Ketahuan! Jennifer Dunn Bawa Handphone ke Sel Tahanan

Ketahuan! Jennifer Dunn Bawa Handphone ke Sel Tahanan

Artis tersangka kasus narkoba, Jennifer Dunn, bikin ulah di dalam sel Rutan Polda Metro Jaya. Dia ketahuan membawa telepon genggam ke dalam sel tahanan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, hal ini diketahui setelah postingan foto Jeddun bersama beberapa wanita beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, Jeddun dan teman-temannya mengenakan piyama di dalam sel tahanan. “(Handphone) ditemukan padanya,” kata Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Argo belum bisa memastikan sejak kapan Jeddun menguasai handphone di dalam sel. Dia tida menepis kemungkinan handphone tersebut diselundupkan oleh pembesuk. “Segala kemungkinan bisa saja terjadi,” imbuhnya. Polisi langsung melakukan sidak di dalam kamar sel tahanan Jeddun. Hasil pemeriksaan, ditemukanlah handphone tersebut. “Setelah kita cek, kita operasi (dan) ditemukan itu,” imbuhnya. Jennifer Dunn menghuni sel Rutan Narkoba Polda Metro Jaya karena memesan sabu kepada temannya. Saat ini, Jeddun masih ditahan, sementara berkasnya masih diteliti pihak jaksa penuntut umum (JPU). “Berkasnya masih diteliti oleh penuntut umum, mudah-mudahan segera P21,” ujar Argo.

Uyu Ruhyana (56), marbut Masjid Besar Al Istiqomah, Pamengpeuk Garut mengakui penganiayaan yang dialami dirinya tidak benar. Uyu merekayasa kasus seolah dianiaya sekelompok orang. Uyu dihadirkan dalam rilis yang digelar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Kamis (1/3/2018). Menggunakan sarung dengan wajah ditutup topeng, Uyu menjelaskan perbuatannya. “Saya ingin menyampaikan hal-hal yang terjadi bahwa yang ada di berita, di Facebook sebetulnya tidak ada kejadiannya yang sebenarnya. Jadi yang terjadi itu hanya rekayasa saya,” ujar Uyu. Uyu mengatakan perbuatannya itu bermotif persoalan ekonomi. Anak Uyu, meminta dibelikan mesin pemotong rumput guna keperluan kerja. Dengan honor sebagai marbut yang hanya Rp 125 ribu perbulan, Uyu dibuat pusing guna mewujudkan keinginan anaknya. “Saya banyak kebutuhan keluarga. Saya mau minta tolong sama siapa, yang mau minjemin juga siapa,” kata dia. Pada Selasa (27/2) malam, dirinya sempat berbincang mencari jalan keluar dengan istrinya hingga dini hari. Di saat itu, munculah ide untuk berpura-pura menjadi korban penganiayaan. “Perbuatan itu saya mengharapkan dikasih uang. Dikasihani,” ucap Uyu. Uyu kemudian mengikat sendiri lengannya dan membuat suasana masjid seolah telah terjadi penganiayaan. Hingga akhirnya warga yang melihat melaporkan kasus tersebut. Uyu Ruhyana (56) menyampaikan keterangan bahwa ia merekayasa seolah menjadi korban penganiayaan. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom) Kasus itu pun viral di medsos. Hingga akhirnya polisi turun tangan mengecek kasus tersebut. Dari hasil pengecekan polisi, kasus tersebut nyatanya tak ada alias hanya rekayasa. “Awalnya ketika ditanya dia mengaku baru dia baru dianiaya oleh lima orang tak dikenal. Tapi setelah diselidiki peristiwa itu tidak benar,” ucap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto. Uyu sendiri saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia membuat laporan palsu atas kasus rekayasa tersebut. “Perbuatan ini dilakukan oleh yang bersangkutan sendiri. Tapi ke depan, Polda akan melakukan pemeriksaan mendalam apakah ada yang menyuruh, kalau ada kita proses,” tutur Agung. Beredar di media sosial unggahan yang menyatakan seorang marbut Masjid Besar Al-Istiqomah Pameungpeuk, Kabupaten Garut disiksa lima orang tak dikenal. Setelah diselidiki polisi, informasi tersebut ternyata hoax dan rekayasa.

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap komplotan penjambret yang beraksi di jembatan penyeberangan orang (JPO) Sudirman-Thamrin. Para pelaku ditangkap saat merampas handphone warga di halte busway Gelora Bung Karno, Senayan. “Mereka kami tangkap saat melakukan aksinya di halte busway GBK, mereka sudah kita intai,” ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono kepada detikcom , Selasa (6/2/2018). Salah satu pencopet. (Foto: Dok. Istimewa) Ada tiga pelaku yang ditangkap. Mereka adalah Alex Novandra (29), Febriansyah (39), dan Solihin (29). Mereka selalu membagi tugas dalam mencopet. (Foto: Dok. Istimewa) “Peran mereka berbeda-beda, ada yang bertugas mengambil handphone korban, mendorong korban, kemudian menerima barang korban,” tuturnya. Ketiga pelaku ditangkap pada Senin (5/2) kemarin sesaat setelah polisi mengintai ketiganya. Saat itu, mereka berada di dekat JPO Sudirman dan tengah membentuk formasi. Namun formasi mereka ketahuan polisi sehingga langsung terciduk. (Foto: Dok. Istimewa) Dari para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa handphone milik korban. Mereka diduga sering melakukan aksinya di JPO dan halte. “Sasaran operasi mereka di JPO dan halte busway ,” tandas Aris.

Polisi menangkap bandar narkotika yang kerap menjadikan tawuran sebagai kedok peredaran narkotika di Menteng. Apri alias Bolang (23) ditangkap saat ketahuan membawa narkotika jenis sabu. “Tersangka Bolang pernah tersangkut kasus 363 terkait pencurian dengan pemberatan. Ia juga aktif ikut tawuran di daerah Menteng saat peredaran narkotika,” kata Kapolsek Metro Menteng, Ronald A Purba, dalam keterangan tertulis, Minggu (12/11/2017). Bolang diamankan di Jembatan Amran, Jalan Menteng Jaya, Menteng, Jakarta Pusat, pada pukul 02.00 WIB. Ia diketahui membawa sabu seberat 0,25 gram. “Modus dari tersangka ini adalah memiliki, menyimpan, Menggunakan, membawa dan atau menyediakan narkotika secara tanpa hak dan melawan hukum,” jelas Ronald. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu plastik bening berisi kristal. Kristal tersebut diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,25 gram. Kini tersangka berada di Mapolsek Metro Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka akan terancam hukuman sesuai Pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Ranty Maria, acar Ammar Zoni (Foto: Instagram/@rantymaria) Kabar penangkapan aktor Ammar Zoni oleh Tim Reserse Narkoba Unit I Subnit 2 satnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat karena tersangkut dugaan kasus narkoba cukup mengejutkan publik. Pria yang namanya melejit melalui sinetron ‘7 Manusia Harimau’ ini ditangkap di kawasan Depok, Jawa Barat, saat diduga tengah menggunakan narkoba. Penangkapan itu sendiri telah dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Suyudi Ario Seto. “Pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2017 sekitar Pukul 10.00 WIB Tim Reserse Narkoba Unit I Subnit 2 satnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, telah melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang laki laki yang berdiam di dalam rumah kawasan Perumahan Pesona Khayangan Blok CM No. 05B Rt. 04/27 Kel. Mekar Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Berawal dari adanya laporan informasi dari masyarakat yang tidak mau disebutkan identitasnya, sehingga petugas melakukan penyelidikan sampai melakukan tindakan penangkapan terhadap 3 (tiga) orang laki laki yang di antaranya bernama AZ, M dan RH,” ungkap Suyudi saat ditemui di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (10/7). Sontak kabar penangkapan Ammar pun langsung membuat netizen menyorot sosok artis cantik Ranty Maria, yang merupakan kekasih sekaligus lawan main Ammar dalam sinetron ‘Anak Langit’. Dari penelusuran kumparan ( kumparan.com ) akun Instagram Ranty langsung dibanjiri komentar terkait penangkapan Ammar yang diduga menggunakan narkoba jenis ganja dan sabu. Hal tersebut terlihat dalam postingan video penggalan kisah sinetron ‘Anak Langit’ yang akan tayang sore ini pukul 18.00 WIB. Banyak dari penggemar mereka yang tetap mendukung Ranty agar tetap sabar menerima kabar tak sedap tersebut. Mereka juga meminta Ranty untuk terus mendukung Ammar dalam menghadapi masalahnya tersebut. “Kak ranty yg sabar ya semoga di beri kemudahan amin ya rob @rantymaria @ammarzoni kita salu dukung kalian,kakak juga dukung kak ammar ya,” kata akun @mel_amravers. “Tetep support…Setia ama ammar ya ran…Hidup tak lepas dari cobaan…Manusia gak ada yg sempurna… manusia tempat salah n khilaf…Apapun yg terjadi kita tetep sayang kalian,” tulis akun @uun6994. “beb…… Turut prihatin….,” kata akun @taufikwrr. Namun kolom komentar tak hanya dibanjiri dukungan tapi juga banyak yang menyayangkan atas tindakan Ammar. “Beneran bang zon ditangkep ?? Ada beritanya diakun hosip,” kata akun @sanasini__Ran “Pantes aja udah 2 episode gk muncul,” tulis akun @siausemutz. “Ketangkep pake ganja ya,” ujar akun @coronahedo. “Gak cocok kamu sama Amar zoni,” tulis akun @atalin_herlin. Namun tak berapa lama setelah mengunggah video tersebut, Ranty pun langsung menggembok kolom komentar di akun Instagramnya. Hal itu seolah ingin agar kolom komentarnya tak lagi penuh terkait masalah dugaan narkoba yang menjerat Ammar. Ammar Zoni. (Foto: Instagram @ammarzoni) Pada saat pesinetron berusia 24 tahun tersebut ditangkap,Tim Reserse Narkoba Unit I Subnit 2 satnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat menemukan sejumlah barang bukti, salah satunya ganja kering. “Dari penggeledahan diamankan 2 orang yaitu MAA atau AZ yang diduga konsumsi narkoba jenis ganja. Dan di kamar ditemukan satu kemasan atau dalam kotak atau toples berisi narkoba jenis ganja yang diduga dikonsumsi MAA atau AZ,”ucap Suyudi. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 toples kaca berisi daun ganja kering berat 391 gram, 1 kotak kaleng berisi 3 bungkus kertas paper Mars Brand, 6 batang rokok kretek dan korek api gas warna merah. Lalu, polisi juga mengamankan 1 bungkus kertas warna putih berisi daun ganja kering, 1 alat hisap narkotika jenis sabu (bong yang terbuat bekas botol obat batuk), dan 7 plastik klip kecil bening kosong bekas tempat menyimpan kristal putih narkotika jenis sabu berikut 1 sedotan, serta 1 unit handphone merek Samsung tipe S7.

Related Posts

Comments are closed.