Komplotan Pecah Kaca Ditangkap Saat Beraksi di Parkiran Citos

Komplotan Pecah Kaca Ditangkap Saat Beraksi di Parkiran Citos

Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan membekuk komplotan pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil Toyota Avanza. Tiga pelaku ditangkap saat melakukan aksinya di parkiran Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jaksel. Bermula ketika petugas parkir mal, Mustofa melihat mobil pelaku masuk area parkir mal pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Curiga dengan kedatangan para pelaku, Mustofa kemudian memantau ketiganya. “Dari kejauhan, saksi melihat para pelaku sedang melihat-lihat ke kaca mobil yang sedang diparkir,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Pol Mardiaz Kusin kepada wartawan, Minggu (4/2/2018). Tidak berapa lama kemudian, para pelaku memecahkan kaca mobil dengan busi. Saksi kemudian berteriak maling, sehingga para pelaku berhasil ditangkap sejumlah sekuriti dan petugas parkir mal. Ketiga pelaku yakni Rahmat Firmansyah (32) dan Ricky Reza (30), serta seorang perempuan bernama Tri Onggo Wati (35). Para pelaku mengaku sebelumnya melakukan pencurian di Citos pada Senin (29/1). “Kemudian mereka juga pernah melakukan kejahatan serupa di Jl RS Fatmawati, Jl TB Simatupang, Cijantung dan Bintaro,” tambah Mardiaz. Dari para pelaku, polisi mengamankan satu buah kapak, obeng, dua unit handphone, tiga buah tas, serta pecahan busi. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Jakarta – Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan membekuk komplotan pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil Toyota Avanza. Tiga pelaku ditangkap saat melakukan aksinya di parkiran Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jaksel. Bermula ketika petugas parkir mal, Mustofa melihat mobil pelaku masuk area parkir mal pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Curiga dengan kedatangan para pelaku, Mustofa kemudian memantau ketiganya. “Dari kejauhan, saksi melihat para pelaku sedang melihat-lihat ke kaca mobil yang sedang diparkir,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Pol Mardiaz Kusin kepada wartawan, Minggu (4/2/2018). Tidak berapa lama kemudian, para pelaku memecahkan kaca mobil dengan busi. Saksi kemudian berteriak maling, sehingga para pelaku berhasil ditangkap sejumlah sekuriti dan petugas parkir mal. Ketiga pelaku yakni Rahmat Firmansyah (32) dan Ricky Reza (30), serta seorang perempuan bernama Tri Onggo Wati (35). Para pelaku mengaku sebelumnya melakukan pencurian di Citos pada Senin (29/1). “Kemudian mereka juga pernah melakukan kejahatan serupa di Jl RS Fatmawati, Jl TB Simatupang, Cijantung dan Bintaro,” tambah Mardiaz. Dari para pelaku, polisi mengamankan satu buah kapak, obeng, dua unit handphone, tiga buah tas, serta pecahan busi. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (mei/elz)

Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan membekuk komplotan pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil Toyota Avanza. Tiga pelaku ditangkap saat melakukan aksinya di parkiran Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jaksel. Bermula ketika petugas parkir mal, Mustofa melihat mobil pelaku masuk area parkir mal pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Curiga dengan kedatangan para pelaku, Mustofa kemudian memantau ketiganya. “Dari kejauhan, saksi melihat para pelaku sedang melihat-lihat ke kaca mobil yang sedang diparkir,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Pol Mardiaz Kusin kepada wartawan, Minggu (4/2/2018). Tidak berapa lama kemudian, para pelaku memecahkan kaca mobil dengan busi. Saksi kemudian berteriak maling, sehingga para pelaku berhasil ditangkap sejumlah sekuriti dan petugas parkir mal. Ketiga pelaku yakni Rahmat Firmansyah (32) dan Ricky Reza (30), serta seorang perempuan bernama Tri Onggo Wati (35). Para pelaku mengaku sebelumnya melakukan pencurian di Citos pada Senin (29/1). “Kemudian mereka juga pernah melakukan kejahatan serupa di Jl RS Fatmawati, Jl TB Simatupang, Cijantung dan Bintaro,” tambah Mardiaz. Dari para pelaku, polisi mengamankan satu buah kapak, obeng, dua unit handphone, tiga buah tas, serta pecahan busi. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan membekuk komplotan pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil Toyota Avanza. Tiga pelaku ditangkap saat melakukan aksinya di parkiran Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jaksel. Bermula ketika petugas parkir mal, Mustofa melihat mobil pelaku masuk area parkir mal pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Curiga dengan kedatangan para pelaku, Mustofa kemudian memantau ketiganya. “Dari kejauhan, saksi melihat para pelaku sedang melihat-lihat ke kaca mobil yang sedang diparkir,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Pol Mardiaz Kusin kepada wartawan, Minggu (4/2/2018). Tidak berapa lama kemudian, para pelaku memecahkan kaca mobil dengan busi. Saksi kemudian berteriak maling, sehingga para pelaku berhasil ditangkap sejumlah sekuriti dan petugas parkir mal. Ketiga pelaku yakni Rahmat Firmansyah (32) dan Ricky Reza (30), serta seorang perempuan bernama Tri Onggo Wati (35). Para pelaku mengaku sebelumnya melakukan pencurian di Citos pada Senin (29/1). “Kemudian mereka juga pernah melakukan kejahatan serupa di Jl RS Fatmawati, Jl TB Simatupang, Cijantung dan Bintaro,” tambah Mardiaz. Dari para pelaku, polisi mengamankan satu buah kapak, obeng, dua unit handphone, tiga buah tas, serta pecahan busi. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Jakarta – Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan membekuk komplotan pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil Toyota Avanza. Tiga pelaku ditangkap saat melakukan aksinya di parkiran Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jaksel. Bermula ketika petugas parkir mal, Mustofa melihat mobil pelaku masuk area parkir mal pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Curiga dengan kedatangan para pelaku, Mustofa kemudian memantau ketiganya. “Dari kejauhan, saksi melihat para pelaku sedang melihat-lihat ke kaca mobil yang sedang diparkir,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Pol Mardiaz Kusin kepada wartawan, Minggu (4/2/2018). Tidak berapa lama kemudian, para pelaku memecahkan kaca mobil dengan busi. Saksi kemudian berteriak maling, sehingga para pelaku berhasil ditangkap sejumlah sekuriti dan petugas parkir mal. Ketiga pelaku yakni Rahmat Firmansyah (32) dan Ricky Reza (30), serta seorang perempuan bernama Tri Onggo Wati (35). Para pelaku mengaku sebelumnya melakukan pencurian di Citos pada Senin (29/1). “Kemudian mereka juga pernah melakukan kejahatan serupa di Jl RS Fatmawati, Jl TB Simatupang, Cijantung dan Bintaro,” tambah Mardiaz. Dari para pelaku, polisi mengamankan satu buah kapak, obeng, dua unit handphone, tiga buah tas, serta pecahan busi. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (mei/elz)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan membekuk komplotan pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil Toyota Avanza. Tiga pelaku ditangkap saat melakukan aksinya di parkiran Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jaksel. Bermula ketika petugas parkir mal, Mustofa melihat mobil pelaku masuk area parkir mal pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Curiga dengan kedatangan para pelaku, Mustofa kemudian memantau ketiganya. “Dari kejauhan, saksi melihat para pelaku sedang melihat-lihat ke kaca mobil yang sedang diparkir,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Pol Mardiaz Kusin kepada wartawan, Minggu (4/2/2018). Tidak berapa lama kemudian, para pelaku memecahkan kaca mobil dengan busi. Saksi kemudian berteriak maling, sehingga para pelaku berhasil ditangkap sejumlah sekuriti dan petugas parkir mal. Ketiga pelaku yakni Rahmat Firmansyah (32) dan Ricky Reza (30), serta seorang perempuan bernama Tri Onggo Wati (35). Para pelaku mengaku sebelumnya melakukan pencurian di Citos pada Senin (29/1). “Kemudian mereka juga pernah melakukan kejahatan serupa di Jl RS Fatmawati, Jl TB Simatupang, Cijantung dan Bintaro,” tambah Mardiaz. Dari para pelaku, polisi mengamankan satu buah kapak, obeng, dua unit handphone, tiga buah tas, serta pecahan busi. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan membekuk komplotan pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil Toyota Avanza. Tiga pelaku ditangkap saat melakukan aksinya di parkiran Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jaksel. Bermula ketika petugas parkir mal, Mustofa melihat mobil pelaku masuk area parkir mal pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Curiga dengan kedatangan para pelaku, Mustofa kemudian memantau ketiganya. “Dari kejauhan, saksi melihat para pelaku sedang melihat-lihat ke kaca mobil yang sedang diparkir,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Pol Mardiaz Kusin kepada wartawan, Minggu (4/2/2018). Tidak berapa lama kemudian, para pelaku memecahkan kaca mobil dengan busi. Saksi kemudian berteriak maling, sehingga para pelaku berhasil ditangkap sejumlah sekuriti dan petugas parkir mal. Ketiga pelaku yakni Rahmat Firmansyah (32) dan Ricky Reza (30), serta seorang perempuan bernama Tri Onggo Wati (35). Para pelaku mengaku sebelumnya melakukan pencurian di Citos pada Senin (29/1). “Kemudian mereka juga pernah melakukan kejahatan serupa di Jl RS Fatmawati, Jl TB Simatupang, Cijantung dan Bintaro,” tambah Mardiaz. Dari para pelaku, polisi mengamankan satu buah kapak, obeng, dua unit handphone, tiga buah tas, serta pecahan busi. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Komplotan itu terdiri dari tiga orang masing-masing berinisial RF, 33, TOW, 36, dan RS, 43. Aksinya sudah berkali-kali membongkar kendaraan korbannya,” tandas Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin nDwihananto.do Bermula ketika petugas parkir mencurigai aksi komplotan ini di area parkir Mall Citos. Petugas bernama Mustofa melihat gerak-gerik mencurigakan dari komplotan ini. Tak lama kemudian pelaku beraksi dengan memecahkan kaca. Petugas langsung berteriak “maling….” hingga membuat pelaku kaget mencoba melarikan diri. Tapi teman-teman Mustofa bergerak cepat menghadang komplotan menggunakan busi yang hendak lari menggunakan mobilnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto menambahkan, aksi terakhir pelaku dilaporkan ke polisi menimpa korban Shayla Asha Narindra, 25, warga Limo, Depok. Mobilnya Honda Brio B 1623 ZFZ dipecah kacanya. “Petugas memergoki aksi pelaku dan langsung teriak dan kebetulan petugas yang sudah berada di sekitar likasi bergerak. Beberapa petugas parkir ikut mengamankan pelaku,” tandasnya, Minggu (4/2). Tersangka yang ditangkap bernama RF dan TOW. Dari pengakuannya mereka juga pernah beraksi dengan RS. “Menurut keterangan, tersangka sudah beraksi berkali-kali, setidaknya lima kali. Selain di Citos, mereka mengaku pernah beraksi di Cijantung, Jakarta Timur, dan satu kali di sekitar Jln. RS Fatmawati serta sekali di sekitar Jl. TB. Simatupang serta di Bintaro,” bebernya. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa mobil tersangka Toyota Avanza Hitam, pecahan busi, obeng, satu kampak, 2 HP, tiga tas, dan 3 pakaian. (ibl)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Komplotan itu terdiri dari tiga orang masing-masing berinisial RF, 33, TOW, 36, dan RS, 43. Aksinya sudah berkali-kali membongkar kendaraan korbannya,” tandas Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin nDwihananto.do Bermula ketika petugas parkir mencurigai aksi komplotan ini di area parkir Mall Citos. Petugas bernama Mustofa melihat gerak-gerik mencurigakan dari komplotan ini. Tak lama kemudian pelaku beraksi dengan memecahkan kaca. Petugas langsung berteriak “maling….” hingga membuat pelaku kaget mencoba melarikan diri. Tapi teman-teman Mustofa bergerak cepat menghadang komplotan menggunakan busi yang hendak lari menggunakan mobilnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto menambahkan, aksi terakhir pelaku dilaporkan ke polisi menimpa korban Shayla Asha Narindra, 25, warga Limo, Depok. Mobilnya Honda Brio B 1623 ZFZ dipecah kacanya. “Petugas memergoki aksi pelaku dan langsung teriak dan kebetulan petugas yang sudah berada di sekitar likasi bergerak. Beberapa petugas parkir ikut mengamankan pelaku,” tandasnya, Minggu (4/2). Tersangka yang ditangkap bernama RF dan TOW. Dari pengakuannya mereka juga pernah beraksi dengan RS. “Menurut keterangan, tersangka sudah beraksi berkali-kali, setidaknya lima kali. Selain di Citos, mereka mengaku pernah beraksi di Cijantung, Jakarta Timur, dan satu kali di sekitar Jln. RS Fatmawati serta sekali di sekitar Jl. TB. Simatupang serta di Bintaro,” bebernya. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa mobil tersangka Toyota Avanza Hitam, pecahan busi, obeng, satu kampak, 2 HP, tiga tas, dan 3 pakaian. (ibl)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani (tengah) didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir (kelima kanan), CdM kontingen Indonesia di Asian Games 2018 Komjen Pol Syafruddin (kedua kiri) dan Dirjen Penyediaan Perumahan Kemenpupr Khalawi (kiri) saat meninjau kesiapan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/2/2018). Pembangunan Wisma Atlet yang terdiri dari 10 tower dengan jumlah unit sebanyak 7.424 telah rampung dan siap untuk menghadapi test event Asian Games 2018 yang diikuti 1.200 Atlet dari 18 negara. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto) Pewarta: Dhemas Reviyanto COPYRIGHT © ANTARA 2018

“Komplotan itu terdiri dari tiga orang masing-masing berinisial RF, 33, TOW, 36, dan RS, 43. Aksinya sudah berkali-kali membongkar kendaraan korbannya,” tandas Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin nDwihananto.do Bermula ketika petugas parkir mencurigai aksi komplotan ini di area parkir Mall Citos. Petugas bernama Mustofa melihat gerak-gerik mencurigakan dari komplotan ini. Tak lama kemudian pelaku beraksi dengan memecahkan kaca. Petugas langsung berteriak “maling….” hingga membuat pelaku kaget mencoba melarikan diri. Tapi teman-teman Mustofa bergerak cepat menghadang komplotan menggunakan busi yang hendak lari menggunakan mobilnya.

seperti di kutip dari https://www.indopos.co.id

Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto menambahkan, aksi terakhir pelaku dilaporkan ke polisi menimpa korban Shayla Asha Narindra, 25, warga Limo, Depok. Mobilnya Honda Brio B 1623 ZFZ dipecah kacanya. “Petugas memergoki aksi pelaku dan langsung teriak dan kebetulan petugas yang sudah berada di sekitar likasi bergerak. Beberapa petugas parkir ikut mengamankan pelaku,” tandasnya, Minggu (4/2). Tersangka yang ditangkap bernama RF dan TOW. Dari pengakuannya mereka juga pernah beraksi dengan RS. “Menurut keterangan, tersangka sudah beraksi berkali-kali, setidaknya lima kali. Selain di Citos, mereka mengaku pernah beraksi di Cijantung, Jakarta Timur, dan satu kali di sekitar Jln. RS Fatmawati serta sekali di sekitar Jl. TB. Simatupang serta di Bintaro,” bebernya. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa mobil tersangka Toyota Avanza Hitam, pecahan busi, obeng, satu kampak, 2 HP, tiga tas, dan 3 pakaian. (ibl)

Soni mengakui dengan sengaja membakar rumah orang tuanya di Tamansari, yang kemudian memicu kebakaran hebat. Begini awal ulah Soni tersebut. Menurut keterangan Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, Soni mengawali aksinya dengan membakar kasur dan seprai. [Gambas:Video 20detik] “Dia membakar kasur dan seprai menggunakan korek gas. Itu menurut yang dia sampaikan,” kata Hengki. Api dari seprai dan kasur tersebut merembet ke bagian lain di rumah. Karena rumah satu dan lainnya berdempetan, api dengan cepat menyebar ke rumah-rumah lain. Kebakaran ini terjadi pada Sabtu (27/1/2018) di Jalan Talib II dan Talib III sekitar pukul 02.30 WIB. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB setelah 38 mobil pemadam dikerahkan. Diperkirakan sekitar 2.400 orang terpaksa mengungsi akibat peristiwa ini. Polisi langsung mengamankan Soni tak lama setelah kebakaran terjadi. Penetapan tersangka dilakukan pada Minggu malam berdasarkan keterangan ahli dan pengakuan Soni. Kepada penyidik, Soni mengaku mendapatkan bisikan gaib sebelum membakar rumah. Namun polisi tak langsung percaya. “Itu rumah yang bersangkutan kemudian dia melakukan itu karena ada bisikan-bisikan secara gaib. Ada kemungkinan yang bersangkutan gangguan jiwa. Kita akan periksa lebih lanjut kesehatan jiwanya,” kata Hengki. Sedangkan berdasarkan keterangan sejumlah tetangga, ada yang mendengar Soni berteriak-teriak ribut berkaitan dengan warisan sebelum kebakaran terjadi. Polisi masih mendalami hal ini.

Related Posts

Comments are closed.