Kerusuhan Napi LP Banda Aceh karena Sipir Tolak Suap!

Kerusuhan Napi LP Banda Aceh karena Sipir Tolak Suap!

LP Banda Aceh dibakar napi narkoba yang akan dipindahkan ke LP Medan. Mengapa napi itu mengamuk? Selidik punya selidik, napi Gunawan itu marah karena petugas sipir menolak suap yang disodorkan. “Ya betul. 3 orang napi kan akan dipindahkan. Gunawan berusaha untuk menyuap salah satu petugas tapi ditolak karena keputusan kepindahan 3 napi sudah harus dilaksanakan,” kata Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Ade Kusmanto kepada detikcom, Jumat (5/1/2017). Suap disodorkan agar Gunawan tidak dipindahkan. Tapi sipir tetap akan memindahkan Gunawan, sehingga Gunawan marah. “Kita kan sudah lama, berbenah terus baik dari segi penambahan personel, integritas, bangunannya,” ujar Ade. Karena uang sogokan ditolak, Gunawan marah dan memprovokasi teman-temannya. Alhasil, kerusuhan pun meletus. Dalam peristiwa itu, petugas sipir yang berdinas 5 orang. Sipir tersebut menjaga 548 terpidana atau 1 sipir sedikitnya menjaga 100 orang. “Jumlah petugas lapas saat kejadian 6 orang, satu tidak masuk karena cuti. Isi lapas saat kejadian 548 orang,” lanjut Rika. Suasana LP usai kerusuhan, Kamis kemarin, bisa disaksikan dalam video di bawah: [Gambas:Video 20detik]

LP Banda Aceh dibakar napi narkoba yang akan dipindahkan ke LP Medan. Mengapa napi itu mengamuk? Selidik punya selidik, napi Gunawan itu marah karena petugas sipir menolak suap yang disodorkan. “Ya betul. 3 orang napi kan akan dipindahkan. Gunawan berusaha untuk menyuap salah satu petugas tapi ditolak karena keputusan kepindahan 3 napi sudah harus dilaksanakan,” kata Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Ade Kusmanto kepada detikcom, Jumat (5/1/2017). Suap disodorkan agar Gunawan tidak dipindahkan. Tapi sipir tetap akan memindahkan Gunawan, sehingga Gunawan marah. “Kita kan sudah lama, berbenah terus baik dari segi penambahan personel, integritas, bangunannya,” ujar Ade. Karena uang sogokan ditolak, Gunawan marah dan memprovokasi teman-temannya. Alhasil, kerusuhan pun meletus. Dalam peristiwa itu, petugas sipir yang berdinas 5 orang. Sipir tersebut menjaga 548 terpidana atau 1 sipir sedikitnya menjaga 100 orang. “Jumlah petugas lapas saat kejadian 6 orang, satu tidak masuk karena cuti. Isi lapas saat kejadian 548 orang,” lanjut Rika. Suasana LP usai kerusuhan, Kamis kemarin, bisa disaksikan dalam video di bawah: [Gambas:Video 20detik]

Sipir di LP Banda Aceh menolak suap dari napi yang akan dipindahkan. Integritas napi itu dibayar mahal. Napi mengamuk dan membakar LP. Berdasarkan rangkuman detikcom, Jumat (5/1/2018), berikut kronologi kasus tersebut: Kamis 4 Januari 2018 08.00 Sipir mengurus administrasi kepindahan 3 napi, salah satunya terpidana narkoba Gunawan. Gunawan mencoba menyuap sipir agar tak dipindahkan ke LP Medan dan tetap berada di LP Banda Aceh. Karena gagal menyuap, Gunawan marah dan memprovokasi teman-temannya. 11.00 Napi mulai melempari batu dari lapangan ke arah gedung kantor LP. Sipir yang berjaga 5 orang, sedangkan yang dijaga sebanayk 548 orang. Alias 1 sipir menjaga 100-an orang. Mendapati hal itu, sipir tersudut. 11. 30 Sipir minta bantuan polisi dan TNI. Kerusuhan memanas. Kantor LP dibakar. 12.00 Aparat tiba di lokasi. 12.30 WIB Polisi kemudian berusaha masuk ke LP dan dibantu prajurit Bataliion 112 Raider Kodam Iskandar Muda. 12.40 Napi sudah berhasil membobol 2 pintu gerbang dari 3 gerbang yang ada. 13. 20 Api berhasil dipadamkan. 13.30 Situasi mulai dikendalikan.

Setelah bisa meredam kerusuhan, polisi menggeledah sel yang dihuni napi di LP Banda Aceh. Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti, mulai senjata tajam hingga narkoba. Penggeladahan kamar napi dilakukan setelah situasi bisa dikendalikan. Wakapolda Aceh Brigjen Bambang Soetjahyo bersama sejumlah petinggi polisi dan TNI ikut masuk ke LP. Setelah menghitung jumlah napi, polisi menyisir kamar tahanan. Di sana, polisi menemukan senjata tajam, ponsel, laptop, 1 kg ganja, dan 10 paket sabu. Barang bukti tersebut selanjutnya dibawa keluar dari LP untuk diamankan polisi. “Kita baru saja geledah di kamar (napi). Ada barang bukti ganja, sabu, bong, HP, senjata tajam, dan laptop,” kata Bambang di lokasi, Kamis (4/1/2018). Polisi hingga kini masih menyelidiki bagaimana barang haram tersebut bisa masuk ke LP. Padahal setiap tamu yang masuk diperiksa petugas di pintu utama. “Sedang kita selidiki kenapa ada narkoba di dalam. Tadi jumlah narkoba belum kita timbang. (Diperkirakan) ganja 1 kg, sabu 10 paket sekitar 5-10 gram,” jelas Bambang. Kerusuhan di LP Banda Aceh terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Para napi membakar satu unit mobil dan ruang perkantoran di dalam LP. Sejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Situasi bisa dikendalikan sekitar pukul 13.00 WIB. Akibat kerusuhan tersebut, tujuh napi diamankan polisi. Mereka dibawa ke Mapolda Aceh untuk menjalani pemeriksaan.

Polisi menemukan narkoba berupa ganja dan sabu-sabu di dalam LP Banda Aceh saat digeledah pascakerusuhan. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kongkalikong antara sipir dengan warga binaan, sehingga barang terlarang tersebut dapat masuk ke dalam. “Saya kira nanti pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kita harap itu dikembangkan terus oleh polisi,” kata Plt Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Marzoeki kepada wartawan di lokasi, Kamis (4/1/2018) malam. Menurutnya, pihaknya akan melakukan investigasi internal untuk mengetahui keberadaan narkoba di dalam LP. Jika ada pihak LP yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas. “Kita punya kode etik, kita punya aturan. Kalau ada yang terlibat jelas kita tindak,” jelas Marzoeki. Marzoeki tidak mau berandai-andai soal ada tidaknya keterlibatan pihak LP. “Masih kita kembangkan. Sedangkan dikembangkan oleh polisi,” ungkapnya. Saat penggeledahan dilakukan usai kerusuhan pada Kamis (4/1) kemarin, polisi menemukan sekitar 1 kilogram ganja, 10 paket sabu dan sejumlah barang bukti lainnya. Di sana, polisi juga mengamankan pohon ganja yang ditanam di dalam satu pot. “Sedang kita selidiki kenapa ada narkoba di dalam,” kata Waka Polda Aceh Brigjen Bambang Soetjahyo saat dimintai konfirmasi wartawan.

Lapas Banda Aceh yang dibakar narapidana. (Foto: Dok. Istimewa) Lapas Kota Banda Aceh memanas. Mereka membobol pintu, membakar ruang administrasi, dan merusak beragam inventaris lapas narkotika tersebut. Penyebabnya, para narapidana (napi) tidak terima karena ada 3 napi yang akan dipindahkan ke Lapas Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara. Kabag Humas Ditjen Pas Kemkumham, Adek Kusmanto, menjelaskan peristiwa yang terjadi sejak pukul 12.00 WIB tersebut saat ini sudah ditangani polisi. Berikut kronologi kerusuhan di Lapas Banda Aceh tersebut: Pukul 12.00 WIB Aparat keamanan tiba di lokasi, melakukan pengawasan dan pengamanan di Lapas Kelas IIA Kota Banda Aceh. Di dalam lapas, para napi mengrusak kaca dan inventaris lain milik lapas. Aparat Keamanan dan pemadam kebakaran mengalami kesulitan memadamkan api dan mengamankan lokasi karenakadanya pelemparan batu dari dalam Lapas Kota Banda Aceh. Pukul 12.40 WIB Para napi telah membobol dua dari tiga pintu yang ada di dalam Lapas Kota Banda Aceh. Mereka melarikan diri melalui pintu lain yang tersisa. Pukul 12.53 WIB Personel Brimob telah berhasil memasuki pintu utama Lapas Kota Banda Aceh. Anggota Lapas Kota Banda Aceh bernama Dodi terkena lemparan batu oleh para napi yang berada di dalam Lapas. Pukul 13.00 WIB Raider 112/DJ sebanyak 3 pleton tiba di lokasi. Pukul 13.15 WIB Aparat keamanan berhasil memasuki pintu kedua dan di- back up oleh personel Raider 112/DJ. Mereka mengamankan7 orang pengunjung yang sedang berada di dalam lapas untuk membesuk napi. Aparat keamanan masih berusaha untuk masuk ke dalam Lapas Klas IIA Kota Banda Aceh untuk mengamankan napi dengan menembakkan gas air mata hingga beberapa kali ke arah napi. Pukul 13.20 WIB Api berhasil dipadamkan setelah 2 mobil pemadam kebakaran berhasil memasuki pintu kedua yang berada di dalam lapas. Lokasi yang dibakar napi yakni di ruang administrasi Lapas Kota Banda Aceh. Penyebab kejadian tersebut diduga karena adanya pemindahan 3 orang penghuni Lapas Kota Banda Aceh (Kasus Narkotika) ke Lapas Tanjung Gusta, Medan. Namun, para napi Lapas Kota Banda Aceh tidak terima dengan pemindahan 3 orang tersebut, sehingga melakukan aksi yang mengakibatkan para sipir meninggalkan gedung Lapas.  Oleh karena itu para Narapidana dapat leluasa memasuki dan membobol 2 pintu Lapas Kota Banda Aceh serta membakar beberapa ruangan gedung utama. Pukul 14.20 WIB Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol. Bambang membagi personel kepolisian gabungan dari Polda Aceh, Brimobda Aceh, dan Polresta Banda Aceh untuk mengamankan dan menggeledah ruang tahanan narapidana. Anggota Lapas Klas IIA Kota Banda Aceh juga mendampingi polisi dalam melakukan pengamanan.

Merdeka.com – Petugas sipir Lembaga Permasyarakatan Klas IIA Bengkalis menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu ke sel tahanan, Rabu (15/11) sekitar pukul 10.30 WIB. Pelaku merupakan seorang wanita cantik inisial RD (23) yang diduga akan membawa sabu untuk seorang bandar narkoba, Heri Jack. Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Selain RD, polisi juga menangkap temannya NV (26) seorang ibu rumah tangga. Keduanya merupakan warga Kecamatan Bengkalis, Riau.‎ “Gerak gerik kedua wanita ini awalnya mencurigakan saat mau mengunjungi narapidana yang terlibat kasus narkoba. Setelah diperiksa barang bawaannya, ternyata benar, ada sabu,” ujar Abas kepada merdeka.com, Rabu (15/11). Petugas sipir meminta kepada anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis untuk memeriksa barang bawaan kedua wanita tersebut. Hasilnya, petugas menemukan sabu dalam dua bungkus yang terdiri dari bungkus besar dan bungkus kecil. “Namun, sabu tersebut belum diketahui beratnya secara pasti karena belum ditimbang. Tapi kita perkirakan sekitar 50 gram lebih,” ucap Abas.‎ ‎

seperti di kutip dari https://www.merdeka.com

Selain sabu, barang milik pelaku juga disita polisi. Barang itu berupa 2 handphone, 2 celana jeans panjang, 1 kemeja panjang dan 1 tas Botanical yang akan diberikan kepada narapidana.‎ “Jadi modusnya, kedua pengunjung ini mau memberikan celana kepada tahanan. Tapi ternyata ada sabu di selipan celana dan baju itu,” kata Abas. ‎ Menurut pengakuan kedua perempuan itu, sabu tersebut didapat dari kaki tangan Heri Jack, bandar narkoba kelas kakap yang sebelumnya ditangkap Polda Riau bersama Polres Bengkalis beberapa bulan lalu. Heri Jack kini menunggu jadwal sidang dan dititipkan ke Lapas Bengkalis. [rzk]

Waria yang diciduk warga dan diamankan ke WH Provinsi Aceh ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Ketua FPI Aceh Tgk Muslim At Thahiry mengaku sangat geram dan mengecam keras kontes ratu waria yang digelar di Hotel Hermes, Banda Aceh, Sabtu 16 Desember 2017 malam. “Kok ada kegiatan kaum Sodom (Waria) di Aceh, padahal kita sedang menggalakkan penerapan syariat Islam, ” katanya pada aceHTrend, Minggu (17/12/2017). Kaum Sodom adalah kaum Nabi Luth yang dibinasakan oleh Allah karena penyuka sesama lelaki. Lebih sayang lagi, kata Muslim, ada pihak-pihak pihak-pihak tertentu yang coba membela para waria dengan mengalihkan isu dan mengatakan bahwa acara malam itu hanya perayaan ulang tahun yang dilakukan oleh perempuan-perempuan tulen, dan pihak akan mempolisikan siapapun yang menyebarkan informasi bahwa acara malam itu adalah acara Waria. “Kami harapkan ummat Islam jangan pernah takut ancaman itu dalam melawan maksiat yang mengotori bumi Aceh, jangan sampai kaum sodom mengotori bumi Aceh,” katanya. Untuk itu dia mengajak umat Islam untuk satukan barisan membela syariat Allah. Dia juga meminta Pemerintah Aceh untuk mencabut izin Hotel Hermes, karena menurutnya, hotel tersebut sudah sering menyediakan fasilitas yang melanggar syariat Islam sehingga meresahkan umat Islam di Aceh. “Sudah seharusnya hotel tersebut kita usir dari Aceh,” katanya. Sebelumnya, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Saladin menyebutkan bahwa mereka bukanlah para Waria melainkan cewek tulen yang sedang menggelar perayaan ulang tahun. “Mereka cuma acara ulang tahun. Tidak banyak orangnya. Tidak ada waria, hanya satu orang agak tomboi,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes seperti dilansir Detik. Com. [] Komentar

Related Posts

Comments are closed.