpusat kepada kepentingan negara, tetapi juga mesti terfokus kepada kepentingan masyarakat. Selama ini, hubungan tugas sesuai profesi, dan kaitan emosional antara kepentingan Polri di satu sisi dan kepentingan negara di sisi lain, umumnya lebih solid dibanding kuatnya ketergantungan kinerja Polri sesuai kerangka kepentingan masyarakat, yang juga merupakan objek pengabdian, pelayanan, dan pengayomannya.

Tim SAR gabungan masih mencari korban longsor di Brebes, Jawa Tengah. Sampai saat ini, sudah ada 11 orang tewas akibat bencana itu. “Berdasarkan laporan dari Posko Tanggap Darurat Bencana Longsor di Brebes hingga saat ini terdapat 11 korban meninggal dunia, 7 orang hilang belum ditemukan, 4 orang masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas, dan 4 orang selamat yang sebelumnya dilaporkan hilang,” ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Minggu (25/2/2018). [Gambas:Video 20detik] Sutopo menerangkan, proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi masih terus dilakukan di Desa Panjang, Kecamatan Salem, Brebes. Sebanyak 400 personil tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Tagana, dan relawan dikerahkan. “5 alat berat pun dikerahkan membantu pencarian korban. Komandan Kodim 0713/Brebes selaku Komandan Tanggap Darurat Bencana Longsor Brebes terus memimpin percepatan evakuasi korban,” kata Sutopo. Sementara itu, penanganan banjir di Kecamatan Losari, Brebes sudah surut. Meski begitu, banjir masih menggenani lahan pertanian dan pemukiman. Sedangkan untuk trasportasi sudah bisa dilalui baik darat maupun kereta api. Petugas sedang fokus untuk mempebaiki tanggul Sungai Cisanggarung yang jebol. Ada dua lokasi tanggul jebol yang saat ini sedang diperbaiki. “Di Dukuh Kalibuntu Desa Bojongsari tanggul jebol sepanjang 60 meter dan lebar 6 meter. Sedangkan di Dukuh Babakan Desa Bojongsari sepanjang 25 meter lebar 6 meter,” ucap Sutopo. Berikut identitas korban longsor Brebes.: Korban meninggal dunia yang ditemukan: 1.Hj. Kadini (P, 66 th), Desa Pasirpanjang (TKP, 22-2-2018). 2. Casto (L, 48 th), Desa Bentarsari (TKP, 22-2-2018). 3. Wati (P, 80 th), Desa Pasirpanjang (TK, 22-2-2018). 4. Radam (L, 59 th), Desa Cikokol /Bantarkawung, (TKP, 22-2-2018). 5. Kiswan/Tewol (L, 45 th) Desa Pasirpanjang (TKP, 22-2-2018). 6. Wartinah (P, 46 th) Desa Ciputih (TKP, 23-2-2018). 7.Carki (P, 53 th) Desa Pasirpanjang (RSU Majenang). 8. Sarmah (P, 60 th) Desa Pasirpanjang (TKP, 24-2-2018). 9. Turkiah (P, 44 th) Desa Pasirpanjang (TKP 25-2-2018). 10. Rasminah (P) Desa Pasirpanjang. 11.Casti (P, 58 th) Desa Pabuaran. Korban hilang belum ditemukan : 1. Marsui (L) Desa Pasirpanjang. 2. Suwirso (L) Desa Pasirpanjang. 3. Haryanto (L) Desa Pasirpanjang. 4. Wastim Wahyu (L, 48 th) Desa Pasirpanjang. 5. Darsip (P) Desa Pasirpanjang. 6. Rustam Rusyadi (L) Desa Bentar. 7.Sujono (L, 57 th) Desa Pasirpanjang. Korban dirawat di RSU/Puskesmas : 1.Windi Yuliani (P, 19 th) Ds. Bentar (RSU Margono). 2 Turti (P, 46 th) Ds. Pasirpanjang (Puskesmas Bentar). 3. Watira (P, 50 th) Ds. Pasirpanjang (Puskesmas Bentar). 4. Minarto (L, 50 th) (Puskesmas Bentar). Korban selamat yang sebelumnya dilaporkan hilang: 1.Daswa (L) Ds. Pasirpanjang. 2. Ajid (L) Ds. Bentar. 3. Tarsinah (P, 54 th) Ds. Pasirpanjang. 4. Kuswanto (L, 60 th) Da. Pasirpanjang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan laporan dari Posko Tanggap Darurat Bencana Longsor di Brebes hingga saat ini ditemukan 11 korban meninggal dunia, tujuh orang hilang belum ditemukan, empat orang masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas, dan empat orang selamat yang sebelumnya dilaporkan hilang. “Selain itu tim SAR juga menemukan potongan tubuh korban yang masih dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polri,” katanya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (25/2) malam. Berikut ini data korban meninggal dunia yang ditemukan: 1.Hj. Kadini (P, 66 th), Desa Pasirpanjang (TKP, 22-2-2018). 2. Casto (L, 48 th), Desa Bentarsari (TKP, 22-2-2018). 3. Wati (P, 80 th), Desa Pasirpanjang (TK, 22-2-2018). 4. Radam (L, 59 th), Desa Cikokol /Bantarkawung, (TKP, 22-2-2018). 5. Kiswan/Tewol (L, 45 th) Desa Pasirpanjang (TKP, 22-2-2018). 6. Wartinah (P, 46 th) Desa Ciputih (TKP, 23-2-2018). 7.Carki (P, 53 th) Desa Pasirpanjang (RSU Majenang). 8. Sarmah (P, 60 th) Desa Pasirpanjang (TKP, 24-2-2018). 9. Turkiah (P, 44 th) Desa Pasirpanjang (TKP 25-2-2018). 10. Rasminah (P) Desa Pasirpanjang. 11.Casti (P, 58 th) Desa Pabuaran. Korban hilang belum ditemukan : 1. Marsui (L) Desa Pasirpanjang. 2. Suwirso (L) Desa Pasirpanjang. 3. Haryanto (L) Desa Pasirpanjang. 4. Wastim Wahyu (L, 48 th) Desa Pasirpanjang. 5. Darsip (P) Desa Pasirpanjang. 6. Rustam Rusyadi (L) Desa Bentar. 7.Sujono (L, 57 th) Desa Pasirpanjang. Korban dirawat di RSU/Puskesmas : 1.Windi Yuliani (P, 19 th) Ds. Bentar (RSU Margono). 2 Turti (P, 46 th) Ds. Pasirpanjang (Puskesmas Bentar). 3. Watira (P, 50 th) Ds. Pasirpanjang (Puskesmas Bentar). 4. Minarto (L, 50 th) (Puskesmas Bentar). Korban selamat yang sebelumnya dilaporkan hilang: 1.Daswa (L) Ds. Pasirpanjang. 2. Ajid (L) Ds. Bentar. 3. Tarsinah (P, 54 th) Ds. Pasirpanjang. 4. Kuswanto (L, 60 th) Da. Pasirpanjang.

TIGA jasad korban longsor di Brebes kembali ditemukan, Minggu (25/2). Total hingga hari keempat pencarian sudah 11 korban longsor ditemukan dalam keadaan tewas. Ketiga jasad tersebut ialah Turkiah, 44, warga Desa Pasirpanjang. Ditemukan Minggu pagi sekitar pukul 09.30 WIB di sektor 1B. Dua jam berselang, tepatnya pukul 11.45 WIB, jasad kedua ditemukan di sektor 1A atas nama Rasminah, warga Desa Pabuaran. Ketiga, Casti, 85, warga Desa Pabuaran ditemukan pukul 12.00 WIB di Sungai Pangurudan. Ketiga korban tersebut ditemukan dalam kondisi jasad masih utuh. “Total korban ditemukan meninggal berjumlah 11 orang,” kata Dandim 0713/Brebes, Letkol Infantri Ahmad Hadi Hariono, di Posko Utama Bencana Longsor Desa Pasirpanjang, Minggu petang. Ia menjelaskan, dalam pencarian hari keempat ini, ada seribu personel Satgas Gabungan TNI, Polri, Banser serta relawan bencana alam yang dikerahkan. Selain itu, dilaporkan pula ada dua warga yang semula dinyatakan hilang, ternyata sudah kembali dengan selamat. Dua orang yang ternyata selamat atas nama Tursinah dan Kuswanto. Dua orang ini sempat menyelamatkan diri saat terjadi longsor. Mereka sempat berada di hutan dan baru kembali setelah kondisi aman. “Jadi korban selamat yang telah melapor ke posko awalnya dua orang sekarang menjadi empat orang, sedangkan korban ditemukan meninggal dunia berjumlah 11 orang,” tambah Dandim. Terkait potongan tubuh kepala dan tangan kiri di Sungai Cikarae, Hadi memastikan sudah teridentifikasi atas nama Sarma, 60, warga Desa Pasirpanjang. “Hasil dari tim DVI/Forensik Polda Jateng pada Sabtu, 24 Februari 2018 , potongan korban atas nama Sarma. Hari ini (Minggu) sudah diserahkan ke pihak keluarga,” kata Hadi. Tanah longsor terjadi di hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem Petak 26 RPH Babakan pada Kamis (22/2) pukul 08.00 WIB. Bencana itu menimpa sejumlah warga yang sedang mengolah lahan pertanian di dekat kawasan hutan tersebut. (MTVN/OL-2) Berikut daftar korban longsor Brebes: Meninggal 1. Hj. Karsini, 66, warga Dukuh Cogreg, Desa Pasirpanjang (Penumpang L300) 2. Casto, 48, warga Dukuh Pabelokan, Desa Bentarsari, Pedagang (Penumpang L300 ) 3. B. Wati, 80, warga Dusun Johogan, Desa Pasirpanjang (Penumpang L300) 4. Radam, 59, Warga Cikokol Jipang, Kecamatan Bantarkawung (Penumpang L300) 5. Kiswan, 45, Desa Pasirpanjang (Supir L300) 6. Caski, 50, warga Desa Pasirpanjang (Meninggal di RSUD Majenang) 7. Wartinah, 45, Desa Ciputih (Penumpang L300) 8. Sarma, 60, Desa Pasirpanjang 9. Turkiah, 44, Desa Pasirpanjang 10. Casti, 85, Desa Pabuaran 11. Rasminah, Desa Pasirpanjang Korban luka-luka 1. Turti, 46, warga Desa Pasirpanjang (dirawat di Puskesmas Bentar) 2. Watirah, 50 , Desa Pasirpanjang (dirawat di Puskesmas Bentar) 3. Minarto, 46, Desa Pasirpanjang (dirawat di Puskesmas Bentar) 4. WIndi Yuliani, 19, warga Desa Bentar (RS Ortopedi Banyumas dipindah ke RSU Margono) Laporan orang hilang 1. Haryanto, warga Desa Pasirpanjang 2. Sujono, warga Desa Pasirpanjang 3. Rustam, warga Desa Bentar 4. Marsui, warga Desa Ciputih 5. Wastim Wahyu, warga Desa Salem 6. Suwiryo, warga Desa Pasirpanjang 7. Darsip, warga Desa Pasirpanjang

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas  BNPB , Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sudah ada tanda-tanda longsor di Brebes sejak dua pekan sebelumnya. Musibah itu akhirnya benar-benar terjadi di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/2/2018). “Dua minggu sebelum kejadian terjadi hujan deras,” kata Sutopo di kantornya, Jakarta, Jumat (23/2/2018). Tak cuma itu, tanda-tanda lainnya adalah adanya rembesan-rembesan mata air dari lereng perbukitan di Gununglio yang notabene adalah asal muasal longsor terjadi. “Sudah ada tanda-tanda longsor sebenarnya yaitu sudah ada mata air rembesan-rembesan yang mampet di lereng yang ada di sana,” kata dia.

Related Posts

Comments are closed.