Ketua Garda 212 Ungkap Alasan Prabowo Ingin Uang Ditunjukkan di Depan

Ketua Garda 212 Ungkap Alasan Prabowo Ingin Uang Ditunjukkan di Depan

Ketua Garda 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo buka-bukaan soal interaksinya dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto soal uang pemenangan di pilkada. Prabowo ingin uang pemenangan ditunjukkan sebelum surat keputusan (SK) partai keluar. “Pak Prabowo pernah menyampaikan sama saya, ‘Mengapa saya ingin dana itu cukup, mesti ditunjukkan di depan, karena saya tidak ingin nanti sudah kita keluarkan SK, ternyata orang tersebut tidak mampu mengeluarkan dana pertarungan itu atau dana pemenangan itu sehingga nanti gua capek lagi, udah gua kasih SK, partai gua kasih dukung dia, terus gua capek lagi nyari uangnya, gua nggak mau,'” tutur Sambo menirukan Prabowo. Hal itu disampaikan Ustaz Sambo dalam jumpa pers soal keberadaan Garda 212 di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018). Ustaz Sambo bicara dalam rangka sosialisasi syarat-syarat yang diajukan parpol bagi alumni dan simpatisan 212 yang berminat difasilitasi maju di Pemilu 2019. Garda 212 adalah wadah bagi alumni dan simpatisan 212 yang ingin terjun ke politik. Sebelumnya, Ustaz Sambo bicara soal La Nyalla Mattalitti yang mengaku diminta duit Rp 40 miliar oleh Prabowo. Dia mengatakan, kalaupun benar, permintaan itu terlalu kecil untuk Pilgub Jatim. “Pak La Nyalla mungkin demikian juga, apalagi dengar berita katanya disuruh bawa Rp 40 miliar untuk saksi, saya kira Rp 40 miliar itu terlalu sedikit untuk seukuran Jawa Timur,” ujarnya. Jumpa pers Garda 212. (Bil Wahid/detikcom) Ustaz Sambo mengatakan ada 3 syarat yang diminta Prabowo dari seseorang yang ingin menjadi caleg atau calon kepala daerah, yaitu uang yang cukup untuk bertarung, elektabilitas yang cukup untuk menang, dan komitmen mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019. Dia lalu memberi contoh proses pengajuan salah seorang saudaranya sebagai calon kepala daerah di wilayah Aceh untuk Pilkada 2018 ini ke Gerindra. Ustaz Sambo menuturkan dirinya berupaya memenuhi 3 syarat yang diminta Prabowo. “Ketika saya mengajukan salah satu saudara saya di Aceh, kita bikin survei dulu, kita tunjukkan ini hasil surveinya, kita sampaikan peluang menangnya dalam pilkada,” kata Ustaz Sambo dalam jumpa pers di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1). Saudara yang tak disebut namanya itu, dituturkan Ustaz Sambo, merupakan salah seorang yang paling cepat mengantongi surat keputusan (SK) pengusungan sebagai calon kepala daerah dari Gerindra, yaitu pada 8 Agustus 2017. SK bisa diperoleh dengan cepat karena syarat-syarat yang diminta sudah dipenuhi. “Ketika ditanya punya uang nggak, saya bilang punya uang, cukup. Berapa? Saya kasih tahu nilainya, dibilang cukup segitu. Bagaimana elektabilitas, saya katakan 12 persen, masih cukup kecil, di atas itu masih ada dua kandidat yang cukup besar, di atas 20. Walaupun ini masih cukup kecil, tapi masih bisa menang karena secara kualitatif masih ada beberapa faktor,” tuturnya. “Saya sampaikan faktor-faktornya, jadi masih masuk akal kemungkinan untuk menang, karena saudara saya memang dari birokrasi, jadi dia belum terlalu dikenal, jadi saya sampaikan alasan-alasannya,” sambung Ustaz Sambo. Soal syarat ketiga, yaitu dukungan untuk Prabowo di 2019, Ustaz Sambo memastikan komitmen saudaranya. Apalagi, katanya, dia juga akan ikut mendukung Prabowo. Setelah semua syarat dipenuhi, Prabowo langsung memberikan SK untuk saudaranya itu.

Katanya, Ketua Umum Partai Gerindra itu akan selalu menanyakan berapa yang dikantongi si calon untuk modal bertarung. “Pak Prabowo selalu menanyakan, uangnya cukup enggak untuk bertarung? Elektabilitas sang calon mumpuni enggak? Lalu bisa mendukung Prabowo sebagai Calon Presiden atau tidak?,” kata Sambo dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1). Menurut dia, alasan Prabowo menanyakan uang sebelum memberikan dukungan karena ongkos politik dalam sistem Pemilihan Umum di Indonesia adalah sangat tinggi. “Karena orang yang ingin maju baik di Pemilihan Kepala Daerah maupun Pemilihan Legislatif harus mempunyai cukup dana. Itulah fakta yang ada selama ini,” ucap Sambo. Karena itu ia heran kenapa La Nyala Mattalitti yang cuma diminta menyediakan Rp 40 miliar sebagai modal pencalonan di Pilgub Jawa Timur malah berkoar-koar menuduh Prabowo minta mahar politik. Bahkan, Sambo menilai uang senilai itu terlalu sedikit untuk sekelas Pilgub Jatim. “Saya kira Rp 40 miliar itu terlalu sedikit. Kata Pak Prabowo mengapa saya pingin dana yang cukup ditunjukkan di depan, karena saya tidak mau nanti capek lagi cari uangnya,” kata Idrus meniru pernyataan Prabowo. La Nyalla Mahmud Mattalitti kecewa berat dengan Partai Gerindra karena tidak jadi diusung Gerindra sebagai calon gubernur Jatim. Mantan Ketua Umum PSSI yang masih menjabat Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim itu menjelaskan alasan kekecewaannya kepada Gerindra. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis lalu, ia mengaku diminta menyetor Rp 170 miliar oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto, sebagai syarat mendapat tiket pencalonan di Jatim. Permintaan tersebut disampaikan Supriyanto pada medio Desember 2017. Kemudian, pada Sabtu 9 Desember 2017, saat deklarasi pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu untuk Pilgub Jawa Barat, La Nyalla bertemu Prabowo Subianto. Prabowo meminta La Nyalla menyiapkan uang senilai Rp 40 miliar sampai batas waktu 20 Desember. “Bapak Prabowo mengatakan siap uang enggak? Saya bilang saya siap. Kemudian dia tanya lagi kapan uang disiapkan? Saya bilang nanti saja setelah rekomandi selesai. Saya ada pengusaha-pengusaha muslim. Saya sampaikan juga bahwa saya sudah keluar Rp 5,9 miliar ke Supriyanto,” lanjut La Nyalla. Sedangkan beberapa petinggi Gerindra yang diwawancara media menegaskan bahwa La Nyalla tidak dicalonkan karena ia gagal mendapatkan partai yang mau berkoalisi untuk mengusungnya. Sementara, Gerindra kekurangan syarat minimal kursi DPRD untuk mengusung calon sendirian. La Nyalla yang ditugaskan mencari mitra koalisi pun gagal dan mengembalikan surat penugasan kepada Prabowo pada 20 Desember 2017. [ald]

Ketua Garda 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo buka-bukaan soal interaksinya dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto soal uang pemenangan di pilkada. Prabowo ingin uang pemenangan ditunjukkan sebelum Surat Keputusan (SK) partai keluar. “Pak Prabowo pernah menyampaikan sama saya, ‘mengapa saya ingin dana itu cukup, mesti ditunjukkan di depan, karena saya tidak ingin nanti sudah kita keluarkan SK, ternyata orang tersebut tidak mampu mengeluarkan dana pertarungan itu atau dana pemenangan itu sehingga nanti gua capek lagi, udah gua kasih SK, partai gua kasih dukung dia, terus gua capek lagi nyari uangnya, gua nggak mau’,” tutur Sambo menirukan Prabowo. Hal itu disampaikan Ustaz Sambo dalam jumpa pers soal keberadaan Garda 212 di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018). Sebelumnya, Ustaz Sambo bicara soal La Nyalla Mattalitti yang mengaku diminta duit Rp 40 miliar oleh Prabowo. Dia mengatakan, kalaupun benar, permintaan itu terlalu kecil untuk Pilgub Jatim. “Pak La Nyalla mungkin demikian juga, apalagi dengar berita katanya disuruh bawa Rp 40 miliar untuk saksi, saya kira Rp 40 miliar itu terlalu sedikit, untuk seukuran Jawa Timur,” ujarnya. Jumpa pers Garda 212. (Bil Wahid/detikcom) Ustaz Sambo mengatakan ada 3 syarat yang diminta Prabowo dari seseorang yang ingin menjadi caleg atau calon kepala daerah, yaitu uang yang cukup untuk bertarung, elektabilitas yang cukup untuk menang, dan komitmen mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019. Dia lalu memberi contoh proses pengajuan salah seorang saudaranya sebagai calon kepala daerah di wilayah Aceh untuk Pilkada 2018 ini ke Gerindra. Ustaz Sambo menuturkan dirinya berupaya memenuhi 3 syarat yang diminta oleh Prabowo. “Ketika saya mengajukan salah satu saudara saya di Aceh, kita bikin survei dulu, kita tunjukkan ini hasil surveinya, kita sampaikan peluang menangnya dalam pilkada,” kata Ustaz Sambo dalam jumpa pers di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018). Saudara yang tak disebut namanya itu, dituturkan Ustaz Sambo merupakan salah seorang yang paling cepat mengantongi Surat Keputusan (SK) pengusungan sebagai calon kepala daerah dari Gerindra, yaitu pada 8 Agustus 2017. SK bisa diperoleh dengan cepat karena syarat-syarat yang diminta sudah dipenuhi. “Ketika ditanya punya uang nggak, saya bilang punya uang, cukup. Berapa? Saya kasih tahu nilainya, dibilang cukup segitu. Bagaimana elektabilitas, saya katakan 12 persen, masih cukup kecil, di atas itu masih ada dua kandidat yang cukup besar, di atas 20, walaupun ini masih cukup kecil, tapi masih bisa menang karena secara kualitatif masih ada beberapa faktor,” tuturnya. “Saya sampaikan faktor-faktornya, jadi masih masuk akal kemungkinan untuk menang, karena saudara saya memang dari birokrasi, jadi dia belum terlalu dikenal, jadi saya sampaikan alasan-alasannya,” sambung Ustaz Sambo. Soal syarat ketiga, yaitu dukungan untuk Prabowo di 2019, Ustaz Sambo memastikan komitmen saudaranya. Apalagi, katanya, dia juga akan ikut mendukung Prabowo. Setelah semua syarat dipenuhi, Prabowo langsung memberikan SK untuk saudaranya itu.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ketua Garda 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo buka-bukaan soal interaksinya dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto soal uang pemenangan di pilkada. Prabowo ingin uang pemenangan ditunjukkan sebelum Surat Keputusan (SK) partai keluar. “Pak Prabowo pernah menyampaikan sama saya, ‘mengapa saya ingin dana itu cukup, mesti ditunjukkan di depan, karena saya tidak ingin nanti sudah kita keluarkan SK, ternyata orang tersebut tidak mampu mengeluarkan dana pertarungan itu atau dana pemenangan itu sehingga nanti gua capek lagi, udah gua kasih SK, partai gua kasih dukung dia, terus gua capek lagi nyari uangnya, gua nggak mau’,” tutur Sambo menirukan Prabowo. Hal itu disampaikan Ustaz Sambo dalam jumpa pers soal keberadaan Garda 212 di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018). Sebelumnya, Ustaz Sambo bicara soal La Nyalla Mattalitti yang mengaku diminta duit Rp 40 miliar oleh Prabowo. Dia mengatakan, kalaupun benar, permintaan itu terlalu kecil untuk Pilgub Jatim. “Pak La Nyalla mungkin demikian juga, apalagi dengar berita katanya disuruh bawa Rp 40 miliar untuk saksi, saya kira Rp 40 miliar itu terlalu sedikit, untuk seukuran Jawa Timur,” ujarnya. Jumpa pers Garda 212. (Bil Wahid/detikcom) Ustaz Sambo mengatakan ada 3 syarat yang diminta Prabowo dari seseorang yang ingin menjadi caleg atau calon kepala daerah, yaitu uang yang cukup untuk bertarung, elektabilitas yang cukup untuk menang, dan komitmen mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019. Dia lalu memberi contoh proses pengajuan salah seorang saudaranya sebagai calon kepala daerah di wilayah Aceh untuk Pilkada 2018 ini ke Gerindra. Ustaz Sambo menuturkan dirinya berupaya memenuhi 3 syarat yang diminta oleh Prabowo. “Ketika saya mengajukan salah satu saudara saya di Aceh, kita bikin survei dulu, kita tunjukkan ini hasil surveinya, kita sampaikan peluang menangnya dalam pilkada,” kata Ustaz Sambo dalam jumpa pers di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018). Saudara yang tak disebut namanya itu, dituturkan Ustaz Sambo merupakan salah seorang yang paling cepat mengantongi Surat Keputusan (SK) pengusungan sebagai calon kepala daerah dari Gerindra, yaitu pada 8 Agustus 2017. SK bisa diperoleh dengan cepat karena syarat-syarat yang diminta sudah dipenuhi. “Ketika ditanya punya uang nggak, saya bilang punya uang, cukup. Berapa? Saya kasih tahu nilainya, dibilang cukup segitu. Bagaimana elektabilitas, saya katakan 12 persen, masih cukup kecil, di atas itu masih ada dua kandidat yang cukup besar, di atas 20, walaupun ini masih cukup kecil, tapi masih bisa menang karena secara kualitatif masih ada beberapa faktor,” tuturnya. “Saya sampaikan faktor-faktornya, jadi masih masuk akal kemungkinan untuk menang, karena saudara saya memang dari birokrasi, jadi dia belum terlalu dikenal, jadi saya sampaikan alasan-alasannya,” sambung Ustaz Sambo. Soal syarat ketiga, yaitu dukungan untuk Prabowo di 2019, Ustaz Sambo memastikan komitmen saudaranya. Apalagi, katanya, dia juga akan ikut mendukung Prabowo. Setelah semua syarat dipenuhi, Prabowo langsung memberikan SK untuk saudaranya itu.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ketua Garda 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo ikut bicara soal pernyataan La Nyalla Mattalitti yang mengaku diminta Rp 40 miliar oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Bagi Ustaz Sambo, permintaan itu terlalu sedikit untuk kebutuhan Pilgub Jatim 2018. Sebelum masuk soal La Nyalla, Ustaz Sambo menceritakan soal upayanya mengajukan saudaranya sebagai calon kepala daerah di wilayah Aceh ke Gerindra. Syarat uang, kata Ustaz Sambo, memang jadi yang utama untuk bisa diusung Gerindra. Lalu dia bicara soal pengakuan La Nyalla. “Pak La Nyalla mungkin demikian juga, apalagi dengar berita katanya disuruh bawa Rp 40 miliar untuk saksi, saya kira Rp 40 miliar itu terlalu sedikit, untuk seukuran Jawa Timur,” kata Ustaz Sambo dalam jumpa pers di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018). Dia menuturkan, Prabowo pernah menyampaikan kepada dirinya soal pentingnya uang untuk pilkada ditunjukkan di depan, sebelum Surat Keputusan (SK) pengusungan dikeluarkan oleh Gerindra. Prabowo, kata Sambo, ingin menjamin bahwa partainya tak perlu lagi mencarikan dana untuk si calon. Prabowo, kata Sambo, tak ingin calon yang diberi SK bicara nanti-nanti soal uang pemenangan. Uang tersebut harus ditunjukkan di depan. “Apakah pribadi dia yang menunjukkan, atau orang-orang tertentu yang punya dana menjamin itu,” ujarnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Katanya, Ketua Umum Partai Gerindra itu akan selalu menanyakan berapa yang dikantongi si calon untuk modal bertarung. “Pak Prabowo selalu menanyakan, uangnya cukup enggak untuk bertarung? Elektabilitas sang calon mumpuni enggak? Lalu bisa mendukung Prabowo sebagai Calon Presiden atau tidak?,” kata Sambo dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1). Menurut dia, alasan Prabowo menanyakan uang sebelum memberikan dukungan karena ongkos politik dalam sistem Pemilihan Umum di Indonesia adalah sangat tinggi. “Karena orang yang ingin maju baik di Pemilihan Kepala Daerah maupun Pemilihan Legislatif harus mempunyai cukup dana. Itulah fakta yang ada selama ini,” ucap Sambo. Karena itu ia heran kenapa La Nyala Mattalitti yang cuma diminta menyediakan Rp 40 miliar sebagai modal pencalonan di Pilgub Jawa Timur malah berkoar-koar menuduh Prabowo minta mahar politik. Bahkan, Sambo menilai uang senilai itu terlalu sedikit untuk sekelas Pilgub Jatim. “Saya kira Rp 40 miliar itu terlalu sedikit. Kata Pak Prabowo mengapa saya pingin dana yang cukup ditunjukkan di depan, karena saya tidak mau nanti capek lagi cari uangnya,” kata Idrus meniru pernyataan Prabowo. La Nyalla Mahmud Mattalitti kecewa berat dengan Partai Gerindra karena tidak jadi diusung Gerindra sebagai calon gubernur Jatim. Mantan Ketua Umum PSSI yang masih menjabat Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim itu menjelaskan alasan kekecewaannya kepada Gerindra. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis lalu, ia mengaku diminta menyetor Rp 170 miliar oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto, sebagai syarat mendapat tiket pencalonan di Jatim. Permintaan tersebut disampaikan Supriyanto pada medio Desember 2017. Kemudian, pada Sabtu 9 Desember 2017, saat deklarasi pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu untuk Pilgub Jawa Barat, La Nyalla bertemu Prabowo Subianto. Prabowo meminta La Nyalla menyiapkan uang senilai Rp 40 miliar sampai batas waktu 20 Desember. “Bapak Prabowo mengatakan siap uang enggak? Saya bilang saya siap. Kemudian dia tanya lagi kapan uang disiapkan? Saya bilang nanti saja setelah rekomandi selesai. Saya ada pengusaha-pengusaha muslim. Saya sampaikan juga bahwa saya sudah keluar Rp 5,9 miliar ke Supriyanto,” lanjut La Nyalla. Sedangkan beberapa petinggi Gerindra yang diwawancara media menegaskan bahwa La Nyalla tidak dicalonkan karena ia gagal mendapatkan partai yang mau berkoalisi untuk mengusungnya. Sementara, Gerindra kekurangan syarat minimal kursi DPRD untuk mengusung calon sendirian. La Nyalla yang ditugaskan mencari mitra koalisi pun gagal dan mengembalikan surat penugasan kepada Prabowo pada 20 Desember 2017. [ald]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Jika Nagita Slavina sedang ketakutan diteror Suster Ngesot, lain hal nya dengan Natasha Wilona yang juga sedang digentayangi oleh sesosok hantu wanita yang tak kalah menyeramkannya bernama Nini Thowok . TBS Films baru saja merilis trailer perdana dari film yang digarap oleh produser film Tusuk Jelangkung , Erwin Arnada. Trailernya menampilkan Nadine (Natasha Wilona) yang baru saja [ ] Baca tapak asal هذه الصفحة هي مجرد قاریء تلقائي للأخبار باستخدام خدمة الـ RSS و بأن نشر هذه الأخبار هنا لاتعني تأییدها علی الإطلاق.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sesosok bayi mungil ditemukan seorang warga Madiun di pagar rumah. Bayi laki-laki itu langsung dibawa ke bidan desa karena kondisinya kedinginan. Sang penemu, Mukidin warga Desa Klorogan, Kecamatan Geger. “Saya waktu keluar rumah sekitar pukul 05.00 WIB, mau beli sesuatu di warung, kok melihat ada kardus di atas pagar. Saya dekati sempat bergerak-gerak dan terdengar tangis. Begitu kardus saya buka, ternyata berisikan bayi seperti baru lahir. Spontan, saya laporkan ke perangkat desa,” jelas Mukidin kepada wartawan di rumahnya, Sabtu (13/1/2018). Bayi mungil di dalan kardus itu memiliki panjang 51 cm dan berat 3,3 kg. Bayi tersebut kemudian dibawa ke bidan desa guna mendapatkan perawatan. Penemuan bayi dalam kardus ini, membuat Polsek Geger melakukan penyelidikan. Polis kemudian mengamankan barang bukti berupa kardus coklat muda, taplak warna coklat, kain sarung motif batik untuk melalukan penyelidikan. Dugaan sementara, bayi tersebut melahirkan dengan cara non medis dan dibuang oleh orang tuanya. Kemungkinan bayi ini merupakan hasil hubungan di luar nikah. “Bayi itu sepertinya ditangani non medis oleh orang tuanya yang tak menginginkan dan ditelantarkan di depan pagar rumah. Kami sudah meminta keterangan sejumlah saksi, semoga ada hasil dalam waktu dekat,” jelas Kapolsek Geger, AKP Sugeng. Pihaknya berharap, siapa pun yang mengetahui soal bayi tersebut segera melapor ke kepolisian. Kini bayi mungil tanpa dosa tersebut jadi rebutan banyak orang yang ingin mengadopsi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Lowongan Kerja smk lowongan kerja Januari 2018 penerimaan karyawan rekrutmen bursa kerja cpns dan bumn pusat pencarian lowongan kerja. Lowongan kerja terbaru Januari 2018 lowongan kerja bumn cpns bank medis sma smk d3 s1 s2 semua jurusan terbaru Januari 2018 lowongan dosen terbaru Januari 2018 loker terbaru. Sebelum membaca info lowongan kerja sma ataupun lowongan kerja smk hari ini mari sebarkan info loker terbaru ini kepada teman kerabat atau keluarga agar mereka. Lowongan kerja pt pertamina lulusan sma smk info loker bandung Januari 2018 lowongan kerja bandung Januari 2018. Loker terbaru untuk sma smk di bandung dengan tingkat produksi dan kinerja penjualan yang tinggi arutmin berhasil menunjukkan peningkatan pesat selama 20 tahun.

Saya pun bergegas meninggalkan ruang rektorat dan menyampaikan kepada sahabat-sahabat, jika rektor tidak mengabulkan tuntutan kami. Spontan plan B kami lakukan, kami aksi di depan gedung rektorat. Menuntut rektor agar mengabulkan tuntutan kami. Kami pun berorasi dan minta pak rektor menemui kami. Karena tak kunjung ditemui, saya dengan tegas menyatakan akan membakar ban serta jangan salahkan bila kami anarkis nantinya. Pastinya pernyataan tersebut saya sampaikan menggunakan sound system yang sudah disiapkan sejak awal.

seperti di kutip dari http://www.anaktanidesa.com

Di depan gedung DPRD, kami menuntut Sutan Bhatoegana meminta maaf dan mundur dari jabatannya. Kami juga menuntut partai Demokrat memberikan sanksi tegas kepada Bhatoegana. Aksi kami diterima politisi Demokrat Kota Malang (seorang perempuan, saya lupa namanya). Aksi berjalan 1,5 jam lebih, sempat saling dorong dengan petugas, tapi tak sampai adu jotos. Kami memberikan 2×24 jam bagi Bhatoegana untuk meminta maaf. Kecaman dan tuntutan tersebut juga datang dari banyak kalangan-meminta Bhatoegana meminta maaf.

Related Posts

Comments are closed.