Ketua RW di Pondok Cabe Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Satpam

Ketua RW di Pondok Cabe Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Satpam

Pergantian satpam outsourcing di Komplek Perumahan Modernhill Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten ricuh. Akibat kericuhan ini, Ketua RW 013 Mahmud Suratinoyo mengalami luka-luka. Peristiwa ini disebabkan satpam lama yang tak mau adanya pergantian. Mereka kemudian merangsek ke pos depan Kompleks Modernhill. Kaca-kaca di pos satpam dirusak dan beberapa alat elektronik juga rusak. Satpam baru tidak bisa berbuat apa-apa karena kalah jumlah. “Mereka membawa bambu, kayu-kayu serta senjata tajam,” ujar seorang warga, Kamis (1/3/2018). Saat itu, Mahmud yang mengawasi pergantian satpam outsourcing oleh developer perumahan Modernland ini mengalami pengeroyokan. Dia diinjak-injak dan dipukuli oknum satpam lama. Mahmud kemudian dibawa ke polsek Pamulang dan rumah sakit untuk divisum. Korban lainnya adalah anggota satpam baru yang telinganya terkena sabetan sajam. “Salah satu korban di samping beberapa security dari outsourcing yang baru adalah Pak RW yang sempat dikeroyok. Dan saat ini bersama saya dan beberapa orang lagi buat laporan ke Polsek dan visum Rumah sakit,” ujarnya lagi. Saat ini sejumlah warga masih mencoba membujuk satpam lama agar tidak berlaku anarkis. Pantauan detikcom pukul 04.00 WIB mereka terlihat duduk-duduk di pos satpam depan Kompleks Modernhill.

Tiga puluh orang yang rata-rata berusia remaja terjaring razia preman di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Enam orang di antaranya kedapatan membawa senjata tajam dan diduga hendak melakukan kejahatan. “Enam orang laki-laki yang kedapatan membawa senjata tajam selanjutnya diproses. Sedangkan 24 orang tidak kedapatan membawa senjata tajam akan dipanggil orang tua dan/atau gurunya setelah 24 jam ke depan,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho dalam keterangannya, Senin (26/2/2018). Tiga puluh orang itu terjaring razia pada Minggu (25/2) dini hari. Saat itu, mereka bergerombolan di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren. Tak lama setelah diamankan, warga melapor ke polisi. Seorang warga, Aldi (18), diduga dibacok oleh rombongan yang sudah diamankan itu. “Datang beberapa pelapor yang melaporkan bahwa telah terjadi pembacokan dilakukan oleh rombongan orang yang menggunakan sepeda motor terhadap seorang laki-laki yang menjadi korban dan berada di klinik,” ungkapnya. Saat ini, polisi masih memeriksa para remaja tersebut. Polisi juga menyita 6 senjata tajam berupa katana dan celurit serta 21 unit sepeda motor. “Para pelaku dan yang diamankan berkumpul pada awalnya untuk menikmati malam Minggu, muncul ide untuk melaksanakan aksi karena ingin menunjukkan keberanian,” pungkasnya.

Iswahyudi dikeroyok Ari (37) dan Retno (26) karena menyerempet motor temannya, Sabeni. Saat mengeroyok, Ari dan Retno dalam kondisi mabuk. “Kemarin sore, korban sedang mengendarai mobil dan menyerempet sepeda motor saksi Sabeni, yang merupakan teman pelaku, di Jalan Meruya Ilir. Keduanya akhirnya cekcok di pinggir jalan,” ucap Kapolsek Kembangan Kompol Supriadi dalam keterangannya, Selasa (27/2/2018). Saat Iswahyudi dan Retno cekcok, kedua pelaku tengah minum minuman beralkohol di pinggir jalan. Kedua pelaku pun menghampiri Iswahyudi dan Sabeni, yang masih cekcok. Ari dan Retno pun langsung menganiaya korban. Kedua pelaku mencekik dan memukul Iswahyudi. “Retno langsung menarik baju dan mencekik leher korban. Sedangkan pelaku Ari langsung memukul pipi kiri korban sekali dengan menggunakan tangan kanannya,” kata Supriadi. Korban pun langsung pergi ke Polsek Kembangan untuk melaporkan penganiayaan. Tim Reskrim Polsek Kembangan langsung mengejar kedua pelaku tersebut. “Kedua pelaku kita amankan tidak jauh dari lokasi kejadian. Mereka pun masih dalam kondisi mabuk,” ucap Supriadi.

Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kembali menyinggung penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Ia menegaskan dibutuhkan tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus ini. “Ini bukan (hanya) penyerangan terhadap Novel, (tapi juga) penyerangan terhadap agenda pemberantasan korupsi, penyerangan terhadap Anda-Anda, terhadap saya, terhadap negeri ini. Maka, penting TGPF itu. Kenapa penting? Karena polisi selama 10 bulan ini tidak menunjukkan perkembangan penyidikan yang positif,” kata Dahnil di kantor PP Pemuda Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Ia meminta Presiden Joko Widodo membentuk TGPF agar bisa membantu kepolisian mengungkap kasus teror tersebut dengan cepat. Menurutnya, tidak seriusnya penanganan kasus teror terhadap Novel bisa menjadi kuburan politik bagi Jokowi. “Bagi saya, ini bisa jadi kuburan politik bagi Pak Jokowi. Kenapa? Karena janji utama politik Pak Jokowi ada dua hal yang penting, yaitu penanganan permasalahan HAM, kemudian perlawanan terhadap korupsi,” ungkap Dahnil. Dahnil mengkritik kinerja kepolisian dengan menyinggung pemanggilannya beberapa waktu lalu oleh Polda Metro Jaya. Dahnil menduga ada kendala nonteknis dalam penuntasan kasus ini. “Anda coba bayangkan terakhir diperiksa saya. Apa hubungan saya dengan peristiwa itu. Jadi semua yang mau kritik diperiksa. Yang pesimistis dan nggak percaya polisi mau diperiksa, kan ada yang salah. Jadi menurut saya, apa yang dilakukan polisi sekarang bukan berhadapan dengan kendala teknis penyidikan,” ujarnya. “Tapi polisi sedang menghadapi kendala nonteknis. Nonteknisnya itu apa? Politik, bisa karena terkait dengan high profile person. Jadi karena bisa dugaan kasus ini melibatkan orang yang pengaruh kuat, orang yang punya pangkat. Atau kalau istilah Novel ada dugaan keterlibatan jenderal,” sambungnya.

Diwarnai tangis, kecemasan, dan juga semangat, para muridMarjoryStonemanDouglasHighSchool kembali ke sekolah tempat penembakan yang menewaskan 17 rekan mereka dua pekan lalu. Puluhan polisi menyapa ‘Selamat Pagi’ kepada murid yang berdatangan sementara sejumlah alumni dan warga sekitar sengaja datang untuk memperlihatkan dukungan. Beberapa warga memberikan bunga kepada para murid sementara polisi membawa spanduk yang bertuliskan dukungan kepada sekitar 3.000 murid sekolah. Barisan wartawan juga ikut meramaikan dibukanya kembali sekolah tersebut, Rabu (28/02). Lyliah Skinner, siswa yang berusia 16 tahun, sebelum meninggalkan rumahnya untuk menuju sekolah mengatakan kepada BBC: “Kami tidak akan belajar banyak hari ini, semuanya untuk penyembuhan.” Dia juga mengaku cemas karena ‘takut kalau akan terjadi lagi (penembakan). Dia kemudian menyebut beberapa murid yang tidak akan datang kembali, termasuk Joaquin Oliver, yang duduk di kursi di depan di kelasnya. ReutersPolisi membawa spanduk untuk mendukung para murid. Sementara David Hogg, yang menjadi pegiat anti-senjata api, juga mengaku tidak tenang: “Amat sulit untuk memikirkan yang terjadi dua pekan lalu.” “Bayangkan berada dalam sebuah pesawat yang mengalami kecelakaan dan kembali ke pesawat yang sama, kembali dan kembali lagi, dan mengharapkan belajar dan bertindak seperti tidak ada yang salah,” jelasnya kepada NBC News. ReutersBeberapa murid masuk sekolah dengan rasa cemas. Sedang Lauren Hogg, kepada CNN mengaku ketakutan ‘kembali ke dalam kelasnya dan melihat kursi kosong tempat teman-temannya dulu duduk’. Namun banyak juga siswa yang datang dengan penuh semangat untuk memperlihatkan tekad tidak dikalahkan oleh penembakan tanggal 14 Februari lalu. Pada Hari Valentine tersebut, seorang mantan murid berusia 19 tahun, Nikolas Cruz, memasuki sekolah dan melepas tembakan dengan menggunakan senapan semiotomatis AR-15 hingga menewaskan 14 murid dan tiga staf sekolah. ReutersWarga sekitar menyatakan dukungannya, antara lain dengan memberikan bunga kepada para murid Marjory Stoneman Douglas High School. Insiden penembakan ini memicu kritik karena FBI dan polisi setempat tidak menindaklanjuti beberapa petunjuk tentang Cruz yang berbahaya dan polisi bersenjata yang berada di sekolah tidak langsung bertindak saat penembakan terjadi. Gedung 12 di sekolah, tempat berlangsung penembakan, masih tetap ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. Kegiatan sekolah di hari pertama pembukaan kembali lebih untuk menghubungkan kembali sesama murid maupun juga dengan guru serta untuk mengungkapkan perasaan mereka. Polisi bersenjata ‘cuma diam’ di luar gedung saat para siswa ditembaki di sekolah itu Sementara itu anggota parlemen daerah Florida akan segera mengkaji rancangan undang-undang terkait dengan senjata api, yang membutuhkan pengesahan mereka dan Gubernur Rick Scott. Saah satu pembatasan dalam RUU adalah ditingkatkannya umur untuk membeli senapan laras panjang dari 18 tahun menjadi 21 tahun serta wewenang lebih besar bagi polisi untuk menyita senjata api dari orang yang menderita gangguan jiwa. Sementara itu ada pula program sukarela sebesar US$67 juta atau sekitar Rp920 miliar guna mempersenjatai staf sekolah, termasuk guru, untuk menjamin mereka mendapat pelatihan dari aparat penegak hukum serta izin membawa senjata rahasia di kampus, seperti dilaporkan koran New York Times.

KPK kembali menetapkan dua orang tersangka terkait kasus korupsi e-KTP. Mereka adalah keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan orang kepercayaan Novanto, Made Oka Masagung. “Setelah melakukan penyelidikan dan mencermati fakta di persidangan terhadap para terdakwa yang telah disidang, yaitu Irman, Sugiharto, Andi Agustinus, yang telah divonis bersalah, serta yang sedang proses persidangan, yaitu Setya Novanto, dan akan diproses ke pengadilan, yaitu Anang Sugiana Sudihardjo, maka KPK telah menemukan bukti permulaan cukup untuk menetapkan dua orang lagi sebagai tersangka, yaitu IHP (Irvanto Hendra Pambudi Cahyo) dari swasta dan MOM (Made Oka Masagung) juga dari swasta,” ungkap Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2018). KPK menduga keduanya bersama Novanto, Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Anang Sugiana Sudihardjo, serta beberapa pihak lainnya melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi. Perbuatan itu akhirnya menimbulkan kerugian negara. “Mereka diduga bersama Novanto, Irman selaku Dirjen Dukcapil, Sugiharto selaku PPK, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Anang Sugiana Sudihardjo, serta beberapa orang lainnya melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan atau kesempatan, sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai paket 5,9 triliun,” ujar Agus. Terhadap dua tersangka ini disangkakan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Tipikor No 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Dalam putusan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, peran Made Oka disebut sebagai orang dekat Novanto. Selain itu, dia disebut dalam surat dakwaan Novanto sebagai pihak perantara aliran uang ke Novanto. Pemberian fee kepada Novanto disebut diambil dari bagian pembayaran PT Quadra Solution kepada Johannes Marliem melalui perusahaan Biomorf Mauritius dan PT Biomorf Lone Indonesia. Duit itu ditransfer ke rekening Made Oka Masagung di Singapura yang diteruskan ke Novanto. Selain itu, dalam sidang terungkap aliran uang dari PT Biomorf Mauritius itu ke sejumlah perusahaan money changer . Peran Irvanto sendiri disebut mengambil uang tunai dari perusahaan money changer di Indonesia yang memiliki stok dolar senilai uang yang ditransfer PT Biomorf Mauritius. Cara itu disebut KPK diduga untuk menyembunyikan transaksi.

Bareskrim Polri bersama penyidik dari FBI meninggalkan kapal super yacht Equanimity. Kapal pabrikan Belanda itu diduga dibeli oleh terdakwa korupsi USD 1 miliar asal Malaysia, Jho Low. Pantauan detikcom di perairan Tanjung Benoa, Denpasar, Bali, Rabu (28/2/2018), Bareskrim Polri dan sedikitnya empat pria yang diduga dari FBI menaiki Equanimity pada pukul 13.30 Wita. Lalu pada pukul 20.00 Wita, sejumlah orang yang disebut berasal dari Biro Investigasi Federal itu keluar dari kapal mewah seharga Rp 3,5 triliun tersebut. Di antara Equanimity dan kapal patroli berukuran sedang milik Polairud Polda Bali, mereka harus menggunakan perahu karet. Orang yang tidak berkepentingan juga tidak diperkenankan menaiki kapal yang telah berada di Indonesia sejak November 2017 itu. Sedikitnya lima orang lebih dulu meninggalkan Equanimity. Para penyidik Mabes Polri meninggalkan Equanimity 5 menit setelahnya. Belum ada keterangan dari pihak Mabes Polri. Namun mereka keluar setelah berada di atas kapal selama 6 jam lebih. Para penyidik membawa selusin tas berupa koper hitam dan tas hitam. Belum diketahui isinya, namun keberadaan dua instansi tersebut adalah untuk melakukan penyitaan terhadap kapal berbendera negara Persemakmuran Inggris tersebut. “Mereka (AS) minta ke pemerintah kita bahwa keberadaan kapal di sini dan kita sudah minta izin untuk melakukan penyitaan,” kata Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Daniel Silitonga.

Related Posts

Comments are closed.