Kompak Berpeci, Fahri dan Fadli Hadiri Aksi Bela Palestina di Monas

Kompak Berpeci, Fahri dan Fadli Hadiri Aksi Bela Palestina di Monas

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon menghadiri Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Pusat. Keduanya kompak memakai peci hitam. Pantauan di lokasi, Minggu (17/12/2017), Fahri dan Fadli terlihat sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya kemudian langsung naik ke panggung dan duduk bersama sejumlah tokoh yang telah hadir sebelumnya seperti Menteri Agama Lukman Saifuddin hingga Ketum MUI Ma’aruf Amin. Fahri memakai baju hitam, peci, serta syal Palestina. Sementara Fadli memakai baju putih, memakai kafiyeh Palestina, dan memakai peci. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid juga terlihat di lokasi. Sebelumnya, sejumlah tokoh masih terus menyampaikan orasinya kepada massa aksi. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym sempat memimpin doa Aksi Bela Palestina. Aa Gym mendoakan agar Palestina segera merdeka dan bebas dari penjajahan. Ketum MUI Ma’aruf Amin juga sempat menyerukan untuk mengambil sikap terhadap Amerika Serikat. Teriakan ‘boikot Amerika’ pun langsung menggema. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Setuju atau tidak? Saya tanya, Kalau Donald Trump tidak mau juga mencabut bagaimana? Boikot?” tanya Maruf Amin dari atas panggung. “Boikot Amerika,” teriak massa ramai-ramai menjawab Ma’ruf. Ma’ruf mengatakan massa berkumpul hari ini semata-mata hanya untuk membela Palestina. Pernyataan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, kata Ma’ruf, sangat menyakiti umat Islam. “Palestina merupakan negara yang sampai saat ini masih dijajah. Kita bebaskan Palestina,” kata Ma’ruf.

Baca juga :

Fadli Zon dan Habib Rizieq di Arab Saudi. ©twitter.com/fadlizon Sketsanews.com, Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR Fadli Zon mengaku akan hadir dalam aksi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) bela Palestina. Bahkan dia berencana mengundang anggota komisi untuk turut hadir dalam acara tersebut. “Acara tanggal 17 Desember Ahad pagi hari InsyaAllah saya akan hadir atas undangan bapak-bapak. Pak Fahri bisa hadir juga tidak ke daerah,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/12). “Kami juga sampaikan ke komisi I dan komisi VIII tolong nanti Sekjen disampaikan undangan dari beliau sehingga kita bisa partisipasi masyarakat,” sambungnya. Menurut Fadli, aksi ini adalah sesuatu yang ditunggu oleh masyarakat. Sebab Indonesia memang memiliki utang budi dengan Palestina sebagai negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia. “Indonesia bersatu bela Palestina kegiatan banyak ditunggu masyarakat keberpihakan Indonesia soal Palestina adalah nyata soal dulu sejak KAA. Masalah ini jadi PR dan utang bagi Indonesia,” ungkapnya. Aksi ini memang diselenggarakan sebagai aksi pengecaman terhadap sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Tak tinggal diam sebagai pimpinan parlemen, Fadli berencana mengirim beberapa perwakilan ke forum internasional untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dilansir dari Republika , Fadli pun juga mengecam sikap Amerika yang telah melakukan pengakuan secara sepihak. Serta menimbulkan beberapa kegaduhan. Untuk diketahui acara itu akan dilaksanakan pada hari Minggu (17/12) di Kawasan Monas pada pukul 06.00 WIB. GNPF menargetkan peserta yang mengikuti aksi tersebut sebanyak 1 juta jiwa. (Ad) Menyukai ini: Suka Memuat… Terkait


Baca juga : ar BBG394k

Reuni Alumni 212 digelar di Monumen Nasional (Monas), Sabtu (2/12/2017). Acara yang digelar beberapa elemen organisasi Islam tersebut dibuka oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Dalam kesempatan tersebut, Anies menyampaikan jika Monas dapat dipakai untuk kegiatan keagamaan. “Alhamdulilah, saat ini monas sudah kembali diperbolehkan untuk menjadi tempat keagamaan maupun kebudayaan,” ujar Anies disambut teriakan takbir dari massa di Monas, Sabtu (2/12/2017) sebagaimana diberitakan di Tribunnews.com. Anies juga mengungkapkan jika Jakarta adalah milik semua orang. “Jakarta milik kita semua bukan sebagian. Kota kita harus maju, bahagia, tenang nyaman karena iman dan takwa,” sambungnya. Anies juga terang-terangan memberikan apresiasi pada gerakan aksi 212

seperti di kutip dari https://www.msn.com

“Ini adalah bagian dari ikhtiar melakukan perubahan di ibu kota. Saudara-saudara yang saya hormati tahun lalu saudara berkumpul di tempat ini, tahun lalu saudara telah mengecewakan kaum pesimis, mereka yang pesimis bahwa berkumpulnya massa akan memunculkan kericuhan, kekerasan, ketidakdamaian,” ujar Anies. “Ternyata saudara hadir dengan kedamaian, saudara hadir dengan kenyamanan, saudara hadir dengan membawa keteduhan, hari ini saudara pastikan areal Monas tetap teduh, damai dan nyaman,” tambah Anies. © Tribunnews.com/Rina Ayu

seperti di kutip dari https://www.msn.com

Pak Jokowi negara kita jangan dijual Selain Anies Baswedan, hadir pula beberapa tokoh nasional di acara reuni tersebut, seperti Amien Rais, Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Tak hanya sekedar datang, mantan Ketua MPR Amien Rais juga turut memberikan sambutan di atas panggung Reuni Alumni 212. Dalam kesempatan itu Amien menyentil soal proyek reklamasi di Teluk Jakarta dan pembangunan proyek Meikarta. “Kami hanya menyampaikan bahwa Pak Jokowi (Joko Widodo), reklamasi itu gawat, Meikarta itu gagal,” ujar Amien di atas panggung. Mantan Ketua MPR itu juga meminta Presiden Joko Widodo agar tidak menjual negara kepada pihak asing. “Pak Jokowi negara kita jangan dijual ke aseng atau asing,” tegasnya. Peserta reuni akbar 212 berkumpul di lapangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). Sindir pihak yang nyinyir pada Reuni Alumni 212 Wakil Ketua DPR Fraksi Gerindra, Fadli Zon juga turut orasi di atas panggung. Fadli sempat menyindir pihak-pihak yang pesimis pada Reuni Alumni 212. “Saudara kalau ada yang selalu berprasangka buruk kepada umat Islam berarti orang itu tidak tahu sejarah. Ada yang larang pengajian berarti orang itu tidak tahu sejarah, karena negara ini dibangun para tokoh Islam. Umat Islam itu menegaskan siapa yang membangun NKRI,” ujar Fadli dalam sambutannya. “Bahwa umat Islam punya saham yang besar untuk dirikan NKRI ini, dan umat Islam telah membuktikaan kebhinekaan karena itu kegiatan yang menyangkut umat Islam pasti damai,” imbuh Fadli. Fadli menyayangkan adanya upaya-upaya pihak tertentu yang menghalang-halangi Reuni Alumni 212. Selanjutnya, ia berseru kepada para hadirin untuk mengajak bersatu dan menolak perpecahan. “Mari kita junjung tinggi semangat persatuan, saya yakin umat Islam di Indonesia cinta persatuan dan menolak segala perpecahan, saya sangar mendukung kegiatan. Terimakasih panitia, kita tegakkan NKRI,” kata Fadli. Sebut-sebut nama Jokowi Berangkat ke lokasi bersama Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga turut berorasi di atas panggung Reuni Alumni 212. Fahri terdengar beberapa kali menyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan jemaah yang hadir. “Pak Jokowi mendengar ayat itu dan saya lihat dia dari belakang mengangguk-angguk kemaren dan Pak Jokowi adalah alumni 212 dan saya doakan menjadi mujahid 212,” kata Fahri pada sambutannya. Fahri pun sempat menyidir Joko Widodo yang jangan-jangan hadir pula pada kegiatan hari ini. “Berhubung tidak nampak (Jokowi) tapi faktanya dia setahun yang lalu ada di sini. Jangan-jangan ada juga di sekitar kita sekarang. Mohon tengok kiri kanan kalau ada bawa ke atas panggung,” ujar Fahri Fahri juga berharap Jokowi dapat datang serta dalam acara Reuni Alumni 212. “Wahai presiden Jokowi, anda seharusnya berada di sini. Inilah jiwa bangsa Indonesia, inilah yang akan memperjuangkan bangsa ini dengan air matanya,” kata Fahri. (Fachri Sakti Nugroho) Sebelumnya, telah diunggah Tribun Wow dengan tautan: Isi Pidato Anies, Amien Rais, Fadli & Fahri saat Reuni Alumni 212 yang Menyinggung Presiden Jokowi

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon menghadiri Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Pusat. Keduanya kompak memakai peci hitam. Pantauan di lokasi, Minggu (17/12/2017), Fahri dan Fadli terlihat sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya kemudian langsung naik ke panggung dan duduk bersama sejumlah tokoh yang telah hadir sebelumnya seperti Menteri Agama Lukman Saifuddin hingga Ketum MUI Ma’aruf Amin. Fahri memakai baju hitam, peci, serta syal Palestina. Sementara Fadli memakai baju putih, memakai kafiyeh Palestina, dan memakai peci. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid juga terlihat di lokasi. Sebelumnya, sejumlah tokoh masih terus menyampaikan orasinya kepada massa aksi. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym sempat memimpin doa Aksi Bela Palestina. Aa Gym mendoakan agar Palestina segera merdeka dan bebas dari penjajahan. Ketum MUI Ma’aruf Amin juga sempat menyerukan untuk mengambil sikap terhadap Amerika Serikat. Teriakan ‘boikot Amerika’ pun langsung menggema. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Setuju atau tidak? Saya tanya, Kalau Donald Trump tidak mau juga mencabut bagaimana? Boikot?” tanya Maruf Amin dari atas panggung. “Boikot Amerika,” teriak massa ramai-ramai menjawab Ma’ruf. Ma’ruf mengatakan massa berkumpul hari ini semata-mata hanya untuk membela Palestina. Pernyataan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, kata Ma’ruf, sangat menyakiti umat Islam. “Palestina merupakan negara yang sampai saat ini masih dijajah. Kita bebaskan Palestina,” kata Ma’ruf.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir di Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Pusat. Begitu tiba, Anies langsung bersalaman dengan sejumlah massa aksi. Pantauan di lokasi, Minggu (17/12/2017), Anies tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Dia datang mengenakan kostum putih berkopiah dengan syal khas Palestina atau kafiyeh Palestina. Usai menyalami warga, Anies naik ke atas panggung dan duduk di sebelah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sementara itu sejumlah tokoh secara bergantian menyampaikan orasinya kepada massa aksi. Massa aksi terus berdatangan di Monas. Massa membawa berbagai atribut seperti spanduk hingga bendera Palestina. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym sempat memimpin doa Aksi Bela Palestina. Aa Gym mendoakan agar Palestina segera merdeka dan bebas dari penjajahan. “Lepaskan dari penjajahan kaum yang zalim. Kabulkan ya doa kami. Semoga Allah memuliakan guru-guru kita, habaib, uztazah,” ujar Aa Gym dalam doanya.

Sejumlah tokoh mulai berdatangan ke aksi bela Palestina di Monas, Jakarta Pusat. Mereka yang datang dari mulai Zaitun Rasmin hingga Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis. Pantaun detikcom di lokasi, Minggu (17/12/2017) mereka tampak duduk di atas panggung. Sebagian di antara mereka juga tampak memberikan arahan kepada peserta aksi yang berada di depan panggung. Foto: Sejumlah tokoh mulai berdatangan ke aksi bela Palestina di Monas, Jakarta Pusat. (Kanavino-detikcom) Sementara itu, massa yang telah hadir terlihat melantunkan zikir. Mereka juga ikut menyanyi nasyid dipimpin oleh beberapa orang. Chalil Nafis sempat memberikan sambutan di depan massa aksi. Dia meminta kepada massa untuk menunjukkan dunia bahwa umat islam tidak rela Palestina dijajah oleh Israel. “Bahwa kita hadir di tempat ini insyaallah berjuta juta umat Islam, rakyat Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia, umat terbesar di Indonesia tidak rela Palestina dirampas dan dijajah oleh Israel,” tuturnya. Dia juga meminta kepada peserta aksi untuk tetap menjaga kebersihan. Menurut Chalil, tak boleh ada peserta yang merusak lingkungan Monas. “Untuk menjaga lingkungan ini, jangan injak rumput yang indah. Duduk dan berdiri dan tidak merusak lingkungan,” ujarnya.

Panji-panji hitam-putih dengan tulisan Arab berkibar di tengah aksi bela Palestina. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa menjadi pemacu semangat para peserta aksi penentang kebijakan sepihak Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dua panji tersebut tampak di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017). Kalimat Arab yang tertera di dua panji itu berbunyi ‘La Ilaha Illallah Muhammadurrasulullah’, yang dikenal sebagai kalimat Tauhid. Ar-Rayah merupakan panji dengan latar hitam dan tulisan Arab putih. Sedangkan Al-Liwa merupakan kebalikannya. Banyak peserta aksi Bela Palestina yang membawa dan mengibarkan bendera ini. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa berkibar di tengah massa Aksi Bela Palestina Foto: Gibran Maulana/detikcom Panji Ar-Rayah dan Al-Liwa terus dikibarkan sedemikian rupa hingga terbentang mantap. Si pengibar bendera yang juga salah satu peserta aksi, kemudian memekikkan takbir. “Allahu Akbar!” ucapnya di depan pintu Al-Fattah Masjid Istiqlal. Massa Aksi Bela Palestina di masjid Istiqlal (Foto: Gibran Maulana/detikcom) Sontak, beberapa massa yang mendengar takbir menjadi terpicu. Mereka membalas takbir dengan takbir. Massa makin bersemangat. Tepat pukul 05.30 WIB, massa berangsur meninggalkan Masjid Istiqlal, bergerak menuju Monas, tempat utama aksi Bela Palestina. Kibar bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa, disertai takbir, mengiringi niat massa yang hendak membela habis-habisan Palestina.

Rekanbola.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon menghadiri Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Pusat. Keduanya kompak memakai peci hitam. Pantauan di lokasi, Minggu (17/12/2017), Fahri dan Fadli terlihat sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya kemudian langsung naik ke panggung bersama sejumlah tokoh yang telah hadir sebelumnya seperti Menteri Agama Lukman Saifuddin hingga Ketum MUI Ma’aruf Amin. Fahri memakai baju hitam, peci, serta syal Palestina. Sementara Fadli memakai baju putih, memakai kafiyeh Palestina, dan memakai peci. Sebelumnya, sejumlah tokoh masih terus menyampaikan orasinya kepada massa aksi. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym sempat memimpin doa Aksi Bela Palestina. Aa Gym mendoakan agar Palestina segera merdeka dan bebas dari penjajahan. Ketum MUI Ma’aruf Amin juga sempat menyerukan untuk mengambil sikap terhadap Amerika Serikat. Teriakan ‘boikot Amerika’ pun langsung menggema. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Setuju atau tidak? Saya tanya, Kalau Donald Trump tidak mau juga mencabut bagaimana? Boikot?” tanya Maruf Amin dari atas panggung. “Boikot Amerika,” teriak massa ramai-ramai menjawab Ma’ruf. Ma’ruf mengatakan massa berkumpul hari ini semata-mata hanya untuk membela Palestina. Pernyataan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, kata Ma’ruf, sangat menyakiti umat Islam. “Palestina merupakan negara yang sampai saat ini masih dijajah. Kita bebaskan Palestina,” kata Ma’ruf.   Related

Rekanbola – Winger  Manchester City, Raheem Sterling  mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlena mengingat  Manchester United  masih bisa memberi ancaman. The Citizens  tampil sangat kuat di bawah asuhan Josep Guardiola pada musim ini. City sampai saat ini masih dominan menguasai klasemen Premier League dengan keunggulan 11 poin dari United. Kini sudah banyak yang menyebut kalau City akan keluar sebagai juara pada akhir musim. Namun, Sterling sadar kalau perjalanan menuju gelar juara masih panjang dan United bukanlah tim yang pantang menyerah. “Jika kami memenangkan semua pertandingan kami, kami memenangkan gelar,” kata Sterling kepada  Football Focus . “Jadi jika Anda mengatakannya seperti itu, itu adalah kekalahan kami, tapi ini baru bulan Desember dan kami memiliki lawan hebat di liga ini. “United tidak akan beristirahat sejenak, mereka akan melakukan semua yang mereka bisa untuk mencoba dan mengejar kami dan berharap kami terpeleset. “Kami hanya perlu mempertahankan mentalitas itu.” Sterling sendiri tampil sangat impresif pada musim ini setelah mencetak 13 gol dari 22 pertandingan di semua ajang kompetisi untuk City. Recommended Related

Rekanbola – Steven N’Zonzi  bisa hengkang dari  Sevilla  di bursa transfer Januari ini. Konfirmasi tentang masa depan gelandang 29 tahun Prancis itu disampaikan oleh pelatih Sevilla  Eduardo Berizzo . Ini merupakan kabar bagus bagi  Juventus ,  Inter Milan  dan  Arsenal  yang sama-sama menginginkan jasanya. N’Zonzi sempat ditawar senilai €30 juta Euro oleh beberapa klub musim panas kemarin. Namun dia memilih bertahan di Sevilla. Sekarang, hubungannya dengan Sevilla sudah rusak. Dia bahkan tak masuk skuat dalam beberapa laga terakhir. “Ini adalah masalah yang akan kami evaluasi saat liburan nanti. Semua ini takkan keluar dari ruang ganti,” kata Berizzo seperti dikutip  Football Italia. “Ini keputusan teknis. Kami akan mengambil sikap terkait situasi ini, untuk kebaikan tim dan klub.” N’Zonzi memiliki  release clause  senilai €40 juta. Recommended Related

Related Posts

Comments are closed.