Ketua F-NasDem DKI Nilai Penataan PKL Tanah Abang Terburu-buru

Ketua F-NasDem DKI Nilai Penataan PKL Tanah Abang Terburu-buru

Ketua Fraksi NasDem DKI Bestari Barus menilai penataan kawasan Pasar Tanah Abang yang dilakukan Gubernur DKI Anies Baswedan terlalu terburu-buru. Harusnya Pemprov DKI mengkaji lagi peraturan tentang jalan dan trotoar. “Kan sudah ada peraturan tentang jalan dan trotoar, pengunaannya untuk apa. Saya kira perlu dikaji lagi, jangan selalu terburu-buru. Pak Anies sering kelihatan terburu-buru,” kata Bestari saat dihubungi detikcom, Minggu (24/12/2017). Bestari mendesak jalan tersebut dikembalikan sebagaimana fungsinya. Dia menuturkan penggunaan jalan sebagai tempat berjualan bukanlah hal yang tepat. “Ini kan tidak dalam kondisi mendesak sebetulnya, pasar tidak kebakaran, atau pasar tidak sedang direnovasi. Nah ini tentu harus dikembalikan fungsi dari jalan sebagaimana peraturan yang ada,” jelasnya. Bestari mendorong Anies untuk memikirkan cara yang lebih akademis dan tidak menabrak aturan yang ada. Dia khawatir akan ada kecemburuan bila kebijakan tersebut terus dipertahankan. “Saya kira itu bukan hal urgent bagaimana nanti yang di dalam sekalian kan panjang, sekalian bersaing di luar. Kan yang di luar pertama kali dilihat orang. Apa yang di dalam dikeluarkan semua, terus gedungnya jadi tempat parkir,” paparnya. Pemprov DKI telah menerapkan penataan PKL Tanah Abang dengan menutup satu jalur di depan stasiun pada Jumat (22/12) lalu. Terdapat 372 PKL yang diperbolehkan berdagang di lokasi tersebut mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Ketua Fraksi NasDem DKI Bestari Barus menilai penataan kawasan Pasar Tanah Abang yang dilakukan Gubernur DKI Anies Baswedan terlalu terburu-buru. Harusnya Pemprov DKI mengkaji lagi peraturan tentang jalan dan trotoar. “Kan sudah ada peraturan tentang jalan dan trotoar, pengunaannya untuk apa. Saya kira perlu dikaji lagi, jangan selalu terburu-buru. Pak Anies sering kelihatan terburu-buru,” kata Bestari saat dihubungi detikcom, Minggu (24/12/2017). Bestari mendesak jalan tersebut dikembalikan sebagaimana fungsinya. Dia menuturkan penggunaan jalan sebagai tempat berjualan bukanlah hal yang tepat. “Ini kan tidak dalam kondisi mendesak sebetulnya, pasar tidak kebakaran, atau pasar tidak sedang direnovasi. Nah ini tentu harus dikembalikan fungsi dari jalan sebagaimana peraturan yang ada,” jelasnya. Bestari mendorong Anies untuk memikirkan cara yang lebih akademis dan tidak menabrak aturan yang ada. Dia khawatir akan ada kecemburuan bila kebijakan tersebut terus dipertahankan. “Saya kira itu bukan hal urgent bagaimana nanti yang di dalam sekalian kan panjang, sekalian bersaing di luar. Kan yang di luar pertama kali dilihat orang. Apa yang di dalam dikeluarkan semua, terus gedungnya jadi tempat parkir,” paparnya. Pemprov DKI telah menerapkan penataan PKL Tanah Abang dengan menutup satu jalur di depan stasiun pada Jumat (22/12) lalu. Terdapat 372 PKL yang diperbolehkan berdagang di lokasi tersebut mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Pemprov DKI memberlakukan kebijakan dengan memperbolehkan Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di trotoar dan jalan di depan Stasiun Tanah Abang. Puji dan kritikan diberikan untuk wajah baru Tanah Abang ala Gubernur DKI Anies Baswedan itu. Kebijakan Anies dan Wagub DKI Sandiaga Uno ini tak pelak membuat para pedagang di Pasar Tanah Abang kesal. Akibat memperbolehkan PKS berdagang di jalan, para pedagang pasar juga ingin ikut berdagang menjadi PKL. “Kalau zaman Pak Ahok (Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) nggak boleh. Zaman pak Anies itu longgar. Kalau di bawah diperbolehkan, kami juga akan turun,” ujar Pedagang Sepatu di Pasar Tanah Abang, Blok G Nasri, Jumat (22/12). Dirinya mengaku omzet penjualannya turun sejak PKL menempati jalan di kawasan strategis tempat penumpang turun dari stasiun. Nasri mengaku akan segera turun untuk kembali menjadi PKL lagi bila kondisi penjualan di tokonya terus memburuk. “Dulu kan kita kena gusuran pas zaman Pak Yos (Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso) kalau gini secepatnya akan turun,” ungkap dia. Berbeda dengan Nasri, para PKL justru semringah dengan Kebijakan Pemprov DKI. Omzet para PKL pun langsung naik secara signifikan. “Naiknya besar, biasanya sehari dapatnya Rp 500 ribu, sampai tadi jam 12 aja udah Rp 1 juta,” ungkap PKL yang berjualan jaket jeans, Erna Maulina, Jumat (22/12). Ada 400 PKL yang difasilitasi Pemprov DKI untuk bisa berjualan di jalanan. Erna menceritakan, dia biasa berjualan di kawasan Jati Baru dan kerap diusur Satpol PP. Foto: Haris Fadhil/detikcom “Cepat sekali prosesnya. Kita hanya disuruh bawa dan KTP dan meterai kemudian tanda tangan . Jualan sampai kapan nggak tahu,” tuturnya. Untuk memfasilitasi para PKL itu, Pemprov DKI pun mengeluarkan kebijakan untuk merekayasa Jalan di depan Stasiun Tanah Abang. Sampai pukul 18.00 WIB, tak ada kendaraan yang boleh melintas kecuali Bus TransJakarta ‘Tanah Abang Explorer’. Hal ini mendapat kritikan dari Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala. Dalam kritiknya, Adrianus menyampaikan penutupan jalan di Tanah Abang untuk mengakomodasi 400 PKL berpotensi melanggar aturan perundang-undangan. “Jalan ada UU (undang-undang)-nya, jalur pedestrian ada UU-nya. Kalau sekarang (jalur) pedestrian dipakai untuk PKL dan jalan juga mau ditutup untuk PKL, ya berarti UU mesti diubah dong,” kata Adrianus, Selasa (18/12). Sementara itu, kebijakan Anies mendapat dukungan dari jajarannya seperti dari Kepala Seksi Operasi Satpol PP DKI, Harry Apriyanto. Dia meminta semua pihak untuk memberi dukungan kepada Anies. “Ini programnya sudah bagus pak gubernur, ayo didukung. Kalau cuma 1-2 orang nggak mendukung, ya jadi nggak bagus lagi nanti. Saya minta kerjasamanya,” ucap Harry, Jumat (22/12). Kritikan juga datang dari Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno. Dia menganggap penutupan jalan di depan Stasiun Tanah Abang tidak tepat. Kebijakan tersebut menyebabkan sejumlah trayek angkutan umum di kawasan itu diubah. Sayang jalan yang dibangun mahal hanya untuk PKL. Hal yang keliru jika jalan digunakan untuk berdagang, seperti PKL lagi,” sebut Djoko, Jumat (22/12). Di sisi lain, kebijakan Anies mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana. Pria yang akrab disapa Lulung ini bahkan ikut mendampingi Anies saat meninjau penataan kawasan Tanah Abang, kemarin. “Bagus, semua organ hidup hari ini. Efektif, siapa bilang nggak efektif. Semua masyarakat harus memberikan apresiasi, karena ini adalah program yang sangat membahagiakan para pelaku UKM,” tukas Lulung.

Rekanbola.com  – Ketua Fraksi NasDem DKI Bestari Barus menilai penataan kawasan Pasar Tanah Abang yang dilakukan Gubernur DKI Anies Baswedan terlalu terburu-buru. Harusnya Pemprov DKI mengkaji lagi peraturan tentang jalan dan trotoar. “Kan sudah ada peraturan tentang jalan dan trotoar, pengunaannya untuk apa. Saya kira perlu dikaji lagi, jangan selalu terburu-buru. Pak Anies sering kelihatan terburu-buru,” kata Bestari saat dihubungi  rekanbola,  Minggu (24/12/2017). Bestari mendesak jalan tersebut dikembalikan sebagaimana fungsinya. Dia menuturkan penggunaan jalan sebagai tempat berjualan bukanlah hal yang tepat. “Ini kan tidak dalam kondisi mendesak sebetulnya, pasar tidak kebakaran, atau pasar tidak sedang direnovasi. Nah ini tentu harus dikembalikan fungsi dari jalan sebagaimana peraturan yang ada,” jelasnya. Bestari mendorong Anies untuk memikirkan cara yang lebih akademis dan tidak menabrak aturan yang ada. Dia khawatir akan ada kecemburuan bila kebijakan tersebut terus dipertahankan. “Saya kira itu bukan hal urgent bagaimana nanti yang di dalam sekalian kan panjang, sekalian bersaing di luar. Kan yang di luar pertama kali dilihat orang. Apa yang di dalam dikeluarkan semua, terus gedungnya jadi tempat parkir,” paparnya. Pemprov DKI telah menerapkan penataan PKL Tanah Abang dengan menutup satu jalur di depan stasiun pada Jumat (22/12) lalu. Terdapat 372 PKL yang diperbolehkan berdagang di lokasi tersebut mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.     Related

Polisi mengatakan pemotor yang tewas di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur bernama Tohom Sihombing (51). Tohom diduga mengantuk ketika mengendarai sepeda motor. “Iya (diduga mengantuk). Korban bernama Tohom Sihombing usia 51 tahun,” kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Agus dalam keterangannya, Minggu (24/12/2017). Tohom merupakan warga Jalan Mahoni Ujung Gang Perdamaian, RT 01 RW 017, Koja, Jakarta Utara. Agus mengatakan Tohom tewas di lokasi kejadian karena mengalami luka parah pada bagian kepala dan kaki. “Kepala sobek dan kaki kanan patah,” terangnya. Sebelumnya pemotor pria menabrak separator busway di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur sekitar pukul 05.30 WIB. Pemotor tersebut diketahui tewas di tempat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. “Iya benar korban tewas,” kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Agus saat dikonfirmasi, Minggu (24/12).

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengirimkan nama Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk maju dalam pencalonan sebagai Ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto. Bamsoet yang kini sebagai anggota Komisi III DPR RI ini, dinilai mumpuni untuk bersaing dalam pencalonan tersebut. Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Firman Soebagyo menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sekretaris kabinet soal pencalonan tersebut. Bahkan, nama Bamsoet telah disodorkan ke meja Presiden Joko Widodo. “Nama Bamsoet sudah kami koordinasikan dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sudah dikirim ke meja Presiden Joko Widodo,” kata Firman kepada wartawan di TPA Sukoharjo, Pati, Minggu (24/12/17). Firman mengakui, penetapan nama Bambang Soesatyo memang bukan perkara yang gampang. Beberapa pertimbangan alot menjadi pembahasan demi memilih kriteria yang tepat. “Bambang Susatyo merupakan sosok anggota dewan yang tidak berbau koruptif,” imbuhnya. Disebutkannya, kreteria calon Ketua DPR RI harus dari kader muda, cerdas, mampu membangun komunikasi lintas fraksi, antar lembaga tinggi negara dan lebih khusus ke Presiden RI, serta tidak terjebak dalam kasus korupsi. “Insya Allah, bulan Januari 2018 nanti ditetapkan melalui sidang paripurna DPR RI,” pungkasnya.

Situasi lalu lintas di Tol Cikampek pada libur Natal hari ini dikabarkan masih macet. Kemacetan terjadi di menjelang rest area. Informasi dari petugas Jasa Marga, kemacetan terjadi dari Cibitung tepatnya di KM 25 menuju Gerbang Tol Cikarang Utama. “Dari Cibitung ke Cikarang Utama macet karena volume kendaraan yang padat,” ujar petugas Jasa Marga, Hari, saat dihubungi detikcom , Minggu (24/12/2017). Hari menambahkan, setelah Cikarang Utama, kemacetan kembali terjadi di Rest Area KM 33. Kemacetan akibat antrean masuk ke rest area. Selanjutnya kepadatan juga terjadi di Cibatu KM 35 ke Rest Area KM 41. Seletah itu, lalin ke arah Cipularang atau pun Cipali tetap lancar. “Untuk situasi rest area nya masih normal belum buka tutup,” ujarnya.

Related Posts

Comments are closed.