Ketua Alumni: Munas HA-IPB untuk Mempertegas Kontribusi Alumni

Ketua Alumni: Munas HA-IPB untuk Mempertegas Kontribusi Alumni

Setelah melakukan rapat tertutup, Panitia Musyawarah Nasional V Himpunan Alumni IPB (HA-IPB) menetapkan Fathan Kamil sebagai Ketua Umum Himpunan Alumni IPB 2017-2021 dan Walneg S Jas sebagai Sekretaris Jenderal. Fathan dan Walneg merupakan satu dari empat pasangan calon Ketum dan Sekjen HA-IPB yang lolos dalam verifikasi. “Proses pemilihan sudah dilaksanakan, setelah melakukan musyawarah untuk mufakat, kemudian disepakati Fathan Kamil sebagai Ketua Himpunan Alumni IPB untuk periode 2017-2021,” kata Sekjen HA-IPB priode 2012-2017 Nelly Oswini, Senin (18/12/2017). Proses penetapan Ketum HA-IPB dilakukan secara tertutup dan dihadiri oleh Rektor IPB, Dewan Pakar, Dewan Pembina HA-IPB, dan tim steering committee . “Prosesnya memang berjalan alot ya, sekitar pukul 14.00 WIB baru bisa ditetapkan ketua terpilih,” sambungnya. Berdasarkan surat ketetapan nomor 12/OC/MUNAS/HA-IPB/XII/2017 tertanggal 7 Desember 2017, empat pasangan yang ditetapkan sebagai pasangan calon ketum dan sekjen yaitu Arif Budimanta-Gogod Tujuanto, Bambang Hendroyono-Doni Yusri, Rudy Irawan-Iriana Ekasari, dan Fathan Kamil-Walneg S Jas. Keempat paslon Ketum dan Sekjen HA-IPB masa bakti 2017-2021 dinyatakan lolos verifikasi dari delapan paslon yang diusulkan DPD dan DPK oleh Panitia Munas V HA-IPB karena mendapat dukungan oleh 5 dewan pengurus daerah (DPD) dan 2 dewan pengurus komisariat (DPK). Fathan Kamil, yang menggantikan mantan Ketum Bambang Hendroyono, memiliki visi untuk menjadikan alumni IPB sebagai aktor perubahan di bidangnya masing-masing serta menjadi mitra strategis transformasi IPB yang berkemajuan. Ia berharap Munas V HA-IPB dapat mempertegas kontribusi alumni IPB di tengah perubahan lingkungan yang semakin cepat dan tidak terduga seperti saat ini.

Baca juga : said_didu_himpunan_alumni_ipb_harus_netral_berpolitik.html

KBRN, Jakarta: Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) bakal menggelar Musyawarah Nasional (Munas) V dengan tema “Alumni IPB Berhimpun Kuat, Pertanian Berdaulat”. Munas V HA IPB rencananya dihajatkan pada 16-17 Desember di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat. Menurut Ketua Umum (Ketum) Alumni IPB periode 2008-2013, M Said Didu, pesta demokrasi HA IPB harus mempertahankan tradisi kepemimpinan satu periode. “Berharap agar alumni IPB tetap konsisten bahwa Ketum Himpunan Alumni IPB hanya satu priode,” cuit Said melalui akun twitter-nya, Kamis (7/12/2017). Ketua ICMI 2003-2005 ini beralasan, HA IPB berlimpah dengan kader potensial. ‘’Sekitar 150.000 alumni IPB adalah orang-orang hebat dan pantas dilakukan regenerasi secara berlanjut. (Petahana) jangan ambisius dalam jabatan karena ada 150.000 alumni IPB lainnya yang hebat-hebat,’’ tulis Said yang pernah menjadi anggota DPR/MPR kurun 1997-1999. Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2009-2012 ini juga menyerukan agar tradisi kemandirian pimpinan HA IPB dilestarikan. “Selain itu, juga ada tradisi yang kita bangun agar pengurus parpol tidak menjadi Ketum HA IPB agar HA IPB menjadi rumah yang nyaman buat semua alumni,” ujar Said dalam cuitannya. Dengan demikian, imbuhnya, HA IPB tetap netral dalam politik. Mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral periode 2014-2016 ini menjatuhkan pilihannya kepada pasangan kandidat muda. “Dalam Munas HA IPB 16-17 Desember 2017, saya mendukung pasangan Fathan Kamil – Walneg sebagai Ketum dan Sekjen HA IPB 2017-2021,” cuit Said yang diteruskan ke sejumlah akun twitter seperti Rektor IPB @arif_satria, Mantan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi @bayukr, @AlumniIPB, @haloIPB, dan @bemkmipb. Pasangan KAWAL (Fathan Kamil-Walneg) mengusung visi: Menjadikan alumni sebagai aktor perubahan di bidangnya serta mitra strategis transformasi IPB yang berkemajuan. Misi yang diemban pasangan ini antara lain: Mempertegas kontribusi alumni, memfasilitasi alumni muda, memperkuat networking dan simbiosis mutualisme, serta meningkatkan kerjasama kemitraan dengan almamater. (SAS/rills/AKS)

Setelah melakukan rapat tertutup, Panitia Musyawarah Nasional V Himpunan Alumni IPB (HA-IPB) menetapkan Fathan Kamil sebagai Ketua Umum Himpunan Alumni IPB 2017-2021 dan Walneg S Jas sebagai Sekretaris Jenderal. Fathan dan Walneg merupakan satu dari empat pasangan calon Ketum dan Sekjen HA-IPB yang lolos dalam verifikasi. “Proses pemilihan sudah dilaksanakan, setelah melakukan musyawarah untuk mufakat, kemudian disepakati Fathan Kamil sebagai Ketua Himpunan Alumni IPB untuk periode 2017-2021,” kata Sekjen HA-IPB priode 2012-2017 Nelly Oswini, Senin (18/12/2017). Proses penetapan Ketum HA-IPB dilakukan secara tertutup dan dihadiri oleh Rektor IPB, Dewan Pakar, Dewan Pembina HA-IPB, dan tim steering committee . “Prosesnya memang berjalan alot ya, sekitar pukul 14.00 WIB baru bisa ditetapkan ketua terpilih,” sambungnya. Berdasarkan surat ketetapan nomor 12/OC/MUNAS/HA-IPB/XII/2017 tertanggal 7 Desember 2017, empat pasangan yang ditetapkan sebagai pasangan calon ketum dan sekjen yaitu Arif Budimanta-Gogod Tujuanto, Bambang Hendroyono-Doni Yusri, Rudy Irawan-Iriana Ekasari, dan Fathan Kamil-Walneg S Jas. Keempat paslon Ketum dan Sekjen HA-IPB masa bakti 2017-2021 dinyatakan lolos verifikasi dari delapan paslon yang diusulkan DPD dan DPK oleh Panitia Munas V HA-IPB karena mendapat dukungan oleh 5 dewan pengurus daerah (DPD) dan 2 dewan pengurus komisariat (DPK). Fathan Kamil, yang menggantikan mantan Ketum Bambang Hendroyono, memiliki visi untuk menjadikan alumni IPB sebagai aktor perubahan di bidangnya masing-masing serta menjadi mitra strategis transformasi IPB yang berkemajuan. Ia berharap Munas V HA-IPB dapat mempertegas kontribusi alumni IPB di tengah perubahan lingkungan yang semakin cepat dan tidak terduga seperti saat ini.

KBRN, Jakarta: Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) bakal menggelar Musyawarah Nasional (Munas) V dengan tema “Alumni IPB Berhimpun Kuat, Pertanian Berdaulat”. Munas V HA IPB rencananya dihajatkan pada 16-17 Desember di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat. Menurut Ketua Umum (Ketum) Alumni IPB periode 2008-2013, M Said Didu, pesta demokrasi HA IPB harus mempertahankan tradisi kepemimpinan satu periode. “Berharap agar alumni IPB tetap konsisten bahwa Ketum Himpunan Alumni IPB hanya satu priode,” cuit Said melalui akun twitter-nya, Kamis (7/12/2017). Ketua ICMI 2003-2005 ini beralasan, HA IPB berlimpah dengan kader potensial. ‘’Sekitar 150.000 alumni IPB adalah orang-orang hebat dan pantas dilakukan regenerasi secara berlanjut. (Petahana) jangan ambisius dalam jabatan karena ada 150.000 alumni IPB lainnya yang hebat-hebat,’’ tulis Said yang pernah menjadi anggota DPR/MPR kurun 1997-1999. Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2009-2012 ini juga menyerukan agar tradisi kemandirian pimpinan HA IPB dilestarikan. “Selain itu, juga ada tradisi yang kita bangun agar pengurus parpol tidak menjadi Ketum HA IPB agar HA IPB menjadi rumah yang nyaman buat semua alumni,” ujar Said dalam cuitannya. Dengan demikian, imbuhnya, HA IPB tetap netral dalam politik. Mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral periode 2014-2016 ini menjatuhkan pilihannya kepada pasangan kandidat muda. “Dalam Munas HA IPB 16-17 Desember 2017, saya mendukung pasangan Fathan Kamil – Walneg sebagai Ketum dan Sekjen HA IPB 2017-2021,” cuit Said yang diteruskan ke sejumlah akun twitter seperti Rektor IPB @arif_satria, Mantan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi @bayukr, @AlumniIPB, @haloIPB, dan @bemkmipb. Pasangan KAWAL (Fathan Kamil-Walneg) mengusung visi: Menjadikan alumni sebagai aktor perubahan di bidangnya serta mitra strategis transformasi IPB yang berkemajuan. Misi yang diemban pasangan ini antara lain: Mempertegas kontribusi alumni, memfasilitasi alumni muda, memperkuat networking dan simbiosis mutualisme, serta meningkatkan kerjasama kemitraan dengan almamater. (SAS/rills/AKS)

Gogod menjelaskan visi mereka yakni menjadikan HA IPB sebagai wadah kolektifitas, kreativitas dan solidaritas segenap potensi alumni IPB untuk berkontribusi dan memberi manfaat bagi kemajuan alumni, almamater, dan bangsa. Visi tersebut, lanjut Gogod, akan direalisasikan dengan cara membangun kebersamaan sesama alumni serta menjembatani potensi alumni dan almamater IPB. Karena menurutnya, jika kebersamaan terus dibangun maka HA IPB akan semakin kokoh untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia. Selain itu, Gogod juga mungungkapkan, bahwa dirinya bersama Arif akan terus mendorong lahirnya alumni IPB yang memiliki karakter sesuai jatidiri IPB, yaitu kepeloporan, mandiri, kerakyatan, dan berjiwa sosiotechnopreneur agar dapat semakin berperan aktif dalam dalam pembangunan bangsa sesuai dengan bidang masing-masing alumni. “ABM – GDT, Accomodating, Bridging, Matching, Giving, Doing, Together. Pemaparan program kerja kita berangkat dari 6 kata itu” kata Gogod. Kendati demikian, Gogod mengungkapkan dirinya dan Arif akan senantiasa berkontribusi untuk memajukan HA IPB kedepannya. Selain itu, Gogod juga mengajak segenap alumni IPB untuk menjadikan Musyawarah Nasional (Munas) V HA IPB kali ini menjadi ajang bersilaturahmi dan saling tukar ide untuk bersama-sama berkontribusi memajukan bangsa. Untuk informasi, Arif dan Gogod terpilih sebagai salah satu dari empat Pasangan Calon yang lolos verifikasi karena didukung oleh sedikitnya 5 DPD dan 2 DPK dalam ajang pemilihan kepengurusan baru HA IPB masa bakti 2017 – 2022 pada kegiatan Munas V HA IPB yang akan diselenggarakan hari Sabtu – Minggu, tanggal 16-17 Desember pekan depan. (mgl) # AlumniIPB # MunasHAIPB

Mahkamah Konstitusi menampik seluruh rumor yang menyatakan lembaganya melegalkan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). MK menegaskan seluruh hakim konstitusi mempunyai concern yang sama terhadap fenomena yang dipaparkan pemohon. “Tidak ada satu kata pun dalam amar putusan dan pertimbangan Mahkamah yang menyebut istilah LGBT, apalagi dikatakan melegalkannya,” demikian lansir juru bicara MK dalam siaran pers yang diterima wartawan, Senin (18/12/2017). Putusan yang dimaksud adalah berkenaan dengan permohonan perluasan delik kesusilaan yang diatur dalam Pasal 284, Pasal 285, dan Pasal 292 KUHP. Pemohon meminta MK memperjelas rumusan delik kesusilaan yang diatur dalam pasal-pasal tersebut. “Sesungguhnya seluruh hakim konstitusi mempunyai concern yang sama terhadap fenomena yang dipaparkan pemohon. Hanya saja, lima hakim berpendapat substansi permohonan yang dimaksud sudah menyangkut perumusan delik atau tindak pidana baru yang mengubah secara mendasar,” ujarnya. Yang mendasar itu adalah subjek yang dapat dipidana, perbuatan yang dapat dipidana, sifat melawan hukum perbuatan tersebut, sanksi dan ancaman pidana. “Sehingga hal itu sesungguhnya wilayah ciminal policy yang kewenangannya ada pada pembentuk UU (DPR dan presiden),” MK menegaskan. “Kami concern terhadap fenomena sosial yang dikemukakan oleh pemohon. Dalam putusan itu pun Mahkamah sudah menegaskan agar langkah perbaikan perlu dibawa ke pembentuk undang-undang untuk melengkapi pasal-pasal yang mengatur tentang delik kesusilaan tersebut,” pungkasnya.

Ustadz Shaifurrokhman Mahfudz, salah satu Imam di Masjid Andalusia Sentul City Bogor menyampaikan bahwa tepat sekali anjuran Sayyidina Umar bin Khattab ra yang mempertegas bagi siapapun yang akan masuk ke pasarnya harus tahu seluk beluk agama. Digolongkan sebagai hasan oleh Al Albani di Sahih al-Tirmidzi (487). Hal ini dipertegas oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra yang mengatakan, bahwa sebelum melakukan perdagangan seharusnya belajar tentang ilmu agama agar terhindar dari riba. Hal ini penting supaya para penjual maupun pembeli di pasar dapat terhindar dari praktik riba dan hal–hal yang tidak memenuhi syarat syariah.

seperti di kutip dari https://tazkia.ac.id

Yang dimaksud dengan ilmu agama di pasar ini adalah ilmu-ilmu yang berkaitan dengan jenis-jenis akad serta akhlaq ketika bertransaksi. Jenis akad yang harus dipelajari setidaknya adalah: akad jual beli ( Murabahah, Salam, Istishna ), akad sewa menyewa ( Ijarah, Ijarah Muntahiya Bittamlik, Mukhabara ), akad kemitraan ( Mudharabah, Musyarakah, Muzara’ah ). Adapun akhlaq ketika Rasulullah di pasar adalah selalu mengaplikasikan sifatnya yang empat yaitu; sifat Siddiq  (berkata benar), Amanah (terpercaya), Fathonah (cerdas), Tabligh (menyampaikan).

seperti di kutip dari https://tazkia.ac.id

Perintah untuk mengingat Allah SWT adalah sepanjang waktu termasuk juga ketika masuk pasar. Seperti yang disampaikan oleh Sayyidina Umar bin Khathab ra, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “ Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyuu la yamuutu biyadihil khoir, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qodiir ” yang artinya “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan dan menghapuskan darinya sejuta kejelekan serta mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat”.” (HR. At-Tirmidzi no. 3350, Ibnu Majah no. 2226, Al-Hakim no. 1930. Syaikh Al-Albanimenyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih wa Dhaif Sunan Ibnu Majah no. 2235, dan Shahih wa Dhaif Sunan At-Tirmidzi no. 3428, Shahih al-Jami no. 6231, Misykah al-Mashabih no. 2431, Shahih al-Targhib wa Tarhib no. 1694). Dalam riwayat Ahmad terdapat tambahan, “Dan Allah membangunkan baginya rumah di surga.”

seperti di kutip dari https://tazkia.ac.id

Seperti dalam sebuah hadits, ‘Aisyah ra mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam shalat: “ Allahumma innii a’uudzu bika minal ma’tsami wal maghram ” (Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit hutang). Lalu ada seseorang yang bertanya: “Mengapa anda banyak meminta perlindungan dari hutang, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya seseorang apabila sedang berhutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering menyelisihinya”. (HR Bukhari 2222; Muslim 925; Abu Daud 746; Nasai 1292).

seperti di kutip dari https://tazkia.ac.id

Banyak godaan di pasar atau toko yang harus dihindari mulai dari godaan nafsu belanja, berhadapan dengan non-muhrim dan mengurangi waktu ke masjid. Maka dari itu buat perencanaan yang baik untuk apa ke pasar dan ketika selesai sebaiknya bergegas keluar. Hal ini merujuk kepada sebuah hadits dari Salman ra, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (2451): “Janganlah engkau menjadi orang pertama yang masuk pasar jika engkau mampu dan jangan pula menjadi orang paling terakhir yang keluar darinya pasar karena pasar itu adalah tempat peperangan para syaitan dan disanalah ditancapkan benderanya.”

seperti di kutip dari https://tazkia.ac.id

Perencanan belanja dan pengeluaran perlu dicocokkan karena jangan sampai apa yang direncanakan tidak sama dengan apa yang dibelanjakan. Biasanya apa yang dibelanjakan cenderung lebih banyak apalagi banyak potongan harga yang cukup menggiurkan di toko-toko saat pasar dikunjungi. Impulse shopping umumnya dapat meningkatkan jumlah pembeli sebanyak 50-100 persen dari jumlah pembeli yang sebenarnya. Artinya yamg tadinya hanya ingin ke pasar untuk melihat-lihat ( window shopping ) menjadi ikutan membeli.

Related Posts

Comments are closed.